Web viewAlhamdulillah... Suatu kebanggaan bagi kami tim redaksi buletin JOCO dengan terbitnya buletin

  • View
    223

  • Download
    0

Embed Size (px)

Text of Web viewAlhamdulillah... Suatu kebanggaan bagi kami tim redaksi buletin JOCO dengan terbitnya...

Salam JOCO,

Alhamdulillah... Suatu kebanggaan bagi kami tim redaksi buletin JOCO dengan terbitnya buletin perdana JOCO ini. Dengan nama PALAWI (Pawarto Lare Jawi), kami berharap bisa memberikan berita dan wawasan bagi warga JOCO pada khususnya dan bagi warga STKS Bandung pada umumnya.

Ehm...penat dengan tugas-tugas di kampus??? cocok banget nich kalau baca buletin PALAWI. Pengen tahu kan siapa-siapa saja pengurus inti JOCO periode 2010 ini? Ehm... bagi mahasiswa selain dari Jawa tentunya pengen mengenal Budaya Jawa kan? Nah...semuanya komplit tersaji di buletin ini. Ada yang pengen belajar Bahasa Jawa juga kan? redaksi menyedikan rubrik Learning Boso Jowo.

Buletin ini kami rencanakan akan terbit tiap satu bulan sekali di akhir bulan. Dan tentu saja, segala macam perbaikan akan kami benahi di setiap kali terbit. Selamat membaca, selamat menikmati suguhan dari PALAWI.

Sampai ketemu maneh ing edisi selanjute....

Redaksi

Susunan Kepengurusan Jowo Community 2010

Pembina: Drs. Pribowo, M.M dan Dra. Dorang Luhpuri, S.IP, M.SW

Sesepuh : Asri Sasi Mulyadi; Widha Dessy A; Raharjo; Agus Niamilah;

Anggi Hari Wibowo; Ahmad Amin

Lurah

: Arif Pujianto

Wakil Lurah: Apriawan Yudha

Carik

: 1. Subur Wahyudi 2. Chitalia Kusuma Putri

Bendahara: 1. Melati Putri Cendani2. Ria Irawan

Kepala Dusun : Angkatan 2006: Khodirun

Angkatan 2007: Joko Sasongko

Angkatan 2008: Sugiarso

Angkatan 2009: Jhoni Sukwanto

Kaur Kerohanian: Perdana Harya

Anggota : 1. Dwi Rohana 2. Erna Dwi Susanti 3. Alfa Silmi Hakim

Kaur Olahraga

: Danang Risadewa

Anggota : 1. Harin Winanda 2. Ima Chomaidah 3. Nurhadi Nugroho

Kaur Pendidikan : Joko Setiawan

Anggota : 1.Retno Wijayanti 2.Dhelta Wilis S. P 3.Danang Sugiatmoko

Kaur Seni dan Budaya: Nindya Puspaningtyas

Anggota : 1.Mei Rochma Mutiari 2.Vita Hardiati H 3.Novi Istiana

Kaur Dana dan Usaha: Isa Frilasari

Anggota : 1. Septy Kusumastuti 2. Irawati Mujiono 3. Subejo

Kaur Humas: Ocktina Ariyanti

Anggota : 1. Abdul fatah 2. Eko Rizqi PW 3. Heri Susanto

SEJARAH JOWO COMMUNITY

JOCO....Muantebbssss,,,,

Yuk... kita menilik sejarah JOCO, sebenernya gimana sih awalnya JOCO berdiri ? Pengen tahu kan? Di PALAWI jawabannya.

Berangkat dari sebuah pemikiran, tercetuslah ide untuk membentuk suatu perkumpulan, khususnya untuk memfasilitasi dan menjadi wadah keakraban mahasiswa Jawa di STKS. Ide tersebut juga terinspirasi dari perkumpulan-perkumpulan serupa yang pernah atau telah terbentuk di STKS sebelumnya. Perkumpulan tersebut berasal dari ikatan mahasiswa daerah lain maupun ikatan mahasiswa Jawa sendiri yang pernah terbentuk. Akan tetapi perkumpulan yang pernah terbentuk tersebut, kurang mengalami keeksisan, yang kemudian menyebabkan kami untuk kembali berinisiatif mengeksiskan perkumpulan mahasiswa Jawa tersbut

Sebelumnya, sekitar tahun 2007, telah muncul inisiatif untuk membentuk perkumpulan mahasiswa Jawa yang anggotanya masih meliputi mahasiswa Jawa Tengah dan Yogyakarta. Perkumpulan tersebut, kemudian diberi nama JAYO (Jawa - Yogya). Akan tetapi perkumpulan tersebut kurang begitu eksis, dikarenakan kesibukan pengurus berkaitan dengan perkuliahan serta kurangnya publikasi.

Kemudian memasuki awal tahun 2008, pengurus berinisiatif kembali untuk membangkitkan perkumpulan orang Jawa yang sudah tidak terdengar gaungnya tersebut. Kami pun mencoba mengubah tampilan perkumpulan mahasiswa Jawa dengan nama yang baru. Ternyata, dikalangan mahasiswa yang lain, mahasiswa Jawa di STKS kerap kali disebut JOKO, selain JOKO identik dengan nama orang Jawa, sebutan tersebut memiliki kepanjangan Jowo Komuniti.

Dengan berbagai pertimbangan, Tepatnya pada tanggal 20 Agustus 2008, nama JOKO di ubah menjadi JOCO (Jowo Comunity). Anggotanya meliputi mahasiswa STKS Bandung yang berasal dari Jawa Timur, Jawa Tengah, dan DI Yogyakarta.

Itulah sepintas tentang sejarah berdirinya JOCO. semoga bermanfaat!!!

WAYANG

Asal-usul Wayang

Wayang merupakan salah satu puncak seni budaya bangsa Indonesia yang paling menonjol di antara banyak karya budaya lainnya. Mengenai asal-usulnya ada dua pendapat. Pertama, pendapat bahwa wayang berasal dan lahir pertama kali di Pulau Jawa, tepatnya di Jawa Timur. Pendapat ini selain dianut dan dikemukakan oleh para peneliti dan ahli-ahli bangsa Indonesia, juga merupakan hasil penelitian sarjana-sarjana Barat. Di antara para sarjana Barat yang termasuk kelompok ini, adalah Hazeau, Brandes, Kats, Rentse, dan Kruyt. Alasan mereka cukup kuat. Di antaranya, bahwa seni wayang masih amat erat kaitannya dengan keadaan sosiokultural dan religi bangsa Indonesia, khususnya orang Jawa. Panakawan, tokoh terpenting dalam pewayangan, yakni Semar, Gareng, Petruk, Bagong, hanya ada dalam pewayangan Indonesia, dan tidak di negara lain. Selain itu, nama dan istilah teknis pewayangan, semuanya berasal dari bahasa Jawa (Kuna), dan bukan bahasa lain. Sementara itu, pendapat kedua menduga wayang berasal dari India, yang dibawa bersama dengan agama Hindu ke Indonesia. Mereka antara lain adalah Pischel, Hidding, Krom, Poensen, Goslings, dan Rassers. Sebagian besar kelompok kedua ini adalah sarjana Inggris, negeri Eropa yang pernah menjajah India. Namun, sejak tahun 1950-an, buku-buku pewayangan seolah sudah sepakat bahwa wayang memang berasal dari Pulau Jawa, dan sama sekali tidak diimpor dari negara lain.

Menurut asal katanya, wayang diduga berasal dari kata wewayangan, yang artinya bayangan. Dugaan ini sesuai dengan kenyataan pada pergelaran Wayang Kulit yang menggunakan kelir, secarik kain, sebagai pembatas antara dalang yang memainkan wayang, dan penonton di balik kelir itu. Penonton hanya menyaksikan gerakan-gerakan wayang melalui bayangan yang jatuh pada kelir. Pada masa itu pergelaran wayang hanya diiringi oleh seperangkat gamelan sederhana yang terdiri atas saron, todung (sejenis seruling), dan kemanak. Jenis gamelan lain dan pesinden pada masa itu diduga belum ada.

Wayang dikenal sejak zaman prasejarah yaitu sekitar 1500 tahun sebelum Masehi. Masyarakat Indonesia memeluk kepercayaan [animisme] berupa pemujaan roh nenek moyang yang disebut hyang atau dahyang, yang diwujudkan dalam bentuk [arca] atau gambar.

Jenis-jenis Wayang

Di Indonesia ada berbagai jenis wayang seperti berikut ini:

1. Wayang Purwa, disebut juga wayang kulit karena terbuat dari kulit lembu, selain kulit lembu ada juga yang menggunakan kulit kerbau bahkan disuatu daerah ada yang menggunakan dengan kulit manusia.

2. Wayang Golek, atau disebut juga wayang tengul. Wayang ini terbuat dari kayu dan diberi baju seperti layaknya manusia. Sumbernya diambil dari sejarah ,misalnya cerita Untung surapati ,Batavia Sultan Agung,Trunajaya dll. Wayang golek tidak menggunakan kelir/layar seperti wayang kulit.

3. Wayang Krucil, terbuat dari kayu,bentuknya mirip wayang kulit. Biasanya meceritakan DamarWulan dan Majapahit. Untuk menancapkan Wayang krucil tidak ditancapkan di pelepah pisang seperti wayang kulit tetapi menggunakan kayu yang telah diberi lubang lubang.

4. Wayang Beber, terbuat dari kain atau kulit lembu yang berupa beberan atau lembaran.tiap beberan merupakan satu adegan cerita, bila sudah tak dimainkan maka bisa digulung .Wayang ini dibuat pada zaman kerajaan Majapahit.

5. Wayang Gedok, bentuknya hampir mirip wayang kulit. Sumber ceritanya berasal dari Banten, Singasari, Mataram, Kediri dll. Wayang gedog hapir punah kita hanya dapat menjumpai tahun 1400.

6. Wayang Suluh, tergolong wayang modern. Terbuat dari kulit yang diberi pakaian lengkap lazimya manusia gambarnya pun mirip manusia .ceritanya diambil dari kisah perjuangan bangsa Indonesia melawan penjajah.

7. Wayang Titi, adalah wayang china. Sumbernya berasal dari cerita china. Wayang ini bisa kita jumpai di perkampungan china atau klenteng.

8. Wayang Madya, diciptaakan oleh K.G Mangkungara IV pada awal abad XVIII. Sumber ceritranya diambil dari cerita Pandawa setelah perang Baratayuda,misalnya prabu Parikesit

9. Wayang Wahyu, disebut juga wayang Bibel. Cerita wayang ini berasal dari kitab injil. Diciptakan oleh Bruder Themotheos untu menyiarkan agama Kristen.

10. Wayang Orang, adalah cerita wayang purwa yang dipentaskan oleh orang dengan busana seperti wayang sumbernya pun sama dengan wayan purwa.Perkumpulan yang terkenal seperti mNgesti Pandawa(Semarang), Sriwerdari (Surakarta)

11. Wayang Pancasila, adalah cerita wayang mirp wayang purwa bedanya tokoh-tokohnya adalah pejuang-pejuang bangsa Indonesia ceritanya pun tentang perjuangan Bangsa Indonesia

Dalang

Berbicara mengenai wayang, tidak dapat lepas dari dalang. Dhalang oleh manusia Jawa biasanya dianggap sebagai ngudhal piwulang(mengajar dalam pementasan wayang semalam suntuk) Di sebut juga guru masyarakat. Guru, kata Radhakrishnan-dalam bukunya yang berjudul the spirit of religion-adalah The very term, means he who removes the darkness of your mind artinya guru, dalam arti kata yang sebenarnya adalah orang yang dapat mengusir kegelapan dalam hatimu. Ada macam-macam dhalang menurut Dr.Seno Sastroamidjodjo terbagi menjadi lima golongan yakni:

1. Dhalang Sejati, yaitu dhalang yang menitik beratkan pertunjukanya pada berbagai cerita yang dapat dipakai tauladan bagi khalayak dalam kehidupan batinnya sehari-hari. misalnya dominannya ajaran tentang pendidikan ,kerohanian, kebatinan, dan filsafat hidup(sangkan paraning dumadi)

2. Dhalang Wasesa, yaitu dhalangyang sangat menguasai berbagai cerita maupun teknik pendalangan ,sehingga perasaan penonton gampang terbawa kedalam suasana yang dipentaskan ,seperti ternyuh(belas kasih),kemurahan, hati yang lapang , kesabaran , prihatin