1639_KONSTRUKSI BAJA GUDANG Disertai Contoh Perhitungan Gudang

  • View
    339

  • Download
    36

Embed Size (px)

Text of 1639_KONSTRUKSI BAJA GUDANG Disertai Contoh Perhitungan Gudang

  • 8/23/2019 1639_KONSTRUKSI BAJA GUDANG Disertai Contoh Perhitungan Gudang

    1/168

    Penutup Atap

    =Kemiringan Atap

    -Genteng/

    -Sirap Reng

    Usuk tiap jarak 50 cm

    Gording profil baja atau kayu

    Overlap

    Seng Gelombang

    -Asbes Gelombang

    -Aluminium GelombangGording

    Overlap / tumpang tindih harus cukup

    supaya air hujan tidak tampias / bocor

    KONSTRUKSI BAJA GUDANG

    1. PENUTUP ATAP

    Sebagai penutup atap dapat digunakan :

    a. Genteng dengan reng dan usukb. Sirap dengan reng dan usukc. Seng gelombangd. Akses gelombange. Aluminium gelombangf. Dll.

    a. GENTENG

  • 8/23/2019 1639_KONSTRUKSI BAJA GUDANG Disertai Contoh Perhitungan Gudang

    2/168

    Salah! Pada puncak

    BisaBocor!

    Penempatan kaita

    Kait

    bc

    bisa a, b atau c

    b. SIRAP Dilengkapi dengan usuk dan reng yang harus mampu memikul beban hidup merata

    q terpusat p

    Dapat dipakai pada sudut besar Bila < 30 : tumpukan sirap diperbanyakdan diberi lapisan aluminium foil

    b.d, e : Seng Gelombang, Asbes Gelombang dan Aluminium Gelombang

    Dipakai pada bangunan industri kemiringan atap lebih bebas ; 5 90

    semakin kecil , overlap semakin besar

    overlap : - pada arah mengalir air

    - pada // arah mengalir air

    perkiraan panjang overlap :

    Sudut arah memanjang arah melintang

    10-20 20 cm 2,5 gelombang

    20-40 15 cm 1,5-2,5 gelombang

    45 10 cm 1,5 gelombang

    Untuk mengkaitkan seng dengan gording dipasang hook/kait yang dikait pada gording :

  • 8/23/2019 1639_KONSTRUKSI BAJA GUDANG Disertai Contoh Perhitungan Gudang

    3/168

    Contoh: Gording 1Baut

    Kuda-kuda

    Pelat pengisi

    baut

    Las

    GordingBaut

    Kepala diatas mur

    dibawah,agar baut tidak

    jatuh bila mur kendor/lepas

    SikuBaut

    bautsiku

    dilas

    baut pengikat

    Nok

    atau

    Gording atau

    Gording atau

    Potongan atau

    , , ,Gording rangka untuk bentang >

    Detail Hubungan Gording dengan kuda-kuda :

    Angin yang kuat dapat mengangkat atap, maka gording perlu diikat kuat pada kuda-kuda

    2. PERHITUNGAN GORDINGBeban-beban yang dipikul oleh gording adalah :

    a.beban mati

    b. beban hidupc.

    beban angin / beban sementara

    Sedangkan untuk gording dapat dipakai :

    1. Beban mati (D) : - berat sendiri penutup atap- berat sendiri gording

    - alat-alat pengikat

    2. Beban hidup (L) : sesuai peraturan pembebanan

  • 8/23/2019 1639_KONSTRUKSI BAJA GUDANG Disertai Contoh Perhitungan Gudang

    4/168

    x

    x

    Q

    Qcos

    y

    Qsin

    L3

    Contoh :

    Kuda - kuda

    Nok

    Gording

    Penggantung

    Gording

    Catatan : bila L tidak terlalu besar, cukup

    dipasang 1 penggantung gording

    L

    Kuda - kuda

    q cos

    Kuda 2

    P cos

    q sin

    LKuda 2

    b. Terpusat P = 100 kg (beban orang saat pelaksanaan/perawatan)3. Beban angin (W) : lihat Peraturan Pembebanan

    besarnya tergantung dari daerah (wilayah) dan sudut

    Beban rencana yang bekerja adalah beban terbesar dari :

    U = 1,4 D

    U = 1,2 D + 1,6 L + 0,5 (La atau H)

    U = 1,2 D + 1,6 (La atau H) + (L . L atau 0,8 W)

    U = 1,2 D + 1,3 W + L . L + 0,5 (La atau H)

    Keterangan :

    L = 0,5 bila L < 5 kPa : L= 1 bila L 5kPa

    D adalah beban mati yang diakibatkan oleh berat konstruksi permanen

    L adalah beban hidup yang ditimbulkan oleh penggunaan gedung, termasuk kejut

    tetapi tidak termasuk beban lingkungan seperti angin, hujan, dll.

    La adalah beban hidup di atap yang ditimbulkan selama perawatan oleh pekerja,

    peralatan, dan material, atau selama penggunaan biasa oleh orang dan benda

    bergerak

    H adalah beban hujan, tidak termasuk yang diakibatkan genangan air

    W adalah beban angin

    Terhadap sb xx profil :

    Beban mati : MXD = 81 (q cos ) L2 Beban hidup q : MXL = 81 (q cos ) L2

    P : MXL = 41 (P cos ) L

    2

  • 8/23/2019 1639_KONSTRUKSI BAJA GUDANG Disertai Contoh Perhitungan Gudang

    5/168

    Wx

    L

    kg/m' bWx

    b

    b

    Wx= C x b x tekanan angin kg/m2

    - Momen-momen akibat beban hidup merata q, dan terpusat P diambil yangberpengaruh terbesar. (akibat q atau akibat P)

    Beban angin : lihat Peraturan Pembebanan

    Wx = c . b . tekanan angin kg/m2

    Wy = 0

    Dimana : c adalah koefisien angin

    Momen yang diakibatkan oleh beban angin adalah :

    0

    8

    1 2

    yw

    xxw

    M

    LWM

    Beban angin yang harus diperhitungkan pada kombinasi pembebanan adalah beban

    angin tekan. Sedangkan beban angin hisap digunakan untuk perhitungan kekuatan kait.

    Mu yang bekerja :

    Mux = 1,4 MxD

    = 1,2 MxD + 1,6 MxL + 0,5 (MxLa atau MxH )

    = 1,2 MxD + 1,6 (MxLa atau MxH ) + (L . MxL atau 0,8 Mxw)

    = 1,2 MxD + 1,6 MxL + L . MxL + 0,5 (MxLa atau MxH )

    Muy = sama seperti Mux

  • 8/23/2019 1639_KONSTRUKSI BAJA GUDANG Disertai Contoh Perhitungan Gudang

    6/168

    bf

    tf

    Px

    Py

    x

    y

    x

    P

    Py

    = +

    = +P

    P

    H=

    P

    d

    dP.e

    e

    1)Kontrol Kekuatan Gording

    ny

    uy

    nx

    ux

    M

    M

    M

    M

    1

    = 0,9

    Mnx = Momen nominal profil terhadap sb x - x

    Mny = Momen nominal profil terhadap sb y - y

    Mny = diambil momen nominal sayap atas profil

    Penyederhanaan penyelesaian (Structural Steel Design Galambos hal 196)

    a.

    dipikul oleh dipikul hanya

    profil penuh sayap atas

    Zy = tf. bf2

    2

    profilZy

    b.

    2) Kontrol LendutanLendutan terjadi f =

    180

    22 Lffyfx gording

    Rumus lendutan : f =IE

    Lq

    .

    ..

    384

    5 4

    F =IE

    LP

    .

    ..

    48

    1 3

    y

    xfg=5

    384q.L

    E I

    4

  • 8/23/2019 1639_KONSTRUKSI BAJA GUDANG Disertai Contoh Perhitungan Gudang

    7/168

    L=6,6 m3

    Contoh : Perhitungan Gording

    Kuda - kuda

    Nok

    L

    Kuda - kuda

    165

    =20

    165 cm

    165

    cos20

    =175,6

    cm

    seng gelombang

    =2,2 m

    165 165

    Berat atap seng efektif = 8 kg/m2, mutu baja Bj 37

    Dicoba profil WF 125 x 60 x 6 x 8 : A = 16,48 cm2

    q = 13,2 kg/m1

    Zx = 74 cm3

    Zy = 15 cm3

    Ix = 412 cm4

    Iy = 29,2 cm4

    a) Kontrol Kekuatan Profil- Beban mati (D)

    Berat seng = 1,756 x 8 = 14,05 kg/m1

    Beban profil = 13,2 kg/m1

    27,25 kg/m1

    Alat pengikat dan lain-lain 10% = 2,72 kg/m1

    q = 29,97 kg/m1 30 kg/m1

    MxD =

    8

    1(q cos ) L2 =

    8

    1(30 cos 20) 6,62 = 153,5 kg-m

    MyD =8

    1(q sin )

    2

    3

    L=

    8

    1(30 sin 20) (2,2)2 = 6,21 kg-m

    - Beban hidup (L)a)Beban hidup terbagi rata :

    q = (400,8 ) = 24 kg/m2 20 kg/m2

    Menurut peraturan pembebanan, dipakai 20 kg/m2

    q = 1,65 x 20 = 33 kg/m1

    MxL =8

    1(q cos ) L2 =

    8

    1(33 cos 20) 6,62 = 168,85 kg-m

    +

    +

  • 8/23/2019 1639_KONSTRUKSI BAJA GUDANG Disertai Contoh Perhitungan Gudang

    8/168

    b)Beban hidup berpusat P = 100 kgMxL =

    4

    1(p cos ) L =

    4

    1(100 cos 20) 6,6 = 155,1 kg-m

    MyL =4

    1 (p sin )

    3

    L =4

    1 (100 cos 20) 2,2 = 18,81 kg-m

    - Beban angin (W)Tekanan angin W = 30 kg/m

    2

    Koefisien angin c = 0,02 . 200,4

    c = 0

    Angin tekan = c x W

    = 0 x 30 = 0

    Angin hisap = 0,4 x 30 = 12 kg/m2

    Bila dibandingkan dengan beban (bb. Mati + bb. hidup) = 30 + 20 = 50 kg/m, angin

    hisap ini tidak bisa melawan beban (D + L), maka angin hisap ini tidak menentukan

    tidak perlu diperhitungkan.

    Besarnya momen berfaktor MuMu = 1,2 MD + 1,6 (MLa atau MH) + (L . ML atau 0,8 MW)

    Untuk beban mati, beban hidup terbagi rata, dan beban anginMux = 1,2 x 153,2 + 1,6 x 168,85 + 0 = 454,0 kg-m

    Muy = 1,2 x 6,21 + 1,6 x 6,83 + 0 = 18,38 kg-m

    Untuk beban mati, beban hidup terpusat, dan beban anginMux = 1,2 x 153,2 + 1,6 x 155,1 + 0 = 432,0 kg-m

    Muy = 1,2 x 6,21 + 1,6 x 18,81 + 0 = 37,55 kg-m

  • 8/23/2019 1639_KONSTRUKSI BAJA GUDANG Disertai Contoh Perhitungan Gudang

    9/168

    misal =68 cm

    - Kontrol tekuk lokalPenampang profil (tabel 7.5-1 SNI)

    kompakPenampang

    ptw

    h

    p

    tw

    h

    ptf

    bf

    fyp

    xtf

    bf

    180240

    1680

    2,156,0

    1,9

    20,11

    240

    170170

    75,3

    8,02

    6

    2

    Maka Mnx = Mpx

    - Kontrol lateral buckling :Misal Lb = 68 cm jarak penahan lateral (jarak kait atap ke gording)

    Atau (lihat brosur seng) = jarak 2 pengikat seng

    Lp = 1,76 ryfy

    E

    = 1,76 x 1,322400

    100,2 6x= 68,72 cm

    Ternyata Lb < Lp maka Mnx = Mpx Momen Nominal

    Dari kontrol tekuk lokal dan tekuk lateral didapatkan :

    Mnx = Mpx = Zx . fy = 74,0 x 2.400 = 177.600,0 kg-cm = 1.776,0 kg-m

    Mny = Zy (1 feans) x fy = (4

    1tf. bf

    2) x fy

    = (4

    1x 0,8 x 6

    2) x 2.400 = 17.280 kg-cm

    = 172,8 kg-m

    Persamaan Interaksi:

  • 8/23/2019 1639_KONSTRUKSI BAJA GUDANG Disertai Contoh Perhitungan Gudang

    10/168

    Mny = Kekuatan nominal lentur terhadap sb yy

    Untuk beban mati dan beban hidup hidup merata :

    (OK)

    Untuk beban mati dan beban hidup hidup terpusat :

    (OK)

    Dari kedua persamaan interaksi tersebut terlihat bahwa pemilihan profil masih

    belum efisien karena masih terlalu jauh dari nilai 1.

    a) Kontrol Lendutan :Lendu