32. PROVINSI PAPUA - ujp.ucoz. Â· kabupaten di Provinsi Papua yakni, Kabupaten Jayawijaya, Kabupaten Paniai, dan Kabupaten pada bagian barat kawasan ini,

  • View
    225

  • Download
    5

Embed Size (px)

Text of 32. PROVINSI PAPUA - ujp.ucoz. Â· kabupaten di Provinsi Papua yakni, Kabupaten Jayawijaya,...

  • 848 Kepariwisataan Papua

    PETA

  • 849 Kepariwisataan Papua

    A. UMUM

    1. Dasar Hukum Provinsi Papua, yang dulunya bernama Irian Jaya terbentuk berdasarkan Undang-undang No. 12

    tahun 1969 tertanggal 10 September 1969. Pergantian nama Papua didasarkan pada Undang-

    undang No. 21 Tahun 2001, dengan ibukota Jayapura.

    2. Lambang Provinsi Wadah Lambang Daerah berbentuk PERISAI BERPAJU LIMA adalah

    menggambarkan kesiap-siagaan dan ketahanan.

    Paju lima menunjukkan jumlah sila dalam Pancasila.

    Warna dasar kuning emas pada bagian bawah perisai dan pita

    tersebut melambangkan keagungan yang mengandung

    pengertian sebagai gambaran cita usaha pengalian hasil - hasil

    kekayaan bumi dan alamnya.

    Warna dasar biru tua pada bagian atas perisai tersebut, melukiskan

    kekayaan lautan / perairan Papua.

    Jalur kuning melingkari tepian perisai tersebut menggambarkan

    keyakinan tercapainya segala usaha dan perjuangan.

    Jalur hitam yang melingkari pita dan warna tulisan hitam menggambarkan kemantapan dan

    kebulatan tekad untuk berkarya swadaya.

    Tiga buah TUGU yang masing-masing berwarna abu-abu, sebelah kanan dan berwarna putih

    sebelah kiri di atas TUMPUKAN BATU persegi panjang, bersusun 2 (dua) masing-masing berderet

    6 (enam) dan 9 (sembilan) yang berwarna putih bergaris-garis batas hitam: Perjuangan TRIKORA

    dan kemenangan PEPERA Tahun 1969.

    Tumpukan batu tersebut juga melambangkan Dinamika Pembangunan di Daerah ini.

    Warna abu-abu putih dan bergaris-garis hitam melambangkan ketenangan dan kesucian.

    Setangkai BUAH PADI yang berisi 17 (tujuh belas) butir padi berwarna kuning bertangkai kuning

    pula yang terdapat di sebelah kanan dan

    setangkai BUAH KAPAS yang terdiri dari 8 (delapan) buah berwarna putih bertangkai Hijau Tua

    yang terdapat disebelah kiri daripada tiga buah

    Tugu tersebut yang diikat dengan sehelai PITA berwarna merah berlekuk 4 (empat) dan berjurai 5

    (lima) adalah melukiskan kesatuan dan persatuan Bangsa yang dijiwai oleh semangat Proklamasi

    17 Agustus 1945 untuk mewujudkan masyarakat adil dan makmur.

    Tiga buah GUNUNG berjajar yang sama tingginya berwarna hijau tua dan berpuncak putih salju

    adalah menggambarkan ciri khas Daerah Papua.

    Warna hijau tua ketiga buah gunung dan tangkai dari buah kapas itu, melambangkan kesuburan

    tanah / kekayaan alam daratan Papua.

    Sedangkan tulisan "Papua" dalam huruf cetak yang berwarna kuning adalah menggambarkan

    keluhuran / keagungan cita.

    3. Pemerintahan Provinsi Papua terdiri dari 28 pemerintahan kabupaten dan 1 pemerintahan Kota. Untuk lebih

    jelasnya dapat dilihat dalam daftar berikut ini :

    No. Kabupaten/Kota Ibu kota

    1 Kabupaten Asmat Agats

    2 Kabupaten Biak Numfor Biak

    3 Kabupaten Boven Digoel Tanah Merah

    4 Kabupaten Deiyai Tigi

    5 Kabupaten Dogiyai Kigamani

    6 Kabupaten Intan Jaya Sugapa

    7 Kabupaten Jayapura Sentani

    8 Kabupaten Jayawijaya Wamena

    32 PROVINSI PAPUA

  • 850 Kepariwisataan Papua

    9 Kabupaten Keerom Waris

    10 Kabupaten Kepulauan Yapen Serui

    11 Kabupaten Lanny Jaya Tiom

    12 Kabupaten Mamberamo Raya Burmeso

    13 Kabupaten Mamberamo Tengah Kobakma

    14 Kabupaten Mappi Kepi

    15 Kabupaten Merauke Merauke

    16 Kabupaten Mimika Timika

    17 Kabupaten Nabire Nabire

    18 Kabupaten Nduga Kenyam

    19 Kabupaten Paniai Enarotali

    20 Kabupaten Pegunungan Bintang Oksibil

    21 Kabupaten Puncak Ilaga

    22 Kabupaten Puncak Jaya Kotamulia

    23 Kabupaten Sarmi Sarmi

    24 Kabupaten Supiori Sorendiweri

    25 Kabupaten Tolikara Karubaga

    26 Kabupaten Waropen Botawa

    27 Kabupaten Yahukimo Sumohai

    28 Kabupaten Yalimo Elelim

    29 Kota Jayapura -

    4. Letak Geografis dan Batas Wilayah Secara geografis Papua terletak diantara 0

    o15 10

    o Lintang Selatan dan 134

    o 141,60

    o Bujur

    Timur dengan batas wilayah sebagai berikut :

    Utara Samudera Pasifik

    Selatan Samudera Hindia, Laut Arafuru, Teluk Carpentaria, Australia

    Barat Papua Barat, Kepulauan Maluku

    Timur Papua Nugini

    5. Komposisi Penganut Agama

    Islam = 12%

    Kristen = 87%

    Hindu = 0,036%

    Budha = 0,072%

    6. Bahasa dan Suku Bangsa Bahasa :

    Bahasa sehari-hari adalah bahasa daerah, sedangkan bahasa daerah di Papua terdiri dari 268

    bahasa daerah.

    Suku bangsa :

    Suku Aitinyo,

    Suku Aefak,

    Suku Asmat,

    Suku Agast,

    Suku Dani,

    Suku Ayamaru,

    Suku Mandacan,

    Suku Biak,

    Suku Serui,

    Suku Mee,

    Suku Amungme,

    Suku Kamoro

  • 851 Kepariwisataan Papua

    7. Budaya a. Lagu Daerah : apuse b. Tarian Tradisional : tari masyoh, tari perang, tari selamat datang c. Senjata Tradisional : tombak d. Rumah Tradisional : honai / kariwari e. Alat Musik tradisional : atowo f. Makanan Khas : Aunu kerang, Sop hepire

    8. Bandara dan Pelabuhan Laut Bandara = sentani

    Pelabuhan Laut = Jayapura

    9. Universitas = Universitas Cendrawasih

    10. Industri dan Pertambangan = marmer, tembaga, kayu lapis, asbes, minyak bumi

    B. OBYEK WISATA

    1. Wisata Alam

    a. Taman Nasional Lorentz Taman Nasional Lorentz merupakan taman nasional yang terletak di Provinsi Papua

    dan Provinsi Papua Barat, Indonesia. Kawasan ini semula berstatus cagar alam, namun seiring

    dengan dikeluarkannya SK. Menteri

    Pertanian No. 44/Kpts/Um/I/1978,

    kawasan ini ditetapkan sebagai taman

    nasional seluas 2.150.000 hektar. Pada

    tahun 1997 Taman Nasional Lorentz ini

    diperluas menjadi 2.505.600 hektar,

    sesuai dengan SK Menteri Kehutanan

    No. 154/kpts-II/1997.Pada tahun 1999,

    oleh menteri kehutanan Taman

    Nasional Lorentz disetujui menjadi

    salah satu dari tiga situs warisan dunia

    di Indonesia, setelah Taman Nasional

    Komodo dan Taman Nasional Ujung

    Kulon (Provinsi Banten).

    Letak Taman Nasional Lorentz yang membentang dari puncak Gunung Jayawijaya

    (5.030m dpl) yang diselimuti salju, hingga perairan pesisir pantai dengan hutan bakau,

    membuat kawasan ini memiliki perwakilan ekosistem terlengkap untuk keanekaragaman

    hayati di Asia Tenggara dan Pasifik. Dalam bentangan tersebut, terdapat spektrum ekologis

    yang menakjubkan dari kawasan vegetasi alpin, sub-alpin, montana, sub-montana, dataran

    rendah, dan lahan basah.

    Sebagian besar dari kawasan ini merupakan hutan perawan yang memiliki beragam

    rupa keindahan alam.Mulai dari hutan bakau dan nipah yang berada di kawasan pantai,

    hingga hutan perawan di zona ekosistem sub-alpin dan alpin.Hutan bakau dan nipah, yang

    terletak di sisi selatan Taman Nasional Lorentz memiliki akar-akar bakau yang tersusun rapi

    di atas permukaan laut.Akar-akar ini, seakan menjadi hiasan tepi pantai yang mengelilingi

    Taman Nasional Lorentz.

    Sementara itu, bagian barat, timur, dan utara, dipenuhi dengan pepohonan rimbun,

    yang diselingi dengan sungai-sungai, baik besar maupun kecil. Aliran sungai ini, selain mampu

    menghiasi tepian gunung, juga membentuk air terjun di beberapa titik di kawasan taman

    nasional ini. Sebagian dari sungai-sungai ini, mengalir memasuki bumi Papua, dan

    membentuk sungai bawah tanah.

  • 852 Kepariwisataan Papua

    Keragaman flora di kawasan ini, diikuti dengan keragaman fauna juga.Dipaparkan, di

    kawasan ini terdapat sekitar 42 spesies mamalia, yang sebagian besar merupakan hewan

    langka, dan dua di antaranya merupakan spesies baru. Mamalia yang ada di kawasan ini

    antara lain, kangguru pohon, landak irian, tikus air, walabi coklat, dan kuskus totol. Selain itu,

    kawasan ini juga dihuni oleh sekitar 45 jenis burung, salah satu yang paling terkenal dan

    langka adalah cendrawasih. Sementara itu, diperkirakan terdapat lebih dari 1.000 spesies

    ikan, di antaranya adalah ikan kaloso atau yang populer dengan nama ikan arwana.

    Selain memiliki keanekaragaman hayati yang tinggi, keunikan lain dari Taman

    Nasional Lorentz adalah keberadaan gletser di puncak Gunung Jayawijaya. Di Indonesia,

    gletser seperti ini hanya terdapat di Taman Nasional Lorentz.Di sekitar kawasan gunung

    Jayawijaya ini pula, terdapat tiga buah danau besar, yakni Danau Larson, Danau Dyscovery,

    dan Danau Hoguyugu.

    Wisatawan yang mengunjungi kawasan taman nasional ini, tidak hanya dapat

    menikmati keindahan alam saja, namun juga dapat menikmati wisata budaya. Kawasan ini,

    juga merupakan tempat bermukim suku Nduga, suku Dani Barat, suku Asmat, suku Sempan,

    dan suku Amungme. Kebudayaan masyarakat yang bermukim di kawasan ini telah ada sejak

    sekitar 30.000 tahun yang lalu.

    Kawasan Taman Nasional Lorentz sendiri, secara administratif meliputi tiga

    kabupaten di Provinsi Papua yakni, Kabupaten Jayawijaya, Kabupaten Paniai, dan Kabupaten

    Merauke.Sementara pada bagian barat kawasan ini, merupakan bagian dari Kabupaten Fak-

    fak, Provinsi Papua Barat, Indonesia.

    Untuk mencapai Taman Nasional Lorentz, pengunjung dapat menggunakan pesawat

    perintis dari Kota Timika menuju bagian utara Taman Nasional Lorentz yang terletak di

    Kabupaten Paniai.Selain itu, dengan menggunakan pesawat perintis, pengunjung juga dapat

    terbang ke bagian selatan, tepatnya ke Kabupaten Merauke.Dari kabupaten ini, pengunjung

    dapat menggunakan kapal laut melalui Pelabuhan Sawa Erma