Click here to load reader

7. Distilasi Uap Kelompok Viia

  • View
    40

  • Download
    9

Embed Size (px)

Text of 7. Distilasi Uap Kelompok Viia

  • LABORATORIUM

    KIMIA FISIKA

    Percobaan : DESTILASI UAP Kelompok : VII A

    Nama : 1. May Saktianie Novitasari NRP. 2313 030 029 2. Evi Maya Odelia NRP. 2313 030 039 3. Dicky Dwi Randika NRP. 2313 030 045 4. Bun Yan Marshush Al Wathon NRP. 2313 030 077 5. Brima Dewantoro NRP. 2313 030 085

    Tanggal Percobaan : 25 Nopember 2013

    Tanggal Penyerahan : 2 Desember 2013

    Dosen Pembimbing : Nurlaili Humaidah S.T., M.T.

    Asisten Laboratorium : Dhaniar Rulandri W.

    PROGRAM STUDI D3 TEKNIK KIMIA

    FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI

    INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER

    SURABAYA

    2013

  • i

    ABSTRAK

    Tujuan dari percobaan destilasi uap ini adalah untuk mengetahui pengaruh dari uap

    terhadap titik didih dan juga untuk menghitungdensitas dari minyak sereh.

    Dalam proses destilasi minyak sereh ini langkah pertama yang dilakukan adalah menyiapkan

    semuaperalatan dan bahan. Kemudian memastikan perangkat destilasi uap terpasang dengan baik .

    mengisi labu distilat dengan 250 gram sereh yang telah dicacah. Selanjutnya mengisi boiler dengan

    air secukupnya, kemudian menyalakan kompor. Menutup valve yang adapada boiler saat uap pada

    panic sudah mengepul. Menyalakan stopwatch sebagai awal mula perhitungan waktu distilasi uap

    dan hitung dalam kurun waktu selama 60 menit dan 90 menit.Mengukur (T) dan tekanan (P) yang ada

    pada labu destilat pada masing-masing variabel waktu. Mengamati volume hasildestilasi yang ada

    pada erlenmeyer, sebelum penuh harus diganti dengan erlenmeyer yang lain. Mengambil minyak

    sereh dengan cara menyedot hasil desilasi dengan pipet tetes. Selanjutnya untuk menghitung densitas

    dari minyak sereh, langkah pertama yang dilakukan adalah menimbang piknometer yang akan diisi

    minyak sereh pada keadaan kosong terlebih dahulu. Lalu menghitung massa minyak sereh dengan

    mencari selisih antara berat piknometer yang telah terisi dengan massapiknometer yang kosong.

    Kemudian prosedur untuk mendapatkan densitas dari minyak sereh adalah hasil pembagian dari

    massa (m) dari minyak sereh dengan volume (v) minyak sereh.

    Dari percobaan destilasi uapdidapatkan saat pertama kali destilat menetes ke dalam tabung

    erlenmeyer yaitu pada waktu (t) 53 detik, tekanan (P) 21 mBar dan suhu (T) 93,5 0C. Kemudian titik

    didih uap yang diperoleh pada proses destilasi uap yang kami lakukan hanya sampai 96,5oC pada

    tekanan 42 mBar. Sehingga minyak sereh yang dihasilkan tidak dapat naik, melainkan tertahan di

    labu destilat. Pada proses destilasi ini, sebesar250 gram sereh menghasilkan 0 ml minyak sereh. Kami

    mencoba proses pemisahan yang lain yaitu dengan cara pressing lalu disaring (ekstraksi), kemudian

    di endapkan selama 5 hari, hasilnya tetap tidak ada minyak yang didapatkan. Oleh sebab itu tidak

    dapat dilakukan perhitungan untuk mendapatkan densitas minyak sereh, karena dalam percobaan ini

    tidak didapati adanya minyak sereh dalam proses destilasi. Hal ini tidak sesuai dengan literatur yaitu

    sebesar 0,872 0,882 gram/ml. Sehingga dari percobaan destilasi uap ini dapat diambil kesimpulan bahwa terdapat pengaruh titik didih untuk menghasilkan minyak sereh . Minyak sereh hanya dapat

    dihasilkan pada proses destilasi uap yang lebih kompleks.

    Kata kunci: destilasi, minyak atsiri, titik didih, sereh, densitas minyak

  • ii

    DAFTAR ISI

    ABSTRAK .......................................................................................................................... i

    DAFTAR ISI ....................................................................................................................... ii

    DAFTAR GAMBAR .......................................................................................................... iii

    DAFTAR TABEL ............................................................................................................... iv

    DAFTAR GRAFIK ............................................................................................................. v

    BAB I PENDAHULUAN

    I.1 Latar Belakang ................................................................................................ I-1

    I.2 Rumusan Masalah ........................................................................................... I-1

    I.3 Tujuan Percobaan ............................................................................................ I-2

    BAB II TINJAUAN PUSTAKA

    II.1 Dasar Teori .................................................................................................... II-1

    BAB III METODOLOGI PERCOBAAN

    III.1 Variabel Percobaan ....................................................................................... III-1

    III.2 Bahan yang Digunakan ................................................................................ III-1

    III.3 Alat yang Digunakan .................................................................................... III-1

    III.4 Prosedur Percobaan ...................................................................................... III-2

    III.5 Diagram Alir Percobaan ............................................................................... III-3

    III.6 Gambar Alat Percobaan ................................................................................ III-4

    BAB IV HASIL PERCOBAAN, PERHITUNGAN DAN PEMBAHASAN

    IV.1 Hasil Percobaan ............................................................................................. IV-1

    IV.2 Pembahasan .................................................................................................. IV-2

    BAB V KESIMPULAN ..................................................................................................... V-1

    DAFTAR PUSTAKA ......................................................................................................... vi

    DAFTAR NOTASI ............................................................................................................ vii

    APPENDIKS ....................................................................................................................... viii

    LAMPIRAN

    Laporan Sementara

    Fotokopi Literatur

    Lembar Revisi

  • iii

    DAFTAR GAMBAR

    Gambar II.1 Gambar Alat Destilasi Sederhana .......................................................... II-7

    Gambar II.2 Gambar Alat Destilasi Fraksinasi ............................................................ II-9

    Gambar II.3 Gambar Alat Destilasi Vakum ................................................................. II-11

    Gambar II.4 Gambar Skema Destilasi Vakum ............................................................. II-12

    Gambar II.5 Gambar Skema Destilasi Vakum ............................................................. II-13

    Gambar II.6 Gambar Skema Destilasi Kering .............................................................. II-15

    Gambar II.7 Gambar Alat Destilasi Molekuler ............................................................ II-18

    Gambar III.6 Gambar Alat Percobaan .......................................................................... III -4

  • iv

    DAFTAR TABEL

    Tabel IV.1.1 Hasil Percobaan Destilasi Uap pada Minyak Sereh..........................IV-1

  • I-1

    BAB I

    PENDAHULUAN

    I.1 Latar Belakang

    Sereh atau Cymbopogon winteranius menghasilkan 75-85% citral dalam minyak

    atsiri. Citral adalah gabungan dari dua isomer aldehida monoterpeneacylic. Senyawa

    citral ini membentuk turunan-turunan lain yaitu sitronella, sitronelol, dan geraniol .

    Geraniol (C10H18O) sering disebut juga sebagai rhodinol adalah salah satu senyawa

    monoterpenoid dan alkohol. Senyawa ini tidak dapat larut dalam air, tetapi larut dalam

    bahan pelarut organik. Baunya menyengat, dan sering digunakan sebagai parfum.

    Geraniol merupakan persenyawaan yang terdiri dari 2 molekul isoprene dan 1

    molekul air (Fransiska, 2010). Berdasarkan hasil pengamatan, rendemen minyak atsiri

    yang didapat setelah penyulingan selama 1,5 jam adalah sebesar 3,22% (Sahroel 2009).

    Destilasi uap adalah istilah yang secara umum digunakan untuk destilasi campuran air

    dengan senyawa yang tidak larut dalam air, dengan cara mengalirkan uap air ke dalam

    campuran sehingga bagian yang dapat menguap berubah menjadi uap pada temperatur

    yang lebih rendah dari pada dengan pemanasan langsung. Untuk destilasi uap, labu yang

    berisi senyawa yang akan dimurnikan dihubungkan dengan labu pembangkit uap.

    (Tiya, 2012)

    Melalui proses destilasi uap inilah minyak atsiri yang terkandung dalam sereh dapat

    diambil. Pemilihan destilasi uap dalam percobaan ini berdasarkan prinsip bahwa minyak

    atsiri bersifat volatile (mudah menguap), sedangkan bagian lain dari tumbuhan bersifat

    non-volatil, selain itu minyak atsiri tidak larut di dalam air sehingga tidak akan tercampur

    dan mudah dipisahkan. Hasil destilasi ini berupa campuran minyak dan air. Minyak yang

    dihasilkan lebih volatile dibandingkan dengan sereh. Maka pada percobaan destilasi uap

    ini, kami akan mempelajari tentang pengaruh uap pada titik didih.

    Proses distilasi banyak digunakan oleh industri dan merupakan metode pemisahan

    yang sering digunakan untuk mendapatkan fluida murni dari suatu campuran tertentu.

    Proses distilasi sebenarnya tidak 100% memisahkan campuran tetapi hanya

    meningkatkan konsentrasinya saja. Cont