7 Menghindari Akhlak Tercela 7 Menghindari Akhlak Tercela Akhlak tercela fitnah, ghibah dan namimah

  • View
    25

  • Download
    1

Embed Size (px)

Text of 7 Menghindari Akhlak Tercela 7 Menghindari Akhlak Tercela Akhlak tercela fitnah, ghibah dan namimah

  • Buku Siswa Kelas XII154

    Menghindari Akhlak Tercela7

    Akhlak tercela fitnah, ghibah dan namimah adalah perbuatan yang sangat merugikan dan menghancurkan baik bagi individu yang melakukan ataupun bagi orang lain. Membicarakan orang lain tidak sesuai dengan fakta atau yang kita kenal dengan fitnah, berakibat sangat fatal. Seseorang dapat dihancurkan hidup dan harga dirinya akibat perbuatan tersebut. Begitupun dengan ghibah dan namimah.

    Pada materi ini, kita akan membahas mulai pengertian, akibat sampai manfaat meninggalkan perilaku fitnah, ghibah dan namimah.

    Di unduh dari : Bukupaket.com

  • 155Akidah Akhlak Kurikulum 2013

    Kompetensi Inti (KI)

    1. Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya. 2. Mengembangkan perilaku (jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli, santun, ramah

    lingkungan, gotong royong, kerjasama, cinta damai, responsif dan pro aktif) dan menunjukan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan bangsa dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.

    3. Memahami dan menerapkan pengetahuan factual, konseptual, procedural dalam ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan dan peradaban terkait fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan procedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah.

    4. Mengolah, menalar, menyaji dan mencipta dalam ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri serta bertindak secara efektif dan kreatif dan mampu menggunakan metode sesuai kaidah keilmuan.

    Kompetensi Dasar (KD)

    1.2. Menghayati bahaya fitnah, namimah, dan ghibah 2.2. Menghindari hal-hal yang mengarah pada perilaku fitnah, namimah, dan ghibah 3.2. Menganalisis pengertian dan bahaya perilaku tercela fitnah, namimah, dan ghibah 4.2. Mempresentasikan pengertian dan bahaya perilaku tercela fitnah, namimah, dan

    ghibah

    Tujuan Pembelajaran

    1. Siswa dapat menjelaskan pengertian fitnah, namimah dan ghibah 2. Siswa dapat menjelaskan cara menghindari perilaku fitnah, namimah dan ghibah 3. Siswa dapat menyebutkan contoh-contoh perilaku fitnah, namimah dan ghibah

    Di unduh dari : Bukupaket.com

  • Buku Siswa Kelas XII156

    PETA KONSEP

    GHIBAH

    FITNAH

    NAMIMAH

    MARI MENGAMATI

    AMATI GAMBAR BERIKUT INI DAN BUATLAH KOMENTAR ATAU PERTANYAAN

    Setelah Anda mengamati gambar disamping buat daftar komentar atau pertanyaan yang relevan 1. …………………………………………….…………

    ………………………………….……………………. 2. …………………………………………….…………

    ………………………………………………............. 3. ………………………………………………………

    ………………………….………………………….....Sumber: cahayapurnama.com

    Di unduh dari : Bukupaket.com

  • 157Akidah Akhlak Kurikulum 2013

    Setelah Anda mengamati gambar disamping buat daftar komentar atau pertanyaan yang relevan 1. …………………………………………….…………

    ………………………………….……………………. 2. …………………………………………….…………

    ………………………………………………............. 3. ………………………………………………………

    ………………………….………………………….....

    MARI MENDALAMI

    Selanjutnya Anda pelajari uraian berikut ini dan Anda kembangkan dengan mencari materi tambahan dari sumber belajar lainnya

    1. FITNAH

    A. Pengertian Fitnah

    Fitnah dalam bahasa Arab memiliki beberapa arti. Di antaranya adalah ujian. Hal ini dapat diambil dari firman Allah Swt:

    ِ َوٱۡلَرۡيِ فِۡتَنٗةۖ ِإَوَلَۡنا تُرَۡجُعوَن ٣٥ ّ وُكم بِٱلشَّ ُكُّ َنۡفٖس َذآئَِقُة ٱلَۡمۡوِتۗ َوَنۡبلُ

    Tiap­tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan ke­” burukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar­benarnya). dan hanya kepada

    (kamilah kamu dikembalikan”(QS. Al­Anbiya(21):35

    Fitnah juga dapat berarti jatuh di dalam hal yang tidak diinginkan. Hal ini terdapat di dalam firman Allah Swt:

    لَُمِحيَطُۢة َجَهنََّم ِإَونَّ ْۗ َسَقُطوا ٱۡلفِۡتَنةِ ِف َل َ أ ۚ ٓ َتۡفتِّنِ َوَل ّلِ ٱئَۡذن َيُقوُل ن مَّ َوِمۡنُهم

    بِٱۡلَكٰفِرِيَن ٤٩ “Di antara mereka ada orang yang berkata: “Berilah saya keizinan (tidak pergi berperang) dan janganlah kamu menjadikan saya terjerumus dalam fitnah.” ketahuilah

    Di unduh dari : Bukupaket.com

  • Buku Siswa Kelas XII158

    bahwa mereka telah terjerumus ke dalam fitnah dan Sesungguhnya Jahannam itu benar-benar meliputi orang-orang yang kafir (QS. Al­Taubah(9):49)

    Fitnah juga dapat berarti kufur. Hal ini terdapat dalam firman Allah Swt :

    ِ َوُكۡفُرۢ ۡهرِ ٱۡلََراِم قَِتاٖل فِيهِۖ قُۡل قَِتاٞل فِيهِ َكبرِيۚٞ َوَصدٌّ َعن َسبِيِل ٱللَّ يَۡس َٔلُونََك َعِن ٱلشَّ ۡكَبُ ِمَن ٱۡلَقۡتِلۗ

    َ ِۚ َوٱۡلفِۡتَنُة أ ۡكَبُ ِعنَد ٱللَّ

    َ ۡهلِهِۦ ِمۡنُه أ

    َ بِهِۦ َوٱلَۡمۡسِجِد ٱۡلََراِم ِإَوۡخَراُج أ

    ْۚ َوَمن يَۡرتَِدۡد ِمنُكۡم ٰ يَُردُّوُكۡم َعن دِينُِكۡم إِِن ٱۡسَتَطُٰعوا َوَل يََزالُوَن يَُقٰتِلُونَُكۡم َحتَّ ْوَلٰٓئَِك

    ُ َوأ ۡنَيا َوٱٓأۡلِخَرةِۖ ۡعَمٰلُُهۡم ِف ٱدلُّ

    َ ْوَلٰٓئَِك َحبَِطۡت أ

    ُ َعن دِينِهِۦ َفَيُمۡت َوُهَو َكفِٞر فَأ

    وَن ٢١٧ ۡصَحُٰب ٱنلَّارِۖ ُهۡم فِيَها َخِٰلُ َ أ

    “Mereka bertanya kepadamu tentang berperang pada bulan Haram. Katakanlah: “Berperang dalam bulan itu adalah dosa besar; tetapi menghalangi (manusia) dari jalan Allah, kafir kepada Allah, (menghalangi masuk) Masjidilharam dan mengusir penduduknya dari sekitarnya, lebih besar (dosanya) di sisi Allah. dan berbuat fitnah lebih besar (dosanya) daripada membunuh. mereka tidak henti­hentinya memerangi kamu sampai mereka (dapat) mengembalikan kamu dari agamamu (kepada kekafiran), seandainya mereka sanggup. Barangsiapa yang murtad di antara kamu dari agamanya, lalu Dia mati dalam kekafiran, Maka mereka Itulah yang sia-sia amalannya di dunia dan di akhirat, dan mereka Itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya”(QS. Al­ Baqarah (2):217)

    Sementara dalam kamus bahasa Indonesia adalah perkataan yang bermaksud menjelekkan orang lain.

    Kata fitnah yang dimaksudkan di sini tentu saja maksudnya adalah perkataan (tanpa dasar) yang dilancarkan untuk menjatuhkan atau merendahkan martabat seseorang. Fitnah berintikan kebohongan yang diciptakan untuk membunuh karakter (character assassination) seseorang karena ada sebab-sebab tertentu.

    Dalam pandangan Yusuf al Qaradhawi pelaku fitnah adalah orang-orang yang menyiksa umat Islam serta menyakiti para dainya. Pelaku fitnah juga adalah orang- orang yang menyusupkan keyakinan-keyakinan yang sesat, prinsip-prinsip yang merusak kepada agama.

    B. Motivasi Melakukan Fitnah

    1. Mencari Harta Duniawi Motivasi seseorang melakukan perbuatan fitnah di antaranya karena

    dengan memfitnah ia berharap mendapatkan uang. Jadi imbalan harta itulah yang menjadikan seseorang melakukan perbuatan fitnah.

    Di unduh dari : Bukupaket.com

  • 159Akidah Akhlak Kurikulum 2013

    Rasulullah Saw tidak menyukai perbuatan fitnah yang memiliki motivasi harta dan mengancam pelakunya. Dari Hudzaifah R.A. berkata: Rasulullah Saw bersabda:”Bergegaslah (menghindari)perbuatan-perbuatan fitnah seperti memutus malam yang gelap. Di pagi hari seseorang beriman dan di sore hari menjadi kafir atau di sore hari beriman dan di pagi hari menjadi kafir. Ia menjual agamanya dengan harta dunia”(HR. Bukhari-Muslim)

    2. Menjerumuskan orang ke dalam neraka Seseorang termotivasi melakukan fitnah karena ia ingin banyak orang tersesat

    dan terperangkap ke dalam pusaran fitnah dan pada akhirnya akan masuk ke dalam neraka. Dahulu Rasulullah Saw memiliki spionase yang bernama Hudzaifah bin al- Yaman yang diberikan tugas untuk mengawasi perbuatan fitnah yang dilakukan oleh orang-orang munafik.

    Suatu hari Hudzaifah berkata: “Banyak sahabat bertanya kepada Rasulullah Saw mengenai hal­hal yang baik, sementara aku bertanya mengenai hal­hal yang buruk karena aku takut akan menjumpai hal­hal tersebut. Ia berkata: “Aku bertanya kepada Rasulullah Saw: Sesungguhnya kita sdang berada di masa jahiliyah yang identik dengan keburukan. Allah Swt telah mendatangkan kebaikan kepada kita, maka apakah setelah kebaikan ini datang lalu muncul keburukan? Rasulullah Saw berkata: Yah! Aku berkata: Apakah setelah keburukan itu muncul lalu datang kebaikan kembali ? Rasulullah Saw menjawab:Yah dan di dalamnya terdapat keburukan. Aku bertanya: Apakah bentuk keburukan tersebut? Rasulullah Saw menjawab: Suatu kaum menjalankan sesuatu buka