of 24 /24
Kinerja Prestatif Dosen Poltekkes Kemenkes Malang Page 1 A. Pendahuluan Pembangunan kesehatan diarahkan guna tercapainya kesadaran, kemauan dan kemampuan untuk hidup sehat bagi setiap penduduk sehingga derajat kesehatan dapat dicapai secara optimal. Rumah sakit sebagai suatu sistem pelayanan kesehatan yang mengemban tugas melaksanakan upaya kesehatan secara berdaya guna dan berhasil guna dengan mengutamakan upaya penyembuhan dan pemulihan yang dilaksanakan secara serasi dan terpadu dengan upaya peningkatan dan pencegahan serta melaksanakan upaya rujukan . Salah satu fungsi rumah sakit berdasarkan tugas di atas adalah menyelenggarakan pelayanan dan asuhan keperawatan. Pelayanan keperawatan di rumah sakit adalah salah satu jenis profesional yang dilaksanakan oleh rumah sakit untuk melayani kebutuhan masyarakat khususnya dalam bidang keperawatan yang diorganisir melalui pelayanan rawat inap yang diselenggarakan selama 24 jam sehari secara berkesinambungan. Pelayanan keperawatan sebagai bagian integral dari pelayanan kesehatan di rumah sakit turut menentukan mutu pelayanan kesehatan di rumah sakit, oleh karena keberadaan perawat yang memberikan asuhan keperawatan selama 24 jam secara berkesinambungan. Dalam pelayanan keperawatan, asuhan keperawatan merupakan titik sentral pelayanan, oleh karena itu

A. Pendahuluan - suyantoedy.files.wordpress.com · mengkoordinasi sumber-sumber untuk mencapai tujuan, ... Operan atau timbang terima adalah suatu cara ... aktivitas penting dalam

Embed Size (px)

Text of A. Pendahuluan - suyantoedy.files.wordpress.com · mengkoordinasi sumber-sumber untuk mencapai...

Kinerja PrestatifDosen Poltekkes Kemenkes Malang Page 1

A. PendahuluanPembangunan kesehatan diarahkan guna

tercapainya kesadaran, kemauan dan kemampuan untuk

hidup sehat bagi setiap penduduk sehingga derajat

kesehatan dapat dicapai secara optimal. Rumah sakit

sebagai suatu sistem pelayanan kesehatan yang

mengemban tugas melaksanakan upaya kesehatan secara

berdaya guna dan berhasil guna dengan mengutamakan

upaya penyembuhan dan pemulihan yang dilaksanakan

secara serasi dan terpadu dengan upaya peningkatan dan

pencegahan serta melaksanakan upaya rujukan .

Salah satu fungsi rumah sakit berdasarkan tugas di

atas adalah menyelenggarakan pelayanan dan asuhan

keperawatan. Pelayanan keperawatan di rumah sakit adalah

salah satu jenis profesional yang dilaksanakan oleh rumah

sakit untuk melayani kebutuhan masyarakat khususnya

dalam bidang keperawatan yang diorganisir melalui

pelayanan rawat inap yang diselenggarakan selama 24 jam

sehari secara berkesinambungan.

Pelayanan keperawatan sebagai bagian integral dari

pelayanan kesehatan di rumah sakit turut menentukan mutu

pelayanan kesehatan di rumah sakit, oleh karena

keberadaan perawat yang memberikan asuhan

keperawatan selama 24 jam secara berkesinambungan.

Dalam pelayanan keperawatan, asuhan keperawatan

merupakan titik sentral pelayanan, oleh karena itu

Kinerja PrestatifDosen Poltekkes Kemenkes Malang Page 2

pengelolaan yang benar akan dapat meningkatkan mutu

pelayanan keperawatan. Dalam rangka meningkatkan mutu

pelayanan keperawatan dan profesionalisme, maka

penerapan model praktek keperawatan profesional (MPKP)

adalah hal yang penting dilakukan.

B. Pengelolaan Pelayanan Keperawatan di Bangsal RSDalam pengelolaan pelayanan keperawatan,

seorang perawat harus memperhatikan dan menerapkan

fungsi-fungsi manajemen dalam praktek, yaitu: fungsi

perencanaan, pengorganisasian, penggerakan,

pengontrolan dan evaluasi. Fungsi iniharus

diimplementasikan secara terus menerus dan

berkesinambungan sebagai suatu proses.

Perencanaan adalah fungsi pertama dalam proses

manajemen. Perencanaan adalah hal yang esensial dalam

manajemen karena semua fungsi tidak akan bisa berjalan

tanpa perencanaan. Melalui erencanaan yang baik maka

suatu program akan bisa berjalan dengan baik sehingga

dapat mencapai tujuan organisasi. Dalam manajemen

pelayanan / asuhan keperawatan di ruang perawatan

perencanaan yang penting dilakukan oleh karu / ka tim /

Perawat pelaksana adalah perencanaan terkait dengan

operasional pelayanan / asuhan keperawatan meliputi

perencanaan kerja harian, mingguan atau bulanan,

menentukan tingkat ketergantungan pasien dan perhitungan

Kinerja PrestatifDosen Poltekkes Kemenkes Malang Page 3

kebutuhan staf. Selanjutnya dilakukan pengorganisasian

kerja staf keperawatan dan pembagian tugas.

Pengorganisasian merupakan fungsi kedua dalam

proses manajemen. Dalam membuat perencanaan, seorang

manajer harus menyusun pengorganisasian personil agar

dapat dilaksanakan rencana secara efektif dan efisien.

Dalam pengorganisasian, termasuk di dalamnya adalah

penyusunan struktur organisasi formal sebagai sarana

mengkoordinasi sumber-sumber untuk mencapai tujuan,

menetapkan kebijakan dan prosedur, serta menentukan

posisi dan deskripsinya. Pengorganisasian kerja dalam

pelayanan / asuhan keperawatan mengacu pada metode

keperawatan profesional yang digunakan dalam pelayanan.

Adapun tujuan pengorganisasian pelayanan

keperawatan adalah:

1) Pencapaian tujuan organisasi

2) Pengorganisasian sumber daya secara efektif dan

efisien

3) Melakukan pembagian tugas dan

pertanggungjawaban yang efektif antara perorangan

dan kelompok.

4) Menentukan jalur komunikasi dan koordinasi yang

efektif melaui penyusunan struktur organisasi yang

baik

5) Melakukan pengambilan keputusan secara tepat

Kinerja PrestatifDosen Poltekkes Kemenkes Malang Page 4

6) Melakukan pengawasan kegiatan-kegiatan

organisasi secara efektif melalui supervisi.

7) Melakukan antisipasi terhadap berbagai perubahan

yang mungkin terjadi dengan melalui penyesuaian-

penyesuaian yang penting.

Setelah melakukan perencanaan dan

mengorganisasikan langkah selanjutnya adalah

menggerakkan. Kegiatan penggerakan yang dilakukan

perawat dalam manajemen pelayanan / asuhan

keperawatan adalah operan pelayanan keperawatan

(timbang terima), pelaksanaan asuhan keperawatan dengan

pengarahan oleh kepala ruang, dan untuk penerapan

meode tim adalahmelakukan konferensi (conference).

Operan atau timbang terima adalah suatu cara

dalam menyampaikan dan menerima laporan yang

berkaitan dengan keadaan klien secara langsung dari satu

shift jaga ke shift jaga berikutnya. Operan dalam pelayanan

keperawatan merupakan salah satu bentuk komunikasi

langsung (hand by hand communication) antara perawat

dengan perawat lain dalam shit yang berbeda. Tujuan

operan adalah Menyampaikan kondisi atau keadaan klien

secara nyata dan langsung dan menyampaikan hal-hal

penting terkait asuhan keperawatan klien / pasien agar

tersusun rencana kerja yang jelas dalam pengelolaan

asuhan keperwatan dalam shift jaga berikutnya. Operan

dalam pelayanan keperawatan adalah aspek penting dalam

Kinerja PrestatifDosen Poltekkes Kemenkes Malang Page 5

manajemen. Operan (over hand) dalam pelayanan

keperawatan merupakan salah satu aspek dalam

manajemen mutu pelayanan karena dapat mencegah

kesalahan identifikasi pasien. Operan merupakan salah

aktivitas penting dalam manajemen patient safety.

Implementasi selanjutnya dari fungsi manajemen

adalah pengontrolan dan evaluasi. Pengontrolan dalam

manajemen asuhan keperawatan dilakukan dengan cara

supervisi baik supervisi dalam pelaksanaan asuhan

keperawatan maupun supervisi dalam implementai tindakan

keperawatan berdasarkan standar praktek yang telah

ditetapkan. Supervisi dilakukan dengan tujuan menjamin

bahwa praktek / asuhan keperawatan telah dilakukan sesuai

dengan standar dan merupakan salah satu cara dalam

pengawalan mutu pelayanan.

Fungsi terakhir dalam manajemen adalah evaluasi.

Evaluasi merupakan bentuk penilaian dari kinerja yang telah

dilakukan oleh perawat dalam memberikan pelayanan /

asuhan keprawatan. Evaluasi dilakukan dengan tujuan

untuk menilai keberhasilan pelayanan / asuhan keperawatan

dan menentukan mutu ayau kualitas pelayanan yang telah

diberikan. Evaluasi dalam pelayanan / asuhan keperawatan

yang penting dilakukan antara lain: evaluasi kepuasan

pasien, evaluasi pelaksanaan asuhan keperawatan sesuai

dengan SAK dan SOP keperawatan, evaluasi dokumentasi

asuhan keperawatan melalui audit dikomentasi.

Kinerja PrestatifDosen Poltekkes Kemenkes Malang Page 6

C. Tujuan Pengeloaan di Bangsal Perawatan1. Pencapaian tujuan Unit / Bangsal

2. Perencanaan dan pengorganisasian sumber-sumber

secara efektif dan efisien terutama peralatan dan

sumber daya manusia (SDM)

3. Melakukan pembagian tugas dan

pertanggungjawaban yang efektif antara perorangan

dan kelompok.

4. Pengambilan keputusan secara tepat

5. Pengawasan kegiatan-kegiatan unit / bangsal

melalui supervisi.

6. Evaluasi terhadap kegiatan unit / bangsal dan

melakukan penyesuaian-penyesuaian yang penting.

D. Pengelolaan Ketenagaan pelayanan / asuhankeperawatan

Pada pelayanan profesional, jumlah tenaga yang

diperlukan tergantung pada jumlah pasien dan derajat

ketergantungan pasien (Douglas. 1984). Menurut Loveridge

& Cummings (1996) klasifikasi derajat ketergantungan

pasien dibagi tiga kategori, yaitu :

1. Perawatan minimal: memerlukan waktu 1 2 jam /24

jam.

2. b. Perawatan intermediate: memerlukan waktu 3

4 jam /24 jam.

Kinerja PrestatifDosen Poltekkes Kemenkes Malang Page 7

3. c. Perawatan maksimal / total: memerlukan waktu

5 6 jam /24 jam.

(Pelajari kembali sistem klasifikasi pasien danperhitungan kebutuhan tenaga)

E. Model Praktek Keperawatan PorfesionalModel praktek keperawatan profesional, bertujuan

meningkatkan mutu asuhan keperawatan melalui penataan

sistem pemberian asuhan keperawatan. Model praktek

keperawatan profesional merupakan suatu model yang

memberi kesempatan kepada para perawat profesional

untuk menerapkan otonominya dalam mendesain,

melaksanakan, dan mengevaluasi pelayanan/asuhan

keperawatan yang diberikan kepada pasien. Model ini selalu

mengupayakan bentuk pelayanan dan asuhan keperawatan

yang dapat memenuhi kebutuhan pasien melalui berbagai

pendekatan, berlandaskan nilai-nilai profesional yang

menunjukkan adanya otonomi, akontabilitas perawat, dan

pengembangan profesi. Kerja tim, kolaborasi, dan konsultasi

dijalankan secara konsisten untuk meningkatkan hubungan

profesional.

Perkembangan ilmu dan tehnologi, dan tuntutan

masyarakat akan pelayanan yang berkualitas mendorong

paraprofesional dibidang pelayanan keperawatan berupaya

untuk mengembangkan suatu bentuk praktek keperawatan

Kinerja PrestatifDosen Poltekkes Kemenkes Malang Page 8

profesional. Masyarakat yang semakin kritis dan paham

akan hak-haknya dalam pelayanan kesehatan menuntut

pelayanan yang lebih baik. Layanan keperawatan

profesional di Indonesia sampai saat ini belum terbentuk

dengan baik sehingga belum sesuai dengan tuntutan

standar profesi.

F. Aspek-aspek Profesional dalam PraktekKeperawatan Profesional

Dalam menjalankan praktek keperawatan, seorang

perawat harus memahami aspek-aspek profesional yang

penting yang mendasari prakteknya. Berikut ini adalah

aspek-aspek profesional yang mendasari pentingnya

penerapan model praktek keperawatan di bangsal

perawatan rumah sakit.

1. Menggunakan teori keperawatan (Using of nursing

theory)

2. Menggunakan terapimodalitas dalam praktek

keperawatan (Nursing Care Delivery System)

3. Menggunakan dan menerapkan etika dan moral

dalam keperawatan.

4. Adanya perawat profesional sebagai pelaksana

asuhan keperawatan.l

5. Menjalankan peran perawat sebagai pemberi asuhan

keperawatan (care provider), pendidik pasien

Kinerja PrestatifDosen Poltekkes Kemenkes Malang Page 9

(patients educator), dan mengelola asuhan secara

komprehensif.

6. Menunjukkan tanggung jawab Professional.

7. Bekerja secara profesional dengan menggunakan

Standard of Nursing Care (SAK) dan Standard

Operational Procedure (SOP)

8. Melakukan dokumentasi asuhan keperawatan

dengan tertib dan Supervisi.

G. Metode Pemberian Asuhan KeperawatanProfesioanal

Sistem pemberian asuhan keperawatan adalah

suatu pendekatan pemberian asuhan keperawatan secara

efektif dan efesien kepada sejumlah pasien. Setiap metode

memiliki keuntungan dan kerugian masing-masing. Metode

penugasan yang sering digunakan dalam pemberian asuhan

keperawatan, yaitu penugasan fungsional, penugasan tim,

penugasan primer dan modular.

1. Metode Penugasan fungsional :Metode penugasan fungsional adalah metode

pemberian asuhan keperawatan yang menekankan

pada penyelesaian tugas dan prosedur keperawatan.

Dalam sistem penugasan ini fungsi keperawatan tertentu

ditugaskan pada perawat pelaksana, misalnya seorang

perawat khusus ditugaskan untuk tindakan pemberian

Kinerja PrestatifDosen Poltekkes Kemenkes Malang Page 10

obat, perawat yang lain untuk mengganti verband,

penyuntikan, observasi tanda-tanda vital dan

sebagainya. Tindakan ini didistribusikan berdasarkan

tingkat kemampuan masing-masing perawat pelaksana.

Satu orang perawat bertugas untuk semua pasien

dengan satu atau lebih tugas yang dikuasinya. Setiap

perawat pelaksana bertanggung jawab langsung kepada

kepala ruangan.

Prioritas utama yang dikerjakan adalah pemenuhan

kebutuhan fisik sesuai kebutuhan pasien dan kurang

menekankan kebutuhan pasien secara holistik, sehingga

penerapan asuhan keperawatan sering terabaikan dan

terfragmentasi. Komunikasi antara perawat terbatas,

sehingga tidak ada perawat yang mengetahui tentang

kondisi pasien secara komprehensif. Hal ini sering

menyebabkan klien merasa tidak puas dengan

pelayanan keperawatan yang diberikan dan seringkali

mendapatkan jawaban yang tidak tepat sehubungan

dengan masalah yang dihadapinya.

Keuntungan :

Menyelesaikan banyak pekerjaan dalam waktu

singkat

Kinerja PrestatifDosen Poltekkes Kemenkes Malang Page 11

Metode ini tepat bila ruang rawat memiliki

keterbatasan/kurang tenaga keperawatan

profesional

Perawat lebih terampil, karena orientasi pada

tindakan langsung dan selalu berulang-ulang

dikerjakan

Kerugian :

Memilah-milahasuhan keperawatan oleh masing-

masing perawat

Menurunkan tanggung gugat dan tanggung jawab.

Hubungan perawat- pasien sulit terbentuk.

Pelayanan tidak profesional.

Pekerjaan monoton, kurang tantangan.

2. Metode Penugasan TimAdalah suatu bentuk metode penugasan pemberian

asuhan keperawatan, dimana kepala ruangan membagi

perawat pelaksana dalam kelompok atau tim, yang di

ketuai oleh seorang perawat profesional dan tenaga

teknikal serta pembantu perawat sebagai anggota tim.

Ketua tim bertanggung jawab untuk mengkoordinasikan

seluruh kegiatan asuhan keperawatan.

Kinerja PrestatifDosen Poltekkes Kemenkes Malang Page 12

Tujuan metode penugasan keperawatan tim untuk

memberikan keperawatan yang berpusat kepada pasien.

Ketua tim melakukan pengkajian dan menyusun rencana

keperawatan pada setiap pasien, dan anggota tim

bertanggung jawab melaksanakan asuhan keperawatan

berdasarkan rencana asuhan keperawatan yang telah

dibuat. Oleh karena kegiatan dilakukan bersama-sama

dalam kelompok, maka ketua tim sering kali melakukan

pertemuan bersama anggota timnya (konferensi tim)

guna membahas kejadian-kejadian yang dihadapi dalam

pemberian asuhan keperawatan.

Keuntungan :

Melibatkan semua anggota tim dalam asuhan

keperawatan dan setiap anggota tim bekerja saling

komplementer menjadi satu kesatuan dan

kebersamaan.

Meningkatkan komunikasi antar perawat dan

memungkinkan mengatasi konflik dengan segera

melalui konferensi tim.

Menghasilkan kualitas asuhan keperawatan yang

dapat dipertanggung jawabkan karena dilakukan

secara komprehensif dengan menggunakan

pendekatan proses keperawatan.

Membutuhkan biaya lebih sedikit/murah,

dibandingkan sistem penugasan lain

Kinerja PrestatifDosen Poltekkes Kemenkes Malang Page 13

Pelayanan yang diperoleh pasien adalah bentuk

pelayanan profesinal

Kerugian :

Dapat menimbulkan fragmentasi dalam keperawatan

Sulit untuk menentukan kapan dapat diadakan

pertemuan/konferensi, karena anggotanya terbagi

dalam shift dan kesibukan masing-masing anggota

tim.

Ketua tim lebih tanggung jawab dan memiliki

otoritas, dibandingkan dengan anggota tim.

Pada dasarnya didalam model tim, ada dua konsep

utama, yaitu kepemimpinan dan komunikasi efektif.

1) KepemimpinanKemampuan ini harus dipunyai oleh ketua tim, yaitu

perawat profesional (regestered Nurse) yang ditunjuk

kepala ruangan untuk bertanggung jawab terhadap

sekelompok pasien dalam merencanakan asuhan

keperawatan, merencanakan penugasan kepada

anggota tim, melakukan supervisi dan evaluasi

pelayanan keperawatan yang diberikan.

2) Komunikasi yang efektifProses ini harus dilakukan untuk memastikan

adanya kesinambungan asuhan keperawatan yang

Kinerja PrestatifDosen Poltekkes Kemenkes Malang Page 14

diberikan dalam rangka memenuhi kebutuhan pasien

secara individual dan membantunya dalam

mengatasi masalah. Proses komunikasi harus

dilakukan secara terbuka dan aktif melalui laporan,

pre atau post conference atau pembahasan dalam

penugasan, pembahasan dalam merencanakan dan

menuliskan asuhan keperawatan dan mengevaluasi

hasil yang telah dicapai.

Dalam model ini, bimbingan dan supervisi dapat

dilakukan oleh ketua tim dalam pembinaan

anggotanya. Ketua tim dapat membantu semua

anggota tim untuk belajar yang terbaik untuk pasien

yang dirawatnya berdasarkan kebutuhan dan

permasalahan pasien. memperoleh pengalaman

melakukan, serta serta melakukan koordinasi

berbagai kegiatan yang dilakukan dengan beberapa

anggota tim secara bersama-sama.

Adapun tanggung jawab Kepala ruang, ketua tim dan

anggota tim dalam metode penugasan tim ini

dijelaskan dalam uraian tugas di bawah ini :

1) Kepala Ruang

Kepala ruang berperan sebagai manajer ruangan

yang mempunyai tanggung jawab sebagai

berikut :

Kinerja PrestatifDosen Poltekkes Kemenkes Malang Page 15

Menetapkan standar kinerja yang diharapkan

sesuai standar asuhan keperawatan.

Mengidentifikasi tingkat ketergantungan klien,

menyusun rencana dan mengatur penugasan

bersama ketua tim.

Mengkoordinasikan semua kegiatan, termasuk

pendelegasian tugas kepada ketua tim.

Memimpin ronde keperawatan

Membantu staf dalam menetapkan sasaran

asuhan keperawatan.

Melakukan bimbingan dan supervisi kepada

semua tim keperawatan dalam pelaksanaan

asuhan keperawatan secara teratur.

Memberikan kesempatan kepada ketua tim untuk

mengembangkan kepemimpinan.

Mengorientasikan tenaga keperawatan yang

baru tentang fungsi model tim dalam sistem

pemberian asuhan keperawatan.

Menjadi narasumber bagi ketua tim

Mendorong staf untuk meningkatkan

kemampuan melalui riset keperawatan

Menciptakan iklim komunikasi yang terbuka

dengan semua staf.

Melakukan evaluasi terhadap semua kegiatan

tim keperawatan yang berada di bawah tanggung

jawabnya.

Kinerja PrestatifDosen Poltekkes Kemenkes Malang Page 16

2) Ketua Tim

Mengkaji setiap pasien dan menetapkan rencana

keperawatan.

Mengkoordinasikan rencana keperawatan

dengan tindakan medik

Membagi tugas yang harus dilaksanakan oleh

setiap anggota tim dan memberikan

bimbingan melalui pre / post conferences.

Mengevaluasi asuhan keperawatan bauk proses

ataupun hasil yang diharapkan serta

mendokumentasikannya.

Melaporkan keadaan klien dan melakukan ronde

keperawatan bersama kepala ruang dan

perawat pelaksana.

3) Anggota Tim

Melaksanakan asuhan keperawatan berdasarkan

rencana asuhan keperawatan yang telah

disusun.

Mencatat dengan jelas dan tepat asuhan

keperawatan yang telah diberikan

berdasarkan respon pasien.

Berpartisipasi dalam setiap memberikan

masukkan untuk meningkatkan asuhan

keperawatan.

Kinerja PrestatifDosen Poltekkes Kemenkes Malang Page 17

Menghargai bantuan dan bimbingan dari ketua

tim.

Mengevaluasi dan melaporkan hasil asuhan

keperawatan yang telah dilakukan kepada ketua

tim.

Diagram 1 : Struktur Asuhan Keperawatan Tim

Kepala Ruangan

Ketua Tim I Ketua Tim II

Perawat

1 2

Perawat

1 2

Klien Klien1 2 3 1 2 3 4

Klien Klien1 2 3 1 2 3 4

Kinerja PrestatifDosen Poltekkes Kemenkes Malang Page 18

3. Metode Penugasan PrimerKeperawatan primer adalah suatu metode

pemberian asuhan keperawatan dimana perawat

profesional bertanggung jawab dan bertanggung gugat

terhadap asuhan asuhan keperawatan pasienselama 24

jam /hari. Tanggung jawab meliputi pengkajian pasien,

perencanaan, implementasi dan evaluasi asuhan

keperawatan dari sejak pasien masuk rumah sakit

hingga pasien dinyatakan pulang, ini merupakan tugas

utama perawat primer yang dibantu oleh perawat

asosiet.

Keperawatan primer ini akan menciptakan

kesepakatan untuk memberikan asuhan keperawatan

yang komprehensif, dimana asuhan keperawatan

berorientasi kepada pasien. Pengkajian dan

penyusunan rencana asuhan keperawatan pasien

dibawah tanggung jawab perawat primer, dan perawat

asosiet yang akan mengimplementasikan rencana

asuhan keperawatan dalam tindakan keperawatan.

Keuntungan :

Otonomi perawat meningkat, karena motivasi,

tanggung jawab dan tanggung gugat meningkat.

Menjamin kontinuitas asuhan keperawatan.

Kinerja PrestatifDosen Poltekkes Kemenkes Malang Page 19

Meningkatnya hubungan antara perawat dan

pasien.

Membebaskan perawat dari tugas-tugas yang

bersifat perbantuan.

Metode ini pelayanan profesional.

Penguasaan pasien oleh perawat primer.

Terciptanya kolaborasi yang baik.

Kerugian :

Ruangan tidak memerlukan bahwa semua

perawat pelaksana harus perawat profesional.

Biaya yang diperlukan banyak.

Gambar : Pengembangan MPKP : PRIMER(Marquis & Huston, 1998

4. Metode Penugasan Moduler (Modifikasi)

Kepala Ruang

PerawatPrimer

Klien

PerawatPelaksana Pagi

PerawatPelaksana Sore

PerawatPelaksana

Malam

TeamKesehatan

Kinerja PrestatifDosen Poltekkes Kemenkes Malang Page 20

Metode ini merupakan pengembangan dari primary

nursing yang digunakan dalam keperawatan dengan

melibatkan tenaga profesional dan non profesiona,

sehingga mirip dengan model primer karena setiap 2

3 perawat bertanggung jawab terhadap asuhan

keperawatan beberapa pasien sesuai dengan beban

kasus sejak pasien masuk, pulang dan setelah pulang

serta keperawatan lanjutan jika kembalu ke rumah sakit.

Model ini juga mirip dengan metode penugasan tim

karena tenaga profesional dan non profesional

bekerjasama dalam memberikan asuhan keperawatan

kepada beberapa pasien dengan arahan perawat

profesional.

Dalam menerapkan model moduler, 2-3 perawat

dapat bekerjasama dalam tim, serta diberi tanggung

jawab penuh untuk mengelola 8-12 kasus dan tanggung

jawab terbesar dipegang oleh perawat profesional.

Perawat profesional bertanggung jawab untuk

membimbing dan mendidik perawat non profesional

dalam memberikan asuhan keperawatan. Model ini

merupakan gabungan dari model tim dan model primer

(tim primer)

Kinerja PrestatifDosen Poltekkes Kemenkes Malang Page 21

Gambar: Alur Komando Tim Primer

H. Alur Pengelolaan Pelayanan KeperawatanPengelolaan pelayanan keperawatan harus

dikendalikan dengan baik sebagai suatu bentuk pelayanan

keperawatan yang berkesinambungan yang menunjukkan

suatu pola pelayanan yang berkelanjutan dan terus menerus

selama 24 jam pelayanan. Pelayanan keperawatan pada

umumnya dibagi dalam tiga (3) shift jaga yaitu jaga pagi,

sore dan malam yang dilaksanakan secara berkelajutan dan

dikendalikan oleh kepala ruang.

Kegatan dimulai dengan membaca laporan yang

dibuat oleh shift dinas malam oleh perawat pada shift dinas

pagi dan melakukan klarifikasi terhadap hal-hal yang

Kepala Ruang

Perawat Primer Perawat Primer Perawat Primer

Pelaksana Pelaksana Pelaksana

Klien Klien Klien

Kinerja PrestatifDosen Poltekkes Kemenkes Malang Page 22

dianggap penting. Selanjutnya melakukan operan

pelaksanaan pelayanan / asuhan keperawatan dari perawat

shift dinas malam kepada dinas pagi secara langsung dari

satu pasien ke pasien lainnya yang menjadi tanggung

jawabnya. Setelah semua dioperkan secara langsung

dilanjutkan dengan konferensi awal (pre conference).

Tujuannya adalah melakukan pembagian tugas dan

membahas kondisi pasien untuk menyusun rencana

kegiatan pada kegiatan shift pagi. Setelah pre conference

semua anggota tim melakukan kegiatan sesuai tugas dan

fungsinya masing-masing yaitu sebagai kepala ruang, ketua

tim atau perawat pelaksana. Pada pertengahan pelayanan

semua anggota bertemu kembali untuk melakukan kegiatan

konferensi tengah (middle conference). Tujuan konferensi ini

adalah melakukan evaluasi pertengahan untuk membahas

masalah atau kesulitan yang ditemui anggota selama

pelaksanaan pelayanan untuk tindakan selanjutnya.

Kegiatan pada akhir pelayanan adalah konferensi akhir

(post conference). Kegiatan ini bertujuan untuk pelaporan

dan evaluasi akhir pelayanan pada shift pagi untuk

ditindaklanjuti oleh perawat pada shit jaga berikutnya (sore

hari). Selanjutnya dilakukan operan sore (dari jaga pagi ke

sore) dan seterusnya sebagai kegiatan yang

berkesinambungan terus menerus.

Berikut ini alur pelayanan keperawatan dalam tiga shift

jaga dalam model keperawatan tim primer (modifikasi).

Kinerja PrestatifDosen Poltekkes Kemenkes Malang Page 23

DIAGRAM ALIRKEGIATAN PELAYANAN KEPERAWATAN DI BANGSAL PERAWATAN

Dinas Pagi MEMBACA LAPORAN(shift sebelumnya)

OPERAN PAGI(langsung ke pasien BERSAMA sesuai Protap)

PRE CONFERENCE(Dipimpin oleh Karu)

PELAYANAN KEPERAWATAN& DOKUMENTASI

Asuhan Keperawatan Dokumentasi asuhankeperawatan Konsultasi, Kolaborasi, Negosiasi Diskusi Supervisi Audit Dokumentasi

MIDDLE CONFERENCE(Dipimpin oleh Karu / Ka Tim)

PELAYANAN KEPERAWATAN& DOKUMENTASI

POST CONFERENCE(Dipimpin oleh Karu)

OPERAN SORE (Dipimpin oleh Karu)PELAYANAN KEPERAWATAN & LAPORAN

OPERAN MALAM

PELAYANAN KEPERAWATAN & LAPORAN

Kinerja PrestatifDosen Poltekkes Kemenkes Malang Page 24

Daftar Pustaka

Cushway, B. & Lodge, D. (1993). Organizational behavior anddesign, Perilaku dan desain organisasi. (EdisiIndonesia, Tjiptowardoyo, S. Trans. 1999). Jakarta : PTElex Media Komputindo.

Gillies, D.A. (1994). Nursing management a systems approach.(3 th. Ed.). Philadelphia : WB Saunders Company.

Swansburg, R.C. & Swansburg, R.J. (1999). IntroductoryManagement and leadership for nurses. Second edition.Sudbury, Massachusetts : Jones and BartlettPublishers.

Thoha, M. (2000). Perilaku organisasi : konsep dasar danaplikasinya. Cetakan kesebelas. Jakarta : PT RajaGrafindo Persada.

Tomey, A.M. (1992).Guide to nursing management. Fourthedition. St. Louis : Mosby Year book, Inc.