Adab Berbicara Bagi Seorang Istri Dalam Pandangan Islam

  • View
    56

  • Download
    4

Embed Size (px)

DESCRIPTION

umum

Text of Adab Berbicara Bagi Seorang Istri Dalam Pandangan Islam

BAB IPENDAHULUAN

1.1 Latar BelakangDalam kehidupan sehari-hari, tentu saja kita pernah menemukan sepasang suami istri yang mengalami perseteruan yang salah satu penyebabnya bisa jadi karena tidak adanya kesiapan mental dan pengetahuan baik salah satu pihak maupun kedua-duanya dalam hal berbicara, akan tetapi dalam makalah ini saya hanya akan membahas tentang adab berbicara seorang istri saja. Jadi, pengetahuan seorang wanita tentang adab ketika bertingkah laku dan berbicara itu sangat diperlukan. Tidak harus menunggu ketika menikah baru kita memulai untuk belajar, melainkan dimulai sejak dini, supaya ada persiapan maupun bekal yang akan kita terapkan pula ketika saatnya mengarungi kehidupan berrumah tangga. Apabila para calon ibu rumah tangga sudah terbiasa menanamkan adab berbicara yang disertai dengan pancaran pribadi nan penuh cinta, lemah lembut dalam bertutur, insyaallah dapat mengurangi kemungkinan terjadinya percecokan dalam rumah tangga dan insyaalah suami senantiasa simpati dan semakin terikat kepada sang istri.

1.2 Rumusan Masalah1. Apa pengertian adab berbicara?2. Bagaimanakah adab berbicara dalam pandangan Islam?3. Bagaimanakah adab berbicara seorang istri dalam membina rumah tangga menurut pandangan islam?

1.3 Tujuan PenulisanAdapun tujuan yang ingin dicapai melalui pemahaman adab berbicara bagi seorang istri dalam membina rumah tangga yang Islami adalah sebagai berikut:a. Tujuan Umum1. Mengetahui pengertian adab dan berbicara.2. berbicara Mengetahui bagaimana adab berbicara dalam pandangan Islam.3. Mengetahui bagaimana adab berbicara seorang istri dalam membina rumah tangga menurut pandangan islam.b. Tujuan Khusus Berdasarkan tujuan umum di atas, dapat dijabarkan menjadi beberapa tujuam khusus sebagai berikut:1. Mengetahui karakter berbicara seorang istri yang baik.2. Mengetahui kapan seorang istri diperbolehkan untuk berbohong kepada suami.3. Mengetahui adab berbicara seorang istri dalam menciptakan suasana rumah tenang dan damai.4. Mengetahui apakah sikap-sikap istri dalam hal berbicara yang disukai suami.5. Mengetahui adab berbicara dalam mendidik anak.

1.4 Manfaat PenulisanAdapun manfaat yang diharapkan dari penulisan makalah ini adalah sebagai berikut:a. Manfaat TeoretisHasil penulisan makalah ini diharapkan dapat bermanfaat sebagai bahan informasi tambahanbagi para pembaca yang ingin mengetahui tentang adab berbicara seorang istri dalam membina rumah tangga yang islami.b. Manfaat PraktisPenulisan makalah ini diharapkan dapat menumbuhkan kreativitas penulis untuk membaca dan memahami tata cara berbicara, khususnya ketika menjadi seorang istri dan membina rumah tangga yang syari. Serta dijadikan bekal untuk direalisasikan dalam kehidupan berumah tangga nantinya.

BAB IIKAJIAN PUSTAKA

1. Islam adalah sebuah ajaran yang sangat tinggi memberitahu kita bahwa seorang istri bukanlah mahluk sembarangan yang dapat diperlakukan seenaknya, tapi ia adalah tempat suami memadu kasih, melindungi, mengayomi, memberikan rasa aman, memperlakukannya bak puteri raja yang elok nan cantik jelita, dipuja dan dimanja bagai sepasang sejoli yang tidak pernah dapat dipisahkan. Islam mengajarkan cara untuk berumah tangga yang harmonis, saling menyayangi, menghargai dan mengasihi. (Rad Kamil Musthafa Al Hiyali: 2001)2. Cinta yang sesungguhnya membutuhkan adanya sikap taat dan kesesuaian antara yang cintai dengan apa yang tidak disukai oleh sang kekasih. (Hadi Hasan Wasbi: 1999)3. Perasaan ramah dan lemah lembut adalah merupakan karunia Allah yang besar kepada hamba-Nya. Sikap tak sabar dan mudah tersinggung adalah gerak setan. Sikap yang paling dicintai Allah adalah kesabaran dan kelembutan. (Husyein Hilmi Isyik: 2002)4. Keluarga bahagia adalah keluarga yang mendapat keredhaan Allah SWT. Allah SWT redha kepada mereka dan mereka redha kepada Allah SWT. Firman Allah SWT: Allah redha kepada mereka dan mereka redha kepada- Nya, yang demikian itu, bagi orang yang takut kepada-Nya. (Surah Al-Baiyyinah : 8).5. Communication: the transmission of information, ideas, emotions, skills, etc. by the uses of symbol , kurang lebih artinya komunikasi adalah transmisi informasi, gagasan, emosi, keterampilan dan sebagainya. Tindakan atau proses transmisi itulah yang biasanya disebut komunikasi. Bennard Berelson dan Gary A. Steinner (1964:527)

BAB IIIPEMBAHASAN

3.1 Pengertian Adab Berbicara3.1.1 Pengertian adab berbicara secara umumSebelum membahas tentang apa itu adab berbicara dalam ajaran Islam, saya memaparkan terlebih dahulu tentang apa itu adab dan berbicara menurut kamus besar bahasa Indonesia.Menurut kamus besar bahasa indonesia, adab adalah kehalusan dan kebaikan budi pekerti, kesopanan, ahlak. Lalu berbicara menurut kamus besar bahasa indonesia adalah berkata, bercakap, berbahasa.Dari uraian di atas, dapat kita simpulkan bahwa adab berbicara adalah budi pekerti atau kesopanan dalam berkata atau pun bercakap dengan orang lain.3.1.2 Adab Berbicara dalam Pandangan IslamDalam ajaran Islam, adab-adab berbicara telah di arahkan sedemikian rupa baik yang terkandung dalam kitabullah (Al-Quran) maupun Al Hadist. Ada pun beberapa ayat yang di dalamnya terkandung adab berbicara antara lain sebagai berikut:

1. (2) (3)Artinya: Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu meninggikan suaramu lebih dari suara Nabi, dan janganlah kamu berkata kepadanya dengan suara keras sebagaimana kerasnya (suara) sebahagian kamu terhadap sebahagian yang lain, supaya tidak hapus (pahala) amalanmu sedangkan kamu tidak menyadari. Sesungguhnya orang-orang yang merendahkan suaranya di sisi Rasulullah mereka itulah orang-orang yang telah diuji hati mereka oleh Allah untuk bertakwa. Bagi mereka ampunan dan pahala yang besar. (Al-Hujurat: 2-3)2. (19)Artinya: Dan sederhanalah kamu dalam berjalan dan lunakkanlah suaramu. Sesungguhnya seburuk-buruk suara ialah suara keledai. (Luqman: 19)

3. (263)Artinya: Perkataan yang baik dan pemberian ma`af lebih baik dari sedekah yang diiringi dengan sesuatu yang menyakitkan (perasaan sipenerima). Allah Maha Kaya lagi Maha Penyantun. (al-Baqarah: 263).

3.2 Adab berbicara seorang istri dalam membina rumah tangga menurut pandangan islamSelain memiliki naluri keibuan, kemampuan mengatur dan mengurus suami dan anak-anak dalam mengarungi bahtera rumah tangganya, seorang istri juga perlu memiliki adab berbicara yang mendapat keridhaan dari Allah SWT.

3.2.1 Karakter Berbicara Seorang Istri yang Baik.Seorang istri yang shalehah tentu saja memiliki adab berbicara yang baik. Memelihara perilaku tutur yang baik dan syari adalah sebuah perangkat yang penting bagi seorang istri dalam membina rumah tangga.Di dalam mengarungi bahtera rumah tangga, etika berbicara itu bisa dikatakan penting. Apabila nada atau pun tekanan berbicara kita salah, bisa saja menimbulkan efek kesalah pahaman bahkan menimbulkan rasa tersinggung pada salah satu partisipan. Ada beberapa karakter berbicara seorang istri yang baik yang harus dimiliki, antara lain:1. Menyambut suami sepulang dari pekerjaan yang melelahkan itu dengan untaian kata yang menyejukkan.2. Menyambut saudara dan teman-teman suami dengan pembicaraan yang ramah dan dengan senang hati. Ketika saudara maupun teman-teman sang suami bersilaturahmi ke rumah kita, seorang istri jangan sampai membiarkan sang suami sendirian melayani dan menemani mereka, sementara istri bersikap tak acuh dan sibuk sendiri. Istri yang baik, akan menyambut saudara dan kerabat suaminya dengan tutur kata yang ramah serta melayani dalam arti menyuguhkan makanan dan minuman. Sikap dan adab tutur istri yang seperti ini dapat mencegah kebosanan suami.3. Tidak membicarakan berbagai masalah atau keluhan secara rinci kepada suami karena lapar, sakit, dan lain-lain kecuali jika benar-benar terpaksa.4. Tidak menceritakan kesulitan-kesulitan rumah tangga kepada tetangga dan teman-teman atau di tempat umum.5. Tidak sekali-kali membicarakan rahasia suami istri dan masalah pribadi lainnya, baik yang positif maupun negatif.6. Tidak membicarakan suami kepada orang lain bahwa ia adalah gudangnya kekurangan, tidak bertanggung jawab atau tidak menghargai kehidupan rumah tangga.7. Mengeluarkan kata-kata pujian atas pemberian suami, agar suami merasa bahwa kehadirannya dihargai oleh istri. Tidak ada ruginya bagi seorang istri jika memberikan kata-kata pujian kepada suami, atas pengorbanan dan pemberiannya. Jangan karena apa yang diberikan oleh suami tidak begitu sesuai dengan apa yang diinginkan, lalu istri mencemooh dan menolak pemberiannya. Alangkah indahnya jika istri dapat menerima dan mengucapkan terimakasih serta memuji pemberiannya. 8. Tidak Sekali-kali bersikeras bahwa pendapat atau pembicaraan anda lah yang paling benar. Apapun pendapat dan keputusan suami, selama itu tidak melenceng dari perintah Allah SWT.,istri harus berbesar hati mengalah dan mau menerima pendapat suami.9. Ketika berdiskusi dengan suami, membuat pandangan yang sama, yang saling mendukung agar sama-sama dapat berpendapat yang benar demi mencapai kebaikan kehidupan bersama.

3.2.2 Kapan Seorang Istri Diperbolehkan Untuk Berbohong?Ada kalanya istri dapat berbicara yang tidak sesuai dengan yang dirasakannya. Tergantung pada situasi dan kondidsi-kondisi tertentu. Islam memperbolehkan istri berbohong kepada suami apabila hal itu menyangkut perasaannya. Ada beberapa poin dalam hal ini, antara lain sebagai berikut:1. Istri hendaknya menyembunyikan perasaan bencinya, tidak mengamuk dan tidak menceritakannya kepada orang lain, terutama kepada suami dan keluarga. Sebaik-baiknya istri akan sangat menjaga perasaan suaminya, walaupun misalnya ia tidak menyukai suaminya karena suaminya sangat jarang memberikan hadiah dan sebagainya.2. Rasulullah SAW menganjurkan para istri untuk berbohong dengan kata-kata menyangkut perasaannya di depan suami. Kemudian tidak membicarakan kekurangan suami di hadapannya, supaya suami simpati kep