akhlak terpuji

  • View
    2.155

  • Download
    0

Embed Size (px)

Text of akhlak terpuji

MAKALAH AKHLAK TERPUJI TERHADAP LINGKUNGAN SESAMA

UNTUK MEMENUHI SALAH SATU TUGAS MATA KULIAH TELAAH AKIDAH AKHLAK MTS/MA DOSEN : DRA. HAMDANAH M.AG

DISUSUN OLEH : SRI WAHYUNI 10.42.12260

N I M :

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PALANGKARAYA FAKULTAS AGAMA ISLAM PRODI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM PROGRAM KELAS KHUSUS TAHUN 2010

PENDAHULUANBahwa sesuai dengan bahan yang telah dipersiapkan dan selanjutnya dijadikan tugas bagi mahasiswa tentang materi kuliah telaah materi aqiadah akhlak MTs/MA dengan materi akhlak terpuji terhadap lingkungan dan sesama. Bahan materi ini menarik untuk ditelaah karena menjadi pembelajaran pada MTs/MA sebagai pengayaan atas ilmu pembentuk kepribadiaan dan menambah pengetahuan. Penelaahan ini juga penting sebagai evaluasi atas kesesuaian antara materi pembelajaran dengan silabus serta memberi masukan dan jalan keluar serta kritikan seperlunya terhadap hal-hal yang dipandang belum mencapai tingkat memadai. Penelaahan atas materi pembelajaran seperti ini sebagi bentuk penajaman analisis akademik atas sebuah pembelajaran sehingga mempunyai peran ganda disamping sebagai kegiatan pendalaman ilmu juga diharapkan menjadi masukan terhadap evaluasi peningkatan materi pembelajaran. Materi pembelajaran yang ditelaah adalah akhlak terpuji ternyata ruang lingkup dan aspek-aspek pembelajarannya tidaklah sederhana, muncul pertanyaan apakah ada kesesuaian cara, metoda, dalam mencapai pemahaman yang lengkap dari pengertian dan ruang lingkup pokok bahasan tersebut dengan ketersediaan waktu dan media yang ada. Hal tersebut menjadi menarik untuk ditelaah guna mencapai menelaahan sebagimana diuraikan di atas.

Akhlak terpuji terhadap lingkungan dan sesamaA.Pengertian Akhlak.Perkataan akhlak dalam bahasa Indonesia berasal dari bahasa Arab, akhlaq. Jamaknya adalah khuluq atau al-khuluq, jadi menurut bahasa, kata khuluq atau al khuluk berarti budi pekerti, perangai, tingkah laku atau tabiat. Didalam kamus Al-Kautsar, ilmu akhlak diartikan sebagai ilmu tata krama. Jadi ilmu akhlak ialah ilmu yang berusaha untuk mengenal tingkah laku manusia, kemudian memberi hukum/nilai kepada perbuatan itu bahwa ia baik atau buruk sesuai dengan norma-norma akhlak dan tata susila. Sedangkan ilmu akhlak dalam The Encyclopedia of Islam dirumuskan bahwa ilmu akhlak adalah ilmu tentang kebaikan dan cara mengikutinya, dan ilmu tentang kejahatan dan cara menghindarinya. Menurut Imam al-Gazali,akhlak adalah sifat yang tertanam dalam jiwa yang dapat menimbulkan perbuatan dengan gampang dan mudah serta tanpa memerlukan pemikiran dan pertimbangan. Menurut Abdul Karim Zaidan, akhlak adalah nilai dan sifat yang tertanam dalam jiwa sehingga seseorang dapat menilai perbuatan baik dan buruk, kemudian memilih melakukan atau meninggalkan perbuatan itu. Menurut Ahmad Amin,akhlak ialah membiasakan kehendak.Ini berarti jika kehendak itu dibiasakan,dapat membentuk akhlak.Misalnya,jika membiasakan kehendak untuk memberi,akan melahirkan akhlak dermawan Baik menurut akhlak adalah segala sesuatu yang berguna, yang sesuai dengan nilai dan norma agama, nilai serta norma yang terdapatdalam masyarakat, bermanfaat bagi diri sendiri dan orang lain. Adapun yang menentukan baik buruk suatu sikap ( akhlak ) yang melahirkan perilaku atau manusia perbuatan manusia adalah Al-Quran yang dijelaskan dan dikembangkan oleh Rasulullah saw dengan sunahnya.

Akhlak islamiah adalah keadaan yang melekat pada jiwa manusia. Oleh karena itu, hasil dari suatu perbuatan merupakan pencerminan akhlak, jika memenuhi beberapa syarat. Dan syarat syarat itu adalah sebagai berikut : 1. Dilakukan secara terus menerus dan berulang ulang. Jika dilakukan sekali saja atau jarang, tidak dapat dikatakan akhlak, misalnya memberikan uang dengan alasan tertentu 2. Timbul dengan sendirinya. Perbuatan tanpa dipikir pikir atau ditimbang ulang akan menjadi suatu kebiasaan yang membentuk diri sebagai perangai akhlak.

B. Akhlak Terpuji terhadap LingkunganSebagai salah satu unsur yang membentuk dirinya, alam semesta menjadi bagian dari manusia. Manusia diharapkan dapat menciptakan kemakmuran di bumi, allah berfirman sebagai berikut: Artinya: Dia telah menciptakan kamu dari Bumi ( tanah) dan menjadikanmu pemakmurnya, karena itu mohonlah ampunan padaNya, kemudian bertobatlah kepadanya, sesungguhnya tuhanku sangat dekat (rahmatNya) dan memperkenankan (doa hambaNya) Q.S al Hud 61. Alam atau lingkungan hidup yang ditempati manusia memberi manfaat kepadanya. Air, udara, api tumbuh-tumbuhan, binatang ternak dan sinar matahari telah memberikan sumbangan yang besar dalam menopang kebutuhan hidup manusia. Akan tetapi semua itu juga dapat membahayakan kelangsungan hidup manusia, Jika ia tidak bersikap ramah terhadap lingkungan. Ketidak ramahan manusia menyebabkan rusaknya lingkungan yang menimbulkan bencana seperti banjir, kebakaran, kekeringan dan wabah penyakit. Berdasarkan pemahaman tersebut diatas, tampak jelas bahwa ruang lingkup akhlak sangat luas. Jadi akhlak pengertiannya mencakup seluruh aspek kehidupan, baik berhubungan dengan Allah maupun dengan sesama makhluk ciptaanya, manusia dan alam lingkungannya.

C. Akhlak Terpuji Terhadap Sesama Manusia.Akhlak terpuji terhadap sesama manusia amat banyak macamnya, antara lain husnuzan, tawaduk, tasamuh, dan taawun.

Husnuzan1.Pengertian dan Pentingnya HusnuzanKata husnuzan berasal dari lafal (Baik) dan (Prasangka). Dengan demikian, husnuzan berarti prasangka, perkiraan, dugaan baik. Dalam kehidupan masyarakat, mutlak memerlukan hubungan baik dengan sesama anggota masyarakat. Hubungan baik dengan sesama anggota masyarakat menjada syarat bagi terwujudnya gotong royong agar dapat memenuhi kebutuhan masing-masing pihak. Salah satu cara untuk menjalin hubungan baik dengan sesama anggota masyarakat ialah husnuzan. Lawan kata husnuzan ialah suuzan, yakni berprasangka buruk terhadap seseorang. Sudah tentu suuzan berakibat buruk terhadap hubungan persaudaraan dalam bermasyarakat.

2.Bentuk -bentuk Husnuzan.Orang yang mengaku beragama Islam wajib melaksanakan ajaran Islam dalam perilaku kehidupannya sehari-hari. Jika tidak demikian, tidaklah berarti keislaman orang tersebut. Adapun perilaku yang mencerminkan sikap husnuzan antara lain ; a.Meyakini dengan sepenuh hati bahwa semua perintah agama untuk kebaikan manusia sendiri(jika diataati) b.Meyakini bahwa semua larangan agama demi kebaikanmanusia sendiri. c.Mengembangkan sikap baik dalam kehidupan bertetangga dan bermasyarakat. d.Memberi kepercayaan kepadasesama manusia tentang suatu urusan dengan kepercayaan bahwa ia dapat melaksanakan tugasnya. e.Menjauhi terhadap prasangka buruk terhadap siapapun apabila tidak ada bukti bukti nyata.

3.Membiasakan Berperilaku Hunuzan.a.Tidak mudah menerima suatu berita yang tidak jelas sumber serta kebenarannya. b.Berusaha untuk sering bertemu dengan sesama teman atau anggota masyarakat . c.Dengan sering bertemu, dapat mengantisipasi munculnya gosip yang sering merusak hubungan persaudaraan.

Tawadhu1.Pengertian dan Pentingnya TawadhuSikap merendah tanpa menghinakan diri- merupakan sifat yang sangat terpuji di hadapan Allah dan seluruh makhluk-Nya. Sudahka h kita memilikinya?

Merendahkan diri (tawadhu) adalah sifat yang sangat terpuji di hadapan Allah dan juga di hadapan seluruh makhluk-Nya. Setiap orang mencintai sifat ini sebagaimana Allah dan RasulNya mencintainya.

Sifat terpuji ini mencakup dan mengandung banyak sifat terpuji lainnya.Tawadhu adalah ketundukan kepada kebenaran dan menerimanya dari siapapun datangnya baik ketika suka atau dalam keadaan marah. Artinya, janganlah kamu memandang dirimu berada di atas semua orang. Atau engkau menganggap semua orang membutuhkan dirimu.

Lawan dari sifat tawadhu adalah takabbur (sombong), sifat yang sangat dibenci Allah dan Rasul-Nya.Rasulullah mendefinisikan sombong dengan sabdanya : Kesombongan adalah menolak kebenaran dan menganggap remeh orang lain. ( Shahih, HR. Muslim no. 91 dari hadits Abdullah bin Masudz )

Jika anda mengangkat kepala di hadapan kebenaran baik dalam rangka menolaknya, atau mengingkarinya berarti anda belum tawadhu dan anda memiliki benih sifat

sombong.

Tahukah anda apa yang diperbuat Allah subhanahu wa taala terhadap Iblis yang terkutuk? Dan apa yang diperbuat Allah kepada Firaun dan tentara-tentaranya? Kepada Qarun dengan semua anak buah dan hartanya? Dan kepada seluruh penentang para Rasul Allah? Mereka semua dibinasakan Allah subhanahu wa taala karena tidak memiliki sikap tawadhu dan sebaliknya justru menyombongkan dirinya.

2. Tawadhu di Hadapan KebenaranMenerima dan tunduk di hadapan kebenaran sebagai perwujudan tawadhu adalah sifat terpuji yang akan mengangkat derajat seseorang bahkan mengangkat derajat suatu kaum dan akan menyelamatkan mereka di dunia dan akhirat. Allah subhanahu wa taala berfirman: Negeri akhirat itu Kami jadikan untuk orang-orang yang tidak menyombongkan diri dan berbuat kerusakan di muka bumi dan kesudahan yang baik bagi orang-orang yang bertakwa. (Al-Qashash: 83)

Fudhail bin Iyadh t (seorang ulama generasi tabiin) ditanya tentang tawadhu, beliau menjawab: Ketundukan kepada kebenaran dan memasrahkan diri kepadanya serta menerima dari siapapun yang mengucapkannya. (Madarijus Salikin, 2/329). Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda: Tidak akan berkurang harta yang dishadaqahkan dan Allah tidak akan menambah bagi seorang hamba yang pemaaf melainkan kemuliaan dan tidaklah seseorang merendahkan diri karena Allah melainkan akan Allah angkat derajatnya. (Shahih, HR. Muslim no. 556 dari shahabat Abu Hurairah z)

Ibnul Qayyim t dalam kitab Madarijus Salikin (2/333) berkata: Barangsiapa yang angkuh untuk tunduk kepada kebenaran walaupun datang dari anak kecil atau orang yang dimarahinya atau yang dimusuhinya maka kesombongan orang tersebut hanyalah kesombongan kepada Allah karena Allah adalah Al-Haq, ucapannya haq, agamanya haq. Al-H