Aktifitas Jama'ah Islamiyah DItinjau dari Kejahatan Transnasional

  • View
    27

  • Download
    0

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Makalah ini membahas mengenai aktfifitas Jama'ah Islamiyah dari Perspektif Kejahatan Transnasional, terutama terorisme sebagai salah satu bentuk kejahatan transnasional

Text of Aktifitas Jama'ah Islamiyah DItinjau dari Kejahatan Transnasional

Jamaah Islamiyah sebagai Salah Satu Bentuk Kejahatan TransnasionalTugas ini diajukan untuk memenuhi penugasan mata kuliah Kejahatan Transnasional

NamaNPM: Alpinaliah Rahmijati: 170210090044

Program Studi Hubungan InternasionalFakultas Ilmu Sosial dan Ilmu PolitikUniversitas Padjadjaran2014

BAB IPENDAHULUAN1.1 Latar BelakangGlobalisasi secara tidak langsung menjadi katalisator terjadinya kejahatan transnasional. Perkembangan teknologi dan informasi mendorong semakin intensifnya keterhubungan antara individu di era globalisasi. Keterhubungan yang semakin intensif ini di satu sisi menguntungkan karena mempermudah interaksi, mendorong terjadinya kerjasama baik antara negara, organisasi maupun individu. Namun disisi lain, keterhubungan yang semakin intensif ini menjadi sarana bagi para pelaku kriminal untuk meningkatkan aktifitasnya baik di tingkat domestik maupun global. Terjadinya hubungan lintas batas dimana teritori negara seolah mengabur mengakibatkan terkikisnya kedaulatan negara. Hal ini menyebabkan negara kini tidak lagi mampu sendiri untuk menjamin keamanan individu dan masyarakatnya. Ralf Emmers menyatakan bahwa other forms of transnational crimes effects state and their societies, bahwa kejahatan transnasional kini tengah mengancam tidak hanya negara tapi juga masyarakat hingga individu.Untuk menjelaskan mengenai konsep ancaman yang ditimbulkan oleh Emmers, kita bisa mengambil dari penjelasan keamanan global. Dari penjelasan keamanan global kita dapat memahami mengapa suatu isu menjadi isu global, terutama terkait dengan perluasan konsep ancaman. Pasca Perang Dingin, terjadi pergeseran pandangan tentang ancaman terhadap keamanan. Ancaman utama terhadap keamanan bukan lagi datang dari kekuatan militer dari negara-negara lain, tetapi juga berupa ancaman yang sifatnya non-militer maupun militer yang berasal dari aktor non-negara. Seperti yang dinyatakan Barry Buzan bahwa keamanan merupakan hal yang menyangkut masalah kelangsungan hidup. Jika ada unit-unit atau prinsip-prinsip yang terancam oleh sesuatu, hal tersebut merupakan ancaman eksistensial sehingga harus sesegera mungkin ditangani.Secara etimologis, konsep keamanan (security) berasal dari bahasa latin securus yang bermakna terbebas dari bahaya, terbebas dari ketakutan. Kata ini bisa juga bermakna liberation from uneasiness, or a peaculf situation without any risk or threaths.[footnoteRef:1] Keamanan pasca Perang Dingin tidak lagi diartikan sempit sebagai hubungan konflik atau kerjasama antar negara (interstate relations), tetapi juga berpusat pada kemaanan untuk masyarakat.[footnoteRef:2] Berbeda dengan konsep keamanan tradisional yang mana menjadi monopoli suatu negara, konsep keamanan baru lebih universal dan bersifat global. Adanya redefinisi konsep keamanan tradisional (nasional) ke keamanan non tradisional (global) dapat dilihat lima dimensi keamanan yaitu: [1: Liota P.H. Boomerang Effect: the convergence of national and human security dalam security dialogue. Vol 33 No. 4. Hal 473-488. 2000] [2: Simon Dalby, Security, Modernity, Ecology: The Dilemmas of post cold war Security Discourse, Alternatives, vol 1, 1992 hlm 102-103. ]

The origin of threats Pada keamanan tradisional ancaman selalu bersifat eksternal (negara musuh), sedangkan ancaman dalam keamanan non tradisional dapat berasal dari eksternal maupun internal The nature of the threatsDalam keamanan tradisional ancaman biasanya adalah ancaman militer, sedangkan dalam dalam keamanan non tradisional isunya lebih kompleks dengan masuknya isu-isu lain seperti ekonomi, sosial budaya, Hak Asasi Manusia (HAM) dan lingkungan hidup. Changing responseDulu respon yang muncul berupa kekerasan atau militer sekarang yang dipakai adalah pendekatan-pendekatan non militer seperti budaya,ekonomi, politik hukum atau sosial Changing responsibility of securityBagi keamanan tradisional negara adalah organisasi politik yang berperan penuh dalam menyediakan keamanan bagi selurh wagnaya, sedangkan dalam keamanan non tradisional agenda pokoknya adalah human security sehingga semua indibvidu bertanggung jawab untuk bekerja sama menangani isu-isu keamanan. Core values of SecurityBerbeda dengan kaum tradisional yang menekankan pada nilai national independence kemanan non tradisional menekankan pada nilai-nilai kemanusian yang perlu dilindungi.Kejahatan transnasional dalam hal ini adalah sebuah bentuk ancaman baru bagi keamanan global. Bila kita tinjau dari poin nature of threats, kejahatan transnasional adalah sebuah isu yang kompleks. Ancamannya bersifat multidimensional, tidak hanya mengancam secara politik terhadap kedaulatan negara, juga mengancam nilai-nilai kemanusiaan, terutama apabila tindakan kejahatannya berupa tindakan kekerasan. Namun tindakan tanpa kekerasan pun berakibat pada sendi-sendi kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat. Aktifitas kejahatannya yang memiliki jaringan yang melewati batas negara ini melemahkan baik kredibilitas maupun kedaulatan negara. Seringkali bahkan dampak dari kejahatan ini tidak hanya dirasakan oleh satu negara, namun terjadi efek lintas batas yang mengancam keamanan kawasan hingga global.Berdasarkan pemaparan diatas, bisa disimpulkan bahwa kejahatan transnasional merupakan salah satu bentuk ancaman bagi keamanan global. Ada perubahan fokus keamanan bahwa ancaman tidak hanya muncul dari kekuatan militer negara lain tetapi juga dari aktor-aktor negara baik individu maupun kelompok. Bentuk ancaman tersebut bisa berupa kejahatan yang bersifat kekerasan seperti terorisme, pembajakan pesawat terbang atau kapal laut atau kejahatan yang non-kekerasan seperti kejahatan komputer, bisnis ilegal, korupsi dan penyogokan dan sebagainya.Salah bentuk kejahatan transnasional yang menjadi isu penting di tingkat global selama hampir satu dekade ini adalah terorisme. Kejahatan terorisme ini bersifat radikal dan menggunakan tindakan teror dalam pencapaian tujuannya. Seringkali kejahatan terorisme yang dilakukan menimbulkan konsekuensi bagi keamanan manusia karena korban manusia yang jatuh jumlahnya seringkali tidak sedikit. Aktifitas terorisme seringkali bersifat transnasional, melewati batas negara sehingga dalam penangannya mustahil dilakukan secara uniter. Negara-negara harus bekerjasama satu sama lain baik dalam penyelidikan, pembagian informasi hingga penangkapan pelaku terorisme. Hal ini menyebabkan isu terorisme menjadi salah satu isu penting dalam hubungan internasional saat ini.Salah satu peristiwa terorisme yang berpengaruh dalam beberapa dekade ini adalah peristiwa 9/11 di Amerika Serikat pada 11 September 2001. Pada hari itu terjadi pembajakkan dua pesawat terbang yang dilakukan oleh teroris. Dua pesawat yang kemudian dikendalikan para teroris tersebut kemudian ditabrakkan secara sengaja ke Menara Kembar World Trade Center dan gedung Pentagon. Diantara kedua bangunan yang ditabrak tersebut, gedung WTC adalah yang mengalami dampak terparah. Bangunan tersebut mengalami kehancuran yang mengakibatkan jatuhnya korban dalam jumlah yang banyak. Selain di Amerika Serikat, di kawasan Asia Tenggara salah satunya Indonesia peristiwa terorisme pun terjadi. Peristiwa pengeboman di Bali beberapa tahun yang lalu tersebut memiliki motif yang sama, yaitu teror yang memiliki latar belakang agama. Peristiwa 9/11 akhirnya mendorong Amerika Serikat untuk mendorong dunia internasional agar meningkatkan perhatian dan kepedulian terhadap tindakan terorisme. Amerika Serikat sendiri mengeluarkan War on Terrorism sebagai salah satu bentuk upaya dalam memberantas terorisme. Amerika Serikat juga mendorong negara lain agar meningkatkan kepedulian dalam memberantas tindakan terorisme, misalnya mendorong agar negara-negara memiliki undang-undang anti-terorisme atau mengadakan pelatihan bersama. Indonesia pun menjadi salah satu negara yang menjalin hubungan kerjasama dengan negara-negara lain misalnya Australia dalam meningkatkan kapabilitas terkait pemberantasan terorisme.Aktifitas terorisme di Indonesia terkait erat dengan perkembangan gerakan islam radikal. Salah satu gerakan islam radikal yang dikenal di Indonesia adalah Jamaah Islamiyah. Jamaah Islamiyah adalah sebuah organisasi yang memiliki tujuan untuk membentuk negara Islam dengan lingkup negara meliputi Indonesia, Malaysia, Thailand, Singapura dan Filipina. Dalam aktifitas mencapai tujuannnya, organisasi ini melakukan tindakan teror seperti pengeboman. Ciri khas teror yang dilakukan oleh organisasi ini adalah sasaran yang dituju biasanya adalah tempat-tempat di kawasan Asia Tenggara yang menjadi representasi kepentingan Amerika Serikat dan sekutunya.Disamping gerakan islam radikal, motif ekonomi juga diduga menjadi pendorong dilakukannya tindakan teror oleh kelompok ini. Kawasan Asia Tenggara, terutama Indonesia adalah kawasan yang memiliki jumlah umat Islam terbanyak di dunia. Umat Islam yang ada tersebut memiliki karakteristik yang berbeda-beda, baik itu radikal maupun moderat. Namun faktor yang bisa memicu hingga dilakukannya tindakan kekerasan ekstrim seperti teror adalah faktor ekonomi. Kemiskinan, ketimpangan global antara negara yang kaya dan negara yang miskin menyebabkan tindakan teror menjadi satu-satunya cara untuk mencapai tujuan dan menuntut keadilan global. Cara ini ditempuh dikarenakan mereka tidak memiliki cara lain agar kepentingan mereka dapat didengar.Salah satu organisasi Islam radikal adalah Jamaah Islamiyah (JI). Pada tahun 2002 kita mengenal organisasi ini sebagai organisasi yang bertanggung jawab terhadap pengeboman di beberapa tempat di Indonesia seperti Bali dan Jakarta. Dalam melakukan pengebomannya, JI menjadikan tempat-tempat yang berkaitan dengan pihak Barat sebagai sasaran. Hal ini menjadi semacam motif politik untuk mencapai tujuan organisasi mendirikan negara Islam. JI melihat pihak Barat seperti Amerika dan sekutunya sebagai musuh besar Islam dan tindakan pengeboman yang dilakukan adalah sebuah bentuk jihad. Dalam melakukannya aktifitasnya JI ternyata memiliki cakupan operasi yang lu