Algoritma Tetanus _ Dr Herry S Yudha Utama SpB MHKes FInaCS

  • View
    317

  • Download
    12

Embed Size (px)

Text of Algoritma Tetanus _ Dr Herry S Yudha Utama SpB MHKes FInaCS

  • 7/23/2019 Algoritma Tetanus _ Dr Herry S Yudha Utama SpB MHKes FInaCS

    1/18

    5/29/13 algoritma tetanus | Dr Herry S Yudha Utama SpB MHKes FInaCS

    herrysetyayudha.wordpress.com/tag/algoritma-tetanus/

    Posted by herrysyu

    DR HERRY S YUDHA UTAMA SPB MHKES FINACS

    Hukum Kesehatan

    Arsip Blog

    TETANUS

    NOV 2

    TETANUS

    Dr. Herry Setya Yudha Utama,SpB,MHKes,FInaCS

    SMF BEDAH

    RSUD ARJAWINANGUN 2011

    Pendahuluan

    Tetanus merupakan penyakit infeksi akut yang menunjukkan diri dengan gangguan neuromuskularakut berupa trismus, kekakuan dan kejang otot disebabkan oleh eksotosin spesifik dari kumananaerob Clostridium tetani. Tetanus dapat terjadi sebagai komplikasi luka, baik luka besar maupunkecil, luka nyata maupun luka tersembunyi. Jenis luka yang mengundang tetanus adalah luka-lukaseperti Vulnus laceratum (luka robek), Vulnus punctum (luka tusuk), combustion (luka bakar), frakturterbuka, otitis media, luka terkontaminasi, luka tali pusat.

    Diyakini bahwa Penyakit tetanus disebabkan oleh Clostridium tetani yaitu sejenis kuman gram posityang dalam keadaan biasa berada dalam bentuk spora dan dalam suasana anaerob berubah menjadbentuk vegetatif yang memproduksi eksotoksin antara lain neurotoksin tetanospasmin dan

    http://herrysetyayudha.wordpress.com/http://herrysetyayudha.wordpress.com/2011/11/02/tetanus/http://herrysetyayudha.wordpress.com/2011/11/02/tetanus/http://herrysetyayudha.wordpress.com/http://herrysetyayudha.wordpress.com/author/herrysyu/
  • 7/23/2019 Algoritma Tetanus _ Dr Herry S Yudha Utama SpB MHKes FInaCS

    2/18

    5/29/13 algoritma tetanus | Dr Herry S Yudha Utama SpB MHKes FInaCS

    herrysetyayudha.wordpress.com/tag/algoritma-tetanus/ 2

    tetanolysmin. Toksin inilah yang menimbulkan gejala gejala penyakit tetanus.

    Bentuk spora Clostridium tetani terdapat di sekitar kita seperti pada tanah, rumput rumput, kayu,kotoran hewan dan manusia. Kuman ini untuk pertumbuhannya membutuhkan suasana anaerobyang akan terjadi apabila luka dengan banyak jaringan nekrotik di dalamnya, atau luka denganpertumbuhan bakteri lain terutama bakteri pembuat nanah seperti Staphyloccus aureus.

    Istilah tetanus prone wound yaitu luka yang cenderung menyebabkan penyakit tetanus antara laluka dengan patah tulang terbuka, luka tembus, luka dengan berisi benda asing, terutama pecahankayu, luka dengan infeksi pyogenic, luka dengan kerusakan jaringan yang luas, luka bakar luasgrade II dan III, luka superfisial yang nyata berkontaminasi dengan tanah atau pupuk kotoranbinatang di mana luka itu terlambat lebih dari 4 jam baru mendapat topical desinfektansia ataupembersihan secara bedah, abortus dengan septis, melahirkan dengan pertolongan persalinan yangtidak adekuat, pemotongan dan perawatan tali pusat tidak adekuat, gigitan binatang dengan banyakaringan nekrotik, ulserasi kulit dengan jaringan nekrotik, segala macam tipe gangrena, operasi bedapada saluran cema mulai dari mulut sampai anus, otitis media puralenta. Masa inkubasi penyakittetanus tidak selalu sama tapi pada umumnya 8 12 hari, akan tetapi dapat juga 2 hari atau beberap

    minggu bahkan beberapa bulan. Bertambah pendek masa inkubasi bertambah berat penyakit yangditimbulkannya.

    Penyakit tetanus tidak menimbulkan kekebalan pada orang yang telah diserangnya. Angkakematian penderita tetanus sangat tinggi sekitar 50 %, angka itu akan bertambah besar pada rumahsakit yang belum lengkap peralatan perawatan intensifnya, mungkin lebih rendah pada rumah sakitdengan perawatan intensif yang sudah lengkap.

    Oleh sebab itu pencegahan penyakit ini sangat penting dan perlu mendapat perhatian yang utama.Usaha yang ditempuh mengatasi penyakit ini adalah :

    a. Memberikan kekebalan aktif kepada semua orang

    b. Melakukan tindakan profilaksis tetanus terhadap orang yang luka secara benar dan tepat.

    c. Mengobati penderita tetanus dengan perawatan intensif secara multidisipliner.

    Tetanus dapat terjadi sebagai komplikasi luka, baik luka besar maupun luka kecil, luka nyatamaupun tersembunyi. Tetanus merupakan penyakit akut yang disebabkan oleh kuman Clostridiumtetani yang menghasilkan eksotoksin bersifat anaerob. Clostridium tetani merupakan hasil grampositif, dan bersifat anaerob.

    Jenis luka yang mengundang tetanus adalah luka luka seperti vulnus laceratum (luka robek), vulnupunctum (luka tusuk), combustio (luka bakar), fraktur terbuka, otitis media, luka terkontaminasi, lukatali pusat.

    Masa inkubasi penyakit ini adalah 1 54 hari, rata rata 8 hari. Semakin lambat debrimen danpenanganan antitoksin, semakin pendek masa inkubasinya dan semakin buruk pula prognosisnya.Kuman masuk ke dalam luka melalui tanah, debu atau kotoran.

  • 7/23/2019 Algoritma Tetanus _ Dr Herry S Yudha Utama SpB MHKes FInaCS

    3/18

    5/29/13 algoritma tetanus | Dr Herry S Yudha Utama SpB MHKes FInaCS

    herrysetyayudha.wordpress.com/tag/algoritma-tetanus/ 3

    Terdapat beberapa faktor yang memperburuk prognosis seperti masa inkubasi yang pendek, stadiumpenyakit yang parahm penderita yang lanjut usia, neonatus, kenaikan suhu yang tinggi, pengobatanyang lambat, adanya komplikasi seperti status konvulsivus, gagal jantung, fraktur vertebra,pneumonia.

    Ciri khas kejang pada tetanus yaitu kejang tanpa penurunan kesadaran. Dan awitan penyakit (waktdari timbulnya gejala pertama sehingga terjadi kejang) adalah 24 72 jam.

    (http://herrysetyayudha.files.wordpress.com/2011/11/800px-neonatal_tetanus_6374.jpg)Gambar : Spasme otot akibat masuknya toksin dari

    kuman Clostridium tetani

    Patogenesis dan Patofisiologi

    Clostridium tetani masuk ke dalam tubuh manusia melalui luka. Semua jenis luka dapat terinfeksioleh kuman tetanus seperti luka laserasi, luka tusuk, luka tembak, luka bakar, luka gigit oleh manusiatau binatang, luka suntikan dan sebagainya. Pada 60 % dari pasien tetanus, port dentre terdapatdidaerah kaki terutama pada luka tusuk. Infeksi tetanus dapat juga terjadi melalui uterus sesudahpersalinan atau abortus provokatus. Pada bayi baru lahir Clostridium tetani dapat melalui umbilikus

    http://herrysetyayudha.files.wordpress.com/2011/11/800px-neonatal_tetanus_6374.jpg
  • 7/23/2019 Algoritma Tetanus _ Dr Herry S Yudha Utama SpB MHKes FInaCS

    4/18

    5/29/13 algoritma tetanus | Dr Herry S Yudha Utama SpB MHKes FInaCS

    herrysetyayudha.wordpress.com/tag/algoritma-tetanus/ 4

    setelah tali pusat dipotong tanpa memperhatikan kaidah asepsis antisepsis. Otitis media atau gigiberlubang dapat dianggap sebagaiport dentre, bila pada pasien tetanus tersebut tidak dijumpai lukayang diperkirakan sebagai tempat masuknya kuman tetanus. Bentuk spora akan berubah menjadibentuk vegetatif bila lingkungannya memungkinkan untuk perubahan bentuk tersebut dankemudian mengeluarkan ekotoksin. Kuman tetanusnya sendiri tetap tinggal di daerah luka, tidak adpenyebaran kuman. Kuman ini membentuk dua macam eksotoksin yang dihasilkan yaitu tetanolisindan tetanospasmin. Tetanolisin dalam percobaan dapat menghancurkan sel darah merah tetapi tidak

    menimbulkan tetanus secara langsung melainkan menambah optimal kondisi lokal untukberkembangnya bakteri. Tetanospasmin terdiri dari protein yang bersifat toksik terhadap sel saraf.Toksin ini diabsorbsi oleh end organ saraf di ujung saraf motorik dan diteruskan melalui saraf sampaisel ganglion dan susunan saraf pusat. Bila telah mencapai susunan saraf pusat dan terikat dengan selsaraf, toksin tersebut tidak dapat dinetralkan lagi. Saraf yang terpotong atau berdegenerasi, lambatmenyerap toksin, sedangkan saraf sensorik sama sekali tidak menyerap.

    (https://reader009.{domain}/reader009/html5/0311/5aa4840fb76d5/5aa4841256fd9.jpg)

    Tetanus disebabkan neurotoksin (http://id.wikipedia.org/wiki/Neurotoksin) (tetanospasmin)dari bakteri (http://id.wikipedia.org/wiki/Bakteri) Gram positif anaerob, Clostridium tetani, denganmula-mula 1 hingga 2 minggu setelah inokulasi (http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Inokulasi&action=edit&redlink=1) bentuk spora (http://id.wikipedia.org/wiki/Spora) ke dalamtubuh yang mengalami cedera/luka (masa inkubasi). Penyakit ini merupakan 1 dari 4 penyakitpenting yang manifestasi (http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Manifestasi&action=edit&redlink=1) klinis utamanya adalah hasil dari pengaruhkekuatan eksotoksin (http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Eksotoksin&action=edit&redlink=1) (tetanus, gas ganggren, dipteri, botulisme). Tempatmasuknya kuman penyakit (http://id.wikipedia.org/wiki/Penyakit) ini bisa berupa luka(http://id.wikipedia.org/wiki/Luka) yang dalam yang berhubungan dengan kerusakan jaringan lokatertanamnya benda asing atau sepsis dengan kontaminasi tanah, lecet yang dangkal dan kecil atauluka geser yang terkontaminasi tanah, trauma pada jari tangan atau jari kaki yang berhubungan

    http://id.wikipedia.org/wiki/Lukahttp://id.wikipedia.org/wiki/Penyakithttp://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Eksotoksin&action=edit&redlink=1http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Manifestasi&action=edit&redlink=1http://id.wikipedia.org/wiki/Sporahttp://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Inokulasi&action=edit&redlink=1http://id.wikipedia.org/wiki/Bakterihttp://id.wikipedia.org/wiki/Neurotoksinhttp://herrysetyayudha.files.wordpress.com/2011/11/tetanus-pathogen2.jpg
  • 7/23/2019 Algoritma Tetanus _ Dr Herry S Yudha Utama SpB MHKes FInaCS

    5/18

    5/29/13 algoritma tetanus | Dr Herry S Yudha Utama SpB MHKes FInaCS

    herrysetyayudha.wordpress.com/tag/algoritma-tetanus/ 5

    dengan patah (http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Patah&action=edit&redlink=1) tulang jari daluka pada pembedahan (http://id.wikipedia.org/wiki/Pembedahan) dan pemotonga tali pusat yangtidak steril.

    Pada keadaan anaerobik (h