Analisa Layout Tata Letak Pabrik

  • Published on
    16-Apr-2015

  • View
    221

  • Download
    16

Embed Size (px)

Transcript

<p>Nama Anggota Kelompok:Dwi Endartanto Fachtur Rizky Ramadhan Muhammad Arief Maulana</p> <p>Rambu Naha TarapRocky HimawanTambahan</p> <p>Lutfy J. E. P Dhika PrasetyaCopyright Wondershare Software</p> <p>FOKUS</p> <p>PROFIL PERUSAHAAN</p> <p>BAHAN BAKU</p> <p>PROSES PRODUKSI</p> <p>ANALISA LAYOUT</p> <p>Copyright Wondershare Software</p> <p>PT. Bridgestone Tire Indonesia terletak di Jl. Raya Bekasi KM. 27, Bekasi, Jawa Barat Perusahaan ini merupakan perusahaan manufaktur yang bergerak dalam bidang industri otomotif dengan membuat berbagai macam produk ban.</p> <p>BAN digunakan untuk: Pemakaian sedan pribadi</p> <p>(passenger time)Angkutan umum</p> <p>(commercial time)Untuk keperluan industri, pertanian,jenis kendaraan di medan berat (off</p> <p>the road)</p> <p>Copyright Wondershare Software</p> <p>Bahan Baku Tambahan: Bahan tambahan untuk memproduksi ban adalah belerang, karbon,</p> <p>spindel oil danaromatic oil, accelator, anti oxidant, silicont, tachifier, dan retarder.</p> <p>Copyright Wondershare Software</p> <p>BANBURYBerbagai bahan seperti karet alam, karet sintetik, bahan kimia, karbon hitam dan minyak tertentu diaduk menjadi satu dengan mesin banbury</p> <p>EXTRUDINGHasil mixing tadi dibuat menjadi tread dan sidewall. Prosesnya adalah injeksi dan extruding hingga terbentuk profil.</p> <p>CALENDERINGSalah satu proses setelah mixing adalah pembuatan innerliner dengan mengubah adonan menjadi lembaran tipis setebal 1,2 mm.</p> <p>Copyright Wondershare Software</p> <p>Sementara proses calender berjalan, di bagian lain ada pembuatan bead wire yaitu melapisi kawat baja dengan karet. Proses ini berjalan otomatis dan begitu keluar dari mesin, bead wire sudah berbentuk lingkaran sesuai dengan ukuran rim.</p> <p>BEAD</p> <p>CUTTINGDi sini proses yang dilakukan adalah pemotongan hasil dari seksi calender. Lembaran dipotong presisi seesuai dengan ukuran ban.</p> <p>BUILDINGDari mesin ini, dihasilkan ban utuh namun masih mentah. Bentuknya menggembung seperti donat tanpa kembangan di bagian luar. Jika diperhatikan permukaannya seperti ban slick.</p> <p>Copyright Wondershare Software</p> <p>CURINGProses curing merupakan akhir dari proses pembuatan ban. Di sini ban mentah dicetak dengan suhu sekitar 178 Celcius selama kira-kira 8 menit, tergantung ukuran bannya. Keluar dari mesin curing, ban sudah terbentuk termasuk profil, tulisan merek, tipe, ukuran ban dan semua informasi yang ada di dinding ban.</p> <p>FINISHINGSetelah selesai, ban diperiksa secara visual apakah ada cacat atau tidak. Proses ini tentu saja tidak menggunakan mesin, jadi ketelitian pekerja sangat dibutuhkan. Selain visual, kontrol juga dilakukan dengan pemeriksaan balance dan menggunakan sinar X.</p> <p>Copyright Wondershare Software</p> <p>Copyright Wondershare Software</p> <p>Copyright Wondershare Software</p> <p>Keterangan : Depertemen Departemen Departemen Departemen Departemen Departemen Departemen Departemen Departemen</p> <p>A B C D E F G H I</p> <p>= = = = = = = = =</p> <p>Gudang Proses Proses Proses Proses Proses Proses Proses Proses</p> <p>Bahan baku Banbury Extruding Bead Calendar Cutting Building Curing Finishing</p> <p>Copyright Wondershare Software</p> <p>1. Pola Aliran Bahan Baku. Dari peta diatas dapat disimpulkan bahwa aliran bahan baku menggunakan pola aliran I- FLOW atau pola aliran lurus karena proses produksi berlangsung singkat / pendek .Pola aliran ini adalah pola yang efektif dan efisien karena jarak perpindahan material secara total akan kecil karena jarak masing-masing mesin pendek.2. Pola Aliran Proses Produksi. Pola aliran produksi menggunakan Pola Line Assembly ,pola ini kelihatan lebih tidak teratur . Disini tiap bagian berlangsung operasi sepanjang lintasan produksi sampai menujuproduksi yang lengkap untuk proses assembling.</p> <p>Copyright Wondershare Software</p> <p>Copyright Wondershare Software</p> <p>Copyright Wondershare Software</p> <p>Copyright Wondershare Software</p> <p>Dari analisa yang telah dilakukan dengan menggunakan metode ARC dan ARD dengan ini dapat disimpulkan bahwa untuk Faktor-faktor dalam tata letak, seperti fleksibilitas rancangan, tingkat penggunaan ruangan, aliran material, proses penanganan meterial sudah efektif dan efisien sehingga proses produksi bisa berjalan dengan lancar dan tidak perlu adanya perbaikan tata letak pabrik tersebut.</p> <p>Copyright Wondershare Software</p> <p>Copyright Wondershare Software</p>

Recommended

View more >