Click here to load reader

ANALISIS INTEGRASI INDEKS HARGA SAHAM …repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/30094/1/ASTRI... · ANALISIS INTEGRASI INDEKS HARGA SAHAM SYARIAH PADA PASAR MODAL SYARIAH

  • View
    214

  • Download
    0

Embed Size (px)

Text of ANALISIS INTEGRASI INDEKS HARGA SAHAM...

  • ANALISIS INTEGRASI INDEKS HARGA SAHAM SYARIAH PADA PASAR

    MODAL SYARIAH INDONESA, MALAYSIA, CINA, DAN JEPANG

    (Periode Pengamatan Mei 2011 Desember 2014)

    SKRIPSI

    Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh

    Gelar Sarjana Ekonomi Syariah (S.E.Sy)

    Oleh:

    ASTRI WULANDARI

    NIM 1111046100111

    KONSENTRASI PERBANKAN SYARIAH

    PROGRAM STUDI MUAMALAT (EKONOMI ISLAM)

    FAKULTAS SYARIAH DAN HUKUM

    UIN SYARIF HIDAYATULLAH

    JAKARTA

    2015 M. / 1436 H.

  • ANALI$S INTEGRASI IITDEKS HARGA SAIIAM SYARIAH PAI}A PASAR

    MODAL SYARIAH INDOI\TESA, MALAYSIA, CINA, DAN JEPANG

    (Periode Pengamatan Mei 2011 - Desember 2014)

    SKRIPSI

    Diajukan unhrk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh

    Gelar Sarjana Ekonomi Syariah (S.E.Sy)

    Oleh:

    Astri Wulandari

    NIM: 1111046100111

    Dibawah Bimbingan:

    Pembimbing

    Dr. Dede A 'dul Fattah, SHI, M.Si

    KONSENTRASI PERBANKAN SYARIAH

    PROGRAM STriDr MUAMALAT (EKONOMT rSLAM)

    FAKULTAS SYARIAH DAN HUKUM

    UIN SYARIF HIDAYATULLAH

    JAKARTA

    2015 M. I t4s6H.

  • ii

    ABSTRAK

    Penelitian ini bertujuan untuk melihat sejauh mana perkembangan pasar

    modal syariah di Indonesia, dengan berkembangnya ekonomi syariah di Indonesia yang

    sangat pesat dan tidak hanya sektor perbankan saja yang mengalami perkembangan

    yang pesat di Indonesia namun sektor pasar modal di Indonesia pun ikut berkembang.

    Memanfaatkan indeks harga saham Malaysia, Cina, Jepang dan Indonesia dianalisis

    untuk menentukan sejauh mana bentuk dari integrasi pasar modal syariah. Secara

    umum, studi tentang integrasi pasar modal dapat memberikan informasi tentang

    bagaimana pasar beroperasi, yang mungkin berguna untuk memperbaiki kebijakan

    pasar modal, pemantauan gerakan harga saham, prediksi harga saham, kerjasama antar

    negara, dan memperbaiki kebijikan investasi.

    Hasil penelitian ini diketahui bahwa secara simultan semua variabel independen

    yang digunakan memberikan pengaruh yang signifikan terhadap variabel dependen,

    dan secara parsial variabel independen dan varibel dependen berpengaruh signifikan,

    namun hanya Cina yang berpengaruh signifikan namun memiliki arah integrasi negatif

    terhadap Indonesia.

    Kata Kunci : Integrasi, Pasar Modal Syariah, Saham Syariah

    Pembimbing : Dr. Dede Abdul Fattah, SHI, M.Si

    Daftar Pustaka : Tahun 2000 s.d Tahun 2015

  • iii

    KATA PENGANTAR

    Bismillahirohmanirrohim

    Alhamdulillahirobbilalamin. Segala puji hanya bermuara kepada-Nya, Sang

    Khaliq penggenggam setiap jiwa, yang menjadikan diri ini tegar dalam setiap ikhtiar

    untuk melanjutkan penulisan skripsi ini hingga selesai. Dengan segenap keridhoan-

    Nya, penulis senantiasa diberikan kemudahan, baik dari segi teknis, materi, tenaga,

    waktu, maupun pikiran.

    Sholawat dan salam senantiasa tercurahkan kepada baginda besar Nabi

    Muhammad SAW, beserta para keluarga dan sahabat-sahabatnya yang telah menuntun

    umat manusia dari alam kegelapan menuju lam yang terang benderang.

    Skripsi yang penulis susun adalah sebagai salah satu syarat untuk

    menyelesaikan pendidikan strata satu (S1) guna memperoleh gelar Sarjana Ekonomi

    Syariah (S.E.Sy) di Fakultas Syariah dan Hukum UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

    Kebahagiaan yang tak ternilai bagi penulis secara pribadi adalah dapat

    mempersembahkan yang terbaik kepada kedua orangtua, seluruh keluarga dan pihak

    pihak yang telah ikut andil yang mensukseskan harapan penulis.

    Sebagai bentuk penghargaan yang tidak terlukiskan, izinkan penulis

    menuangkan dalam bentuk ucapan terima kasih yang sebesar besarnya kepada :

    1. Bapak Dr. Asep Saepudin Jahar, MA Selaku Dekan Fakultas Syariah dan

    Hukum Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta.

  • iv

    2. Bapak AM. Hasan Ali, M.A, selaku ketua program studi Muamalat dan

    Bapak H. Abdurrauf, Lc, MA, selaku sekertaris program studi Muamalat

    Fakultas Syariah dan Hukum Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif

    Hidayatullah Jakarta yang telah banyak membantu selama perkuliahan

    sampai terselesaikannya skripsi ini.

    3. Bapak Dr. Dede Abdul Fattah, SHI, M.Si selaku dosen pembimbing skripsi

    yang telah banyak meluangkan waktu disela-sela kesibukan dalam

    memberikan masukan maupun nasihat dalam penyusunan skripsi ini.

    4. Bapak dan Ibu Dosen Fakultas Syariah yang telah mentransfer berbagai

    ilmu dan pengetahuannya kepada penuli, dan kepada staf akademik serta

    karyawan yang telah memberikan fasilitas dan kemudahan kemudahan

    bagi penulis selama ini.

    5. Segenap pengurus dan pegawai Perpustakaan Fakultas Syariah & Hukum

    dan Pusat, yang telah membantu penulis dalam mencari data data yang

    diperlukan.

    6. Rasa tadzim dan terima kasih yang mendalam kepada Ayahanda

    Mohammad Syahyudin, Ibunda Umi Kulsum dan Nenekku tersayang

    Watmah Kasiman atas dukungan moril dan materil, kesabaran, keikhlasan,

    perhatian, serta cinta dan kasih sayang yang tidak habis bahkan doa doa

    munajatnya yang tak henti hentinya dipanjatkan kepada Allah SWT.

    Penulis persembahkan skripsi ini.

  • v

    7. Adik adikku tersayang Akbar Ali Yafie, Adhwa Alfi Najma dan Almala

    Ala Nabila, serta keluarga besar penulis, yang telah ikut memotivasi dan

    membantu kelancaran penulisan skripsi ini. Terima kasih untuk semua atas

    perhatian dan kasih sayangnya.

    8. Mahendra Rakasywi, yang selalu memberikan doa, support dan dukungan

    tiada henti dikala penulis jenuh dan tidak bersemangat dalam mengerjakan

    skripsi ini. Terima kasih atas support nya yang selalu memotivasi.

    9. Semua sahabat kesayanganku Assy Shella, Hanni Khairani, Novita

    Zuhrowiyah, Meiga Gemala, Siti Haura Ibtisamah dan Yella Novela Dara

    Amelia, sahabatku dari semester awal di perbankan syariah sampai di

    semester delapan ini kalian sangat memotivasi dan mendukung penulis baik

    dalam bentuk saran, nasihat maupun masukan kepada penulis untuk

    menyelesaikan skripsi ini dengan cepat. Terima kasih untuk semua

    perhatian dan kasih sayangnya.

    10. Teman teman Kostan Ibu Jahit: Niswah, Indhina, Landu, Aul, Afida, Mira,

    Fajrin,, Efrida, Nissa, yang sudah dianggap sebagai keluarga dan adik adik

    sendiri. Terima kasih atas seluruh canda tawa dan keceriaannya sehingga

    dapat menjadi energi dan semangat baru bagi penulis saat berada di rumah

    keduanya di Ciputat.

    11. Teman teman seperjuangan di FSH Perbankan Syariah C 2011 yang tidak

    bisa disebutkan satu persatu namanya, suatu kebahagiaan telah

    dipertemukan dan diperkenalkan dengan kalian semua hingga empat tahun

  • vi

    ini serasa singkat. Terima kasih banyak atas motivasi, bantuan dan doa

    yang telah diberikan selama ini, teman teman.

    Semoga amal dan jasa baik yang telah diberikan penulis dapat diterima oleh

    Allah SWT dengan pahala yang berlimpah. Dengan segala kelemahan dan

    kekurangan, semoga skripsi ini dapat bermanfaat bagi penulis khususnya dan

    bagi pembaca pada umumnya. Semoga Allah SWT senantiasa meridhoi setiap

    langkah kita. Amin.

    Jakarta, 08 Juli 2015

    Penulis

  • vii

    DAFTAR ISI

    LEMBAR PERNYATAAN ................................................................................. i

    ABSTRAK ............................................................................................................. ii

    KATA PENGANTAR ......................................................................................... iii

    DAFTAR ISI ......................................................................................................... vii

    BAB I PENDAHULUAN ......................................................................... 1

    A. Latar Belakang Masalah ........................................................... 1

    B. Identifikasi Masalah ................................................................. 8

    C. Pembatasn Masalah .................................................................. 8

    D. Perumusan Masalah ................................................................. 9

    E. Tujuan dan Manfaat Penelitian ................................................. 9

    F. Penelitian Terdahulu ................................................................ 11

    G. Sistematika Penulisan .............................................................. 12

    BAB II LANDASAN TEORI ................................................................... 13

    A. Investasi ................................................................................... 13

    B. Pasar Modal ............................................................................. 15

    C. Pengantar Pasar Modal Syariah .................................................. 23

    D. Produk Pasar Modal Syariah .................................................... 30

    E. Transaksi yang Dilarang Pasar Modal Syariah ........................ 38

    F. Indeks Harga Saham Syariah Indonesia .................................. 40

    G. Dow Jones Islamic Index ......................................................... 41

    H. Integrasi Pasar Modal .............................................................. 45

    I. Kerangka Penelitian ................................................................. 47

    BAB III METODE PENELITIAN ............................................................ 48

    A. Ruang Lingkup Penelitian ........................................................ 48

    B. Jenis dan Sumber Data ............................................................. 52

    C. Metode Pengumpulan Data ...................................................... 53

    D. Metode Analisis Data ............................................................... 54

    E. Hipotesis ................................................................................... 60

  • viii

    BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN .................................................... 61

    A. Data Indeks Harga Saham ....................................................... 61

    B. Persamaan Regresi Berganda .. 63

    C. Uji Goodness of fit ................................................................... 64

    1. Uji Koefisien Determinasi ................................................. 64

    2. Uji Statistik F ..................................................................... 65

    3. Uji Statistik t ........................................................................ 67

    D. Pembahasan Penelitian ............................................................. 69

    BAB V PENUTUP ..................................................................................... 76

    A. Kesimpulan ............................................................................... 76

    B. Saran ......................................................................................... 78

    C. Keterbatasan Penelitian ............................................................ 79

    DAFTAR PUSTAKA ............................................................................................ 80

    LAMPIRAN .......................................................................................................... 85

  • 1

    BAB I

    PENDAHULUAN

    A. Latar Belakang Masalah

    Globalisasi perekonomian di suatu negara akhirakhir ini, kondisi

    perekonomian disuatu Negara tidak lagi hanya di tentukan oleh negara itu sendiri.

    Melainkan kondisi perekonomian dinegara lain juga menjadi sangat berpengaruh

    terhadap perekonomian Negara lainnya.

    Pasar modal memiliki peran penting dalam perekonomian suatu negara karena

    pasar modal menjalankan dua fungsi utama yaitu merupakan sarana untuk

    pendanaan usaha bagi perusahaan yang dapat mendorong perusahaan melakukan

    ekspansi pasar dan dapat untuk penambahan modal, sedangkan fungsi kedua dari

    pasar modal adalah sebagai wadah atau sarana yang dapat digunakann oleh

    investor untuk menginvestasikan uangnya pada berbagai instrumen investasi yang

    ditawarkan dalam pasar modal seperti saham, obligasi, reksadana dan lain-lain.

    Melihat peran dan fungsi pasar modal tersebut, pasar modal memiliki pangsa

    pasar yang sangat besar untuk industri keuangan syariah. Indonesia merupakan

    salah satu negara yang berpenduduk mayoritas muslim, menurut hasil sensus

    penduduk Badan Pusat Statistik (BPS) pada tahun 2010, tercatat sebanyak

  • 2

    207.176.162 atau sebesar 87,18% penduduk Indonesia memeluk Agama Islam.1

    Jika melihat dari besarnya jumlah penduduk muslim di Indonesia sangat

    memungkinkan untuk memiliki pasar modal syariah, dengan tujuan agar para

    investor muslim dapat ikut berkontribusi dalam pembangunan negara melalui

    pasar modal yang sesuai dengan syariat islam.

    Pasar modal dapat menggambarkan kesehatan dan pertumbuhan ekonomi suatu

    negara, saat kebijakan-kebijakan pemerintah dan kondisi ekonomi suatu negara

    bagus pada sudut pandang investor, biasanya harga-harga saham akan meningkat

    dan kondisi ini akan meningkatkan nilai indeks harga saham dari suatu negara, tapi

    bila kondisi perekonomian sedang buruk, biasanya harga saham akan terpuruk.

    Sehingga berbagai macam usaha di lakukan setiap negara untuk meminimalisasi

    risiko yang ada dan mengoptimalkan sumber daya yang di miliki. Salah satu usaha

    yang di lakukkan adalah integrasi ekonomi terutama pasar modal yang

    memberikan gambaran kegiatan pasar yang sebenarnya terjadi.

    Menghadapi Pasar Bebas Asia Pasifik dimasa mendatang Indonesia harus

    terus melakukan pembenahan diri untuk mewujudkannya. Pembentukan Free

    Trade Area of the Asia Pasific (FTAAP), telah menjadi cita-cita APEC sejak

    tahun 2006 untuk mengatasi dampak negatif meningkatnya Regional Trade

    Agreement (RTA) maupun Free Trade Agreement (FTA) dikawasan regional Asia

    1 Begawan Aeiyanta, Persebaran Umat Islam di Indonesia, artikel diakses pada 19 Maret

    2015 dari https://begawanariyanta.wordpress.com/2013/02/27/khazanah-peta-6-persebaran-umat-

    islam-di-indonesia/.

  • 3

    Pasifik. Pada KTT APEC November 2014 lalu, pemimpin APEC menyepakati

    upaya mewujudkan FTAAP, from vision to reality. Dalam era perdagangan saat

    ini, diperlukan interaksi dan komunikasi dengan ekonomi atau negara lain guna

    mengatasi keterbatasan kapasitas domestik, serta membentuk strategi dan

    pemetaan yang jelas tentang apa yang sebenarnya kita inginkan pada setiap forum

    perundingan perdagangan internasional. Terdapat empat hal yang menjadi tolak

    ukur kesiapan suatu negara dalam menghadapi FTA, yaitu fasilitas perdagangan,

    fasilitas investasi untuk global value chanins(GVS) termasuk sektor jasa,

    pengawasan fasilitasi perdagangan di mitra dagang, dan pelaksanaan kebijakan

    persaingan usaha.2

    Perkembangan pasar modal syariah di Indoensia, di mulai dengan

    diterbitkannya Reksa Dana Syariah pada 25 Juni 1997 diikuti diterbitkannya

    obligasi syariah pada akhir tahun 2002 dan pada tanggal 3 Juli 2000 telah hadir

    Jakarta Islamic Index (JII). Kemudian Bapepam-LK yang kini telah berubah

    menjadi OJK (Otoritas Jasa Keuangan) yang memiliki wewenang dan merupakan

    regulator bekerjasama dengan DSN-MUI (Dewan Syariah Nasional-Majelis

    Ulama Indonesia) kemudian menerbitkan ISSI (Indeks Saham Syariah Indonesia)

    pada tanggal 12 Mei 2011.

    2 Siaran Pers, Hadapi Pasar Bebas Asia-Pasifik, Indonesia Optimis (Jakarta : 27 Maret 2015

    ). www.kemenag.go.id

  • 4

    Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) merupakan indeks saham yang

    mencerimkan keseluruhan saham syariah yang tercatat di BEI (Bursa Efek

    Indonesia). Konstituen ISSI adalah keseluruhan saham syariah yang tercatat di BEI

    dan terdaftar dalam DES (Daftar Efek Syariah). Konstituen ISSI direview setiap 6

    bulan sekali (MEI dan November) dan dipublikasikan pada awal bulan berikutnya.

    Konstituen ISSI juga dilakukkan penyesuaian apabila ada saham syariah yang baru

    tercatat atau dihapuskan dari DES.3

    Pasar modal syariah secara singkat semua kegiatan yang di lakukkan didalam

    transaksi pasar modal syariah dimulai dari prinsip, prosedur transaksi dan aplikasi

    lainnya bersumber berdasarkan ajaran Al-Quran dan Hadist yang kemudian

    dirangkum dan disajikan dalam bentuk fatwa oleh DSN-MUI dan di aplikasikan

    oleh lembaga keuangan OJK, emiten (perusahaan yang menerbitkan saham) dan

    investor di BEI.

    Pasar modal syariah tidak hanya terdapat di Indonesia saja melaikan diberbagai

    negara dunia seperti 34 negara yang terdapat di dalam Dow Jones Islamic Market

    (DJIM).

    Suatu sistem keuangan adalah akar kekuatan bagi sebuah negara terhadap

    negara lainnya, dalam suatu dunia modern, sebuah negara yang keuangannya kuat

    memiliki keunggulan kopetitif terhadap negara yang lemah. Munculnya sistem

    Keuangan Islam dapat menjadi media terbaik bagi negara-negara muslim. Di

    3 Saham Syariah,Indonesia Sharia Stock Indeks (ISSI), artikel di akses pada 20 Maret 2015

    dari http://www.idx.co.id/idid/beranda/produkdanlayanan/pasarsyariah/indekssahamsyariah.aspx

  • 5

    malaysia, Pasar Modal Islam telah berkembang khususnya untuk memajukan

    sistem pasar modal yang lebih transparan dan adil sesuai aturan-aturan syariah.

    Dow Jones Islamic Market (DJIM) adalah salah satu Index Islamic Global yang

    merupakan bagian dari Dow Jones Global Index (DJGI) yang didalamnya terdiri

    dari 34 negara dan mencangkup 10 sektor ekonomi, 18sektor pasar, 51 kelompok

    dan 89 subkelompok industri.Tujuan dari DJIM adalah untuk mengukur kinerja

    pasar saham syariah secara global, sesuai dengan yang di tetapkan oleh dewan

    pengawas pasar modal syariah.4Dari 34 negara tersebut terdapat indeks harga

    saman negara-negara asia seperti Malaysia, Cina dan Jepang.

    Malaysia merupakan yang pertama kali mengembangkan kegiatan pasar modal

    syariah sejak awal tahun 1990 dan saat ini terus mengalami kemajuan yang cukup

    pesat. Pasar modal syariah Malaysia suluruh kegiatan perdagangan efek harus

    sesuai dengan ketentuan syariat-syariat Islam, yang diawasi oleh Syariah Advisory

    Council (selanjutnya disebut SAC) pada tahun 1996. Bursa Malaysia bergabung

    dalam konstiues Dow Jones Islamic Index pada tanggal 31 Desember 2012 dengan

    nama Dow Jones Islamic Index Malaysia (DJIMY).

    Dow Jones Islamic Market Greater China Index (DJIGRC) bergabung dalam

    Dow Jones Islamic Market Index sejak 31 Desember 2005, dengan masuknya

    saham syariah cina yang konsisten terhadap DJIMI maka segala transaksi yang

    4 Guide to the Dow Jones Islamic Market Index, Juni 2003, h.2.

  • 6

    dilakukkan diawasi dan di atur oleh Syariah Advisory Council (SAC) yang sesuai

    dengan prinsip syariah, sama dengan Malaysia, dan begitu juga dengan Jepang.

    Down Jones Islamic Market Japang Index (DJIJP) segala kegiatan transaksi dan

    lainnya diatur oleh SAC dan DJIJP bergabung dalam Dow Jones Islamic Market

    Index sejak 29 Desember 1995.

    Kerjasama pasar modal bertujuan untuk mewujudkan kerjasama pasar modal

    yang lebih erat untuk meningkatkan perdagangan intra kawasan dan memperdalam

    integrasi ekonomi regional. Integrasi ekonomi akan menjadi lebih kuat apabila

    dilakukkan integrasi pasar modal. Terintegrasinya pasar modal akan meningkatkan

    peran pasar modal pembangunan ekonomi antar negara.5

    Berdasarkan hasil penelitian Mafizatun Nurhayati yang berjudul Analisis

    Integrasi Pasar Modal Kawasan ASEAN dalam Rangka Menuju Masyarakat

    Ekonomi ASEAN, dalam hal ini pasar modal yang diikutsertakan adalah pasar

    modal konvensional dan negara ASEAN yang diikutsertakan adalah Indonesia,

    Malaysia, Singapura, Philipina dan Thailand. Hasil dari uji integrasi yang di

    hasilkan dari penelitian ini adalah Pasar Modal Indonesia terintegrasi dengan pasar

    modal negara-negara ASEAN yang lain secara signifikan. Di sini dibuktikan

    bahwa kenaikan maupun pernurunan indeks harga saham gabungan di bursa efek

    Indonesia dipengaruhi secara signifikan oleh indeks harga saham gabungan

    5 Mafizatun Nurhayati, Analisis Integrasi Pasar Modal Kawasan ASEAN Dalam Rangka

    Menuju Masyarakat Ekonomi ASEAN, jurnal ekonomi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mercu

    Buana, h.2.

  • 7

    dibursa efek negara Malaysia, Philipina, Singapura dan Thailand. Perubahan naik

    turunnya indeksharga saham gabungan di bursa efek Malaysia, Philipina,

    Singapura dan Thailand berpengaruh positif yang signifiksn terhadap indeks harga

    saham gabungan di bursa efek Indonesia. Dengan terintegrasinya pasar modal

    Indonesia dengan pasar modal di negara-negara ASEAN, dapat mewujudkan

    kerjasama anatar pasar modal yang lebih erat untuk meningkatkan perdagangan

    intra kawasan dan memperdalam integrasi ekonomi regional. Selain itu, investor

    juga bebas berinvestasi dan bertransaksi di manapun dalam pasar modal ASEAN,

    yang akan meningkatkan jumlah investor di negara-negara ASEAN tersebut.

    Peningkatan investor dan mempererat kerjasama antar negara tersebut

    merupakan salah satu dari cara untuk memperluas sektor keuangan Islam melalui

    Pasar Modal Syariah di berbagai negara, jika pasar modal syariah di Indonesia

    terintegrasi juga dengan pasar modal syariah di negara Asia lainnya maka akan

    berdampak pada peningkatan supply dan demand produk syariah di pasar modal.

    Meluasnya sektor pasar modal berpengaruh terhadap penawaran dan permintaan

    produk-produk yang berbasis syariah, dan merupakan salah satu cara untuk

    mendorong peningkatan jumlah emiten yang sahamnya dimuat dalam Daftar Efek

    Syariah (DES).

    Berdasarkan latar belakang tersebut, maka penulis tertarik untuk membuat

    penelitian dengan judul ANALISIS INTEGRASI INDEKS HARGA SAHAM

    SYARIAH PADA PASAR MODAL SYARIAH INDONESA, MALAYSIA,

    CINA, DAN JEPANG(Periode Pengamatan Mei 2011 Desember 2014).

  • 8

    B. Identifikasi Masalah

    Berdasarkan latar belakang masalah diatas makan identifikasi masalah sebagai

    berikut:

    1. Apakah indeks saham syariah Indonesia terintergrasi oleh indeks harga

    saham pada pasar modal Malaysia, Cina dan Jepang?

    2. Seberapa besar korelasi yang terjadi antar indeks harga pasar modal syariah

    Indonesia, Malaysia, Cina dan Jepang?

    3. Faktor apa saja yang mempengaruhi integrasi pasar modal syariah

    Indonesia, Malaysia, Cina dan Jepang?

    C. Pembatasan Masalah

    Masalah yang diangkat dalam skripsi terlalu luas jika diteliti menyeluruh. Maka

    dari itu agar masalah tidak melebar kemana-mana penulis membatasi penelitia.

    Indeks saham yang digunakan adalah konstituen dari Dow Jones Islamic Market

    yang berada dalam regional Asia, yaitu Malaysia, Cina dan Jepang. Penelitian

    yang dilakukkan hanya dengan menggunakan data sekunder yang berupa closing

    price di akhir bulan yang tercatat di www.yahoofinance.com,

    www.googlefinance.comdan www.marketwatch.com dan periode yang digunakan

    peneliti yaitu periode Mei 2011 sampai dengan Desember 2014. Periode ini

    digunakan karena Indeks Saham Syariah Indonesia baru di terbitkan pada bulan

    Mei 2011.

    http://www.yahoofinance.com/http://www.googlefinance.com/

  • 9

    D. Perumusan Masalah

    Inti masalah yang penulis angkat dalam penelitian ini yaitu apakah terjadi

    integrasi antara indeks harga saham syariah Indonesia, Malaysia, Cina, dan Jepang

    pada masa periode 31 Mei 2011 sampai dengan 31 Desember 2014. Data yang

    digunakan adalah data sekunder yang berupa harga penutup bulanan. Dalam hal

    ini untuk mempermudah dalam pemahaman maka penulis membaginya kedalam

    beberapa pertanyaan sebagai berikut:

    1. Apakah Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) terintegrasi oleh Indeks

    Saham Syariah Malaysia (DJIMY)?

    2. Apakah Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) terintegrasi oleh Indeks

    Saham Syariah Cina (DJIGRC)?

    3. Apakah Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) terintegrasi oleh Indeks

    Saham Syariah Jepang (DJIJP)?

    E. Tujuan dan Manfaat Penelitian

    Tujuan dari Penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana integrasi

    yang terjadi antara pasar modal di Indonesia, Malaysia, Cina, dan Jepang,

    dengan menggunakan data indeks harga pasar modal untuk mengetahui korelasi

    yang terjadi antar pasar modal yang akan memberikan informasi mengenai

    tingkat hubungan sinergi, serta penulis ini melihat kinerja dari ISSI.

  • 10

    Manfaat Penelitian ini adalah Penelitian ini diharapkan akan memberikan

    manfaat untuk pihak-pihak yang terkait dengan penelitian ini, diantaranya:

    1. Bagi Akademisi

    Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi sumber referensi bagi para

    akademisi dan pihak-pihak terkait dengan pendidikan pasar modal dan

    keuangan untuk memperluas wawasan mengenai fenomena integrasi pada

    sector pasar modal syariah. Serta memperkaya wawasan bagi pembacanya

    khususnya pada perkembangan pasar modal.

    2. Bagi Investor

    Memberikan informasi kepada investor tentang integrasi yang terjadi pada

    bursa saham syariah Indonesia di Bursa Efek Indonesia (BEI) serta

    Malaysia, Cina, dan Jepangyang masuk dalam konstituen Dow Jones

    Islamic Index (DJIM)

  • 11

    F. Penelitian Terdahulu

    Tabel 2.1

    Tabel Penelitian Terdahulu

    NO Judul Penelitian Penulis Metode Penelitian Hasil Penelitian

    1 Pengaruh Indeks Harga Saham Global

    Terhadap Indeks

    Harga Saham

    Gabungan

    Fikri Hasibuan,

    Ali dan Taufik

    Hidayat (2011)

    Regresi Linier

    Berganda

    Secara Simultan Indeks

    Nasdaq, Taiex, Nikkei 225,

    dan Kospi berpengaruh

    signifikan, walau secara

    pasrsial hanya Nasdaq dan

    Kospi yang berpengaruh

    2 Analisis Integrasi Pasar Modal

    Kawasan ASEAN

    Dalam Rangka

    Menuju Masyarakat

    Ekonomi ASEAN

    Mafizatun

    Nurhayati

    (2010)

    ARDL

    (Autoregrassive

    Distributed Lag)

    Integrasi terhadap pasar

    modal di lima Negara

    tersebut namun masih

    belum secara penuh.

    3 Integrasi Pasar Modal Indonesia Dan

    Beberapa Bursa

    Dunia (Periode

    Januari 2013-Maret

    2013)

    Jeina Mailangky

    (2013)

    Korelasi Sederhana

    (Bevariet

    Correlation)

    Hasil penelitiannya

    menunjukkan bahwa pasar

    modal Indonesia memiliki

    ketergantungan dengan

    pasar modal Negara maju.

    4 Analisis Pengaruh Efek Luar Negeri

    Terhadap BEI

    Johan Harun

    (2007)

    ARIMA Indeks Bursa Asing

    (Philipines Stock

    Exchange, Thailand Stock

    Exchange berpengaruh

    terhadap IHSG

  • 12

    G. Sistematika Penulisan

    Untuk memberika gambaran secara garis besar tenatng apa yang menjadi isi

    dari penulisan skripsi ini maka dikemukakan susunan dan rangkaian masing-

    masing bab, sebagai berikut:

    BAB I : PENDAHULUAN

    Bab ini menguraikan latar belakang penelitian, rumusan maslah, tujuan,

    manfaat penelitian, serta sistematika penulisan.

    BAB II : TINJAUAN PUSTAKA

    Bab ini berisi tentang landasan teori yang berkaitan dengan penelitian, hasil

    terdahulu yang relevan dengan penelitian, kerangka pemikiran teoritis, dan

    hepotesis.

    BAB III : METODOLOGI PENELITIAN

    Bab ini berisi tentang metodelogi penelitian yang digunakan meliputi variabel

    penelitian dan definisi operasional, penentuan sampel, jenis dan sumber data,

    metode pengumpulan data, dan metode analisa data.

    BAB IV : HASIL DAN PEMBAHASAN

    Bab ini menguraikan tentang deskriptif objek penelitian, analisa data dan

    pembahasnnya.

    BAB V : PENUTUP

    Bab ini menguraikan tentang kesimpulan atas hasil pembahasan analisa dan

    penelitian, dan saran-saran yang bermanfaat untuk penelitian selanjutnya.

  • 13

    BAB II

    LANDASAN TEORI

    A. Investasi

    Seseorang dikatakan sebagai investor bilamana yang bersangkutan bersedia

    untuk tidak mengkonsumsi hari ini atas sesuatu dengan maksud untuk memperoleh

    tingkat konsumsi yang lebih tinggi (baik) di masa mendatang. Jadi, sekilas yang

    dimaksud dengan investasi adalah melakukkan pengorbanan pada hari ini untuk

    memperoleh manfaat lebih baik di waktu yang akan datang.6 Investasi juga dapat

    diartika sebagai menempatkan uang atau dana dengan harapan untuk memperoleh

    tambahan atau keuntungan tertentu atas uanng atau dana tersebut.7

    Investasi pada umumnya dikatagorikan dua jenis yaitu, Real Assets dan

    Financial Assets. Aset riil adalah bersifat berwujud seperti gedung-gedung,

    kendaraan dan sebagainnya. Sedangkan aset keuangan merupakan dokumen

    (surat-surat) klaim tidak langsung memegangnya terhadap aktiva riil pihak yang

    menerbitkan sekuritas tersebut.8

    Tujuan ivestasi adalah mendapatkan sejumlah penadapatan keuntungan. Ada

    beberapa alasan mengapa seseorang melakukkan investasi, antara lain adalah: 9

    6 Tatang Ary Gumanti, Manajemen Investasi Konsep,Teori dan Aplikasi (Jakarta : Mitra

    Wacana Media, 2011), h. 3. 7 Kamaruddin Ahmad, Dasar-dasar Manajemen Investasi dan Portofolio ( Jakarta : PT

    RINEKA CIPTA, Agustus 2004, Cet. Kedua), h. 3. 8 Ibid., h. 2. 9 Ibid., h. 3.

  • 14

    1. Untuk mendapatkan kehidupan yang lebih layak di masa yang akan datang

    seseorang yang bijaksana akan berpikir bagaimana cara meningkatkan taraf

    hidupnya dari waktu ke waktu atau setidak-tidaknya bagaimana berusaha untuk

    mempertahankan tingkat pendapatan yang ada sekarang agar tidak berkurang

    di masa yang akan datang.

    2. Mengurangi tekanan inflasi, dengan melakukkan investasi dalam memilih

    perusahaan atau objek lain, seseorang dapat menghindarkan diri agar kekayaan

    atau harta miliknya tidak merosot nilainya karena digerogoti oleh tingkat

    inflasi.

    3. Dorongan untuk menghemat pajak. Beberapa negara di dunia banyak

    melakukkan kebijakan yang sifatnya mendorong tumbuhnya investasi di

    masyarakat melalui fasilitas perpajakan yang diberikan kepada masyarakat

    yang melakukkan investasi pada bidang-bidang usaha tertentu.

    Saat ini banyak sekali sarana yang dapat digunakan untuk investasi seperti

    dalam aset keuangan intrumen investasi terdiri dari deposito, saham, sukuk, dll.

    Pada dasarnya kegiatan investasi adalah berkaitan dengan risk and return.

    Semakin besar return yang dijanjikan dari suatu instrumen , maka semakin tinggi

    pula risk yang mengikuti return tersebut. Namun instrumen investasi yang

    berpendapatan tetap secara prinsip syariah dilarang. Hubungan antara return dan

    risk dari suatu investasi bergerak searah dan linier.

  • 15

    B. Pasar Modal

    1. Pengertian Pasar Modal

    Pasar modal merupakan bagian integral dari suatu sistem keuangan.

    Istilah pasar biasanya menggunakan kata bursa, exchange, dan market.

    Sementara untuk istilah modal sering digunakan kata efek, securities, dan

    stock. Secara umum, pasar modal dalam arti sempit dipahami suatu tempat

    yang terorganisasi dimana efek-efek diperdagangkan yang disebut Bursa

    Efek. Bursa Efek atau stock exchange adalah suatu sistem yang terorganisasi

    yang mempertemukan penjual dan pembeli efek yang dilakukkan secara baik

    maupun dengan melalui wakil-wakilnya. Fungsi bursa efek ini antara lain

    kontinuitas pasar dan menciptakan harga efek yang wajar melalui mekanisme

    permintaan dan penawaran.10

    Definisi pasar modal dalam arti luas adalah pasar kongkret atau abstrak

    yang mempertemukan pihak yang menawarkan dan memerlukan dana jangka

    menengah dan panjang, yaitu jangka satu tahun ke atas. Pasar modal

    merupakan tempat pertemuan antara penawaran dan permintaan surat

    berharga. Ditempat inilah para pelaku pasar yang punya kelebihan dana

    (investor) melakukkan investasi dalam surat berharga yang ditawarkan oleh

    10 Andri Soemitra, Bank dan Lembaga Keuangan Syariah (Jakarta : Prenadamedia Kencana,

    2009), h. 209.

  • 16

    emiten. Pihak emiten yang membutuhkan dana menawarkan surat berharga

    dengan cara listing terlebih dahulu pada badan otoritas di pasar modal.11

    Menurut beberapa ahli yang dimaksud dengan pasar modal adalah:

    a. Tjipto Darmadji, dkk; adalah pasar untuk berbagai instrumen keuangan

    jangka panjang yang bisa di perjualbelikan dalam bentuk utang ataupun

    modal sendiri.12

    b. Y. Sri Susilo, dkk; pasar modal (capital market) adalah pasar keuangan

    untuk dana-dana jangka panjang dan merupakan pasar yang kongkret. 13

    c. Menurut John Downes dan Jordan Elliot Goodman, pasar modal adalah

    di mana dana modal utang dan ekuitas diperdagangkan . di dalamnya

    termasuk penempatan pribadi sumber-sumber utang dan ekuitas dan juga

    pasar-pasar dan bursa-bursa terorganisasi.14

    Dengan demikian, secara umum dapat dipahami bahwa pasar modal

    merupakan tempat bertemunya pihak yang membutuhkan modal (emiten) dan

    pihak yang memiliki modal (investor) untuk melakukkan transaksi dalam

    rangka penggunaan modal tersebut.

    11 Andri Soemitra, Masa Depan Pasar Modal Syariah di Indonesia (Jakarta : Prenadamedia

    Kencana, 2014), h. 82. 12 Tjipto Darmadji, dkk., Pasar Modal di Indonesia (Jakarta : Salemba Empat, 2000), h. 1. 13 Y. Sri Susilo dkk, Bank dan Lembaga Keuangan Lain (Jakarta : Salemba Empat , 2000), h.

    189. 14 John Downes dan Jordan Elliot Goodman, Kamus Istilah Keuangan dan Investasi, Edisi

    Ketiga ( Jakarta : PT Elex Media Komputindo), h.76

  • 17

    2. Peran dan Manfaat Pasar Modal

    Pasar modal memiliki beberapa peran dan manfaat yang starategis yang

    membuat lembaga ini memiliki daya tarik, tidak saja bagi pihak yang

    memerlukan dana (borrowers) dan pihak yang meminjamkan dana (lenders),

    tetapi juga bagi pemerintahan. Di era globalisasi ini, hampir semua negara

    menaruh perhatian yang besar terhadap pasar modal karena memiliki

    peranan strategis bagi penguat ketahanan ekonomi suatu negara. Pada

    dasarnya terdapat empat peranan stategis dari pasar modal bagi

    perekonomian suatu negara, yakni :15

    a. Sebagai Sumber Penghimpunan Dana

    Pasar modal berfungsi sebagai alternatif sebagai sumber penghimpunan

    dana selain sistem perbankan yang selama ini dikenal merupakan media

    penghimpunan dana secara konvensional. Perusahaan perusahaan yang

    ingin melakukkan perluasan usaha (ekspansi) dapat memperoleh kredit dari

    bank. Namun, ada keterbatasan bank untuk menyalurkan kredit, karena

    bank bank memiliki keterkaitan dengan otoritas moneter yang setiap saat

    melakukan monitoring terhadap jumlah uang yang beredar (money supply)

    untuk menjaga stabilitas moneter. Untuk mengatasi masalah tersebut, maka

    pemerintah merasa perlu menyediakan alternatif pembiayaan lain yang

    setiap saat dapat dimanfaatkan oleh perusahaan-perusahaan tertentu yang

    15 Budi Untung, Hukum Bisnis Pasar Modal (Jakarat : Penerbit Andi, 2011), h. 10.

  • 18

    membutuhkannya. Pembentukan dan pengaktifan pasar modal adalah salah

    satu cara yang di tempuh pemerintah di banyak negara. Dengan

    memanfaatkan sumber dana dari pasar modal tersebut, perusahaan dapat

    terhindar dari kondisi dept to equity ratio yang terlalu tinggi.

    b. Sebagai Alternatif Investasi Para Pemodal/Investor

    Jika tidak ada pilihan investasi lain, maka para pemodal hanya

    menginvestasikan dananya dalam sistem perbankan atau pada real assets.

    Namun, dengan adanya pasar modal, memberikan kesempatan kepada para

    pemodal untuk membentuk portofolio investasi (mengkombinasikan dana

    pada berbagai kemungkinan investasi) dengan mengharapkan keuntungan

    yang lebih dan sanggup menanggung sejumlah resiko tertentu

    yangmungkin terjadi.

    Investasi di pasar modal lebih fleksibel. Setiap pemodal dapat melakukan

    pemindahan dananya dari satu perusahaan ke perusahaan lain, atau dari

    satu industri ke industri ke industri lain sesuai dengan perkiraan akan

    keuntungan yang diharapkan seperti deviden dan atau capital gain dan

    preferensi mereka atau resiko dari saham-saham tersebut. Oleh karena itu,

    pasar modal memungkinkan terjadinya alokasi dana yang efisien.

  • 19

    c. Penghimpunan Dana Modal Pasar Modal Relatif Rendah

    Dalam melakukkan penghimpunan dana, perusahaan membutuhkan biaya

    yang relatif kecil jika diperoleh melalui penjualan saham daripada

    meminjam ke bank. Misalnya bank menawarkan deposito dengan tingkat

    bunga 15%, artinya biaya penghimpunan dana bagi bank adalah 15%

    pertahun. Seandainya bank tersebut menjual dana tersebut dalam bentuk

    kredit dengan tingkat bunga sebesar 21% per tahun, maka spread

    (penyebaran) suku bunga sebesar 6% (21% - 6%).

    d. Pasar Modal Akan Mendorong Perkembangan Investasi

    Dalam perencanaan pembangunan, kebutuhan akan investasi didasarkan

    aras perkiraan tingkat pertumbuhan ekonomi. Kinerja perusahaan yang

    baik di tambah dengan rendahnya transaction cost (biaya transaksi) di

    bursa serta adanya jaminan transparasi investor akan semakin banyak

    berminat untuk menanamkan modalnya di perusahaan tersebut.

  • 20

    3. Struktur Pasar Modal Indonesia

    Struktur pasar modal di Indoensia telah diatur oleh UU No. 8 Tahun 1995

    tentang pasar modal.

    Tabel 2.1

    Sruktur Pasar Modal Indonesia

    Sumber: www.idx.co.id

    Otoritas Jasa Keuangan

    Berada dibawah menteri keuangan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

    merupakan badan yang mrmiliki tugas dan fungsi untuk membina,

    mengatur, dan mengawasi kegiatan yang terjadi di pasar modal. Sejak 2013

    tugas ini telah di berikan kepada OJK yang sebelumnya di berikan kepada

    OTORITAS JASA KEUANGAN

    Bursa Efek

    (Bursa Efek Indonesia BEI)

    Lembaga Kliring & Penjamin

    (Kliring Penjaminan Efek Indonesia

    KPEI)

    Lembaga Penyimpanan &

    Penyelesaian

    Perusahaan Efek Lembaga Penunjang Profesi Penunjang Pemodal

    EMITEN

    PERUSAHAN

    PUBLIK

    REKSADANA

    Penjamin Emisi

    Perantara Pedagang Efek

    Manajer Investasi

    Biro Administrasi

    Efek

    Bank Kustodian

    Wali Amanat

    Pemeringkat Efek

    Akuntan,

    Notaris,

    Penilai,

    Konsultan

    Hukum

    Domestik

    Asing

    http://www.idx.co.id/

  • 21

    Bapepam-LK, secara rinci berikut tugas, fungsi, dan tujuan OJK dapat

    diuraikan sebagai berikut:

    1) OJK mempunyai tugas melakukkan pengaturan dan pengawasan

    terhadap kegiatan jasa keuangan di sektor Perbankan, sektor Pasar

    Modal, dan sektor jasa keuangan.

    2) OJK mempunyai fungsi penyelenggaraan sistem pengaturan dan

    pengawsan yang terintegrasi terhadap keseluruhan kegiatan di sektor

    jasa keuangan.

    3) Terselenggara secara teratur, adil, transaparan dan akuntabel.

    4) Mampu mewujidkan sistem keuangan yang tumbuh secara

    berkelanjutan dan stabil, dan

    5) Mampu melindungi kepentingan konsumen dan masyarakat.

    a. Bursa Efek

    Bursa efek adalah pihak yang menyelenggarakan dan menyediakan sistem

    dan/ atau sarana untuk mempertemukan penawaran jual dan beli efek

    pihak-pihak lain dengan tujuan memperdagangkan efek di anatara

    mereka.16

    16 Andri Soemitra, Bank dan Lembaga Keuangan Syariah (Jakarta : Prenadamedia Kencana,

    2009), h. 119.

  • 22

    b. Lembaga Kliring dan Penjaminan

    Lembaga kliring dan penjaminan adalah pihak yang menyelenggarakan

    jasa kliring dan penjaminan penyelesaian transaksi bursa. Lembaga kliring

    dan penjaminan didirikan dengan tujuan menyediakan jasa kliring dan

    penjaminan penyelesaian transaksi bursa yang teratur, wajar dan efisien.

    Lembaga yang menjalankan fungsi lembaga kliring dan penjaminan di

    Indonesia dijalankan fungsi oleh PT KPEI (PT Kliring dan Penjaminan

    Efek Indonesia). 17

    c. Lembaga Penyimpanan dan penyelesaian

    Lembaga penyimpanan dan penyelesaian di pasar modal Indonesia

    dilaksanakan oleh PT KSEI (PT Konstodian Sentral Efek Indonesia) PT

    KSEI adalah lembaga dalam lingkungan pasar modal Indonesia yang

    mejalankan fungsi sebagai Lembaga Penyimpan dan Penyelesaian (LPP)

    sesuai dengan ketentuan UU No. 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal

    (UUPM).18

    d. Penyelenggara Perdagangan Surat Utang Negara di Luar Bursa Efek

    Penyelenggara Perdagangan Surat Utang Negara di Luar Bursa Efek

    antatra lain Himpunan perdaganagan Surata Utang Negara (Hamdasun)

    yang merupakan Self Regulatory Organization (SRO) yang telah

    mendapatkan izin usaha sebagai penyelengara perdagangan Surat Utang

    17 Ibid., h. 120. 18 Ibid., h. 121

  • 23

    Negara di Luar Bursa Efek dari Bapepam dengan surat Keputusan Ketua

    Bapepam No. Kep-17/PM/2003 tanggal 25 Maret 2003.19

    C. Pengantar Pasar Modal Syariah

    Sebagaimana diketahui bahwa Indonesia merupakan sebuah negara dengan

    penduduk yang mayoritas beragama Islam, oleh karena itu sektor industri pasar

    modal diharapkan bisa mengakomodir dan sekaligus melibatkan peranserta warga

    muslim dimaksud secara langsung untuk ikut aktif menjadi pelaku utama pasar,

    tentunya sebagai investor lokal di pasar modal Indonesia.

    Dengan dikembangkannya produk-produk investasi syariah di pasar modal

    Indonesia, diharapkan bisa mewujudkan pasar modal Indonesia menjadi suatu

    market yang bisa menarik para investor yang ingin berinvestasi dengan

    memperhatikan kesesuaian produk atau instrumen yang sejalan dengan kaedah-

    kaedah ajaran Islam. Hal ini tidak hanyan terhadap investor lokal akan tetapi yang

    tidak kalah pentingnya adalah hal ini diharapkan pula bisa memberikan daya tarik

    tersendiri terhadap minat investor dari macan negara.

    Dalam ajaran Islam, bahwa kegiatan berinvestasi dapat dikatagorikan sebagai

    kegiatan muamalah itu hukumnya boleh selagi tidak ada dalil yang

    mengharamkannya. Dengan demikian pembentukan dan perkembangan pasar

    modal syariah harus bersumber hukum Al-Quran dan Al-Hadist.

    19 Ibid, h. 121

  • 24

    Berdasarkan definisi diatas maka dapat disimpulkan pasar modal syariah (

    Islamic stock exchange) adalah kegiatan yang berhubungan dengan perdagangan

    efek syariah perusahaan public yang berkaitan dengan efek yang diterbitkannya,

    serta lembaga profesi yang berkaitan dengannya, dimana semua produk dan

    mekanisme operasionalnya berjalan tidak bertentangan dengan hukum muamalat

    Islamiyah. Pasar modal syariah dapat juga diartikan sebagai pasar modal yang

    menerapkan prinsip-prinsip syariah.20

    Salah satu hal yang dibahas dalam ilmu fiqih adalah pembahasan tentang

    muamalah, yaitu hubungan diantara manusia yang terkait dengan perniagaan.

    Berdasarkan hal tersebut maka kegiatan pasar modal syariah dikembangkan

    dengan basis fiqih muamalah. Didalam fiqih muamalah terdapat kaidah yang

    menyatakan bahwa pada dasarnya, semua bentuk muamalah boleh dilakukkan

    kecuali ada dalil yang melarangnya. Konsep inilah yang menjadi prinsip pasar

    modal syariah.

    20 Abdul Hamid, Pasar Modal Syariah ( Jakarta : LemLit UIN Jakarta, 2009), h. 38.

  • 25

    Prinsip syariah adalah prinsip yang sesuai dengan Al-Quran dan Al-Hadist, di

    Indonesia pasar modal syariah diatur oleh DSN-MUI.

    Gambar 2.1

    Prinsip Pasar Modal Syariah

    Sumber : www.bapepam.go.id

    1. Prinsip Dasar di Pasar Modal Syariah Indonesia

    Sebagaimana telah diketahui bahwa pasar modal syariah di Indonesia

    mengacu pada prinsip-prinsip syariah yang berdasarkan Al-Quran dan

    Hadist. Apabila kita melihat dalam Al-Quran dan Hadist sebagai sumber

    http://www.bapepam.go.id/

  • 26

    utama Islam maka kita dapat melihat beberapa ketentuan mengenai hal

    tersebut :

    ... Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba... (QS

    2:275)

    Hai orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta

    sesamamu dengan jalan yang bathil, kecuali dengan jalan perniagaan yang

    berlaku dengan suka sama suka diantara kamu... (QS 4:29)

    Hai orang beriman, penuhilah akd-akad itu... (QS 5:1)

    Rasulullah SAW melarang jual beli (yang mengandung) gharar (HR Al

    Baihaqi dari Ibnu Umar)

    Tidak boleh menjual sesuatu hingga kamu memiliki (HR Baihaqi dari

    Hukaim bi Hizam)

    Berdasarkan Al-Quran, Hadist dan pendapat para ahli Fiqh (ajaran

    Islam), sesuatu yang diharamkan adalah : 21

    a. Haram karena bendanya (zatnya)

    Pelanggaran kegiatan muamalah ini disebabkan karena benda atau zat

    yang menjadi objek dari kegiatan tersebut berdasarkan ketentuan Al-

    Quran dan Hadist telah dilarang/ diharamkan. Benda-benda tersebut,

    21 Basic Training: Fiqh and Instrument on Islamic Capital Market

  • 27

    antara lain: 1. Babi, 2. Khamr (minuman keras), 3. Bangkai binatang,

    4. Darah.

    b. Haram selain karena bendanya (zatnya)

    Pengertian dari pelanggaran atas kegiatan ini adalah suatu kegiatan

    yang objek dari kegiatan tersebut bukan merupakan benda-benda yang

    di haramkan karena zatnya artinya benda-benda tersebut benda-benda

    yang dibolehkan (dihalalkan). Akan tetapi benda tersebut menjadi

    diharamkan disebabkan adanya unsur:

    1) Tadlis

    2) Taghir/ Gharar

    3) Riba

    4) Terjadinya : Ikhtikar dan Bay Najash

    c. Tidak sah akadnya

    Seperti halnya dengan pengharaman disebabkan karena selain zatnya

    maka pada kegiatan ini benda yang dijadikan objeknya adalah benda

    yang berdasarkan zatnya dikatagorikan halal (di bolehkan tetapi benda

    tersebuut menjadi haram di sebabkan akad atau perjanjian yang

    menjadikan dasar atas transaksi tersebut dilarang/ diharamkan oleh

    ajaran Islam.

    Perjanjian-perjanjian tersebut, antara lain:

    1) Taaluq

  • 28

    2) Terjadi suatu perjanjian dimana pelaku, objek dan periodenya

    sama.

    Selain ajaran-ajaran dari Al-Quran dan Hadist, pasar modal syariah

    di Indonesia juga diatur oleh Undang-undang Pasar Modal No. 8 Tahun

    1995. Bapepam-LK selaku regulator pasa modal di Indonesia, memiliki

    beberapa peraturan khusus terkait pasar modal syariah, sebagai berikut:

    1) UU No.19 Tahun 2008 tentang Surat Berharga Syariah Negara

    2) Peraturan Nomor II.K.1 tentang Kriteria dan Pernerbitan Daftar

    Efek Syariah

    3) Peraturan Nomor IX.A.13 tentang Penerbitan Efek Syariah

    4) Peraturan Nomor IX.A.14 tentang Akad-akad yang digunakan

    dalam Penerbitan Efek Syariah.

    Selain peraturan yang berdasarkan dari Al-Quran dan Hadist, serta

    peraturan UU NO.18 Tahun 1995, pasar modal di Indonesia juga

    terdapat fatwa yang dapat dijadikan sebagi rujukan ditetapkannya efek

    syariah. Landasan fatwa ini di keluarkan oleh Dewan Syariah Nasional

    MUI (DSN-MUI), fatwa ini diperlukan sebagai dasar untuk menetapkan

    prinsip-prinsip syariah yang dapat diterapkan di pasar modal. Sampai

  • 29

    dengan saat ini, pasar modal syariah di Indonesia telah memiliki

    landasan fatwa sebagai berikut : 22

    1) Fatwa DSN-MUI No. 20/DSN-MUI/IX/2001 tentang Pedoman

    Pelaksanaan Investasi Untuk Reksadana Syariah.

    2) Fatwa DSN-MUI No. 32/DSN-MUI/IX/2002 tentang obligasi

    syariah.

    3) Fatwa DSN-MUI No. 33/ DSN-MUI/IX/2002 tentang Obligasi

    Syariah Mudharabah.

    4) Fatwa DSN-MUI No. 40/ DSN-MUI/ X/2003 tentang Pasar Modal

    dan Pedoman Umum Penerapan Prinsip Syariah di Bidang Pasar

    Modal.

    5) Fatwa DSN-MUI No. 41/DSN-MUI/III/2004 tentang Obligasi

    Syariah Ijarah.

    6) Fatwa DSN-MUI No. 59/DSN-MUI/V/2007 tentang Obligasi

    Syariah Mudharabah Konversi.

    7) Fatwa DSN-MUI No. 65/DSN-MUI/III/2008 tentang Hak Memesan

    Efek Terlebih Dahulu (HMETD) Syariah.

    8) Fatwa DSN-MUI No. 66/DSN-MUI/III/2008 tentang Waran Syariah.

    22 Andri Soemitra, Bank dan Lembaga Keuangan Syariah (Jakarta : Prenadamedia Kencana,

    2009), h. 163.

  • 30

    9) Fatwa DSN-MUI No. 69/DSN-MUI/VI/2008 tentang Surat Berharga

    Syariah Negara (SBSN).

    10) Fatwa DSN-MUI No. 70/DSN-MUI/VI/2008 tentang Metode

    Penerbitan SBSN.

    11) Fatwa DSN-MUI No. 72/DSN-MUI/VI/2008 tentang SBSN Ijarah

    Sale and Lease Back.

    12) Fatwa DSN-MUI No. 76/DSN-MUI/VI/2010 tentang SBSN Ijarah

    Asset To Be Leased.

    13) Fatwa DSN-MUI No. 80/DSN-MUI/III/2010 tentang Penerapan

    Prinsip Syariah dalam Mekanisme Perdagangan Reguler Bursa Efek.

    14) Fatwa DSN-MUI No. 82/DSN-MUI/VIII/2011 tentang Perdagangan

    Komoditi Berdasarkan Prinsip Syariah.

    15) Fatwa DSN-MUI No. 94/DSN-MUI/IV/2014 tentang Repo Surat

    Berharga Syariah (SBS) Berdasarkan Prinsip Syariah.

    16) Fatwa DSN-MUI No. 95/DSN-MUI/VI/2014 tentang SBSN

    Wakalah.

    D. Produk Pasar Modal Syariah

    Pada dasarnya produk di pasar modal berupa surat berharga (efek), begitu pula

    dengan produk di pasar modal syariah yang berupa surat berharga (efek) yang

    diperjualbelikan melalui pasar modal. Efek adalah setiap surat pengakuan utang ,

    surat berharga komersial, saham, obligasi, sekuritas kredit, tanda bukti utang,

  • 31

    right, warrans, opsi atau setiap derivatif dari efek atau instrumen yang ditetapkan

    oleh Bapepam-LK sebagai efek.23

    Sedangkan pasar modal syariah secara khusus memperjualbelikan efek syariah.

    Efek syariah adalah efek yang akad, pengelolaan, perusahaan, maupun

    penerbitannya memenuhi prinsip-prinsip syariah yang didasarkan atas ajaran Islam

    yang penempatannya dilakukkan oleh DSN-MUI dalam bentuk fatwa. Sampai saat

    ini efek syariah yang telah di terbitkan di pasar modal Indonesia meliputi Saham

    Syariah, Sukuk, Reksa Dana Syariah, Efek Beragun Aset Syariah, Hak Memesan

    Efek Terlebih Dahulu (Right Issue), dan Warran Syariah.

    1. Saham Syariah

    Saham syariah adalah sertifikat yang menunjukkan bukti kepemilikikan

    suatu perusahaan yang diterbitkan oleh emiten yang kegiatan usah maupun cara

    pengelolaannya tidak bertentangan dengan prinsip syariah.24

    Di Indonesia, prinsip-prinsip penyertaan modal secara syariah tidak

    diwujudkan dalam bentuk saham syariah maupun non-syariah, melainkan

    berupa pembentukan indeks saham yang memenuhi prinsip-prinsip syariah.25

    Dalam hal ini, di Bursa Efekk Indonesia terdapat Indeks Saham Syariah

    Indonesia (ISSI) yang merupakan indeks saham yang mencerminkan

    23 Ibid., h. 133. 24 Fatwa DSN No.40/DSN-MUI/X/2003 , Pasar Modal dan Pedoman Umum Penerapan

    Prinsip Syariah di Bidang Pasar Modal. 25 Andri Soemitra, Bank dan Lembaga Keuangan Syariah (Jakarta : Prenadamedia Kencana,

    2009), h.138

  • 32

    keseluruhan saham syariah. Keseluruhan saham syariah yang berada di ISSI

    dan tercatat di BEI semuanya terdaftar dalam Daftar Efek Syariah (DES).

    Secara umum perusahaan yang akan menerbitkan efek syariah harus

    memenuhi hal-hal berikut :26

    a. Dalam anggaran dasar dimuat ketentuan bahwa kegiatan usaha serta secara

    pengelolaan usahanya dilakukan berdasarkan prinsip-prinsip syariah pasar

    modal.

    b. Jenis usaha, produk barang, jasa yang diberikan, aset yang dikelola, akad,

    dan cara pengelolaan emiten atau perusahaan publik yang dimaksud tidak

    bertentangandengan prinsip-prinsip syariah di pasar modal.

    c. Emiten atau perusahaan publik memiliki anggota direksi dan anggota

    komisaris yang mengerti kegiatan-kegiatan yang bertentangan dengan

    prinsip-prinsip syariah di pasar modal.

    2. Sukuk (Obligasi Syariah)

    Sukuk yang juga di kenal dengan obligasi syariah merupakan efek syariah

    berupa sertifikat atau bukti kepeemilikan yang bernilai sama dan mewakili

    bagian penyertaan yang tidak terpisahkan atau tidak terbagi atas kepemilikan

    aset berwujud tertentu, nilai manfaat dan jasa atas aset proyek tertentu atau

    aktivitas investasi tertentu.

    26 Peraturan Bapepam-LK No.IX.A.13 Tentang Penerbitan Efek Syariah.

  • 33

    Sukuk atau obligasi syariah sesuai dengan Fatwa Dewan Syariah Nasional

    No. 32/DSN-MUI/IX/2002 adalah surat berharga jangka panjang berdasarkan

    prinsip syariah yang dikeluarkan emiten kepada pemegang obligasi syariah

    yang mewajibkan emiten untuk membayar pendapatan kepada pemegang

    obligasi syariah berupa bagi hasil/Fee/ margin, serta membayar kembali dana

    obligasi pada saat jatuh tempo.

    Setiap sukuk yang diterbitkan harus mempunyai aset yang menjadi dasar

    pendukung (underlying asset) berupa sejumlah tertentu sebagai dasar

    penerbitan sukuk. Selain itu, sukuk juga harus di struktur secara syariah agar

    instrumen keuangan ini aman dan terbebas dari riba, gharar,dan maysir.

    Berbagai jenis sukuk yang dikenal secara internasional dan telah

    mendapatkan endorsment dari The Accounting and Auditing Organisation for

    Islamic Financial Istitutions (AAOIFI) dan di adobsi dalam UU No. 19 Tahun

    2008 tentang SBSN, antara lain : 27

    a. Sukuk Ijarah, yaitu sukuk yang diterbitkan berdasarkan perjanjian atau

    akad Ijarah di mana satu pihak bertindak sendiri atau melalui wakilnya

    menjual atau menyewakan hak manfaat kepada pihak lain berdasarkan

    harga dan periode yang disepakati, tanpa diikuti dengan pemindahan

    kepemilikan aset itu sedniri. Sukuk ijarah dibedakan menjadi Ijarah Al-

    27 Andri Soemitra, Bank dan Lembaga Keuangan Syariah (Jakarta : Prenadamedia Kencana,

    2009), h.143

  • 34

    Muntahiya Bittamlik (Sale and Lease Back) dan Ijarah Headlease and

    Sublease.

    b. Sukuk Mudharabah, yaitu sukuk yang diterbitkan berdasarkan perjanjian

    atau akad Mudharabah di mana satu pihak menyediakan modal (rab al-

    maal) dan pihak lain yang menyediakan tenaga dan keahlian (midharib),

    keuntungan dari kerja sama tersebut akan dibagi berdasarkan perbandingan

    yang telah disetujui sebelumnya. Kerugian yang timbul ditanggung

    sepenuhnya oleh pihak yang menjadi penyedia modal.

    c. Sukuk Musyarakah, yaitu sukuk yang diterbitkan berdasarkan perjanjian

    atau akad Musyarakah di mana dua pihak atau lebih bekerja sama

    menggabungkan modal untuk membangun proyek baru, mengembangkan

    proyek yang telah ada, atau membiayai kegiatan usaha. Keuntungan

    maupun kerugian yang timbul ditanggung bersama sesuai dengan jumlah

    partisipasi modal masing-masing pihak.

    d. Sukuk Istisna, yaitu sukuk yang diterbitkan berdasarkan perjanjian atau

    akad Istisna dimana para pihak menyepakati jual-beli dalam rangka

    pembiayaan dalam suatu proyek/barang. Adapun harga, waktu penyerahan,

    dan spesifikasi barang /proyek ditentukan terlebih dahulu berdasarkan

    kesepakatan.

  • 35

    3. Reksa Dana Syariah

    Reksa dana syariah adalah reksa dana yang beroprasi menurut ketentuan

    dan prinsip-prinsip Syariah Islam, baik dalam bentuk akad antara pemodal

    sebagai pemilik harta dengan manajer investasi, begitu pula pengelolaan dana

    investasi sebagai wakil pemilik harta, maupun antar Manajer Investasi sebagai

    wakil pemilik harta dengan pengguna investasi.28 Sedangkan dalam peraturan

    Bapepam LK No. IX.A.13 Reksa Dana Syariah didefinisikan sebagai reksa

    dana sevagaimana dimaksud dalam UUPM dan peraturan pelaksanaannya yang

    pengelolaannya tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip syariah di pasar

    modal.

    Mekanisme transaksi Reksa Dana dalam konsep Fiqh Muamalah berjalan

    dengan menggunakan akad wakalah yaitu antara investor dan manajer investasi

    dan Mudharabah antara Manajer Investasi dengan perusahaan.

    Pada prinsipnya pelaksanaan reksadana syariah dipasar modal syariah

    harus sesuai dengan prinsip-prinsip syariah, yaitu:29

    a. Pemilihan portofolio investasi yang sesuai dengan syariah

    Dimana dalam pemilihan portofolio efek harus didasarkan pada prinsip

    keuangan Islam yaitu menghindari dari unsur riba, gharar dan maysir dan

    transaksi-transaksi yang batil.

    28 Ibid,. h.150

    29 Abdul Hamid, Pasar Modal Syariah ( Jakarta : LemLit UIN Jakarta, 2009), h. 86.

  • 36

    b. Larangan Riba

    Islam melarang riba sudah diketahui bersama, dan pelarangan ini bukan

    hanya untuk muslim tetapi juga dilarang dalam ajaran lain selain Islam.

    Walaupun masih terdapat perbedaan pandangan terhadap bunga akan tetapi

    pelarangan riba telah tercantum jelas didalam Al-Quran Surta Al-Baqarah

    : (275-290).

    c. Larangan Gharar

    Gharar atau transaksi yang tidak jelas adalah sebagian dari sistem judi. Judi

    adalah permainan tentang kesepakatan, yaitu dimana tidak ada

    kemungkinan untuk memprediksi keuntungan. Didalam hadisy Rasulullah

    mengatakan :

    Rasulullah saw melarang jual beli dengan hasah dan penjualan

    Gharar(HR. Muslim) dan Dilarang menjual ikan dalam laut, yang

    seperti itu Gharar. (HR. Ibn Hambal)

    Dari hadist diatas dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud dengan Gharar

    adalah sesuatu yang mengandung ketidakpastian yang dapat menimbulkan

    kerugian transaksi atau akad semacam ini dilarang dalan Islam.

    d. Larangan investasi pada makanan dan minuman yang tidak halal

    Al-Quran telah menjelaskan bahwa barang yang haram adalah khamar,

    babi, darah bangkai. Al-Quran memberikan landasan kepada muslim

  • 37

    untuk memilih makanan dan minuman selain dilarang dengan tetap

    mengendapkan prinsip maslahah.

    e. Prinsip Keseimbangan

    Syariah menekankan kepada umatnya untuk menjaga keseimbangan dalam

    segala hal yang dilakukkan. Didalam semua aspek hukum yang berkaitan

    dengan tingkah laku manusia muslim harus bersikap membangun

    (seimbang) bukan perusak termasuk juga dalam makanan dan minuman.

    Landasan ini dapat dijadikan acuan bagi muslim terutama dalam

    bertransaksi dipasar modal sehingga terhindar dari sikap serakah dan

    melakukkan tindakan-tindakan yang dilarang syariah.

    f. Prinsip Etika

    Etika merupakan yang ditekankan dalam syariah. Islam bukan hanya

    membahas tentang bagaimana etika dan moral yang baik akan tetapi juga

    memberukan guidelines tentang hal-hal yang daoat mencegah tindakan

    yang tidak etis dan bermoral dalam berbagai aspek. Hal-hal yang jelas tidak

    diperbolehkan adalah insidet trading, manipulasi pasar yang seringkali

    terjadi karena keserakahan manusia.

    g. Kepemilikan penuh

    Artinya syariah melarang kita bertindak curang, dan menjual barang yang

    tidak kita miliki. Seperti prilaku short selling yang biasa terjadi di pasar

    modal.

  • 38

    E. Transaksi yang Dilarang dalam Pasar Modal Syariah

    Pasar modal syariah berbeda dengan pasar modal konvensional, yang

    membedakan antara pasar modal konvensional dan pasar modal syariah adalah

    pasar modal syariah memiliki karakteristik yang tidak dimiliki oleh pasar modal

    konvensional. Karakteristik yang dapat membedakan anatara pasar modal

    konvensional dan pasar modal syariah adalah didalam melakukkan kegiatannya

    harus terhindar dari transaksi-transaksi yang mengandung ketidakpastian (gharar)

    atau penipuan yang akan merugikan pihak-pihak tersebut,oleh karena itu di

    Indonesia transaksi di pasar modal syariah harus sesuai dengan fatwa yang

    dikeluarkan oleh DSN-MUI.

    Transaksi yang diharamkan dalam pasar modal syariah adalah : 30

    1. Preferred Stock (Saham Istimewa)

    Saham istimewa adalah saham yang memberikan hak lebih besar daripada

    saham biasa dalam dividen pada waktu perseroan dilikuidasi. Adapaun

    karakteristik saham preference :

    a) Hak utama atas deviden

    b) Hak utama atas aktiva

    c) Penghasilan tetap

    30 Ibid., h. 48.

  • 39

    d) Jangka waktu yang tidak terbatas

    Alasan mengapa diharamkannya saham preference :

    a) Adanya keuntungan yang bersifat tetap (pre-determined reoenue), hal ini

    termasuk dalam katagori riba.

    b) Pemilik saham preference diperlakukan secara istimewa terutama pada saat

    likuidasi, hal ini bertentangan dengan prinip keadilan.

    2. Forward Contract

    Forward contract adalah merupakan salah satu jenis transaksi yang

    diharamkan karena bertentangan dengan syariah. Forward contract

    merupskan bentuk jual beli hutang yang di dalamnya terdapat unsur riba,

    sedangkan transaksi jual beli dilakukan sebelum tanggal jatuh tempo.

    3. Option

    Option adalah transaksi yang tidak disertai dengan underlyingi asset,

    dengan kata lain objek yang di transaksikan tidak dimiliki oleh pihak

    penjual. Option termasuk dalam katagori gharar (penipuan/spekulasi) dan

    maysir (judi).

    4. Transaksi Margin On Trading

    Transaksi ini adalah dimana pembeli membayar sebgaian harga secara

    tunai, yang sisanya dilunasi dari pinjaman kepada bank melalui perantara

    dengan syarat surat berharga tersebut dijadikan jaminan bagi pialang untuk

  • 40

    melunasi harga pinjaman. Bentuk transaksi ini dilarang karena hl-hal

    berikut :

    a) Kondisi dimana sisa harga ajad yang belum dibayar oleh pembeli harus

    dibayar dengan imbalan berupa bunga, diharamkan secara syariah, karena

    berupa bunga.

    b) Surat berharga yang menjadi objek akad dijadikan jaminan pada pialang

    yang mengambil manfaat dari keuntungan.

    c) Adanya dua akad secara bersamaan dalam satu akad, yaitu akad jual beli

    dan hutang.

    d) Transaksi ini menimbulkan ketidakadilan, karena hanya menguntungkan

    satu pihak dan merugikan pihak pihak yang lain.

    e) Adanya praktik perjudian atas surat berharga.

    5. Transaksi Short Shelling

    Transaksi ini merupakan suatu bentuk transaksi jual beli dimana penjual

    terhadap surat berharga tang belum dimiliki pada waktu akad. Transaksi ini

    dilarang dalam Islam karena memiliki unsur-unsur yang bersifat spekulatif

    dan penipuan.

    F. Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI)

    Indeks saham syariah adalah indikator yang menunjukkan kinerja/pergerakan

    indeks harga saham syariah yang ada di Bursa Efek Indonesia. Sejak 12 MeI 2011,

    BEI mempunyai dua indeks harga saham syariah, yaitu Jakarta Islamic Index (JII)

  • 41

    dan Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI). Indeks Saham Syariah Indonesia

    (ISSI) merupakan indeks saham yang mencerimkan keseluruhan saham syariah

    yang tercatat di BEI (Bursa Efek Indonesia). Konstituen ISSI adalah keseluruhan

    saham syariah yang tercatat di BEI dan terdaftar dalam DES (Daftar Efek Syariah).

    Konstituen ISSI direview setiap 6 bulan sekali (MEI dan November) dan

    dipublikasikan pada awal bulan berikutnya. Konstituen ISSI juga dilakukkan

    penyesuaian apabila ada saham syariah yang baru tercatat atau dihapuskan dari

    DES.31

    Indeks harga saham adalah indikator atau cerminan pergerakan harga saham.

    Indeks merupakan salah satu pedoman bagi investor untuk melakukkan investasi

    di pasar modal, khususnya saham. Korelasi indeks harga saham dalam jangka

    panjang antar pasar modal antar negara digunakan untuk mengetahui tingkat dan

    perkembangan integrasi pasar modal.32

    G. Dow Jones Islamic Market Index (DJIMI)

    Pengembangan pertama indeks Islam dan reksadana saham adalah Amerika

    Serikat, setelah peluncuran The Amana Fund oleh The North American Islamic

    Trust sebagai reksadana saham pertama di dunia pada tahun 1986. Tiga tahun

    kemudian Dow Jones Index Meluncurkan Dow Jones Islamic Market Index

    31 Saham Syariah,Indonesia Sharia Stock Indeks (ISSI), artikel di akses pada 20 Maret 2015

    dari http://www.idx.co.id/id-id/beranda/produkdanlayanan/pasarsyariah/indekssahamsyariah.aspx 32 Jeina Mailanky, Integrasi Pasar Modal dan Beberapa Bursa di Dunia (Jurnal EMBA Vol.1

    No.3 September 2013), h.724.

  • 42

    (DJIM). Sharia Survervisory Board (SSB) dari Dow Jones Islamic Market Index

    (DJIM) melakukkan penyaringan terhadap saham-sahan yang halal berdasarkan

    aktivitas bisnis dan rasio finansialnya. SSB secara lebih spesifik langsung

    mengeluarkan perusahaan yang memiliki usaha dalam bidang-bidang berikut :33

    1. Alkohol

    2. Rokok/Tobacco

    3. Daging Babi

    4. Jasa Keuangan Konvensional

    5. Pertahanan dan persenjataan

    6. Hiburan (Hotel,kasino/perjudian, cinema, musik)

    Selanjutnya saringan kedua berupa ketentuan atas rasio financial untuk

    mengeluarkan perusahaan-perusahaan dengan utang dan/atau tingkat pendapatan

    dari bunga. Perusahaan akan dikeluarkan dari DJIM indeks jika:

    1. Total utang/ Total Asset = atau > 33%

    2. Total Piutang/Total Aset = atau > 47%

    3. Non Operating Interest Income /Operating Income = atau > 9%

    Pada februari 1999, Dow Jones meluncurkan Pasar Index Pertamanya. Dow

    Jones Islamic Market Index (DJIMI) merupakan tolak ukur dari saham Islam di

    dunia. DJIM merupaka bagian dari Dow Jones Global Index, yang didalamnya

    33 Achsien, Investasi Syariah di Pasar Modal Menggagas Konsep dan Praktek Manajemen

    Portifolio Syariah, Jakarta: Gramedia, 2000, h. 32

  • 43

    terdapat 34 negara dan mencangkup 10 sektor ekonomi, 18 sektor pasar, 51

    kelompok dan 89 subkelompok industri. Dow Jones Islamic Market Index tidak

    memasukkan bursa index kelompok industri yang bertentangan dengan prinsip

    Islam34. Dow Jones Islamic Market merupakan pasar yang luas, blue-chip, strategi

    dan indeks tematik yang telah lulus dari peraturan yang berbasis syariah.35

    Dow Jones Islamic Market Index (DJIMI) diciptakan dan dipelihara

    berdasarkan metodologi yang konsisten. Diawasi oleh dewan pakar-pakar Islam

    yang memberi masukan pada Dow Jones dalam hal kepatuhan terhadap

    komponen-komponen persyaratan indeks.

    Dow Jones Indeks memiliki kontrak dengan Ratings Intelligence Partners (RI)

    untuk memonitori dan menyaring saham berdasarkan dari hukum syariah. Ratings

    Intelligence Partners berasal dari perusahan konsultan di London yang berasal dari

    Kuwait secara khusus mengatasi solusi investasi pasar Islam secara global. Tim

    tersebut terdiri dari peneliti yang berkualitas yang bekerja secara langsung dengan

    Dewan Pengawas Syariah. Hal ini terus bekerja sama dengan bank-bank regional

    untuk menciptakan produk syariah yang berkualitas dan memperluas penawaran

    investasi.

    Dow Jones Islamic Market Index diawasi oleh Dewan Pengawas Syariah, yang

    merupakan Dewan Ulama Islam yang melayani untuk menafsirkan masalah bisnis

    34 Guide to the Dow Jones Islamic Market Index, Juni 2003, h. 2 . 35 Dow Jones Islamic Market Indices Methodology, Juni 2015, h.4.

  • 44

    dan merekomendasikan tindakan yang berkaitan dengan keputusan bisnis untuk

    indeks. Anggota dari Dewan Pengawas Syariah tersebut adalah :

    Shaykh Nizam Yaquby (Bahrain)

    Shaykh Dr. Mohd Daud Bakar (Malaysia)

    Shaykh Dr. Mohamed A. Elgari (Saudi Arabia)

    Shaykh Abdul Sattar Abu Ghuddah (Syria)

    Shaykh Yusuf Talal DeLorenzo (United States)

    Komposisi DJIMI dievaluasi setiap tiga bulan (secara kuartal) dengan

    perubahan-perubahan yang diimplementasikan pada jumat ketiga bulan maret,

    juni, september, dann desember. Data pasar pada akhir januari, april, juli dan

    oktober digunakan sebagai dasar untuk proses revisi. Proses evaluasi dilaksanakan

    dengan mengulang kriteria dan komponen umum proses seleksi, sebagaimana

    yang telah dijelaskan sebelumnya. Sebagai tambahan dari evaluasi berdasarkan

    proses berjalan. Suatu perubahan pada indeks diperlukan jika terjadi kejadian luar

    biasa seperti kebangkrutan, merger, dan pengambilalihan yang mempengaruhi

    komponen indeks. Selanjutnya, saat ada masalah-masalah baru dan hal tersebut

    ditambahkan pada indeks-indeks Global Dow Jones, hal tersebut juga dievaluasi

    berdasarkan kriteria DJIMI untuk menentukan apakah akan dimasukkan dalam

    DJIMI.

  • 45

    Telah dibahas sebelumnya bahwa pengeluaran bagian-bagian bisnis yang

    penting dari pendanaan portofolio Islam mengakibatkan risiko kehilangan bagian

    tertentu dari keseluruhan kinerja, karena perusahaan-perusahaan minuman kersa

    secara umum dapat bertahan dengan baik pada keadaan resesi global saat ini dan

    juga diantara perusahaan-perusahaan terbaik lainnya. DJIMI mampu mendeteksi

    tanda-tanda adanya masalah dalam saham mereka dari indeks-indeks Islam.36

    H. Integrasi Pasar Modal

    Integrasi pasar modal merupakan suatu keadaan dimana harga-harga saham di

    berbagai pasar modal di dunia mempunyai hubungan yang sangat dekat (closely

    corralated) antara suatu pasar modal dengan pasar modal lainnya di dunia,

    sehingga pasar modal di dunia dapat mencapai suatu harga internasional

    (international pricing) atas ssahm-saham mereka dan memberikan akses yang

    tidak terbatas atau hambatan apapun kepada para investor diseluruh dunia untuk

    memilikinya.37

    Integrasi pasar terjadi apabila dua pasar yang terpisah memiliki pergerakan

    indeks harga yang sama dan memiliki korelasi diantara pergerakannya38.

    36 Hasbulloh Al-Ghazaly, Perkembangan Saham Syariah artikel diakses pada 30 Juni 2015

    dari http: // hasbulloh-ghazaly.blogspot.com/2008/11/perkembangan-saham-syariah-didunia.html?m=1 37 Jeina Mailanky, Integrasi Pasar Modal dan Beberapa Bursa di Dunia (Jurnal EMBA Vol.1

    No.3 September 2013), h.723. 38 Michel G.Plummer, The EU and ASEAN: Real Integration and Lessons in Financial

    Cooperation, (The World Economy, Wiley Blackwell, Vol. 25 (10), h. 1473.

  • 46

    Pergerakan harga saham tersebut disebabkan oleh beberapa faktor baik yang

    berpengaruh secara langsung maupun tidak langsung berpengaruh, misalkan

    volume perdagangan saham, persepsi dari investor dan berbagai berita

    fundamental. Harga dari saham individual mereflesikan dari harapan investor dan

    ketakutan terhadap kondisi yang akan datang, pergerakan harga saham dapat

    berupa gelombang naik turun yang selalu aktif. Dengan drajat integrasi pasar

    saham integrasi pasar saham internasional yang semakin meningkat, manfaat

    diversifikasi akan cenderung menurun. Bagaimanapun integrasi pasar saham

    regional akan lebih menarik bagi investor internasional yang akan berinvestasi

    pada kawasan yang memiliki keunggulan, antara lain likuiditas saham yang tinggi

    dan biaya transaksi yang rendah.39

    Pengertian terintegrasi terbagi atas integrasi dalam arti sempit dan integrasi dalam

    arti luas. Integrasi dalam arti sempit berarti pasar ekuiti dihubungkan dengan piranti

    dunia selama 24 jam dalam satu hari, baik untuk perdagangan ekuiti maupun produk-

    produk derivatifnya, dan secara komputerisasi atau tidak. Integrasi dalam arti yang

    lebih luas berarti harga saham di berbagai pasar modal dunia memiliki korelasi yang

    semakin erat (positif). Integrasi dalam arti yang paling luas berarti perusahaan mampu

    membuat saham mereka mencapai harga internasional berdasarkan akses yang tak

    terbatas bagi semua investor.40

    39 Endri, Integrasi Pasar Saham Kawasan Perdagangan Bebas ASEAN CHINA, ( Jurnal

    Manajemen Bisnis, Vol. 2; No.2; Agustus November, 2009), h.122 40 Yulianti S.H dan Handoyo P, Manajemen Keuangan Internasional ( Yogyakarta : Andi,

    2005,) Edisi Kedua, h.280.

  • 47

    I. Kerangka Penelitian

    Terintegrasinya suatu negara dengan negara yang lain akan semakin membuat

    negara tersebut lebih efektif karena akan membuka peluang bagi negara lain untuk

    bergabung dalam mengelola perekonomian di negaranya Berikut secara ringkas

    kerangka pemikiran dari penulisan penelitian ini :

    Indeks Harga DJIMY

    Indeks Harga DJIJP

    Indeks Harga DJIGRC

    Indeks Harga ISSI

  • 48

    BAB III

    METODE PENELITIAN

    A. Ruang Lingkup Penelitian

    Ruang lingkup dari penelitian ini adalah Pasar Modal Syariah yang terdapat di

    beberapa negara yaitu Indonesia, Malaysia, Cina dan Jepang. Empat Negara

    tersebut diguanakan karena faktor wilayah yang masih dalam lingkup Asia dan

    indeks yang digunakanpun adalah indeks sahama syariah yang tercatat dalam Dow

    Jones Islamic Market Indeks, dari banyaknya jumlah penduduk muslim yang

    berada dimasing-masing Negara tersebut, dan faktor lainnya.

    Selain itu negara- negara tersebut terpilih berdasarkan pengamatan peneliti

    mengenai perkembangannya dalam sektor pasar modal dan yang lainnya, secara

    singkat alasan tersebut peneliti uraikan sebagai berikut:

    Indonesia adalah salah satu negara yang mayoritas penduduknya memeluk

    Agama Islam yaitu sebanyak 87,18%, yang seharusnya jika dilihat dari besarnya

    penduduk muslim di Indonesia sangat memungkinkan untuk memiliki pasar modal

    syariah dengan tujuan agar para investor muslim dapat ikut berkontribusi dalam

    pembangunan negara melalui pasar modal yang sesuai dengan syariat islam.Selain

    itu, dengan besarnya jumlah penduduk muslim di Indonesia diharapkan dapat

    meningkatkan sektor-sektor keuangan syariah di Indonesia. Jadi sudah seharusnya

  • 49

    jika sektor pasar modal syariah di Indonesia memiliki jumlah investor yang besar

    dan mempunyai sektor keuangan syariah yang sangat baik, jika dilihat dari

    banyaknya penduduk Indonesia yang memeluk Agama Islam di Indonesia. Maka

    dari itu untuk menarik para investor domestik di Indonesia, pemerintah Indonesia

    harus dapat menarik para investor domestik dengan kebijakan yang menarik bagi

    investor,dan memberika edukasi mengenai sektor keuangan syariah khususnya

    sektor pasar modal syariah. Perkembangan Pasar di Indonesia dimulai sejak tahun

    1997 dengan menerbitkan Reksa Dana Syariah yang diikuti diterbitkannya

    Obligasi Syariah pada tahun 2002 dan pada tahun 2000 di terbitkannya Jakarta

    Isalamic Index (JII), setelah mengalami perkembangan OJK dan DSN-MUI

    menerbitkan Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) pada Mei 2011.

    Malaysia adalah Negara yang maju dalam hal finansial, hal ini dapat dilihat dari

    perkembangan dunia finansial dan investasi Islam di Malaysia, sekaligus didukung

    oleh komitmen dari pemimpin Negara baik politik, sosial, maupun ekonomi. Pasar

    Modal Syariah di Malaysia terbentuk pada awalnya karena besarnya permintaan

    pasar pada awal tahun 90-an. Keberhasilan penerapan perbanksan syariah memicu

    investor untuk dapat berinvestasi sesuai dengan kaidah kaidah investasi secara

    Islami. Perkembangan investasi syariah di pasar modal Malaysia bisa dikatakan

    baru dimulai setelah pada tahun 1983 Pemerintah Malaysia menerbitkan obligasi

    syariah yang pertama dan cukup sukses. Secara geografis Malaysia merupakan

    Negara yang berdekan dengan Indonesia, yang memungkinkan memiliki

    hubungan yang erat antar suatu perekonomian kedua Negara tersebut. Maka dari

  • 50

    itu peneliti memilih indeks harga saham syariah Malaysia (DJIMY) sebagai salah

    satu variabel untuk menghitung integrasi yang terjadi pada Indeks Saham Syariah

    Indonesia (ISSI).

    China adalah Negara yang memiliki jumlah penduduk terbesar di benua Asia

    dengan rasio 19% dari jumlah penduduk di dunia. Namun hanya sebanyak 21,6

    juta jiwa atau setara dengan 1,6% dari demografi Cina yang memeluk Agama

    Islam. Penduduk muslim di cina masih kedalam kelompok minoritas namun hal

    ini tidak berpengaruh terhadap sektor keuangan Islam di cina yang terus

    mengalami perkembangan yang sangat baik. Index saham syariah di Cina

    (DJIGRC) mulai di terbitkan pada 31 Desember 2005, dengan jumlah penduduk

    muslim yang sedikit namun pada tahun 2005 Cina sudah mengeluarkan DJIGRC

    dan hingga saat ini terus berkembang di sektor keuangan Islam yang lainnya bukan

    hanya pasar modal saja yang dikembangkan. Jika dibandingkan dengan Indonesia

    yang mayoritas penduduknya muslim namun Indonesia baru menerbitkan ISSI

    pada tahun 2011 dan indeks harga DJIGRC sudah mencapai angka 1814.93 pada

    akhir tahun 2014 sedangkan Indonesia indeks harga ISSI hanya mencapai angka

    168.64 pada akhir tahun 2014. Jumlah penduduk muslim di Cina lebih sedikit di

    bandingkan Indonesia namu Cina memiliki Indeks Harga Saham Syariah yang

    lebih tinggi dibandingkan Indonesia yang mayoritas penduduknya adalah Muslim.

    Maka dari itu yang membuat peneliti tertarik untuk memasukan Cina sebagai

    variable untuk menghitung integrasi antara Cina dan Indonesia.

  • 51

    Jepang salah satu Negara yang mayoritas penduduknya adalah penganut atheis

    (tidak memiliki keyakinan Agama), namun bukan berarti di Jepang tidak ada

    penduduk yang memeluk Agama Islam. Sekarang Jumlah Penduduk muslim di

    Jepang diperkirakan hanya 100 ribu jiwa. Ini jumlah yang sangat sedikit jika

    dibandingkan dengan jumlah total rakyat Jepang yang mencapai jumlah 20 juta

    jiwa. Statistik menunjukkan bahwa 80% penduduk Jepang adalah pemeluk Budha

    atau Sinto. Sementara Kristen hanya berjumlah 0,7%.41 Tapi dalam kenyatannya,

    dari empat orang Jepang, hanya satu saja yang mempercayai Agama selebihnya

    adalah penganut atheis. Bahkan deperkirakan 85% pada realita orang Jepang

    adalah atheis sejati. Dan di tengah tengah itulah, muslim Jepang berusaha untuk

    tetap terus berjalan. Jumlah muslim yang sangat sedikit bahkan hampi seluruh

    pennduduk Jepang adalah penganut atheis sejati. Namun, pemerintah Jepang terus

    mendukung dengan perkembangan keuangan syariah meskipun terkesan lambat

    dibandingkan dengan Negara maju lainnya. Kementrian Ekonomi, Perdagangan,

    dan Industri Jepang menjadi indikasi sendiri seriusnya Jepang terjun ke sektor

    keuangan syariah, namun. Nilai Indeks harga saham syariah di Jepang (DJIJP)

    pada akhir tahun 2014 sebesar 1247,11 sedangkan di Indonesia (ISSI) sebesar

    168.64. Maka dari itu yang membuat peneliti tertarik untuk memasukan Jepang

    sebagai variable untuk menghitung integrasi antara Jepang dan Indonesia.

    41 Muslim Jepang Bertahan di Tengah Kaum Atheis, artikel diakses pada 10 Oktober 2015

  • 52

    Analisis masalah pada penelitian ini adalah melihat pengaruh Integrasi Pasar

    Modal Syariah, dengan melihat Indeks Saham Syariah Malayasia Dow Jones

    Islamic Market Malaysia Indeks (DJIMY), Indeks Saham Syariah Jepang Dow

    Jones Islamic Market Japan Indeks (DJIJP), dan China dengan Dow Jones Islamic

    Market Great Republic China Indeks (DJIGRC) terhadap Indeks Saham Syariah

    Indonesia (ISSI). Dalam peneitian ini penulis menggunakan analisi Regresi

    Berganda, variabel yang digunakan adalah Indeks harga saham penutup di akhir

    bulan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan alat analisis SPSS

    Versi 20.

    B. Jenis dan Sumber Data

    Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder, data sekunder

    adalah data yang berasal dari sumber yang sudah ada atau sudah tersedia. Data

    sekunder yang digunakan adalah indeks harga saham penutup di akhir bulan yang

    berasal dari Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI), Dow Jones Islamic Market

    Malaysia Indeks (DJIMY), Dow Jones Islamic Market Indeks (DJIJP) dan Dow

    Jones Islamic Market Greater China Indeks (DJIGRC). Sumber data yang

    digunakan berasal dari www.yahoofinance.com, www.googlefinance.com, dan

    www.marketwatch.com.

    http://www.yahoofinance.com/http://www.googlefinance.com/http://www.marketwatch.com/

  • 53

    C. Metode Pengumpulan Data

    Sumber data sebagai salah satu bagian penelitian yang paling penting. Metode

    pengumpulan data dalam penelitian ini adalah pengumpulan data sekunder. Data

    sekunder merupakan data penelitian yang diperoleh peneliti secara tidak langsung

    melalui media perantara. Data sekunder umumnya berupa bukti, catatan atau

    laporan histori yang telah tersusun dalam arsip (data dokumenter) yang

    dipublikasikan dan yang tidak dipublikasikan Dalam penelitian ini data sekunder

    yang diperoleh peneliti adalah dengan melakukkan studi kepustakaan untuk

    menunjang materi pembahasan pada penelitian ini. Kegiatan penelitian ini

    dilaksanakan dengan cara mengumpulkan informasi melalui buku-buku, jurnal,

    literature, majalah, Koran, website dan lain-lain yang baikan dengan dan

    mendukung penelitian ini. Data yang digunakan adalah data time series yang

    merupakan historical price, Closing Price dari ISSI, DJIMY, DJIGRC dan DJIJP

    pada periode Mei 2011 sampai Mei 2014, teknik pengumpulan data yang

    digunakan adalah berasal dari internet melalui situs yang beralamat di

    www.yahoofinance.com, www.googlefinance.com dan www.marketwatch.com.

    D. Metode Analisis Data

    Model analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah regresi linier

    berganda. Model analisis regresi linier digunakan untuk mengetahui pengaruh

    antara Indeks Saham Syariah Malayasia Dow Jones Islamic Market Malaysia

    Indeks (DJIMY), Indeks Saham Syariah Jepang Dow Jones Islamic Market

    http://www.googlefinance.com/http://www.marketwatch.com/

  • 54

    Japan Indeks (DJIJP), dan China dengan Dow Jones Islamic Market Great

    Republic China Indeks (DJIGRC) terhadap Indeks Saham Syariah Indonesia

    (ISSI) pada tahun 2011 hingga 2014. Penelitian ini menggunakan program SPSS

    Versi 20 sebagai alat penelitian untuk mengurangi Human Error.

    1. Persamaan Garis Regresi Linier Berganda

    Istilah regresi pertama kali diperkenalkan oleh sir Francis Galton pada tahun

    1886. Secara umum, analisisregresi pada dasarnya adalah studi mengenai

    ketergantungan variabel dependen (terikat dengan satu atau lebih variabel

    independen (variabel bebas), dengan tujuan untuk mengestimasi dan/atay

    memprediksi rata-rata populasi atau nilai rata-rata variabel dependen berdasarkan

    nilai variabel independen yang diketahui.42

    Penelitian ini untuk menguji pengaruh antara Indeks Saham Syariah Malayasia

    Dow Jones Islamic Market Malaysia Indeks (DJIMY), Indeks Saham Syariah

    Jepang Dow Jones Islamic Market Japan Indeks (DJIJP), dan China dengan Dow

    Jones Islamic Market GreatRepublic China Indeks (DJIGRC) terhadap Indeks

    Saham Syariah Indonesia (ISSI). Seberapa besar Variabel Independen

    mempengaruhi variabel dependen dihitung dengan persamaan garis regresi

    berganda sebagai berikut :

    42 Imam Ghozali, Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program SPSS 21 ( Semarang :

    Badan Penerbit Universitas Dipenogoro, 2013), h.95

    Y = a + b1X1 + b2X2 + b3X3 + e

  • 55

    Keterangan :

    Y = Indeks Saham Sayariah Indonesia (ISSI)

    a = Konstanta

    b = Koefisien garis regresi

    X1 = Indeks Saham Syariah Malaysia (DJIMY)

    X2 = Indeks Saham Syariah Jepang (DJIMY)

    X3 = Indeks Saham Syariah Cina (DJIGRC)

    e = Standar Error

    2. Uji Goodness of fit

    Goodness of fit merupakan pengujian hipotesis untuk menentukan apakah suatu

    himpunan frekuensi yang diharapkan sama dengan frekuensi yang diperoleh dari

    suatu distribusi (binomial, poisson, normal dan sebagainya). Dapat dikatakkan

    juga sebagai pengujian kecocokan atau kebaikan sepadan antara hasil pengamatan

    (frekuensi pengamatan) tertentu dengan frekuensi yang diperoleh berdasarkan

    nilai harapannya atau frekuensi teoritis.

    Menilai Goodness of fit suatu model ketepatan fungsi regresi sampel dalam

    menaksir nilai aktual dapat diukur dari Goodness of fitnya. Secara statistik,

    setidaknya ini dapat diukur dari nilai koefisien determinasi, nilai statistik F

    dan nilai statistik t. Perhitungan statistik apabila nilai uji statistiknya berada

  • 56

    dalam daerah kristis (daerah dimana Ho ditolak). Sebaliknya disebut tidak

    signifikan bila nilai uji statistikya berada dalam daerah dimana Ho diterima.43

    a. Koefisien Determinasi

    Koefisien determinasi (R2) pada intinya mengukur seberapa jauh

    kemampuan model dalam menerangkan variasi variabel dependen. Nilai

    koefisien determinasi adalah anatara nol dan satu. Nilai R2 yang kecil

    berarti kemapuan variabel-variabel independen dalam menjelaskan variasi

    vari