Analisis Swot

Embed Size (px)

DESCRIPTION

analisis dan pembahasan hasil penjualan pt. cocacola company

Text of Analisis Swot

  • BAB IV

    HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

    4.1. Gambaran Umum Penelitian

    4.1.1. Sejarah Singkat PT Coca Cola Bottling Indonesia Central Java

    PT Coca Cola di Jawa Tengah dirintis oleh dua orang pengusaha

    yaitu Partogius Hutabarat (Alm.) dan Mugijanto. Nama yang dipilih

    adalah PT Panjava Bottling Company yang resmi didirikan pada tanggal 1

    November 1974. Perusahaan ini mulai beroperasi pada tanggal 5

    Desember 1976 dan pada tanggal ini diperingati sebagai hari jadi PT Coca

    Cola di Jawa Tengah, karena perkembangan perusahaan yang cukup pesat,

    maka pada bulan April 1992 PT Panjava Bottling Company, melakukan

    kerjasama dengan Coca Cola Amatil Limited, Australia, sehingga sejak itu

    PT Panjava Bottling berubah namanya menjadi PT Coca Cola Panjava.

    Kemudian Coca Cola mengadakan merger pada tanggal 1 Agustus 1999,

    yang mengubah nama perusahaan itu menjadi PT Coca Cola Amatil

    Indonesia, Semarang Operation Unit.

    Selanjutnya perusahaan mengadakan kegiatan di bidang industri

    pembotolan minuman ringan dan usaha jasa distribusi agen pemasaran.

    Demi konsistensi peristilahan yang menjalankan kaitan antara nama dan

    area yang dikelola, PT Coca Cola Amatil, Semarang Operation Unit

    berubah namanya menjadi PT Coca-Cola Amatil Indonesia Bottling,

    Central Java (PT Coca Cola Bottling Indonesia, Central Java). Secara

  • 1

    kongkrit pendirian PT Coca Cola Bottling Indonesia bertujuan

    meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi sehingga dapat memenuhi

    permintaan pasar dan selera konsumen, serta dapat membantu pemerintah

    Indonesia dalam memenuhi kebutuhan masyarakat akan minuman ringan

    dan dapat meningkatkan keuntungan perusahaan.

    4.1.2. Lokasi PT Coca Cola Bottling Indonesia Central Java

    PT Coca Cola Bottling Indonesia, Central Java terletak di desa

    Harjosari, Kecamatan Bawen, Kabupaten Semarang, Pabrik dan Kantor

    terletak dalam satu lokasi, yang terletak di Jalan Raya Semarang-Bawen

    KM 30, PO BOX 119 Ungaran 50501 Jawa Tengah.

    4.1.3. Gambaran Produk Frestea

    Frestea diluncurkan pertama kali pada tahun 2002 dan merupakan

    bagian dari Beverage Partners Worldwide (BWP), yaitu perusahaan

    patungan hasil kemitraan yang sukses antara The Coca-Cola Company

    dengan Nestle, SA. Menurut Bapak Handoko Widihartono, Manajer

    Produksi PT Coca Cola Bottling Indonesia Central Java, Frestea

    dikembangkan untuk menangkap pengalaman dalam menikmati teh

    tubruk, dengan rasa, aroma, dan warna menjadi faktor terpenting dimana

    konsumen bisa membedakan kualitas sebuah produk. Cita rasa tehnya

    yang sangat khas dan inovatif tercipta melalui sajian aroma melati yang

    menyenangkan dan rasa teh yang unggul. Botolnya yang unik

    menonjolkan kualitas rasa teh asli, dengan tekstur emboss dua elemen

    daun yang saling bersilang. Varian rasa yang tersedia yaitu: Jasmine,

  • 2

    Green, Green Honey, Apel, Lemon, dan Markisa. Kemasan yang tersedia

    yaitu RGB : 220 ml; PET : 500 ml; Tetra Brik Aseptic (TBA) : 250 ml;

    Tetra Wedge Aseptic (TWA) : 200 ml.

    4.1.4. Pemasaran Produk Frestea

    Menurut Bapak Andi Wiranto, Manajer Distribusi PT Coca Cola

    Bottling Indonesia Central Java, sebagian besar produk-produk Frestea

    didistribusikan melalui lebih dari 120 pusat penjualan yang tersebar di

    seluruh Jawa Tengah. Produk-produk tersebut diangkut ke pusat-pusat

    penjualan tersebut oleh armada truk berukuran besar dan kemudian

    didistribusikan ke pedagang-pedagang eceran oleh kendaraan distribusi

    yang lebih kecil. Tim penjualan frestea yang sangat besar tidak saja

    menjual produk-produk frestea kepada para pelanggan, tetapi mereka juga

    memberikan saran bagaimana sebaiknya mereka menjual produk-produk

    Coca-Cola. Frestea memiliki Consumer Response Teams dan program-

    program yang dilaksanakan di semua area operasi di seluruh Indonesia

    untuk menampung setiap masukan yang disampaikan oleh para konsumen

    dan pelanggan festea, yang kemudian meneruskan masukan tersebut

    kepada pihak-pihak yang tepat di dalam perusahaan untuk menjamin

    bahwa standar kualitas produk yang tinggi tetap terjaga.

    Menurut Bapak Handoko Widihartono, Manajer Produksi PT Coca

    Cola Bottling Indonesia Central Java, Frestea Green sendiri merupakan

    produk andalan dari brand Frestea, karena memiliki points of difference

  • 3

    yang kuat. Hal ini disebabkan karena Frestea Green memiliki asosiasi

    yang kuat dengan minuman kesehatan.

    Menurut Manajer Pemasaran PT Coca Cola Bottling Indonesia

    Central Java, Bapak Bambang Rachmadi, strategi pemasaran dari produk

    frestea terbagi dalam beberapa elemen, yakni:

    1. Program Promosi

    Frestea mempunyai program promosi yang beragam, yang tidak hanya

    untuk meningkatkan penjualan dan pemasaran, tetapi juga

    meningkatkan loyalitas konsumen terhadap produknya. Menurut

    Manajer Promosi PT Coca Cola Bottling Indonesia Central Java,

    Bapak Kristanto Adi, berbagai program promosi diadakan sesuai

    dengan event yang sedang berlangsung, baik melalui konser musik,

    pameran, promo penukaran tutup botol, hadiah kejutan, maupun iklan

    TV. Promo Frestea juga seringkali memanfaatkan momentum tertentu,

    misalnya: Hari Raya Idul Fitri dan Hari Raya Natal. Pilihan Generasi

    Fres adalah slogan yang dipilih oleh Frestea. Slogan ini

    menyampaikan bahwa Frestea merupakan minuman pilihan bagi

    generasi muda.

    2. Layanan Konsumen

    PT Coca Cola Bottling Indonesia Central Java memiliki Customer

    Service System (CSS), sistem pelayanan pelanggan yang didesain

    untuk meningkatkan kepuasan dan loyalitas konsumen secara terus-

    menerus terhadap produk-produk Coca-Cola, salah satunya Frestea,

  • 4

    yaitu dengan menyediakan pelayanan yang optimal kepada seluruh

    pelanggan. Tujuannya adalah menciptakan outlet ideal di seluruh

    Indonesia. CSS merencanakan dengan matang dan meninjau-ulang

    seluruh aspek dan peluang penjualan yang tersedia bagi setiap

    pelanggan, kemudian menawarkan langkah-langkah korektif bagi para

    pelanggan dan secara bersama-sama menerapkan program-program

    perbaikan yang sesuai dengan standar perusahaan.

    3. Area Marketing Contractor

    Terbatasnya sumber daya dan kemampuan untuk melakukan

    pengembangan daerah tertentu, mendorong Coca-Cola untuk secara

    serius dan berkesinambungan mengembangkan jaringan distribusi tak

    langsung ke UKM di Indonesia. Sistem distribusi ini mengandalkan

    dua kelompok usaha kecil dan menengah yang terbagi dalam dua

    kelompok besar: Area Marketing Contractor (AMC) dan Street

    Vending. Area Marketing Contractor (AMC) merupakan bentuk

    kerjasama dengan para pengusaha mikro untuk melayani area dengan

    tingkat ekonomi kelas C dan D atau daerah yang sulit dijangkau oleh

    sistem distribusi langsung Coca-Cola. Street Vending merupakan suatu

    bentuk kerjasama distribusi yang dirancang untuk melayani area yang

    memiliki tingkat lalu lintas konsumen yang sangat tinggi, melalui

    penggunaan media operasional berkemampuan mobilitas yang tinggi.

    Tipe-tipe sarana penjualan yang termasuk dalam Street Vending ini

  • 5

    adalah kios berjalan (Mobil Kios), kereta dorong (Push Cart) dan

    rombong.

    4. Layanan Pendingin Produk

    Riset membuktikan bahwa 90% konsumen lebih menyukai membeli

    produk-produk Coca-Cola dalam keadaan dingin. Hal ini menunjukkan

    bahwa peranan Cold Drink Equipment (peralatan pendingin) sangat

    penting dalam meningkatkan pertumbuhan penjualan dan mendorong

    tingkat keuntungan Frestea.

    5. HoReCa

    Frestea bekerjasama dengan berbagai Hotel, Restaurant, dan Caf

    ternama seperti misalnya McDonalds dan Pizza Hut.

    4.2. Analisis SWOT Pemasaran Produk Frestea

    Analisis Strength, Weakness, Opportunity, Threat (SWOT) merupakan

    suatu analisis yang digunakan untuk membandingkan antara faktor eksternal

    Opportunity dan Threat dengan faktor internal Strength dan Weakness.

    Rekapitulasi faktor eksternal Opportunity dan Threat dan faktor internal

    Strength dan Weakness adalah sebagai berikut:

    1. Rekapitulasi Faktor Kekuatan Internal Strategi Pemasaran Frestea:

    a) Lokasi pemasaran strategis

    b) Kualitas produk yang baik

    c) Kegiatan promosi yang baik

    d) Ada differensiasi produk dibandingkan dengan produk lain

  • 6

    e) Harga produk terjangkau

    2. Rekapitulasi Faktor Kelemahan Internal Strategi Pemasaran Frestea:

    a) Kurangnya kunjungan ke para supplier

    b) Kurangnya sumber daya manusia yang terlibat langsung dengan

    konsumen

    c) Frestea pemain baru dalam bisnis ini dibandingkan Sosro

    d) Team bagian pemasaran belum jelas

    3. Rekapitulasi Faktor Peluang Eksternal Strategi Pemasaran Frestea:

    a) Pesaing hanya menyediakan produk tertentu saja

    b) Market share yang dimiliki Frestea

    c) Berpotensi melakukan ekspansi

    4. Rekapitulasi Faktor Ancaman Eksternal Strategi Pemasaran Frestea:

    a) Munculnya pendatang baru

    b) Pasar yang semakin selektif

    c) Stabilitas perekonomian Indonesia yang tidak menentu

    4.2.1. Hasil Kuesioner Pembobotan Faktor Internal dan Eksternal

    Penentuan bobot dalam penelitian ini dilakukan oleh Manajer

    Pemasaran PT Coca Cola Bottling Indonesia Central Java, Bapak Bambang

    Rachmadi, yaitu dengan mengisi kuesioner pembobotan faktor i