of 25 /25
ANATOMI FISIOLOGI TELINGA Seperti cabang ilmu kedokteran yang lain, dalam mendalami suatu ilmu THT kitapun juga harus benar-benar menguasai dahulu mengenai anatomi dan fisiologinya... nah.. kali ini kita akan bahas mengenai anatomi dan fisiologi telinga Telinga merupakan salah satu panca indera yang penting bagi manusia yang mempunyai dua fungsi yaitu untuk pendengaran dan keseimbangan. Telinga, menurut anatominya dibagi menjadi 3 bagian, yakni: 1. Telinga luar 2. Telinga tengah 3. Telinga dalam Sedangkan menurut fungsinya maka telinga dibagi menjadi 2 bagian, yakni: 1. Telinga sebagai alat pendengar

ANATOMI FISIOLOGI TELINGA INDAH

Embed Size (px)

DESCRIPTION

LSKSUSJSJJSHDHSHSJSKJSMKSJJS

Citation preview

Page 1: ANATOMI FISIOLOGI TELINGA INDAH

ANATOMI FISIOLOGI TELINGA

Seperti cabang ilmu kedokteran yang lain, dalam mendalami suatu ilmu THT kitapun juga harus benar-benar menguasai dahulu mengenai anatomi

dan fisiologinya... nah.. kali ini kita akan bahas mengenai anatomi dan fisiologi telinga

Telinga merupakan salah satu panca indera  yang penting bagi manusia yang mempunyai dua fungsi yaitu untuk pendengaran dan keseimbangan.

Telinga, menurut anatominya dibagi menjadi 3 bagian, yakni:1. Telinga luar

2. Telinga tengah3. Telinga dalam

Sedangkan menurut fungsinya maka telinga dibagi menjadi 2 bagian, yakni:1. Telinga sebagai alat pendengar

Telinga sebagai alat pendengar ini, yaitu meliputi fungsinya untuk pengahantar bunyi yang merupakan tugas dari telinga luar dan telinga

tengah. Serta telinga sebagai penerima bunyi yang merupakan tugas dari

Page 2: ANATOMI FISIOLOGI TELINGA INDAH

telinga dalam.2. Telinga sebagai alat keseimbangan

A N A T O M I T E L I N G A

Telinga luar (AURIS EKSTERNA)Telinga luar terdiri atas daun telinga dan liang telinga

1. DAUN TELINGA (AURICULA)

Telinga luar atau auris eksterna terdiri dari 3 bagian yaitu:1. Aurikulum = daun telinga = pina

Berbentuk pipih dan berlekuk, tersusun atas kerangkan tulang rawan (kartilago) kecuali pada lobulus, diliputi oleh kulit yang melekat pada

perikondrium.Pada proses mendengar daun telinga ini berfungsi untuk menangkap dan

mengumpulkan glombang bunyi serta menentukan arah sumber bunyi (pada binatang aurikulum ini dapat digerakan).

2. Liang telinga luar = CANALIS AUDITORIUS EKSTERNUSTerdiri atas:

a. Meatus akustikus eksternus ( lubang )b. Canalis auditorius eksternus ( saluran ), terbagi menjadi:

Page 3: ANATOMI FISIOLOGI TELINGA INDAH

 1/3 lateral = pars kartilago = cartilago auricula, lapisan kulit ( folikel rambut, kel. Sebasea, kel. Sudorifera, kel. Ceruminosa )

2/3 medial = pars oseus, kulit / mukosa, folikel rambut, kelenjar, melekat erat pada tulang, infeksi selulitis gejala hebat.

Berbentuk seperti tabung dengan penampang 0,5 cm dan panjang 2,5-3 cm.

Pada proses mendengar memiliki fungsi untuk melanjutkan gelombang suara dan meresonansi bunyi + 12-15 dB.

Telinga TengahSebagai batas antara telinga luar dan telinga tengah dibatasi oleh membran

yang disebut dengan membrana tympani.

1. Membran tympaniMerupakan sutu selaput yang berwarna putih seperti mutiara, berbentuk

oval-kerucut, terdri dari:

Page 4: ANATOMI FISIOLOGI TELINGA INDAH

- Pars flasida (2 lapis): terdiri atas stratum kutaneum dan stratum mukosum- Pars tensa (3 lapis):  terdiri atas stratum kutaneum, stratum fibrosum, dan

stratum mukosum

2. Kavum TimpaniKavum timpani merupakan bangunan yang berbentuk kubus yang tak

teratur, terletak antara telinga tengah dan telinga dalam.Cavum timpani terdiri atas 3 bagian:

a. Epitimpanum; merupakan cavum timpani bagian atas yang berhubungan dengan antrum dengan aditus ad antrum

b. Mesotimpanum; merupakan cavum timpani bagian tengahc. Hipotimpanum; merupakan cavum timpani bagian bawah yang

berhubungan dengan tuba eustachius

Pembagian secara fisiologi:a. Timpani anterior, terdiri dari: mesotimpani, hipotimpani, tuba auditiva

b. Timpani posterior, terdiri dari: retrotimpani ( antrum dan selula)

Cavum timpani berisi:- Osikula: Maleus, Inkus, Stapes

Page 5: ANATOMI FISIOLOGI TELINGA INDAH

- Muskulus: muskulus temsor timpani, stapedius- Lain-lain: ligamen, saraf (korda timpani)

Pada proses mendengar:- Membran timpani dan osikula memperkuat gelombang bunyi sekitar 25-30

kali. Sedangkan muskulus stapedius dan muskulus tensor timpani mengurangi gelmbang bunyi yang berlebihan.

3. Tuba EustachiusMenghibungkan cavum timpani dengan nasofaring. Terdiri dari 2 bagian,

yaitu:a. Pars osseus : 1/3 bagian lateral ( panjang 12 mm ) selalu terbukab. Pars cartilaginosa / pars membranacea: 2/3 bagian medial , selalu

tertutup.Tuba pada anak lebih pendek, lebih lebar, dan lebih horisontal. Oleh karena itu anak sering mengalami otitis media akut karena kuman mudah masuk.

Page 6: ANATOMI FISIOLOGI TELINGA INDAH

Berfungsi:- Drainase

- Ventilasi (pertahankan tekanan udara dan oksigenasi)

4. Antrum dan sel-sel mastoid- Berhubungan dengan cavum timpani melalui aditus ad antrum.

- Dibentuk oleh pars squamosa dan pars petrosa, dimana melekat m. Sternokleidomastoideus dan m. Digastricus venter posterior

- Mengandung rongga udara yang disebut selluale, yang juga berhubungan dengan antrum

- Antrum sudah ada sejak kecil sedang selula terbentuk sejak kehidupan tahun-tahun pertama sampai tahun ke 5 atau ke 6

- Radang di cavum timpani dapat menyebabkan radang di antrum mastoidea disebut mastoiditis.

Page 7: ANATOMI FISIOLOGI TELINGA INDAH

Telinga Dalam = Auris Interna = LabirinTelinga dalam terdiri atas 2 bagian:

Terdiri dari 2 bagian:1. Tulang = labirin osseus

2. Membran = labirin membranaceusLabirin membranaseus terdapat didalam labirin osseus, diantara keduanya

terdapat perilimphe, sedang didalam labirin membranaseus terdapat endolimphe.

A. Labirin OsseusTerdiri dari:

1. Cochlea, seperti rumah siput terletak didepan, berupa bangunan 2,5 lingkaran

2. Canalis semisirkularis:- Canalis semisirklaris horisontalis / lateralis

Page 8: ANATOMI FISIOLOGI TELINGA INDAH

- Canalis semisirkularis superior / anterior- Canalis semisirkulais inferior / posterior

B. Labirin membranaceusTerdapat diadalam labirin osseus dengan pemisah perilimphe yang berisi

endolimpe. Terdiri dari:1. Duktus cochlearis: di dalam cochlea fungsi pendengaran: n. Cochlearis

2. Saculus dan utriculus : didalam vestibuluma. Saculus

Bentuk: globoid, lebih besar utriculusLetak: depan bawah

Terdapat daerah sensoris maculi saculi, terdiri dari:1. sel-sel reseptor

2. sel-sel penyokong3. membrane basilaris

beraksi terhadap gerakan ventrikel 

b. UtriculusBentuk ovoid

Letak belakang atasTerdapat daerah sensoris makuli utriculus, terdiri dari:

- Sel-sel reseptor- Sel-sel penyokong

- Membrane basilarisBereaksi terhadap gerakan horizontal, linier 

3. Duktus semisirkularis : di dalam kanalis semisirkularis pada membrana basilaris terdapat organon corti dengan bangunan:

- Pilar dalam dan pilar luar yang membentuk tunel of corti- Sel-sel rambut dalam 1 deret keluar 3-4 deret

- Sel-sel penyokong: el deiters, sel hansen, claudies dan membrane tektoria.

Page 9: ANATOMI FISIOLOGI TELINGA INDAH

Duktus semisirkularisTerdapat 3 ampula, yaitu:- Ampula romb. Anterior- Ampula romb. Lateral

- Ampula romb. Posterior

Pada proses mendengar; organ corti merupakan reseptor pendengaran rangsang bunyi (mekanik) diubah menjadi listrik.

Page 10: ANATOMI FISIOLOGI TELINGA INDAH

F I S I O L O G I P E N D E N G A R A N  

Proses mendengar ini terdiri dari dua macam proses yaitu proses konduksi dan proses sensorineural. Yang pertama adalah proses konduksi. Pada proses konduksi disini gelombang bunyi dikumpulkan dan ditentukan arahnya oleh aurikulum;  kemudian diteruskan dan diresonansi melalu meatus akustikus eksternus (MAE); kemudian diteruskan ke mambrana timpani dan tulang-tulang pendengaran (meleus, inkus, stapes), disini gelombang suara diperkuat sekitar 27 kali, setelah itu dilanjutkan dengan proses sensorineural. Pada proses sensorineural disini terdiri dari proses yang terjadi pada koklea dan retrokoklea. Dimulai dari proses pada koklea yaitu gerakan cairan perilimfe yang terdapat pada skala timpani dan skala vestibuli yang akan menggetarkan membrana reisner yang akan mendorong endolimfe sehingga menjadikan gerakan relatif terhadap membrana basilaris dan membrana tektoria. Gerakan-gerakan ini merupakan rangsang mekanik yang akan menyebabkan defleksi stereosilia sel-sel rambut, sehingga kanal ion terbuka dan terjadi pelepasan ion bermuatan listrik dari badan sel. Keadaan ini menyebabkan proses depolarisasi pada sel rambut, sehingga melepaskan neurotransmitter ke dalam sinapsis yang akan menimbulkan potensial aksi pada saraf auditorius (n. koklearis, n. akustikus) yang akan meneruskan impuls listrik ke nukleus auditorius di batang otak sampai ke pusat pendengaran korteks serebri lobus temporalis (Wernike) area 39-40. 

Page 11: ANATOMI FISIOLOGI TELINGA INDAH

F I S I O L O G I K E S E I M B A N G A N  

Organ keseimbangan adalah1. vestibular di labirin

2. mata3. organ propioseptif4. sistem saraf pusatLabirin terdiri dari 2:

1. labirin statis - makula: reseptor keseimbangan statis yang terdapat di utrikulus dan sakulus yg merupakan pelebaran labirin membran yg terdapat dalam

vestibulum labirin tulang; untuk gerakan lurus atau linier2. labirin kinetis 

- Ampula: reseptor keseimbangan dinamis yang merupakan bagian dari krista auntuk gerakan berputar atau sentrifugal.mpularis yang terdapat

Page 12: ANATOMI FISIOLOGI TELINGA INDAH

didalam setiap pelebaran kanalis semisirkularis (ampula); untuk gerakan berputar atau sentrifugal. 

Page 14: ANATOMI FISIOLOGI TELINGA INDAH

Gerakan/perubahan kepala dan tubuh; perpindahan cairan endolimfe di labirin; selanjutnya silia sel rambut menekuk

Prinsipnya: 1. Labirin statis; gerakan otolit

2. Labirin dinamis; gerakan kupulapermeabilitas membran sel berubah; ion kalsium masuk k dalam sel; proses

depolarisasi; merangsang pelepasan neurotransmitter eksitator; impuls saraf sensoris/ saraf aferen: saraf vestibuler; integrasi; pusat keseimbangan

di otak (serebelum).Sewaktu berkas silia terdorong ke arah berlawanan; hiperpolarisasi.

Organ vestibuler merupakan tranduser yg merubah energi mekanik (rangsangan otolit dan gerakan endolimfe di kanalis semisirkularis); energi biolistrik sehingga dapat memberi info tentang perubahan posisi tubuh krn

Page 15: ANATOMI FISIOLOGI TELINGA INDAH

percepatan linier atau percepatan sudut.Sistem vestibular berhubungan dengan sistem tubuh lainnya, sehingga

kelainannya dapat menimbulkan gejala pada sistem tubuh bersangkutan misalnya:

- Vertigo- Nistagmus- Reaksi saraf otonom: mual, muntah, keringat dingin.

Tes Vestibuler:

Refleks Vestibulo-spinal- Romberg

- Posturografi, dsb.Refleks Vestibulo-okuler

- Tes Kalori- Tes kursi putar Barany

- Elektronistagmografi (ENG), dsb

Gangguan Fisiologi Telinga:

I. Tuli dibagi atas tuli konduktif, tuli syaraf (sensori neural deafness), serta tuli campur (mixed deafness).

II. Gangguan telinga luar dan telinga tengah dapat menyebabkan tuli konduktif, sedangkan gangguan telinga dalam menyebabkan tuli syaraf, mungkin tuli koklea dan tuli retrokoklea.

Tuli konduktif

Penyebab Telinga luar:

v Atresia liang telinga (atresia = keadaan tidak adanya atau tertutupnya lubang badan normal atau organ tertutup secara congenital).

Page 16: ANATOMI FISIOLOGI TELINGA INDAH

v Serumen obturan.

v Otitis eksterna cryrcumsripta.

v Osteoma liang talinga.

Penyebab Telinga tengah:

v Tuba katar

v Sumbatan tuba eustachius

v Otitis media

v Otosklerosis

v Timpani skelerosis

v Hemotimpani

v Dislokasi tulang pendengaran

Tuli sensori neural (perseptif)

Dibagi menjadi tuli sensori neural coklea atau retrokoklea.

Penyebabnya:

Tuli sensori neural coclea

- Aplasia (kongenital)

- Labirintitis oleh bakteri/virus

- Intoksikasi obat streptomisin, kanamisin, garamisin, neomisin, kina, asetosal atau alkohol.

- Trauma kapitis

- Trauma akustik

- Pemaparan bising

- Presbicusis

Page 17: ANATOMI FISIOLOGI TELINGA INDAH

Tuli sensori neural retrokoklea

- Neuroma akustik

- Tumor sudut pons serebellum

- Cidera otak

- Perdarahan otak

Presbikusis ialah penurunan kemampuan mendengar pada usia lanjut.

Pemeriksaan pendengaran dilakukan dengan:

1. Garpu tala (512, 1024 ds 20448 Hz)

2. Tes bisik

3. Audiometer nada murni.

- Secara fisiologis telinga dapat mendengar nada murni antara 20 – 18.000 Hz.

- Pendengaran sehari-hari efektif antara 500 – 2000 Hz.

Pemeriksaan pendengaran dilakukan secara kualitatif dengan menggunakan garpu tala dan kuantitatif dengan menggunakan audiometer.

Tes Penala

* Merupakan tes kualitatif terdiri dari:

1. Tes Rhinne:

Tes ini membandingkan hantaran melalui udara dan hantaran tulang pada Telinga yang diperiksa

2. Tes Weber:

Tes pendengaran untuk membandingkan hantaran tulang telinga kiri dan telinga kanan.

3. Tes Schwabach:

Page 18: ANATOMI FISIOLOGI TELINGA INDAH

Tes membandingkan antara hantaran tulang orang yang diperiksa dengan pemeriksa.

Tes Bisik

Pemeriksaan ini bersifat semi kuantitatif, menentukan derajat ketulian secara kasar.

Kelaninan pada Telinga

1. Telinga luar

a. Kongenital:

- Atresia liang telinga dan mikrotia

- Fistula prearikuler

- Lop ear (bat’s ear)

b. Kelinan daun telinga:

- Hematoma

- Perikondritis (cauliflower ear)

- Pseudokista

c. Kelainan liang telinga:

- Cerumen obturans/keratosis obturans

- Benda asing: – hidup: serangga (terapi minyak kelapa).

- mati: Kacang-kacangan, karet, padi dll.

- Otitis eksterna:

Penyebab: Jamur, alergi, virus

- Trauma ringan

- Berenang

Page 19: ANATOMI FISIOLOGI TELINGA INDAH

Otitis eksterna akut terbagi atas:

a. Otitis eksterna sirkumskripta (furunkel – bisul).

b. Otitis eksterna difusa

c. Otomikosis

Infeksi kronik liang telinga:

* Keratosis abturans

* Kolesteatoma eksterna

* Otits eksterna maligna: Terjadi pada orang tua dan penderita DM.

2. Kelainan telinga tengah

a. Gangguan fungsi tuba eustachius

Tuba eustachius adalah saluran yang menghubungkan rongga telinga tengah dengan nasofaring.

Fungsi tuba adalah:

- Untuk ventilasi

- Drainase secret

- Menghalangi masuknya secret dari NF (nasofaring) ketelinga tengah.

Ventilasi berguna untuk menjaga agar tekanan udara dalam telinga tengah selalu sama dengan tekanan udara luar.

Gangguan fungsi tuba dapat terjadi pada beberapa hal seperti:

o Tuba terbuka abnormal, pada penyakit-penyakit kronik seperti rhinitis antropi dan faringitis.

o Myoklonus palatal

o Palatokisis

o Obstruksi tuba

Page 20: ANATOMI FISIOLOGI TELINGA INDAH

b. Barotrauma (Aerotitis)

Adalah keadaan dimana terjadi perubahan tekanan yang tiba-tiba diluar telinga tengah sewaktu di pesawat terbang atau menyelam, yang menyebabkan tuba gagal untuk membuka.

c. Otitis media

Ialah peradangan sebagian atau seluruh mukosa tengah, tuba eustachius, antrum mastoid dan sel-sel mastoid.

Otitis media akut

(OMA)

Otitis media

supuratif

Otitis media supuratif

kronik (OMSK)

Otitis media

Otitis media serosa akut

(Barotrauma)

Otitis media

non supuratif

(Otitis media serosa) Otitismedia serosa kronik

(blue ear)

1. Otitis media akut (OMA)

ü Otitis media akut terjadi karena factor pertahanan tubuh terganggu.

ü Sumbatan tuba eustachius merupakan factor penyebab pertama dari otitis media.

Page 21: ANATOMI FISIOLOGI TELINGA INDAH

ü Infeksi saluran napas atau juga factor pencetus terjadinya OMA.

ü Pada bayi terjadi OMA dipermudah oleh tuba eustachius lebih pendek, lebar dan agak horizontal letaknya.

Gejala klinik OMA

o Keluhan utama:

a. Pada bayi: – Demam tinggi (39,50c)

- Anak gelisah

- Sukar tidur (tiba-tiba menjerit waktu tidur)

- Diare

- Kejang-kejang

b. Pada anak-anak: – Nyeri didalam telinga

- Demam

- Riwayat batuk pilek sebelumnya

c. Pada orang dewasa: Gangguan pendengaran (rasa penuh)

Terapi:

· AB

· Analgetik

· Antipiretik

· Decongestan

Komplikasi:

· OMSK

· Meningitis

· Abses subperiostal

Page 22: ANATOMI FISIOLOGI TELINGA INDAH

2. Otitis media supuratif kronik (OMSK)

Infeksi kronis ditelinga dengan perforasi membran timpani dan secret yang keluar dan telinga tengah terus menerus atau hilang timbul.

Beberapa factor yang menyebabkan OMA menjadi OMSK ialah:

ü Terapi yang terlambat diberikan

ü Terapi yang tidak adekuat

ü Virulensi kuman tinggi

ü Daya tahan tubuh pasien rendah (gizi kurang)

ü Higiene kurang

Letak perforasi:

· Penting untuk menentukan jenis OMSK

· Perforasi MT dapat ditemukan ditemukan:

- Daerah sentral disebut perforasi sentral (pars tensa)

- Daerah marginl disebut perforasi marginal (didaerah tepi)

- Daerah atik disebut perforasi atik (fars flacida)

Jenis OMSK:

Dibagi atas 2 jenis, yaitu:

a. OMSK tipe benigne = tipe mukosa = tipe aman.

b. OMSK tipe maligna = tipe tulang = tipe berbahaya.

Terapi:

* Memerlukan waktu yang lama.

* Serta harus berulang-ulang, untuk secret yang keluar tidak cepat kering atau selalu kambuh kembali.

Page 23: ANATOMI FISIOLOGI TELINGA INDAH

Keadaan ini disebabkan beberapa hal:

a. Adanya perforasi membran timpani yang permanen, sehingga telinga tengah berhubungan dengan dunia luar.

b. Terdapat sumber infeksi di faring, nasofaring, hidung dan sinus paranasal.

c. Sudah terbentuk jaringan patologik yang irreversible dalam rongga mastoid.

d. Gizi dan Higiene kurang

Prinsip terapi OMSK tipe benigna

- Konservatif atau dengan medika mentosa.

Prinsip terapi OMSK tipe maligna

- Pembedahan yaitu mastoidektomi.

OMSK BenignaOMSK Maligna1. Perforasi

2. Sekret

3. Proses radang

4. Kolesteatoma

5. Komplikasi

Sentral

- Banyak

- – Profus

Mukosa

Tidak ada

Jarang

- Marginal

Page 24: ANATOMI FISIOLOGI TELINGA INDAH

- Asik

- Sedikit

- Foetor

- Mukosa

- Tulang

Ada

Berbahaya dan fatal