Artritis Septik Fix

  • View
    45

  • Download
    2

Embed Size (px)

Text of Artritis Septik Fix

REFERATSEPTIK ARTRITHIS

Pembimbing :

dr. Fachrul Razy, Sp. PDDisusun oleh:

Rani Budi Widdyaningrum ()

Shinta Pangestu (107103001746)KEPANITERAAN KLINIK ILMU PENYAKIT DALAM

RUMAH SAKIT UMUM PUSAT FATMAWATI

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN DOKTER

FAKULTAS KEDOKTERAN DAN LMU KESEHATAN

UIN SYARIF HIDAYATULLAH

JAKARTA

2012LEMBAR PENGESAHANReferat dengan Judul Septik Artrithistelah diterima dan disetujui pada tanggal Juni 2012

sebagai salah satu syarat menyelesaikan kepaniteraan klinik Ilmu Penyakit Dalam

periode 14 Mei 2012 20 Juli 2012 di RSUP Fatmawati

Jakarta, 07 Juni 2012

dr. Fachrul Razy, Sp. PD

KATA PENGANTAR

Bismillahirrahmanirrahim.

Puji syukur saya panjatkan kepada Allah SWT atas Rahmat dan Inayah-Nya sehingga saya dapat menyelesaikan tugas ini. Shalawat dan salam marilah senantiasa kita junjungkan kehadirat Nabi Muhammad SAW.Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pengajar di SMF Ilmu Penyakit Dalam khususnya dr. Fachrul Razy, Sp. PD atas bimbingan dan perhatian selama berlangsungnya pendidikan di kepaniteraan klinik ini, sehingga kami dapat menyelesaikan referat ini tepat pada waktunya.Kami sadari referat tentang Septik Artrithis ini masih jauh dari kesempurnaan. Kritik dan saran yang membangun dari semua pihak sangat kami harapkan demi kesempurnaannya.

Demikian yang dapat kami sampaikan, semoga referat ini dapat bermanfaat khususnya bagi kami yang sedang menempuh pendidikan dan dapat dijadikan pelajaran bagi adik-adik kami selanjutnya.

Jakarta, 7 Juni 2012

Penyusun

DAFTAR ISIKATA PENGANTAR...........................................................................................

3DAFTAR ISI.............................................................................................................

4BAB I PENDAHULUAN..........................................................................................

5BAB II TINJAUAN PUSTAKA...............................................................................

62.1 Definisi............................................................................................................6

2.2 Insidensi......................................................................................................... 6

2.3 Etiologi............................................................................................................72.4 Faktor Predisposisi..........................................................................................72.5 Sumber Infeksi...................................................................................................82.6 Patogenesis .......................................................................................................92.7Gambaran Klinis.................................................................................................102.8 Pemeriksaan Penunjang.....................................................................................122.9 Diagnosis............................................................................................................152.10 Diagnosis Banding..............................................................................................152.11 Tatalaksana.........................................................................................................172.12 Profilaksis Antibiotika........................................................................................212.13Prognosis............................................................................................................21BAB III KESIMPULAN..............................................................................................22DAFTAR PUSTAKA................................................................................................

23BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar BelakangSeptik arthritis adalah infeksi yang sangat menyakitkan pada sendi. Bakteri atau jamur dapat menyebar dari daerah lain dalam tubuh ke dalam sendi. Kadang-kadang bakteri hanya menginfeksi sendi saja tanpa mengganggu daerah tubuh lain.1Septik Artrithis juga merupakan penyakit serius yang dapat merusak kartilago hyalin artikular dengan cepat serta dapat menyebabkan hilangnya fungsi sendi yang ireversibel.1,2 Diagnosis awal yang diikuti dengan terapi yang tepat dapat menghindari terjadinya kerusakan sendi dan kecacatan sendi.1 Insiden septik artritis pada populasi umum bervariasi, ditemukan 2-10 kasus per 100.000 orang per tahun. Insiden ini meningkat pada penderita yang memiliki berbagai risiko seperti berikut. Pada penderita artritis rheumatoid didapatkan insidensi meningkat hingga 28-38 kasus per 100.000 per tahun. Pada penderita dengan prostesis sendi didapatkan 40-68 kasus per 100.000 per tahun. Puncak insiden pada kelompok umur adalah anak-anak usia kurang dari 5 tahun (5 per 100.000/tahun) dan dewasa usia lebih dari 64 tahun (8,4 kasus/100.000 penduduk/tahun). 2,3Kebanyakan artritis septik terjadi pada satu sendi, sedangkan keterlibatan poliartikular terjadi pada 10-15% kasus. Sendi lutut merupakan sendi yang paling sering terkena sekitar 48-56%, diikuti oleh sendi panggul 16-21%, dan pergelangan kaki 8%.3,4Artritis septik masih merupakan tantangan bagi para klinisi sejak dua puluh tahun terakhir, dengan penanganan yang dini dan tepat maka diharapkan dapat menurunkan kehilangan fungsi yang permanen dari sendi dan menurunkan mortalitas.5BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 DefinisiSeptic, atau infeksius, arthritis adalah infeksi dari satu atau lebih sendi-sendi oleh mikroorganisme-mikroorganisme. Secara normal, sendi dilumasi dengan jumlah kecil dari cairan yang dirujuk sebagai cairan sinovial (synovial fluid) atau cairan sendi. Cairan sendi yang normal adalah steril dan, jika dikeluarkan dan dipelihara (dikulturkan) dalam laboratorium, tidak ada mikroba-mikroba yang akan ditemukan. Dengan septic arthritis, mikroba-mikroba dapat diidentifikasi dalam suatu cairan sendi yang terpengaruh. Paling umum, septic arthritis mempengaruhi suatu sendi tunggal, namun adakalanya lebih banyak sendi-sendi yang dilibatkan. Sendi-sendi yang terpengaruh sedikit banyak bervariasi tergantung pada mikroba yang menyebabkan infeksi dan faktor-faktor risiko yang mempengaruhi orang yang terpengaruh.2.2 Insidensi

Insiden septik artritis pada populasi umum sangat bervariasi. Ditemukan 2-10 kasus per 100.000 orang per tahun. Namun demikian, insiden ini dapat meningkat pada penderita yang diketahui memiliki risiko. Pada penderita artritis rheumatoid didapatkan insidensi meningkat hingga 28-38 kasus per 100.000 orang per tahun. Sedangkan pada penderita dengan prostesis sendi didapatkan 40-68 kasus per 100.000 orang per tahun. 2,3Puncak insiden pada kelompok umur adalah pada anak-anak usia kurang dari 5 tahun, yaitu 5 kasus per 100.000 orang per tahun. Pada dewasa usia lebih dari 64 tahun insiden berkisar 8,4 kasus per 100.000 orang per tahun. 2,3Kebanyakan artritis septik terjadi pada satu sendi. Keterlibatan poliartikular terjadi pada 10-15% kasus. Sendi lutut merupakan sendi yang paling sering terkena (48-56%), diikuti oleh sendi panggul (16-21%), dan pergelangan kaki (8%).3,42.3 EtiologiBakterial atau supuratif artritis dapat dikelompokan menjadi 2 yaitu, gonokokal dan non-gonokokal. Neisseria gonorrhoeae merupakan patogen tersering ( 75%) pada pasien dengan aktifitas seksual yang aktif. Kuman penyebab yang paling banyak adalah Staphylococcus aureus disusul oleh Streptococcus pneumoniae dan Streptococcus pyogenes yang merupakan kuman yang sering ditemukan pada penderita penyakit autoimun, infeksi kulit sistemik, dan trauma. 4,13Pasien dengan riwayat intra venous drug abuse (IVDA), usia ekstrim, dan imunokompromis sering terinfeksi oleh Pseudomonas aeruginosa dan Escherichia coli yang merupakan basil gram negatif. Selain itu, kuman anaerob dapat juga sebagai penyebab hanya dalam jumlah kecil yang biasanya didapatkan pada pasien DM dan pasien yang memakai prostesis sendi. 4,13Pada pasien yang menggunakan sendi buatan / prosthetic joint dapat juga terjadi septic arthritis, yang berdasarkan waktunya dibagi menjadi tiga jenis infeksi yaitu: 1. Early, infeksi terjadi pada awal, 3 bulan sejak implantasi, biasanya disebabkan oleh S aureus.2. Delayed, terjadi 3-24 bulan sejak implantasi, kuman tersering coagulase-negative Staphylococcus aureus dan gram negatif. Kedua jenis ini didapat dari kuman di kamar operasi.3. Late, terjadi sekunder dari penyebaran hematogen dari berbagai jenis kuman

2.4 Faktor Predisposisi

Faktor predisposisi seseorang terkena artritis septik adalah faktor sistemik seperti usia ekstrim, artritis rheumatoid, diabetes melitus, pemakaian obat imunosupresi, penyakit hati, alkoholisme, penyakit hati kronik, malignansi, penyakit ginjal kronik, pemakai obat suntik, pasien hemodialisis, transplantasi organ dan faktor lokal seperti sendi prostetik, infeksi kulit, operasi sendi, trauma sendi,osteoartritis.1,14,152.5 Sumber Infeksi

Sinovium merupakan struktur yang kaya dengan vaskular yang kurang dibatasi oleh membran basal sehingga memungkinkan masuknya bakteri secara hematogen dengan lebih mudah. Lingkungan di dalam ruang sendi yang sangat avaskular (karena banyaknya fraksi kartilago hyalin), aliran cairan sendi yang lambat, menciptakan suasana yang nyaman dan baik bagi bakteri untuk berdiam dan berproliferasi.1,7Sumber infeksi pada artritis septik dapat melalui beberapa cara yaitu sebagai berikut.1,8a. Secara hematogenPenyebaran secara hematogen ini terjadi pada 55% kasus dewasa dan 90% kasus anak-anak. Sumber bakterimia dapat berasal dari infeksi atau tindakan invasif pada kulit, saluran nafas, saluran kencing, rongga mulut. Selain itu, pemasangan kateter intravaskular termasuk pemasangan vena sentral, kateterisasi arteri femora