of 18 /18
10 BAB II KAJIAN TEORI A. Konsep diri Konsep diri adalah gambaran tentang diri individu itu sendiri, yang terjadi dari pengetahuan tentang diri individu itu sendiri, yang terdiri dari pengetahuan tentang dirinya, pengharapanya dan penilaian terhadap dirinya. Pengetahuan tentang diri individu adalah merupakan informasi yang dimiliki oleh individu tersebut tentang dirinya, misalnya usianya, jenis kelaminya, penampilanya dan sebagainya. Pengharapan bagi setiap diri individu adalah merupakan gagasan individu tersebut tentang kemungkinan menjadi apa dia kelak ( Fitts 1971) Fitts (1991) mengatakan bahwa konsep diri merupakan aspek penting dalam diri seseorang karena konsep diri merupakan kerangka acuan (frame of reference) dalam berinteraksi dengan lingkungannya. Definisi yang diberikan Fitts, mengenai konsep diri adalah: “… the self as seen perceived and experienced by him. This is the perceived self or the individuals self concept (Fitts, 1971). Fitts (1971), juga mengemukakan bahwa konsep diri mempunyai pengaruh yang kuat terhadap perilaku seseorang. Oleh karena itu, dengan mengetahui konsep diri seseorang maka akan lebih memudahkan untuk meramalkan dan memahami tingkah lakunya.

BAB II KAJIAN TEORI A. Konsep diri - UKSWrepository.uksw.edu/bitstream/123456789/2536/3/T1... · 2013-05-15 · 10 BAB II KAJIAN TEORI . A. Konsep diri . Konsep diri adalah gambaran

  • Upload
    others

  • View
    4

  • Download
    0

Embed Size (px)

Citation preview

Page 1: BAB II KAJIAN TEORI A. Konsep diri - UKSWrepository.uksw.edu/bitstream/123456789/2536/3/T1... · 2013-05-15 · 10 BAB II KAJIAN TEORI . A. Konsep diri . Konsep diri adalah gambaran

10

BAB II

KAJIAN TEORI

A. Konsep diri

Konsep diri adalah gambaran tentang diri individu itu sendiri, yang terjadi dari

pengetahuan tentang diri individu itu sendiri, yang terdiri dari pengetahuan tentang

dirinya, pengharapanya dan penilaian terhadap dirinya. Pengetahuan tentang diri individu

adalah merupakan informasi yang dimiliki oleh individu tersebut tentang dirinya,

misalnya usianya, jenis kelaminya, penampilanya dan sebagainya. Pengharapan bagi

setiap diri individu adalah merupakan gagasan individu tersebut tentang kemungkinan

menjadi apa dia kelak ( Fitts 1971)

Fitts (1991) mengatakan bahwa konsep diri merupakan aspek penting dalam diri

seseorang karena konsep diri merupakan kerangka acuan (frame of reference) dalam

berinteraksi dengan lingkungannya. Definisi yang diberikan Fitts, mengenai konsep diri

adalah: “… the self as seen perceived and experienced by him. This is the perceived self

or the individuals self concept (Fitts, 1971).

Fitts (1971), juga mengemukakan bahwa konsep diri mempunyai pengaruh yang

kuat terhadap perilaku seseorang. Oleh karena itu, dengan mengetahui konsep diri

seseorang maka akan lebih memudahkan untuk meramalkan dan memahami tingkah

lakunya.

Page 2: BAB II KAJIAN TEORI A. Konsep diri - UKSWrepository.uksw.edu/bitstream/123456789/2536/3/T1... · 2013-05-15 · 10 BAB II KAJIAN TEORI . A. Konsep diri . Konsep diri adalah gambaran

11

Fitts, menjelaskan bahwa jika individu, mempersepsikan dirinya, bereaksi

terhadap dirinya, memberikan arti dan penilaian serta membentuk abstraksi pada

dirinya, maka hal ini menunjukkan suatu kesadaran diri (self awareness) dan

kemampuan untuk keluar dari dirinya sendiri untuk melihat dirinya sebagaimana ia

lakukan terhadap obyek-obyek lain yang ada di dalam kehidupannya. Jadi, diri yang

dilihat, dihayati, dan dialami seseorang itu disebut konsep diri. Perspektif yang senada

mengenai dimensi dari konsep diri dikemukakan Fitts (1971 ), dimana Fitts juga

menganggap bahwa diri adalah sebagai suatu obyek sekaligus juga sebagai suatu proses

yang melakukan fungsi persepsi, pengamatan serta penilaian. Keseluruhan kesadaran

mengenai diri yang diobservasi, dialami serta dinilai ini adalah konsep diri. Berdasarkan

pendapatnya itu Fitts (1971) membagi konsep diri kedalam dua dimensi pokok yaitu :

1. Dimensi Internal yang terdiri dari?

a. Diri sebagai obyek/ Identitas (identity self)

b. Diri sebagai pelaku (behavior self)

c. Diri sebagai pengamat dan penilai (judging self)

2. Dimensi Eksternal yang terdiri dari:

a. Diri fisik (physical self)

b. Diri moral-etik (moral-ethical self)

c. Diri keluarga (family self)

d. Diri Pribadi (personal Self)

e. Diri sosial (social self)

Page 3: BAB II KAJIAN TEORI A. Konsep diri - UKSWrepository.uksw.edu/bitstream/123456789/2536/3/T1... · 2013-05-15 · 10 BAB II KAJIAN TEORI . A. Konsep diri . Konsep diri adalah gambaran

12

Dimensi dan bagian-bagiannya secara dinamis menurut Fitts (1971) adalah

berinteraksi dan berfungsi secara menyeluruh menjadi konsep diri. Untuk lebih memahami

dari kedua maksud dari kedua dimensi konsep diri ini, berikut dijelaskan satu persatu.

Dimensi internal atau yang disebut juga kerangka acuan internal (internal frame of

referance) adalah bila seseorang melakukan penilaian terhadap dirinya sendiri berdasarkan

dunia batinnya atau dunia dirinya terhadap identitas diri perilaku dirinya dan identitas diri

perilaku dirinya dan penerimaan dirinnya.

Kerangka acuan internal atau yang disebut juga dimensi internal ini oleh Fitts, dibedakan

atas 3 yaitu:

1. Diri Identitas (identity self)

Identitas diri ini merupakan aspek konsep diri yang paling mendasar konsep ini

mengacu pada pertanyaan “siapakah saya’? dimana di dalamnya tercakup label-label dan

simbol yang diberikan pada diri oleh individu yang bersangkutan untuk menggambarkan

dirinya dan membangun identitasnya. Misalnya, saya Iskandar” dan kemudian sejalan dengan

bertambahnya usia dan interaksi individu dengan lingkungannya akan semakin banyak

pengetahuan individu akan dirinya sendiri sehingga individu tersebut akan dapat melengkapi

keterangan dirinya dengan hal-hal yang lebih kompleks, seperti : "saya Iskandar", "saya

seorang ayah dari dua orang anak", saya bekerja sebagai pegawai negeri", dan

sebagainya. Setiap elemen dari identitas diri akan mempengaruhi cara individu

mempersepsikan dunia fenomenalnya, mengobservasinya, dan menilai dirinya

sendiri sebagaimana fungsinya.

Page 4: BAB II KAJIAN TEORI A. Konsep diri - UKSWrepository.uksw.edu/bitstream/123456789/2536/3/T1... · 2013-05-15 · 10 BAB II KAJIAN TEORI . A. Konsep diri . Konsep diri adalah gambaran

13

Pada kenyataannya, identitas diri berkaitan erat dengan diri sebagai pelaku.

Identitas diri sangat mempengaruhi perilaku seorang individu, dan sebaliknya identitas

diri juga dipengaruhi oleh diri sebagai pelaku. Sejak kecil, individu cenderung untuk

menilai atau memberikan label kepada orang lain maupun pada dirinya sendiri

berdasarkan perilaku atau apa yang dilakukan seseorang. Untuk menjadi sesuatu seseorang

harus melakukan sesuatu, dan dengan melakukan sesuatu, seringkali individu menjadi

sesuatu.

2. Diri Perilaku (behavior self)

Diri pelaku merupakan persepsi seorang individu tentang perilakunya. Diri pelaku

berisikan kesadaran mengenai “ apa yang dilakukan oleh diri” selain itu, bagian ini sangat

erat kaitannya dengan diri sebagai identitas. Diri yang adekuat akan menunjukkan

adanya keserasian antara diri sebagai identitas. Dengan diri pelakunya, sehingga ia dapat

mengenali dan menerima dengan baik diri sebagai identitas maupun diri sebagai pelaku.

Kaitannya keduanya dapat dilihat pada diri sebagai penilai (Fitts 1971)

3. Diri Pengamat/ Penilai (judging self)

Diri penilai ini berfungsi sebagai pengamat, penemu standart serta pengevaluasi.

Kedudukanya adalah sebagai perantara ( mediator) antara diri, identitas dengan diri

pelaku.

Manusia cenderung untuk senantiasa memberikan penilaian terhadap apa yang

dipersepsikan. Oleh karena itu, label-label yang dikenakan kepada dirinya bukanlah

Page 5: BAB II KAJIAN TEORI A. Konsep diri - UKSWrepository.uksw.edu/bitstream/123456789/2536/3/T1... · 2013-05-15 · 10 BAB II KAJIAN TEORI . A. Konsep diri . Konsep diri adalah gambaran

14

semata-mata menggambarkan diriya tetapi dibalik itu juga sarat dengan nilai-nilai.

Selanjutnya penilai inilah yang kemudian lebih berperan dalam menentukan tindakan yang

akan ditampilkannya.

Diri penilai menentukan kepuasan seorang individu akan dirinya atau seberapa

jauh ia dapat menerima dirinya sendiri. Kepuasan diri yang rendah akan menimbukan

harga diri yang rendah yang miskin dan akan mengembangkan ketidak percayaan yang

mendasar kepada dirinya, sehingga senantiasa menjadi penuh kewaspadaan. Sebaliknya

bagi indvidu yang memiliki kepuasan diri yang tinggi, kesadaran dirinya akan lebih

realistis sehingga lebih memungkinkan individu yang bersangkutan melupakan keadaan

dirinya dan lebih dan lebih memfokuskan energi serta memperhatikan keluar diri, yang

pada akhirnya dapat berfungsi secara lebih konstruktif. Diri sebagai penilai erat kaitanya

dengan harga diri, karena kecenderungan evaluasi diri ini tidak saja hanya merupakan

komponen utama dara persepsi diri, melainkan juga merupakan komponen utama dari

persepsi diri, melainkan juga komponen utama pembentuk harga diri.

Penghargaan diri pada dasarnya didapat dari 2 sumber utama yaitu dari diri sendiri

dan orang lain. Penghargaan diperoleh jika individu berhasil mencapai tujuan-tujuan dan

nilai-nilai tertentu. Tujuan, nilai dan standart ini dapat berasal dari internal, eksternal,

maupun keduanya.

Umumnya, nilai-nilai dan tujuan-tujuan pada mulanya dimasukkan oleh orang lain.

Penghargaan hanya akan didapat melalui penuntunan dan harapan orang lain. Namun pada

Page 6: BAB II KAJIAN TEORI A. Konsep diri - UKSWrepository.uksw.edu/bitstream/123456789/2536/3/T1... · 2013-05-15 · 10 BAB II KAJIAN TEORI . A. Konsep diri . Konsep diri adalah gambaran

15

saat diri sebagai pelaku telah berhubungan dengan tingkah laku aktualisasi dirinya. Maka

penghargaan juga dapat berasal dari diri individu itu sendiri.

Penjelasan mengenai ketiga dimensi bagian internal, memperlihatkan bahwa

masing-masing bagian mempunyai yang berbeda namun ketiganya saling melengkapi,

berinteraksi dan membentuk suatu diri (self) serta konsep diri (self concept) secara utuh

dan menyeluruh.

Dimensi kedua dari dimensi konsep diri adalah apa yang disebut dengan dimensi

eksternal. Pada dimensi eksternal individu menilai dirinya melalui hubungan dan aktivitas

sosialnya, nilai- nilai yang dianutnya, serta hal-hal lain yang berasal dari dunia di luar

individu. Sebenarnya, dimensi eksternal merupakan bagian suatu bagian yang sangat luas,

misalnya diri individu yang berkaitan dengan belajar. Namun yang dikemukakan oleh

Fitts (1971), adalah bagian dimensi eskternal ini dibedakan Fitts (1971) atas lima bentuk

yaitu:

1. Diri Fisik (physical self)

Diri fisik menyangkut pandangan seorang individu terhadap keadaan dirinya

secara fisik. Dalam hal ini terlihat persepsi seorang individu mengenai dirinya,

penampilan dirinya (cantik, jelek, menarik) dan keadaan tubuhnya (tinggi, gemuk, pendek

dan kurus).

Page 7: BAB II KAJIAN TEORI A. Konsep diri - UKSWrepository.uksw.edu/bitstream/123456789/2536/3/T1... · 2013-05-15 · 10 BAB II KAJIAN TEORI . A. Konsep diri . Konsep diri adalah gambaran

16

2. Diri Moral Etik (moral-ethical self)

Diri moral merupakan pandangan tentang individu terhadap dirinya sendiri, yang

dilihat dari standart pertimbangan nilai moral dan etika. Hal ini menyangkut persepsi

seorang individu mengenai hubungannya dengan Tuhan, kepuasan seorang individu akan

kehidupan agamanya dan nilai-nilai moral yang dipegang individu, yang meliputi batasan

baik dan buruk.

3. Diri Pribadi (Personal self)

Diri pribadi merupakan pandangan seorang individu terhadap keadaan pribadinya.

Hal ini tidak dipengaruhi oleh kondisi fisik atau hubungannya dengan individu lain, tetapi

dipengaruhi oleh sejauh mana seorang individu merasakan dirinya sebagai seorang

individu sebagai pribadi yang tepat.

4. Diri Keluarga (family self)

Diri keluarga, menunjukkan pada perasaan dan diri seorang individu dalam

kedudukanya sebagai seorang angota keluarga. Bagian diri ini menunjukkan seberapa jauh

seorang individu merasa adekuat terhadap dirinya sendiri sebagai angota keluarga dan

terhadap peran maupun fungsi yang dijalankannya sebagai angota dari suatu keluarga.

5. Diri Sosial (social self)

Diri sosial merupakan penilaian seorang terhadap interaksi dirinya dengan orang

lain dan lingkungan di sekitarnya. Pembentukan penilaian individu terhadap bagian-

bagian dirinya dalam dimensi eksternal ini, seorang individu tidak dapat begitu saja

Page 8: BAB II KAJIAN TEORI A. Konsep diri - UKSWrepository.uksw.edu/bitstream/123456789/2536/3/T1... · 2013-05-15 · 10 BAB II KAJIAN TEORI . A. Konsep diri . Konsep diri adalah gambaran

17

menilai bahwa ia memiliki diri fisik yang baik, tanpa adanya reaksi dari individu lain yang

menunjukkan bahwa secara fisik ia memang baik dan menarik. Demikian pula halnya

seorang individu tidak dapat mengatakan bahwa ia memiliki diri pribadi yang baik, tanpa

adanya tanggapan atau reaksi dari individu lain disekitarnya yang menunjukkan bahwa ia

memang memiliki pribadi yang baik.

Hubungan antar dimensi dalam konsep diri (dimensi internal dan eksternal) dapat

dijelaskan dengan menggunakan analogi. Misalnya total dari diri (self) sebagai

keseluruhan adalah buah apell. Apel tersebut dapat dibagi secara horisontal maupun secara

vertikal, yang pada setiap potongan mengandung potongan dari bagian lainnya. Dengan

demikian dapat diartikan, bahwa setiap bagian dari dimensi internal akan mengandung

bagian-bagian dari dimensi eksternal, demikian pula sebaliknya.

Interaksi yang terjadi di dalam bagian-bagian dan antar bagian pada dimensi

internal, eksternal, ataupun keduanya, berkaitan erat dengan integrasi serta efektifitas

keberfungsian diri secara keseluruhan sebagai suatu keutuhan. Seorang individu yang

terintegrasi dengan baik, akan menunjukkan derajat interaksi yang tinggi, baik di dalam

bagian-bagian dari dirinya sendirinya (intra personal communication) maupun dengan

individu-individu lain (interpersonal communication).

Aspek Konsep Diri

Selain membagi konsep diri menjadi dua dimensi eksternal dan internal, Fitts

(1970) juga membedakan konsep diri menjadi empat aspek diri, aspek diri ini merupakan

bagian dari diri yang dapat dilihat oleh orang lain pada diri seorang individu, sedangkan

Page 9: BAB II KAJIAN TEORI A. Konsep diri - UKSWrepository.uksw.edu/bitstream/123456789/2536/3/T1... · 2013-05-15 · 10 BAB II KAJIAN TEORI . A. Konsep diri . Konsep diri adalah gambaran

18

dimensi diri (seperti yang telah dikemukakan), adalah bagian dari diri yang hanya dapat

diketahui oleh diri individu yang bersangkutan sendiri.

Aspek dari diri (self) tersebut menurut Fitts (1971) adalah sebagai berikut:

1. Aspek Pertahanan Diri (self defensiveness)

Pada saat seorang individu menggambarkan atau menampilkan diri fisiknya,

terkadang muncul keadaan yang tidak sesuai dengan diri yang sebenarnya. Keadaan ini

terjadi karena individu memiliki sikap bertahan dan kurang terbuka dalam menyatakan

dirinya yang sebenarnya. Hal ini dapat terjadi karena individu tidak ingin mengakui hal-

hal yang tidak baik di dalam dirinya. Aspek pertahanan diri ini, membuat seorang individu

mampu untuk “menyimpan” keburukan dari dirinya dan tambil dengan baik sesuai yang

diharapkan oleh lingkungan dari dirinya.

2. Aspek harga Diri (self esteem)

Berdasarkan label-label dan simbol-simbol yang ada dan diberikan kepada

diriya, seorang individu akan membuat penghargaan sendiri terhadap dirinya. Semakin

baik simbol atau label pada dirinya , maka akan semakin baik pula penghargaan yang

diberikan kepada dirinya sendiri. Demikian pula jika individu memiliki label-label atau

simbol yang kurang baik pada dirinya, maka penilaian tersebut akan diinternalisasikannya

dan membentuk penghargaan diri yang kurang baik pada dirinya sendiri.

Page 10: BAB II KAJIAN TEORI A. Konsep diri - UKSWrepository.uksw.edu/bitstream/123456789/2536/3/T1... · 2013-05-15 · 10 BAB II KAJIAN TEORI . A. Konsep diri . Konsep diri adalah gambaran

19

3. Aspek Integrasi Diri (self integration)

Aspek integrasi ini menunjukkan pada derajat integrasi atar bagian-bagian dari

diri (self). Semakin terintegrasi bagian-bagian dari diri seorang individu, maka akan

semakin baik pula dia menjalankan fungsinya.

4. Aspek Kepercayaan Diri (self confidence)

Kepercayaan diri seorang individu berasal dari tingkat kepuasannya pada dirinya

sendiri. Semakin baik penilaian seorang individu terhadap dirinya, maka semakin percaya

ia akan kemampuan dirinya. Dengan kepercayaan diri yang baik, maka seorang individu

akan semakin percaya diri dalam menghadapi lingkunganya.

Dari uraian yang telah dikemukakan mengenai dimensi aspek diri, terlihat bahwa

diri (self) baik sebagaimana yang dilihat individu sendiri maupun oleh individu lainnya,

adalah terdiri dari beberapa bagian. Bagian- bagian dari inilah yang saling berinteraksi

sehingga membentuk konsep diri yang utuh.

Selain dari variabel konsep diri mengenai tingkat konsep diri yang meliputi

dimensi internal dan eksternal serta aspek-aspek yang telah dikemukakan, Fitts (1971)

juga mengemukakan terhadap variabel lain yang mengukur aspek lain konsep diri yang

terdiri atas:

1. Aspek Kritik Diri

Aspek kritik diri ini mengambarkan sikap “keterbukaan” diri dalam

menggambarkan diri pribadi. Aspek ini diukur dengan menggunakan pertanyaan-

Page 11: BAB II KAJIAN TEORI A. Konsep diri - UKSWrepository.uksw.edu/bitstream/123456789/2536/3/T1... · 2013-05-15 · 10 BAB II KAJIAN TEORI . A. Konsep diri . Konsep diri adalah gambaran

20

pertanyaan yang bersifat merendahkan dan kurang menyenangkan mengenai diri seorang

individu, tetapi dinyatakan secara halus sehingga pada umumnya individu akan mau

mengakui sebagai suatu kebenaran bagi dirinya sendiri. Derajat dari keterbukaan diri yang

terlalu rendah, menunjukkan sikap defensi individu. Individu yang normal memiliki

derajat kritik diri yang tinggi, namun derajat yang terlalu tinggi (diatas 99%) justru

menunjukkan individu yang kurang defensif dan kemungkinan memiliki kelainan

psikologis.

2. Aspek Variabilitas

Aspek variabilitas dari diri ini dalah derajat integritas dan konsistensi persepsi

seorang individu tentang dirinya sendiri, dari satu bagian diri kebagian diri lainnya.

Derajat variabilitas yang tinggi, menunjukkan diri yang terintegrasi. Sedangkan derajat

yang terlalu rendah, menunjukkan adanya kekuatan pada diri seorang individu. Derajat

variabilitas yang optimal berada dibawah rata-rata namun di atas persentil 1.

3. Aspek Distribusi

Aspek distribusi dari diri inilah adalah menggambarkan keyakinan diri atau

kemantapan seorang individu dalam menilai dirinya. Derajat distribusi yang tinggi,

menunjukkan rasa pasti seorang individu dalam menilai dirinya sendiri. Sedangkan derajat

distribusi yang rendah, menunjukkan keraguan seorang individu terhadap dirinya atau

kekeburan dalam mengenali dirinya.

Page 12: BAB II KAJIAN TEORI A. Konsep diri - UKSWrepository.uksw.edu/bitstream/123456789/2536/3/T1... · 2013-05-15 · 10 BAB II KAJIAN TEORI . A. Konsep diri . Konsep diri adalah gambaran

21

B. Pengertian Bimbingan Kelompok

Sebelum lebih jauh kita mendiskripsikan tentang bimbingan kelompok alangkah

baiknya kita mengetahui apa itu bimbingan dan kelompok. Bimbingan dapat diartikan

sebagai suatu proses pemberian bantuan kepada individu secara berkelanjutan dan

sistematis, yang dilakukan oleh seorang ahli yang telah mendapatkan latihan khusus

untuk itu, dan dimaksudkan agar individu dapat memehami dirinya dan lingkungannya

dan dapat mengembangkan dirinya secara optimal optimal. Dalam bimbingan kelompok

dibutuhkan sebuah kelompok, kelompok itu sendiri adalah dua orang atau lebih individu

yang berinteraksi secara tatap muka masing-masing menyadari keangotaaanya dalam

kelompok, mengetahui dengan pasti individu-individu lain yang menjadi anggota

kelompok, dan masing-masing menyadari saling ketergantunganyang positif dalam

mencapai tujuan bersama (Romlah 2001).

Menurut Romlah (2001) bimbingan kelompok adalah proses pemberian bantuan

yang diberikan pada individu dalam situasai kelompok. Bimbingan kelompok

ditunjukkan untuk mencegah terjadinya masalah pada siswa dan pengembangan potensi

siswa. Secara umum dapat dikatakan bahwa sebagai salah satu tehnik bimbingan,

bimbingan kelompok mempunyai prinsip, kegiatan, dan tujuan yang sama dengan

bimbingan. Perbedaannya hanya terletak pada pengelolaannya yaitu dalam situasi

kelompok.

Dalam bimbingan kelompok dapat dibahas berbagai hal yang beragam dan tak

terbatas untuk bisa membantu siswa. Menurut Romlah (2001) bimbingan kelompok dapat

Page 13: BAB II KAJIAN TEORI A. Konsep diri - UKSWrepository.uksw.edu/bitstream/123456789/2536/3/T1... · 2013-05-15 · 10 BAB II KAJIAN TEORI . A. Konsep diri . Konsep diri adalah gambaran

22

diberikan dalam segenap bidang bimbingan yaitu: bimbingan pribadi, bimbingan sosial,

bimbingan belajar dan bimbingan karier.

Bimbingan kelompok dalam bidang bimbingan pribadi adalah proses bantuan

yang diberikan kepada sejumlah siswa secara bersama-sama melalui dinamika kelompok

untuk dapat mengatasi masalah-masalah yang dihadapi siswa yang disebabkan oleh

keadaan yang ada dalam diri sendiri dan bersifat sangat kompleks. Layanan bimbingan

kelompok dalam bimbingan pribadi membahas aspek-aspek pribadi siswa, misalnya:

pengenalan perubahan, pertumbuhan dan perkembangan fisik dan psikis, pengenalan

tentang kelemahan diri, kemampuan mengambil keputusan serta pengarahan diri dan

perencanaan, penyelengaraaan hidup yang sehat.

Bimbingan kelompok dalam bidang bimbingan sosial adalah proses bantuan yang

diberikan kepada sejumlah siswa secara bersama-sama melalui dinamika kelompok untuk

dapat mengatasi masalah-masalah yang dihadapi siswa yang disebabkan berhubungan

dengan hubungan atau pergaulan dengan orang lain. Layanan bimbingan kelompok

dalam bidang bimbingan sosial membahas aspek-aspek perkembangan sosial siswa,

misalnya: kemampuan berkomunikasi, kemampuan bertingkah laku dan berhubungan

sosial, hubungan dengan teman sebaya, pengendalian emosi, pemahaman dan

pelaksanaan disiplin dan peraturan sekolah serta pengenalan perencanaan dan

pengalaman pola hidup sederhana.

Bimbingan kelompok dalam bidang bimbingan belajar adalah proses bantuan

yang diberikan kepada sejumlah siswa secara bersama-sama melalui dinamika kelompok

Page 14: BAB II KAJIAN TEORI A. Konsep diri - UKSWrepository.uksw.edu/bitstream/123456789/2536/3/T1... · 2013-05-15 · 10 BAB II KAJIAN TEORI . A. Konsep diri . Konsep diri adalah gambaran

23

untuk dapat mengatasi masalah-masalah yang dihadapi siswa dalam belajar yang muncul

atau berhubungan dengan kegiatan belajar seseorang. Layanan bimbingan kelompok

dalam bimbingan belajar membahas aspek-aspek kegiatan siswa, misalnya: motivasi dan

tujuan belajar, sikap dan kebiasaan belajar, penguasaan materi pembelajaran, pengenalan

dan pemanfaatan kondisi fisik serta orientasi pembelajaran di perguruan tinggi

(Romlah,2001)

Bimbingan kelompok dalam bidang bimbingan karier adalah proses pemberian

bantuan yang diberikan kepada sejumlah siswa secara bersama-sama melalui dinamika

kelompok untuk dapat mengatasi masalah-masalah. Yang berhubungan dengan karier

atau pekerjaan seseoarang. layanan bimbingan kelompok dalam bimbingan karier

membahas aspek-aspek pilihan pekerjaan dan pengambangan karier siswa, misalnya:

pilihan latihan keterampilan, orientasi dan informasi pekerjaan atau karier, orientasi dan

informasi lembaga kerja atau industri dan pilihan, orientasi dan informasi perguruan

tinggi sesuai dengan arah perkembangan karier (Romlah, 2001).

C. Keefektifan layanan bimbingan kelompok dalam meningkatkan konsep diri

Layanan bimbingan kelompok merupakan proses pemberian informasi dan

bantuan pada sekelompok orang dengan memanfaatkan dinamika kelompok guna

mencapai tujuan tertentu. Layanan yang diberikan dalam suasana kelompok selain itu

juga bisa dijadikan media penyampaian informasi sekaligus juga bisa membantu siswa

menyusun rencana dalam membuat keputusan yang tepat sehingga diharapkan akan

berdampak positif bagi siswa yang nantinya akan menumbuhkan konsep diri yang positif.

Page 15: BAB II KAJIAN TEORI A. Konsep diri - UKSWrepository.uksw.edu/bitstream/123456789/2536/3/T1... · 2013-05-15 · 10 BAB II KAJIAN TEORI . A. Konsep diri . Konsep diri adalah gambaran

24

Selain itu apabila dinamika kelompok dapat terwujud dengan baik maka anggota

kelompok saling menolong menerima dan berempati dengan tulus (Romlah,2001).

Bimbingan kelompok merupakan lingkungan yang kondusif yang memberikan

kesempatan bagi anggotanya untuk menambah penerimaan diri dengan orang lain,

memberikan ide, perasaan, dukungan bantuan alternatif pemecahan masalah dan

mengambil keputusan yang tepat, dapat berlatih tentang perilaku yang baru dan

bertanggung jawab atas pilihan yang yang ditentukan sendiri. Suasana ini dapat

menumbuhkan perasaan berarti bagi anggota yang selanjutnya juga dapat menambah

konsep diri yang positif.

Di dalam kelompok, anggota belajar mengingatkan kepercayaan terhadap orang

lain, selain itu mereka juga memiliki kesempatan untuk meningkatkan sistem dukungan

dengan cara berteman secara akrab dengan sesama anggota. Dalam layanan bimbingan

kelompok interaksiantar anggota kelompok merupakan suatu yang khas yang tidak

mungkin terjadi pada konseling perorangan. Karena dalam layanan konseling kelompok

terdiri dari individu-individu yang heterogen terutama dari latar belakang dan

pengalaman mereka masing-masing (Romlah,2001).

Bimbingan kelompok merupakan tempat bersosialisasi dengan anggota kelompok

dan masing-masing anggota kelompok memahami dirinya dengan baik. Berdasarkan

pemahaman dirinya dengan baik. Berdasarkan pemahaman diri itu siswa lebih rela

menerima dirinya sendiri dan lebih terbuka terhadap aspek-aspek positif dalam

kepribadiannya, selain itu dalam layanan bimbingan kelompok ketika dinamika

Page 16: BAB II KAJIAN TEORI A. Konsep diri - UKSWrepository.uksw.edu/bitstream/123456789/2536/3/T1... · 2013-05-15 · 10 BAB II KAJIAN TEORI . A. Konsep diri . Konsep diri adalah gambaran

25

kelompok sudah dapat tercipta dengan baik ikatan batin yang terjalin antar anggota

kelompok akan lebih mempererat hubungan diantara mereka sehingga masing-masing

individu akan merasa diterima dan dimengerti orang lain, serta timbul penerimaan

terhadap dirinya.

Konsep diri adalah pandangan yang menyeluruh individu terhadap totalitas diri

sendiri baik tentang dimensi fisiknya, karakteristik pribadinya, motivasinya, kelebihan

dan kelemahannya yang terbentuk dari pengalaman dan interaksi dengan orang lain atau

lingkkungan sekitar individu. Interaksi yang terus menerus dapat dilakukan dengan

bimbingan kelompok karena dengan layanan bimbingan kelompok para anggota dapat

belajar bersama dengan anggota kelompok yang lain dalam memecahkan masalah yang

dihadapi, selain itu pemberian alternatif bantuan yang ditawarkan oleh para anggota

kelompok yang lebih efektif sebab anggota kelompok tersebut sudah mengalami secara

langsung.

Konsep diri bukan merupakan faktor yang dibawa sejak lahir, tetapi merupakan

sesuatu yang dipelajari dan merupakan hasil bentuk dari pengalaman individu dalam

hubungan dengan individu yang lain. Dalam kegiatan bimbingan kelompok akan muncul

dinamika kelompok maka individu akan menerima tanggapan dari individu lainya.

Tanggapan-tanggapan ini akan akan dijadikan cermin baginya dalam memandang dan

menilai dirinya sendiri. Tanggapan dan umpan balik yang cukup baik, memungkinkan

individu untuk menerima diri sendiri. Penerimaan diri akan mengarahkannya kepada

kerendahan hati yang merupakan dasar dari konsep diri yang positif.

Page 17: BAB II KAJIAN TEORI A. Konsep diri - UKSWrepository.uksw.edu/bitstream/123456789/2536/3/T1... · 2013-05-15 · 10 BAB II KAJIAN TEORI . A. Konsep diri . Konsep diri adalah gambaran

26

Konsep diri yang positif bersifat stabil dan bervariasi, sehingga orang mampu

menyimpan informasi tentang dirinya baik informasi positif maupun negatif. Oleh karena

itu segala informasi bukan merupakan sebuah ancaman baginya. Ia juga mampu

menerima orang lain sebagaimana adanya. Baginya hidup adalah sebuah proses

penemuan. Dengan bimbingan kelompok siswa memiliki gambaran tentang hidupnya,

dapat memecahkan masalah dan dapat membantu orang lain. Dengan ini mereka

bertindak lebih berani dan spontan serta memperlakukan orang lain dengan hangat dan

hormat. Hidup ini baginya terasa menyenangkan penuh kejutan dan penuh pula imbalan

(Fitts,1971)

Konsep diri terbentuk dan dapat berubah karena interaksi dengan lingkungan,

dengan bimbingan kelompok siswa dapat berinteraksi dengan anggota lain, mereka dapat

berlatih tentang perilaku baru, belajar memberi dan menerima, dan belajar memecahkan

masalah berdasarkan masukan dari orang lain. Situasi yang diperlukan untuk

mengembangkan konsep diri positif adalah situasi hubungan yang erat dan mendalam

dalam waktu yang relatif agak lama dalam berinteraksi.

Kelompok yang semuanya merupakan teman yang sebaya sering disebut

kelompok teman sebaya. Di sinilah mereka dinilai oleh orang lain, penilaian ini akan

menjadikan sebagia cermin dalam memandang dan menilai dirinya sendiri. Mereka dapa

membandingkan antara “saya dapat menjadi apa” dengan “saya seharusnya menjadi apa”.

Hasil dari perbandingan inni berupa rasa harga diri. Semakin besar perbedaan keduanya

akan semakin rendah harga dirinya. Suasana memberi dan menerima dalam bimbingan

Page 18: BAB II KAJIAN TEORI A. Konsep diri - UKSWrepository.uksw.edu/bitstream/123456789/2536/3/T1... · 2013-05-15 · 10 BAB II KAJIAN TEORI . A. Konsep diri . Konsep diri adalah gambaran

27

kelompok dapat menumbuhkan konsep diri dan keyakinan diri anggota. Anggota akan

saling menolong, menerima dan berempati secara tulus. Hal ini akan dapat

menumbuhkan suasana yang positif dalam diri mereka. Terlebih apabila semua anggota

kelompok merupakan teman sebaya.

D. Hipotesis

Hipotesis merupakan jawaban sementara terhadap hasil penelitian yang akan

dilakukan. Dengan hipotesis, penelitian menjadi jelas arah pengujiannya dengan kata lain

hipotesis membimbing peneliti dalam melaksanakan penelitian dilapangan baik sebagai

obyek pengujian maupun dalam pengumpulan data, dari penelitian yang pernah

dilakukan oleh suprapto(2006) Dan Maisaroh(2003) Menyatakan bahwa konsep diri bisa

ditingkkatkan dengan mengunakan layanan bimbingan kelompok. Dari penelitian yang

dikemukakan oleh Suprapto (2006) dan Maisaroh (2003) maka peneliti mengajukan

hipotesis sebagai berikut:

“Ada peningkatan yang signifikan konsep diri pada siswa kelas X-3 SMA

KRISTEN 1 SALATIGA setelah mengikuti kegiatan layanan bimbingan kelompok”