BAB II ORGANISASI POTENSI SAR DAN SEJARAH .Muhammadiyah dengan Muhammadiyah Disaster Management Center

  • View
    213

  • Download
    0

Embed Size (px)

Text of BAB II ORGANISASI POTENSI SAR DAN SEJARAH .Muhammadiyah dengan Muhammadiyah Disaster Management...

16

BAB II

ORGANISASI POTENSI SAR DAN

SEJARAH BERDIRINYA SAR MTA DI SURAKARTA

A. Potensi SAR di Surakarta

Search and Rescue (SAR) diartikan sebagai usaha dan kegiatan

kemanusiaan untuk mencari dan memberikan pertolongan kepada manusia dengan

kegiatan yang meliputi : Mencari, menolong, dan menyelamatkan jiwa manusia

yang hilang atau dikhawatirkan hilang atau menghadapi bahaya dalam bencana

atau musibah. Mencari kapal dan atau pesawat terbang yang mengalami

kecelakaan. Evakuasi pemindahan korban musibah pelayaran, penerbangan,

bencana alam atau bencana lainya dengan sasaran utama penyelamatan jiwa

manusia. Sedangkan Potensi SAR adalah sumber daya manusia, sarana, dan

prasarana yang dapat dimanfaatkan untuk menunjang kegiatan operasi SAR.1

Pembagian Potensi SAR sendiri dapat didasarkan dengan beberapa hal.

Secara hierarskis dan segi medan. Dari segi medannya, ada beberapa jenis SAR ;

1. Mountain and Remote Area SAR

Merupakan SAR yang bergerak di wilayah pegunungan dan hutam

2. Urban SAR (USAR)

Adalah SAR yang bergerak di wilayah perkotaan (padat penduduk) baik

saat terjadi musibah terkait bencana alam atau karena kelalain manusia.

1 PP No 12 Tahun 2000

17

3. Ground SAR

SAR yang secara khusus bergerak di wilayah gua yang berbentuk alami

ataupun buatan. Gua buatan dalam hal ini salah satunya adalah wilayah

pertambangan yang berada di bawah tanah.

4. Sea and Air SAR

Merupakan SAR yang bergerak di wilayah air (sungai, laut, danau dan lain

lain) serta udara.

5. Combat SAR.

SAR yang secara khusus bergerak di wilayah yang sedang terjadi

peperangan atau konflik.

Pembagian tersebut tentu saja berpengaruh terhadap sarana prasana

ataupun peralatan yang dimiliki masing masing tim SAR.2

Sedangkan dari segi hierarkis, potensi SAR dapat dibedakan menjadi 2

yakni :

a. SAR Induk

SAR induk adalah sumber daya manusia dan sarana prasana yang

merupakan unsure paling inti dalam keorganisasian SAR di wilayah tertentu. Di

Indonesia, SAR induk adalah BASARNAS (Badan SAR Nasional) sebagai

perwujudan utama dalam kegiatan Search And Rescue dalam lingkup nasional.

SAR induk inilah yang membawahi potensi SAR baik secara terikat maupun tidak.

2 https://muryanto.wordpress.com/program-latihan-fisik-pendakian-

gunung/manajemen-operasi-sar/. Diakses tanggal 11 Mei 2016 Pukul 00.37 WIB

https://muryanto.wordpress.com/program-latihan-fisik-pendakian-gunung/manajemen-operasi-sar/https://muryanto.wordpress.com/program-latihan-fisik-pendakian-gunung/manajemen-operasi-sar/

18

BASARNAS secara khusus dan diatur dengan undang undang dapat

meminta bantuan secara langsung atau melalui instansi tertentu kepada berbagai

golongan potensi SAR.3 Diantaranya :

- Tentara Nasional Indonesia (TNI);

- Kepolisian Republik Indonesia;

- Badan Nasional Penanggulangan Bencana;

- Kementerian Perhubungan;

- Kementerian Sosial;

- Kementerian Kesehatan

- Kementerian Hukum dan HAM

- Kementerian Keuangan;

- Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika;

- Pemerintah Daerah;

- Badan Usaha Milik Negara;

- Badan Usaha Milik Daerah;

- Pemadam Kebakaran;

- Masyarakat;

- Badan Usaha lainnya;

- Organisasi profesi, organisasi hobi.

b. SAR Koordinatif

SAR koordinatif adalah Potensi SAR yang ada di dalam masyarakat,

dimana keberadaannya terhubung secara mengikat ataupun tidak dengan SAR

3 http://www.basarnas.go.id/halaman/110116-pengerahan-potensi-sar.

Diakses pada tanggal 13 Mei 2016. Pukul 01.24 WIB

http://www.basarnas.go.id/halaman/110116-pengerahan-potensi-sar

19

Induk (BASARNAS). SAR koordinatif ini berasal dari berbagai instansi. Baik

masyarakat, organisasi keagamaan seperti Muhammadiyah, NU, MTA dan lain

lain, organisasi kemahasiswaan, organisasi berdasarkan bakat, atau kelompok lain

yang dilaith secara khusus oleh SAR induk. Jika terjadi musibah pelayaran dan/

atau penerbangan, atau bencana atau musibah lainnya, setiap instansi/ organisasi

potensi SAR wajib membantu Basarnas dalam pelaksanaan operasi SAR sesuai

dengan permintaan Basarnas.

Dalam hal terjadi musibah pelayaran dan/atau penerbangan, atau bencana

atau musibah lainnya, setiap instansi atau organisasi potensi SAR wajib

membantu Basarnas dalam pelaksanaan operasi SAR sesuai dengan permintaan

Basarnas. Bantuan yang diberikan oleh instansi/organisasi bersifat tidak mengikat.

Potensi SAR yang tergabung dalam pelaksanaan operasi SAR tersebut berada di

bawah koordinasi operasi Basarnas. Potensi SAR yang melaksanakan operasi SAR

atas permintaan Basarnas akan diberikan penggantian biaya operasi berupa biaya

bahan bakar dan permakanan selama operasi SAR.

Sedangkan pembagian potensi SAR di kota Surakarta dapat digolongkan

sebagai berikut :

1) Potensi SAR berbasis organisasi keagamaan

Organisasi keagamaan memegang peran dan andil yang besar dalam

pembangunan masyarakat. Hal ini dapat dilihat dari aktivitasnya di berbagai

sektor seperti bidang pendidikan, ekonomi, budaya serta sosial, termasuk di

dalamnya giat dalam penanggulangan dalam mengatasi bencana. Tujuannya tidak

lain adalah mencapai hasil maksimal dalam berdakwah dan membantu sesama

manusia.

20

Potensi SAR yang demikian dapat dilihat dari berbagi contoh.

Muhammadiyah dengan Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC),

Nahdlatul Ulama lewat BANSER (Barisan Serbaguna), serta Majlis Tafsir Al

Quran (MTA) lewat SAR MTA.

2) Potensi SAR berbasis minat dan bakat.

Potensi SAR berbasis minat dan bakat biasanya muncul karena adanya rasa

kesamaan dalam kepedulian terhadap kelestarian lingkungan. Elemen di dalamnya

juga sangat beragam dari masyarakat sampai kaum pendidikan. Di daerah

Surakarta potensi SAR berbasis minat bakat ini ada 2 yakni SAR HIMALAWU

dan SAR AGL (Anak Gunung Lawu). Kedua potensi SAR ini besar berawal dari

kecintaan para anggotanya dalam pendakian gunung.

3) Potensi SAR berbasis pendidikan

SAR berbasis pendidikan seringkali dijumpai di instansi pendidikan

seperti perguruan tinggi dan berbentuk organisasi atau unit kegiatan. Hampir di

tiap kampus di Surakarta memiliki tim SAR masing masing seperti BAKORLAK

UNS.

4) Potensi SAR berbasis kemasyarakatan

Potensi SAR berbasis kemasyarakatan adalah potensi SAR yang secara

khusus dibentuk oleh BASARNAS dalam rangka mewujudkan masyarakat yang

lebih melek wacana penanggulangan bencana. Biasanya BASARNAS

mengadakan pelatihan berkala kepada masyarakat secara berkala.

5) Potensi SAR berbasis kepartaian

Partai politik juga memiliki potensi SAR yang dikembangkan untuk

membantu masyarakat. Hal ini sebagai bentuk pengabdian partai politik sebagai

21

wakil dari masyarakat itu sendiri. Diantaranya partai politik yang memiliki SAR

yaitu SAR PD (Partai Demokrat), SAR PDIP (Partai Demokrasi Indonesia

Perjuangan), SAR PKB (Partai Kebangkitan Bangsa) dan SAR PKS (Partai

Keadilan Sejahtera).

B. Latar Belakang Berdirinya SAR MTA Surakarta

Surakarta sebagai daerah perkotaan, maka masyarakat Surakarta lebih

mementingkan kepentingan individu, hal ini merupakan ciri dari-masyarakat

kota. Mereka lebih mementingkan dirinya sendiri dari padakepentingan

disekitarnya, rasa kepedulian terhadap sesama juga mulai pudar. Namun tidak

semua masyarakat kota kurang peduli dengan sesamanya, hal ini dibuktikan

dengan munculnya sebuah organisasi sosial dibawah yayasan Majelis Tafsir Al-

Quran Surakarta yang bergerak dalam bidang sosial kemanusiaan.

Tujuan didirikannya MTA adalah untuk menyelenggarakan berbagai

kegiatan dalam bidang sosial dan keagamaan, seperti penyelenggaraan pendidikan

formal dan non-formal dan penyelenggaraan berbagai kegiatan pengajian dan

pendirian lembaga pendidikan keagamaan yang terkait. Tujuan tersebut

dimaksudkan sebagai upaya untuk mengajak umat Islam untuk kembali ke al-

Quran dengan tekanan pada pemahaman, penghayatan, dan pengamalan al-

Quran dalam kehidupan sehari-hari.

Selain misi dakwah, sebagai organisasi keagamaan, MTA juga melakukan

kegiatan sosial dalam bentuk pelayanan masyarakat. Kegiatan sosial merupakan

bentuk dakwah lain, yang mengatur hubungan manusia dengan manusia. Hal

inilah yang mendorong MTA juga fokus terhadap musibah yang menimpa

22

masyarakat terkait bencana alam atau musibah akibat kelalaian manusia. Untuk

itulah MTA kemudian membentuk satuan petugas SAR. Organisasi ini lahir

disebabkan oleh beberapa faktor, yaitu :

1. Kebutuhan masyarakat akibat musibah di Surakarta

Letak geografis Surakarta yang berada disekitar aliran sungai Bengawan

Solo, Kota Surakarta merupakan daerah yang sering mengalami banjir rutin

setiap tahunnya. Dari masa yang lalu telah tercatat berkali-kali banjir yang

pernah terjadi