of 33 /33
9 BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Konsep Diri 2.1 Komunikasi dan Konsep Diri Konsep diri muncul dalam proses Komunikasi dengan orang lain. Bayi tidak lahir dengan dengan pemahaman utuh mengenai siapa diri mereka, hal yang sebenarnya terjadi kita mengenmbangkan pemahaman mengenai diri sebagai bagian dari proses berkomunikasi dengan orang lain. Saat berinteraksi dengan orang lain, kita mengambil atu menginternalisasikan perspektif mereka, sehingga kita berbagi perspektif dengan orang lain sama banyaknya dengan perpsepsi yang mereka dapatkan mengenai diri kita. Sejak lahir kedunia, kita selalu berinteraksi dengan orang lain. Kita belajar dari pandangan dan perspektif orang lain. Proses ini terjadi biasanya dimulai dalam keluarga, dimana kita belajar bagaimana orangtua, saudara kandung, dan anggota keluarga lainya memandang kita. Kemudian ketika kita berinteraksi dengan guru dan teman sebaya, kita akan menambahkan perspektif mengenai diri sendiri. George Hearbet Mead (1934) menghabiskan karirnya untuk memahami bagaimana konsep tentang diri berkembang melalui komunikasi. Mengembangkan konsep diri dengan cara menginternalisasikan dua tipe perspektif dari orang terdekat dan perspektif dari orang lain pada umumnya. Ada dua perspektif yang dapat membantu diri kita dan mengarahkan bagaimana kita berpikir, berbuat dan merasakan sesuatu yaitu.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Konsep Diri 2.1 Komunikasi dan ...eprints.umm.ac.id/48004/3/BAB II.pdf · 9 BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Konsep Diri 2.1 Komunikasi dan Konsep Diri Konsep

  • Upload
    others

  • View
    3

  • Download
    0

Embed Size (px)

Citation preview

Page 1: BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Konsep Diri 2.1 Komunikasi dan ...eprints.umm.ac.id/48004/3/BAB II.pdf · 9 BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Konsep Diri 2.1 Komunikasi dan Konsep Diri Konsep

9

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

A. Konsep Diri

2.1 Komunikasi dan Konsep Diri

Konsep diri muncul dalam proses Komunikasi dengan orang lain. Bayi tidak

lahir dengan dengan pemahaman utuh mengenai siapa diri mereka, hal yang

sebenarnya terjadi kita mengenmbangkan pemahaman mengenai diri sebagai

bagian dari proses berkomunikasi dengan orang lain. Saat berinteraksi dengan

orang lain, kita mengambil atu menginternalisasikan perspektif mereka, sehingga

kita berbagi perspektif dengan orang lain sama banyaknya dengan perpsepsi yang

mereka dapatkan mengenai diri kita.

Sejak lahir kedunia, kita selalu berinteraksi dengan orang lain. Kita belajar

dari pandangan dan perspektif orang lain. Proses ini terjadi biasanya dimulai dalam

keluarga, dimana kita belajar bagaimana orangtua, saudara kandung, dan anggota

keluarga lainya memandang kita. Kemudian ketika kita berinteraksi dengan guru

dan teman sebaya, kita akan menambahkan perspektif mengenai diri sendiri.

George Hearbet Mead (1934) menghabiskan karirnya untuk memahami

bagaimana konsep tentang diri berkembang melalui komunikasi. Mengembangkan

konsep diri dengan cara menginternalisasikan dua tipe perspektif dari orang

terdekat dan perspektif dari orang lain pada umumnya. Ada dua perspektif yang

dapat membantu diri kita dan mengarahkan bagaimana kita berpikir, berbuat dan

merasakan sesuatu yaitu.

Page 2: BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Konsep Diri 2.1 Komunikasi dan ...eprints.umm.ac.id/48004/3/BAB II.pdf · 9 BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Konsep Diri 2.1 Komunikasi dan Konsep Diri Konsep

10

Orang terdekat

Orang terdekat adalah orang-orang yang memberikan makna

tersendiri dan punya arti khusus dalam kehidupan kita. Bagi bayi

dan anak-anak, orang terdekat mencakup anggota keluarga dan

pengasuh anak. Dalam fase kehidupan selanjutnya, orang-orang

terdekat mencakup teman sebaya, guru, sahabat, pacar, rekan kerja

dan orang lainya yang punya peranan penting dalam hidup kita.

Sebagaimana bayi berinteraksi dengan orang terdekatnya, ia belajar

bagaimana pandangan orang lain terhadapnya. Inilah awal mula

terbentuknya konsep diri. Perlu diingat konsep tentang diri berawal

dari bagaimana cara orang lain memandang kita. Orang terdekat

memberikan penilaian secara langsung, penilaian secara langsung

adalah pola komunikasi dari orang lain yang menjelaskan siapa kita

dengan cara memberikan label langsung terhadap perilaku kita.

Anggota keluarga, teman sebaya memberikan penilaian dari apa

yang mereka katakana terhadap diri kita.

Masayarakat umum

Perspektif masyarakat umum adalah refleksi dari pandangan orang

lain secara umum dalam kelompok sosial. Setiap kelompok sosial

memiliki pandangan yang merefleksikan nilai, keyakinan,

pengalaman, dan pemahaman dalam kelompok tersebut. Perspektif

dari oeang lain diungkapkan pada diri kita dengan tiga cara, yang

pertama kita mempelajarinya ketika berinteraksi dengan orang lain,

Page 3: BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Konsep Diri 2.1 Komunikasi dan ...eprints.umm.ac.id/48004/3/BAB II.pdf · 9 BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Konsep Diri 2.1 Komunikasi dan Konsep Diri Konsep

11

yang kedua kita belajar perpsektif sosial melalui media massa, yang

ketiga adalah lembaga pemerintahan.

Adanya hubungan timbal balik yang terjalin diantara konsep diri dengan

bagaimana cara kita berkomunikasi, komunikasi berdampak kepada konsep diri,

dan konsep diri berdampak bagaiamana dan apa yang akan di komunikasikan.

Mengambarkan hubungan antara konsep diri dengan komunikasi. John W. Kinch

dalam bukunya Communication Making Connection (2008 : 63)

a. Hubungan antara komunikasi dengan konsep diri

Apa yang dijelaskan dari bagan di atas adalah membahas bagaimana

persepsi kita tentang orang lain menanggapi dirikita di dalam hubungan berinteraksi

P berdampak pada konsep diri kita. S konsep diri kita mempengaruhi bagaimana

kita bersikap. B kepribadian kita terkait langsung bagaimana reaksi orang lain

kepada kepribadian kita. A respon yang lansung dari orang lain yang terkait dengan

persepsi orang lain . dan saling berhungan antara Asampai P. Tidak hanya itu

Respon langsung dari

orang lain

(A)

Persepsi dari respon orang

lain

(P)

Konsep diri

(S)

Kelakuan

(B)

Page 4: BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Konsep Diri 2.1 Komunikasi dan ...eprints.umm.ac.id/48004/3/BAB II.pdf · 9 BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Konsep Diri 2.1 Komunikasi dan Konsep Diri Konsep

12

hubungan antara komunikasi dengan konsep diri sangatlah erat bahkan tidak bisa

di pisahkan.

Komunikasi itu sendiri adalah suatu proses yang dinamik mengapa hal ini

di sebut dengan proses yang dinamik karena di dalam berkomunikasi tidak adanya

kapan di mulai ataupun berakhir namun selalu berubah. Di dalam arti yang sama

konsep diri juga adalah suatu proses, konsep diri di katakan suatu proses di

karenakan akan berubah sesuai pengalaman yang di dapat oleh seseorang individu

itu sendiri. Pengalaman yang di dapat melalui berinteraksi dengan lingkungan

sosialnya akan berdampak pada persepsi diri dan akan berimbas kepada konsep diri

di dalam kehidupan sehari-hari.

Seperti yang telah disampaikan oleh Rom Harre mengenai konsep diri

sendiri pada Stephen W.Littlejohn (2012) dengan cara-cara interaksi intrapersonal

dan interpersonal, maka seseorang dapat membentuk dirinya sendiri dan

menghadirkan dirinya kepada orang lain sebagai sebuah identitas yang saling

berhubungan.

Pertama, terdapat pemahaman tentang kesadaran. Ini menjelaskan bahwa

seseorang memiliki kemampuan untuk “melakukan obyektifitas” terhadap diri

sendiri untuk keluar dan memikirkan diri sendiri seperti yang diamati oleh orang

lain.

Anda merupakan yang “mengetahui” dan juga apa yang “diketahui”. Pikiran

sebuah pernyataan : “ saya mengetahui bahwa saya takut ”. saya menggambarkan

pemahaman akan keadaan sadar – diketahui – dan saya mengambarkan akan

keadaan “yang mengetahui” – orang yang merasa takut. Kesadaran merupakan

Page 5: BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Konsep Diri 2.1 Komunikasi dan ...eprints.umm.ac.id/48004/3/BAB II.pdf · 9 BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Konsep Diri 2.1 Komunikasi dan Konsep Diri Konsep

13

dimensi diri sendiri yang sangat berhubungan dengan keadaan saat ini karena ketika

kita menyadari diri kita bergerak melalui ruang dan waktu, kita menggunakan

persepsi, pengalaman, dan interaksi kita untuk menjalani tempat kita didunia.

Dimensi kedua adalah riwayat hidup. Riwayat hidup terdiri atas ingatan,

keyakinan, atau pemahaman mengenai apa yang terjadi dimasa lalu yang terbiasa

menafsirkan pengalaman – pengalaman saat ini dan masa depan.

Pada dimensi ketiga adalah perantara. Perantara lebih terlihat ketika kita

bermaksud untuk melakukan sesuatu. Hal ini melibatkan sebuah susunan atau

hipotesis mengenai kemapuan seseorang, kemungkinan apa yang ada untuk masa

depan. Kita mengeluarkan susunan – susunan dimasa lalu untuk menunjang ketika

kita membuat pemahaman mengenai apa yang kita pikirkan dan rasakan pada saat

ini serta kedua hal tersebut memandu pemahaman kita tentang perantara masa

depan.

Dengan memperhatikan semua dimensi bahwa ketiga dimensi tersebut

adalah susunan yang diciptakan, dipertahankan, serta diubah dalam interaksi

dengan diri sendiri dan orang lain.

Konsep diri bersifat multidimensional terdapat banyak dimensi atau aspek

terkait konsep diri pada manusia. Anda memiliki gambaran mengenai kondisi fisik,

seperti seberapa besar tubuh anda, seberapa menariknya anda dan seberapa kuat

tubuh anda, ada juga gambaran mengenai kemampuan intelektual yang anda miliki,

termasuk gambaran mengenai minat dan bakat. Anda juga memiliki konsep diri

mengenai kondisi emosional, kemudian ada juga lingkungan sosial dimana anda

terlibat interaksi didalamnya

Page 6: BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Konsep Diri 2.1 Komunikasi dan ...eprints.umm.ac.id/48004/3/BAB II.pdf · 9 BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Konsep Diri 2.1 Komunikasi dan Konsep Diri Konsep

14

Konsep diri dalam lingkungan sosial juga mencakup peran sosial yang kita

jalan kan, misalkan peran sebagai anak, sebagai siswa, sebagai pekerja, sebagai

orang tua atau sebagai pasangan suami istri. Berbagai dimensi mengenai konsep

diri dibentuk oleh definisi langsung, penilaian reflektif oleh orang lain.

2.2 Komunikasi Mengenai Diri Sendiri (Komunikasi Intrapersonal)

Komunikasi intrapersonal adalah komunikasi yang terjadi di dalam diri

sendiri disetiap pribadi masing-masing. Komunikasi Intrapersonal melibatkan

pemikiran, perasaan dan bagaimana seseorang individu melihat diri mereka sendiri.

Karena komunikasi intrapersonal hanya melibatkan pada diri sendiri maka dara itu

pengirim pesan (sender) dan penerima pesan (receiver) adalah seseorang individu

itu sendiri. Pesan yang di buat di dalam komunikasi intrapersonal di buat melalui

dari model pemikiran dan perasaan dari komunikator itu sendiri. Pada komunikasi

intrapersonal proses komunikasi di dalam diri sendiri di pengaruhi oleh cara

berpikir dan pengalaman hidup melalui interaksi dengan lingkungan sosialnya

masing-masing. Untuk lebih mengetahui bagaimana proses komunikasi

intrapersonal seseorang terjadi sebagai berikut :

Page 7: BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Konsep Diri 2.1 Komunikasi dan ...eprints.umm.ac.id/48004/3/BAB II.pdf · 9 BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Konsep Diri 2.1 Komunikasi dan Konsep Diri Konsep

15

2.3 Komunikasi Interpersonal

Komunikasi interpersonal adalah suatu proses. Kata lain dari proses, ada

yang menyebut sebagai sebuah transaksi dan interaksi. Transaksi mengenai apa?

Mengenai gagasan, ide, pesan, symbol, dan informasi. Sedangkan istilah interaksi

mengesankan adanya suatu tindakan yang berbalasan. Dengan kata lain suatu

proses hubungan yang saling pengaruh mempengaruhi

2.4 Aspek Komunikasi Interpersonal

Aspek-aspek Komunikasi Interpersonal Menurut Devito (1997) komunikasi

interpersonal dapat berjalan efektif, apabila memiliki lima aspek efektifitas

komunikasi, yaitu:

a. Keterbukaan

Keterbukaan merupakan hal yang penting dalam berkomunikasi. Keterbukaan

yang dimaksudkan adalah kesediaan untuk mengakui perasaan dan pikiran

sebagai milik setiap orang dan harus bertanggung jawab atasnya. Kualitas

keterbukaan mengacu pada tiga hal yakni: (a) komunikator antarpribadi yang

efektif harus terbuka kepada orang yang diajaknya berinteraksi, tetapi harus

ada kesediaan untuk membuka diri dalam arti mengungkapkan informasi yang

biasanya disembunyikan, asalhkan pengungkapan diri tersebut masih batas-

batas kewajaran, (b) mengacu pada kesetiaan komunikator untuk bereaksi

secara jujur terhadap stimulus yang datang, dan (c) menyangkut kepemilikan

perasaan dan pikiran. Terbuka dalam pengertian ini adalah mengakui bahwa

perasaan dan pikiran yang dilontarkan adalah milik kita dan kita bertanggung

jawab atasnya.

Page 8: BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Konsep Diri 2.1 Komunikasi dan ...eprints.umm.ac.id/48004/3/BAB II.pdf · 9 BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Konsep Diri 2.1 Komunikasi dan Konsep Diri Konsep

16

b. Empati

Empati merupakan kemampuan seseorang untuk mengetahui hal yang sedang

dialami oleh orang lain pada suatu saat tertentu, dari sudut pandang orang lain,

melalui kacamata orang lain. Berempati adalah merasakan sesuatu seperti yang

mengalaminya. Orang yang berempati mampu memahami motivasi dan

pengalaman orang lain, perasaan dan sikap orang lain. Langkah pertama dalam

mencapai empati adalah menahan godaan untuk mengevaluasi, menilai,

menafsirkan, dan mengkritik. Reaksi tersebut dapat menghambat pemahaman.

Langkah kedua, makin banyak seseorang mengenal orang lain (keinginan,

pengalaman, kemampuan, dan ketakutan) maka makin mampu melihat dan

merasakan hal-hal yang dialami orang lain. Langkah ketiga, mencoba

merasakan hal yang sedang dirasakan orang lain dari sudut pandangnya.

c. Dukungan

Dukungan dimaksudkan suatu sikap yang menunjukkan perasaan mendukung

terhadap suatu hal. Sikap mendukung dapat dilihat dalam tiga hal yakni: (a)

deskriptif, bukan evaluatif. Dalam komunikasi yang bernada menilai seringkali

membuat seseorang bersikap defensif, namun bukan berarti semua komunikasi

evaluatif menimbulkan reaksi defensif. Orang seringkali bereaksi terhadap

evaluasi positif tanpa sikap defensif, namun evaluasi negatif tidak selalu

menimbulkan reaksi defensif, (b) spontanitas, gaya spontanitas dapat

menciptakan suasana mendukung. Orang spontan dalam komunikasi dan terus

terang serta terbuka dalam mengutarakan pikirannyabiasanya bereaksi dengan

cara yang sama (terus terang dan terbuka). Sebaliknya, seseorang merasa

bahwa orang lain menyembunyikan perasaan yang sebenarnya dan mempunyai

Page 9: BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Konsep Diri 2.1 Komunikasi dan ...eprints.umm.ac.id/48004/3/BAB II.pdf · 9 BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Konsep Diri 2.1 Komunikasi dan Konsep Diri Konsep

17

rencana atau strategi tersembunyi, maka seseorang akan berekasi secara

defensif, dan (c) provisionalisme, artinya bersikap tentatif dan berpikiran

terbuka serta bersedia mendengar pandangannya yang berlawanan dan bersedia

mengubah posisi jika keadaan mengharuskan. Bila seseorang bertindak secara

provisional yaitu dengan pikiran terbuka, dengan keasadaran penuh bahwa

orang lain mungkin saja keliru, dan dengan kesediaan untuk mengubah sikap

dan pendapatnya, maka orang tersebut dapat didorong atau didukung.

d. Sikap positif

Komunikasi interpersonal terbina jika orang memiliki sikap positif terhadap

mereka sendiri dan perasaan positif untuk situasi komunikasi yang pada

umumnya sangat penting untuk interaksi yang efektif. Sikap positif dalam

komunikasi antarapribadi dapat dikomunikasikan melalui sikap dan dorongan.

Sikap positif mengacu pada sedikitnya dua aspek dari komunikasi antarpribadi

yakni: (a) komunikasi antarpribadi terbina jika orang memiliki sikap positif

terhadap diri mereka sendiri, (b) perasaan positif untuk situasi komunikasi pada

umumnya sangat penting untuk interaktif yang efektif. Dorongan dipandang

sangat penting dalam analisis transaksional dan dalam interaksi antara manusia

secara umum. Perilaku mendorong menghargai keberadaan dan pentingnya

orang lain, perilaku ini bertentangan dengan ketidakacuhan.

e. Kesetaraan

Komunikasi interpersonal akan efektif bila dalam suasananya ada kesetaraan.

Artinya, harus ada pengakuan secara diam-diam bahwa keduanya sama-sama

bernilai dan berharga, kedua belah pihak memiliki sesuatu yang bernilai untuk

disumbangkan. Kesetaraan tidak berarti mengharuskan seseorang menerima

Page 10: BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Konsep Diri 2.1 Komunikasi dan ...eprints.umm.ac.id/48004/3/BAB II.pdf · 9 BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Konsep Diri 2.1 Komunikasi dan Konsep Diri Konsep

18

dan menyetujui begitu saja semua perilaku verbal dan nonverbal pihak lain.

Kesetaraan berarti menerima pihak lain sebagai lawan bicara, atau kesetaraan

meminta seseorang untuk memberikan penghargaan positif tak bersyarat

kepada orang lain. Berdasarkan penjelasan di atas, aspek-aspek komunikasi

yang efektif terdiri dari keterbukaan, empati, dukungan, sikap positif, dan

kesetaraan.

2.5 Tujuan Komunikasi Interpersonal

a. Menemukan Diri Sendiri

Seseorang melakukan komunikasi interpersonal karena ingin mengetahui

dan mengenali karakteristik diri pribadi berdasarkan informasi dari orang

lain

b. Menemukan dunia luar

Dengan komunikasi interpersonal diperoleh kesempatan untuk

mendapatkan berbagai informasi dari orang lain, termasuk informasi

penting dan actual

c. Membangun dan memelihara hubungan yang harmonis

Sebagai mahluk sosial, salah satu kebutuhan setiap orang yang paling besar

adalah membentuk dan memelihara hubungan baik dengan orang lain

d. Menghilangkan kerugian akibat salah komunikasi

Komunikasi interpersonal dapat menghilangkan kerugian akibat salah

komunikasi dan salah interpretasi yang terjadi antara sumber dan penerima

pesan

Page 11: BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Konsep Diri 2.1 Komunikasi dan ...eprints.umm.ac.id/48004/3/BAB II.pdf · 9 BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Konsep Diri 2.1 Komunikasi dan Konsep Diri Konsep

19

e. Mempengaruhi sikap dan tingkah laku

Setiap pengalaman akan memberi makna pada situasi kehidupan manusia

termasuk memberi makna tertentu terhadap kemungkinan terjadinya

perubahan sikap

2.6 Kontak Sosial

kontak sosial berasal dari bahasa latin con atau com (bersama-sama) dan

tango (menyentuh), jadi, artinya secara harfiah adalah bersama-sama menyentuh.

Secara fisikal, sebagai gejala sosial hal itu bukan semata-mata hubungan badaniah,

karena hubungan sosial tidak terjadi saja secara menyentuh seseorang, namun orang

dapat berhubungan dengan orang lain tanpa harus menyentuhnya. Soeryono

Soekanto (2002: 65),

Bentuk-bentuk kontak sosial sebagai berikut:

1. Dalam bentuk proses sosialisasi yang berlangsung antara pribadi orang per

orang. Proses sosialisasi ini memungkinkan seseorang mempelajari norma-

norma yang terjadi di masyarakat. Berger dan Luckmann (Bungin, 2001:

14), mengatakan proses ini terjadi melalui proses objektivitas, yaitu

interaksi sosial yang terjadi dalam dunia intersubjektif yang dilambangkan

atau mengalami proses institusionalisasi.

2. Antara orang per orang dengan suatu kelompok masyarakat atau sebaliknya.

3. Antara kelompok masyarakat dengan kelompok masyarakat lainnya dalam

sebuah komunitas.

4. Antara orang per orang dengan masyarakat global di dunia internasional.

5. Antara orang per orang, kelompok, masyarakat dan dunia global, di mana

kontak sosial terjadi secara simultan di antara mereka.

Page 12: BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Konsep Diri 2.1 Komunikasi dan ...eprints.umm.ac.id/48004/3/BAB II.pdf · 9 BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Konsep Diri 2.1 Komunikasi dan Konsep Diri Konsep

20

2.7 Pengertian Konsep Diri

Pengertian konsep diri menurut William D. Brooks mendefinisikan bahwa

Konsep Diri Sebagai “those physical, social, and psychological perception of

ourself that we have derived from experiences and our interactionwith others”

(1974:40). Konsep diri adalah pandangan dan perasaan kita tentang diri kita.

Persepsi tentang diri ini boleh bersifat psikologi, sosial dan fisis. Konsep diri bukan

hanya sekedar gambaran deskriptif, tetapi juga penilaian anda tentang diri anda.

Jadi konsep diri meliputi apa yang anda pikirkan dan apa yang anda rasakan tentang

diri anda. Rakhmat, Jalaludin. Psikologi Komunikasi (2007:99)

Sedangkan menurut Rogers, konsep diri adalah bagian sadar dari ruang

fenomenal yang disadari disimbolisasikan,yaitu ‘’aku’’ merupakan pusat refrensi

setiap pengalaman. Jadi konsep diri adalah kesadaran batin yang tetap, mengenai

pengalaman yang berhubungan dengan aku dan membedakan aku dari yang bukan

aku. (Budiharjo, ed. 1997)

Bagaimana ini terjadi, kita menjadi subjek dan objek pesepsi sekaligus?

Menurut Charles Horton Cooley, kita melakukanya dengan membayangkan diri

kita sebagai orang lain, dalam bentuk kita. Cooley menyebut gejala ini looking-

glass self (diri cermin) seakan-akan kita menaruh cermin di depan kita. Pertama,

kita membayangkan bagaimana kita tampak pada orang lain kita melihat sekilas

diri kita seperti dalam cermin. Misalnya, kita merasa wajah kita jelek. Kedua, kita

membayangkan bagaimana orang lain menilai penampilan kita. Kita pikir mereka

menganggap kita tidak menarik. Ketiga, kita mengalami perasaan bangga atau

kecewa orang mungkin merasa sedih atau malu (Vander Zenden, 1975:79)

Page 13: BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Konsep Diri 2.1 Komunikasi dan ...eprints.umm.ac.id/48004/3/BAB II.pdf · 9 BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Konsep Diri 2.1 Komunikasi dan Konsep Diri Konsep

21

Konsep diri merupakan aspek penting dalam diri seseorang, karena konsep

diri seseorang merupakan kerangka acuan (frame of refrence) dalam berinteraksi

dengan lingkngan. Fitts Konsep diri secara fenomenologis, dan mengatakan bahwa

ketika individu mepersepsikan dirinya, bereaksi terhadap dirinya, memberikan arti

dan penilaian serta membentuk abstraksi tentang dirinya berarti ia menunjukan

suatu kesadaran diri (self awareness) dan kemampuan untuk keluar dari dirinya

sendiri untuk melihat dirinya seperti yang ia lakukan terhadap dunia diluar dirinya.

William H. Fitts (1971)

Fits juga mengatakan bahwa konsep diri berpengaruh kuat terhadap tingkah

laku seseorang. Dengan mengetahui konsep dir seseorang, kita akan lebih mudah

meramalkan dan memahami tingkah laku orang tersebut. Pada umumnya tingkah

laku individu berkaitan dengan gagsan-gagasan tentang dirinya sendiri. Jika

seseorang mepersepsikan dirinya sebagai orang yang inferior dibandingkan dengan

orang lain, walaupun belum tentu bena, biasanya tingkah laku yang ia tampilkan

akan berhubungan dengan kekurangan yang dipersepsinya secara subjektif tersebut

Berikut adalah factor-faktor yang dapat mempengaruhi konsep diri (Fitts,

1971):

Pengalaman, terutama pengalaman interpersonal, yang

memunculkan perasaan positif dan perasaan berharga

Kompetensi dalam area yang dihargai oleh individu dan orang lain

Aktualisasi diri, atau implementasi dan realisasi dari potensi pribadi

yang sebenarnya.

Page 14: BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Konsep Diri 2.1 Komunikasi dan ...eprints.umm.ac.id/48004/3/BAB II.pdf · 9 BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Konsep Diri 2.1 Komunikasi dan Konsep Diri Konsep

22

2.8 Perkembangan Konsep Diri

Pekembangan konsep diri merupakan proses yang terus berlanjut

disepanjang kehidupan manusia. bahwa persepsi tentang diri tidak langsung muncul

pada saat dilahirkan, tetapi mulai brekembang secara bertahap dengan munculnya

kemampuan perseftif. Diri (self) berkembang ketika individu merasakan bahwa

dirinya terpisah dan berbeda dari orang lain. Ketika ibu dikenali sebagai orang yang

terpisah dari dirinya dan ia mulai mengenali wajah-wajah orang lain, seorang bayi

membentuk pandangan yang masih kabur tentang dirinya sebagai seorang individu.

Symonds (1951, dalam Fitts, 1971)

Pada usia 6-7 tahun, batas-batas dari diri individu mulai menjadi lebih jelas

sebagai hsil dari eksplorasi dan pengalaman dengan tubuhnya sendiri, konsep diri

individu sepenuhnya didasari oleh persepsi tentang diri sendiri. Dengan mulai

bertambahnya usia pandangan tentang diri sendiri menjadi lebih beragam didasari

oleh nilai-nilai yang diperoleh dari interaksi dengan orang lain (Taylor, 1953; Comb

& Snygg, 1959)

Selama masa anak pertengahan dan akhir. Kelompok teman sebaya akan

mulai memainkan peran yang mendominasi, mulai menggantikan peran orang tua

sebagai orang yang turut berpengaruh pada perkembangan konsep diri mereka.

Anak semakin mengidentifikasikan diri dengan anak-anak yang usianya sama dan

mulia mengadopsi bentuk-bentuk dan tingkah laku dari sekelompok teman sebaya

dari jenis kelamin yang sama.

Selama masa anak peridoe akhir konsep diri yang terbentuk sudah mulai

agak stabil. Tetapi dengan mulainya masa pubertas mulai terjadi perubahan secara

Page 15: BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Konsep Diri 2.1 Komunikasi dan ...eprints.umm.ac.id/48004/3/BAB II.pdf · 9 BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Konsep Diri 2.1 Komunikasi dan Konsep Diri Konsep

23

drastic pada konsep diri. Remaja yang masi muda mulai persepsikan dirinya sebgai

orang yang sudah dewasa dalam banyak cara, walaupun ketidak tergantungan dari

orang dewasa msih mungkin belium terjadi dalam bebrapa tahun kedepan, remaja

mulai terarah pada tingkah laku untuk mengatur diri sendiri.

2.9 Aspek-aspek Konsep Diri

Menurut Harlock, konsep diri mempunyai beberapa aspek,

a. Aspek fisik, meliputi penilaian individu terhadap segala sesuatu yang

dimilikinya,seperti tubuh, pakaian, benda miliknya dan lain sebagainya.

b. Aspek psikis, meliputi pikiran, perasaan, dan sikap yang dimiliki individu

terhadap dirinya sendiri.

c. Aspek social, meliputi peranan social yang dimainkan individu dan

penilaian individu terhadap peran tersebut

Widjajanti (1996) menggunakan teori kebutuhan Maslow sebagai landasan

penyusunan angket konsep diri. Seperti yang dikutip oleh Widjajanti, sesuai dengan

teori kebutuhan dari Maslow tersebut, dalam konsep diri terdapat beberapa aspek,

yang meliputi ;

a. aspek fisik, meliputi penilaian individu terhadap segala sesuatu yang

dimilikinya, seperti tubuh, pakaian, benda miliknya, dan lain

sebagainya,

b. aspek psikis, meliputi pikiran, perasaan, dan sikap yang dimiliki

individu terhadap dirinya sendiri,

c. aspek sosial, meliputi peranan sosial yang dimainkan individu dan

penilaian individu terhadap peran tersebut, dan

Page 16: BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Konsep Diri 2.1 Komunikasi dan ...eprints.umm.ac.id/48004/3/BAB II.pdf · 9 BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Konsep Diri 2.1 Komunikasi dan Konsep Diri Konsep

24

d. aspek moral, meliputi nilai dan prinsip yang memberi arti serta arah

bagi kehidupan seseorang.

Bisa dikatakan bahwa konsep diri bukan merupakan suatu kesatuan ataupun

generalisasi dari pikiran-pikiran tetapi mencakup bermacam-macam gambaran

tentang diri, mulai dari bidang kognitif sampai dengan moral.

Sedangkan bila disimpulkan, aspek-aspek yang terkandung dalam konsep diri yang

digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut ;

a. aspek fisik, meliputi penilaian individu terhadap segala sesuatu yang

dimilikinya, seperti kondisi tubuh, penampilan fisik, keahlian,

pakaian,

b. aspek kognitif, meliputi gambaran yang menyangkut daya ingat,

kemampuan mengolah data, kemampuan matematika, verbal, dan

akademik secara umum,

c. aspek emosi, meliputi ketrampilan individu terhadap pengelolaan

impuls dan irama perubahan emosinya,

d. aspek sosial, meliputi kemampuan dalam berhubungan dengan

dunia di luar dirinya, perasaan mampu dan berharga dalam lingkup

interaksi sosial dengan orang lain secara umum,

e. aspek moral etik yang aspek moral, meliputi nilai dan prinsip yang

memberi arti serta arah bagi kehidupan seseorang, arti dan nilai

moral, hubungan dengan Tuhan, perasaan menjadi orang “baik atau

berdosa”, dan kepuasan atau ketidakpuasan terhadap agama yang

dianut,

Page 17: BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Konsep Diri 2.1 Komunikasi dan ...eprints.umm.ac.id/48004/3/BAB II.pdf · 9 BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Konsep Diri 2.1 Komunikasi dan Konsep Diri Konsep

25

f. aspek seksual, meliputi pikiran dan perasaan individu terhadap

perilaku dan pasangannya dalam hal seksualitas,

g. aspek keluarga, meliputi arti keberadaan diri di dalam keluarga,

hubungan dengan dan dalam keluarga, dan

h. aspek diri secara keseluruhan, meliputi pikiran, perasaan, dan sikap

yang dimiliki individu terhadap dirinya sendiri.

Kombinasi dari keseluruhan aspek tersebut adalah gambaran mengenai diri

seseorang, baik persepsi terhadap diri nyatanya maupun penilaian berdasarkan

harapannya.

2.1.0 Dimensi-Dimensi Dalam Konsep Diri

a. Dimensi Internal

Dimensi internal atau yang disebut juga kerangka acuan internal (internal

frame of rfrence) adalah penilaian yang dilakukan individu yakni penilaian yang

dilakukan individu terhadap dirinya sendiri berdasarkan dunia di dalam dirinya.

Dimensi ini terdiri dari tiga bentuk

Diri Identitas (identity self)

Bagian ini merupakan aspek yang paling mendasar pada konsep diri

dan mengacu pada pertanyaan, “siapakah saya?” dalam pertanyaan

tersebut trecakup label-label dan symbol-simbol yang diberikan

pada diri (self) oleh individu-individu yang bersangkutan untuk

menggambarkan dirinya dan membangun identitas.

Diri Pelaku (behavioral self)

Page 18: BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Konsep Diri 2.1 Komunikasi dan ...eprints.umm.ac.id/48004/3/BAB II.pdf · 9 BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Konsep Diri 2.1 Komunikasi dan Konsep Diri Konsep

26

Merupakan persepsi individu tentang tingkah lakunya, yang

berisikan segala kesadaran mengenai “apa yang dilakukan oleh diri”.

Selain itu bagian ini berkaitan erat diri identitas. Diri yang yang

adekuat akan menunjukan adanya keserasian antara diri identitas

dengan diri perilakunya, sehingga ia dapat mengenali dan menerima,

baik diri sebagai identitas maupun diri sebagai pelaku. Kaitan

keduanya dapat dilihat pada diri sebagai penilai

Diri Penerima/Penilai (judging self)

Diri Penilai berfungsi sebagai pengamat, penentu standar, dan

evaluator. Kedudukanya adalah sebagai perantara (mediator) antara

diri identitas dan diri pelaku. Manusia cenderung memberikan

penilaian terhadap apa yang dipersepsikanya, oleh karena itu, label-

label yang diberikan pada dirinya bukanlah semata mata

menggambarkan dirinya, tetapi juga syarat dengan nilai-nilai.

Penilaian ini lebih berperan dalam menentukan tindakan yang akan

ditampilkanya.

Diri penilai menentukan kepuasan seseorang akan dirinya. Atau seberapa

jauh seseorang menerima dirinya. Kepuasan yang rendah akan menimbulkan harga

diri (slef esteem) yang rendah dan akan mengembangkan ketidak percayaan yang

mendasar pada dirinya. Begitupun sebaliknya bagi individu yang memiliki

kepuasan diri yang tinggi, kesadaran dirinya lebih realistis.

b. Dimensi Eksternal

Page 19: BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Konsep Diri 2.1 Komunikasi dan ...eprints.umm.ac.id/48004/3/BAB II.pdf · 9 BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Konsep Diri 2.1 Komunikasi dan Konsep Diri Konsep

27

Pada dimensi Eksternal. Individu menilai dirinya melalui hubungan dan

aktivitas sosialnya, nilai-nilai yang dianutnya, serta hal-hal lain di luarnya. Dimensi

ini merupakan suatu hal yang luas, misalnya diri yang berkaitan dengan sekolah,

organisasi, agama, dan sebagainya, dimesi ini dibedakan satas lima bentuk

Diri Fisik (physical self)

Menyangkut persepsi seseorang terhadap keadaan dirinya secara

fisik. Dalam hal ini terlihat persepsi seseorang mengenai kesehatan

dirinya, penampilan dirinya (cantik, jelek, menarik dan tidak

menarik), dan keadaan tubuhnya (tinggi, pendek, gemuk dan kurus).

Diri Etik-moral (moral-ethical self)

Merupakan persepsi seseorang terhadap dirinya terlihat dari standar

pertimbangan nilai moral dan etika. Menyangkut persepsi seseorang

mengenai hubunganya dengan Tuhan, kepuasan seseorang akan

kehidupan keagamaanya dan nilai-nilai moral yang dipegangnya,

yang meliputi batasan baik dan buruk.

Diri Pribadi (personal self)

Merupakan perasaan atau persepsi seseorang tentang keadaan

pribadinya. Hal ini tidak dipengaruhi oleh keadaan fisik atau

hubungan dengan orang lai, dipengaruhi oleh sejauh mana individu

merasa puas terhadap pribadinya.

Diri Keluarga (family self)

Menunjukan perasaan dan harga diri seseorang dalam kedudukanya

sebagai anggota keluarga. Bagian ini menunjukan seberapa jauh

seseorang merasa kuat terhadap dirinya sebagai anggota keluarga.

Page 20: BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Konsep Diri 2.1 Komunikasi dan ...eprints.umm.ac.id/48004/3/BAB II.pdf · 9 BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Konsep Diri 2.1 Komunikasi dan Konsep Diri Konsep

28

Diri Sosial (social self)

Merupakan penilaian individu terhadap interaksi dirinya dengan

orang lain maupun lingkungan sekitarnya. Pembentukan penialaian

individu terhadap bagian-bagian dirinya dalam dimensi eksternal ini

dapat dipengaruhi oleh penilaian dan interaksinya dengan orang lain.

Pembentukan penilaian individu terhadap bagian-bagian dari dirinya dalam

dimensi eksternal dapat dipengaruhi oleh penilaian dan interkasi dengn orang lain.

Seseorang tidak dapat begitu saja menilai bahwa ia memiliki fisik yang baik tanpa

danya reaksi dari orang lain bahwa secara fisik ia memang menarik. Begitu juga

seseorang tidak dapat mengatakan bahwa ia memiliki pribadi yang baik tanpa

adanya tanggapan atau reaksi dari dari orang lain disekitarnya yang meperlihatkan

bahwa ia memang pribadi yang baik

Seluruh bagian dari ini, baik internal maupun eksternal, saling berinteraksi

dan membentuk suatu kesatuan yang utuh, Fitts mengemukakan suatu analogi

dengan mngumpamakan diri secara keseluruhan sebagai sebuah jeruk, yang dapat

dipotong secara horizontal akan keliatan berbeda dari jeruk yang dipotong secara

vertical, walaupun keduanya merupakan bagian dari suatu keseluruhan yang sama.

Jika bagian-bagian internal dianggap sebagai lapisan-lapisan yang

membentuk jeruk tersebut, maka diri identitas adalah bagian yang paling dalam,

diri tingkah laku adalah kulit luar. Dan diri penerimaan adalah bagian yang

mengantarai kedua bagian lainya itu. Sedangkan bagian diri eksternal dapat

diumpamakan sebagai bagian-bagian vertical dari jeruk itu. Masing-masing

Page 21: BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Konsep Diri 2.1 Komunikasi dan ...eprints.umm.ac.id/48004/3/BAB II.pdf · 9 BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Konsep Diri 2.1 Komunikasi dan Konsep Diri Konsep

29

merupakan bagian lain, dan semua bagian ini turut menentukan bentuk dan struktur

jeruk tersebut secara keseluruhan.

2.1.1 Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Konsep Diri

Gabriel Marcel, filusuf eksistensialis, mencoba menjawab misteri

keberadaan, The mystery of Being, menulis tentang peranan orang lain dalam

memahami diri kita, kita mengenal orang lain lebih dulu. Bagaimana anda menilai

diri saya, akan membentuk konsep diri saya. Tidak semua orang lain mempunyai

pengaruh yang sama terhadap diri kita.ada yang paling berpengaruh, yaitu orang

yang paling dekat dengan kita.

George Herbert Mead (1934) meneyebut mereka significant others orang

lainyang sangat penting ketika kita masih keci, mereka adalah orang tua kita,

saudara-saudara kita dan orang yang tinggal satu rumah dengan kita

affective others orang lain yang dengan mereka kita mempunyai ikatan

emosional. Dari merekalah, secara perlahan lahan kita membentuk konsep diri kita.

Senyuman, pujian, penghargaan, pelukan mereka, menyebabkan kita menilai

dirikita secara positif. Ejekan, cemoohan, dan hardikan membuat kita memandang

diri kita negative. Dewey dan W.J. humber (1966: 105)

pada masa remaja terdapat delapan kondisi yang mempengaruhi konsep diri yaitu

Usia kematangan

Remaja yang matang lebih awal dan diperlakukan hamper seperti

orang dewasa akan mengembangkan konsep diri yang

menyenangkan sehingga dapat menyesuiakan diri dengan baik.

Page 22: BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Konsep Diri 2.1 Komunikasi dan ...eprints.umm.ac.id/48004/3/BAB II.pdf · 9 BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Konsep Diri 2.1 Komunikasi dan Konsep Diri Konsep

30

Tetapi apabila remaja matang terlambat dan diperlakukan seperti

ank-anak akan merasa bernasib kurang baik sehingga kurang bisa

menyesuaikan diri.

Penampilan diri

Penampilan diri yang berbeda bisa membuat remaja merasa rendah

diri. Daya tarik fisik yang dimiliki sangat mempengaruhi dalam

pembuatan penilaian tentang ciri kepribadian seorang remaja

Kepatutan seks

Kepatutan seks dalam penampilan diri, minat dan perilaku

membantu remaja mencapai konsep diri yang baik. Ketidak patutan

seks membuat remaja sadar dari dan hal ini memberikan akibat

buruk pada perilakunya.

Nama dan julukan

Remaja peka dan merasa malu apabila teman-teman sekelompoknya

menilai namnya buruk atau bila mereka memberi nama dan julukan

yang bernada ejekan.

Hubungan keluarga

Seorang remaja yang memiliki hubungan yang dekat dengan salah

satu anggota keluarga akan mengidentifikasikan dirinya dengan

orang tersebut dan juga ingin mengembangkan pola kepribadian

yang sama

Teman-teman sebaya

Teman sebaya mempengaruhi pola kepribadian remaja dalam dua

cara. Pertama, konsep diri remaja merupakan cerminan dari

Page 23: BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Konsep Diri 2.1 Komunikasi dan ...eprints.umm.ac.id/48004/3/BAB II.pdf · 9 BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Konsep Diri 2.1 Komunikasi dan Konsep Diri Konsep

31

anggapan tentang konsep teman-teman tentang dirinya yang kedua,

seorang remaja berada dalam tekanan untung mengembangkan ciri-

ciri kepribadian yang diakui oleh kelompok.

Kreativitas

Remaja yang semasa kanak-kanak didorong untuk kreatif dalam

bermain dan dalam tugas-tugas akademis, mengembangkan

perasaan individualitas dan identitas memberi pengaruh yang baik

pada konsep dirinya. Sebaliknya, remaja yang sejak awal masa

kanak-kanak didorong untuk mengikuti pola yang sudah diakui akan

kurang mempunyai perasaan identitas dan individualitas.

Cita-cita

Bila seorang remaja tidak memiliki cita-cita yang realitik, maka

akan mengalami kegagalan. Hal ini akan menimbulkan perasaan

tidak mampu dan reaksi-reaksi bertahan dimana remaja tersebut

akan menyalahkan orang lain atas kegagalanya. Remaja yang

realitas dalam kemampuanya akan lebih banyak mengalami

keberhasilan daripada kegagalan. Hal ini akan menimbulkan

kepercayaan diri dan kepuasan diri yang lebih besar yang

memberikan konsep diri yang lebih baik

2.1.2 Sumber dari Konsep Diri

Terdapat 3 teori utama untuk menjelaskan bagaimana faktor tertentu

membentuk setiap konsep diri terhadap masing-masing individu.

Pantulan Penilaian

Page 24: BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Konsep Diri 2.1 Komunikasi dan ...eprints.umm.ac.id/48004/3/BAB II.pdf · 9 BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Konsep Diri 2.1 Komunikasi dan Konsep Diri Konsep

32

Pantulan penilaian menyatakan bahwa pandangan mengenai diri kita sendiri

akan tercemin sama dan konsisten dengan pandangan orang lain terhadap diri kita,

sehingga kita juga berperilaku sesuai kehendak diri kita karena di pengaruhi oleh

cara pandang dari orang lain juga, maksudnya adalah apabila kita memiliki sifat

yang humoris maka tanpa sadar apabila kita sedang berkomunikasi dengan

seseorang atau teman sekelas kita maka akan tercemin kepada rekan kita bahwa kita

adalah seseorang yang humoris dan menyenangka dan kita juga mengetahui

perilaku kita bahwa kita seseorang yang humoris dari hasil feedback para rekan

yang telah kita ajak berkomunikasi.

Pantulan penilaian meliputi apa yang kita pikir umum di dalam kehidupan

bermasyarakat atau dengan kata lain penilaian terhadap diri kita mudah di

pengaruhi oleh sesuatu yang di anggap umum (keputusan mayoritas) sehingga kita

mengikuti apa yang di anggap benar dan wajar di dalam kehidupan masyarakat.

Pembanding Sosial

Kemudian faktor kedua adalah pembanding Sosial menurut prinsip

pembanding sosial (social comparison) di dalam buku Connecting (1994 : 47)

setiap individu membandingkan dirinya sendiri terhadap orang lain yang bertujuan

untuk memperlajari dirinya sendiri dan mengevaluasi bagaiaman menghitung

standar yang sudah ada di dalam masyarakat.

Self perceiption

Persepsi diri adalah proses dimana seseorang mempersepsi dirinya melalui

perilaku-perilaku yang ditunjukkan dalam kehidupan kesehariannya. Misalnya

orang akan mengatakan dirinya termasuk yang dermawan apabila dalam

Page 25: BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Konsep Diri 2.1 Komunikasi dan ...eprints.umm.ac.id/48004/3/BAB II.pdf · 9 BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Konsep Diri 2.1 Komunikasi dan Konsep Diri Konsep

33

kesehariannya dia suka memberikan pertolongan pada orang lain, rendah hati, tidak

pemarah, lemah lembut dalam bertutur kata, dan sebagainya. Persepsi diri datang

dari suatu pengalaman yang didapat.

2.1.3 Perkembangan Diri

Sebagaimana pikiran berkembang, begitu juga “diri” (self), sejalan dengan

sosialisasi individu dalam masyarakat. Diri merujuk kepada kapasitas dan

pengalaman yang memungkinkan manusia menjadi objek bagi diri mereka sendiri.

Kemunculan bergantung kepada kemampuan individu untuk mengambil peran

orang lain dalam lingkungan sosialnya. Melalui proses pengambilan peran ini,

individu menginternalisasikan norma-norma kelompoknya, mulai dari keluarga,

kelompok sebaya, kelompok masyarakat, hingga bangsanya. Individu bergaul

dengan orang lain ini berdasarkan norma-norma tersebut yang memungkinkan

individu tersosialisasikan.

Perkembangan diri secara jelas dapat diamati pada anak-anak. Menurut

Mead, perkembangan diri terdiri dua tahap umum yang ia sebut tahap permainan

(play stage) dan tahap pertandingan (game stage). Tahap permainan adalah

perkembangan pengambilan peran bersifat elementer yang memungkinkan anak-

anak melihat diri mereka sendiri dari perspektif orang lain yang dianggap penting

(significant others), khususnya orangtua mereka. Tahap ini ditandai dengan

keaslian dan spontanitas pada perilaku anak-anak.

Tahap pertandingan berasal dari proses pengambilan peran dan sikap orang

lain secara umum (generalized others), yaitu masyarakat umumnya. Pada tahap

kedua inilah, ketika anak memasuki komunitaasnya, individu menjadi suatu objek

Page 26: BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Konsep Diri 2.1 Komunikasi dan ...eprints.umm.ac.id/48004/3/BAB II.pdf · 9 BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Konsep Diri 2.1 Komunikasi dan Konsep Diri Konsep

34

dalam arti yang sesungguhnya. Dengan cara demikian ia dapat memainkan

sebanyak mungkin peran dan dapat melihat dirinya sendiri dari begbagai perspektif,

bergantung dari perspektif yang digunakan orang-orang yang dijumpai dalam

hidupnya. Pada tahap ini orang tersebut berusaha memenuhi berbagai harapan

orang-orang lain pada saat yang sama.

Mead menggunakan metaphor pertandingan baseball sebagai situasi yang

memungkinkan anaka-anak mengalami tahap pertandingan mereka dengan

membayangakn dan mengantisipasi maksud dan harapan individu-individu secara

keseluruhan, bukan sebagai orang-orang yang terpisah. Hanya bila orang-orang

mencapai tahap ini, mereka memperoleh konsep diri yang ajeg, meskipun mereka

memasuki aneka ragam lingkungan sosial. Suatu diri yang lengkap berkembang

ketika individu mengambil peran atau sikap kelompok terorganisasikan dimana ia

atau perangkat akivitas yang melibatkan kelompok tersebut.

2.1.4 Presentasi Diri

Diri dari Mead diinterpretasikan dan dikembangkan oleh Goffman dalam

bukunya, The Prsentation of Self In Eveyday life (1959) bagi Goffan, individu tidak

sekedar mengambil peran oranglain melainkan berhantung pada oramg lain untuk

melengkapkan citra diri tersebut. Kontras diri dari Mead, yang stabil dan sinambung

selagi membentuk dan dibentuk Masyarakat berdasarkan basis jangka panjang, diri

dari Goffan bersifat temporer dalam arti bahwa diri tersebut berjangka pendek,

bermain peran karena selalu dituntut oleh peran-peran sosial yang berlainan yang

interaksinya dengan masyarakat berlangsung dalam episode-episode pendek. Orang

lain dalam interaksi itulah yang turut mengisi dan terkadang membentuk gambaran-

Page 27: BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Konsep Diri 2.1 Komunikasi dan ...eprints.umm.ac.id/48004/3/BAB II.pdf · 9 BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Konsep Diri 2.1 Komunikasi dan Konsep Diri Konsep

35

diri melalui perlakuan mereka terhadap individu. Bagi Goffan, diri bukanlah

sesuatu yang dimiliki individu, melainkan yang dipinjamkan orang lain kepadanya.

(Mulyana, Deddy. 2006 : 110)

2.1.5 Jenis-jenis Konsep Diri

bahwa dalam menilai dirinya seseorang ada yang menilai positif dan ada yang

menilai negatif. Maksudnya individu tersebut ada yang mempunyai konsep diri

yang positif dan ada yang mempunyai konsep diri yang negatif. William D.Brooks

(dalam Rahkmat, 2005:105)

1. konsep diri yang positif adalah

Yakin akan kemampuan dalam mengatasi masalah. Orang ini

mempunyai rasa percaya diri sehingga merasa mampu dan yakin

untuk mengatasi masalah yang dihadapi, tidak lari dari masalah, dan

percaya bahwa setiap masalah pasti ada jalan keluarnya.

Merasa setara dengan orang lain. Ia selalu merendah diri, tidak

sombong, mencela atau meremehkan siapapun, selalu menghargai

orang lain.

Menerima pujian tanpa rasa malu. Ia menerima pujian tanpa rasa

malu tanpa menghilangkan rasa merendah diri, jadi meskipun ia

menerima pujian ia tidak membanggakan dirinya apalagi

meremehkan orang lain.

Menyadari bahwa setiap orang mempunyai berbagai perasaan dan

keinginan serta perilaku yang tidak seharusnya disetujui oleh

masyarakat. Ia peka terhadap perasaan orang lain sehingga akan

Page 28: BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Konsep Diri 2.1 Komunikasi dan ...eprints.umm.ac.id/48004/3/BAB II.pdf · 9 BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Konsep Diri 2.1 Komunikasi dan Konsep Diri Konsep

36

menghargai perasaan orang lain meskipun kadang tidak di setujui

oleh masyarakat.

Mampu memperbaiki karena ia sanggup mengungkapkan aspek-

aspek kepribadian tidak disenangi dan berusaha mengubahnya. Ia

mampu untuk mengintrospeksi dirinya sendiri sebelum

menginstrospeksi orang lain, dan mampu untuk mengubahnya

menjadi lebih baik agar diterima di lingkungannya.

Dasar konsep diri positif adalah penerimaan diri. Kualitas ini lebih mengarah

kekerendahan hati dan kekedermawanan dari pada keangkuhan dan keegoisan.

Orang yang mengenal dirinya dengan baik merupakan orang yang mempunyai

konsep diri yang positif.

2. konsep diri negatif adalah

Peka terhadap kritik. Orang ini sangat tidak tahan kritik yang

diterimanya dan mudah marah atau naik pitam, hal ini berarti dilihat

dari faktor yang mempengaruhi dari individu tersebut belum dapat

mengendalikan emosinya, sehingga kritikan dianggap sebagi hal

yang salah. Bagi orang seperti ini koreksi sering dipersepsi sebagai

usaha untuk menjatuhkan harga dirinya. Dalam berkomunikasi

orang yang memiliki konsep diri negatif cenderung menghindari

dialog yang terbuka, dan bersikeras mempertahankan pendapatnya

dengan berbagai logika yang keliru.

Responsif sekali terhadap pujian. Walaupun ia mungkin berpura-

pura menghindari pujian, ia tidak dapat menyembunyikan

antusiasmenya pada waktu menerima pujian. Buat orang seperti ini,

Page 29: BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Konsep Diri 2.1 Komunikasi dan ...eprints.umm.ac.id/48004/3/BAB II.pdf · 9 BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Konsep Diri 2.1 Komunikasi dan Konsep Diri Konsep

37

segala macam embel-embel yang menjunjung harga dirinya menjadi

pusat perhatian. Bersamaan dengan kesenangannya terhadap pujian,

merekapun hiperkritis terhadap orang lain.

Cenderung bersikap hiperkritis. Ia selalu mengeluh, mencela atau

meremehkan apapun dan siapapun. Mereka tidak pandai dan tidak

sanggup mengungkapkan penghargaan atau pengakuan pada

kelebihan orang lain.

Cenderung merasa tidak disenangi oleh orang lain. Ia merasa tidak

diperhatikan, karena itulah ia bereaksi pada orang lain sebagai

musuh, sehingga tidak dapat melahirkan kehangatan dan keakraban

persahabatan, berarti individu tersebut merasa rendah diri atau

bahkan berperilaku yang tidak disenangi, misalkan membenci,

mencela atau bahkan yang melibatkan fisik yaitu mengajak

berkelahi (bermusuhan).

Bersikap psimis terhadap kompetisi. Hal ini terungkap dalam

keengganannya untuk bersaing dengan orang lain dalam membuat

prestasi. Ia akan menganggap tidak akan berdaya melawan

persaingan yang merugikan dirinya

konsep diri negatif meyakini dan memandang bahwa dirinya lemah, tidak

berdaya, tidak dapat berbuat apa-apa, tidak kompeten, gagal, malang, tidak

menarik, tidak disukai dan kehilangan daya tarik terhadap hidup. Individu ini akan

cenderung bersikap psimistik terhadap kehidupan dan kesempatan yang

dihadapinya. Ia tidak melihat tantangan sebagai kesempatan, namun lebih sebagai

halangan. Individu yang memiliki konsep diri negatif akan mudah menyerah

Page 30: BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Konsep Diri 2.1 Komunikasi dan ...eprints.umm.ac.id/48004/3/BAB II.pdf · 9 BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Konsep Diri 2.1 Komunikasi dan Konsep Diri Konsep

38

sebelum berperang dan jika ia mengalami kegagalan akan menyalahkan diri sendiri

maupun menyalahkan orang lain.

Isi dari konsep diri merupakan keseluruhan dari elemen-elemen kognitif.

Konsepsi kognitif tentang individu adalah tentang dirinya. Pada konteks ini perlu

memberi perhatian pada berbagai konsepsi, tetapi juga perlu diperhatikan cara

dimana terjadi saling berhubunganya yang terorganisasikan secara sistematis.

Terdapat indikasi yang memadai bahwa representasi kognitif dari individu tidak

berbeda didalam dirinya tapi sebagai unit yang terpisah dari informasi luar tetapi

secara menyeluruh saling berhubungan.

Terdapapat tiga komponen dari self

2.1.6 Penyesuaian Diri

Pada dasarnya manusia adalah mahluk sosial yang pasti selalu menjadi

bagin dari suatu lingkungan yang ditempatunya. Di lingkukan manapun individu

berada, ia akan berhadapan dengan harapan dan tuntutan tertentu dari suatu

lingkungan yang harus dipenuhi. Individu juga memiliki kebutuhan, harapan, dan

tuntutan dalam dirinya, yang harus disesuaikan dengan tuntutan dari lingkungan

sekitarnya. Bila individu mampu menyesuaikan kedua hal tersebut, maka bisa

dikatakan bahwa individu tersebut mampu menyesuaikan diri.

Penyesuaian diri merupakan suatu proses yang mencakup respon-respon

mental dan tingkah laku yang merupakan usaha individu agar berhasil mengatasi

kebutuhan, ketegangan, konflik dan frustasi yang dialami dalam dirinya

(Schneiders 1964)

Page 31: BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Konsep Diri 2.1 Komunikasi dan ...eprints.umm.ac.id/48004/3/BAB II.pdf · 9 BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Konsep Diri 2.1 Komunikasi dan Konsep Diri Konsep

39

2.1.7 Cosplay

Budaya pop Jepang memang sepertinya tak akan pernah mati untuk diulas,

Anda yang sudah menjadi penggemar budaya Jepang kebanyakan pasti akan

tertarik untuk belajar bahasa Jepang dan juga trend masa kininya. Diantara budya

pop yang paling populer adalah manga serta anime. Dari dua hal tersebut mulai

muncul hasrat dari para otaku atau anime lovers untuk memperagakan adegan

didalam anime atau manga serta memakai kostum-kostum tokohnya. Kita mengenal

peragaan kostum tersebut sebagai cosplay. Apa itu cosplay?

Cosplay itu berasal dari budaya barat yang masuk ke Jepang, istilah tersebut

berasal dari kata costume dan play dimana seseorang akan memakai riasan serta

pakaian seperti tokoh kartun, komik, dongeng, atau artis. Ketika mulai merebak di

Jepang, kata-kata cosplay ditulis dengan katakana dan ejaannya menjadi kosupure

(karena orang Jepang sulit melafalkan konsonan). Orang yang melakukan aktivitas

cosplay disebut sebagai cosplayer. Jadi singkatnya arti cosplay adalah permainan

kostum (custome play) dimana orang-orang akan menggunakan baju dan kostum

seperti tokoh game, anime, film kartun, dan juga musisi atau artis idola.

2.1.8 Perkembangan cosplay di Indoensia

Walaupun anime dan manga sudah lebih dulu dikenal dan populer di

Indonesia sejak tahun 80 dan 90-an, cosplay masih menjadi hal yang terdengar

asing di telinga warga Indonesia. Cosplay mulai dilirik di awal tahun 2000 setelah

Universitas Indonesia (UI) menyelenggarakan event yang bertajuk Gelar Jepang UI

dengan event cosplay dan pada saat itupun peminat cosplay masih sangat minim.

Lalu merebaknya fashion ala Jepang yang dikenal Harajuku Style turut mendorong

Page 32: BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Konsep Diri 2.1 Komunikasi dan ...eprints.umm.ac.id/48004/3/BAB II.pdf · 9 BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Konsep Diri 2.1 Komunikasi dan Konsep Diri Konsep

40

para anak muda mulai berdandan ala cosplay hingga makin terkenal dan memiliki

banyak komunitas dibanyak kota besar. Sekarang sudah mudah sekali ditemui

lomba cosplay di Jakarta, Bandung atau Surabaya.

2.1.9 Jenis-jenis copslay

Cosplay juga memiliki macam jenis, bagi Anda yang tertarik ingin sesekali

mencoba atau hanya ingin lebih mengenal apa saja ragam cosplay bisa

memperhatikan beberapa jenis cosplay berikut ini:

Cosplay anime atau manga

Cosplay anime naruto borutoCosplay jenis ini biasanya lebih memiliki

banyak penggemar, kartun Jepang atau anime memang selalu menyajikan kualitas

cerita yang apik serta kostum tokohnya yang khas. Anda akan mudah mengenali

seorang cosplayer berdandan ala Naruto dilihat dari baju warna oranye dan rambut

jigrak warna kuningnya, tak lupa dengan ikat kepala berlambang Desa Konoha.

Semua tokoh ninja di anime Naruto tersebut memakai ikat kepala sesuai dengan

daerah masing-masing desa. Seorang cosplayer (anime cosplay) bahkan rela

mempermak wajah atau rambut demi mendapat penampilan yang mirip dengan

anime atau manga yang ia perankan.

Cosplay dari game

Anime cosplay game Cosplay game ini tak hanya terkenal di Jepang tetapi

juga di Amerika Serikat. Negeri paman sam terkenal dengan kepopuleran game

yang menyedot banyak fans sehingga melahirkan banyak cosplayer yang ingin

berdandan ala tokoh game favorit mereka. Beberapa tahun lalu game-game terkenal

Page 33: BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Konsep Diri 2.1 Komunikasi dan ...eprints.umm.ac.id/48004/3/BAB II.pdf · 9 BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Konsep Diri 2.1 Komunikasi dan Konsep Diri Konsep

41

seperti Final Fantasy dan juga Ragnarok menjadi inspirasi banyak cosplayer. Tiap

tahun akan ada game-game menarik yang menjadi inspirasi untuk tema cosplay

game.

Cosplay tokoh tokusatsu

Arti cosplay tokusatsu japanese cosplay Tokusatsu adalah istilah Jepang

untuk film atau serial yang bernuansa fiksi ilmiah atau fantasi. Contoh tokusatsu

adalah serial Power Ranger, Ultraman dan Kamen Rider. Serialnya bercerita

tentang musuh-musuh dari luar angkasa (alien) dan pahlawan berkekuatan super

yang melindungi bumi serta manusia dari invasi makhluk jahat planet lain.

Cosplayer juga cukup sering berdandan ala tokusatsu untuk mendapatkan efek yang

lebih heboh. Pengerjaan kostumnya pun cenderung lebih rumit.

Itulah sejarah singkat dan jenis-jenis cosplay yang ada, kalau Anda tertarik lebih

dalam untuk mengenal cosplay, maka coba saja kunjungi beberapa event Jepang

yang ada disekitar kota Anda, pastinya Anda akan bertemu dengan para cosplayer

yang memakai kostum-kostum unik.