of 13/13
41 BAB III METODE PENELITIAN A. Rancangan Penelitian Penelitian dapat diklasifikasikan dari berbagai cara dan sudut pandang. Dilihat dari pendekatan analisisnya, penelitian dibagi atas dua macam yaitu: penelitian kuantitatif dan penelitian kualitatif. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan metode penelitian kuantitatif. Penelitian dengan pendekatan kuantitatif menekankan analisisnya pada data-data numerikal (angka) yang diolah dengan metode statistika. a. Identifikasi Variabel Penelitian Variabel penelitian adalah suatu atribut atau sifat atau nilai dari orang, obyek, atau kegiatan yang mempunyai variasi tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya. Adapun variabel dalam penelitian ini yaitu variabel bebas dan variabel terikat. Variabel bebas adalah variabel yang mempengaruhi variabel-variabel lain. Sedangkan variabel terikat adalah variabel yang dipengaruhi variabel bebas. Berikut mengenai variabel penelitian: 1. Variabel bebas (X): Religiusitas 2. Variabel terikat (Y): Resiliensi b. Definisi Operasional Definisi operasional adalah suatu definisi mengenai variabel yang dirumuskan berdasarkan karakteristik-karakteristik variabel

BAB III METODE PENELITIAN A. Rancangan Penelitianrepository.uksw.edu/bitstream/123456789/2880/4/T1_802007090_BAB III... · Adapun variabel dalam penelitian ini yaitu variabel bebas

  • View
    214

  • Download
    0

Embed Size (px)

Text of BAB III METODE PENELITIAN A. Rancangan...

41

BAB III

METODE PENELITIAN

A. Rancangan Penelitian

Penelitian dapat diklasifikasikan dari berbagai cara dan sudut

pandang. Dilihat dari pendekatan analisisnya, penelitian dibagi atas

dua macam yaitu: penelitian kuantitatif dan penelitian kualitatif.

Dalam penelitian ini peneliti menggunakan metode penelitian

kuantitatif.

Penelitian dengan pendekatan kuantitatif menekankan

analisisnya pada data-data numerikal (angka) yang diolah dengan

metode statistika.

a. Identifikasi Variabel Penelitian

Variabel penelitian adalah suatu atribut atau sifat atau nilai

dari orang, obyek, atau kegiatan yang mempunyai variasi tertentu

yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian

ditarik kesimpulannya.

Adapun variabel dalam penelitian ini yaitu variabel bebas dan

variabel terikat. Variabel bebas adalah variabel yang

mempengaruhi variabel-variabel lain. Sedangkan variabel terikat

adalah variabel yang dipengaruhi variabel bebas. Berikut

mengenai variabel penelitian:

1. Variabel bebas (X): Religiusitas

2. Variabel terikat (Y): Resiliensi

b. Definisi Operasional

Definisi operasional adalah suatu definisi mengenai variabel

yang dirumuskan berdasarkan karakteristik-karakteristik variabel

42

tersebut yang dapat diamati. Adapun definisi operasional untuk

variabel-variabel dalam penelitian ini adalah:

1. Religiusitas

Religiusitas adalah keyakinan seseorang terhadap

agama yang dianutnya yang menjadikan individu sebagai

orang beragama, bukan sekedar mengaku mempunyai agama

tetapi juga pengamalan dan penghayatan didalam membangun

hubungan dengan Tuhan yang pada akhirnya diteruskan

dalam sikap hidup dan perilakunya.

Religiusitas ini diungkap dengan menggunakan angket

religiusitas yang disusun berdasarkan lima aspek dari Glock

dan Stark yaitu, Ritual invovlment, Ideological Involvement,

Intellectual Involvement, Experiental Involvement,

Consequential Involvment. Data mengenai religiusitas dapat

diketahui dari perolehan skor hasil pengisian angket, bahwa

semakin tinggi skor yang diperoleh, maka semakin tinggi pula

religiusitas yang dimiliki, sebaliknya semakin rendah skor

yang diperoleh, maka semakin rendah pula religiusitas yang

dimiliki

2. Resiliensi

Resiliensi ibu yang memiliki anak retardasi mental

adalah kemampuan ibu untuk bertahan, bangkit, dan

menyesuaikan dengan kondisi yang sulit sehingga ibu

terlindungi dari efek keadaan yang krisis dengan memiliki

anak retardasi mental. Resiliensi akan diukur menggunakan

angket resiliensi berdasarkan tujuh aspek menurut Reivich

dan Shatte, yaitu emotion regulation, impulse control,

43

optimisme, causal analysis, empathy, self-efficacy, dan

reaching out.

Data mengenai resiliensi dapat diketahui dari

perolehan skor hasil pengisian angket, bahwa semakin tinggi

skor yang diperoleh, maka semakin tinggi pula resiliensi yang

dimiliki, sebaliknya semakin rendah skor yang diperoleh,

maka semakin rendah pula resiliensi yang dimiliki.

B. Populasi dan Sampel

1. Populasi

Populasi adalah sejumlah individu yang setidaknya memiliki

ciri atau sifat yang sama. Untuk menentukan sampel itu sendiri,

terlebih dahulu harus menentukan luas, sifat-sifat populasi serta

memberikan batas-batas yang tegas (Hadi, 1995). Populasi yang

akan digunakan dalam penelitian ini adalah ibu dari anak

retardasi mental sedang dan berat di SLBN 1 Bantul, Yogyakarta

sebanyak 93 orang.

2. Sampel

Sampel adalah sebagian dari individu yang akan diteliti (Hadi,

1991). Pendapat diatas selaras dengan pendapat Azwar (1999)

yang menyatakan bahwa sampel adalah sebagian populasinya..

Peneliti menggunakan teknik accidental sampling dalam

teknik pengambilan sampel. Accidental sampling adalah

mengambil responden sebagai sampel berdasarkan kebetulan

yaitu siapa saja yang secara kebetulan ditemui sebagai sumber

data.

Dalam penelitian ini sampel yang akan digunakan oleh

peneliti dengan adalah ibu dari anak retardasi mental dengan

klasifikasi retardasi mental sedang dan retardasi mental berat di

44

SLBN 1 Bantul, Yogyakarta sebanyak 30 orang, peneliti

memilih responden sebanyak 30 karena kondisi kehadiran ibu

yang ada di SLB yang bersedia mengisi skala berjumlah 30 yang

lainnya menolak dan beradasarkan pemahaman mengenai

statistik minimal 30 responden sudah cukup memenuhi

kualifikasi dalam penelitian.

C. Instrumen dan Prosedur Pengumpulan Data

Berkaitan dengan teknik penelitian, peneliti menggunakan dua

macam skala, yaitu skala Religiusitas dan skala Resiliensi

1. Skala Religiusitas

Untuk mengungkap skala religiusitas subjek dalam penelitian

ini, maka peneliti menggunakan lima aspek religiusitas dari

Glock dan Stark (1965), yaitu Ritual Involvement (praktek

beragama), Ideological Involvement (keyakinan beragama),

Intelectual Involvement (pengetahuan beragama), Experiental

Involvement (pengalaman beragama), dan Consequential

Involvement (pengamalan beragama). Keseluruhan angket

religiusitas berjumlah 40 item.

Masing-masing item disediakan 4 kategori pilihan jawaba

yaitu SS, S, TS, STS. Responden diminta untuk memberi tanda

contreng () pada salah satu alternatif jawaban yang tersedia.

Dengan sikap skala pada angket religiusitas tersebut untuk skor

favourable adalah SS : 4, S : 3, TS : 2, dan STS : 1. Sedangkan

sebaliknya untuk skor unfavourable adalah SS : 1, S : 2, TS : 3,

STS : 4.

45

Tabel 3.1.

Sebaran Item Skala Religiusitas

Tabel 3.2.

Blue Print Skala Religiusitas

No Aspek Indikator Fav Unfav Jum

1 Ritual Involment

1. Berdoa sebelum

mengerjakan/melakukan

sesuatu

2. Mengikuti upacara

keagamaan

3. Membaca kitab suci /

alkitab setiap hari

4. Melakukan kewajiban

yang ada dalam agama

1

1

1

1

1

1

1

1

8

No Aspek No butir jum

Fav Unfav

1 Ritual Involment 1, 11, 21, 31 6, 16, 26, 36 8

2 Ideological Involment 8, 18, 28, 38 2, 12, 22, 32 8

3 Intelectual Involment 9, 19, 29, 39 3, 13, 23, 33 8

4 Experiental involment 10, 20, 30,

40

4, 14, 24, 34 8

5 Consequential Involment 5, 15, 25, 35 7, 17, 27, 37 8

Jumlah 40

46

2 Ideological

Involment

1. Percaya akan adanya

setan,

malaikat/surga/neraka

2. Percaya akan kebenaran

firman

3. Meyakini bahwa Tuhan

selalu memberikan

mukjizat pada umatnya

4. Meyakini akn adanya

hari kiamat/akhir jaman

1

1

1

1

1

1

1

1

8

3 Intelectual

Involment

1. Mengikuti khotbah

keagamaan

2. Mempelajari kitab suci

agamanya

3. Membaca buku rohani

4. Memahami ajaran

agama

1

1

1

1

1

1

8

4 Experiental

involment

1. Merasa bahwa Tuhan

mendengar doanya

2. Merasa bahwa Tuhan

menyayanginya

3. Merasa pernah

menglamai mukjizat dari

Tuhan

4. Merasa Tuhan selalu

mendampingi hidupnya

1

1

1

1

1

1

1

1

8

5 Consequential

Involment

1. Memaafkan orang lain

yang telah berbuat salah

1

1

8

47

2. Mendoakan orang lain

3. Mengucap syukur dalam

segala situasi

4. Menolong orang lain

1

1

1

1

1

1

Jumlah 20 20 40

2. Skala Resiliensi

Reivich and Shatte (2002) menjelaskan bahwa resiliensi dapat

diukur melalui ketujuh aspeknya yang secara konkret dapat

dilihat dalam diri individu, yaitu, pengaturan emosi, kontrol

terhadap impuls, empati, optimisme, analisis kausal, efikasi diri,

dan pencapaian.

Tabel 3.3.

Sebaran Item Skala Resiliensi

No Aspek No butir Jumlah

Fav Unfav

1 Emotion Regulation 1, 8, 15, 43 22, 29, 36, 50 8

2 Impulse Control 23, 30, 37, 44 2, 9, 16, 51 8

3 Optimism 3, 10, 17, 45 24, 31, 38, 52 8

4 Causal Analysis 25, 32, 39, 46 4, 11, 18, 53 8

5 Empathy 5, 12, 19, 47 26, 33, 40, 54 8

6 Self-eficacy 27, 34, 41, 48 6, 13, 20, 55 8

7 Reaching out 7, 14, 21, 49 28, 35, 42, 56 8

Jumlah 56

48

Tabel 3.4.

Blue Print Skala Resiliensi

No Aspek Indikator Fav Unfav Jum

1 Emotion Regulation 1. Mampu mengendalikan

emosi dalam menghadapi

tekanan

2. Mampu menampilkan

emosi yang wajar sesuai

dengan keadaan.

2

2

2

2

8

2 Impulse Control 1. Mampu mengendalikan

impuls yang muncul dari

dalam diri

2. Mampu mengendalikan

impuls yang muncul dari

orang-orang sekitar

2

2

2

2

8

3 Optimism 1. Berpikir positif terhadap

keadaan yang dihadapi

saat ini

2. Berpikir positif akan

keadaan yang akan

dihadapi dalam masa

depan

2

2

2

2

8

4 Causal Analysis 1. Mampu mengidentifikasi

masalah

1

1

8

49

2. Mampu menggali akar

suatu permasalahan

3. Mampu menemukan

solusi dalam menghadapi

suatu permasalahan

4. Mampu menemukan

akibat dari solusi

Permasalahan

1

1

1

1

1

1

5 Empathy 1. Mampu merasakan

kesulitan yang dialami

oleh orang lain

2. Yakin pada kemampuan

sendiri untuk membantu

kesulitan orang lain

2

2

2

2

8

6 Self-Eficacy 1. Yakin pada kemampuan

diri dalam mengatasi

tekanan

2. Yakin akan kemampuan

diri untuk dapat sukses

dimasa depan

2

2

2

2

8

7 Reaching out 1. Berani menghadapi

resiko dari situasi yang

tidak menyenangkan

2. Mengambil aspek positif

didalam sebuah

permasalahan yang sukar

2

2

2

2

8

Jumlah 28 28 56

50

D. Teknik Analisis Data

1. Analisis dan Seleksi Aitem

Azwar (2003) menjelaskan prosedur seleksi item dilakukan

dengan melihat konsistensi item total, yaitu mengukur

keselarasan atau konsistensi antara item dengan tes secara

keseluruhan. Pengukuran ini didapatkan melalui koefisien

korelasi item-total (rit) atau dikenal dengan indeks daya beda atau

daya diskriminasi item. Daya diskriminasi item adalah

kemampuan item untuk membedakan antara individu atau

kelompok individu yang memiliki dan yang tidak memiliki atribut

yang diukur. Beberapa penelitian menyebutkan daya diskriminan

item dengan nama yang salah sebagai validitas item (Azwar,

2003).

Seleksi aitem disini menggunakan korelasi aitem-total

=iX (i)(X)/n

i2 i 2

n \n X2

X 2

N

Keterangan:

i = skor aitem

X = skor skala

n = Banyaknya subjek

Seleksi aitem punya makna apabila harga yang positif.

Semakin tinggi mendekati angka 1,0 berarti suatu tes semakin

valid hasil ukurnya. Akan tetapi koefisien validitas dianggap

memuaskan atau tidak, dalam penggunaan hasil ukur skala yang

bersangkutan. Sedangkan seleksi aitem yang diinginkan oleh

peneliti dalam penelitian ini adalah 0,3 karena seleksi aitem 0,3

51

sudah dianggap memuaskan dan cukup menentukan aitem yang

terpakai pada penelitian yang dilakukan (Azwar, 1999).

2. Reliabilitas

Secara empirik, tinggi rendahnya reliabilitas ditunjukkan oleh

suatu angka yang disebut koefisien reliabilitas. Dalam

aplikasinya, reliabilitas dinyatakan oleh koefisien reliabilitas (rxx)

yang angkanya berada dalam rentang dari 0 sampai dengan 1,00.

Semakin tinggi koefisien reliabilitas mendekati angka 1,00

berarti semakin tinggi reliabilitas, sebaliknya koefisien yang

semakin rendah mendekati angka 0 berarti semakin rendah

reliabilitasnya dalam pengukuran psikologi, koefisien realibilitas

yang mencapai angka rxx = 1,00 tidak pernah dapat dijumpai

(Azwar,1999).

Karena dalam penelitian ini menggunakan instrumen

penelitian yang salah satunya berupa skala, maka uji reliabilitas

dapat dilakukan dengan menggunakan rumus alpha sebagai

berikut:

=2 [1- s12+s

22

2 ]

Keterangan :

S12 dan s2

2 = Varians skor belahan 1 dan varians skor

belahan 2

Sx2 = Varians skor skala

Pengolahan data untuk uji realibilitas ini dengan

menggunakan program SPSS versi 16.0. realibilitas skala

dianggap reliabel ketika memenuhi nilai koefisin alpha ()

minimal 0,70 yang termasuk dalam kategori cukup atau afair

(Azwar, 1999)

52

Uji reliabilitas dalam penelitian ini menggunakan kategorisasi

yang dibuat oleh Azwar (1999), yang dijelaskan pada tabel 3.5.

Tabel 3.5. Kategorisasi Uji Reliabilitas

Koefisin reliabilitas Kategori

0,90 r < 1,0 Sangat Reliabel

0,80 < r 0,90 Baik

0,70 < r 0,80 Cukup

r < 0,70 Tidak reliabel

3. Analisis Data Penelitian

a. Analisis Deskriptif

Analisis data digunakan untuk menjabarkan sejumlah data

guna memperoleh gambaran secara sistematis dan

menyeluruh mengenai keadaan subjek penelitian.

Pendeskripsian data subjek penelitian meliputi gambaran

hasil penelitian secara umum yaitu, mean, standar deviasi,

rentang skor, perhitungan frekuensi dan presentase untuk

menentukan tinggi rendahnya pengukuran variabel penelitian

ini digunakan interval dengan rumus :

I = skor tertinggi skor terendah

jumlah kategori

b. Analisis Korelasi

Dalam penelitian ini untuk menguji dan membuktikan secara

statistik Hubungan Religiusitas dengan Resiliensi Ibu yang

memiliki Anak Retardasi Mental, maka digunakan analisis

korelasi Product Moment dari Carl Pearson yang berfungsi

untuk mencari korelasi antar variabel bebas dan variabel

53

tergantung yang masing-masing bergejala interval (Hadi,

1994).

Adapun rumus korelasi Product Moment sebagai berikut

Keterangan:

r xy = koefisien korelasi antara variabel X dan Y

X = jumlah skor butir soal

Y = jumlah skor total

XY = jumlah hasil kali

2 = jumlah kuadrat skor butir soal

Y2 = jumlah kuadrat skor butir soal

N = jumlah subyek

Hasil instrumen menggunakan korelasi Product Moment

dengan bantuan program SPSS Versi 16.0 for windows. Hipotesis

penelitian diterima jika p < 0,05 dan sebaliknya hipotesis

penelitian ditolak jika nilai p > 0, 05 (Azwar, 1999).