BAB IV DASAR PERENCANAAN PENGEMBANGAN Kota Niamey di wilayah ini telah mencapai tahap ... Dalam perencanaan sistem distribusi ... berdasarkan nilai standar deviasi dan

  • Published on
    06-Feb-2018

  • View
    217

  • Download
    2

Embed Size (px)

Transcript

<ul><li><p>Evaluasi dan Pengembangan Sistem Distribusi Air Bersih Utama Kota Niamey, Niger </p><p>Muhammad Taufik-15303029 </p><p>IV-1</p><p>BAB IV </p><p>DASAR PERENCANAAN PENGEMBANGAN </p><p>SISTEM DISTRIBUSI AIR BERSIH KOTA NIAMEY </p><p>4.1 Umum </p><p>Rencana pengembangan jaringan distribusi utama akan direalisasikan sesuai </p><p>dengan rencana pengembangan Kota Niamey yaitu pengembangan di bagian timur kota. </p><p>Pengembangan Kota Niamey di wilayah ini telah mencapai tahap konstruksi perumahan </p><p>dan jalan raya, sedangkan untuk kawasan barat dan utara kota, pengembangan masih </p><p>dalam tahap perencanaan. Rencana ini mencakup proyeksi penduduk yang akan </p><p>mendiami wilayah tersebut beserta proyeksi kebutuhan airnya, pola penggunaan air </p><p>masyarakatnya dan faktor konsumsi air maksimum. </p><p>Total kebutuhan air di masa yang akan datang dihitung dari akumulasi jumlah </p><p>kebutuhan air penduduk dan pengaruh faktor-faktor lain seperti persentase pelayanan, </p><p>tingkat kebocoran dan fluktuasi pemakaian air. </p><p>4.2 Periode Perencanaan </p><p>Periode perencanaan penyediaan air bersih dilakukan dengan memperhatikan </p><p>beberapa pertimbangan sebagai berikut: : </p><p> Pertumbuhan penduduk </p><p> Perkembangan aktivitas wilayah tersebut yang menyebabkan perkembangan </p><p>sarana dan prasarana wilayah </p><p> Ketersediaan air yang dibutuhkan hingga akhir periode perencanaan </p><p> Kualitas instalasi dan perlengkapannya </p><p> Usia pemakaian struktur dan peralatan yang digunakan </p><p>Periode perencanaan direncanakan selama 10 tahun, dimulai dari tahun 2006 </p><p>hingga tahun 2015. </p></li><li><p>Evaluasi dan Pengembangan Sistem Distribusi Air Bersih Utama Kota Niamey, Niger </p><p>Muhammad Taufik-15303029 </p><p>IV-2</p><p>4.3 Rencana Daerah Pelayanan </p><p>Daerah pelayanan yang menjadi sasaran utama dalam perencanaan pengembangan </p><p>sistem distribusi air bersih utama ini terletak di daerah lingkar luar timur kota. Rencana </p><p>ini sesuai dengan hasil diskusi dengan departemen urbanisasi yang membangun </p><p>perumahan baru pada wilayah tersebut. Berdasarkan hasil diskusi, wilayah baru tersebut </p><p>diperuntukkan sebagai kawasan hunian. Fasilitas-fasilitas kota seperti sekolah, rumah </p><p>sakit, pasar dan terminal tidak direncanakan untuk didirikan di wilayah baru tersebut. </p><p>4.4 Proyeksi Jumlah Penduduk </p><p>Dalam perencanaan sistem distribusi air bersih, perlu diketahui perkiraan jumlah </p><p>penduduk di masa yang akan datang. Jumlah penduduk ini akan mempengaruhi </p><p>banyaknya kebutuhan air bersih. Karena itu, jumlah penduduk perlu diproyeksikan untuk </p><p>memperkirakan jumlah penduduk kota hingga akhir periode perencanaan yang juga </p><p>direncanakan akan dilayani oleh sistem penyediaan air bersih. </p><p>Proyeksi penduduk adalah suatu metode yang digunakan untuk memperkirakan </p><p>jumlah penduduk di masa yang akan datang berdasarkan jumlah penduduk di tahun-tahun </p><p>sebelumnya. </p><p>4.4.1 Metode Proyeksi Penduduk </p><p>Proyeksi penduduk diperlukan untuk memperkirakan jumlah penduduk kota pada </p><p>akhir perencanaan secara lebih akurat. Proyeksi penduduk dianalisa sesuai dengan pola </p><p>pertumbuhan penduduk alami. Hasil proyeksi penduduk ini akan digunakan untuk </p><p>memperkirakan kebutuhan air sampai dengan periode yang direncanakan. </p><p>Ada beberapa metode yang umum digunakan untuk perhitungan proyeksi </p><p>penduduk, yaitu : </p><p>1. Metode Aritmatik </p><p>Metode ini digunakan bila jumlah penduduk mengalami pertumbuhan yang konstan </p><p>secara periodik. </p><p> Persamaan umum : </p><p>........................................(4.1) </p></li><li><p>Evaluasi dan Pengembangan Sistem Distribusi Air Bersih Utama Kota Niamey, Niger </p><p>Muhammad Taufik-15303029 </p><p>IV-3</p><p> Keterangan : </p><p> Pn = prediksi penduduk pada tahun ke-x dihitung dari tahun terakhir </p><p>data </p><p> Po = jumlah penduduk pada data tahun terakhir </p><p> r = rata-rata pertambahan penduduk tahunan </p><p> Tn = tahun prediksi </p><p> To = tahun sebelum prediksi </p><p> Pi = jumlah penduduk pada data awal </p><p> P(i-1) = jumlah penduduk pada tahun sebelumnya </p><p> N = jumlah data </p><p>2. Metode Geometrik </p><p>Metode ini dipakai bila jumlah penduduk mengalami pertumbuhan secara pesat. </p><p>Persamaan umum : </p><p>................................(4.2) </p><p>Keterangan : </p><p>Pn = prediksi penduduk pada tahun ke-x dihitung dari tahun terakhir </p><p>data </p><p> Po = jumlah penduduk pada tahun terakhir data </p><p> r = laju pertambahan penduduk </p><p> n = selisih tahun prediksi dengan tahun sebelumnya </p><p> Pi = jumlah penduduk pada data awal </p><p> P(i-1) = jumlah penduduk pada tahun sebelumnya </p><p> N = jumlah data </p></li><li><p>Evaluasi dan Pengembangan Sistem Distribusi Air Bersih Utama Kota Niamey, Niger </p><p>Muhammad Taufik-15303029 </p><p>IV-4</p><p>3. Metode Least Square </p><p>Perhitungan dengan metode least square ini tidak cocok untuk diterapkan pada daerah </p><p>yang memiliki pertumbuhan yang cepat. </p><p>Persamaan umum: </p><p>bxatY +=)( ..........................................(4.3) </p><p>Keterangan: </p><p> Y(t) = jumlah penduduk perkiraan tahun ke-(t) </p><p> n</p><p>Yia = .......................................(4.4) </p><p>=2U</p><p>YiUib .......................................(4.5) </p><p> n = jumlah sampel </p><p> Yi = jumlah penduduk di tahun i </p><p>Tingkat pertumbuhan penduduk rata-rata di Niamey adalah 4,5 % [Witteveen, </p><p>2007]. Angka ini lebih tinggi dari rata-rata nasional yang sebesar 3,1% [ISW, 2004]. </p><p>Perbedaan ini disebabkan karena wilayah kota seperti Niamey memiliki fasilitas-fasilitas </p><p>pendukung kehidupan yang secara umum lebih baik sehingga memiliki laju pertumbuhan </p><p>penduduk lebih besar. </p><p>4.4.2 Pemilihan Metode Proyeksi Penduduk </p><p>Berdasarkan ketiga cara di atas, dapat dihitung perkiraan jumlah penduduk untuk </p><p>20 tahun yang akan datang. Pemilihan metode proyeksi penduduk dapat dilihat dalam </p><p>Tabel 4-1. </p></li><li><p>Evaluasi dan Pengembangan Sistem Distribusi Air Bersih Utama Kota Niamey, Niger </p><p>Muhammad Taufik-15303029 </p><p>IV-5</p><p>Tabel 4-1. Hasil perhitungan proyeksi penduduk </p><p>Untuk menentukan metode proyeksi penduduk yang terpilih, dapat dilihat </p><p>berdasarkan nilai standar deviasi dan korelasinya (R2). Koefisien ini menyatakan skala </p><p>seberapa dekat hubungan antara x dan y. Bila R = 0 artinya tidak ada hubungan. Bila R = </p><p>1 maka terdapat hubungan yang sempurna. Sedangkan koefisien diterminasi ( R2 ) adalah </p><p>ukuran banyaknya total variasi variabel y yang dapat dijelaskan dengan persamaan </p><p>regresi. Alasan mengapa dibutuhkan pengukuran standar deviasi antara lain, membentuk </p><p>penilaian tentang seberapa jauh letak nilai sentral terhadap datanya, serta mempelajari </p><p>bagaimana variasi kualitas suatu sampel. Dengan demikian metode yang terbaik dipilih </p><p>berdasarkan nilai korelasinya yang mendekati 1 dengan nilai Standar deviasi terkecil. </p><p>Walaupun menurut hasil perhitungan proyeksi penduduk diatas metode least </p><p>square memiliki nilai korelasi mendekati 1 dan nilai standard deviasi yang kecil, namun </p><p>dengan mempertimbangkan hasil diskusi dengan departemen urbanisasi Niamey, bahwa </p><p>pengembangan perumahan dan fasilitas kota di Niamey didasari dengan penggunaan </p><p>metode geometri dalam memprediksi jumlah penduduk kota, maka hasil perhitungan </p><p>Tahun Perkiraan Jumlah Penduduk Menurut Metode Geometri Aritmatik Least Square </p><p>2008 960201 952741 950752 2009 991954 983546 985465 2010 1028932 1014352 1020179 2011 1067289 1045157 1054892 2012 1107076 1075962 1089605 2013 1148346 1106767 1124319 2014 1191154 1137572 1159032 2015 1235558 1168378 1193745 2016 1281618 1199183 1228459 2017 1329394 1229988 1263172 2018 1378952 1260793 1297885 2019 1430357 1291598 1332599 2020 1483678 1322404 1367312 2021 1538987 1353209 1402025 2022 1596358 1384014 1436738 2023 1655868 1414819 1471452 2024 1717596 1445624 1506165 2025 1781625 1476430 1540878 2026 1848041 1507235 1575592 2027 1916932 1538040 1610305 </p><p>R 0.972 0.944 0.997 SD 16117 26301 4854 </p></li><li><p>Evaluasi dan Pengembangan Sistem Distribusi Air Bersih Utama Kota Niamey, Niger </p><p>Muhammad Taufik-15303029 </p><p>IV-6</p><p>proyeksi penduduk dengan metode geometrik akan digunakan sebagai dasar perencanaan </p><p>dalam pengerjaan pengembangan jaringan transmisi air di Niamey. </p><p>4.5 Proyeksi Kebutuhan Air Bersih </p><p>Penentuan jumlah kebutuhan air bersih di suatu kota ditentukan dengan </p><p>mempertimbangkan faktor-faktor yang dapat menyebabkan peningkatan kebutuhan air </p><p>bersih. Faktor-faktor tersebut seperti jumlah penduduk yang mungkin mendiami suatu </p><p>wilayah, tingkat sosial ekonomi penduduk, pola dan gaya hidup penduduk dan keadaan </p><p>iklim daerah setempat serta rencana daerah pelayanan. </p><p>Faktor-faktor yang berpengaruh tersebut di atas dapat berbeda-beda antara daerah </p><p>yang satu dengan yang lain. Hal ini mengakibatkan kebutuhan air di suatu daerah akan </p><p>berbeda dari daerah lainnya. Kebutuhan air digolongkan berdasarkan kelompok </p><p>pemakaiannya, yaitu kebutuhan air untuk domestik, non-domestik dan untuk keperluan </p><p>umum serta kehilangan air selama masa pelayanan. </p><p>Selama kunjungan lapangan, SEEN memberikan data mengenai data konsumsi air </p><p>di berbagai area di Niamey. Total penggunaan air pada tahun 2006 sebesar 16 juta m3 </p><p>[Canevas, 2006], dimana apabila jumlah tersebut dibagi dengan jumlah menduduk akan </p><p>memberikan standar konsumsi air penduduk di Niamey, yaitu 48 l per orang per hari. </p><p>Angka tersebut merupakan angka yang didapat dari konsumsi air yang terbayar, </p><p>kehilangan air tidak termasuk dalam jumlah tersebut. Total produksi air pada tahun 2006 </p><p>adalah 23 juta m3. Jumlah kehilangan air mencapai 30% [Canevas, 2006], apabila jumlah </p><p>kehilangan air ini diperhitungkan dalam menghitung standar kebutuhan air penduduk, </p><p>maka didapat angka 60 l per orang per hari. Berdasarkan data perencanaan jaringan </p><p>eksisting, pemenuhan kebutuhan air di Niamey disalurkan melalui dua cara, sambungan </p><p>pribadi dan hidran umum. Standar konsumsi untuk kedua sambungan tersebut dirangkum </p><p>pada Tabel 4-2. </p><p>Tabel 4-2. Standar Konsumsi Air di Niamey (IBG, 2001) </p><p>Jenis Sambungan Unit Tahun </p><p>2002 2005 2007 2010 </p><p>Sambungan pribadi l/o/hari 115 118,5 118,5 118,5 </p><p>Hidran Umum l/o/hari 18 18,3 25 25 </p></li><li><p>Evaluasi dan Pengembangan Sistem Distribusi Air Bersih Utama Kota Niamey, Niger </p><p>Muhammad Taufik-15303029 </p><p>IV-7</p><p>Berdasarkan prosentase pelayanan masing-masing jenis sambungan pada Tabel 3-</p><p>5, didapat angka kebutuhan air rata-rata sebesar 62,4 l /o/hari, nilai ini sesuai dengan </p><p>hasil perhitungan konsumsi air sebelumnya. Standar inilah yang digunakan sebagai dasar </p><p>dalam merencakan pengembangan jaringan di Niamey. </p><p>4.5.1 Kebutuhan Air </p><p>Air untuk kebutuhan domestik adalah air yang digunakan untuk keperluan </p><p>operasional sehari-hari rumah tangga. Kebutuhan air ini disalurkan baik melalui </p><p>sambungan rumah maupun melalui hidran umum. Besarnya kebutuhan air domestik </p><p>dipengaruhi oleh jumlah pemakaian air per-orang per-hari. Persentase pelayanan yang </p><p>direncanakan oleh SPEN pada tahun 2015 sebesar 100%. Nilai 100% ini merupakan </p><p>gabungan antara persentase pelayanan dengan sambungan pribadi dan hidran umum. </p><p>Jumlah penduduk Kota Niamey pada tahun 2007 sebesar 920.000 penduduk, pada </p><p>tahun 2015 diprediksikan bahwa populasi penduduk di Niamey akan mencapai 1.300.000 </p><p>penduduk. Dimana akan terdapat pertumbuhan kebutuhan air sebesar 22.800 m3 per </p><p>harinya. </p><p>4.5.2 Kehilangan Air </p><p>Kehilangan air yang terjadi pada jaringan penyediaan air bersih harus </p><p>diperhitungkan dalam menghitung jumlah kebutuhan air di masa yang akan datang. </p><p>Cukup sulit untuk menurunkan tingkat kehilangan air hingga dibawah 10% (dari total </p><p>produksi) bahkan untuk jaringan baru sekalipun. Berdasarkan studi-studi yang telah </p><p>dilakukan oleh IBG, tingkat kehilangan air sebesar 15% merupakan indikasi bahwa </p><p>jaringan berada dalam kondisi yang baik dan terawat. Tentu saja, kondisi jaringan </p><p>tersebut bervariasi berdasarkan jenis pipa, umur pipa, karakteristik tanah dan kualitas </p><p>perawatan. </p><p>Angka kehilangan air pada sistem jaringan penyediaan air bersih Kota Niamey </p><p>pada tahun 2006 adalah sebesar 29,67% [Canevas,2006]. Dalam perencanaan distribusi </p><p>air bersih pengembangan wilayah Kota Niamey bagian timur ini diasumsikan kehilangan </p><p>air sebesar 15% dari jumlah kebutuhan air dengan melakukan tindakan pengawasan dan </p></li><li><p>Evaluasi dan Pengembangan Sistem Distribusi Air Bersih Utama Kota Niamey, Niger </p><p>Muhammad Taufik-15303029 </p><p>IV-8</p><p>pemantauan secara berkala pada jaringan yang ada. Angka ini sesuai dengan angka yang </p><p>disarankan oleh pemerintah. </p><p>4.5.3 Perkiraan Fluktuasi Pemakaian Air </p><p>Pemakaian air bersih dalam setiap satuan waktu besarnya tidak sama. Ada </p><p>kalanya pemakaian air lebih besar daripada kebutuhan air rata-rata dan ada kalanya pula </p><p>pemakaian air lebih sedikit daripada kebutuhan air rata-rata. Pemakaian air tiap jam </p><p>dalam satu hari besarnya tidak sama, demikian juga pemakaian air satu hari dengan hari </p><p>lainnya. Perbedaan jumlah pemakaian air ini disebabkan oleh karena terjadinya </p><p>perbedaan aktivitas penggunaan air dalam satu hari oleh suatu masyarakat. </p><p>Jaringan harus didesain untuk kondisi-kondisi yang mungkin terjadi, seperti jam-</p><p>jam puncak saat hari-hari puncak. Karena data fluktuasi pemakaian air selama 24 jam di </p><p>Kota Niamey tidak tersedia, angka fluktuasi pemakaian air standar dari IBG akan </p><p>digunakan sebagai faktor fluktuasi pemakaian air. </p><p>Tabel 4-2 memuat nilai dari faktor pengali pemakaian air dari IBG yang </p><p>bervariasi selama 24 jam. Modulasi ini akan berubah ketika persentase dari sambungan </p><p>rumah bertambah dan air tersedia selama 24 jam di rumah-rumah penduduk. Terlihat </p><p>pada Tabel 4-2 bahwa pemakaian air tertinggi akan muncul pada pukul 8 pagi hingga </p><p>pukul 1 siang. Fenomena ini terjadi karena masyarakat di Kota Niamey terbiasa </p><p>mengumpulkan air pada pagi hari. </p><p>Tabel 4-2. Koefisien fluktuasi pemakaian air (IBG,2001) </p><p>Periode Koefisien 06.00-08.00 1,3 08.00-13.00 2,1 13.00-18.00 1,3 18.00-21.00 0,75 21.00-06.00 0,25 </p><p>Hari maksimum adalah suatu hari dalam satu tahun dimana terjadi pemakaian air </p><p>terbanyak. Kebutuhan air pada hari maksimum ini menjadi dasar untuk perencanaan </p><p>kapasitas reservoir distribusi yang dibutuhkan. Kebutuhan air pada hari maksimum ini </p><p>dipengaruhi oleh : </p><p> Iklim </p></li><li><p>Evaluasi dan Pengembangan Sistem Distribusi Air Bersih Utama Kota Niamey, Niger </p><p>Muhammad Taufik-15303029 </p><p>IV-9</p><p>Iklim turut mempengaruhi terjadinya fluktuasi pemakaian air, jumlah pemakaian air </p><p>akan lebih banyak pada saat musim-musim kering. </p><p> Tingkat ekonomi dan sosial </p><p>Semakin tinggi tingkat ekonomi, maka akan semakin besar pula kebutuhan airnya </p><p>yang disebabkan oleh makin beragamnya aktivitas yang dilakukan. Demikian pula </p><p>dengan tingkat sosial yang beraneka ragam akan memperbesar jumlah kebutuhan air </p><p>bersih. </p><p>Faktor fluktuasi pemakaian air untuk faktor hari maksimum (fm) menurut yang </p><p>digunakan dalam perhitungan kebutuhan air di Kota Niamey sebesar 1,15. Angka ini </p><p>sesuai dengan angka yang dikeluarkan oleh SPEN. Pemakaian air pada hari maksimum </p><p>dihitung berdasarkan rumus berikut : </p><p>Q maks = Q rata-rata x faktor hari maksimum (fm) </p><p>4.5.4 Total Kebutuhan Air </p><p>Total kebutuhan air pada perencanaan ini merupakan akumulasi dari jumlah </p><p>kebutuhan air untuk kebutuhan domestik dan kehilangan air serta fluktuasi pemakaian air. </p><p>Tabel 4-3. Proyeksi kebutuhan air </p><p>Parameter Unit Tahun 2015 </p><p>Pertambahan Penduduk Orang 380.000 Tingkat Pelayanan % 100 Standar Konsumsi Air (BP+BF) l/o/hr 60 Pertambahan Kebutu...</p></li></ul>