BST Bronkopneumoni

  • View
    233

  • Download
    0

Embed Size (px)

DESCRIPTION

oiqwueoiqjn

Text of BST Bronkopneumoni

  • BED SIDE TEACHING

    Wina Ratna J (1301-1206-0060)Kwang Kugan (1301-1206-2003)Khairunnaim Khairuddin (1301-1206-3011)Artiran Kaur Gill (1301-1206-3015)

  • Keterangan umum Nama:Mohd. Abdul Ghani Umur: 9 bln Jenis kelamin : Laki-Laki Alamat : Soreang Nama Ayah : Tn. G Pekerjaan : Buruh Umur:33 tahun Nama Ibu: Ny. Fika Pekerjaan : IRT Umur: 27 tahun

  • Keluhan utama : Sesak Nafas

  • Anamesa Khusus ( Autoanamesa)Sejak 4 hari SMRS penderita kelihatan sesak terus-menerus. Sesak tidak disertai dengan bunyi mengi. Sesak berkurang pada posisi tegak dan bertambah pada posisi berbaring. Sesak disertai batuk-batuk berdahak kental berwarna bening. Sesak juga tidak disertai dengan jari-jari tangan dan bibir menjadi biru. Sesak juga disertai dengan demam tinggi sejak 2 hari SMRS.

  • Penderita juga mengalami mencret lebih dari 6 kali sehari dengan isi bewarna kuning dan tidak berdarah.Penderita juga muntah 4 kali sehari dengan isi susu dan makanan. BAK tidak ada kelainan. Penderita berobat ke RS Soreang dan dirawat inap selama 3 hari dan kemudian dirujuk ke RSHS

  • Sejak 22 hari SMRS penderita pernah di rawat inap di RSHS selama 16 hari karena sesak. Keluhan membaik dan disuruh pulang dan disuruh kontrol pada minggu depannya. Penderita kelihatan sesak sejak umur 3 bulan, tetapi sesaknya hilang timbul dan tidak disertai demam. Sesaknya membaik dalam 3 hari tanpa pengobatan.

  • Sejak umur 6 bulan sesak penderita semakin sering, dan bertambah berat. Penderita sering berkeringat malam dan panas badan. Pada umur 6 bulan, ibu penderita membawa penderita kerumah sakit untuk berobat dan di diagnosa sakit TBC. Penderita diberi obat OAT. Penderita tidak kontrol teratur selama pengobatan. Sejak itu pasien sering mengalami sakit kuning.

  • Penderita tidak mendapat ASI yang cukup sejak lahir. Penderita minum ASI selama 10 menit dan berhenti seketika karena lelah. Tetapi tidak disertai bibir kebiruan. Ibu penderita memberi bubur susu untuk menambah gizi.

  • Penderita dikandung selama 9 bulan dan mengalami persalinan normal. Berat badan penderita pada waktu lahir ialah 2,7 kg. Berat badan penderita meningkat sehingga 5 kg pada umur 3 bulan. Setelah umur 3 bulan hingga sekarang berat badan penderita tidak bertambah. Penderita tidak bisa tengkurap hingga sekarang dan tidak bisa menyebut DADA,MAMA.

  • Riwayat anggota keluarga yang tinggal serumah yang menderita sakit TBC diakui, yaitu sepupu pasien. Riwayat alergi dan asma disangkal. Riwayat trauma disangkal. Penderita tinggal dirumah tipe 21dengan sedikit ventilasi dan lingkungan yang padat.

  • Pemeriksaan fisikKU : CM, gizi kurangNadi: 136x/ menitRespirasi : 40xSuhu : 36,9 CBB : 5,1 KgTB :

  • Kepala:Konjuntiva tidak anemisSklera tidak ikterikPCH : (+)Bibir dan oral mukosa tidak sianosisFaring : Tidak hiperemis

  • Leher : KGB teraba membesar, multiple sebesar 0,5 cm Retraksi SuprasternalThorax : Bentuk dan gerak simetrisCor : Iktus cordis tampak dan teraba pada ICS IV LMCS, kuat angkat, sistolik murmur (+), thrill (+), gallop ()

  • Pulmo : Pulmo depan :Retraksi interkostal (+), VF sulit dinilai, sonor. VBS Ki=Ka, Crackles +\+ Pulmo Belakang : Retraksi interkostal +, VF sulit dinilai, sonor. VBS Ki=Ka, Crackles +\+

  • Abdomen : Datar lembut Retraksi epigastrium + Hernia umbilikus + 2,5 cm Hepar teraba 2 cm di bawah arkus kosta, tajam, rata Lien Tidak teraba Bising usus + NormalPekak samping/pindah -/-

  • Ekstremitas : Akral Hangat, Capilary refill < 2, clubbing -,sianosis -Pemeriksaan saraf : Tes babinsky : -/-

  • D/ Diagnosis : Bronkopneumoni bilateral e.c TBC + Kompensated HD e.c VSDBronkopneumoni bilateral e.c TBC +Mitral Regurgitasi

  • D/ K : Bronkopneumoni bilateral e.c TBC + Kompensated HD e.c VSD

  • Pemeriksaan penunjang

    Pemeriksaan darah rutin ( Hb, Leukosit, Hematokrit, Platelet)Analisa gas darahSGOT, SGPTPemeriksaan elektrolit Foto thoraksEKGEchocardiography

  • Terapi : Umum O2 2 lt/ menit nasal canulDiet 600 kkal (NGT)Infus cairan NaCl 0.3 % 612ml/hr (120-140ml/kgBB/hr)

  • Terapi Khusus Antibiotik : Cefotaxime 3 x 250 mg IV OAT- Etambutol 1 x 75 mg Streptomisin 1 x 75 mg im.

  • prognosa Quo ad vitam : Ad bonam Quo ad Functionam : dubia ad bonam

  • pembahasanPneumoniaDefinisi : Penyakit peradangan akut pada parenkim paru yang disebabkan oleh infeksi mikroorganisme dan sebagian kecil oleh penyebab non infeksi

  • klasifikasiPneumonia dapat diklasifikasikan berdasarkan lokasi lesi di paru pneumonia lobarisbronkopneumoniapneumonia interstitialisasal infeksiCAPHAPMikroorganisme penyebabbakterivirusmikoplasmajamur

  • Karakteristik penyakitpenyakit tipikalpenyakit atipikalLama penyakitpneumonia akutpneumonia persistenBeratnya penyakit

  • Usia < 2 bulanPneumonia sangat berat :Takipneu, retraksi epigastrik,kurag mau minum,kejang, stridor,wheezing,mengantuk atau penurunan kesadaran,febris atau hipotermiPneumonia berat :Tarikan dinding yang jelas tampak atu nafas cepatBukan pneumonia:Tidak ada tarikan dinding dada atau nafas cepat

  • Usia 2 bulan 5 tahunPneumonia sangat berat:Takipneu, retraksi epigastrik,tidak mau minum,kejang, stridor,penurunan kesadaran,febris dan gizi burukPneumonia berat :Tarikan dinding dadaPneumonia :Nafas cepat

  • EtiologiUmumnya disebabkan oleh mikroorganisme, namun ada penyebab lain aspirasi makanan/asam lambung/benda asing,radiasi,reaksi hipersensitivitas dan obat-obatan.

  • Manifestasi klinis :Takipneu merupakan indikator paling sensitif pada pneumonia anak,WHO mendefinisikan bahwa yang di sebut takipneu pada usia < 2 bln adalah 60 x/mnt atau lebih, pada usia 2 bulan sampai
  • Selain itu pneumonia umumnya di sertai dengan meningkatnya kerja pernafasan yang di tandai oleh retraksi epigastrium, interkostal dan suprasternal, serta adanya pernafasan cuping hidung

  • Pada auskultasi paru sebagai tanda patognomonis pneumonia adalah terdengar crackles. Suara pernafasan tambahn berupa pleura friction rub dapat terdengar di daerah pleura yang terkena. Apabila cairan bertambah banyak, maka sesak/ dyspneu bertambah berat. Nyeri pleuritik menghilang yang pada perkusi menjadi pekak/dullnes

  • Patogenesis

    Aspirasi inokulum dari saluran respiratorik bagian atas atau inhalasi langsung patogenKolonisasi mikroorganisme di trakeaSaluran bagian bawah mengalami inokulasi dalam jumlah banyakInflamasi lokal ( antibodi, komplemen, fagosit dan sitokin )

  • Menghasilkan kerusakan jaringan paruInvasi bakteri pada parenkim paru menyebabkan konsolidasi eksudatif pada jaringan paru secara lobular, lobar atu interstitialRed hepatizationHiperemia, eksudasi cairan intra alveoli, deposis fibrin, infiltrasi neutrofilKonsolidasi menyebabkan menurunnya kapasitas vital

  • Meningkatnya aliran darah pada daerah yang terkena menyebabkan terjadinya hipoksemia akibat ventilation perfusion mismatchingMenurunnya saturasi oksigen sehingga meningkatkan kerja jantungDiikuti dengan deposisi fibrin yang makin bertambah serta disintegrasi progresi sel radangGrey hepatization

  • Pada kebanyakan kasus , resolusi dan konsolidasi terjadi 8-10 hari ketika eksudat mengalami digesti enzimatik dan di absorpsi serta di keluarkan melalui mekanisme batukFaktor resiko pneumoniaBerat badan rendahMalnutrisi/ tidak mendapat ASITidak diimunisasi atu imunisasi tidak lengkapLingkungan yang tidak memadai ( overcrowding)Asap rokokSanak saudara yang menderita batuk

  • TUBERKULOSIS Penyakit infeksi sistemik yang disebabkan Mycobacterium Tuberculosis tipe humanus. Penyebaran umumnya melalui droplet (airborne disease).

  • Patogenesis Infeksi M. TuberkulosisKe alveolus (biasanya di bagian bawah lobus atas atau di bagian atas lobus bawah)Menimbulan reaksi radang: fagositosis oleh leukosit PMN & makrophage alveolus paru-destruksi basil TBKuman hidup dan berkembang biak dalam makrophage-pembentukan imunitas seluler

  • Pembentukan lesi primer di paru- ditandai dengan penimbunan sel PMN dan proliferasi sel epiteloid yang berbentuk tuberkel, kemudian tampak sel langhans dan seluruh daerah tersebut dikelilingi limfositKuman TB dibawa makrophage dari fokus primer ke kelenjar limfe regional Pembentukan kompleks primer (Ghon)Penyebaran lifohematogenKuman TB tersebar ke organ-organ tubuh

  • Manifestasi klinisManifestasi klinis TB bervariasi dan bergantung pada beberapa faktor yaitu pejamu, kuman TB , serta interaksi antara keduanya. Anak kecil seringkali tidak menunjukkan gejala walaupun pada foto roentgen sudah tampak pembesaran kelenjar hilus. Proses infeksi TB tidak langsung memberikan gejala. Uji tuberkulin biasanya positif dalam positif 3-8 minggu setelah kontak awal dengan kuman TB

  • Manifestasi umumManifestasi umum TB adalah:Berat badan turun tanpa sesas jelas/ tidak naik dalam 1 bulan dengan penangan gizi baikNafsu makan tidak ada (anoreksia), dengan gagal pertumbuhan (failure to thrive)Demam lama ( >2 minggu) dan atau berulang tanpa sebab yang jelas (bukan tifoid, UTI, malaria dll)Keringat malamDemam tidak tinggiPembesaran kelenjar limfe superfisialis yang tidak sakit dan biasanya multipleBatuk lama lebih dari 3 minggu,dan sebab lain telah disingkirkanDiare persisten yang tidak sembuh dengan pengobatan diare

  • OAT terbagi kepada dua yaitu: Obat TB utama (first line)Isoniazid (INH)bersifat bakterisid dan bakteriostatikefektif terhadap kuman yang diam, intrasel dan ekstraselefek samping utama: hepatoksik & neuritis perifer (jarang terjadi pada anak)Rifampisin bakteriosid pada intrasel dan ekstrasel, dapat memasuki semua jaringan, dapat membunuh kuma