Buletin 2 edisi haji

  • View
    554

  • Download
    2

Embed Size (px)

Text of Buletin 2 edisi haji

  • 1. 1

2. 2Buletin in-touch edisi 2 24 November 2013 M / 20 Muharram 1435 H Penaung: Unit Dakwah IMAMPenyunting Isi Kandungan: Khairul Anwar Mohamed Aznan Nur Qamarul MohamedKetua Dewan Redaksi: Muhammad Luthfi Mohammad MasruhAngggota Dewan Redaksi: Zulzawaid ZulkifliMuhammad Hanif Mohamed SahariAbdul Hadi JamilMohammad Nabil JohariLuqman Hakim AkbarMuhammad Isa Zaini MuhamLAJNAH EDISI KEDUA: Penanggung-jawab: Luqman Hakim bin Akbar & Muhammad Hanif bin Mohamed Sahari.Pereka Design: Muhammad Hidir bin Sulaimee Lajnah Edisi 2: Muhsin bin Ismail, Muhammad Nur Hakim bin Mohamaed Rezawan Khairul Rezawan,Zaman bin Mamon Basir, Muhammad Faheem ibn Abdul Khalil, Muhammad Zen bin Zaini Khalil,Daftar Isi: 1. Muqaddimah....... ....muka surat 3 .... 2. Kalam Exco........ .......muka surat 5 ....... 3. Fokus Utama: Ibadah Haji Dalam Islam....................................................muka surat 7 : Islam.................................................... 3. Fiqhul Waqi: Haji dan Umrah : Umrah...... ...muka surat 8 4. Referensi Buku: Buku Panduan Haji dan Umrah ..... nduan ..muka surat 16 5. Seerah: Pesanan Perpisahan. Perpisahan.... ...muka surat 17 8. Puisi: Haji Pertama Kali & Suatu Perjalanan.. Perjalanan........muka surat 19 ..muka 3. 3MUQADDIMAHDengan menyebut Nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Sesungguhnya, segala puji hanyalah milik Allah. Kami memuji, meminta pertolongan, memohon ampun dan perlindungan kepada Allah dari kejelekan kejelekan diri kami dan dari kejahatan kejelekan-kejelekan amal-amal kami. Barangsiapa yang Allah beri petunjuk maka tidak ada yang bisa pa menyesatkannya. Dan barangsiapa yang Allah sesatkan, maka tidak ada yang mampu memberinya petunjuk. Aku bersaksi bahawa tiada ilah (sesembahan) yang berhak diibadahi dengan benar kecuali Allah semata, tidak ada sekutu baginya. Dan aku bersaksi bahawa Muhammad adalah idak hamba dan Rasul-Nya yang Allah utus dengan membawa petunjuk dan agama yang haq, Nya agar Dia memenangkannya di atas seluruh agama, meskipun orang orang-orang kafir membencinya. Wa badu: Ada beberapa hal yang mendorong kami memilih tema ini, di antaranya: Pertama: Hukum haji adalah fardhu ain, wajib bagi setiap muslim yang mampu, wajibnya , sekali seumur hidup. Haji merupakan bagian dari rukun Islam. Mengenai wajibnya haji telah disebutkan dalam Al Quran, As Sunnah dan ijma (kesepakatan para ulama). Allah Taala berfirman, Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang Mengerjakan sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah. Barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam. ka alam. (QS. Ali Imron:97) Ayat ini adalah dalil tentang wajibnya haji. Kalimat dalam ayat tersebut menggunakan kalimat perintah yang berarti wajib. Dari Ibnu Umar, Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda, 4. 4Islam dibangun di atas lima perkara: bersaksi tidak ada sesembahan yang berhak disembah Islam selain Allah dan mengaku Muhammad adalah utusan Nya, mendirikan shalat, menunaikan utusan-Nya, zakat, berhaji dan berpuasa di bulan Ramadhan. Ramadhan. (HR. Bukhari no. 8 dan Muslim no. 16) Hadits ini menunjukkan bahwa haji adalah bagian dari rukun Islam. Ini berarti menunjukkan wajibnya. Dari Abu Hurairah, ia berkata, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam pernah berkhutbah di tengah-tengah kami. Beliau tengah bersabda, Wahai sekalian manusia, Allah telah mewajibkan haji bagi kalian, maka Wahai berhajilah. Lantas ada yang bertanya, Wahai Rasulullah, apakah setiap tahun (kami mesti berhaji)? Beliau lantas diam, sampai orang tadi bertanya hingga tiga kali. Rasulullahshallallahu alaihi Rasulullahshallallahu wasallam lantas bersabda, Seandainya aku mengatakan iya, maka tentu haji akan diwajibkan bagi kalian setiap tahun, dan belum tentu kalian sanggup sanggup (HR. Muslim no. 1337) Sungguh banyak sekali hadits yang menyebutkan wajibnya haji hingga mencapai derajat mutawatir (jalur yang amat banyak) sehingga kita dapat memastikan hukum haji itu wajib. Kedua: Syukur kepada Allah kami telah dipilih olehNya untuk melakukan ibadah Haji pada tahun 2012, iaitu Haji pertama dan di situ kami ingin mengambil kesempatan untuk mengambil berkongsi ilmu dari segi fiqh dalam haji, sejarah, pendalaman dan sebagainya. Dan juga dengan ini kami dapat mengingatkan diri kami dengan cara berulang kaji. Ketiga: Akhirnya kami merasai ia adalah topic yang penting kerana ia bersangkut puat pada bersangkut rukun islam dan kebanyakkan kita dari halayak umum hanya mampu melakukan ibadah haji sekali dalam seluruh hidup. Dengan itu, kami meminta kepada Allah agar benda yang dibentangkan dapat memanfaatkan pembaca dan juga penulis. Semoga Allah memberikan pertolongan kepada umat ini kerana kecintaanya terhadap ah mencari kebenaran. Sesungguhnya Rabb ku adalah Rabb Yang Maha Mengabulkan segala Rabb-ku permintaan.Penanggung Jawab, Luqman Hakim Akbar & Muhammad Hanif Mohamed Sahari. 5. 5KALAM EXCO Dengan nama Tuhan yang Maha Pengasih Maha Penyayang Sesungguhnya segala puji hanya kepada Allah, kepada Nya kita memuji, meminta kepada-Nya pertolongan dan pengampunan serta memohon perlindungan daripada segala kekejian jiwa dan kejahatan amalan kita. Maka barangsiapa yang diberi hidayah oleh Allah kepadanya tidak sekali akan berlaku sesat atas dirinya dan barangsiapa yang berlaku sesat maka tiada baginya hidayah. Aku bersaksi bahawa Allah itu adalah satu satunya Tuhan tiada sekutu bagi satu-satunya bagi-Nya dan aku bersaksi bahawa Muhammad s.a.w adalah hamba hamba-Nya dan rasul-Nya. Wahai orang-orang beriman bertaqwalah kepada Allah dengan sebenar orang sebenar-benar taqwa dan janganlah kalian mati kecuali dalam keadaan kalian menyerah kepada Allah. [Al-Imran: 102] Wahai sekalian manusia bertaqwalah kepada Rab mu yang telah menjadikan kalian Rab-mu daripada satu jiwa dan yang telah menciptakan juga daripada jiwa itu pasangannya, dan yang telah meluaspuakkan daripada keduanya itu ramai lelaki dan wanita. Dan bertaqwalah kepada Allah yang memberi kalian ruang untuk meminta daripada ada daripada-Nya serta yang menjalinkan hubungan antara kalian. Sesungguhnya Allah sangat memerhati atas segala gerak geri hamba-hamba-Nya. Nya. [An-Nisa: 1] Wahai orang-orang yang beriman bertaqwalah kepada Allah dan berkata orang Allah berkata-katalah dengan ucapan yang baik-baik . Demikian Allah akan perkenankan segala amalanmu dan baik mengampuni dosa-dosamu, dan barangsiapa yang berlaku taat kepada Allah serta Rasulnya dosamu, sungguh ia telah benar-benar mendapat kemenangan yang sangat besar benar besar [Al-Ahzab: 70-71] Seterusnya: Adapun sebenar benar ungkapan adalah Kalaam Allah dan sebaik sebenar-benar sebaik-baik petunjuk adalah yang ditunjukkan oleh Baginda Muhammad S.A.W. Adapun seburuk seburuk-buruk sesuatu perkara itu yang dicipta daripada tiada maka sesungguhnya setia perkara yang setiap dicipta daripada tiada itu adalah semata mata rekaan, dan setiap yang direka(dalam semata-mata agama) adalah sesat, dan pada setiap kesesatan itu tempatnya di Neraka. [Hadith Sahih Riwayat Muslim] Allah S.W.T berfirman: Dan menjadi perintah ke atas sekalian manusia untuk menunaikn sekalian fardhu Haji sekiranya ia mampu untuk melakukannya. Dan barangsiapa yang telah berlaku kufur maka sesungguhnya Allah itu Maha Kaya daripada sekalian alam semesta. [Aali Imran: 97] 6. 6Rasulullah S.A.W telah bersabda: Islam itu terbina atas lima perkara: Kesaksian bahawa itu Allah itu Esa tiada sekutu bagi bagi-Nya dan Muhammad adalah Rasul-Nya, mendirikan Sholat, Nya, memberikan Zakat, menunaikan Haji serta berpuasa Ramadhaan. [ Hadith Riwayat Bukhari dan Muslim]. Berdasarkan kedua dalil yang disebutkan di atas ini, Haji menjadi fardhu kepada setiap individu yang mengakui dirinya Islam. Sekiranya beliau mampu untuk menunaikannya maka sudah menjadi kewajiban ke atasnya. Ini kerana Haji merupakan salah satu tiang atau rukun agama yang lima. Jika salah satu daripada lima tiang tersebut tidak dipacak, nescaya bangunan yang ingin didirikan itu tidak akan kukuh dan mudah roboh. Sebagai seorang muslim yang beriman, kita harus usaha untuk berkemampuan menunaikan ibadah Haji yang suci ini. Di dalam buletin kali ini, kami akan membincangkan isu tentang fardhu Haji- hukum ahkamnya, sifat sifat-sifat dan jenis-jenisnya, syarat-syaratnya serta hikmah daripadanya. Kami juga akan membicarakan syaratnya pelbagai persoalan kontemporari yang ada kait mengait dengan isu ibadah Haji pada zaman kait-mengait sekarang ini. Kami hanya berharap agar segala persoalan atau kemusykilan yang menghantui pemikiran masyarakat dapat diselesaikan, jika tidak, dikurangkan melalui buletin ini. Kami juga berharap semoga buletin yang ringkas ini dapat menjadi panduan masyarakat Islam supaya mereka dapat lebih memahami Haji berteraskan sunnah Nabi Muhammad S.A.W. mudahan Mudah-mudahan usaha murni yang dilakukan oleh para anggota IMAM untuk menyampaikan dakwah serta ilmu yang sedikit ini menjadi manfaat buat masyarakat menjadi umumnya. Kami berdoa dan meminta Allah S.W.T agar sentiasa merahmati usaha kami dan memudahkan segala urusan kami serta memberi petunjuk buat kami dan sekalian ummah. Sekian, wassalamualaikum Wr Wb. assalamualaikumSetiausaha IMAM, Jafni Rahman 7. 7FOKUS UTAMA: IBADAH HAJI DALAM ISLAM Oleh: Muhammad Hanif Mohamed Sahari* Ibadah Haji Dalam Islam. Ibadah Haji adalah salah satu rukun Islam yang lima. Seluruh umat Islam yang sudah baligh dan berkemampuan wajib menunaikannya. Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman: ((...Mengerjakan Haji itu adalah kewajiban manusia terhadap Allah, iaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah. Barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari Maha semesta alam.)) (Al-Imran:97). Nabi salallahu alaihi wasalam bersabda: ((Islam dibangun di Imran:97). atas lima perkara; bersaksi bahawa tiada Tuhan yang Haq kecuali Allah, dan bersaksi bahawa