Buletin BPKSDM Edisi

  • View
    222

  • Download
    4

Embed Size (px)

Text of Buletin BPKSDM Edisi

  • bulletin bpksdmBADAN PEMBINAAN KONSTRUKSI DAN SUMBER DAYA MANUSIADEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM

  • D ar i Redaksi

    Oleh: Cakra Nagara

    alaysian Technical Co-operation Programme (MTCP) yang dididrikanpada 1980 merupakan pengejawantahan dari semangat KerjasamaSelatan-Selatan. MTCP menyakini bahwa pembangunan suatunegara sangat tergantung kepada sumber daya manusianya. Untukmewujudkan hal itu tidak terlepas dari pembinaan SDM yang pada

    kesempatan ini MTCP lebih memfokuskan kepada peningkatan kompetensiberupa pelatihan kepada SDM di Malaysia, dimana perwujudan dari pelatihanini didukung sepenuhnya oleh beberapa Perguruan Tinggi dan institusi-institusipelatihan yang berkompeten. Pelatihan ini ditujukan untuk meng-upgradekemampuan dasar sehingga para partisipan mampu bekerja lebih profesional dibidangnya masing-masing dan mampu berbagi informasi dan pengalaman,sehingga dapat mempercepat pembangunan bangsanya.

    Untuk melaksanakan program MTCP dibidang pelatihan ini maka ditunjuklahITiDi (Ikram Training and Infrastructure Development Institute) sebagai tempat/organisasi yang dianggap mampu memberikan pelatihan secara internasional.

    Pusat Pembinaan Kompetensi dan Pelatihan Konstruksi, BKSDM,Departemen Pekerjaan Umum

    Bagian Pertama

  • ITiDi merupakan bagian dari Kumpulan Ikram Sdn.Bhd.yang bergerak dalam bidang pelatihan. Pada awal ITiDimerupakan bagian dari Departemen PU PemerintahMalaysia yang bergerak dibidang Penelitian dan Pelatihansampai kemudian ia diprivatisasi sejak tahun 1997. Dalamperjalanannya, ITiDi yang pada awalnya disubsidi olehpemerintah Malaysia ternyata menunjukan hasil yang sangatbaik untuk pemerintah Malaysia dan pihak swasta dalamhal peningkatan kemampuan SDM secara profesional. Darikeadaan ini maka semakin banyaklah KerjasamaOperasional (KSO) antara ITiDi-Pemerintah dan ITiDi-Swasta yang pada hakikatnya saling menguntungkan dikedua belah pihak. Untuk saat ini ITiDi menangani bidangketeknikan, teknologi informasi, manajemen, pelayananindustri atau beberapa pelatihan lainnya yang diperlukanoleh pasar.

    ITiDi merupakan suatu tim yang berpengalaman dengantenaga pengajar dan fasilitator yang profesional dalammenjalankan pelatihan bagi peserta dalam dan luar negeri.ITiDi memiliki kelengkapan fasilitas pelatihan yang baikdengan kapasitas tampung 1000 peserta, dan bahkan dalamhal ini ITiDi telah mendapatkan sertifikat ISO 9001:2000.

    Pelatihan International Course on Road Construction andMaintenance untuk negara-negara ASEAN ini merupakanyang ketiga kalinya diadakan oleh ITiDi atas program MTCP.Pelatihan pertama diadakan pada tahun 2003 khusus untukbidang Road Construction and Maintenance saja. Padatahun 2004 ditambahkan program pelatihan yang lainnyayaitu Building Construction and Maintenance, namundemikian saat itu Indonesia hanya mendapat jatah pelatihanRoad Construction and Maintenance saja. Pada tahun 2005ini Indonesia mendapat jatah keduanya yaitu RoadConstruction and Maintenance dan Building Constructionand Maintenance. Untuk Road Construct ion andMaintenance (8 Mei-19 Juni 2005) terdiri dari 7 pesertadan Building Construction and Maintenance (5 Juni-17 Juli2005) terdiri dari 12 peserta.

    Sejak tahun 2003-2005, untuk pelatihan Road Construc-tion and Maintenance, organisasi profesi sebagai pintumasuk dan yang mengurus pelatihan ini di Indonesia adalahPII (Persatuan Insinyur Indonesia). Tahap seleksi berkas-berkas administratif pun dilakukan dalam dua tahap, yaituoleh PII di Indonesia dan oleh pihak ITiDi di Malaysia.

    Pelatihan Road Construction and Maintenance di Malaysiaini memberikan manfaat yang cukup besar. Para partisipandapat menyaksikan secara langsung pembangunan negaraberkembang seperti Malaysia tumbuh bergerak menujunegara maju. Dalam pelatihan Road Construction and Main-tenance ini secara langsung maupun tidak langsung dapatdipelajari sebagai suatu perbandingan beberapa hal yangberkaitan dengan segala permasalahan tentang jalan, antaralain: perencanaan, pelaksanaan, monitoring, evaluasi, main-tenance, pengoperasian sistem dan overview konsepkebijakan penanganan jalan yang mempengaruhi tata ruang.Para partisipan dapat menyaksikan bagaimana jalan sebagaisuatu sistem dapat dikelola dengan baik sehingga dapatmemberikan dampak manfaat secara langsung maupuntidak langsung tehadap pertumbuhan ekonomi negaraMalaysia.

    Maksud dari pelatihan yang diadakan oleh MTCP ini antaralain:

    Untuk berbagi pengalaman dalam hal pembangunandan pemeliharaan jalan antara negara-negaraberkembang.Untuk memperkuat hubungan bilateral antara Malaysiadengan negara-negara berkembang.Sebagai pengejawantahan dari kerja sama Selatan-Selatan.Untuk mendorong kerjasama dalam bidang keteknikanbersama seluruh negara berkembang.

    1. HIGHLIGT BEBERAPA KOMPONEN MATERIPELATIHAN DAN BEBERAPA KONDISIPEMBANGUNAN DI MALAYSIABerikut ini diberikan highlight beberapa komponen darimateri pelatihan dan beberapa kondisi pembangunandi Malaysia yang dianggap penting dan menarik olehpenulis.

    1.1. Road ScannerRoad scanner digunakan untuk mengumpulkan datakondisi dan geometri jalan menggunakan teknologi laserdan GPS (Global Positioning System). Dari hasil RoadScanner inilah keluar data otentik kondisi jalan existing.Road Scanner ini men-scan jalan untuk satu lajur saja.

    Gambar 1. Kendaraan Road Scanner

    Berikut ini diberikan cara kerja Multi Laser Profiler (MLP),sampel gambar hasil rekaman kamera, sampel dataoutput dari olahan data dan data rerouting dari alat GPSyang ada pada Road Scanner.

    Gambar 2. Tipikal Kinerja Alat Multi Laser Profiler (MLP) pada Road Scanner

    Gambar 3. Contoh Gambar Lalu Lintas dan Tekstur Permukaan Jalan Hasil RekamanRoad Scanner

    Gambar 4. Contoh Data Tracking oleh alat GPS yang Terpasang pada RoadScanner

  • Berikut ini diberikan analisis harga dari penggunaanPavement Recycling dibandingkan dengan ConventionalPavement pada suatu perkerasan jalan.

    Road Scanner dilengkapi dengan berbagai perangkat,selain berfungsi untuk men-scan jalan juga dapatberfungsi untuk mendokumentasikan kondisi permukaanjalan. Data-data hasil scanning ini dibawa ke laboratoriumuntuk diolah lebih lanjut sehingga dapat diidentifikasisecara akurat kondisi jalan eksisting, apakah mengalamikondisi rusak ringan, rusak berat, retak, alur,bergelombang, dll. Tidak ada rekayasa data pada RoadScanner ini dan semua data terkumpul secara objektif.

    Tidak semuanya data yang dihasilkan oleh Road Scannermenghasilkan data output yang siap dipakai untukmenjustifikasi bentuk kerusakan jalan. Road Scannerhanya berfungsi sebagai perekam kondisi jalan saja,sedangkan hasil rekaman tersebut harus diolah lebihlanjut secara visual oleh bantuan operator.

    1.2. Ground Penetrating Radar (GPR)Ground Penetrating Radar (GPR) digunakan untuk men-scan lapisan permukaan di bawah struktur jalan. Seluruhlapisan permukaan jalan dari surface course, basecourse, subbase course sampai subgrade dapat terlihatdi layar scanner. Dari GPR ini dapat dilihat pula ketebalanperkerasan jalan setiap lapisnya dan kerusan apa yangterjadi di bawah permukaan perkerasan jalan.

    Gambar 5. Kendaraan Ground Penetrating Radar (GPR) dan Contoh Output Hasil Rekamannya

    Gambar 6. Penggelaran Pavement Recycling dengan Cold In Place-Recycling

    Dari pengumpulan data Road Scanner dan GroundPenetrating Radar dalam merekam data kondisi eksistingjalan, ditentukanlah kebijakan penanganan jalan yangmeliputi:

    Pemeliharaan rutinPemeliharaan berkalaBetterment/ Widening

    1.3. Pavement RecyclingData yang didapat dari Road Scanner merumuskan salahsatu rekomendasinya adalah betterment. Dalam konsepbetterment yang ada salah satu penanganannya adalahdengan Pavement Recyling. Pada dasarnya beberapakeuntungan dari Pavement Recycling antara lain:

    Penerapan inovasi teknologi yang ramah lingkungan.Penghematan sumber daya alam.Perhitungan tebal perkerasan jalan secara benarsehingga permukaan jalan tidak semakin tinggi dantinggi lagi setelah dilakukan overlay beberapa kali.Biaya konstruksi lebih murah.

    Terdapat 4 metoda Pavement Recycling, yaitu:Hot in Plant-RecyclingHot in Place-RecyclingCold in Plant-RecyclingCold in Place-Recycling

    Berikut ini diberikan contoh penggunaan PavementRecycling pada suatu perkerasan jalan.

    Dalam kasus ini dapat dilihat bahwa penggunaanPavement Recycling bisa menghemat anggaran sampai33,3% dibandingkan dengan Conventional Pavement.Bahkan dalam kasus-kasus lainya penggunaan PavementRecycling bisa menghemat anggaran sampai 49%.

    Pada gambar di bawah ini diperlihatkan pelaksanaanpenggelaran Pavement Recycling di lapangan denganmetoda Cold In Place-Recycling. Jenis perekat yangdipergunakan adalah Foam bitumen dan semen.

    1.4. Slope ManagementDisadari dengan sesungguhnya bahwa pekerjaan tanahmerupakan pekerjaan termahal pada suatu konstruksijalan. Tentunya manajemen pemeliharaan jalan sangatdiperlukan dalam menjaga keberlangsungan aset negara,termasuk didalamnya Slope Management.

    Kegiatan yang dilakukan dalam Slope Managementmeliputi:

    Earthworks InventoryHazard and Risk AnalysisEngineering Assessment

    Slope Management merupakan pengembangan dariilmu stabilitas kemiringan lereng galian atau timbunan.Dalam Slope Management ini dilakukan inspeksi secararutin antara 3-12 bulan sekali untuk mengidentifikasikondisi kemiringan lereng suatu bangunan jalan terutamapada area galian dan timbunan. Hal ini dilakukan untuk

  • menghindari bahaya yang lebih besar yangdimungkinkan terjadi akibat pergerakan tanah padadinding lereng galian atau timbunan. Data slope inidikumpulkan menjadi suatu database tertentu dandibuatkan penjadwalan yang baik untuk dilakukanpemeriksaan setiap periode tertentu.

    Secara umum dari kegiatan Slope Management dapatdirumuskan untuk dilakukan tindakan sebagai berikut:1. Prioritization of Inspection, Inspection Program for

    Every Slopes Based on P