Buletin Dukungan Pelayanan Kesehatan Pada Sail Morotai 2012 Buletin EDISI IV - NOVEMBER 2012 Buletin

  • View
    4

  • Download
    1

Embed Size (px)

Text of Buletin Dukungan Pelayanan Kesehatan Pada Sail Morotai 2012 Buletin EDISI IV - NOVEMBER 2012 Buletin

  • Buletin

    EDISI IV - NOVEMBER 2012

    Buletin INfO KRISIS KESEhataN

    Dukungan Pelayanan Kesehatan Pada Sail Morotai 2012

    Wawancara khusus dengan dr. Sri Henni Setiawati, MHA

    StreSS Kerja di Daerah Bencana

    URGENSI AKREDITASI, STANDARISASI DAN REGISTRASI TIM MEDIS INTERNASIONAL DALAM PENANGGULANGAN

    KRISIS KESEHATAN AKIBAT BENCANA

    Latihan Bersama GelarRumah Sakit Lapangan

    Dalam rangka Hari Kesehatan Nasional

    Tahun 2012

  • Buletin INfO KRISIS KESEhataN

    Daftar Isi

    Susunan Redaksi

    Redaksi.....Redaksi.....

    PPKK Go International Sebagai WHO CC

    Dukungan Pelayanan Kesehatan Pada Sail Morotai 2012

    Latihan Bersama Gelar Rumah Sakit Lapangan Dalam Rangka Hari Kesehatan Nasional Tahun 2012

    Wawancara khusus dengan dr. Sri Henni Setiawati, MHA Kepala Pusat Penanggulangan Krisis Kesehatan

    l Penanggung Jawab : dr. Sri Henni Setiawati, MHA l Redaktur : Maryani SKM, M.M. l Penyunting : Dodi Irianto l Desain Grafis : Antonius Sunar Wahyudi l Fotografer : dr. Adi Sopiandi M.Kes l Sekretariat : Dra. Titik Nurhaeraty l Editor : Palupi Widyastuti, SKM.

    03 11

    13 05

    07

    09

    15 17 18

    dari

    Setelah sekian lama berproses dan melalui kajian yang sangat ketat untuk menetapkan Pusat Penanggulangan Krisis Kesehatan (PPKK) menjadi WHO Colaboration Centre (WHO-CC), akhirnya kabar yang ditunggu datang juga, perwakilan WHO Indonesia menginformasikan bahwa PPKK resmi telah menjadi WHO-CC. Penetapan PPKK sebagai WHO CC dilatarbelakangi dengan peran dan pengalamannya dalam penanggulangan krisis kesehatan akibat bencana dan dalam penerapan program pengurangan risiko bencana bidang kesehatan yang salah satunya adalah pembentukan 9 Regional dan 2 Sub Regional Penanggulangan Krisis Kesehatan untuk upaya mendekatkan fungsi pelayanan kesehatan bagi korban. WHO-CC merupakan suatu akreditasi terhadap unit/ instansi/lembaga baik pemerintah maupun non pemerintah untuk dapat diakui di dunia internasional. Pembentukan WHO-CC bertujuan untuk mengupayakan pengurangan risiko bencana bidang kesehatan melalui penerapan rencana kerja, penguatan manajemen risiko di daerah rawan bencana, penguatan kesiapsiagaan fasilitas kesehatan untuk menghadapi bencana, penguatan koordinasi sektor/klaster kesehatan dan mobilisasi sumber daya dalam rangka pengurangan risiko bencana, penguatan sistem komunikasi dan informasi kedaruratan, dan penyusunan program pelatihan nasional dan internasional terkait pengurangan risiko

    Gambaran Kejadian Umum Bencana Di Indonesia Pada Bulan Januari – Oktober 2012

    Urgensi Akreditasi, Standarisasi dan Registrasi Tim Medis Internasional Dalam Penanggulangan Krisis Kesehatan Akibat Bencana

    Stress Kerja di Daerah Bencana

    Abu-Abu Pemulihan

    PPKK, Citizen Journalism, Social Networking and How to Empower Our Community for Disaster Risk Reduction

    bencana. PPKK-WHO-CC juga akan melakukan penelitian dalam penanggulangan krisis kesehatan berdasarkan pengalaman yang dimiliki Indonesia sehingga hasilnya dapat dimanfaatkan untuk masyarakat luas.

    Sejak penugasan terakhir rumah sakit lapangan pada bencana gempa bumi Pengalengan, Provinsi Jawa Barat Tahun 2009, kegiatan penyegaran rumah sakit lapangan belum pernah diselenggarakan lagi. Upaya penanggulangan penanggulangan krisis kesehatan pada masa tanggap darurat menuntut sumber daya yang siap dan mampu mengoperasionalisasikan berbagai fasilitas penunjang pelayanan kesehatan termasuk rumah sakit lapangan. Berdasarkan hal itu Kepala Pusat Penanggulangan Krisis Kesehatan berinisiatif untuk menyelenggarakan kegiatan gelar rumah sakit lapangan dalam Latihan Bersama, 5 s.d. 10 November 2012. Latihan yang diselenggarakan di Sentul, Bogor mengikutsertakan seluruh staf Pusat PKK dan lintas-program Kementerian Kesehatan, Kementerian Pertahanan, dan RS PMI Bogor. Latihan tersebut mendapat kunjungan Ibu Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan dr. Ratna Rosita, MPH, yang sekaligus memberikan semangat kepada seluruh peserta untuk tetap meningkatkan keterampilan dan kemampuan melalui latihan operasionalisasi rumah sakit sehingga kecepatan tanggap darurat yang merupakan unsur penting pada kejadian bencana tetap terpelihara.

    02

  • Buletin INfO KRISIS KESEhataN

    Oleh : dr. Ina Agustina Isturini, M.K.M.

    BERIta UtaMa

    03

    Saat ini, resmi sudah Pusat Penanggulangan Krisis Kesehatan (PPKK) menyandang predikat sebagai World Health Organization Collaborating Centre (WHO-CC) untuk Pelatihan dan Penelitian dalam Pengurangan Risiko Bencana dengan nomor referensi INO-22. Pada tanggal 28 November 2012, WHO Regional Director, Dr.Samlee Plianbangcang, mengirimkan surat pemberitahuan kepada Kepala PPKK, dr. Sri Henni Setiawati, M.H.A. Surat pemberitahuan tersebut menyatakan penunjukan PPKK sebagai WHO-CC hingga periode 4 tahun ke depan, yaitu 28 November 2016.

    Penunjukan sebagai WHO-CC merupakan suatu kebanggaan tersendiri karena PPKK mendapatkan kesempatan untuk memberikan kemampuan terbaiknya tidak hanya pada skala nasional, tetapi juga internasional. Selain itu, penunjukan tersebut merupakan suatu pengakuan terhadap kinerja PPKK selama ini, mengingat institusi yang terpilih sebagai WHO- CC harus memenuhi sejumlah kriteria kualitas yang telah ditetapkan dalam hal kepemimpinan, kualifikasi staf, jejaring, kemampuan ilmiah serta teknis, dan sebagainya.

    Proses Penunjukan

    Proses penunjukan PPKK sebagai WHO-CC melalui 15 tahapan dan membutuhkan waktu kurang lebih 4 tahun. Tahap inisiasi dimulai pada bulan Agustus 2008. Latar belakangnya karena Indonesia memiliki banyak pengalaman dalam mengatasi berbagai jenis bencana di tanah air serta memiliki program pengurangan risiko bencana bidang kesehatan yang telah dikenal dan diakui secara internasional. Kemudian pada bulan November 2009 WHO Director General WHO, Dr Margareth Chan, melakukan kunjungan ke kantor PPKK Kemenkes sebagai proses awal penunjukkan.

    Pada Januari 2010, proses penyusunan proposal dimulai dan tanggal 19 April 2011, PPKK berhasil mengajukan proposal melalui sistem elektronik. Rencana kerja yang diajukan dalam proposal, yaitu memperkuat manajemen risiko di daerah

    yang berkolaborasi, penunjukan sebagai WHO-CC membuat program kesehatan institusi tersebut semakin mendapatkan perhatian dari para pemegang kebijakan dan masyarakat, juga mendapatkan kesempatan untuk bertukar informasi serta mengembangkan kerjasama teknis dengan institusi lainnya di seluruh dunia. Keuntungan lainnya adalah institusi tersebut memiliki kesempatan untuk mendapatkan bantuan sumber daya yang dibutuhkan dari pihak donor. 1,2

    Saat ini terdapat lebih dari 800 institusi di lebih dari 80 negara yang telah menjadi WHO-CC. Di Indonesia terdapat 4 WHO-CC yang masih aktif, yaitu, WHO- CC untuk Penelitian dan Pelatihan Reproduksi Manusia (Institusi : Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional/ BKKBN), WHO-CC untuk Pencegahan Ketulian serta Gangguan Pendengaran (Institusi : Universitas Indonesia), WHO- CC untuk Manajemen Sistem Penelitian Kesehatan (Institusi : Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kemenkes di Surabaya) serta WHO-CC untuk Pelatihan dan Penelitian dalam Pengurangan Risiko Bencana (Institusi : PPKK Kementerian Kesehatan) yang merupakan bagian dari subjek kedaruratan dan upaya kemanusiaan. 3

    Tercatat sebanyak 27 WHO-CC dari 16 negara yang memiliki subjek kedaruratan dan upaya kemanusiaan. Hampir separuhnya berada di regional Eropa, sementara untuk regional Asia Tenggara, WHO-CC dapat ditemukan di Indonesia, India dan Thailand (lihat Grafik 1). Jenis kegiatan yang paling banyak dilakukan adalah pendidikan dan pelatihan, penelitian, serta pengembangan produk seperti pedoman dan manual. 3 Keberadaan WHO-CC lain dengan subjek yang sama dengan WHO-CC PPKK, dapat menjadi bahan referensi bagi PPKK mengembangkan pusat kolaborasi tersebut.

    PPKK GO INTERNATIONAL SeBAGAI WHO CC

    rawan risiko krisis kesehatan akibat bencana; memperkuat kesiapsiagaan fasilitas kesehatan untuk menghadapi bencana; memperkuat koordinasi sektor/kluster kesehatan dan mobilisasi sumber daya dalam rangka pengurangan risiko krisis kesehatan akibat bencana; memperkuat sistem komunikasi dan informasi kedaruratan; menyusun program pelatihan nasional dan internasional terkait pengurangan risiko krisis kesehatan akibat bencana. Selanjutnya proposal melalui beberapa proses, antara lain tinjauan oleh GSC (Global Steering Commitee) dan WHO Director General serta konsultasi dengan pemerintah Indonesia. Pada tanggal 4 September 2012, WHO Director General menyetujui penunjukan PPKK sebagai WHO-CC. Tahap akhir adalah pemberitahuan resmi oleh WHO Regional Director pada tanggal 28 November 2012 mengenai penunjukan PPKK sebagai WHO-CC.

    WHO CC

    WHO-CC merupakan institusi yang ditunjuk oleh WHO Director General untuk bersama-sama membentuk jaringan kolaborasi internasional serta menjalankan aktivitas yang mendukung program- program WHO. Kerja sama awal berakhir setelah 4 tahun dan setelah itu dapat dilakukan proses penunjukan ulang atau re-designation. Dengan adanya kolaborasi tersebut, WHO mendapatkan manfaat karena telah dibantu oleh institusi terbaik di seluruh dunia untuk menjalankan program-program yang telah dimandatkan pada WHO. Begitu pula dengan institusi

  • Buletin INfO KRISIS KESEhataN

    04

    Persiapan dan Harapan

    Sebelum ditetapkannya PPKK sebagai WHO-CC, sejumlah persiapan telah dilakukan. Pada tanggal 27 Agustus 2012, PPKK bekerja sama dengan WHO Indon