Buletin Edisi 05_2010

  • View
    15

  • Download
    0

Embed Size (px)

DESCRIPTION

spam atau bermanfaat

Text of Buletin Edisi 05_2010

  • i

  • i

    Pengarah

    Direktur Jenderal

    Kerja Sama Perdagangan

    Internasional

    Penanggung Jawab

    Sekretaris Ditjen

    Kerja Sama Perdagangan

    Internasional

    Koordinator

    Haryono Sarpini

    Penyunting

    Eddy Sofyan

    Andi Sahman

    Latifah Muniri

    Ratih Sintya Suly

    Tim Redaksi

    Riza Rosandy

    Arif Wiryawan

    Jerry Sobri S

    Theresia Sinaga

    Alamat Redaksi

    Sekretariat

    Direktorat Jenderal

    Kerja Sama Perdagangan

    Internasional

    Gedung Utama Lantai 8

    Jl. M.I. Ridwan Rais No.5

    Jakarta Pusat

    Telp: (021) 23528601,

    Ext. 36341

    Fax : (021) 23528611

    Website:

    http://ditjenkpi.depdag.go.id

    Email Redaksi:

    kumval-

    setkpi@depdag.go.id

    Pengutipan diizinkan

    dengan menyebutkan

    sumber

    Buletin

    Kerja Sama Perdagangan Internasional

    http://ditjenkpi.depdag.go.id/mailto:kumval-setkpi@depdag.go.idmailto:kumval-setkpi@depdag.go.id

  • ii

    Pengantar Redaksi,

    Para Pembaca,

    Buletin Kerja Sama Perdagangan Internasional edisi ke-005 tahun 2010 ini menyajikan 6 (enam) artikel, yaitu:

    Artikel pertama, Arti Penting Keketuaan Indonesia di ASEAN Tahun 2011 dalam Bidang Perdagangan. Artikel ini memaparkan uraian tentang kinerja perdagangan Indonesia dengan ASEAN, dan peranan Indonesia sebagai chairman ASEAN pada tahun 2011 mendatang.

    Artikel kedua, Menuju Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015 Sebagai Kawasan Berdaya Saing Tinggi. Artikel ini merupakan lanjutan dari buletin edisi ke-004, yaitu faktor-faktor pendukung tercapainya Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015.

    Artikel ketiga, Special Products (SP) dan Special Safeguard Mechanism (SSM). Artikel ini membahas mengenai tujuan dan manfaat penerapan SP dan SSM oleh negara anggota G-33 pada isu pertanian dalam perundingan Doha Development Agenda.

    Artikel keempat, Perkembangan Perdagangan Jasa di Indonesia. Artikel ini membahas mengenai penggunaan strategi perundingan Multi-Track oleh Indonesia dalam rangka mengembangkan dan meningkatkan perdagangan jasa.

    Artikel kelima, Perkembangan Hubungan Perdagangan Bilateral IndonesiaArgentina. Artikel ini merupakan lanjutan dari buletin edisi ke-004, yang membahas mengenai perkembangan kerja sama antara kedua negara dalam rangka meningkatkan ekspor nonmigas.

    Artikel keenam, Perkembangan Hubungan Bilateral Indonesia-Uni Eropa. Artikel ini membahas mengenai perkembangan hubungan bilateral yang terjadi antara kedua negara, khususnya dilihat dari pelaksanaan Working Group on Trade and Investment (WGTI) ke-3.

    Akhir kata, tim redaksi menyampaikan terima kasih kepada para penyumbang artikel dan selamat membaca kepada para pecinta Buletin Kerja Sama Perdagangan Internasional.

    Semoga bermanfaat.

    Redaksi

  • iii

    DAFTAR ISI

    Halaman

    Redaksi.. i

    Pengantar Redaksi . ii

    Daftar Isi . iii

    Arti Penting Keketuaan Indonesia di ASEAN Tahun 2011 dalam Bidang Perdagangan .

    1

    Menuju Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015 Sebagai Kawasan Berdaya Saing Tinggi

    7

    Special Products (SP) dan Special Safeguard Mechanism (SSM)................... 13

    Perkembangan Perdagangan Jasa di Indonesia. 19

    Perkembangan Hubungan Perdagangan Bilateral Indonesia Argentina..... 24

    Perkembangan Hubungan Bilateral Indonesia Uni Eropa..........................

    29

  • BULETIN KPI EDISI-005/KPI/2010 1

    ARTI PENTING KEKETUAAN INDONESIA DI

    ASEAN 2011 DALAM BIDANG PERDAGANGAN

    Oleh: Andri Gilang Nugraha1

    A. Latar Belakang

    ASEAN Charter atau lebih dikenal dengan Piagam ASEAN telah di-tandatangani oleh 10 (sepuluh) kepala negara anggota ASEAN pada tanggal 20 November 2007 pada KTT ke-13 di Singapura, dan mulai berlaku secara efektif pada tanggal 15 Desember 2008. Piagam ASEAN merupakan salah satu dokumen yang mengubah ASEAN dari sebatas asosiasi di kawasan Asia Tenggara menjadi organisasi yang berdasarkan hukum dan berorientasi pada kepenting-an rakyat.

    Implementasi Piagam ASEAN sangat penting dalam membawa ASEAN lebih dekat kepada masyarakat. Inti dari Piagam ASEAN tersebut utamanya adalah bagi pembentuk-an 3 (tiga) pilar ASEAN Community yaitu Komunitas Politik dan Keamanan (APSC), Komunitas Ekonomi (AEC), dan Komunitas Sosial dan Budaya (ASCC). Hal ini tentunya, mendorong kepada perubahan mekanisme kerja dan

    1 Staf Bagian Keuangan Sekretariat Ditjen Kerja

    Sama Perdagangan Internasional, Kementerian

    Perdagangan.

    struktur organisasi ASEAN yang lebih jelas dan efektif. Oleh karena itu, pada ASEAN Charter pasal 31 yang mengatur mengenai Chairmanship of ASEAN atau Keketuaan ASEAN dijelaskan bahwa pemilihannya dilakukan secara rotasi berda-sarkan alfabet dalam bahasa Inggris dari nama-nama negara anggota ASEAN. Negara yang terpilih menjadi ketua di-harapkan dapat menyelenggarakan pertemuan ASEAN Summit and related summits, the ASEAN Coordinating Council, the three ASEAN Community Councils, relevant ASEAN Sectoral Ministerial Bodies and Senior Officials, and the Committee of Permanent Representatives.2

    Sepanjang tahun 2010, Vietnam merupakan Chairman ASEAN dengan bertindak sebagai tuan rumah bagi seluruh penyeleng-garaan pertemuan tersebut. Apabila berdasarkan ketentuan rotasi alfabet maka negara selanjutnya yang diharapkan men-jadi Chairman ASEAN adalah kembali ke urutan awal yaitu Brunei Darussalam. Namun pemerintah Indonesia mengharapkan hal yang berbeda mengingat di negara ini

    2ASEAN Secretariat

  • BULETIN KPI EDISI-005/KPI/2010 2

    pada tahun 2013 mendatang akan berlangsung 2 (dua) perhelat-an besar di mana Indonesia bertindak sebagai host country yaitu ASEAN dan forum APEC.

    Oleh karena itu, Indonesia mengusulkan untuk dapat menjadi ketua ASEAN pada tahun 2011 menggantikan Brunei Darussalam, yang kemudian pada tanggal 9 April 2010 bertepatan dengan 16th ASEAN Summit di Hanoi, Vietnam seluruh negara anggota ASEAN menyetujui usul tersebut.

    Indonesia sebagai salah satu The Founding of ASEAN tentunya mem-punyai pandangan nilai historis tersendiri bagi kemajuan dan pencapaian organisasi ini sebagai bentuk kerja sama antarnegara di kawasan Asia Tenggara yang dapat memakmurkan bangsa Indonesia.

    Oleh karena itu, disetujuinya ke-ketuaan Indonesia di ASEAN 2011 tentunya memberi tanggung jawab dan harus disertai dengan langkah serta persiapan yang matang baik dari segi substansi, penyelenggara-an, koordinasi antar instansi, logistik, maupun peran Indonesia untuk mendukung pencapaian tujuan dari ASEAN itu sendiri.

    B. Pembahasan Kinerja Perdagangan ASEAN Sebagai salah satu bentuk kerja sama di kawasan Asia, ASEAN mempunyai pengaruh politik dan perdagangan yang cukup besar. Hal ini dapat terlihat dari total populasi penduduk seluruh negara anggota ASEAN sebanyak 583,5 miliar orang, dan total Produk Domestik Bruto sebesar US$ 1,507 miliar, salah satu yang terbesar dibandingkan Australia, Selandia Baru, India, maupun Korea Selatan.

    3

    Ditinjau dari nilai ekspor dan impor pada periode Januari- Agustus 2010 (Tabel.1), seluruh negara anggota ASEAN mencatat total ekspor sebesar US$ 17.293 miliar cukup besar dibandingkan nilai ekspor Uni Eropa, RRT dan Amerika Serikat yang hanya mencatat sebesar US$ 10.784,6 miliar, US$ 9.376,9 miliar dan US$ 8.668,5 miliar. Sedangkan untuk nilai impor ASEAN mencapai US$ 15.769,4 miliar, sedangkan Uni Eropa hanya sebesar US$ 6.226,3 miliar, RRT sebesar US$ 7.856,8 miliar dan Amerika Serikat sebesar US$ 6.312,5 miliar.

    3 ASEAN Finance and Macroeconomic

    Surveillance Database and IMF

  • BULETIN KPI EDISI-005/KPI/2010 3

    Hal ini tentunya menjadikan ASEAN sebagai salah satu driving force bagi sumber pertumbuhan di kawasan Asia bahkan sebuah building bloc bagi perdagangan dunia yang dapat menciptakan skala ekonomi yang lebih efisien. Hal ini juga secara tidak langsung diharapkan akan berdampak pada semakin meningkatnya tingkat kesejahteraan seluruh masyarakat Indonesia sebagai salah satu bagian dari ASEAN. Kinerja Perdagangan Indonesia dengan ASEAN Perkembangan perdagangan Indonesia dengan ASEAN meng-gambarkan nilai perdagangan yang cenderung defisit yaitu sebesar US$ 1,2 miliar pada tahun 2005 dan meningkat menjadi US$ 2,9 miliar pada tahun 2010 (periode Januari - Juli).

    Sumber: BPS diolah oleh Pusdatin, Kemendag Apabila dianalisis lebih mendalam, kecenderungan defisit perdagang-an Indonesia dengan negara-negara ASEAN lebih fokus pada kelompok produk minyak dan gas. Tetapi hal tersebut berbanding terbalik dengan produk nonmigas yang mencerminkan hasil nilai surplus sebesar US$ 6,7 miliar pada tahun 2005, dan surplus sebesar US$ 1,2 miliar pada tahun 2010 (periode Januari-Juli). Dengan 5 (lima) komoditas utama ekspor nonmigas, yaitu: (1) Electrical, electronic equipment (US$ 2.3 juta); (2) Machinery, boilers (US$ 2 juta); (3) Animal, vegetable fats and oils, cleavage products (US$ 1.7 juta); (4) Tin and articles thereof (US$ 1.1 juta); dan (5) Copper and articles thereof (US$ 1 juta).

    Negara Ekspor Impor

    ASEAN

    17.293,0

    15.769,4

    Uni Eropa

    10.784,6

    6.226,3

    RRT 9.376,9 7.856,8

    Amerika Serikat

    8.668,5 6.312,5

    Sumber: BPS (dalam US$ Miliar)

    Sumber: BPS (dalam US$ Miliar)

    Tabel 1. Data Ekspor Impor (Periode Januari-Agustus 2010)

    Negara Ekspor Impor

    ASEAN

    17.293,0

    15.769,4

    Uni Eropa

    10.784,6