Buletin edisi 2 tahun 2012

  • View
    221

  • Download
    2

Embed Size (px)

Text of Buletin edisi 2 tahun 2012

  • Keterangan Gambar Cover

    Paradigma Pendidikan Nasional Abad XXI(Bagian IV)

    Daftar Isi

    Pengantar Redaksi

    3-8

    12-17 Berita BSNP:- Pelaksanaan UN yang Jujur dan Berprestasi- Diperlukan Koordinasi yang Baik dalam

    Penyelenggaraan UN- Guru-Guru SD/MI dan SDLB Siap Hasilkan

    Soal UN Bermutu- Harmonisasi dan Sinkronisasi Kegiatan BSNP- Sisdiknas Dijadikan Berchmark Pendidikan

    Bangladesh- USAid dan Dikti Berkolabrorasi Tingkatkan

    Mutu Pendidikan Tinggi- Asah Pena Sampaikan Aspirasi ke BSNP

    tentang UNPK

    Lensa BSNP18-20

    PenanggungjawabMoehammad Aman Wirakartakusumah

    Pemimpin RedaksiEdy Tri Baskoro

    Redaksi EksekutifRichardus Eko Indrajit

    Djemari MardapiTeuku Ramli Zakaria

    Weinata Sairin

    Redaksi PelaksanaBambang Suryadi

    Penyunting/EditorMungin Eddy Wibowo

    Zaki BaridwanDjaali

    FurqonJohannes Gunawan

    Jamaris JamnaKaharuddin Arafah

    Desain Grafis & FotograferDjuandi

    Ibar Warsita

    Sekretaris RedaksiNing Karningsih

    Alamat: BADAN STANDAR NASIONAL

    PENDIDIKAN

    Gedung D Lantai 2, Mandikdasmen

    Jl. RS. Fatmawati, CipeteJakarta Selatan

    Telp. (021) 7668590 Fax. (021) 7668591

    Email: info@bsnp-indonesia.orgWebsite: http://www.bsnp-indonesia.org

    Vol. VII/No. 2/Juni 20122

    Musliar Kasim Wakil Menteri Bidang Pendidikan didampingi oleh Khairil Anwar Notodiputro Kepala Balitbang Kemdikbud menyematkan PIN Ujian Nasional Prestasi YES, Jujus HARUS kepada perwakilan dari Kepala Dinas Pendidikan, Rektor Perguruan Tinggi, dan Penyelenggara UN Tingkat Provinsi (atas). Peserta rapat koordinasi persiapan pelaksanaan UN tahun 2012 mendengarkan pengarahan Wakil Menteri Bidang Pendidikan (bawah).

    Pembaca yang budiman. Mulai tanggal 16 sampai dengan 19 April 2012 ini, BSNP kembali menyelenggarakan Ujian Nasional atau UN SMA/MA, SMALB dan SMK. Sedangkan

    UN SMP/MTs dan SMPLB diselenggarakan mulai tanggal

    23 sampai dengan 26 April 2012. Berbagai persiapan telah

    dilakukan untuk menjadikan penyelenggaraan UN tahun

    ini sukses, kredibel, dan akuntabel. Informasi selengkapnya

    tentang persiapan UN ini kami muat dalam Berita BSNP. Pada

    edisi kedua ini kami juga menyajikan dua artikel utama yaitu

    Paradigma Pendidikan Nasional Abad XXI (bagian keempat)

    dan Resensi Buku Himpunan Peraturan di Bidang Pendidikan.

    Edisi kali ini juga memuat gambar/lensa kegiatan BSNP.

    Selamat membaca.

    9-11 Himpunan Peraturan di Bidang Pendidikan

  • Vol. VII/No. 2/Juni 2012 3

    PARADIGMA PENDIDIKAN NASIONAL ABAD XXI (Bagian IV)

    Bila disarikan, karakteristik abad XXI adalah: a. Perhatian yang semakin besar ter-

    hadap masalah lingkungan hidup, berikut implikasinya, terutama ter-hadap: pemanasan global, energi, pangan, kesehatan, lingkungan bina-an, dan mitigasi.

    b. Dunia kehidupan akan semakin di-hubungkan oleh teknologi informasi, berikut implikasinya, terutama ter-hadap: ketahanan dan sistim per-tahanan, pendidikan, industri, dan komunikasi.

    c. Ilmu pengetahuan akan semakin converging, berikut implikasinya, ter-utama terhadap: penelitian, filsafat ilmu, paradigma pendidikan, dan kurikulum.

    d. Kebangkitan pusat ekonomi di be-

    BAB III: Peluang dan Tantangan Pendidikan Abad XXI

    3.1.KarakteristikAbadXXI

    Abad XXI baru berjalan satu dekade, namun dalam dunia pendidikan sudah dirasakan adanya pergeseran, dan bahkan perubahan yang bersifat mendasar pada tataran filsafat, arah serta tujuannya. Tidaklah berlebihan bila dikatakan kemajuan ilmu tersebut dipicu oleh lahirnya sains dan teknologi komputer. Dengan piranti mana kemajuan sains dan teknologi terutama dalam bidang cognitive science, biomolecular, information technology dan nanoscience kemudian menjadi kelompok ilmu pengetahuan yang mencirikan abad XXI. Salah satu ciri yang paling menonjol pada abad XXI adalah semakin bertautnya dunia ilmu pengetahuan, sehingga sinergi di antaranya menjadi semakin cepat. Dalam konteks pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi di dunia pendidikan, telah terbukti semakin menyempitnya dan meleburnya faktor ruang dan waktu yang selama ini menjadi aspek penentu kecepatan dan keberhasilan penguasaan ilmu pengetahuan oleh umat manusia.

    lahan Asia Timur dan Tenggara, beri-kut implikasinya terhadap: politik dan strategi ekonomi, industri, dan pertahanan,

    e. Perubahan dari ekonomi berbasis sumber daya alam serta manusia ke arah ekonomi berbasis pengetahuan, berikut dengan implikasinya terha-dap: kualitas sumber daya insani, pendidikan, dan lapangan kerja,

    f. Perhatian yang semakin besar pada industri kreatif dan industri budaya, berikut implikasinya, terutama ter-hadap: kekayaan dan keanekaan ra-gam budaya, pendidikan kreatif, entrepreneurship, technopreneurship, dan rumah produksi.

    g. Budaya akan saling imbas mengimbas dengan teknosains berikut implika-sinya, terutama terhadap: karakter, kepribadian, etiket, etika, hukum, kriminologi, dan media.

    h. Perubahan paradigma universitas, dari Menara Gading ke Mesin Penggerak Ekonomi. Investasi yang ditanamkan dari sektor publik ke perguruan tinggi untuk riset ilmu dasar dan terapan serta inovasi tek-nologi/desain yang memberikan dampak pada pengembangan industri dan pembangungan ekonomi dalam arti luas akan cenderung meningkat.

    3.2.KompleksitasAbadXXI

    Masalah yang dihadapi manusia pada abad XXI semakin kompleks, saling kait mengkait, cepat berubah dan penuh paradoks. Umumnya kaum futuris mengaitkan pertumbuhan pen-duduk dunia yang bergerak secara cepat sebagai pemicu. Bila pada tahun 2010 penduduk dunia sebesar 6.9 milyar, maka dalam waktu 2050 oleh United Nations Population Division diperkirakan akan mencapai 9.2 milyard orang, ini berarti dalam masa empat puluh tahun akan terjadi pertambahan sebesar 2.5 milyar penduduk. Dampak dari pertumbuhan ini pada seluruh kehidupan manusia luar biasa; mulai dari masalah kelangsungan hidup, pangan,

  • Vol. VII/No. 2/Juni 2012

    kesehatan, kesejahteraan, keamanan, dan pendidikan. Penduduk Indonesia yang sebesar 23,2 juta merupakan 3.38% penghuni planet ini mengalami pertumbuhan sekitar 1.1% per tahun.

    Masalah tersebut menjadi kompleks bila dihubungkan dengan kondisi nya-ta dalam kehidupan bermasyarakat, ber-bangsa, dan bernegara, karena menyang-kut sistem dan nilai yang berlaku antara bangsa, sukubangsa, dan individu. Tun-tutan tersebut berimplikasi pada daya dukung alam yang lama kelamaan tak akan mencukupi, padahal sumber daya alam mineral tidak bertambah, sedangkan sumberdaya hayati dan nabati dapat diberdayakan namun tetap akan mengganggu keseimbangan ekosistem. Oleh karena itu, masalah lingkungan hidup dalam peradaban abad XXI dijadikan isu untuk mengubah paradigma lama yang terlalu menekankan pada ilmu pengetahuan demi ilmu pengetahuan, seni demi seni, kearah paradigma baru yang lebih mengedepankan makna dan nilai pengembangan yang bersifat berkelanjutan.

    Sama halnya dengan dunia ilmu pengetahuan, kehidupan ekonomi abad XXI mengalami konvergensi dari eko-nomi kelangkaan ke arah ekonomi yang dikendalikan oleh informasi, di mana 93% seluruh pengetahuan di dunia ini sudah didigitalkan. Lebih dari 80% kekayaan negara negara industri maju pada awal abad XXI dibangkitkan oleh informasi dan usaha jasa yang juga merupakan industri di mana bahan mentahnya bukan berupa tanah, mesin, tenaga kerja, dan bahan baku alam melainkan pengetahuan (Westland, 2002). Perekonomian global abad XXI dikendalikan oleh jaringan teknologi informasi, di mana semua transaksi dilakukan secara online, investasi dan pasar modal dilakukan tanpa melihat gejolak kehidupan nyata, kecuali dengan cara melihat angka-angka di monitor. Angka-angka itu berubah dari menit ke menit, seiring dengan gejolak yang terjadi dalam ekonomi perdagangan, politik, sosial, bahkan oleh ulah tokoh dunia. Dalam kondisi pasar global sema-cam ini, maka apa yang terjadi di satu negara, pengaruhnya akan terasa di negara lain.

    3.3TantanganAbadXXI

    Ilmu pengetahuan dan teknologi saling terkait mengembangkan ekolo-

    gi kependidikan dan kesadaran berko-munikasi, bernegara dan berbangsa. Walaupun perbatasan alami negara tra-disional masih berlaku tetapi tanpa sepenuhnya disadari muncul sekat baru berujud tepian-tepian teknologik dan sains. Tidak dapat dipungkiri bah-wa penyekatan itu menumbuhkan ci-tarasa kebangunan dan kebanggaan berkat identitas yang melekat sebagai hamba berpengetahuan. Kehormatan itu tentu saja tidak datang sendiri, me-lainkan digapai dengan usaha berat dan konsisten melalui penguasaan ilmu pengetahuan, serta dengan inovasi tek-nologi dan penciptaan keagungan bu-daya pendidikan. Entitas bangsa lain lalu melihat kelompok tersebut se-bagai mercu suar kehidupan abad ke XX yang memancarkan kemashalatan, sinar kemanusiaan yang menjadi pe-doman arah. Tanpa penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, yang pada saat bersamaan membangkitkan maz-hab-mazhab ekonomi, sinar itu menjadi redup. Muka pengagumnya berpaling ke arah lain yang lebih menjanjikan peradaban zamannya.

    Hampir semua bangsa mendekatkan diri dengan penguasa pasar global, yang ditandai dengan atribut penguasaan teknologi dan inovasinya. Mereka yang tidak dapat meraihnya harus rela ter-geser ke pinggiran dan tertinggal di belakang.

    Bersamaan dengan pembaharuan hidup berkebangsaan dengan ekonomi dan sosial sadar-pengetahuan kita mem-bangun manusia berdaya cipta, mandiri dan kritis tanpa meninggalkan wawasan tanggungjawab membela sesama untuk diajak maju menikmati peluang abad XXI. Dalam hubungan ini kita ditantang untuk menciptakan dan membangun tata-pendidikan yang dapat ikut meng-hasilkan sumber daya pemikir yang mampu ikut mengembangkan tatanan sosial dan ekonomi yang sadar-penge-tahuan seperti laiknya warga abad XXI. Mereka harus terlatih mempergunakan ke