Buletin IV Edisi 2 Tahun 2009

  • View
    714

  • Download
    4

Embed Size (px)

Text of Buletin IV Edisi 2 Tahun 2009

Buletin Info Kesehatan Pelabuhan Volume IV Edisi 2 Triwulan II ( April - Juni ) Tahun 2009

2

BEBAN GANDA ........Sumber daya manusia yang handal merupakan salah satu kunci keberhasilan upaya pembangunan kesehatan, yang didukung oleh data dan informasi epidemiologi yang valid. Salah satu dampak era globalisasi terhadap kesehatan masyarakat adalah meningkatnya ancaman global penyakit menular potensial wabah, termasuk penyakit menular baru (New Emerging Diseases) dan penyakit lama yang timbul kembali (Reemerging Diseases). Oleh karena itu, pengambilan keputusan harus berdasarkanfakta (evidence base). Secara otomatis, sangat dibutuhkan petugas surveilans epidemiologi yang profesional.

DAFTAR ISIPengantar Redaksi, Beban Ganda Yang Harus dipikul Tenaga Kesehatan, Raissekki,SKM,MM Perintah Dalam Undang - Undang Nomor 23 tahun 1992, RBA Widjonarko,SKM,MKes Pertemuan Jejaring Kerja dan Kemitraan Tindakan Kekarantinaan (Summary report) RBA Widjonarko,SKM,MKes Payung Hukum Pemberantasan Penyakit Menular RBAW Widjonarko,SKM,MKes Dunia kini di awal 2009 pandemi influenza, RBA Widjonarko,SKM,MKes Bak Pinang di Belah Dua, Ny. Bertha M. Pasolang, SSos Mengoptimalka Flash Disk, Nana Mulyana,SKM Karakter dan kepribadian si Bravo, Hendra Kusumawardhana Kontrasepsi dan Permasalahannya, dr. Agung Setiawan Penyakit Tidak Menular (Salah Siapa?), dr. I Nyoman Putra Nutrisi Penting Ibu Menyusui, dr.Laily Shofiyah Penyidik Pegawai Negeri Sipil Efektifkah??? RBA Widjonarko,SKM,MKes Perlukah REWARD Bagi Petugas KKP ??? RBA Widjonarko,SKM,MKes Kesehatan Pelabuhan atau Karantina Kesehatan, RBA Widjonarko,SKM,MKes Preventif Influenza A (H1N1) di Pelabuhan Tanjung Priok, Dewi Dyah Palupi,SKM 37 38 30 9 3 4

PAYUNG HUKUM .......Dalam International Health Regulation (IHR) tahun 1969, setiap negara diminta untuk menjamin tidak terjadinya penularan penyakit (kholera, pes dan yellow fever) dari satu negara ke negara l ai n dengan seminimal mungkin tidak mengganggu lalu lintas internasional, namun IHR tahun 2005 dituntut agar setiap negara mampu mencegah, melindungi dan menanggulangi penyebaran PHEIC (Public Health Emergency of International Concern) antar negara tanpa memberlakukan pembata-san perjalanan dan perdagangan yang tidak perlu. Upaya pemberantasan penyakit di dalam negeri dan pencegahan masuk keluarnya penyakit melalui .....

5

6

26

28

29

31

43

46 47

49

Diterbitkan oleh : KANTOR KESEHATAN PELABUHAN KELAS I TANJUNG PRIOK DITJEN PP & PL DEPARTEMEN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA PELINDUNG / PENASEHAT : Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas I Tanjung Priok Raissekki, SKM.MM., DEWAN REDAKSI : Ketua, RBA. Widjonarko,SKM.M.Kes. Anggota Redaktur : Drs. Wilpren Gultom,MM.,Rosyid Ridlo Prayogo,SE.,MKM., Ikron, SKM.,MKM., Agus Syah FH.SKM., dr. I Nyoman Putra., dr.Endriana S.Lubis. EDITOR : Nana Mulyana,SKM, Lussi Soraya., Dewi Dyah Palupi,SKM.,Desain Grafis &Photografer : Ali Isha Wardhana dan Syaflovida. Sekertariat : Evi Maria, Nursamah,S.Sos. Alamat : Jl. Raya pelabuhan No.17 - Tanjung Priok, Jakarta Utara, Telepon : (021) 43931045, 4373266. Faximile : (021) 4373265., E-mail : kkptanjungpriok@gmail.com. Weblog : http://buletinkkptanjungpriok.blogspot.com/

Buletin Info Kesehatan Pelabuhan Volume IV Edisi 2 Triwulan II ( April - Juni ) Tahun 2009

3

Pengantar RedaksiINFO KESEHATAN PELABUHAN

Buletin Info Kesehatan Pelabuhan Volume IV edisi 2 ini diterbitkan oleh Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas I Tanjung Priok. Buletin ini merupakan perwujudan dari penyelenggaraan fungsi Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas I Tanjung Priok dalam pelaksanaan jejaring informasi bidang kesehatan. Seyogyanya, maka semua KKP di Indonesia ini harus saling memberikan informasi tentang penyakit dan faktor resikonya yang berkaitan dengan lalu lintas nasional, regional dan internasional dengan menggunakan seluruh media informasi yang telah tersedia, termasuk menggunakan buletin ini sebagai wahana penyampaian informasi. Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas I Tanjung Priok merupakan salah satu unit pelaksana teknis Departemen Kesehatan RI yang mempunyai tugas melaksanakan pencegahan masuk & keluarnya penyakit, penyakit potensial wabah, pengamanan survailans epidemiologi, terhadap penyakit baru dan penyakit yang muncul kembali,

kekarantinaan, pengawasan OMKABA, pelayanan kesehatan, pengendalian dampak kesehatan lingkungan, bioterorism, unsur biologi, kimia dan pengamanan radiasi di wilayah kerja pelabuhan (Permenkes 356 / 2008). Buletin Info Kesehatan Pelabuhan ini berisi informasi hasil pelaksanaan program, kajian kajian, pengembangan teknologi, peningkatan sumber daya manusia melalui pelatihan, naskah naskah ilmiah dan karya karya seni serta peristiwa peristiwa terkini lainnya, termasuk informasi kesehatan tradisional. Buletin ini diharapkan dapat dipakai sebagai wahana informasi bagi insan pelabuhan dalam mengembangkan potensi diri guna mendukung pelaksanaan program kesehatan, khususnya bagi para pegawai Kantor Kesehatan Pelabuhan di seluruh Indonesia. Redaksi menerima sumbangan artikel, laporan, reportase, saduran, karikatur, sajak sajak ataupun karya sastra lain dan foto foto yang berkaitan dengan program kesehatan pelabuhan. Redaksi memberikan kesempatan ini pada para kolega KKP, institusi kesehatan unit pusat dan daerah serta seluruh pembaca di seluruh Indonesia untuk berpartisipasi dalam penulisan Buletin Info Kesehatan Pelabuhan ini. Dewan redaksi mengajak para pembaca buletin ini untuk melaju dengan kecepatan optimal dalam meningkatkan jejaring informasi guna mencapai kinerja yang kita inginkan.COVER : Bpk. Dr. IWAN M. MULJONO, MPH DIREKTUR P2ML - DITJEN PP & PL - DEPKES RI

Buletin Info Kesehatan Pelabuhan Volume IV Edisi 2 Triwulan II ( April - Juni ) Tahun 2009

4

BEBAN GANDA YANG HARUS DIPIKUL TENAGA KESEHATANOleh : RAISSEKKI, SKM, MM

S

umber daya manusia yang handal merupakan salah satu kunci keberhasilan upaya pembangunan kesehatan, yang didukung oleh data dan informasi epidemiologi yang valid. Salah satu dampak era globalisasi terhadap kesehatan masyarakat adalah meningkatnya ancaman global penyakit menular potensial wabah, termasuk penyakit menular baru (New Emerging Diseases) dan penyakit lama yang timbul kembali (Re-emerging Diseases). Oleh karena itu, pengambilan keputusan harus berdasarkan fakta (evidence base). Secara otomatis, sangat dibutuhkan petugas surveilans epidemiologi yang profesional. Pada akhir akhir ini muncul virus baru (H1N1) yang telah menimpa beberapa negara yang sejak tanggal 11 Juni 2009 oleh Direktur Jenderal WHO (World Health Organization) telah dinyatakan sebagai Pandemi. Kita bersyukur, sampai dikeluarkannya pernyataan pandemi ternyata petugas kesehatan khususnya petugas yang berada di border area (KKP) berdiri tegap secara profesional sehingga virus influenza baru (H1N1) belum masuk ke Nusantara tercinta. Namun perlu diingat bahwa ancaman virus influenza sub type H5N1 juga masih bercokol di bumi Nusantara tercinta ini. Padahal di alam bebas, virus ini dapat terus menjalar diantara binatang khususnya pada unggas. Beban ganda ini harus dipikul oleh bangsa kita dalam mencapai tujuan pembangunan kesehatan dan hal ini merupakan tantangan bagi petugas kesehatan untuk tetap tegap berlaga dengan percepatan penularan penyakit.

Oleh karena itu, sangat dibutuhkan petugas kesehatan yang bukan hanya profesional tetapi juga dituntut petugas yang memiliki tanggungjawab moral yang tinggi tanpa pamrih. Masuknya kapal dari luar negeri yang terjangkit Influenza baru (H1N1) ke suatu pelabuhan di Indonesia harus melalui proses pemeriksaan intensif oleh petugas KKP karena kapal tersebut berada karantina (UU no.1 Tahun 1962) yang berarti kapal tersebut harus berada di luar Dam atau pada zone karantina. Perjalanan antara dermaga sampai ke zone karantina atau di luar dam, jaraknya berkisar antara 5 7 mil dengan memakai speed boat kecil yang mudah diterpa ombak. Hal ini berarti sangat penuh dengan resiko kecelakaan fisik dan resiko tertular penyakit sehingga pembinaan staf harus tetap dijalankan secara terus menerus agar tiap langkah kegiatan selalu dilaksanakan secara profesional dan sesuai prosedur yang berlaku. Semoga virus Influenza baru H1N1 tidak masuk wilayah Nusantara ini melalui Pelabuhan; dan apabila pelabuhan terjangkit virus ini, maka ada beberapa opsi yang bisa dipilih, antara lain : Penutupan total terhadap pelabuhan : Lalu lintas orang dan barang dihentikan secara total Penutupan sebagian kegiatan pelabuhan : Lalu lintas orang dihentikan sedang lalu lintas barang tetap berjalan. Pendekatan terhadap yang beresiko : Lalu lintas orang dan barang tetap berjalan

Buletin Info Kesehatan Pelabuhan Volume IV Edisi 2 Triwulan II ( April - Juni ) Tahun 2009

5

Mengkondisikan orang yang mempunyai risiko Orang yang berisiko tinggi di periksa dan dilakukan intervensi medik Penyuluhan perorangan tentang kewaspadaan kesehatan Tidak melakukan apapun ??? Namun demikian, tenaga kesehatan khususnya di border area, yaitu petugas Kantor Kesehatan Pelabuhan perlu berbangga hati karena tenaga kesehatan dilindungi oleh Undang Undang. Mari kita membaca bersama Undang Undang Kesehatan Nomor 23 Tahun 1992 tentang Kesehatan pada pasal 53 point 1 bahwa tenaga kesehatan berhak memperoleh perlindungan hukum dalam melaksanakan tugas sesuai dengan profesinya. Selamat bekerja dengan kesungguhan hati

PERINTAH DALAM UNDANG UNDANG NOMOR 23 TAHUN 1992

P

embangunan kesehatan diarahkan untuk meningkatkan derajat kesehatan, yang pada hakikatnya adalah pembangunan manusia Indonesia seutuhnya dan pembangunan seluruh masyarakat Indonesia. Pembangunan kesehatan ini membutuhkan sumberdaya yang memadai, termasuk peraturan perundang undangan guna memayungi kebutuhan pelaksanaan program di lapangan. Munculnya Undang Undang Nomo