DESAIN FRAME SEPEDA LISTRIK UNTUK REMAJA SMP DI .posisi nomor dua dalam terjadinya kecelakaan. Tujuan

  • View
    212

  • Download
    0

Embed Size (px)

Text of DESAIN FRAME SEPEDA LISTRIK UNTUK REMAJA SMP DI .posisi nomor dua dalam terjadinya kecelakaan....

DESAIN FRAME SEPEDA LISTRIK UNTUK REMAJA SMP DI

DAERAH PERKOTAAN DENGAN KONSEP STYLISH DAN

FRIENDLY

Yudha Tirta Nagara Jurusan Desain Produk Industri, FTSP ITS. Kampus ITS Sukolilo, Surabaya 60111,Telp/Fax (031) 5931147

ABSTRAKSI Tingginya keterlibatan sepeda motor dalam kecelakaan tidak terlepas dari

meningkatnya populasi sepeda motor yang hingga kini mencapai sekitar 6,7 juta

unit. Penyebab kecelakaan terbesar enam bulan pertama 2010 akibat perilaku

para pengendara yang gemar ugal-ugalan dijalan. Pelajar ternyata menduduki

posisi nomor dua dalam terjadinya kecelakaan.

Tujuan dari riset adalah mengganti sarana transportasi (sepeda motor) dengan

sarana transportasi yang sesuai dengan porsi remaja SMP, sebaiknya pula

sarana tersebut dapat menunjang masa-masa pertumbuhan pada remaja.

melatih remaja SMP untuk hidup sehat, serta ramah pada lingkungan, membuka

peluang usaha dengan memperbarui produk pendahulu. Permasalahannya

adanya regulasi tentang remaja yang masih belum cukup umur seperti halnya

remaja SMP, tidak diperkenankan membawa sepeda motor, banyaknya

kecelakaan sepeda motor yang didominasi oleh para remaja yang kurang taat

tata tertib rambu lalu lintas serta ketrampilan berkendara, beberapa Alasan

remaja SMP tidak ingin mengendarai sepeda, terdapat masalah pada eksisting.

Batasan masalah jenis spesifikasi komponen produk pembentuk sepeda listrik

yang telah ditentukan, menentukan target konsumen, menentukan konsep,

menentukan metode pengambilan (pengumpulan) data.

Metode penyelesaian yang digunakan dalam mendesain dibagi menjadi 4 tahap,

yaitu 2 cara pengambilan data utama yaitu dengan cara kualitatif, dengan cara

kuisioner pada pelajar SMPN 12 Surabaya dan wawancara pihak RnD serta 2

riset utama riset produk eksisting, riset produk acuan. Tujuan dari metode ialah

menentukan sarana alternatif yang sesuai dengan porsi remaja usia 12-15 tahun.

Analisa yang digunakan antara lain analisa segmentasi pasar, analisa

kebutuhan, studi trend bentuk dan warna sepeda listrik, analisa menentukan

pemilihan desain rangka, analisa warna, analisa rangka, material serta

konfigurasi.

Hasil pengambilan data utama dengan cara kualitatif yakni: wawancara langsung

kepada praktisi sepeda listrik yang dalam hal ini adalah pihak marketing serta

RnD (research and development) WIM Cycle sebagai produsen untuk dimintai

pendapat dan keterangan mengenai produk eksisting, menerapkan material plat

sebagai pembentuk frame sepeda sekaligus sebagai wadah penaruh baterai,

pengukuran baterai/accu kering disesuaikan dengan ukuran frame sepeda.

Berikutnya dengan cara kuisioner, mendapatkan kesimpulan jarak tempuh ke

sekolah serta trend pada siswa/siswi SMPN 12 Surabaya. Sedangkan dengan

cara riset produk eksisting serta riset produk acuan menentukan diferensiasi.

Seluruh tahap metode desain menghasilkan prototype desain sepeda listrik

dengan konsep sepeda listrik yang stylish sesuai dengan minat remaja usia

SMP, nyaman, mudah digunakan dan perawatan, ramah lingkungan, harga

terjangkau, yang terakhir menjadi salah satu solusi sarana mandiri yang

memenuhi kebutuhan remaja usia SMP khususnya. ABSTRACT The high involvement in a motorcycle accident can not be separated from

increased motorcycle population that has so far reached about 6.7 million units.

The biggest cause of accidents the first six months of 2010 due to the behavior of

motorists who like reckless road. Students were ranked number two in the

accident.

The goal of research is changing the means of transport (motorcycle) by means

of transport in accordance with the portion of junior high teens, these facilities

should also be able to support periods of growth in adolescents. train the junior

youth to live healthy, and environmentally friendly, open business opportunities

with the predecessor product update. The issue of regulation of teens who are

still minors as well as junior high teens, not allowed to bring motorcycles, the

number of motorcycle accidents are dominated by teenagers who lack the

discipline to obey traffic signs and driving skills, some of the reasons teens do not

want to ride a bike junior , there is a problem with the existing. Limitation of the

problem type product forming component specifications electric bicycle which has

been determined, determine the target consumers, define the concept, determine

retrieval methods (collection) of data.

Settlement method used in the design is divided into four stages, namely the two

main ways of data collection with qualitative manner, by way of questionnaires to

students SMPN 12 Surabaya and interviews RnD parties as well as 2 major

research existing product research, product research reference. The purpose of

the method is to determine alternative means in accordance with the portion of

adolescents aged 12-15 years. Analysis is used among other market

segmentation analysis, needs analysis, trend studies the shape and color electric

bicycle, the analysis determines the selection of the framework design, color

analysis, order analysis, materials and configurations.

The results of the primary data collection in a way that is qualitative: interviews

directly to the practitioners of electric bikes in this case is the marketing and RnD

(research and development) WIM Cycle as a producer to be consulted and

information about existing products, apply the plate material as forming the

bicycle frame at a time as a container penaruh battery, measuring the batteries

dry adapted to the size of the bike frame. Next by questionnaire, to the

conclusion of distance to school as well as trends in students SMPN 12

Surabaya. Meanwhile, by way of existing research and product research to

determine the reference product differentiation. The entire stage design method

produces a prototype electric bicycle design with a stylish electric bike concept in

accordance with the interests junior teen age, comfortable, easy to use and

maintenance, environmentally friendly, affordable prices, the latter being one of

the means of independent solutions that meet the needs of junior high school age

youth in particular .

KATA KUNCI style, easy to use and too care.

PENDAHULUAN

Latar Belakang Tingginya keterlibatan sepeda motor dalam kecelakaan tidak terlepas dari meningkatnya

populasi sepeda motor yang hingga kini mencapai sekitar 6,7 juta unit. Jauh lebih besar

dibandingkan populasi mobil yang ditaksir sekitar dua jutaan unit. Namun, penyebab

kecelakaan terbesar sepanjang enam bulan pertama 2010 ternyata akibat perilaku para

pengendara. Data Ditlantas Polda Metro Jaya menyebutkan, sebesar 90,65% kecelakaan

karena faktor manusia. Selebihnya, faktor kendaraan (8,23%) dan jalan (1,11%).

Kecelakaan selalu diawali dengan pelanggaran peraturan lalu lintas,faktor manusia tidak

terlepas dari perilaku yang tidak taat peraturan, yang harus dibangun adalah manusia

yang taat hukum, bukan taat polisi. Selain perilaku ugal-ugalan, faktor manusia yang lain

tentu saja terkait dengan keterampilan berkendara.

Jumlah pengendara sepeda motor yang tewas sepanjang Januari-Juni 2010 sebanyak

301 orang atau sekitar 60,07% dari total yang meninggal sepanjang periode tersebut

sebanyak 501 jiwa. Sementara itu, bikers yang luka berat mencapai 1.273 orang atau

40,25% dari total korban luka berat 3.162 orang, sedangkan korban luka ringan bikers

sebanyak 1.955 orang (61,82%). Sepeda motor kian berpotensi memicu kecelakaan

ketika sang pengendaranya tidak mematuhi aturan lalu lintas jalan dan enggan berbagi

ruas jalan dengan sesama pemakai jalan. Dari sisi profesi korban kecelakaan, sebanyak

4.267 orang atau sebanyak 80,13% adalah karyawan swasta, lalu pelajar/mahasiswa 748

orang (14,04%), pengemudi 124 (2,32%), PNS 106 orang (1,99%), dan TNI/Polri 80 orang

(1,5%)1. Pelajar/ mahasiswa ternyata menduduki posisi nomor dua yang ikut berperan

dalam terjadinya kecelakaan, namun dalam hal ini belum ada kejelasan mengenai alasan

penyebab seringnya terjadi kecelakaan oleh pelajar/ mahasiswa sehingga membutuhkan

pembahasan lebih lanjut.

1http://edorusyanto.wordpress.com/2010/07/16/lagi-sepeda-motor-dominasi-kecelakaan-di-jakarta/

http://edorusyanto.wordpress.com/2010/07/16/lagi-sepeda-motor-dominasi-kecelakaan-di-jakarta/

Tujuan 1. Mengganti sarana transportasi (sepeda motor) dengan sarana transportasi yang

sesuai dengan porsi remaja SMP, sebaiknya sarana tersebut dapat menunjang masa-masa pertumbuhan pada remaja.

2. Melatih remaja SMP untuk hidup sehat, serta ramah pada lingkungan 3. Melatih remaja SMP agar mampu menghargai sumber daya alam khususnya

BBM yang semakin langka 4. Diharapkan dapat mengurangi tingkat angka kecelakaan pada remaja SMP

dengan membatasi kecepatan pada sepeda listrik. 5. Membuka peluang usaha dengan memperbarui produk sepeda listrik pendahulu

atau yang telah ada di pasaran 6. Menambah varian sepeda khususnya pada bagian divisi kendaraan berdinamo

motor listrik Masalah

1.