Diagnosis Septik

  • View
    10

  • Download
    0

Embed Size (px)

DESCRIPTION

how to diagnose sepsis

Text of Diagnosis Septik

Diagnosis

Manifestasi KlinisManifestasi klinis pada pasien sepsis bervariasi sesuai dengan sumber infeksi, usia, sistem imun, dan waktu presentasi relatif terhadap terjadinya sepsisHiperventilasi merupakan gejala awal yang sering terjadi pada respon sepsisDisorientasi, kebingungan, dan manifestasi lain dari ensefalopati, terjadi terutama pada pasien usia tua dan pasien yang memiliki gangguan neurologis sebelumnya.

Lesi kulit yang timbul bersamaan dengan sepsis dapat menandakan suatu infeksi patogen yang spesifikManifestasi gastrointestinal seperti mual, muntah, diare dan ileus kadang menandakan gastroenteritis akutIkterus kolestatik, dengan peningkatan kadar bilirubin serum (biasanya bilirubin terkonjugasi) dan alkali fosfatase, mungkin mendahului tanda-tanda lain dari sepsis

Manifestasi KlinisFase 1 kompensasiTakikardiaGelisahCapillary refill > 2 detikKulit pucatAkral dingin

Fase 2 dekompensasiTakikardia bertambahOliguriaMetabolik asidosisLaju napas cepat dan dalamDepresi SSP

Fase 3 irreversibelTekanan darah tidak terukurNadi tidak terabaKesadaran turun (sopor-koma)AnuriaTanda gagal organ multipel

Sepsis Steps

MEWS ( Modified Early Warning Score )

Manifestasi Klinis MODSFDP 1:40 atau D-dimers 2,0 dengan rendahnya plateletMemanjangnya waktu:- protrombin- partial thromboplastin- PerdarahanHipoksemia

Kreatinin > 2,0 ug/dlNa. Urin 40 mmol/LKelainan prerenal sudah disingkirkanBilirubin >34 umol/L (2,0 mg/dL)Alkaline Fosfatase, SGOT, SGPT 2x nilai normal

GCS < 15

DIC

Respiratory Distress Syndrome

Acute Renal Failure

Hepatobilier disfunction

Central Nervous System Dysfunction

DiagnosisTemuan diagnostik yang spesifik dan sensitif pada pasien suspek atau terbukti infeksi (SIRS) adalah demam atau hipotermia, takipnea, takikardia, dan leukositosis atau leukopeniaTahap dalam menentukan diagnosis sepsis adalah anamnesis lengkap, pemeriksaan fisik (tanda vital dan head-to-toe examination), pemeriksaan penunjang (laboratorium dan pencitraan)

DIAGNOSISGeneral variabel:Inflammatory variable:Hemodynamic variable:Organ dysfunction variableTissue perfusion variable:Pemeriksaan laboratorium yang diperlukan yaitu pemeriksaan darah lengkap, hapusan darah tepi, analisa gas darah, kultur, pewarnaan gramPencitraan yang biasa digunakan :CT-Scan, X-ray, MRI

Pemeriksaan dilakukan untuk mengetahui jenis infeksi, mikroba/patogen penyebab terjadinya infeksi Diagnosis Rekomendasi SSC 2012Pemeriksaan kultur darah diperlukan sebelum pemberian antibiotik. Direkomendasikan jika tidak menghambat pemberian antibiotik secara signifikan (>45 menit)Setidaknya diperkukan 2 set sampel darah untuk dikultur (2 botol aerobik dan anaerobik) sebelum pemberian antibiotik. 1 sampel diambil secara perkutaneus dan 1 sampel lainnya menggunakan vascular access device. Kedua sampel dapat diambil secara bersamaan, asalkan ditempat yang berbedaMenggunakan 1,3 beta-D-glucan assay, mannan dan anti-mannan antibody assays, jika curiga terdapat infeksi fungal sistemik (candidiasis) dalam diagnosis banding penyebab dari infeksi, merupakan antigen dan antibody yang dapat mendeteksi secara cepat dibandingkan metode kultur biasa. Pencitraan digunakan untuk memastikan diagnosis

DiagnosisKultur darahSebaiknya dilakukan sebelum dilakukan terapi antimikrobial Pengambilan kultur sebelum antimikrobial berguna untuk konfirmasi infeksi dan mengetahui patogen penyebab. Pengambilan kultur darah harus selesai dalam 3 jam. Kultur dapat dari urin, cerebrospinal fluid, luka, sekret pernafasan dan cairan tubuh lain yang mungkin menjadi penyebab infeksi proses pengambilan sebaikanya tidak menjadi penyebab penundaan pemberian terapi antibiotik. dengan satu diambil decara perkutaneus dan satu diambil vascular access device, jika device 1 mmol/L (hyperlactatemia) diperiksa dalam 6 jam pertamaPlasma C-reactive protein meningkat 2 kali lipat dari nilai normal.Plasma procalcitonin meningkat 2 kali lipat dari nilai normal.Plasma total bilirubin > 4 mg/dL atau 70 mol/L (hyperbilirubinemia)Gangguan koagulasi (INR > 1.5 atau aPTT > 60 detik)Peningkatan serum creatinine > 0.5 mg/dL atau 44.2 mol/L

Diagnosis BandingAcute Renal FailureAcute Respiratory Distress SyndromeCardiogenic ShockDisseminated Intravascular CoagulationHypovolemic ShockPulmonary EmbolismShock Distributive (selain Septic Shock)Shock HemorrhagicToxic Shock SyndromeTransfusion Reactions