Click here to load reader

Dilarang mereproduksi atau memperbanyak seluruh atau · PDF fileDilarang mereproduksi atau memperbanyak seluruh atau sebagian dari buku ini dalam bentuk atau cara apa pun tanpa izin

  • View
    234

  • Download
    0

Embed Size (px)

Text of Dilarang mereproduksi atau memperbanyak seluruh atau · PDF fileDilarang mereproduksi atau...

  • Dilarang mereproduksi atau memperbanyak seluruh atau sebagian dari buku ini dalam bentuk atau cara apa pun tanpa izin tertulis dari penerbit.

    © Hak cipta dilindungi oleh Undang-Undang No. 28 Tahun 2014

    All Rights Reserved

  • LIPI Press

  • © 2018 Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia Pusat Penelitian Kemasyarakatan dan Kebudayaan (P2KK)

    Katalog dalam Terbitan (KDT) Tatanan Orde Baru: Distorsi Ideologi Pancasila/Endang Retnowati–Jakarta: LIPI Press, 2018.

    xiv + 153 hlm.; 14,8 x 21cm

    ISBN: 978-979-799-994-0 (cetak) 978-979-799-995-7 (e-book) 1. Ideologi 2. Pancasila 3. Orde Baru

    140

    Copy editor : M. Sidik dan Fadly Suhendra Proofreader : Martinus Helmiawan Penata Isi : Ajar Lambangsih dan Rahma Hilma Taslima Desainer sampul : D.E.I.R. Mahelingga

    Cetakan Pertama : Desember 2018

    Diterbitkan oleh: LIPI Press, anggota Ikapi Jln. R.P. Soeroso 39, Menteng, Jakarta 10350 Telp: (021) 314 0228, 314 6942. Faks.: (021) 314 4591 e-mail: [email protected] website: lipipress.lipi.go.id

    LIPI Press @lipi_press

  • v

    Daftar Isi

    Pengantar Penerbit ......................................................................................... vii Kata Pengantar .............................................................................................. ix Prakata ............................................................................................................ xiii

    BAB I ORDE BARU DAN PERMASALAHANNYA ........................... 1 A. Tatanan Orde Baru .................................................................... 1 B. Kerangka Pemikiran .................................................................. 11

    BAB II HUBUNGAN IDEOLOGI DAN REALITAS PADA MASA ORDE BARU ................................................................................... 15 A. Ideologi ........................................................................................ 15 B. Gambaran Manusia Menurut Ideologi pada Masa Orde Baru .................................................................................... 53 C. Wilayah Pembangunan yang Terdistorsi pada Masa Orde Baru .................................................................................... 56

    BAB III DUNIA MODAL PADA MASA ORDE BARU ......................... 65 A. Dari Ideologi ke Ideologi .......................................................... 65 B. Realitas pada Masa Orde Baru, Ideologi, Utopia ................. 87

    BAB IV PEMBANGUNAN NILAI ............................................................. 91 A. Pembangunan Nasional yang Timpang .................................. 91 B. Pembangunan Nilai .................................................................... 96

    Daftar Pustaka ................................................................................................ 119 Lampiran ..................................................................................................... 129 Glosarium ..................................................................................................... 149 Indeks ............................................................................................................... 151 Biografi Penulis............................................................................................... 153

  • vi

  • vii

    Pengantar Penerbit

    Sebagai penerbit ilmiah, LIPI Press mempunyai tanggung jawab untuk menyediakan terbitan ilmiah yang berkualitas. Upaya tersebut merupakan salah satu perwujudan tugas LIPI Press untuk ikut serta dalam mencerdaskan kehidupan bangsa sebagaimana diamanatkan dalam pembukaan UUD 1945.

    Buku ilmiah ini mengangkat topik mengenai ideologisasi Pancasila di era Orde Baru. Tujuan dari ideologisasi Pancasila tersebut ialah untuk mewujudkan tatanan masyarakat yang selaras, serasi, dan seimbang. Namun, usaha-usaha yang telah dilakukan justru membentuk realitas yang bertolak belakang dari tujuan yang ingin dicapai. Pancasila menjadi instrumen bagi kepentingan kekuasaan individu dan kelompok. Oleh karena itu, pada masa budaya global ini pembangunan nilai diperlukan bagi bangsa Indonesia melalui pen- didikan multikulturalisme, pendidikan ideologi dan pembangunan kesadaran diskursif untuk menghilangkan kebiasaan buruk bangsa.

    Semoga buku ini bisa menjadi referensi yang bermanfaat bagi semua pihak yang terpanggil untuk menggali dan menguak lebih dalam tatanan Orde Baru beserta distorsi yang terjadi pada ideologisasi Pancasila di era tersebut. Akhir kata, kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu proses penerbitan buku ini.

    LIPI Press

  • viii

  • ix

    Ideologi telah banyak menjadi pemikiran para intelektual di segala zaman. Pemikiran itu juga melahirkan bermacam-macam penger- tian ideologi yang dapat kita temui pada masa sekarang. Sejarah meng informasikan bahwa ideologi juga melahirkan pertentangan atau konflik antargolongan dalam suatu negara yang berujung pada lahir nya kekerasan, baik kekerasan fisik maupun kekerasan psikis.

    Begitu pula halnya yang terjadi pada masa Orde Baru, ketika pemerintah sedang menggalakkan ideologisasi Pancasila secara na- sional. Reaksi muncul dari berbagai pihak, baik dari kalangan intelektual maupun dari kalangan tertentu. Reaksi tersebut berupa kritik secara ilmiah ataupun penolakan secara terang-terangan. Seiring dengan berjalannya waktu, pemerintah berhasil menetapkan Pancasila sebagai satu-satunya asas dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara pada tahun 1985 atas dasar hukum yaitu Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 1985 tentang Organisasi Kemasyarakatan.

    Buku yang berjudul Tatanan Orde Baru: Distorsi Ideologi Pancasila ini merupakan suatu tinjauan filsafat politik, berisi pe ma haman dan refleksi tentang tatanan Orde Baru yang niatnya dibangun di atas dasar ideologi Pancasila. Untuk kepentingan itu, ideologi Pancasila diinternalisasikan kepada bangsa Indonesia melalui pendidikan yang diselenggarakan secara nasional—dikenal dengan sebutan Penataran Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (P4). Ideologi Pancasila yang diinternalisasikan sudah diubah ke dalam bentuk

    Kata Pengantar

  • x

    butir-butir norma beserta aturan-aturan yang terkait dengannya. Butir-butir tersebut dikenal dengan sebutan butir-butir Pancasila.

    Buku ini memaparkan pemahaman Orde Baru melalui teks Pidato Kenegaraan Presiden Soeharto, 16 Agustus 1985–1997. Hasil pemahaman menggambarkan bahwa realitas yang terbentuk pada masa Orde Baru belum seperti yang diinginkan oleh ideologi Pancasila yang disederhanakan, yaitu berupa tatanan masyarakat harmonis (tatanan masyarakat selaras, serasi, dan seimbang). Kepentingan dan pengaruh sistem ekonomi kapitalis dari negara industri maju menjadi salah satu sebab gagalnya tercapainya tujuan ideologisasi Pancasila, yaitu membangun tatanan masyarakat harmonis.

    Buku ini pertama-tama memaparkan pemikiran kritis tentang Orde Baru, kemudian dilanjutkan dengan paparan mengenai realitas yang terbentuk dari praktik ideologi dan pengaruh kesadaran yang berasal dari sistem ekonomi kapitalis dari negara industri maju. Di sinilah sebenar nya terdapat bahaya yang tidak banyak disadari oleh khalayak karena tidak terlihat secara nyata. Bahaya itu sebenarnya lebih menyerang bagian psikis masyarakat.

    Realitas yang terbentuk oleh ideologi pada masa Orde Baru, yang dikenal sebagai masa pembangunan nasional, juga berupa praktik buruk bangsa (seperti korupsi) yang hingga kini masih berlanjut. Praktik buruk bangsa itu mengindikasikan terjadinya pelanggaran nilai moral dan nilai hukum pada masa Orde Baru. Bahkan hingga kini praktik buruk bangsa itu masih menjadi pekerjaan yang sulit diatasi, hampir selalu mengalami tantangan dari pihak-pihak yang terancam.

    Realitas lain yang terbentuk dari praktik ideologi adalah ter- bangunnya kehidupan sebagai implikasi negatif dari kesa daran yang berasal dari sistem ekonomi kapitalis dari negara industri maju sehingga ber potensi mereduksi nilai-nilai tradisional masyarakat Indonesia yang juga terkandung dalam Pancasila. Masih banyak ang- gota masyarakat yang terlena dengan nilai-nilai yang ditawarkan oleh sistem ekonomi tersebut. Hal itu tentunya membahayakan ge nerasi muda pada khususnya dan masyarakat pada umumnya apabila generasi

  • xi

    tua dan pihak-pihak yang berkompeten seperti lembaga pendidikan tidak menyadari hal itu. Kemudahan-kemudahan yang ditawarkan oleh sistem sangat menggoda masyarakat. Sistem ekonomi kapitalis dari negara industri maju yang beroperasi pada masa global ini tidak mustahil lama kelamaan akan menggulung nilai-nilai tradisional yang sudah lama dilestarikan secara turun temurun oleh generasi tua.

    Pengaruh sistem ekonomi kapitalis dari negara industri maju itu seolah tidak melahirkan masalah bagi ge ne rasi muda dan solidaritas antarsuku bangsa yang hidup di Indonesia. Padahal, sebenarnya masalah yang muncul merupakan masalah yang juga membutuhkan perhatian serius, baik dari keluarga, masyarakat, maupun pemerintah. Langkah yang paling strategis untuk meng antisipasi lahirnya hal-hal negatif yang tidak mendukung upaya pemeliharaan kesatuan dan persatuan adalah melalui pendidikan.

    Pada bagian akhir buku ini, dituturkan bahwa pendi dikan dan pemahaman ideologi sebagai dasar negara sangat diperlukan bagi generasi muda. Pemahaman ideologi di sini menca kup pula latar belakang sejarah bagaimana ideologi itu di rumuskan, bagaimana n

Search related