141
EFIKASI DIRI AKADEMIK DALAM PELAJARAN MATEMATIKA PADA SISWA KELAS X SMA PANGUDI LUHUR YOGYAKARTA DAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHINYA SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi Disusun Oleh: Irene Leticia Putri Novena 159114073 PROGRAM STUDI PSIKOLOGI FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS SANATA DHARMA 2020 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

EFIKASI DIRI AKADEMIK DALAM PELAJARAN MATEMATIKA …

  • Upload
    others

  • View
    11

  • Download
    0

Embed Size (px)

Citation preview

Page 1: EFIKASI DIRI AKADEMIK DALAM PELAJARAN MATEMATIKA …

EFIKASI DIRI AKADEMIK DALAM PELAJARAN

MATEMATIKA PADA SISWA KELAS X SMA PANGUDI

LUHUR YOGYAKARTA DAN FAKTOR-FAKTOR YANG

MEMPENGARUHINYA

SKRIPSI

Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu

Syarat Memperoleh Gelar Sarjana

Psikologi Program Studi Psikologi

Disusun Oleh:

Irene Leticia Putri Novena

159114073

PROGRAM STUDI PSIKOLOGI

FAKULTAS PSIKOLOGI

UNIVERSITAS SANATA DHARMA

2020

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 2: EFIKASI DIRI AKADEMIK DALAM PELAJARAN MATEMATIKA …

iv

HALAMAN MOTTO

With God all things are possible

-Matthew 19:26

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 3: EFIKASI DIRI AKADEMIK DALAM PELAJARAN MATEMATIKA …

v

HALAMAN PERSEMBAHAN

Teruntuk Tuhan Yesus Kristus yang telah memberiku semangat dalam

menyelesaikan karya tulis ini.

Untukmu,

Yohanes Hari Muriastanto

Theresia Ien Setyawati

Bernadeta Gracia Chandra Oktaviani

Ignasio De Loyola Dwi Praptista Yossa

Yang selalu ada untuk membantu dan memberikan semangat dalam

menyelesaikan karya tulis ini.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 4: EFIKASI DIRI AKADEMIK DALAM PELAJARAN MATEMATIKA …

vii

EFIKASI DIRI AKADEMIK DALAM PELAJARAN MATEMATIKA

PADA SISWA KELAS X SMA PANGUDI LUHUR YOGYAKARTA DAN

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHINYA

Irene Leticia Putri Novena

Program Studi Psikologi

Fakultas Psikologi

Universitas Sanata Dharma

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran efikasi diri akademik

dalam pelajaran matematika, gambaran tentang orang dengan efikasi diri akademik

dalam pelajaran matematika yang tinggi, dan faktor-faktor yang mempengaruhi efikasi

diri akademik dalam pelajaran matematik pada siswa kelas X SMA Pangudi Luhur

Yogyakarta. Efikasi diri akademik dalam pelajaran matematik merupakan keyakinan

individu bahwa mereka dapat berhasil melakukan tugas-tugas akademik dalam

pelajaran matematika yang diberikan pada tingkatan yang ditentukan. Jenis penelitian

ini adalah penelitian kualitatif. Responden penelitian ini merupakan siswa kelas X di

SMA Pangudi Luhur Yogyakarta yang berjumlah 128 orang. Pengambilan data

dilakukan dengan pendekatan induktif menggunakan kuesioner terbuka. Data dianalisis

dengan menggunakan Analisi Isi Kualitatif (AIK). Hasil penelitian ini menunjukkan

bahwa efikasi diri akademik dalam pelajaran matematika responden digambarkan

sebagai usaha yang diberikan terhadap tugas matematika sehingga mampu

menghasilkan prestasi sebagai bukti penguasaan tugas tersebut. Responden

menggambarkan orang dengan efikasi diri akademik dalam pelajaran matematika yang

tinggi sebagai seorang yang melakukan usaha terhadap suatu tugas matematika

sehingga memperoleh prestasi terbaiknya dan mampu membagikan ilmu yang telah

diperoleh dari tugas tersebut. Faktor-faktor yang mempengaruhi efikasi diri akademik

dalam pelajaran matematika responden adalah prestasi pada pelajaran matematika,

peran guru, dukungan orang terdekat, dan usaha yang diberikan pada tugas belajar

matematika.

Kata kunci: efikasi diri, efikasi diri akademik, efikasi diri akademik dalam pelajaran

matematika, siswa SMA

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 5: EFIKASI DIRI AKADEMIK DALAM PELAJARAN MATEMATIKA …

viii

ACADEMIC SELF-EFFICACY IN MATHEMATICS SUBJECT OF

STUDENTS 10th GRADE AT PANGUDI LUHUR YOGYAKARTA

SENIOR HIGH SCHOOL AND THE FACTORS THAT INFLUENCING

IT

Irene Leticia Putri Novena

Department of Psychology

Faculty of Psychology

Sanata Dharma University

ABSTRACT

This study aims to know the description of academic self-efficacy in

mathematics subject, description about people with high academic self-efficacy

in mathematics subject, and factors that influence academic self-efficacy in

mathematics subject of students class X Pangudi Luhur Yogyakarta Senior High

School. Academic self-efficacy in mathematics subject is an individual’s belief

that they can successfully carry out academic tasks in mathematics given at

specific levels. The type of this study is qualitative study. The respondents of

this study were 128 students of class X in Pangudi Luhur Senior High School

Yogyakarta. The data collected by using inductive approach within open-ended

questionnaire and were analyzed by using Qualitative Content Analysis. The

results of this study indicate that respondents’s academic self-efficacy in

mathematics subject is describe as an effort that is given to a mathematics task

so it’s produce achievement as the proof of task mastery. Respondents describe

people with high academic self-efficacy in mathematics subject as someone who

makes efforts towards a mathematics task to obtain the best achievement and

able to share the knowledge that has been obtained from a task. Factors that

influence the academic self-efficacy in mathematics subject of respondents are

achievement in mathematics subject, teacher role, support from closest people,

and effort that is given to a mathematics task.

Keyword: self-efficacy, academic self-efficacy, academic self-efficacy in mathematics subject,

Senior High School students

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 6: EFIKASI DIRI AKADEMIK DALAM PELAJARAN MATEMATIKA …

x

KATA PENGANTAR

Puji Syukur dan terimakasih kepada Tuhan Yesus Kristus atas segala

berkat, anugerah, kasih, dan penyertaan-Nya kepada penulis sehingga penulis

dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul Efikasi Diri Akademik Pada Remaja

Di Indonesia Dan Faktor-Faktor Yang Mempengaruhinya. Penelitian ini

disusun sebagai salah satu syarat memperoleh gelar Sarjana Psikologi di

Universitas Sanata Dharma.

Seluruh isi dalam skripsi ini penulis harap dapat berguna bagi

perkembangan bidang keilmuan psikologi secara umum, serta bagi pembaca

agar dapat menambah wawasan mengenai efikasi diri akademik. Penulis ingin

mengucapkan banyak terimakasih kepada seluruh pihak yang sudah terlibat,

ikut membantu dan mendukung penulis sehingga skripsi ini dapat selesai:

1. Dr. Titik Kristiyani, M.Psi., Psi., selaku Dekan Fakultas Psikologi,

Universitas Sanata Dharma, sekaligus sebagai Dosen Pembimbing

Skripsi. Terima kasih banyak atas waktu berharga yang diberikan

untuk berdiskusi dengan saya dan senantiasa memberikan

semangat dalam menyelesaikan skripsi ini.

2. Monica Eviandaru Madyaningrum, M.App., Ph. D., selaku Ketua

Program Studi, Fakultas Psikologi, Universitas Sanata Dharma.

3. Ratri Sunar Astuti, S.Psi., M.Si., Selaku Wakil Dekan Fakultas

Psikologi, Universitas Sanata Dharma.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 7: EFIKASI DIRI AKADEMIK DALAM PELAJARAN MATEMATIKA …

xi

4. Diana Permata Sari, M. Psi selaku Wakil Ketua Program Studi,

Fakultas Psikologi, Universitas Sanata Dharma.

5. Dr. Tarsisius Priyo Widiyanto, M. Si selaku Dosen Pembimbing

Akademik.

6. Segenap dosen dan staff karyawan Fakultas Psikologi Universitas

Sanata Dharma yang telah memberikan banyak ilmu, wawasan,

pengalaman, dan bantuan yang bermanfaat.

7. SMA Pangudi Luhur Yogyakarta yang telah bersedia membantu

dan memberikan kesempatan kepada saya dalam melaksanakan

penelitian ini.

8. Untuk keluargaku, Mami dan Papi yang senantiasa mendoakan,

mendukung dan memberikan kasih sayang setiap saat. Kakakku

tercinta, Kak Cici yang selalu mengingatkan dan memberikan

semangat dalam proses pengerjaan skripsi ini.

9. Sahabatku, Maisie, yang selalu mendengarkan ceritaku dan

menemaniku disaat senang maupun susah. Terima kasih karena

telah memberikan perhatian, semangat dan dukunganmu

kepadaku.

10. Teman-temanku, Shanti, Angga, Puspa, Inez, Prima, Vino, dan

Rico. Terima kasih karena telah mau menjadi teman mengerjakan

skripsi dan bermainku.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 8: EFIKASI DIRI AKADEMIK DALAM PELAJARAN MATEMATIKA …

xii

11. Untuk penyedia energi terbesarku, Ignasio De Loyola Dwi

Praptista Yossa. Terima kasih karena telah mau menjadi teman

diskusi, membantu proses pengerjaan skripsiku, sahabat cerita

bahagia dan keluh kesahku, pemberi semangat dan motivasi dalam

menyelesaikan skripsi ini.

Akhir kata, penulis berharap skripsi ini dapat menjadi berkat dan

berkontribusi bagi perkembangan ilmu Psikologi maupun segala pihak yang

membutuhkan untuk perkembangan dan kemajuannya. Penulis menyadari

skripsi ini memiliki banyak keterbatasan. Oleh karena itu, penulis dengan

terbuka menerima kritik dan saran yang dapat membangun karya ini menjadi

lebih baik lagi.

Yogyakarta, 01 Juli 2020

Penulis,

Irene Leticia Putri Novena

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 9: EFIKASI DIRI AKADEMIK DALAM PELAJARAN MATEMATIKA …

xiii

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ............................................................................................. i

HALAMAN PERSETUJUAN DOSEN PEMBIMBING .................................... ii

HALAMAN PENGESAHAN ............................................................................. iii

HALAMAN MOTTO ......................................................................................... iv

HALAMAN PERSEMBAHAN .......................................................................... v

HALAMAN PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ........................................ vi

ABSTRAK ......................................................................................................... vii

ABSTRACT ........................................................................................................ viii

HALAMAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH ...................... ix

KATA PENGANTAR ......................................................................................... x

DAFTAR ISI ..................................................................................................... xiii

DAFTAR TABEL ............................................................................................. xvi

DAFTAR GAMBAR ....................................................................................... xvii

DAFTAR LAMPIRAN ................................................................................... xviii

BAB I PENDAHULUAN .................................................................................... 1

A. Latar Belakang Masalah ............................................................................... 1

B. Rumusan Masalah....................................................................................... 13

C. Tujuan Penelitian ........................................................................................ 14

D. Manfaat Penelitian ...................................................................................... 14

BAB II TINJAUAN PUSTAKA ........................................................................ 16

A. Efikasi Diri Akademik dalam Pelajaran Matematika ................................. 16

1. Pengertian Efikasi Diri Akademik dalam Pelajaran Matematika ............ 16

2. Dimensi Efikasi Diri Akademik dalam Pelajaran Matematika ............... 17

3. Sumber Efikasi Diri ................................................................................. 19

B. Remaja Akhir .............................................................................................. 25

C. Kerangka Berpikir ...................................................................................... 27

D. Pertanyaan Penelitian ................................................................................. 32

BAB III METODE PENELITIAN..................................................................... 34

A. Jenis dan Desain Penelitian ........................................................................ 34

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 10: EFIKASI DIRI AKADEMIK DALAM PELAJARAN MATEMATIKA …

xiv

B. Fokus Penelitian ......................................................................................... 34

C. Responden Penelitian ................................................................................. 34

D. Teknik dan Alat Pengumpulan Data ........................................................... 35

E. Kredibilitas Penelitian ................................................................................ 37

F. Analisis dan Interpretasi Data..................................................................... 38

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN ........................................................... 40

A. Konteks Penelitian ...................................................................................... 40

B. Pelaksanaan Penelitian ............................................................................... 41

C. Hasil Penelitian ........................................................................................... 42

1. Gambaran efikasi diri akademik dalam pelajaran matematika pada

siswa kelas X di SMA Pangudi Luhur Yogyakarta berdasarkan

penilaian keyakinan pada kemampuan diri dalam pelajaran

matematika ............................................................................................... 43

2. Gambaran siswa kelas X di SMA Pangudi Luhur Yogyakarta

tentang orang yang memiliki efikasi diri akademik dalam

pelajaran matematika yang tinggi ............................................................ 52

3. Faktor-faktor yang mempengaruhi efikasi diri akademik dalam

pelajaran matematika pada siswa kelas X di SMA Pangudi Luhur

Yogyakarta ............................................................................................... 60

D. Pembahasan ................................................................................................ 68

1. Gambaran efikasi diri akademik dalam pelajaran matematika pada

siswa kelas X di SMA Pangudi Luhur Yogyakarta berdasarkan

penilaian keyakinan pada kemampuan diri ............................................. 68

2. Gambaran siswa kelas X di SMA Pangudi Luhur Yogyakarta

tentang orang yang memiliki efikasi diri akademik dalam

pelajaran matematika yang tinggi ............................................................ 72

3. Faktor-faktor yang mempengaruhi efikasi diri akademik dalam

pelajaran matematika pada siswa kelas X di SMA Pangudi Luhur

Yogyakarta ............................................................................................... 77

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN ............................................................. 84

A. Kesimpulan ................................................................................................. 84

1. Gambaran efikasi diri akademik dalam pelajaran matematika pada

siswa kelas X di SMA Pangudi Luhur Yogyakarta ................................. 84

2. Gambaran siswa kelas X di SMA Pangudi Luhur Yogyakarta

mengenai orang yang memiliki efikasi diri akademik dalam

pelajaran matematika yang tinggi ............................................................ 84

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 11: EFIKASI DIRI AKADEMIK DALAM PELAJARAN MATEMATIKA …

xv

3. Faktor-faktor yang mempengaruhi efikasi diri akademik dalam

pelajaran matematika pada siswa kelas X di SMA Pangudi Luhur

Yogyakarta ............................................................................................... 85

B. Keterbatasan Penelitian .............................................................................. 86

C. Saran ........................................................................................................... 87

1. Bagi siswa kelas X di SMA Pangudi Luhur Yogyakarta ........................ 87

2. Bagi guru ................................................................................................. 87

3. Bagi orangtua ........................................................................................... 88

DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................ 89

LAMPIRAN ....................................................................................................... 97

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 12: EFIKASI DIRI AKADEMIK DALAM PELAJARAN MATEMATIKA …

xvi

DAFTAR TABEL

Tabel 1. Pertanyaan dalam Kuesioner Terbuka ................................................ 36

Tabel 2. Deskripsi Jenis Kelamin Responden ................................................... 40

Tabel 3. Deskripsi Usia Responden .................................................................. 41

Tabel 4. Deskripsi Jurusan Responden ............................................................. 41

Tabel 5. Penilaian Mengenai Keyakinan pada Kemampuan Diri dibidang

Akademik dalam Pelajaran Matematika ........................................................... 43

Tabel 6. Uraian Gambaran Efikasi Diri Akademik dalam Pelajaran Matematika

pada Siswa Kelas X SMA Pangudi Luhur Yogyakarta .................................... 44

Tabel 7. Uraian Gambaran Siswa Kelas X SMA Pangudi Luhur

YogyakartaTentang Orang yang Memiliki Efikasi Diri Akademik dalam

Pelajaran Matematika yang Tinggi ................................................................... 53

Tabel 8. Uraian Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Efikasi Diri Akademik

dalam Pelajaran Matematika pada Siswa Kelas X SMA Pangudi Luhur

Yogyakarta ........................................................................................................ 60

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 13: EFIKASI DIRI AKADEMIK DALAM PELAJARAN MATEMATIKA …

xvii

DAFTAR GAMBAR

Gambar 1. Skema Penelitian Efikasi Diri Akademik dalam Pelajaran

Matematika ........................................................................................................ 32

Gambar 2. Gambaran Efikasi Diri Akademik dalam Pelajaran Matematika pada

Siswa Kelas X SMA Pangudi Luhur Yogyakarta .............................................. 52

Gambar 3. Gambaran Siswa Kelas X SMA Pangudi Luhur Yogyakarta Tentang

Orang yang Memiliki Efikasi Diri Akademik dalam Pelajaran Matematika yang

Tinggi ............................................................................................................... 59

Gambar 4. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Efikasi Diri Akademik dalam

Pelajaran Matematika pada Siswa Kelas X SMA Pangudi Luhur Yogyakarta 59

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 14: EFIKASI DIRI AKADEMIK DALAM PELAJARAN MATEMATIKA …

xviii

DAFTAR LAMPIRAN

Kuesioner Penelitian .......................................................................................... 97

Hasil Respon Kuesioner Penelitian .................................................................. 103

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 15: EFIKASI DIRI AKADEMIK DALAM PELAJARAN MATEMATIKA …

1

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Remaja merupakan periode perkembangan transisi dari masa kanak-

kanak hingga masa dewasa yang mencakup perubahan-perubahan biologis,

kognitif, dan sosial emosional (Santrock, 2012). Pada masa ini, individu akan

dihadapkan pada berbagai tugas perkembangan yang harus mereka penuhi.

Salah satu tugas perkembangan tersebut ialah menerima diri sendiri dan

memiliki keyakinan terhadap kemampuannya sendiri, seperti yang

dikemukakan oleh Kay (1968; dalam Yusuf, 2011). Keyakinan yang tinggi

bahwa dengan kemampuan yang dimilikinya dapat menyelesaikan tugas

tertentu menjadikan individu berupaya semaksimal mungkin pada

penyelesaian suatu tugas sehingga mampu memperoleh hasil terbaik.

Kendati penting untuk memiliki keyakinan pada kemampuan diri, pada

kenyataanya banyak remaja yang memiliki masalah terkait keyakinan mereka

pada kemampuan yang dimiliki. Salah satu contoh permasalahannya dapat

dilihat dari hasil penelitian tentang remaja SMA di Yogyakarta yang

memiliki tingkat keyakinan pada kemampuan diri yang termasuk dalam

kategori sedang (Kusrieni, 2014; Widanarti & Indati, 2002). Berdasarkan

hasil survei awal sederhana yang dilakukan oleh peneliti pada Juli 2019

kepada 10 siswa SMA di daerah Yogyakarta, didapatkan bahwa para siswa

merasa yakin dengan kemampuan akademiknya namun ragu-ragu untuk

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 16: EFIKASI DIRI AKADEMIK DALAM PELAJARAN MATEMATIKA …

2

mengungkapkan rasa keyakinan tersebut. Beberapa siswa mengaku pernah

tidak jujur ketika sebenarnya mereka mampu mengerjakan ujian namun

mengatakan bahwa tidak dapat mengerjakan ujian sewaktu ditanya teman

mereka. Hal ini mereka lakukan agar tidak dianggap sombong dan tidak

ingin ditanyai lebih lanjut karena masih belum yakin sepenuhnya dengan

jawaban yang diberikan. Berkaitan dengan hal tersebut, beberapa dari para

siswa ini mengungkapkan pernah memiliki pengalaman langsung dianggap

sombong karena menunjukkan hasil ujian mereka. Beberapa siswa lainnya

melihat pengalaman orang lain yang dijauhi karena dianggap sombong.

Sebagian siswa juga mengungkapkan bahwa mereka memilih untuk

tidak mengajukan diri dalam perlombaan meskipun mereka merasa yakin

dapat melakukannya dengan kemampuan yang dimiliki. Hal tersebut

dilakukan karena merasa minder dengan kemampuan yang dimiliki dan takut

akan mengecewakan orang lain jika nantinya kalah. Berdasarkan hasil survei

awal tersebut didapatkan bahwa para siswa cenderung menunjukkan sikap

dan perilaku merendah diri meskipun mereka merasa memiliki keyakinan

yang cukup tinggi pada kemampuan dirinya. Sikap merendah diri yang

ditampilkan oleh para siswa tersebut dikenal melekat pada masyarakat

dengan budaya Jawa.

Sikap dan pengalaman siswa mengenai keyakinan pada kemampuan diri

mereka tersebut didasarkan pada mata pelajaran yang dianggap sulit bagi

siswa. Dari hasil survei awal sederhana sebelumnya, sebagian besar siswa

mengatakan bahwa mereka merasa kesulitan dalam mata pelajaran

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 17: EFIKASI DIRI AKADEMIK DALAM PELAJARAN MATEMATIKA …

3

matematika. Matematika masih dianggap sebagai pelajaran yang menakutkan

dan cukup sulit bagi mereka. Hal ini juga dibuktikan dengan hasil Ujian

Nasional tahun 2019 yang menunjukkan bahwa nilai untuk pelajaran

matematika paling rendah jika dibandingkan dengan nilai pada mata

pelajaran lainnya pada tingkatan SMA. Hasil Ujian Nasional tahun 2019

untuk pelajaran matematika pada siswa SMA di Indonesia memperoleh rata-

rata sebesar 38,60 yang termasuk dalam kategori kurang. Hasil Ujian

Nasional pelajaran matematika tahun 2019 untuk provinsi Daerah Istimewa

Yogyakarta sendiri memperoleh rata-rata sebesar 50,86 yang juga termasuk

dalam kategori kurang (Pusat Penilaian Pendidikan Kementerian Pendidikan

dan Kebudayaan, 2019).

Hasil studi internasional dari Programme for International Student

Assessment (PISA) 2018 yang diselenggarakan oleh Organisation for

Economic Co-operation and Development (OECD) juga menunjukkan

bahwa kemampuan matematika siswa Indonesia masih dibawah rata-rata dari

standar OECD, yakni siswa Indonesia memperoleh skor kemampuan

matematika sebesar 379 sedangkan skor rata-rata OECD sebesar 487

(OECD, 2019). Dari hasil studi tersebut juga menunjukkan bahwa di

Indonesia sekitar 71% siswa tidak mencapai tingkat kompetensi minimum

matematika. Artinya masih banyak siswa Indonesia kesulitan dalam

menghadapi situasi yang membutuhkan kemampuan pemecahan masalah

menggunakan matematika (Kemendikbud, Badan Penelitian dan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 18: EFIKASI DIRI AKADEMIK DALAM PELAJARAN MATEMATIKA …

4

Pengembangan dan Perbukuan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan,

2019)

Hasil UN 2019 dan studi internasional mengenai kemampuan

matematika siswa Indonesia membuktikan bahwa matematika merupakan

pelajaran yang cukup sulit dikuasai bagi siswa di Indonesia. Matematika

merupakan ilmu tentang bilangan, hubungan antara bilangan, dan prosedur

operasional yang digunakan dalam penyelesaian masalah mengenai bilangan

(Kamus Besar Bahasa Indonesia, 2020). Cockroft (1986; dalam Shadiq,

2013) mengungkapkan bahwa matematika memiliki peran yang penting

sehingga akan sangat sulit atau tidaklah mungkin bagi seseorang untuk hidup

dibagian bumi ini pada abad ke-20 tanpa sedikitpun memanfaatkan

matematika. Banyaknya pemanfaatan matematika dalam kehidupan sehari-

hari menjadikan matematika sebagai salah satu ilmu penting yang wajib

dikuasai siswa di sekolah. Salah satu bukti penguasaan ilmu di sekolah oleh

siswa dapat ditunjukkan dengan prestasi yang diperolehnya. Meningkatkan

penguasaan matematika dengan memperoleh prestasi yang baik akan lebih

efektif dengan melakukan peningkatan keyakinan siswa pada kemampuan

diri mereka terutama dalam pelajaran matematika (Widyaninggar, 2014).

Maka dari itu, penting untuk mengetahui keyakinan pada kemampuan diri

dalam pelajaran matematika pada siswa dengan lebih jelas agar nantinya

dapat dilakukan upaya peningkatan dalam memperoleh prestasi belajar yang

memuaskan.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 19: EFIKASI DIRI AKADEMIK DALAM PELAJARAN MATEMATIKA …

5

Keyakinan individu pada kemampuannya dalam mengerjakan atau

melakukan suatu hal dikenal sebagai efikasi diri (self-efficacy). Bandura

(2001; dalam Feist & Feist, 2010) mendefinisikan efikasi diri sebagai

keyakinan seseorang dalam kemampuannya untuk melakukan suatu bentuk

kontrol terhadap keberfungsian orang itu sendiri dan kejadian dalam

lingkungan. Keyakinan individu pada kemampuan mereka dalam bidang

akademik dikenal dengan istilah efikasi diri akademik. Efikasi diri akademik

dalam pelajaran matematika merujuk pada keyakinan individu bahwa mereka

dapat berhasil melakukan tugas-tugas akademik dalam pelajaran matematika

yang diberikan pada tingkatan yang ditentukan (Schunk, 1991). Konsep

efikasi diri akademik dalam pelajaran matematika dapat digunakan untuk

melihat bagaimana siswa menggambarkan keyakinan mereka pada

kemampuannya dalam pelajaran matematika.

Efikasi diri memiliki banyak manfaat dalam perkembangan diri

individu. Menurut Bandura (1994; dalam Friedman & Schustack, 2006),

efikasi diri menentukan perilaku individu yang akan ditampilkan, seberapa

kuat individu tersebut dapat bertahan dalam menghadapi kesulitan atau

kegagalan, dan bagaimana suatu kesuksesan atau kegagalan mempengaruhi

perilaku individu di masa depan. Efikasi diri akademik juga dapat

mempengaruhi motivasi diri akademik pada individu (Bedel, 2014; Krietner

& Kinicki, 2007; Wahyuni, 2013). Widyaninggar (2014) mengungkapkan

bahwa meningkatnya prestasi belajar akan lebih efektif jika melakukan

peningkatan pada efikasi diri siswa.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 20: EFIKASI DIRI AKADEMIK DALAM PELAJARAN MATEMATIKA …

6

Dalam bidang akademik, efikasi diri yang tinggi berperan dalam

menurunkan perilaku negatif individu seperti menyontek dan menunda

pekerjaan atau prokrastinasi. Pudjiastuti (2012) menyatakan bahwa seseorang

dengan efikasi diri yang tinggi memiliki kecenderungan perilaku menyontek

yang rendah begitu pula sebaliknya. Efikasi diri dapat pula memengaruhi

tingkat prokrastinasi, individu dengan efikasi diri yang tinggi cenderung

memiliki tingkat prokrastinasi yang rendah dan sebaliknya (Sandra & Djalali,

2013). Hal ini didukung oleh penelitian dari Malkoc dan Mutlu (2018) yang

menemukan bahwa efikasi diri akademik berperan sebagai prediktor dari

prokrastinasi akademik pada mahasiswa di Turki. Efikasi diri juga memiliki

peranan dalam mempersiapkan diri individu terhadap masa mendatang.

Menurut Yilmaz (2018) efikasi diri yang tinggi dapat menurunkan tingkat

ketakutan untuk sukses (fear of success) pada seseorang. Efikasi diri yang

tinggi juga dapat menunjukkan kepuasan kerja yang tinggi pada seseorang

dan sebaliknya (Turkoglu et al., 2017).

Efikasi diri juga memiliki peranan dalam regulasi emosi, depresi, dan

resiliensi pada diri individu. Wahyuni (2013) menyatakan bahwa efikasi diri

memiliki peran penting karena dapat memengaruhi regulasi emosi yang

dimiliki seseorang. Efikasi diri yang tinggi juga mampu menurunkan tingkat

depresi pada individu (Florensa, Keliat, & Wardani, 2016). Aziz dan

Noviekayati (2016) menunjukkan bahwa individu dengan efikasi diri yang

tinggi cenderung memiliki resiliensi yang tinggi begitu pula sebaliknya.

Penelitian yang telah dipaparkan diatas menunjukkan pentingnya efikasi diri

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 21: EFIKASI DIRI AKADEMIK DALAM PELAJARAN MATEMATIKA …

7

individu karena dapat memberikan pengaruh pada berbagai aspek untuk

perkembangan diri lainnya.

Tingkat efikasi diri seseorang dapat dipengaruhi oleh berbagai hal dari

luar maupun dalam diri orang tersebut. Beberapa hal yang dapat

memengaruhi efikasi diri dari dalam diri individu ialah kesejahteraan

psikologis atau psychological well-being (Pambejang & Siswati, 2017).

Pemberian pelatihan berpikir positif secara efektif juga dapat meningkatkan

efikasi diri seseorang (Dwitantyanov, Hidayati, & Sawitri, 2010). Selain itu,

kecerdasan emosi (emotional intelligence) seseorang dapat menjadi salah

satu prediktor tinggi-rendahnya efikasi diri yang dimilikinya (Sahin, 2017).

Beberapa faktor dari luar individu yang dapat memengaruhi efikasi diri ialah

dukungan orangtua, semakin tinggi dukungan orangtua yang diterima siswa

maka semakin tinggi tingkat efikasi diri yang dimiliki siswa dan sebaliknya

(Arumsari & Ariati, 2018). Widiyanti dan Marheni (2013) menyatakan

bahwa tipe pola asuh orangtua dapat pula memengaruhi efikasi diri

seseorang. Selain itu, pemberian konseling secara berkelompok juga dapat

memberikan pengaruh dalam meningkatkan efikasi diri siswa dari luar diri

individu (Widaryati, 2013).

Penelitian yang berkaitan dengan efikasi diri dan efikasi diri akademik

dalam pelajaran matematika pada siswa di Indonesia sebelumnya telah

beberapa kali dilakukan. Salah satunya adalah penelitian yang dilakukan oleh

Widanarti dan Indati (2002) yang menguji hubungan antara dukungan sosial

keluarga dengan efikasi diri remaja di SMU Negeri 9 Yogyakarta. Hasil dari

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 22: EFIKASI DIRI AKADEMIK DALAM PELAJARAN MATEMATIKA …

8

penelitian tersebut menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan

antara dukungan sosial keluarga dengan efikasi diri pada remaja. Penelitian

lain dilakukan oleh Nanda dan Widodo (2015) yang bertujuan untuk menguji

hubungan antara school well-being dengan efikasi diri pada siswa kelas XII

SMK Yayasan Pharmasi Semarang. Hasil dari penelitian tersebut

menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara

school well-being dengan efikasi diri pada siswa. Prihastyanti dan Sawitri

(2018) melakukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui hubungan

antara dukungan guru dengan efikasi diri akademik siswa SMA Semesta

Semarang yang tinggal di asrama. Hasil penelitian tersebut menunjukkan

bahwa terdapat hubungan yang positif antara dukungan guru dengan efikasi

diri akademik siswa. Penelitian lain dilakukan oleh Kusrieni (2014)

bertujuan untuk mengetahui hubungan antara efikasi diri dengan perilaku

mencontek pada siswa kelas X SMA Negeri 4 Yogyakarta. Hasil penelitian

menunjukkan bahwa terdapat hubungan negatif antara efikasi diri dengan

perilaku mencontek siswa. Anggraini, Wahyuni, dan Soejanto (2017)

melakukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui hubungan antara

efikasi diri dengan resiliensi menghadapi ujian pada siswa kelas XII SMA N

1 Trawas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang

positif antara efikasi diri dengan resiliensi siswa.

Penelitian lain mengenai efikasi diri dilakukan oleh Setiobudi (2017)

yang meneliti pengaruh efikasi diri terhadap pengambilan keputusan karir

pada siswa kelas XII SMA Negeri 1 Kalasan. Hasil dari penelitian tersebut

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 23: EFIKASI DIRI AKADEMIK DALAM PELAJARAN MATEMATIKA …

9

menunjukkan bahwa efikasi diri memiliki pengaruh yang positif dan

signifikan terhadap pengambilan keputusan karir pada siswa dalam

penelitian. Rokhimah (2014) melakukan penelitian yang bertujuan untuk

melihat adanya pengaruh antara dukungan sosial dan efikasi diri terhadap

minat melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi pada siswa SMA Negeri 1

Tenggarong. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh positif

yang signifikan antara dukungan sosial dan efikasi diri terhadap minat

melanjutkan pendidikan. Penelitian lain dilakukan oleh Nurlaila (2011) yang

bertujuan untuk mengetahui pengaruh pelatihan efikasi diri dalam

menurunkan kecemasan pada siswa yang akan menghadapi Ujian Akhir

Nasional. Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa siswa yang

mendapat pelatihan efikasi diri secara signifikan menunjukkan ada

penurunan kecemasan dalam menghadapi Ujian Akhir Nasional.

Penelitian mengenai efikasi diri akademik dalam pelajaran matematika

yang dilakukan oleh Ulfah dan Listiara (2017) bertujuan untuk mengetahui

hubungan orientasi tujuan penguasaan dan berpikir positif dengan efikasi diri

akademik dalam pelajaran matematika pada siswa kelas XI dan XII SMA

Mardisiswa Semarang. Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa

terdapat hubungan positif dan signifikan antara orientasi tujuan penguasaan

dan efikasi diri akademik dalam pelajaran matematika pada responden.

Selain itu, hasil yang didapatkan juga menunjukkan bahwa terdapat

hubungan positif dan signifikan antara berpikir positif dan efikasi diri

akademik dalam pelajaran matematika pada responden penelitian.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 24: EFIKASI DIRI AKADEMIK DALAM PELAJARAN MATEMATIKA …

10

Pada beberapa penelitian sebelumnya hanya membahas mengenai

tingkat efikasi diri dan efikasi diri akademik dalam pelajaran matematika

yang kemudian dikaitkan dengan variabel lain. Teori efikasi diri akademik

yang digunakan lahir dan berkembang di budaya barat, sedangkan penelitian-

penelitian tersebut dilakukan kepada siswa di Indonesia yang memiliki

perbedaan budaya dengan tempat asal teori efikasi diri akademik dalam

pelajaran matematika berkembang karena Indonesia menganut budaya timur.

Perbedaan budaya tersebut memungkinkan konsep efikasi diri akademik

yang berasal dari budaya barat kurang sesuai untuk digunakan dalam

menggambarkan efikasi diri akademik dalam pelajaran matematika pada

siswa dengan budaya timur.

Park dan beberapa peneliti lainnya (2004; dalam Kim, Yang, & Hwang,

2010) mengungkapkan bahwa teori-teori psikologi yang ada mengalami

kesulitan dalam menjelaskan konsep-konsep yang bersifat pribumi, salah

satunya pada prestasi akademik siswa-siswa Asia Timur. Kim, Triandis,

Kagitcibasi, Choi dan Yoon (1994; dalam Kim, Yang, & Hwang, 2010)

mengungkapkan bahwa hal tersebut dikarenakan teori psikologi didasarkan

pada nilai-nilai individualistis yang mencerminkan budaya Barat. Pernyataan

tersebut juga didukung oleh Kim dan Berry (1993; dalam Kim, Yang, &

Hwang, 2010) yang mengungkapkan bahwa banyak ahli beranggapan teori-

teori psikologi merefleksikan nilai-nilai, tujuan, dan isu-isu Amerika Serikat

dan bahwa mereka tidak dapat digeneralisasikan pada masyarakat-

masyarakat lainnya.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 25: EFIKASI DIRI AKADEMIK DALAM PELAJARAN MATEMATIKA …

11

Indonesia sebagai negara yang menganut budaya timur memiliki

berbagai tradisi dan budaya yang berbeda dengan budaya barat. Salah satu

budaya yang ada di Indonesia adalah budaya Jawa yang memiliki cakupan

sangat luas. Masyakarat pada budaya Jawa memiliki beragam tradisi dan

ajaran-ajaran yang dipegang teguh sebagai pedoman hidup dan mengatur

tingkah laku mereka dalam kehidupan sehari-hari. Salah satunya adalah

budaya “andhap asor” yang memiliki arti rendah hati dan berfungsi sebagai

pedoman masyarakat Jawa dalam berpola pikir, bersikap, dan berperilaku

rendah hati (Sumodiningrat & Wulandari, 2014). Sikap dan perilaku rendah

hati pada seseorang dikenali sebagai ciri khas pada masyarakat Jawa. Budaya

rendah hati mengajarkan masyarakat untuk menjadi pribadi yang tidak

menyombongkan yang dimilikinya, melainkan merendah dan menjadi

sesederhana mungkin. Merendah juga dalam hal kemampuan yang dirinya

miliki, termasuk dalam kemampuan dibidang akademik seperti pelajaran

matematika yang diteliti dalam penelitian ini. Budaya rendah hati ini tidak

ditemukan pada masyarakat dengan budaya barat terutama tempat lahir dan

berkembangnya teori efikasi diri.

Berdasarkan hal tersebut, budaya merendah diri memiliki kemungkinan

dapat muncul dan berperan pada efikasi diri akademik dalam pelajaran

matematika seseorang. Konsep efikasi diri akademik dalam pelajaran

matematika pada individu dengan budaya rendah hati tersebut dapat

memiliki perbedaan dengan konsep efikasi diri akademik dalam pelajaran

matematika yang berasal dari teori budaya Barat yang tidak memiliki budaya

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 26: EFIKASI DIRI AKADEMIK DALAM PELAJARAN MATEMATIKA …

12

rendah hati. Penelitian untuk mengungkapkan efikasi diri akademik dalam

pelajaran matematika menggunakan teori yang berasal dari budaya Barat

akan kurang sesuai untuk diterapkan pada individu yang hidup dengan

budaya di Indonesia seperti budaya rendah hati dari Jawa. Maka dari itu,

peneliti ingin melakukan eksplorasi mengenai gambaran efikasi diri

akademik dalam pelajaran matematika pada remaja di Yogyakarta untuk

melihat dan mengetahui konsep efikasi diri akademik dalam pelajaran

matematika yang ada pada siswa-siswa tersebut dengan lebih jelas. Kota

Yogyakarta dipilih karena merupakan salah satu wilayah dengan budaya

Jawa dan dikenal kental serta lekat dengan ajaran-ajaran budaya daerahnya

seperti budaya rendah hati juga. Remaja yang tinggal di Jawa seperti kota

Yogyakarta, diasumsikan telah menghidupi nilai-nilai budaya Jawa dalam

kehidupan kesehariannya. Pada penelitian ini, peneliti memilih salah satu

SMA di Yogyakarta yaitu SMA Pangudi Luhur Yogyakarta sebagai sampel

dari remaja di Yogyakarta. Penelitian ini juga ingin mencari tahu mengenai

faktor-faktor yang dapat mempengaruhi efikasi diri akademik dalam

pelajaran matematika pada remaja di Yogyakarta. Identifikasi faktor-faktor

yang mempengaruhi tersebut nantinya akan dapat digunakan untuk

membantu para siswa, sekolah, dan pihak yang berkaitan dalam

meningkatkan efikasi diri akademik dalam pelajaran matematika yang

dimiliki siswa.

Berdasarkan hasil konsep akhir yang telah ditemukan nantinya dapat

dilihat mengenai kemungkinan terdapatnya konsep yang bertentangan atau

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 27: EFIKASI DIRI AKADEMIK DALAM PELAJARAN MATEMATIKA …

13

berbeda dan kesamaannya antara konsep efikasi diri akademik dalam

pelajaran matematika yang didapatkan dari remaja di Yogyakarta dengan

konsep efikasi diri akademik dalam pelajaran matematika dari teori yang

sudah ada.

Penelitian ini memiliki nilai yang penting untuk dilakukan agar

mendapatkan gambaran konsep efikasi diri akademik dalam pelajaran

matematika yang jelas dan tepat pada remaja di Yogyakarta. Penting pula

untuk mencari tahu mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi efikasi diri

akademik dalam pelajaran matematika pada remaja di Yogyakarta. Hal ini

karena dengan mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi efikasi diri

akademik dalam pelajaran matematika, upaya-upaya untuk meningkatkan

efikasi diri akademik dalam pelajaran matematika akan semakin jelas

terutama pada siswa di SMA Pangudi Luhur Yogyakarta. Penelitian ini

berfokus pada efikasi diri akademik dalam pelajaran matematika pada siswa

di SMA Pangudi Luhur Yogyakarta. Efikasi diri akademik dapat

dipengaruhi oleh sifat mata pelajaran, sehingga tingkatnya bisa berbeda-

beda untuk mata pelajaran yang berbeda.

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan uraian tersebut, maka pertanyaan yang ingin dijawab pada

penelitian ini adalah:

1. Bagaimana gambaran efikasi diri akademik dalam pelajaran matematika

pada siswa di SMA Pangudi Luhur Yogyakarta?

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 28: EFIKASI DIRI AKADEMIK DALAM PELAJARAN MATEMATIKA …

14

2. Bagaimana siswa di SMA Pangudi Luhur Yogyakarta memberi makna

pada siswa yang memiliki efikasi diri akademik dalam pelajaran

matematika yang tinggi?

3. Faktor-faktor apakah yang mempengaruhi efikasi diri akademik dalam

pelajaran matematika pada siswa di SMA Pangudi Luhur Yogyakarta?

C. Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapat gambaran mengenai

konsep efikasi diri akademik dalam pelajaran matematika pada siswa SMA

Pangudi Luhur Yogyakarta dan faktor-faktor yang mempengaruhinya.

D. Manfaat Penelitian

1. Manfaat Teoretis

Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi landasan dalam

pengembangan konsep tentang efikasi diri akademik dalam pelajaran

matematika pada siswa di Indonesia yang memiliki beragam budaya.

2. Manfaat Praktis

Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat:

a. Bagi penulis

Dapat menambah wawasan tentang gambaran konsep efikasi diri

akademik dalam pelajaran matematika pada siswa SMA Pangudi

Luhur Yogyakarta.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 29: EFIKASI DIRI AKADEMIK DALAM PELAJARAN MATEMATIKA …

15

b. Bagi siswa SMA Pangudi Luhur Yogyakarta

Siswa SMA Pangudi Luhur Yogyakarta sebagai subyek

penelitian diharapkan dapat menyadari dan memahami pentingnya

efikasi diri akademik dalam pelajaran matematika dengan mengenal

konsep efikasi diri akademik dalam pelajaran matematika yang

didapatkan dari penelitian ini.

c. Bagi orangtua

Orangtua diharapkan dapat menyadari dan membantu dalam

meningkatkan efikasi diri akademik dalam pelajaran matematika

anak melalui faktor-faktor yang memengaruhi efikasi diri akademik

dalam pelajaran matematika pada siswa SMA Pangudi Luhur

Yogyakarta.

d. Bagi sekolah

Sekolah sebagai pihak terkait dapat membantu dalam

meningkatkan efikasi diri akademik dalam pelajaran matematika

pada siswa di sekolah melalui pemahaman konsep dan faktor-faktor

yang memengaruhi efikasi diri akademik dalam pelajaran

matematika yang didapatkan dari penelitian ini.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 30: EFIKASI DIRI AKADEMIK DALAM PELAJARAN MATEMATIKA …

16

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

A. Efikasi Diri Akademik dalam Pelajaran Matematika

1. Pengertian Efikasi Diri Akademik dalam Pelajaran Matematika

Keyakinan pada kemampuan diri dikenal dengan istilah efikasi diri

atau self-efficacy. Bandura (2001) mendefinisikan efikasi diri sebagai

keyakinan seseorang pada kemampuannya untuk melakukan suatu bentuk

kontrol terhadap keberfungsian orang itu sendiri dan kejadian dalam

lingkungan. Hal yang hampir serupa dikemukakan oleh Baron dan Byrne

(2005; dalam Ghufron & Risnawati, 2010) yang menyatakan bahwa

efikasi diri merupakan evaluasi seseorang mengenai kemampuan atau

kompetensi dirinya untuk melakukan suatu tugas, mencapai tujuan, dan

mengatasi hambatan. Disamping itu, Reivich dan Shatte (2002)

mengungkapkan bahwa efikasi diri merupakan perasaan bahwa kita

efektif di dunia. Hal ini mewakili keyakinan bahwa kita dapat

memecahkan masalah yang mungkin kita alami dan kemampuan kita

untuk berhasil. Efikasi diri akademik dalam pelajaran matematika

merujuk pada keyakinan individu bahwa mereka dapat berhasil

melakukan tugas-tugas akademik dalam pelajaran matematika yang

diberikan pada tingkatan yang ditentukan (Schunk, 1991). Menurut

Pajares (2002; dalam Malkoc & Mutlu, 2018) efikasi diri akademik

dalam pelajaran matematika dapat diartikan sebagai pemikiran mengenai

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 31: EFIKASI DIRI AKADEMIK DALAM PELAJARAN MATEMATIKA …

17

keyakinan pribadi siswa pada kemampuannya untuk mencapai tugas-

tugas akademik dalam pelajaran matematika pada tingkat yang telah

diharapkan.

Berdasarkan definisi yang telah dikemukakan dari beberapa tokoh

sebelumnya, peneliti beracuan pada dua definisi yaitu definisi efikasi diri

yang dikemukakan oleh Bandura dan definisi efikasi diri akademik dalam

pelajaran matematika oleh Schunk. Bandura mengemukakan bahwa

efikasi diri merupakan keyakinan seseorang pada kemampuannya untuk

melakukan suatu bentuk kontrol terhadap keberfungsian orang itu sendiri

dan kejadian dalam lingkungan. Efikasi diri akademik dalam pelajaran

matematika yang dikemukakan oleh Schunk yaitu keyakinan individu

bahwa mereka dapat berhasil melakukan tugas-tugas akademik dalam

pelajaran matematika yang diberikan pada tingkatan yang ditentukan.

2. Dimensi Efikasi Diri Akademik dalam Pelajaran Matematika

Bandura (1997; dalam Ghufron & Risnawati, 2010) menyatakan

bahwa efikasi diri antara satu individu dengan yang lain akan berbeda

berdasarkan tiga dimensi berikut;

a. Dimensi tingkat (Level)

Dimensi level berkaitan dengan derajat kesulitan tugas yang

dirasa mampu untuk dikerjakan oleh individu. Efikasi personal yang

dirasakan tiap individu terbatas pada tuntutan tugas yang sederhana,

tuntutan yang cukup sulit, atau termasuk tuntutan kinerja yang paling

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 32: EFIKASI DIRI AKADEMIK DALAM PELAJARAN MATEMATIKA …

18

membebani pada bidang tertentu. Rentang kemampuan seseorang

dapat diukur melalui tingkat tuntutan tugas yang dapat

menggambarkan derajat atau kesulitan yang beragam untuk

keberhasilan kinerja (Bandura, 1997). Dimensi ini memiliki

keterlibatan terhadap pemilihan tingkah laku yang akan dilakukan

atau dihindari oleh seseorang. Individu akan mencoba tingkah laku

yang dirasa mampu untuk dilakukannya dan menghindari tingkah

laku yang berada di luar batas kemampuan yang dirasakannya.

b. Dimensi Kekuatan (Strength)

Dimensi strength berkaitan dengan tingkat kekuatan dari

keyakinan individu mengenai kemampuannya. Kekuatan dari efikasi

diri yang dirasakan seharusnya tidak terkait pada pemilihan tingkah

laku individu. Semakin kuat efikasi diri yang dirasakan, semakin

besar ketekunan dan semakin tinggi kemungkinan bahwa aktivitas

yang dipilih akan berhasil dilakukan (Bandura, 1997). Dimensi ini

biasanya berkaitan langsung dengan dimensi level, semakin tinggi

taraf kesulitan suatu tugas maka semakin lemah keyakinan yang

dirasakan untuk dapat menyelesaikannya.

c. Dimensi Generalisasi (Generality)

Dimensi generality berkaitan dengan luas bidang tingkah laku

yang mana individu merasa yakin akan kemampuannya. Generality

dapat berubah pada dimensi yang berbeda, termasuk tingkat

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 33: EFIKASI DIRI AKADEMIK DALAM PELAJARAN MATEMATIKA …

19

kemiripan aktivitas, modalitas dimana kemampuan diungkapkan

(perilaku, kognitif, afektif), segi kualitatif dari situasi, dan

karakteristik individu terhadap siapa perilaku diarahkan. Penilaian

terhadap bidang aktivitas dan konteks situasi mengungkapkan pola

dan tingkat generalisasi dari keyakinan individu pada kemampuannya

(Bandura, 1997).

3. Sumber Efikasi Diri

Bandura (1997; dalam Feist & Feist, 2010) mengungkapkan bahwa

efikasi diri terbentuk melalui empat sumber utama dari informasi: (1)

pengalaman menguasai sesuatu (mastery experience), (2) pengalaman

orang lain (social modeling/ vicarious experience), (3) persuasi sosial

(social persuasion), (4) kondisi fisik dan emosional (physiological and

affective states).

a. Pengalaman menguasai sesuatu (mastery experience)

Pengalaman menguasai merupakan sumber yang paling

berpengaruh pada efikasi diri karena mengandung bukti yang jelas

mengenai pengambilan tindakan individu untuk berhasil (Bandura,

1997). Kinerja masa lalu yang berhasil dapat meningkatkan harapan

pada kemampuan individu, sedangkan kegagalan cenderung dapat

menurunkannya (Feist & Feist, 2010). Hal ini menimbul beberapa

dampak, sebagai berikut:

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 34: EFIKASI DIRI AKADEMIK DALAM PELAJARAN MATEMATIKA …

20

1) Kinerja yang berhasil akan meningkatkan efikasi diri secara

proporsional dengan kesulitan dari tugas yang berkaitan.

2) Penyelesaian tugas oleh diri sendiri lebih efektif dibandingkan

dengan bantuan orang lain.

3) Kegagalan ketika telah memberikan usaha terbaik akan sangat

menurunkan efikasi diri.

4) Kegagalan dalam kondisi tertekan secara emosi tidak terlalu

merugikan diri dibandingkan kegagalan dalam kondisi

maksimal.

5) Kegagalan sebelum menetapkan rasa menguasai sesuatu lebih

berpengaruh buruk pada efikasi diri.

6) Kegagalan terjadi kadang memiliki dampak yang sedikit pada

efikasi diri.

b. Pengalaman orang lain (social modeling/ vicarious experience)

Efikasi diri meningkat saat kita mengamati pencapaian orang

lain yang memiliki kompetensi yang setara, namun akan berkurang

ketika kita melihat rekan yang gagal. Dampak dari social modeling

tidak sekuat dampak yang diberikan oleh pengalaman menguasai

sesuatu dalam meningkatkan efikasi diri, namun dapat memberikan

dampak yang kuat ketika memperhatikan penurunan efikasi diri

(Feist & Feist, 2010).

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 35: EFIKASI DIRI AKADEMIK DALAM PELAJARAN MATEMATIKA …

21

c. Persuasi sosial (social persuasion)

Persuasi dari orang lain dapat meningkatkan atau menurunkan

efikasi diri. kata-kata atau kritik dari sumber yang terpercaya

memiliki daya yang lebih efektif dibandingkan kritik yang berasal

dari sumber yang tidak terpercaya. Persuasi sosial dapat menjadi

lebih efektif dalam meningkatkan efikasi diri hanya jika kegiatan

yang ingin didukung untuk dicoba berada dalam jangkauan perilkau

individu. Bandura (1986; dalam Feist & Feist, 2010) berpendapat

bahwa daya yang lebih efektif dari sugesti untuk meningkatkan

efikasi diri berhubungan langsung dengan status dan otoritas yang

dipersepsikan dari orang yang melakukan persuasi. Persuasi dapat

meyakinkan individu untuk berusaha dan jika kinerjanya berhasil,

baik pencapaian maupun penghargaan verbal yang mengikutinya

akan meningkatkan efikasi diri dimasa mendatang.

d. Kondisi fisik dan emosional (physiological and affective states)

Dalam penilaian kemampuan, individu mengandalkan sebagian

informasi somatic yang disampaikan oleh keadaan fisik dan

emosional. Indikator fisiologis pada efikasi memainkan peranan

yang sangat berpengaruh dalam fungsi kesehatan dan kegiatan yang

membutuhkan kekuatan dan stamina. Kondisi emosi memiliki efek

umum yang luas pada keyakinan pada kemampuan diri dalam

berbagai bidang (Bandura, 1997). Emosi yang kuat biasanya dapat

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 36: EFIKASI DIRI AKADEMIK DALAM PELAJARAN MATEMATIKA …

22

mengurangi kinerja, sehingga ketika individu mengalami ketakutan

yang kuat, kecemasan akut, atau tingkat stress yang tinggi,

kemungkinan akan memiliki pengharapan efikasi yang rendah.

Penelitian mengenai faktor yang mempengaruhi efikasi diri telah

dilakukan oleh Hassan, Hossain, dan Islam (2014) yang meneliti tentang

hubungan efikasi diri dengan kinerja akademik serta faktor-faktor yang

mempengaruhi efikasi diri. Penelitian yang dilakukan pada siswa jurusan

politeknik di salah satu universitas di Malaysia tersebut menunjukkan

bahwa variabel bebas dalam penelitian tersebut yaitu mastery experience,

vicarious experience, verbal persuasion, dan psychology arousal yang

juga merupakan empat sumber efikasi diri yang dikemukakan oleh

Bandura telah mewakili 67,9% dari total variabel yang mempengaruhi

efikasi diri. Hassan, Hossain, dan Islam (2014) menilai bahwa secara

keseluruhan, penelitian tersebut telah mampu mengungkapkan hasil

terbaiknya mengenai hubungan efikasi diri dengan faktor yang

mempengaruhinya karena hasil tersebut juga didukung dengan literasi

yang ada dan penelitian-penelitian sebelumnya.

Penelitian lain mengenai faktor yang mempengaruhi efikasi diri juga

dilakukan oleh Dinther, Dochy, dan Segers (2011) dengan meneliti

berbagai literasi empiris mengenai peran efikasi diri dalam bidang

pendidikan untuk mendapatkan faktor-faktor yang dapat mempengaruhi

efikasi diri siswa pada jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Hasil dari

penelitian tersebut mengungkapkan bahwa program-program dalam

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 37: EFIKASI DIRI AKADEMIK DALAM PELAJARAN MATEMATIKA …

23

pendidikan memiliki kemungkinan untuk dapat meningkatkan efikasi diri

siswa terutama program pendidikan yang beracuan pada teori kognitif

sosial. Pada penelitian ini, dari sekian banyak faktor yang ada didapatkan

empat faktor yang terukur, signifikan, dan berkaitan dengan sumber

efikasi diri menurut teori kognitif sosial. Keempat faktor tersebut ialah

sebagai berikut:

a. Pandangan siswa pada kemajuan diri

Schunk dan Ertmer (1999; dalam Dinther, Dochy, & Segers,

2011) menemukan bahwa kesempatan untuk melakukan evaluasi diri

secara sering, sebagai komponen pelengkap fase refleksi diri dalam

proses regulasi diri yang dikemukakan oleh Zimmerman, secara

signifikan dapat mempengaruhi efiksi diri siswa. Hasil tersebut

dihubungkan dengan teori kognitif sosial, menunjukkan bahwa bukan

kesempatan evaluasi diri yang dapat mempengaruhi efikasi diri siswa,

melainkan pandangan siswa pada kemajuan dirinya yang

bertanggungjawab untuk meningkatkan efikasi diri pada siswa.

b. Pelatihan konselor

Larson dkk (1999; dalam Dinther, Dochy, & Segers, 2011)

meneliti perbedaan pengaruh dari dua teknik pelatihan pra-praktis yaitu

rekaman video pada sesi konseling dan permainan peran dengan klien

palsu pada efikasi diri dalam bidang konseling. Menonton rekaman

video dimana model melakukan sesi konseling, memberikan pengaruh

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 38: EFIKASI DIRI AKADEMIK DALAM PELAJARAN MATEMATIKA …

24

yang sederhana namun secara seragam bermanfaat pada seluruh siswa

baru. Pengaruh dari intervensi permainan peran dimana siswa bertindak

sebagai konselor bersama dengan klien palsu, memiliki pengaruh yang

lebih stabil tergantung pada tingkat kesuksesan siswa baru. Larson dkk

menghubungkan hasil ini dengan teori kognitif sosial milik Bandura

dan mengungkapkan bahwa modelling mungkin akan sangat membantu

ketika ketrampilan tersebut kompleks dan siswa kurang terampil.

c. Tanggapan dari hasil kinerja

Daniels dan Larson (2001; dalam Dinther, Dochy, & Segers, 2011)

menunjukkan bahwa tanggapan positif dari kinerja palsu setelah

melakukan 10 menit sesi konseling palsu, secara signifikan

meningkatkan efikasi diri konseling pada siswa baru. Daniels dan

Larson berpendapat bahwa siswa baru tampaknya mengartikan

tanggapan palsu yang positif menjadi pengalaman penguasaan atau

mastery experience lebih dari pada tanggapan palsu yang negatif.

d. Mengamati model

Adams (2004; dalam Dinther, Dochy, & Segers, 2011) meneliti

tentang perbedaan pengaruh dari mengamati kinerja seminar pada rekan

sebaya dengan senior akademis, pada efikasi diri untuk presentasi

seminar siswa pascasarjana. Siswa yang mengamati rekan sebaya yang

tidak berpengalaman secara signifikan menunjukkan peningkatan

efikasi diri yang lebih besar daripada siswa yang mengamati kinerja

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 39: EFIKASI DIRI AKADEMIK DALAM PELAJARAN MATEMATIKA …

25

model yang berpengalaman, siswa tersebut secara statistik tidak

mengalami peningkatan yang signifikan pada efikasi diri untuk tugas-

tugasnya. Berdasarkan teori kognitif sosial, hal tersebut telah

diperkirakan bahwa kedua kelompok akan mengalami peningkatan pada

efikasi diri.

B. Remaja Akhir

Remaja merupakan suatu periode transisi dalam rentang kehidupan

manusia yang menjembatani masa kanak-kanak dengan masa dewasa

(Santrock, 2012). Menurut Papalia dan Feldman (2014) masa remaja

merupakan perubahan perkembangan antara masa anak dan masa dewasa

yang mengakibatkan perubahan fisik, kognitif, dan psikososial.

Masa remaja terbagi menjadi tiga yaitu masa remaja awal, masa remaja

madya, dan masa remaja akhir. Pada penelitian ini, peneliti berfokus pada

individu yang berada pada masa remaja akhir. Pemilihan remaja sebagai

responden penelitian didasarkan pada salah satu tugas perkembangan

dimasa remaja menurut Kay (1968; dalam Yusuf, 2011) yaitu individu

memiliki keyakinan pada kemampuan diri mereka. Pada masa remaja akhir,

individu akan semakin mantap pada fungsi intelek, mampu

menyeimbangkan kepentingan diri sendiri dengan orang lain, terbentuknya

identitas seksual yang tidak akan berubah lagi, memiliki ego dalam mencari

kesempatan dan pengalaman baru, dan menumbuhkan “dinding” yang

memisahkan pribadinya dengan masyarakat umum (Sarwono, 2011).

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 40: EFIKASI DIRI AKADEMIK DALAM PELAJARAN MATEMATIKA …

26

Papalia, Olds, & Feldman (2009) mengatakan bahwa masa remaja akhir

berada pada rentang usia 15 tahun sampai dengan awal dua puluhan.

Hurlock (2004; dalam Sarwono, 2011) dan Berk (2012) mengungkapkan

bahwa masa remaja akhir memiliki rentang usia 16 atau 17 sampai 18 tahun.

Menurut McDevitt dan Ormrod (2010) remaja akhir berlangsung pada

rentang usia 14-18 tahun. Sedangkan menurut WHO (1985; dalam Sarwono,

2011) menetapkan batasan untuk remaja akhir pada usia 15-20 tahun.

Berdasarkan uraian rentang usia masa remaja akhir yang dipaparkan oleh

beberapa tokoh, peneliti mengambil rentang usia untuk masa remaja akhir

yaitu 15 sampai 20 tahun.

Individu yang memasuki masa remaja memiliki tugas perkembangan

yang harus dipenuhinya. Tugas perkembangan remaja menurut William Kay

(1968; dalam Yusuf, 2011) sebagai berikut:

1. Menerima fisiknya sendiri berikut keragaman kualitasnya.

2. Mencapai kemandirian emosional dari orangtua atau figur-figur yang

mempunyai otoritas.

3. Mengembangkan keterampilan komunikasi interpersonal dan belajar

bergaul dengan teman sebaya atau orang lain, baik secara individual

maupun kelompok.

4. Menemukan manusia model yang dijadikan identitasnya.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 41: EFIKASI DIRI AKADEMIK DALAM PELAJARAN MATEMATIKA …

27

5. Menerima dirinya sendiri dan memiliki kepercayaan terhadap

kemampuannya sendiri.

6. Memperkuat self-control (kemampuan mengendalikan diri) atas dasar

skala nilai, prinsip-prinsip atau falsafah hidup (Weltanschauung).

7. Mampu meninggalkan reaksi dan penyesuaian diri (sikap/perilaku)

kekanak-kanakan.

C. Kerangka Berpikir

Seperti yang telah diungkapkan oleh William kay (1968; dalam

Yusuf, 2011), efikasi diri akademik dalam pelajaran matematika merupakan

salah satu hal penting bagi remaja dalam memenuhi tugas

perkembangannya. Selain itu, Bandura (1997; dalam Santrock, 2012) juga

telah mengungkapkan bahwa efikasi diri akademik dalam pelajaran

matematika merupakan faktor penting yang dapat menentukan keberhasilan

remaja. Efikasi diri akademik dalam pelajaran matematika seperti yang telah

diungkapkan oleh Bandura (2001) merupakan keyakinan seseorang pada

kemampuannya untuk melakukan suatu bentuk kontrol terhadap

keberfungsian orang itu sendiri dan kejadian dalam lingkungan dibidang

akademik. Bandura juga mengemukakan bahwa efikasi diri akademik dalam

pelajaran matematika memiliki empat sumber, salah satunya ialah persuasi

sosial yang sangat berkaitan dengan sugesti atau pengaruh dari individu

lain. Pada remaja, pemberian persuasi sosial akan memiliki pengaruh yang

kuat apabila berasal dari orangtua mereka sebagai orang terdekat dan figur

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 42: EFIKASI DIRI AKADEMIK DALAM PELAJARAN MATEMATIKA …

28

otoritas. Pada budaya di Jawa, individu juga menganggap orang yang lebih

tua dan orangtua sebagai seorang yang harus dihormati, nasehat dari orang

yang lebih tua sangat dihargai bahkan pendapat dari orang yang lebih tua

akan lebih dipertimbangkan dalam masyarakat.

Masyarakat Jawa memiliki nilai kehidupan yaitu “Sing Sapa Lali

Marang Wong Tuwa Prasasat Lali Marang Pangeran” yang memiliki

makna barang siapa lupa terhadap orang tua, seperti lupa kepada Tuhan

(Sumodiningrat & Wulandari, 2014). Dalam konsep tersebut, seseorang

diharapkan untuk selalu menghormati dan berbakti kepada orang tua sama

seperti hormat dan berbakti kepada Tuhan. Ketentuan untuk berbakti kepada

orang tua menempati posisi teratas dalam hal ketakwaan setelah ketentuan

untuk mengabdi kepada Tuhan (Sumodiningrat & Wulandari, 2014).

Sehingga kata-kata, kritik, nasehat, dan ajaran yang diberikan oleh orangtua

sangat memiliki pengaruh pada remaja yang tinggal dengan budaya Jawa.

Pemberian nasehat, kritik, dan ajaran pastinya akan dipengaruhi oleh

lingkungan atau budaya tempat tinggal orangtua mereka seperti budaya

Jawa. Orangtua yang menganut budaya Jawa akan memberikan ajaran untuk

menerapkan sikap dan perilaku yang menggambarkan indentitas orang Jawa

kepada anak mereka. Salah satunya ialah sikap rendah hati dan sopan santun

yang dikenal dengan istilah “Lembah Manah Lan Andhap Asor”. Hal

tersebut merupakan sikap utama, dalam kehidupan orang Jawa, semakin

tinggi kedudukan seseorang, semakin berilmu seseorang, ia juga dituntut

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 43: EFIKASI DIRI AKADEMIK DALAM PELAJARAN MATEMATIKA …

29

untuk semakin lembah manah lan andhap asor (Sumodiningrat &

Wulandari, 2014).

Teori Bandura mengenai pengalaman orang lain atau social

modeling juga merupakan salah satu sumber efikasi diri individu. Remaja

belajar membentuk pola pemikiran, perilaku, serta sikap dengan melihat

pengalaman yang dilakukan orang disekitarnya. Remaja yang tinggal di

lingkungan budaya Jawa mempelajari berbagai pengalaman orang

disekitarnya yang juga menerapkan nilai budaya Jawa dalam tindakan

keseharian mereka. Salah satunya ialah sikap rendah hati yang sudah

menjadi identitas orang Jawa sejak lama. Orang dengan budaya jawa sering

bersikap rendah hati di hadapan orang lain untuk menghindari menjadi

pribadi yang sombong. Hal ini terdapat dalam nasehat di budaya Jawa yaitu

“Ojo Adigang Adigung Adiguna” yang membahas tentang kebanggaan

berlebihan hingga menjadi sifat sombong. Ajaran tersebut memiliki makna

bahwa orang Jawa dilarang sombong dan membanggakan apa pun yang

menjadi milikinya, entah itu kekuasaan, kebesaran, hingga kepandaian

(Sumodiningrat & Wulandari, 2014). Hal tersebutlah yang juga dipelajari

oleh remaja dari orangtua maupun orang disekitarnya yang kemudian

diterapkan melalui perilaku dan dijadikannya sebagai identitas diri mereka

sebagai orang Jawa.

Yogyakarta merupakan salah satu kota dengan budaya Jawa yang

menerapkan budaya rendah hati dalam kehidupan masyarakatnya. Siswa

SMA Pangudi Luhur Yogyakarta dipilih dalam penelitian ini untuk dilihat

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 44: EFIKASI DIRI AKADEMIK DALAM PELAJARAN MATEMATIKA …

30

gambaran konsep efikasi diri akademik dalam pelajaran matematika yang

mereka miliki. Budaya rendah hati yang melekat dalam diri siswa SMA

Pangudi Luhur Yogyakarta memungkinkan memberikan pengaruh terhadap

penggambaran konsep efikasi diri akademik dalam pelajaran matematika

pada diri siswa-siswa tersebut. Budaya rendah hati ini tidak terdapat di

negara dengan budaya Barat termasuk tempat lahir dan berkembangnya

konsep efikasi diri akademik dalam pelajaran matematika.

Budaya yang berbeda tersebut memungkinkan adanya perbedaan siswa

SMA Pangudi Luhur Yogyakarta dalam menggambarkan efikasi diri

akademik dalam pelajaran matematika yang mereka miliki dengan konsep

efikasi diri akademik dalam pelajaran matematika dari teori yang sudah ada.

Dengan perbedaan budaya tersebut memungkinkan konsep efikasi diri

akademik dalam pelajaran matematika yang dikemukakan Bandura akan

kurang sesuai untuk diterapkan pada siswa SMA Pangudi Luhur

Yogyakarta. Tidak hanya budaya rendah hati, budaya-budaya lain di

Indonesia yang dijadikan sebagai identitas diri remaja juga memungkinkan

memiliki pengaruh dalam penggambaran efikasi diri akademik dalam

pelajaran matematika yang dimiliki. Maka penting untuk mengetahui

gambaran siswa SMA Pangudi Luhur Yogyakarta mengenai konsep efikasi

diri akademik dalam pelajaran matematika dan faktor-faktor yang

mempengaruhinya agar nantinya konsep tersebut dapat lebih sesuai untuk

diterapkan pada siswa SMA Pangudi Luhur Yogyakarta atau siswa-siswa

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 45: EFIKASI DIRI AKADEMIK DALAM PELAJARAN MATEMATIKA …

31

lain yang mungkin memiliki karakteristik yang sama sehingga dapat lebih

membantu mereka dalam memenuhi tugas perkembangannya.

Berdasarkan paparan tersebut, peneliti berasumsi bahwa budaya di

Indonesia salah satunya budaya rendah diri dari Jawa dapat memberikan

pengaruh pada penggambaran konsep efikasi diri akademik dalam pelajaran

matematika pada remaja yang tinggal di Jawa dan faktor-faktor yang

mempengaruhinya. Dari asumsi tersebut, peneliti ingin melakukan

penelitian untuk memperoleh konsep efikasi diri akademik dalam pelajaran

matematika pada siswa di SMA Pangudi Luhur Yogyakarta yang termasuk

dalam wilayah yang menerapkan budaya rendah hati. Nantinya dari hasil

yang didapatkan tersebut dapat dilihat konsep efikasi diri akademik dalam

pelajaran matematika yang ada pada siswa SMA Pangudi Luhur Yogyakarta

sehingga konsep tersebut diharapkan dapat lebih tepat untuk menjelaskan

mengenai efikasi diri akademik dalam pelajaran matematika pada siswa di

SMA Pangudi Luhur Yogyakarta maupun pada remaja di Yogyakarta. Hasil

temuan mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi efikasi diri akademik

dalam pelajaran matematika pada siswa SMA Pangudi Luhur Yogyakarta

nantinya dapat digunakan untuk membantu siswa, orangtua, dan sekolah

dalam upaya peningkatan efikasi diri akademik dalam pelajaran matematika

pada siswa di SMA Pangudi Luhur Yogyakarta.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 46: EFIKASI DIRI AKADEMIK DALAM PELAJARAN MATEMATIKA …

32

Gambar 1

Skema Penelitian Efikasi Diri Akademik dalam Pelajaran Matematika

D. Pertanyaan Penelitian

Berdasarkan permasalahan yang telah dipaparkan diatas, pertanyaan

dalam penelitian ini yaitu:

1. Bagaimana gambaran efikasi diri akademik dalam pelajaran

matematika pada siswa di SMA Pangudi Luhur Yogyakarta?

2. Bagaimana siswa di SMA Pangudi Luhur Yogyakarta memberi

makna pada siswa yang memiliki efikasi diri akademik dalam

pelajaran matematika yang tinggi?

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 47: EFIKASI DIRI AKADEMIK DALAM PELAJARAN MATEMATIKA …

33

3. Faktor-faktor apakah yang memengaruhi efikasi diri akademik

dalam pelajaran matematika pada siswa di SMA Pangudi Luhur

Yogyakarta?

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 48: EFIKASI DIRI AKADEMIK DALAM PELAJARAN MATEMATIKA …

34

BAB III

METODE PENELITIAN

A. Jenis dan Desain Penelitian

Penelitian yang akan dilakukan merupakan penelitian kualitatif dengan

menggunakan analisis isi. Penelitian Kualitatif merupakan metode untuk

mengeksplorasi dan memahami makna yang oleh sejumlah individu atau

sekelompok orang dianggap berasal dari masalah sosial atau kemanusiaan

(Creswell, 2009). Metode kualitatif sesuai untuk digunakan pada penelitian

ini untuk memperoleh data mendalam mengenai konsep efikasi diri

akademik dalam pelajaran matematika dan faktor-faktor yang

mempengaruhinya yang dimiliki oleh siswa di SMA Pangudi Luhur

Yogyakarta.

B. Fokus Penelitian

Fokus penelitian ini adalah untuk mendapatkan gambaran konsep

efikasi diri akademik dalam pelajaran matematika pada siswa kelas X di

SMA Pangudi Luhur Yogyakarta beserta faktor-faktor yang

memengaruhinya.

C. Responden Penelitian

Berdasarkan tujuan penelitian yang telah dipaparkan sebelumnya,

responden penelitian ini adalah siswa-siswi kelas X di SMA Pangudi Luhur

Yogyakarta sebanyak 128 orang. Para siswa tersebut telah terbagi kedalam

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 49: EFIKASI DIRI AKADEMIK DALAM PELAJARAN MATEMATIKA …

35

kelas-kelas sesuai minat penjurusan mereka yaitu kelas IPA dan IPS.

Peneliti memilih siswa yang duduk dibangku SMA sebagai responden

karena tergolong dalam masa remaja akhir yaitu memiliki rentang usia 15-

20 tahun yang telah ditetapkan sebelumnya. Selain itu, pemilihan daerah

Yogyakarta dipilih untuk mendapatkan responden yang diasumsikan telah

hidup bersama dengan nilai dan budaya Jawa dalam kesehariannya sehingga

diharapkan memiliki penggambaran tersendiri terhadap konsep efikasi diri

akademik dalam pelajaran matematika.

D. Teknik dan Alat Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan

membuat serangkaian pertanyaan tertulis yang harus dijawab oleh

responden (self-administered survey). Alat pengumpulan data dalam

penelitian ini berupa kuesioner terbuka dengan menggunakan jenis

pertanyaan terbuka (open-ended question). Pertanyaan terbuka memberikan

kebebasan kepada responden untuk mengungkapkan pendapat tanpa

dipengaruhi oleh peneliti (Foddy, 1993; dalam Reja, Manfreda, Hlebec, &

Vehora, 2003). Seperti yang diungkapkan oleh Supratiknya (2015) bahwa

kelebihan pertanyaan terbuka adalah tidak membatasi rentang atau cakupan

kemungkinan jawaban yang diberikan responden. Sehingga dengan

pertanyaan terbuka responden dapat lebih bebas mengungkapkan pemikiran

mengenai efikasi diri akademik dalam pelajaran matematika yang nantinya

dirumuskan oleh peneliti sebagai kosnep efikasi diri akademik dalam

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 50: EFIKASI DIRI AKADEMIK DALAM PELAJARAN MATEMATIKA …

36

pelajaran matematika yang dimiliki oleh siswa kelas X di SMA Pangudi

Luhur Yogyakarta.

Konsep efikasi diri akademik dalam pelajaran matematika yang

dikemukakan oleh Bandura menjadi landasan utama dalam merumuskan

kuesioner penelitian untuk memperoleh jawaban yang relevan tanpa

mengarahkan responden. Sehingga peneliti tidak membatasi kemungkinan

munculnya konsep-konsep baru dan faktor-faktor yang mungkin memiliki

pengaruh pada konsep tersebut bagi responden. Tabel 1 menunjukkan

pertanyaan yang digunakan dalam kuesioner terbuka:

Tabel 1

Pertanyaan dalam Kuesioner Terbuka

Tujuan Pertanyaan

Mengetahui gambaran

efikasi diri akademik dalam

pelajaran matematika pada

siswa kelas X SMA Pangudi

Luhur Yogyakarta

berdasarkan penilaian

keyakinan pada kemampuan

diri dibidang akademik

dalam pelajaran matematika.

1. A. Seberapa besar anda yakin pada

kemampuan diri anda dalam pelajaran

matematika?

Opsi: Sangat yakin, Yakin, Ragu-ragu,

Tidak yakin, Sangat tidak yakin.

1. B. Jelaskan jawaban anda! (Atas dasar

apa anda menilai demikian)

Mengetahui gambaran siswa

kelas X SMA Pangudi

Luhur Yogyakarta tentang

orang yang memiliki efikasi

diri akademik dalam

pelajaran matematika yang

tinggi

2. Menurut anda siapa teman yang anda

anggap paling percaya diri terhadap

kemampuan di bidang matematika?

Mengapa anda menilai teman tersebut

demikian?

Mengetahui faktor-faktor

yang mempengaruhi efikasi

diri akademik dalam

pelajaran matematika pada

3. Mengapa anda merasa mampu atau tidak

mampu dalam pelajaran matematika?

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 51: EFIKASI DIRI AKADEMIK DALAM PELAJARAN MATEMATIKA …

37

siswa kelas X SMA Pangudi

Luhur Yogyakarta.

E. Kredibilitas Penelitian

Supratiknya (2015) mengungkapkan bahwa validitas pada penelitian

kualitatif dimaknai sebagai sejauh mana peneliti memeriksa keakuratan

temuan-temuannya dengan menerapkan sejumlah prosedur. Jogiyanto (2008)

mengungkapkan pernyataan yang hampir serupa bahwa validitas suatu

penelitian dilihat ketika instrumennya dapat mengukur apa yang seharusnya

diukur dari suatu konsep.

Pengujian validitas data dalam penelitian ini dilakukan dengan peer

debriefing yang dilakukan oleh ahli atau professional judgement.

Professional judgement dalam penelitian ini adalah dosen USD yang menjadi

pembimbing penelitian. Professional judgement juga dilibatkan dalam proses

perumusan evaluasi terhadap hasil penelitian yang dilakukan oleh peneliti.

Selain validitas, kredibilitas pada penelitian ini juga ditentukan oleh

reliabilitas penelitian. Reliabilitas kualitatif dimaknai sebagai sejauh mana

pendekatan yang diterapkan peneliti konsisten dengan pendekatan yang

diterapkan oleh peneliti lain dan dalam proyek lain (Supratiknya, 2015).

Menurut Creswell (2009; dalam Supratiknya, 2015), reliabilitas penelitan

kualitatif dapat diuji dengan cara memeriksa transkrip hasil data mentah

untuk memastikan tidak ada kesalahan serius yang terjadi selama proses

transkripsi. Selain itu, peneliti juga memastikan tidak terjadi perubahan dan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 52: EFIKASI DIRI AKADEMIK DALAM PELAJARAN MATEMATIKA …

38

pergeseran pada makna kode-kode selama proses pengodean dengan selalu

membandingkan data dengan kode-kode yang telah berhasil dirumuskan.

F. Analisis dan Interpretasi Data

Metode analisis data pada penelitian ini menggunakan analisis data

kualitatif atau AIK. Menurut Hsieh dan Shannon (2005; dalam Supratiknya,

2015), AIK merupakan metode penelitian untuk menafsirkan secara subjektif

isi data berupa teks melalui proses klasifikasi sistematik berupa coding atau

pengodean dan pengidentifikasian aneka tema atau pola. AIK menggunakan

sifat atau ciri bahasa sebagai bentuk komunikasi untuk mengungkapkan isi

atau makna serupa sesuai dengan konteksnya (Supratiknya, 2015).

Supratiknya (2015) juga menegaskan bahwa terdapat beberapa

pendekatan AIK, salah satunya ialah pendekatan induktif atau analisis isi

konvensional yang sesuai digunakan pada penelitian ini. Pendekatan induktif

mendeskripsikan sebuah fenomena bertolak dari fakta-fakta spesifik yang

terdapat dalam data. Pada penelitian ini bertolak dari penggambaran konsep

dan faktor yang mempengaruhi efikasi diri akademik dalam pelajaran

matematika pada responden penelitian sehingga pendekatan induktif lebih

tepat untuk digunakan. Metode AIK mencakup tiga tahap besar kegiatan,

yaitu: pengumpulan data, organisasi data, dan analisis data (Supratiknya,

2015). Langkah-langkah metode analisisnya adalah sebagai berikut:

1. Peneliti memilih atau menentukan satuan analisis: hasil atau respon

partisipan dari pertanyaan terbuka.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 53: EFIKASI DIRI AKADEMIK DALAM PELAJARAN MATEMATIKA …

39

2. Peneliti membaca keseluruhan data secara mendalam untuk

mendapatkan kesan terhadap data yang diperoleh.

3. Peneliti melakukan pengodean terbuka berdasarkan apa yang muncul

dari data.

4. Peneliti memilah dan mengklasifikasikan kode-kode berdasarkan

kesamaan isi atau makna sehingga didapatkan jumlah kategori yang

lebih padat dan bermakna.

5. Peneliti mengidentifikasi hubungan antar kategori yang akan

menghasilkan tingkatan yang lebih tinggi yaitu tema.

6. Langkah terakhir, peneliti merumuskan makna dari keseluruhan

temuan yang diperoleh.

Dalam penelitian ini, peneliti perlu melakukan evaluasi disetiap

tahapannya untuk mendapatkan kecocokan dengan arti sesungguhnya

sehingga dapat dilakukan kategorisasi. Evaluasi tersebut dilakukan oleh

peneliti dan melalui expert review dan peer review. Expert review dilakukan

bersama dengan dosen pembimbing dalam penelitian ini. Sedangkan untuk

peer review dilakukan oleh tiga rekan yang telah melakukan penelitian dan

memahami konsep penelitian kualitatif dengan pendekatan induktif.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 54: EFIKASI DIRI AKADEMIK DALAM PELAJARAN MATEMATIKA …

40

BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN

A. Konteks Penelitian

Responden pada penelitian ini merupakan siswa-siswi SMA Pangudi

Luhur Yogyakarta yang duduk dibangku kelas X dengan rentang usia 15

sampai 16 tahun. Jumlah siswa yang terlibat sebagai responden penelitian ini

sebanyak 128 orang. Data demografik responden yang disajikan adalah jenis

kelamin dan usia. Deskripsi ini disajikan untuk memastikan bahwa

responden memiliki hal penting yang berhubungan dengan penelitian ini.

Data deskripsi demografik responden terkait jenis kelamin dapat dilihat

pada tabel 2.

Tabel 2

Deskripsi Jenis Kelamin Responden

Jenis Kelamin Jumlah Presentase

Laki-laki 78 61%

Perempuan 50 39%

TOTAL 128 100%

Berdasarkan tabel 2 diketahui responden penelitian ini didominasi oleh

jenis kelamin laki-laki dengan presentasi sebesar 61%. Sementara sisanya

berjenis kelamin perempuan sebesar 39%.

Data deskripsi demografik responden terkait usia dapat dilihat pada

tabel 3.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 55: EFIKASI DIRI AKADEMIK DALAM PELAJARAN MATEMATIKA …

41

Tabel 3

Deskripsi Usia Responden

Usia Jumlah Presentase

15 tahun 98 77%

16 tahun 30 23%

TOTAL 128 100%

Berdasarkan tabel 3 tersebut diketahui pada penelitian ini didominasi

oleh responden berusia 15 tahun dengan presentase sebesar 77%. Sedangkan

sisanya oleh responden berusia 16 tahun dengan presentasi sebesar 23%.

Data deskripsi demografik responden terkait kelas jurusan IPA dan IPS

dapat dilihat pada tabel 4.

Tabel 4

Deskripsi Jurusan Responden

Jurusan Jumlah Presentase

IPS 65 51%

IPA 63 49%

TOTAL 128 100%

Berdasarkan tabel 4 diketahui bahwa dalam penelitian ini sebesar 51%

responden termasuk dalam kelas jurusan IPS. Sedangakan responden dalam

kelas jurusan IPA sebesar 49%.

B. Pelaksanaan Penelitian

Penelitian ini dilakukan pada bulan September hingga Oktober 2019.

Sebelum penelitian dilakukan, peneliti telah melakukan uji coba kepada 10

siswa di SMA Negeri 2 Ngaglik. Hasil uji coba yang didapatkan

menunjukkan bahwa pertanyaan pada kuesioner awal kurang mampu

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 56: EFIKASI DIRI AKADEMIK DALAM PELAJARAN MATEMATIKA …

42

memperoleh respon yang diinginkan oleh peneliti. Hal ini dikarenakan

jawaban yang diberikan untuk pertanyaan pertama dan kedua hampir serupa,

sedangkan poin yang dimaksud peneliti tidak tercakup dalam jawaban

responden uji coba. Oleh karena itu, peneliti menyusun kembali pertanyaan

pada kuesioner menjadi lebih sederhana sehingga mudah dipahami oleh

responden.

Pada saat pelaksanaan penelitian, peneliti diberikan kesempatan untuk

menberikan kuesioner kepada seluruh siswa kelas X di SMA Pangudi Luhur

Yogyakarta. Secara keseluruhan peneliti memperoleh responden sebanyak

145 orang. Akan tetapi, sebanyak 12 responden masih berusia 14 tahun

sehingga tidak memenuhi kriteria untuk usia masa remaja akhir yang telah

ditetapkan sebelumnya pada penelitian ini yaitu 15 sampai 20 tahun.

Sedangkan sebanyak 5 responden lainnya merupakan warga negara asing

yang sedang mengikuti program pertukaran pelajar untuk waktu yang singkat

di SMA Pangudi Luhur Yogyakarta. Sehingga respon yang diberikan tidak

digunakan karena tidak sesuai dengan kriteria penelitian ini yang ditujukan

untuk remaja akhir yang bersekolah di SMA Pangudi Luhur Yogyakarta.

Dari 145 respon yang diperoleh, peneliti mengambil 128 respon yang telah

sesuai dengan kriteria penelitian ini.

C. Hasil Penelitian

Setelah dilaksanakan tahapan-tahapan persiapan analisis data yang

telah dijelaskan sebelumnya, selanjutnya peneliti melakukan analisis data

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 57: EFIKASI DIRI AKADEMIK DALAM PELAJARAN MATEMATIKA …

43

dari hasil evaluasi yang didapatkan melalui expert review dan peer review.

Hal tersebut dilakukan untuk mendapatkan kategori yang tepat dari setiap

respon yang diberikan oleh responden untuk memperoleh jawaban dari

pertanyaan dalam penelitian ini.

1. Gambaran efikasi diri akademik dalam pelajaran matematika pada

siswa kelas X di SMA Pangudi Luhur Yogyakarta berdasarkan

penilaian keyakinan pada kemampuan diri dalam pelajaran

matematika

Pada penelitian ini, penilaian mengenai keyakinan pada kemampuan

diri di bidang akademik dalam pelajaran matematika bertujuan untuk

menggambarkan efikasi diri akademik dalam pelajaran matematika yang

dimiliki siswa kelas X SMA Pangudi Luhur Yogyakarta. Tabel 5

menunjukkan perolehan respon oleh responden terkait keyakinan pada

kemampuan diri dibidang akademik dalam pelajaran matematika.

Tabel 5

Penilaian Mengenai Keyakinan pada Kemampuan Diri Dibidang

Akademik dalam Pelajaran Matematika

Penilaian mengenai

keyakinan pada

kemampuan diri

dibidang akademik

dalam pelajaran

matematika

Frekuensi Presentase

Sangat yakin 7 5%

Yakin 41 32%

Ragu-ragu 58 45%

Tidak yakin 16 13%

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 58: EFIKASI DIRI AKADEMIK DALAM PELAJARAN MATEMATIKA …

44

Sangat tidak yakin 6 5%

TOTAL 128 100%

Dari hasil perolehan respon yang diberikan oleh responden

didapatkan bahwa frekuensi paling banyak yaitu responden menilai diri

mereka ragu-ragu pada kemampuan dirinya. Kemudian diurutan kedua

frekuensi terbanyak yaitu responden menilai diri mereka yakin pada

kemampuan dirinya, meskipun terdapat juga responden yang menilai

tidak yakin pada kemampuan diri mereka. Penilaian tersebut dilandaskan

oleh respon yang menjelaskan mengenai gambaran efikasi diri akademik

dalam pelajaran matematika pada siswa kelas X SMA Pangudi Luhur

Yogyakarta pada tabel 5. Pada tabel 6, peneliti menemukan kata kunci

dari respon-respon yang diberikan oleh responden. Selanjutnya, kata

kunci tersebut dikelompokkan kedalam tema yang sesuai. Kemudian

peneliti mengidentifikasikan tema ke dalam kategori-kategori yang

sesuai.

Tabel 6

Uraian Gambaran Efikasi Diri Akademik dalam Pelajaran Matematika

pada Siswa Kelas X SMA Pangudi Luhur Yogyakarta

Kata Kunci Tema Kategori

Sulit memahami, bisa

memahami, mengerti

pelajaran.

Pemahaman

Penguasaan Materi Bisa mengerjakan, bisa

menerapkan rumus

matematika.

Penerapan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 59: EFIKASI DIRI AKADEMIK DALAM PELAJARAN MATEMATIKA …

45

Bisa mengikuti

pelajaran. Daya tangkap

Hafal rumusnya. Hafalan

Sulit mempelajari

matematika. Belajar

Kurang yakin dengan

yang dikerjakan, percaya

diri.

Keyakinan

Keyakinan

Merasa ragu-ragu

dengan jawabannya. Keragu-raguan

Mendapat nilai yang

bagus, nilai matematika

selalu jelek di rapor.

Nilai

Prestasi

Hasilnya memuaskan. Hasil

Dipilih mengikuti OSN,

pengalaman dalam

mengikuti lomba.

Mengikuti Lomba

Selalu remidi di ulangan

matematika. Remidi

Terus melatih diri,

mengerjakan latihan

soal.

Latihan

Usaha

Malas, malas untuk

belajar matematika,

terkadang malas.

Kemalasan

Belajar dengan tekun,

tekun belajar. Ketekunan

Kurang teliti dalam

mengerjakan soal. Ketelitian

Berusaha menjadi yang

terbaik. Usaha

Harus mengulang-ulang

materi. Pengulangan

Memperhatikan guru,

susah berkonsentrasi Konsentrasi

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 60: EFIKASI DIRI AKADEMIK DALAM PELAJARAN MATEMATIKA …

46

pada pelajaran.

Menyukai hitungan,

tidak suka dengan

matematika, kurang suka

menghitung.

Kesukaan

Motivasi Belajar matematika

kadang bosan. Kebosanan

Kurang minat, senang

belajar matematika. Ketertarikan

Gurunya tidak sabar

menerangkan, guru yang

mengajar sangat jelas.

Pengajar Peran Guru

Matematika itu sulit. Materi Sulit Tingkat Kesulitan

Materi

Kepala sering sakit saat

mengerjakan

matematika.

Sakit Kondisi Fisik Tubuh

Tidak memiliki bakat

matematika, kurang bisa

matematika.

Kemampuan

Kemampuan Bawaan

Lemah di matematika,

lemah saat menghitung. Keterbatasan

Tidak terlalu pintar

dalam matematika, tidak

terlalu pintar hitung-

hitungan.

Kepintaran

Pada penelitian ini, responden menggambarkan efikasi diri akademik

dalam pelajaran matematika yang dimiliki dengan dilihat dari penguasaan

materi, keyakinan, prestasi, usaha, motivasi, peran guru, tingkat kesulitan

materi, kondisi fisik tubuh, kemampuan bawaan.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 61: EFIKASI DIRI AKADEMIK DALAM PELAJARAN MATEMATIKA …

47

Kategori yang pertama ialah penguasaan materi. Pada kategori ini

terdapat lima tema didalamnya yaitu pemahaman, penerapan, daya

tangkap, hafalan, dan belajar dalam pembelajaran matematika. Pada tema

pemahaman, efikasi diri akademik dalam pelajaran matematika

responden digambarkan sebagai kemampuan responden dalam

memahami pelajaran matematika. Pada tema penerapan, efikasi diri

akademik dalam pelajaran matematika responden digambarkan sebagai

kemampuan responden dalam menerapkan rumus dan mengerjakan soal

dalam pelajaran matematika. Pada tema daya tangkap, efikasi diri

akademik dalam pelajaran matematika responden digambarkan sebagai

responden yang mampu mengikuti tahapan pembelajaran matematika.

Tema hafalan menggambarkan efikasi diri akademik dalam pelajaran

matematika responden sebagai kemampuan responden untuk

menghafalkan rumus yang terdapat dalam pelajaran matematika. Tema

belajar menggambarkan efikasi diri akademik dalam pelajaran

matematika responden sebagai responden yang menunjukkan perilaku

mempelajari atau belajar mandiri untuk dapat menguasai matematika.

Kemudian pada kategori keyakinan memiliki dua tema yakni

keyakinan dan keragu-raguan. Tema keyakinan menggambarkan efikasi

diri akademik dalam pelajaran matematika responden sebagai penilaian

kepercayaan diri responden dalam penguasaan pelajaran matematika.

Tema keragu-raguan menggambarkan efikasi diri akademik dalam

pelajaran matematika respoden sebagai perasaan ragu-ragu responden

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 62: EFIKASI DIRI AKADEMIK DALAM PELAJARAN MATEMATIKA …

48

terhadap hasil pekerjaannya dalam pelajaran matematika. Tema

keyakinan dan tema keragu-raguan memiliki makna yang sama yaitu

sama-sama mengenai keyakinan hanya arahnya saja yang berkebalikan,

tema keyakinan mengarah pada rasa yakin sedangkan tema keragu-

raguan mengarah pada rasa tidak yakin atau ragu-ragu. Kategori prestasi

memiliki empat tema didalamnya yaitu nilai, hasil, mengikuti lomba, dan

remidi. Pada tema nilai, efikasi diri akademik dalam pelajaran

matematika responden digambarkan sebagai perolehan nilai responden

yang menunjukkan penguasaan dalam pelajaran matematika. Pada tema

hasil, efikasi diri akademik dalam pelajaran matematika responden

digambarkan sebagai responden memperoleh hasil dari pembelajaran

matematikanya. Tema mengikuti lomba menggambarkan efikasi diri

akademik dalam pelajaran matematika responden sebagai pengalaman

responden yang pernah mengikuti perlombaan dalam bidang matematika.

Tema remidi menggambarkan efikasi diri akademik dalam pelajaran

matematika responden sebagai pengalaman responden yang pernah

remidi atau mengulang dalam ulangan maupun ujian matematika.

Kategori usaha memiliki tujuh tema didalamnya yakni latihan,

kemalasan, ketekunan, ketelitian, usaha, pengulangan dan konsentrasi.

Pada tema Latihan, efikasi diri akademik dalam pelajaran matematika

responden digambarkan dengan upaya responden melakukan latihan

untuk penguasaan pelajaran matematika. Pada tema kemalasan, efikasi

diri akademik dalam pelajaran matematika responden digambarkan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 63: EFIKASI DIRI AKADEMIK DALAM PELAJARAN MATEMATIKA …

49

dengan perilaku responden yang terkadang malas dalam belajar dan

mengerjakan matematika. Pada tema ketekunan, efikasi diri akademik

dalam pelajaran matematika responden digambarkan sebagai perilaku

responden yang tekun dalam meningkatkan keahliannya dibidang

matematika dengan terus belajar. Pada tema ketelitian, efikasi diri

akademik dalam pelajaran matematika responden digambarkan dengan

ketelitian yang dimiliki responden dalam mengerjakan soal matematika.

Tema usaha menggambarkan efiksi diri akademik dalam pelajaran

matematika responden sebagai perilaku yang menunjukkan usaha yang

dilakukan responden untuk dapat menjadi yang terbaik dalam bidang

matematika. Pada tema pengulangan, efikasi diri akademik dalam

pelajaran matematika responden digambarkan sebagai responden

mengulangi kembali materi yang telah dipelajari untuk semakin

meningkatkan penguasaannya dalam pelajaran matematika. Tema

konsentrasi menggambarkan efikasi diri akademik dalam pelajaran

matematika responden sebagai responden yang memperhatikan,

berkonsentrasi dan fokus dalam proses pembelajaran matematika.

Kategori motivasi memiliki tiga tema yakni kesukaan, kebosanan,

dan ketertarikan. Pada tema kesukaan, efikasi diri akademik dalam

pelajaran matematika responden digambarkan dengan adanya perasaan

suka terhadap materi dalam pembelajaran matematika. Pada tema

kebosanan, efikasi diri akademik dalam pelajaran matematika responden

digambarkan sebagai rasa bosan yang dimiliki responden selama

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 64: EFIKASI DIRI AKADEMIK DALAM PELAJARAN MATEMATIKA …

50

mempelajari matematika. Pada tema ketertarikan, efikasi diri akademik

dalam pelajaran matematika responden digambarkan dengan adanya

keinginan atau minat dalam diri responden untuk mempelajari

matematika. Kategori peran guru memiliki tema pengajar. Pada tema ini,

efikasi diri akademik dalam pelajaran matematika responden

digambarkan dengan adanya seorang pengajar yang mampu memberikan

penjelasan dengan baik kepada responden. Kategori tingkat kesulitan

materi memiliki tema materi sulit. Pada tema materi sulit, efikasi diri

akademik dalam pelajaran matematika responden digambarkan dengan

adanya materi-materi sulit yang harus dipelajari responden. Pada kategori

kondisi fisik tubuh memiliki tema sakit. Pada tema ini, efikasi diri

akademik dalam pelajaran matematika responden digambarkan dengan

munculnya gejala sakit pada tubuh responden dalam pembelajaran

matematika.

Kemudian pada kategori kemampuan bawaan memiliki tiga tema

yakni kemampuan, keterbatasan, dan kepintaran. Pada tema kemampuan,

efikasi diri akademik dalam pelajaran matematika responden

digambarkan sebagai bakat bawaan yang dimiliki responden dalam

pelajaran matematika. Tema keterbatasan menggambarkan efikasi diri

akademik dalam pelajaran matematika responden sebagai kelemahan dan

kekurangan yang dimiliki responden dalam pada pelajaran matematika.

Pada tema kepintaran, efikasi diri akademik dalam pelajaran matematika

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 65: EFIKASI DIRI AKADEMIK DALAM PELAJARAN MATEMATIKA …

51

responden digambarkan sebagai responden yang memiliki keahlian atau

kelebihan dalam pelajaran matematika.

Berdasarkan penjabaran hasil yang diperoleh tersebut, maka dapat

disimpulkan bahwa gambaran efikasi diri akademik dalam pelajaran

matematika pada responden mencakup penguasaan materi, keyakinan,

prestasi, usaha, motivasi, peran guru, tingkat kesulitan materi, kondisi

fisik tubuh, dan kemampuan bawaan. Dari kategori-kategori yang

ditemukan tersebut, peneliti mengolah lebih lanjut hasil temuan yang ada

dan mencocokkan dengan teori yang ada serta mengkaitkannya dengan

kehidupan dan nilai-nilai yang ada pada kehidupan siswa SMA Pangudi

Luhur yang berada di kota Yogyakarta. Maka hasil akhir yang diperoleh

peneliti dapat dilihat pada gambar 2.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 66: EFIKASI DIRI AKADEMIK DALAM PELAJARAN MATEMATIKA …

52

Gambar 2

Gambaran Efikasi Diri Akademik dalam Pelajaran Matematika pada Siswa

Kelas X di SMA Pangudi Luhur Yogyakarta

2. Gambaran siswa kelas X di SMA Pangudi Luhur Yogyakarta

tentang orang yang memiliki efikasi diri akademik dalam pelajaran

matematika yang tinggi

Dalam penelitian ini data respon yang diperoleh kemudian

diidentifikasikan kata kuncinya dan dimasukkan ke dalam tema yang

sesuai. Selanjutnya dari tema-tema tersebut, diidentifikasikan untuk

dikelompokkan ke dalam kateogori yang sesuai. Hasil identifikasi tema

dan kategori dapat dilihat pada tabel 7.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 67: EFIKASI DIRI AKADEMIK DALAM PELAJARAN MATEMATIKA …

53

Tabel 7

Uraian Gambaran Siswa Kelas X di SMA Pangudi Luhur Yogyakarta

tentang Orang yang Memiliki Efikasi Diri Akademik dalam Pelajaran

Matematika yang Tinggi

Kata Kunci Tema Kategori

Pintar dalam

matematika, paling

pintar matematika.

Kepintaran

Kemampuan Bawaan Mampu dalam

matematika, bisa

melakukan lebih dari

kita.

Kemampuan

Sangat percaya diri

dengan jawaban. Keyakinan Keyakinan

Lebih mampu

memahami jenis soal,

cepat memahami materi.

Pemahaman

Penguasaan Materi

Dapat menyelesaikan

soal matematika. Penerapan

Selau belajar

matematika. Belajar

Hafal dengan rumus

matematika. Hafalan

Mampu mengajari

teman-teman yang

kebingungan, sering

mengajari matematika.

Pengajaran Peer tutoring

Cepat dan tanggap

ketika dijelaskan, suka

mengerjakan didepan

kelas.

Aktif

Usaha Teliti, teliti dalam

mengerjakan soal

matematika.

Ketelitian

Berusaha keras. Usaha

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 68: EFIKASI DIRI AKADEMIK DALAM PELAJARAN MATEMATIKA …

54

Rajin. Rajin

Sangat tekun, orangnya

tekun. Ketekunan

Sangat kritis dalam

berpikir matematika. Berpikir Kritis

Mau berlatih. Latihan

Mau mendengarkan,

kurang fokus saat

pelajaran.

Konsentrasi

Sering dapat nilai bagus,

nilai ulangan 100. Nilai

Prestasi Ketua club matematika. Jabatan

Sering tuntas dalam

ulangan Remidi

Minatnya pada

matematika tinggi. Ketertarikan

Motivasi Memiliki sedikit

semangat. Semangat

Menyukai pelajaran

matematika. Kesukaan

Berdasarkan hasil perolehan respon, dapat diketahui bahwa terdapat

7 kategori yang menunjukkan gambaran siswa kelas X di SMA Pangudi

Luhur Yogyakarta tentang orang yang memiliki efikasi diri akademik

dalam pelajaran matematika yang tinggi. Ketujuh kategori tersebut yakni

kemampuan bawaan, keyakinan, penguasaan materi, peer tutoring, usaha,

prestasi, dan motivasi.

Kategori kemampuan bawaan memiliki dua tema didalamnya yaitu

kepintaran dan kemampuan. Pada tema kepintaran, gambaran responden

tentang orang yang memiliki efikasi diri akademik dalam pelajaran

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 69: EFIKASI DIRI AKADEMIK DALAM PELAJARAN MATEMATIKA …

55

matematika yang tinggi ialah memiliki kepintaran, keahlian dan

kelebihan dalam matematika sehingga terlihat lebih unggul dari yang

lain. Pada tema kemampuan, gambaran responden tentang orang yang

memiliki efikasi diri akademik dalam pelajaran matematika yang tinggi

ialah seorang yang memiliki bakat bawaan dan dapat melakukan lebih

dari yang orang lain lakukan dalam pelajaran matematika. Pada kategori

keyakinan memiliki tema kayakinan. Pada tema keyakinan, responden

menggambarkan orang yang memiliki efikasi diri akademik dalam

pelajaran matematika yang tinggi sebagai seorang yang memilki

kepercayaan diri yang tinggi pada hasil pekerjaannya dalam pelajaran

matematika.

Pada Kategori penguasaan materi memiliki empat tema didalamnya.

Keempat tema tersebut yakni pemahaman, penerapan, belajar, dan

hafalan. Pada tema pemahaman, gambaran remaja tentang orang yang

memiliki efikasi diri akademik dalam pelajaran matematika yang tinggi

ialah seorang yang dapat memahami lebih dari yang orang-orang

seusianya dapat pahami dalam pelajaran matematika. Pada tema

penerapan, responden menggambarkan orang yang memiliki efikasi diri

akademik dalam pelajaran matematika yang tinggi sebagai seorang yang

dapat menyelesaikan atau mengerjakan soal-soal dengan baik dalam

pelajaran matematika. Pada tema belajar, responden menggambarkan

orang yang memiiliki efikasi diri akademik dalam pelajaran matematika

yang tinggi sebagai seorang yang selalu belajar baik dikelas maupun

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 70: EFIKASI DIRI AKADEMIK DALAM PELAJARAN MATEMATIKA …

56

belajar mandiri dalam pelajaran matematika. Pada tema hafalan,

gambaran responden tentang orang yang memiliki efikasi diri akademik

dalam pelajaran matematika yang tinggi ialah seorang yang mampu

menghafalkan rumus-rumus yang ada dalam pelajaran matematika.

Kemudian pada kategori peer tutoring, remaja menggambarkan orang

yang memiliki efikasi diri akademik dalam pelajaran matematika yang

tinggi sebagai sosok yang mampu membantu dengan mengajari orang

lain dan temannya dalam pelajaran matematika.

Pada kategori usaha memiliki 8 tema didalamnya. Kedelapan tema

tersebut yakni aktif, ketelitian, usaha, rajin, ketekunan, berpikir kritis,

latihan, dan konsentrasi. Pada tema aktif, responden menggambarkan

orang yang memiliki efikasi diri akademik dalam pelajaran matematika

yang tinggi sebagai sosok yang aktif serta tanggap dalam mengikuti

pelajaran matematika. Pada tema ketelitian, responden menggambarkan

orang yang memiliki efikasi diri akademik dalam pelajaran matematika

yang tinggi sebagai seorang yang teliti dalam mengerjakan soal-soal

matematika. Pada tema usaha, responden menggambarkan orang yang

memiliki efikasi diri akademik dalam pelajaran matematika yang tinggi

sebagai seorang yang menunjukkan usaha keras yang dilakukannya

dalam menguasai pelajaran matematika. Pada tema rajin, responden

menggambarkan orang yang memiliki efikasi diri akademik dalam

pelajaran matematika yang tinggi sebagai seorang yang rajin baik dalam

mengerjakan tugas maupun mempelajari materi dalam pelajaran

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 71: EFIKASI DIRI AKADEMIK DALAM PELAJARAN MATEMATIKA …

57

matematika. Pada tema ketekunan, gambaran responden tentang orang

yang memiliki efikasi diri akademik dalam pelajaran matematika yang

tinggi ialah seorang yang sangat tekun dengan mempelajari secara terus

maupun dalam mengerjakan soal matematika. Pada tema berpikir kritis,

gambaran responden tentang orang yang memiliki efikasi diri akademik

dalam pelajaran matematika yang tinggi ialah seorang yang sangat kritis

dalam menanggapi pelajaran matematika. Pada tema latihan, gambaran

responden tentang orang yang memiliki efikasi diri akademik dalam

pelajaran matematika yang tinggi ialah seorang yang mau berlatih dalam

mengerjakan soal-soal matematika. Pada tema konsentrasi, gambaran

responden tentang orang yang memiliki efikasi diri akademik dalam

pelajaran matematika yang tinggi ialah seorang yang mau mendengarkan

dan berfokus saat pembelajaran matematika.

Kategori prestasi memiliki tiga tema didalamnya. Ketiga tema

tersebut ialah nilai, jabatan, dan remidi. Pada tema nilai, responden

menggambarkan orang yang memiliki efikasi diri akademik dalam

pelajaran matematika yang tinggi sebagai seorang yang mampu

memperoleh nilai terbaik dalam pelajaran matematika dibanding dengan

teman-teman yang lain. Pada tema jabatan, responden menggambarkan

orang yang memiliki efikasi diri akademik dalam pelajaran matematika

yang tinggi sebagai seorang yang pernah atau sedang menjadi ketua club

matematika. Pada tema remidi, responden menggambarkan orang yang

memiliki efikasi diri akademik dalam pelajaran matematika yang tinggi

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 72: EFIKASI DIRI AKADEMIK DALAM PELAJARAN MATEMATIKA …

58

sebagai seorang yang sering tuntas dalam ulangan matematika sehingga

jarang atau tidak pernah remidi. Kategori motivasi memiliki tigas tema

didalamnya. ketiga tema tersebut yakni ketertarikan, semangat, dan

kesukaan. Pada tema ketertarikan, responden menggambarkan orang

yang memiliki efikasi diri akademik dalam pelajaran matematika yang

tinggi sebagai seorang yang memiliki minat yang tinggi dalam

mempelajari matematika. Sedangkan pada tema semangat, responden

menggambarkan orang yang memiliki efikasi diri akademik dalam

pelajaran matematika yang tinggi sebagai orang yang memiliki semangat

dalam mempelajari matematika. Pada tema kesukaan, remaja

menggambarkan orang yang memiliki efikasi diri akademik dalam

pelajaran matematika yang tinggi sebagai seorang yang merasa senang

dan suka dengan pelajaran matematika.

Berdasarkan penjabaran hasil yang diperoleh tersebut, maka dapat

disimpulkan bahwa gambaran responden tentang orang yang memiliki

efikasi diri akademik dalam pelajaran matematika yang tinggi mencakup

kemampuan bawaan, keyakinan, penguasaan materi, peer tutoring, usaha,

prestasi, dan motivasi. Dari kategori-kategori yang ditemukan tersebut,

peneliti juga melakukan pengolahan lebih lanjut dari hasil temuan

tersebut dan mencocokkannya dengan teori yang ada serta

mengkaitkannya dengan kehidupan dan nilai-nilai yang ada pada

masyarakat Indonesia. Maka diperoleh hasil akhir yang dapat dilihat pada

gambar 3.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 73: EFIKASI DIRI AKADEMIK DALAM PELAJARAN MATEMATIKA …

59

Gambar 3

Gambaran Siswa Kelas X SMA Pangudi Luhur Yogyakarta Tentang Orang

yang Memiliki Efikasi Diri Akademik dalam Pelajaran Matematika yang Tinggi

Gambaran efikasi diri akademik dalam pelajaran matematika pada

siswa kelas X SMA Pangudi Luhur Yogyakarta dan gambaran siswa

kelas X SMA Pangudi Luhur Yogyakarta tentang orang yang memiliki

efikasi diri akademik dalam pelajaran matematika yang tinggi memiliki

beberapa kesamaan. Kesamaan yang dimiliki yaitu pada kategori

penguasaan materi, keyakinan, prestasi, usaha, motivasi, dan kemampuan

bawaan. Selain kesamaan, terdapat pula perbedaan yang ditemukan yaitu

pada tema peran guru, tingkat kesulitan materi, kondisi fisik tubuh, dan

peer tutoring.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 74: EFIKASI DIRI AKADEMIK DALAM PELAJARAN MATEMATIKA …

60

3. Faktor-faktor yang mempengaruhi efikasi diri akademik dalam

pelajaran matematika pada siswa kelas X di SMA Pangudi Luhur

Yogyakarta

Dalam penelitian ini data responden mengenai alasan diri merasa

mampu dan tidak mampu dalam pelajaran matematika bertujuan untuk

mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi efikasi diri akademik

dalam pelajaran matematika pada siswa kelas X SMA Pangudi Luhur

Yogyakarta. Pada bagian ini peneliti memperoleh respon yang dapat

diidentifikasikan ke dalam tema dan kategori yang sesuai. Adapun hasil

perhitungan tema dan kategori dapat dilihat pada tabel 8.

Tabel 8

Uraian Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Efikasi Diri Akademik dalam

Pelajaran Matematika pada Siswa Kelas X SMA Pangudi Luhur

Yogyakarta

Kata Kunci Tema Kategori

Susah memahami,

mampu jika memahami

konsep.

Pemahaman

Penguasaan Materi

Mampu mengerjakan,

bingung dengan

penempatan angka.

Penerapan

Kurang menangkap

lebih cepat yang

dipelajari.

Daya tangkap

Sulit untuk

menghafalkan rumus. Hafalan

Butuh berkali-kali

belajar, butuh belajar. Belajar

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 75: EFIKASI DIRI AKADEMIK DALAM PELAJARAN MATEMATIKA …

61

Mau terus berlatih,

matematika hanya perlu

berlatih banyak.

Latihan

Usaha

Malas dalam hitung

menghitung. Kemalasan

Tetap berjuang dan

mencoba mendalami. Usaha

Teliti, masih kurang

teliti dalam mengerjakan

soal.

Ketelitian

Tekun, belajar dengan

tekun. Ketekunan

Bingung jika tidak

diulang-ulang. Pengulangan

Harus berpikir kritis

untuk mengerjakan. Berpikir Kritis

Memperhatikan betul,

sering gagal fokus. Konsentrasi

Mampu dalam pelajaran

matematika, ada bakat. Kemampuan

Kemampuan Bawaan

Susah untuk

menghitung, sedikit

susah dalam hal

menghitung.

Keterbatasan

Tidak terlalu pintar

dalam hitung-hitungan. Kepintaran

Tidak yakin jawaban

benar atau tidak. Keyakinan

Keyakinan Masih ragu untuk

menjawab pertanyaan. Keragu-raguan

Sulit, susah, matematika

membingungkan. Materi Sulit

Tingkat Kesulitan

Materi

Matematika adalah yang

paling mudah,

matematika itu mudah.

Materi Mudah

Terdapat banyak rumus. Rumus

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 76: EFIKASI DIRI AKADEMIK DALAM PELAJARAN MATEMATIKA …

62

Kurang minat,

matematika menarik. Ketertarikan

Motivasi

Tergantung niat dalam

mengerjakan, mau

mencoba.

Kemauan

Menyukai pelajaran

matematika. Kesukaan

Nilai matematika jelek,

mendapat nilai yang

memuaskan.

Nilai

Prestasi

Tidak pernah remidi. Remidi

Tergantung gurunya,

mampu jika diterangkan

dengan sabar oleh guru.

Pengajar Peran Guru

Didukung oleh orangtua,

teman, dan bimbel. Dukungan Dukungan

Termasuk salah satu

pelajaran penting. Pelajaran penting Kesadaran

Kepala sakit dan perut

mulas tidak nyaman

dalam mengerjakan

matematika.

Sakit Kondisi Fisik Tubuh

Berdasarkan hasil perolehan respon, dapat dilihat bahwa terdapat 11

kategori yang menunjukkan faktor-faktor yang mempengaruhi efikasi diri

akademik dalam pelajaran matematika pada siswa kelas X SMA Pangudi

Luhur Yogyakarta. Kesepuluh kategori tersebut ialah penguasaan materi,

usaha, kemampuan bawaan, keyakinan, tingkat kesulitan materi,

motivasi, prestasi, peran guru, dukungan, kesadaran, dan kondisi fisik

tubuh.

Kategori penguasaan materi memiliki lima tema yakni pemahaman,

penerapan, daya tangkap, hafalan, dan belajar. Pada tema pemahaman,

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 77: EFIKASI DIRI AKADEMIK DALAM PELAJARAN MATEMATIKA …

63

faktor yang mempengaruhi efikasi diri akademik dalam pelajaran

matematika responden ialah sejauh mana pemahaman yang dimiliki

responden dalam pelajaran matematika. Pada tema penerapan, faktor

yang mempengaruhi efikasi diri akademik dalam pelajaran matematika

responden ialah sejauh mana responden mampu dalam mengerjakan dan

menerapkan materi ataupun rumus dalam pelajaran matematika. Pada

tema daya tangkap, faktor yang mempengaruhi efikasi diri akademik

dalam pelajaran matematika responden ialah sejauh mana responden

mampu menangkap atau mempelajari materi dengan cepat. Pada tema

hafalan, faktor yang mempengaruhi efikasi diri akademik dalam

pelajaran matematika responden ialah responden mampu dalam

menghafalkan rumus-rumus yang terdapat dalam pelajaran matematika.

Pada tema belajar, faktor yang mempengaruhi efikasi diri akademik

dalam pelajaran matematika responden ialah perilaku belajar yang

dilakukan responden untuk menguasai pelajaran matematika.

Kemudian terdapat kategori usaha yang memiliki 8 tema

didalamnya. Tema tersebut yakni latihan, kemalasan, usaha, ketelitian,

ketekunan, pengulangan, berpikir kritis, dan konsentrasi. Pada tema

latihan, faktor yang mempengaruhi efikasi diri akademik dalam pelajaran

matematika responden ialah kemauan untuk terus berlatih dan melatih

diri dalam pelajaran matematika. Pada tema kemalasan, faktor yang

mempengaruhi efikasi diri akademik dalam pelajaran matematika

responden ialah rasa malas yang dialami responden dalam menghitung

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 78: EFIKASI DIRI AKADEMIK DALAM PELAJARAN MATEMATIKA …

64

dan mengerjakan matematika. Pada tema usaha, faktor yang

mempengaruhi efikasi diri akademik dalam pelajaran matematika

responden ialah daya juang yang dimiliki responden dalam mencoba

mendalami pelajaran matematika. Pada tema ketelitian, faktor yang

mempengaruhi efikasi diri akademik dalam pelajaran matematika

responden ialah ketelitian yang dimiliki responden dalam pengerjaan soal

matematika. Pada tema ketekunan, faktor yang mempengaruhi efikasi diri

akademik dalam pelajaran matematika responden ialah responden tekun

dalam mempelajari matematika. Pada tema pengulangan, faktor yang

mempengaruhi efikasi diri akademik dalam pelajaran matematika

responden ialah mengulangi sendiri pelajaran yang sudah dijelaskan oleh

pengajar sebelumnya. Pada tema berpikir kritis, faktor yang

mempengaruhi efikasi diri akademik dalam pelajaran matematika

responden ialah responden perlu berpikir kritis dalam mengerjakan soal

matematika. Pada tema konsentrasi, faktor yang mempengaruhi efikasi

diri akademik dalam pelajaran matematika responden ialah responden

memperhatikan dengan sungguh-sungguh dan berfokus selama

mempelajari matematika.

Kategori kemampuan bawaan memiliki tiga tema di dalamnya.

Tema tersebut yakni kemampuan, keterbatasan, dan kepintaran. Tema

kemampuan menunjukkan bahwa faktor yang mempengaruhi efikasi diri

akademik dalam pelajaran matematika responden ialah kemampuan

bawaan yang dimiliki tiap responden dalam pelajaran matematika. Tema

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 79: EFIKASI DIRI AKADEMIK DALAM PELAJARAN MATEMATIKA …

65

keterbatasan menunjukkan bahwa faktor yang mempengaruhi efikasi diri

akademik dalam pelajaran matematika responden ialah kesulitan atau

kelemahan dalam mengerjakan atau menghitung soal matematika. Tema

kepintaran menunjukkan bahwa faktor yang mempengaruhi efikasi diri

akademik dalam pelajaran matematika responden ialah keahlian atau

kelebihan yang dimiliki responden dalam berhitung matematika. Pada

kategori keyakinan memiliki dua tema yakni keyakinan dan keragu-

raguan. Tema keyakinan menunjukkan bahwa faktor yang mempengaruhi

efikasi diri akademik dalam pelajaran matematika responden ialah

kepercayaan diri responden pada pekerjaannya dalam pelajaran

matematika. Tema keragu-raguan menunjukkan bahwa faktor yang

mempengaruhi efikasi diri akademik dalam pelajaran matematika

responden ialah rasa ragu-ragu responden dalam memberikan jawaban

pada pelajaran matematika.

Kategori tingkat kesulitan materi memilik tiga tema didalamnya.

Ketiga tema tersebut yakni materi sulit, materi mudah, dan rumus. Pada

tema materi sulit, faktor yang mempengaruhi efikasi diri akademik dalam

pelajaran mateamtika responden ialah adanya materi yang sulit untuk

dipelajari bagi beberapa responden dalam pelajaran matematika. Pada

tema materi mudah, faktor yang mempengaruhi efikasi diri akademik

dalam pelajaran matematika responden ialah adanya materi yang mudah

untuk dipelajari bagi beberapa responden dalam pelajaran matematika.

Pada tema rumus, faktor yang mempengaruhi efikasi diri akademik

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 80: EFIKASI DIRI AKADEMIK DALAM PELAJARAN MATEMATIKA …

66

dalam pelajaran matematika responden ialah adanya banyak rumus dalam

matematika yang menyulitkan bagi responden. Kategori motivasi

memiliki tiga tema didalamnya. Kedua tema tersebut ialah ketertarikan,

kemauan, dan kesukaan. Pada tema ketertarikan, faktor yang

mempengaruhi efikasi diri akademik dalam pelajaran matematika

responden ialah memiliki minat dan tertarik untuk mempelajari

matematika. Pada tema kemauan, faktor yang mempengaruhi efikasi diri

akademik dalam pelajaran matematika responden ialah memiliki niat dan

kemauan untuk mencoba dalam pelajaran matematika. Pada tema

kesukaan, faktor yang mempengaruhi efikasi diri akademik dalam

pelajaran matematika responden ialah perasaan suka yang dimiliki

responden terhadap pelajaran matematika.

Kategori prestasi memiliki dua tema didalamnya. Kedua tema

tersebut yakni nilai dan remidi. Tema nilai menunjukkan bahwa efikasi

diri akademik dalam pelajaran matematika responden dipengaruhi oleh

faktor nilai yang pernah diperoleh responden dalam pelajaran

matematika. Sedangkan tema remidi menunjukkan bahwa faktor yang

mempengaruhi efikasi diri akademik dalam pelajaran matematika

responden ialah pengalaman remidi atau mengulang dalam ulangan

maupun ujian matematika. Kategori peran guru memiliki tema pengajar.

Pada tema pengajar menunjukkan bahwa efikasi diri akademik dalam

pelajaran matematika responden dipengaruhi oleh faktor adanya sosok

pengajar atau guru yang dapat menjelaskan pelajaran dengan baik. Pada

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 81: EFIKASI DIRI AKADEMIK DALAM PELAJARAN MATEMATIKA …

67

kategori dukungan menunjukkan bahwa efikasi diri akademik dalam

pelajaran matematika responden dipengaruhi oleh dukungan yang

dimiliki responden baik dari orangtua, teman, atau bimbingan lain dalam

pelajaran matematika.

Pada kategori kesadaran, faktor yang mempengaruhi efikasi diri

akademik dalam pelajaran matematika responden adalah kesadaran

responden mengenai pentingnya pelajaran matematika bagi masa depan.

Pada kategori kondisi fisik tubuh, faktor yang mempengaruhi efikasi diri

akademik dalam pelajaran matematika responden ialah munculnya

respon rasa sakit pada tubuh responden dalam mempelajari matematika.

Berdasarkan penjabaran hasil yang diperoleh tersebut, maka dapat

disimpulkan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi efikasi diri

akademik dalam pelajaran matematika responden mencakup penguasaan

materi, usaha, kemampuan bawaan, keyakinan, tingkat kesulitan materi,

motivasi, prestasi, peran guru, dukungan, kesadaran, dan kondisi fisik

tubuh. Dari kategori-kategori yang ditemukan tersebut, peneliti kemudian

melakukan pengolahan lebih lanjut dari hasil tersebut dan

mencocokkannya dengan teori yang ada serta mengkaitkannya dengan

kehidupan dan nilai-nilai yang ada pada masyarakat Indonesia. Maka

diperoleh hasil akhir yang dapat dilihat pada gambar 4.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 82: EFIKASI DIRI AKADEMIK DALAM PELAJARAN MATEMATIKA …

68

Gambar 4

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Efikasi Diri Akademik dalam Pelajaran

Matematika pada Siswa Kelas X SMA Pangudi Luhur Yogyakarta

D. Pembahasan

1. Gambaran efikasi diri akademik dalam pelajaran matematika pada

siswa kelas X di SMA Pangudi Luhur Yogyakarta berdasarkan

penilaian keyakinan pada kemampuan diri

Pada penelitian ini, peneliti mencoba mengetahui penilaian siswa

kelas X SMA Pangudi Luhur Yogyakarta mengenai keyakinan pada

kemampuan diri mereka di bidang akademik. Hasilnya, secara umum

reponden menilai diri mereka ragu-ragu dengan keyakinan pada

kemampuan yang dimiliki dalam pelajaran matematika. Penilaian

mengenai keyakinan pada kemampuan diri ini lantas memberikan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 83: EFIKASI DIRI AKADEMIK DALAM PELAJARAN MATEMATIKA …

69

gambaran mengenai efikasi diri akademik dalam pelajaran matematika

pada siswa kelas X SMA Pangudi Luhur Yogyakarta.

Bandura (2001) mengungkapkan konsep efikasi diri akademik dalam

pelajaran matematika sebagai keyakinan seseorang pada kemampuannya

untuk melakukan suatu bentuk kontrol terhadap keberfungsian orang itu

sendiri dan kejadian dalam lingkungan akademik. Definisi konsep efikasi

diri akademik dalam pelajaran matematika yang dipaparkan oleh Bandura

tersebut muncul dalam penelitian ini yaitu usaha sebagai bentuk kontrol

terhadap keberfungsian dirinya. Dalam kategori usaha, responden

melakukan berbagai tindakan seperti latihan mengerjakan soal, bertekun,

menjadi lebih teliti, mengulang materi, dan berkonsentrasi untuk dapat

menguasai pelajaran matematika. Usaha yang dilakukan tersebut dapat

dikatakan sebagai upaya responden dalam mengatur diri mereka sendiri

agar mampu menguasai pelajaran.

Indonesia memiliki ajaran kehidupan masyarakat yang juga muncul

pada kategori usaha. Dalam kategori usaha juga mencakup kemalasan,

responden menilai bahwa mereka terkadang memang memiliki rasa

malas dalam mempelajari matematika. Kemalasan dianggap sebagai hal

yang buruk sehingga masyarakat di Indonesia memiliki cara sendiri

untuk memberikan nasehat kepada anak-anak mereka mengenai perilaku

malas tersebut. Salah satunya ialah anekdot yang berbunyi ‘jika bangun

siang, rejeki akan dipatok ayam’. Anekdot tersebut sering digunakan

kepada orang yang masih bermalas-malasan di pagi hari agar segera

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 84: EFIKASI DIRI AKADEMIK DALAM PELAJARAN MATEMATIKA …

70

bangun dan melakukan aktifitasnya. Masyarakat Indonesia memulai

aktifitas mereka seperti bekerja dan sekolah pada pagi hingga siang atau

bahkan sore hari. Bekerja dan sekolah memberikan sesuatu yang

berharga bagi diri baik itu uang atau ilmu yang berguna. Sehingga

dengan segera memulai aktifitas di pagi hari, seseorang dapat

memperoleh penghasilan atau ilmu sebagai rejeki mereka. Meski

demikian, terdapat pula beberapa perbedaan yang diperoleh dari hasil

penelitian ini dengan teori konsep efikasi diri akademik dalam pelajaran

matematika yang sudah ada.

Responden menggambarkan efikasi diri akademik dalam pelajaran

matematika dengan prestasi yang telah diperoleh pada pelajaran

matematika. Hal ini berbeda dengan teori konsep efikasi diri akademik

dalam pelajaran matematika yang sudah ada, karena pada teori tersebut

tidak mencakup adanya prestasi sebagai bagian dari penggambaran

efikasi diri akademik dalam pelajaran matematika. Prestasi muncul dalam

teori Bandura mengenai faktor pembentuk atau sumber efikasi diri

akademik dalam pelajaran matematika yaiut mastery experience.

Kategori prestasi berupa nilai yang bagus dan hasil yang memuaskan

serta intensitas remidi responden menjadi patokan dalam

menggambarkan efikasi diri akademik dalam pelajaran matematika

mereka. Terdapat pula pengalaman mengikuti perlombaan matematika

yang menggambarkan efikasi diri akademik dalam pelajaran matematika

responden. Nilai dan hasil akhir menjadi hal yang penting bagi responden

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 85: EFIKASI DIRI AKADEMIK DALAM PELAJARAN MATEMATIKA …

71

dalam bidang akademik. Hal ini dikarenakan budaya yang ada di

Indonesia dalam bidang pendidikan yaitu sistem ranking yang masih

banyak digunakan pada kebanyakan sekolah di Indonesia. Sistem ranking

di Indonesia menilai dan mengurutkan kemampuan siswa mereka

berdasarkan nilai yang diperoleh dalam tiap pelajaran. Siswa yang

mendapatkan nilai tinggi akan berada di posisi ranking teratas.

Sedangkan siswa yang kesulitan dalam pelajaran dan mendapatkan nilai

yang rendah menjadikannya berada di ranking terbawah yang kemudian

memunculkan tekanan karena rasa malu. Selain itu juga terdapat standar

minimum nilai atau sering disebut KKM (kriteria ketuntasan minimal)

yang harus dicapai siswa pada setiap mata pelajaran. Siswa yang tidak

dapat mencapai batas minimal tersebut perlu mengulang ujian dengan

mengikuti remidi. Hal ini membuat nilai menjadi sesuatu yang sangat

penting untuk dicapai para siswa. Menurut responden hal-hal yang

diungkapkan diatas menjadikan pencapaian dalam pelajaran matematika

sebagai patokan untuk menggambarkan efikasi diri akademik dalam

pelajaran matematika mereka.

Maka dari itu, efikasi diri akademik dalam pelajaran matematika

yang dimiliki siswa kelas X SMA Pangudi Luhur Yogyakarta

digambarkan dengan usaha yang diberikan oleh responden dalam

menguasai tugas dan prestasi yang diperoleh responden sebagai acuan

keberhasilan responden dalam penguasaan tugas tersebut.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 86: EFIKASI DIRI AKADEMIK DALAM PELAJARAN MATEMATIKA …

72

2. Gambaran siswa kelas X di SMA Pangudi Luhur Yogyakarta

tentang orang yang memiliki efikasi diri akademik dalam pelajaran

matematika yang tinggi

Pada penelitian ini, peneliti juga ingin mengetahui gambaran siswa

kelas X SMA Pangudi Luhur Yogyakarta tentang orang yang memiliki

efikasi diri akademik dalam pelajaran matematika yang tinggi. Hasil ini

didapatkan dengan responden menyebutkan satu atau lebih teman yang

dianggap paling memiliki keyakinan terhadap kemampuan dalam

pelajaran matematika dan menyertakan alasan mereka.

Konsep efikasi diri akademik dalam pelajaran matematika yang

dipaparkan oleh Bandura juga muncul dalam bagian ini yaitu kategori

usaha. Reponden menggambarkan seseorang yang memiliki efikasi diri

akademik dalam pelajaran matematika yang tinggi dengan melihat usaha

yang dilakukan oleh mereka untuk menguasai pelajaran. Menurut

responden, seseorang yang memiliki efikasi diri akademik dalam

pelajaran matematika yang tinggi lebih aktif dalam pelajaran matematika.

Aktif yang dimaksudkan responden ialah mereka yang cepat dan tanggap

menangkap pelajaran matematika serta sering mengerjakan didepan

kelas. Responden juga menilai bahwa orang dengan efiksi diri akademik

dalam pelajaran matematika yang tinggi biasanya selalu belajar

matematika, memiliki ketelitian dalam mengerjakan soal matematika dan

rajin. Selain itu, responden juga menilai orang dengan efikasi diri

akademik dalam pelajaran matematika yang tinggi mampu berlatih

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 87: EFIKASI DIRI AKADEMIK DALAM PELAJARAN MATEMATIKA …

73

mengerjakan soal-soal matematika, berusaha berpikir kritis dan sangat

tekun dalam mempelajari matematika. Teori Bandura (2001)

memaparkan efikasi diri akademik dalam pelajaran matematika sebagai

keyakinan seseorang pada kemampuannya untuk melakukan suatu bentuk

kontrol terhadap keberfungsian orang itu sendiri dan kejadian dalam

lingkungan akademik. Dalam konsep efikasi diri akademik dalam

pelajaran matematika Bandura, kategori usaha yang responden lihat pada

orang yang memiliki efikasi diri akademik dalam pelajaran matemaatika

yang tinggi merupakan bentuk kontrol pada keberfungsian diri orang

tersebut. Hal tersebut membuktikan bahwa pada kategori usaha memiliki

kesamaan dengan teori efikasi diri akademik dalam pelajaran matematika

yang sudah ada.

Indonesia khususnya pada budaya Jawa terdapat pepatah yaitu

“Ngelmu Iku Kelakone Kanthi Laku” yang mengajarkan bahwa perlu

usaha dengan ketekunan dan sungguh-sungguh dalam belajar untuk

mendapat ilmu yang baik (Sumodiningrat & Wulandari, 2014).

Responden menggambarkan orang yang memiliki efikasi diri akademik

dalam pelajaran matematik yang tinggi salah satunya dengan tekun

terhadap pelajaran matematika. Hal tersebut dibuktikan dengan mereka

yang selalu belajar dan aktif mengerjakan didepan kelas mampu

menyelesaikan soal yang diberikan guru dengan mudah. Sehingga bagi

responden, orang dengan efikasi diri akademik dalam pelajaran

matematika yang tinggi digambarkan dengan usaha yang diberikan pada

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 88: EFIKASI DIRI AKADEMIK DALAM PELAJARAN MATEMATIKA …

74

tugas-tugas mereka yang telah diamati oleh responden. Responden

melihat orang dengan efikasi diri akademik dalam pelajaran matematika

yang tinggi menunjukkan usaha yang mereka berikan untuk dapat

memperoleh ilmu dan menguasai matematika yang kemudian responden

yakini bahwa orang tersebut memiliki efikasi diri akademik dalam

pelajaran matematika yang tinggi.

Responden juga menggambarkan orang yang memiliki efikasi diri

akademik dalam pelajaran matematika yang tinggi dengan prestasi yang

telah diperoleh orang tersebut. Responden memiliki gambaran bahwa

orang dengan efikasi diri akademik dalam pelajaran matematika yang

tinggi memperoleh nilai yang bagus dan sempurna dalam pelajaran

matematika dan selalu tuntas saat ulangan sehingga tidak perlu

melakukan remidi. Selain itu, responden juga menggambarkan orang

dengan efikasi diri akademik dalam pelajaran matematika yang tinggi

sebagai seseorang yang memiliki jabatan atau posisi penting tertentu

seperti ketua club matematika di sekolah. Hal ini berbeda dengan teori

efikasi diri akademik dalam pelajaran matematika milik Bandura yang

sudah ada, karena pada teori tersebut tidak mencakup prestasi sebagai

bagian dalam mendefinisikan efikasi diri akademik dalam pelajaran

matematika seseorang. Kategori prestasi terdapat pada teori Bandura

mengenai sumber efikasi diri akademik dalam pelajaran matematika yaitu

mastery experience. Di Indonesia, sekolah-sekolah menganggap nilai

sangatlah penting bagi siswa mereka. Sekolah di Indonesia yang masih

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 89: EFIKASI DIRI AKADEMIK DALAM PELAJARAN MATEMATIKA …

75

menggunakan sistem ranking untuk siswa mereka menjadikan nilai

sebagai suatu hal yang penting dan ditekankan kepada para siswa.

Sehingga hal tersebut memunculkan bentuk pemikiran bahwa nilai

menentukan posisi para siswa. Hal tersebutlah yang membuat responden

menggambarkan orang yang memiliki efikasi diri akademik dalam

pelajaran matematika yang tinggi dengan prestasi yang telah diperoleh

orang tersebut.

Responden juga menggambarkan orang yang memiliki efikasi diri

akademik dalam pelajaran matematika yang tinggi sebagai seseorang

yang dapat membantu teman lain dalam belajar matematika atau kategori

peer tutoring. Gambaran tersebut responden dapatkan dari pengalaman

pribadi responden yang kerap meminta bantuan dan dibantu oleh orang

yang memiliki efikasi diri akademik dalam pelajaran matematika yang

tinggi ketika kesulitan dalam pelajaran matematika. Hal ini berbeda

dengan teori efikasi diri akademik dalam pelajaran matematika milik

Bandura yang sudah ada, karena pada teori tersebut tidak mencakup peer

tutoring sebagai bagian dalam mendefinisikan efikasi diri akademik

dalam pelajaran matematika seseoang. Penggambaran orang yang

memiliki efikasi diri akademik dalam pelajaran matematika yang tinggi

dengan kemampuan mengajari dan membantu teman yang kesulitan ini

dikarenakan budaya kolektivisme di Indonesia. Beberapa sekolah di

Indonesia sendiri telah menerapkan sistem belajar tutoring dengan

membuat kelompok belajar yang memiliki anggota yaitu siswa yang

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 90: EFIKASI DIRI AKADEMIK DALAM PELAJARAN MATEMATIKA …

76

memiliki kemampuan untuk mengajari teman lain yang kesulitan di

pelajaran dalam kelompok tersebut. Selain itu, dalam budaya Jawa

dikenal ajaran “Urip Tulung Tinulung” yang mengharuskan orang untuk

hidup satu sama lain manusia saling menolong dan melengkapi keperluan

masing-masing. Setiap orang berperan dalam kehidupan sesama manusia

menurut porsi dan keahliannya masing-masing (Sumodiningrat &

Wulandari, 2014). Ajaran budaya tersebut serta kebiasaan tolong

menolong dalam lingkungan responden mendasari penggambaran orang

dengan efikasi diri akademik dalam pelajaran matematika yang tinggi

sebagai seorang yang mampu mengajari dan menolong teman mereka

yang sedang kesusahan.

Berdasarkan uraian di atas, maka dapat dikatakan menurut

responden, orang yang memiliki efikasi diri akademik dalam pelajaran

matematika yang tinggi digambarkan dengan usaha yang mereka berikan

pada tugas-tugasnya, hasil akhir atau prestasi yang telah diperoleh

sebagai bukti penguasaan tugasnya yang menjadi sebuah acuan bagi

responden untuk menilai kemampuan diri mereka, dan kemampuan peer

tutoring sebagai bentuk pengaplikasian dari hasil proses belajarnya.

Pada hasil mengenai konsep efikasi diri akademik dalam pelajaran

matematika responden, didapatkan bahwa responden menggambarkan

efikasi diri akademik dalam pelajaran matematika sebagai usaha yang

diberikan oleh responden dalam menguasai tugas dan prestasi yang

diperoleh responden sebagai acuan keberhasilan responden dalam

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 91: EFIKASI DIRI AKADEMIK DALAM PELAJARAN MATEMATIKA …

77

penguasaan tugas tersebut. Hal ini hampir serupa dengan hasil mengenai

gambaran responden tentang orang yang memiliki efikasi diri akademik

dalam pelajaran matematika yang tinggi yaitu pada bagian usaha yang

diberikan dalam suatu tugas dan mampu menghasilkan prestasi sebagai

acuan keberhasilan diri. Namun, pada kategori peer tutoring hanya

terdapat dalam hasil mengenai gambaran responden tentang orang yang

memiliki efikasi diri akademik dalam pelajaran matematika yang tinggi

dan tidak terdapat pada penggambaran konsep efikasi diri akademik

dalam pelajaran matematika responden. Responden menilai kategori peer

tutoring sebagai bukti bahwa seseorang telah benar-benar menguasai

suatu tugas sehingga mampu membagikan ilmunya dengan baik.

Kategori peer tutoring dibutuhkan oleh responden untuk

mengidentifikasi orang yang memiliki efikasi diri akademik dalam

pelajaran matematika yang tinggi.

3. Faktor-faktor yang mempengaruhi efikasi diri akademik dalam

pelajaran matematika pada siswa kelas X di SMA Pangudi Luhur

Yogyakarta

Dalam penelitian ini juga mencari tahu mengenai faktor-faktor

yang mempengaruhi efikasi diri akademik dalam pelajaran matematika

pada siswa kelas X SMA Pagudi Luhur Yogyakarta. Faktor-faktor ini

didapatkan dengan mengetahui mengapa responden merasa diri mereka

mampu ataupun tidak mampu dalam pelajaran matematika.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 92: EFIKASI DIRI AKADEMIK DALAM PELAJARAN MATEMATIKA …

78

Responden mengungkapkan bahwa prestasi memiliki pengaruh

pada efikasi diri akademik dalam pelajaran matematika mereka.

Responden menilai bahwa nilai matematika yang diperoleh dapat

digunakan sebagai patokan dalam menilai diri mereka mampu atau tidak

pada pelajaran matematika. Selain itu, responden juga menilai bahwa

remidi juga menunjukkan diri mereka belum mampu atau telah mampu

menguasai matematika. Hal-hal tersebut yang nantinya dapat

mempengaruhi efikasi diri akademik dalam pelajaran matematika

responden. Hal ini didukung oleh teori bandura mengenai salah satu

sumber efikasi diri akademik dalam pelajaran matematika yaitu mastery

experience atau pengalaman menguasai sesuatu. Kinerja masa lalu yang

berhasil dapat meningkatkan harapan pada kemampuan individu,

sedangkan kegagalan cenderung dapat menurunkannya (Feist & Feist,

2010). Responden yang sebelumnya memperoleh hasil yang bagus

merasa diri mereka memiliki kemampuan yang baik dalam bidang

tersebut. Responden yang memperoleh hasil kurang bagus dan

memerlukan remidi merasa diri mereka tidak mampu untuk

menyelesaikan tugas-tugas lain dikarenakan merasa tidak memiliki

kemampuan yang memadai. Pada negara kita, nilai atau hasil yang

didapat siswa masih sangat penting untuk menentukan tingkat

kemampuan siswa. Hal ini dapat dilihat dengan masih banyaknya sekolah

di Indonesia yang menerapkan sistem ranking pada setiap akhir semester

pembelajaran. Sehingga hal tersebut menjadi sebuah tekanan dan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 93: EFIKASI DIRI AKADEMIK DALAM PELAJARAN MATEMATIKA …

79

membuat pencapaian menjadi suatu hal yang cukup penting bagi siswa di

sekolah.

Penelitian terdahulu mengenai efikasi diri di Indonesia yang

dilakukan oleh Prihastyanti dan Sawitri (2018) menunjukkan bahwa

dukungan guru memiliki hubungan yang positif dengan efikasi diri pada

siswa SMA. Hasil tersebut muncul dalam penelitian ini yaitu dalam

kategori peran guru. Responden mengungkapkan bahwa peran guru juga

menjadi salah satu faktor yang dapat mempengaruhi efikasi diri

akademik dalam pelajaran matematik amereka. Pengajar atau guru yang

dianggap mampu memberikan penjelasan materi dengan baik dan sabar

membuat responden lebih mudah dalam mempelajari matematika. Hal

tersebutlah yang menjadikan responden merasa yakin dengan

kemampuan diri mereka dalam pelajaran matematika. Responden juga

mengungkapkan bahwa dukungan dari orangtua, teman, dan bantuan

bimbingan dari pihak lain juga membuat mereka lebih percaya diri dalam

mempelajari matematika. Maka dari itu, dukungan yang diberikan dari

orang-orang terdekat responden sangat berpengaruh terhadap keyakinan

pada kemampuan diri mereka. Hal ini sama seperti yang telah

dikemukakan oleh Hurlock (2011) yaitu dukungan yang paling

diharapkan oleh remaja dalam menghadapi krisis di bidang akademik

adalah dukungan dari keluarganya, terutama dari orangtua dan saudara.

Kategori dukungan orangtua, teman, dan bantuan bimbingan dari pihak

lain juga serupa dengan penelitian Widanarti dan Indati (2002) yang

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 94: EFIKASI DIRI AKADEMIK DALAM PELAJARAN MATEMATIKA …

80

melakukan penelitian mengenai efikasi diri di Indonesia. Hasil dari

penelitian tersebut menunjukkan bahwa dukungan sosial keluarga

memiliki hubungan yang signifikan dengan efikasi diri pada remaja.

Guru dalam masyarakat jawa dianggap sebagai seorang yang harus

dihormati dan dimuliakan karena telah memberikan pengayoman

(Mulder, 1985). Penelitian Arumsari dan Ariati (2018) yang dilakukan

pada siswa di Magelang juga mengungkapkan bahwa dukungan dari

orangtua dapat mempengaruhi efikasi diri akademik siswa. Siswa yang

merasa memperoleh dukungan orangtua yang tinggi memiliki tingkat

efikasi diri akademik yang tinggi juga, begitu pula sebaliknya. Oleh

sebab itu, peran guru dan dukungan sekitar yang berperan dalam proses

pembelajaran dan penguasaan akademik memiliki pengaruh yang cukup

penting bagi diri responden.

Responden memberikan tanggapan bahwa efikasi diri akademik

dalam pelajaran matematika mereka juga dipengaruhi oleh usaha.

Responden menilai bahwa dalam pelajaran matematika dibutuhkan usaha

dengan latihan mengerjakan soal yang banyak untuk dapat membantu

menguasai pelajaran. Responden menilai bahwa dengan berusaha terus

mencoba mendalami matematika dan pantang menyerah dapat membuat

mereka merasa yakin dengan kemampuan diri mereka. Pengulangan

materi secara mandiri dan berusaha menjadi lebih teliti dalam setiap

pengerjaan soal juga dinilai responden sebagai hal yang dapat membuat

mereka merasa yakin dengan kemampuannya. Responden juga menilai

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 95: EFIKASI DIRI AKADEMIK DALAM PELAJARAN MATEMATIKA …

81

bahwa ketekunan dalam belajar, berpikir kritis dan menghindari rasa

malas untuk mengerjakan matematika dapat membantu mereka merasa

lebih yakin dengan kemampuannya. Kategori usaha yang diungkapkan

diatas dapat membuat responden merasa cukup yakin dengan

kemampuan diri mereka. Hal tersebut karena responden mengetahui

bahwa diri mereka telah mengeluarkan usaha yang mereka rasa cukup

untuk dapat menguasai pelajaran matematika.

Kategori usaha ini tidak terdapat pada teori yang sudah ada

mengenai faktor yang mempengaruhi efikasi diri akademik dalam

pelajaran matematika. Masyarakat Indonesia sungguh menghargai usaha-

usaha yang telah dikeluarkan pada setiap tugas. Seperti yang ditunjukkan

pada peribahasa yang ada yaitu “Sedikit demi sedikit lama-lama menjadi

buki” dimana orang menghargai sekecil apapun usaha yang dilakukannya

secara terus-menerus lambat laun akan memperoleh hasil juga.

Masyarakat Indonesia mengenal peribahasa ini biasanya saat dibangku

sekolah dasar, karena para guru sering menggunakannya dalam pelajaran

di sekolah untuk memotivasi siswa. Selain itu, di Indonesia khususnya

pada budaya Jawa sendiri terdapat pepatah yang berbunyi “Ngelmu Iku

Kelakone Kanthi Laku” yang memiliki arti bahwa ilmu diperoleh dengan

belajar, diperlukan usaha dengan tekun dan sungguh-sungguh untuk

mendapat ilmu yang baik. Dalam konsep kehidupan orang Jawa, ilmu

sangatlah penting sehingga orang yang berilmu akan jauh lebih dihormati

dan dihargai (Sumodiningrat & Wulandari, 2014).

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 96: EFIKASI DIRI AKADEMIK DALAM PELAJARAN MATEMATIKA …

82

Berdasarkan hal tersebut, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa

fakor-faktor yang mempengaruhi efikasi diri akademik dalam pelajaran

matematika pada siswa kelas X SMA Pangudi Luhur Yogyakarta yaitu

prestasi yang telah diperoleh responden dari suatu tugas sebagai acuan

responden dalam menilai keberhasilan menguasai tugas, peran guru dan

dukungan orang terdekat yang dapat lebih memudahkan responden dalam

mempelajari dan mendapatkan dukungan secara emosional dan usaha

yang diberikan responden terhadap tugas-tugasnya.

Pada teori mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi efiksi diri

akademik dalam pelajaran matematika, terlihat muncul pada hasil

mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi efikasi diri akademik dalam

pelajaran matematika responden pada penelitian ini. Faktor tersebut ialah

sumber efikasi diri akademik dalam pelajaran matematika yaitu mastery

experience yang serupa dengan hasil kategori prestasi. Selain itu,

kategori peran guru, dukungan orangtua, dan usaha tidak terdapat

kemiripan dengan teori yang sudah ada mengenai faktor yang

mempengaruhi efikasi diri akademik dalam pelajaran matematika

seseorang. Kategori peran guru dan dukungan orangtua serupa dengan

penelitian terdahulu mengenai efikasi diri akademik yang dilakukan di

Indonesia. Penelitian tersebut adalah penelitian yang dilakukan oleh

Prihastyanti dan Sawitri (2018) mengenai dukungan guru dan penelitian

yang dilakukan oleh Widanarti dan Indati (2002) mengenai dukungan

sosial keluarga. Kategori peran guru dan dukungan orangtua menjadi ciri

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 97: EFIKASI DIRI AKADEMIK DALAM PELAJARAN MATEMATIKA …

83

khas tersendiri yang ditemukan dalam penelitian ini. Hal ini dikarenakan,

kedua kategori tersebut berasal dari luar diri individu yang mampu

mempengaruhi efikasi diri akademik individu.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 98: EFIKASI DIRI AKADEMIK DALAM PELAJARAN MATEMATIKA …

84

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan

Berdasarkan hasil pemaparan pada bagian pembahasan diatas, maka

kesimpulan mengenai tiga pertanyaan utama dalam penelitian ini dapat

dilihat sebagai berikut.

1. Gambaran efikasi diri akademik dalam pelajaran matematika

pada siswa kelas X di SMA Pangudi Luhur Yogyakarta

Siswa kelas X di SMA Pangudi Luhur Yogyakarta

menggambarkan efikasi diri akademik dalam pelajaran matematika

sebagai usaha yang telah diberikan individu pada suatu tugas

matematika yang nantinya mampu menghasilkan prestasi sebagai

acuan keberhasilan dalam penguasaan tugas pelajaran matematika.

2. Gambaran siswa kelas X di SMA Pangudi Luhur Yogyakarta

mengenai orang yang memiliki efikasi diri akademik dalam

pelajaran matematika yang tinggi

Siswa kelas X di SMA Pangudi Luhur Yogyakarta

menggambarkan orang dengan efikasi diri akademik dalam

pelajaran matematika yang tinggi sebagai individu yang tampak

memberikan usahanya dalam suatu tugas pelajaran matematika

sehingga mampu memperoleh prestasi dalam bidang matematika

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 99: EFIKASI DIRI AKADEMIK DALAM PELAJARAN MATEMATIKA …

85

serta dapat membagikan ilmu yang dipelajari dengan baik kepada

orang lain.

Konsep efikasi diri akademik dalam pelajaran matematika

oleh siswa kelas X SMA Pangudi Luhur Yogyakarta dan gambaran

siswa kelas X SMA Pangudi Luhur Yogyakarta tentang orang

yang memiliki efikasi diri akademik dalam pelajaran matematika

yang tinggi memiliki kesamaan pada usaha yang diberikan dalam

tugas pelajaran matematika dan perolehan prestasi sebagai acuan

keberhasilan individu. Perbedaan yang terdapat dari kedua

penggambaran konsep tersebut yaitu pada kemampuan peer

tutoring individu untuk dapat membagikan ilmu yang dipelajarinya

dengan baik kepada orang lain. Kemampuan peer tutoring tersebut

hanya terdapat pada penggambaran siswa kelas X di SMA Pangudi

Luhur Yogyakarta tentang orang yang memiliki efikasi diri

akademik dalam pelajaran matematika yang tinggi.

3. Faktor-faktor yang mempengaruhi efikasi diri akademik

dalam pelajaran matematika pada siswa kelas X di SMA

Pangudi Luhur Yogyakarta

Faktor-faktor yang mempengaruhi efikasi diri akademik

dalam pelajaran matematika pada siswa kelas X di SMA Pagudi

Luhur Yogyakarta adalah prestasi yang diperoleh pada pelajaran

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 100: EFIKASI DIRI AKADEMIK DALAM PELAJARAN MATEMATIKA …

86

matematika, peran guru, dukungan dari orang terdekat, dan usaha

yang diberikan pada tugas belajar matematika.

B. Keterbatasan Penelitian

Keterbatasan dalam penelitian ini yaitu terdapat beberapa

responden yang kurang mengerti maksud dari pertanyaan penelitian,

sehingga beberapa jawaban kurang sesuai dengan apa yang ingin digali

peneliti dan tidak dapat diidentifikasi. Selain itu, tidak adanya probing

untuk menggali lebih dalam jawaban dari responden.

Penelitian ini hanya terbatas pada satu angkatan di salah satu

sekolah swasta di daerah Yogyakarta. Sedangkan masih terdapat banyak

sekolah di Yogyakarta baik itu sekolah negeri maupun swasta dan sekolah

menengah kejuruan lainnya. Namun, dalam penelitian ini belum dapat

mencakup seluruh remaja di sekolah-sekolah lain di daerah Yogyakarta

sehingga hasil dari penelitian ini kurang dapat untuk digunakan

mendefinisikan efikasi diri akademik dalam pelajaran matematika pada

siswa-siswa lain di Yogyakarta. Maka, penelitian ini belum dapat

sepenuhnya menggambarkan efikasi diri akademik dalam pelajaran

matematika pada seluruh siswa dengan budaya Jawa. Penelitian ini juga

hanya terbatas pada satu mata pelajaran saja yaitu matematika. Efikasi diri

akademik dapat dipengaruhi oleh sifat pelajaran sehingga tingkatnya bisa

berbeda-beda untuk setiap pelajran.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 101: EFIKASI DIRI AKADEMIK DALAM PELAJARAN MATEMATIKA …

87

C. Saran

1. Bagi siswa kelas X di SMA Pangudi Luhur Yogyakarta

Dalam upaya untuk meningkatkan efikasi diri akademik dalam

pelajaran matematika, siswa kelas X SMA Pangudi Luhur Yogyakarta

sebaiknya mulai lebih menyadari dan memperhatikan usaha-usaha

yang telah mereka berikan selama proses penguasaan tugas

matematika. Dengan menilik usaha yang telah dilakukan, siswa

mampu menilai seberapa diri mereka telah menguasai pelajaran

matematika. Maka siswa juga perlu meningkatkan usaha mereka

dalam mempelajari pelajaran di sekolah khususnya pelajaran

matematika. Berusaha memperoleh prestasi juga dapat dilakukan

siswa untuk dapat lebih meningkatkan efikasi diri akademik dalam

pelajaran matematika mereka. Dengan memperoleh pengalaman

menguasai yang baik, siswa dapat menilai bahwa kemampuannya

dalam menguasai tugas tersebut telah sangat baik dan dapat menjadi

lebih yakin lagi pada tugas-tugas lain.

2. Bagi guru

Guru memiliki peranan penting dalam upaya membantu

meningkatkan efikasi diri akademik dalam pelajaran matematika pada

siswa kelas X di SMA Pangudi Luhur Yogyakarta. Dalam upaya untuk

membantu meningkatkan efikasi diri akademik dalam pelajaran

matematika siswa, guru dapat membantu dengan sedikit mengubah

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 102: EFIKASI DIRI AKADEMIK DALAM PELAJARAN MATEMATIKA …

88

cara mengajar yang mampu membuat siswa nyaman dan mudah dalam

memahaminya. Guru dapat lebih sabar dengan perlahan menjelaskan

dan melakukan pengulangan penjelasannya untuk memastikan siswa

telah benar-benar memahami pelajaran tersebut. Siswa akan tertarik

dan mengeluarkan usaha maksimalnya ketika ia mampu memahami

penjelasan dari gurunya, namun ketika siswa tidak mampu

memahaminya maka mereka akan mudah menyerah dan lebih malas

untuk mengikuti pembelajaran.

3. Bagi orangtua

Orangtua juga berperan sebagai faktor dari luar diri siswa yang

memberikan pengaruh pada efikasi diri akademik dalam pelajaran

matematika siswa. Orangtua dapat membantu meningkatkan efikasi

diri akademik dalam pelajaran matematika anak mereka dengan

memberikan dukungan mereka sepenuhnya pada pendidikan sang

anak. Orangtua yang cukup mampu dapat memberikan fasilitas yang

dibutuhkan anak mereka dalam menguasai pendidikannya seperti

memberikan tambahan bimbingan belajar yang dibutuhkan anak.

Orangtua dapat memberikan perhatian mereka pada pendidikan anak,

siswa akan senang ketika diberikan apresiasi atas prestasi dan hasil

kerjanya dan motivasi yang membangun juga dapat diberikan pada

siswa untuk membantu meningkatkan efikasi diri akademik dalam

pelajaran matematika mereka.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 103: EFIKASI DIRI AKADEMIK DALAM PELAJARAN MATEMATIKA …

89

DAFTAR PUSTAKA

Anggraini, O. D., Wahyuni, E. N., & Soenjanto, L. T. (2017). Hubungan antara

efikasi diri dengan resiliensi menghadapi ujian pada siswa kelas XII

SMAN 1 Trawas. Jurnal Konseling Indonesia, 50-56.

https://doi.org/10.21067/jki.v2i2.1940.

Arumsari, A. L., & Ariati, J. (2018). Hubungan antara dukungan sosial orangtua

dan efikasi diri akademik dengan kecemasan dalam menghadapi ujian

nasional pada siswa kelas XII SMA N 3 Magelang. Jurnal Empati, 175-

187. https://ejournal3.undip.ac.id/index.php/empati/article/view/20184.

Aziz, M. R., & Noviekayati, I. (2016). Dukungan sosial, efikasi diri dan

resiliensi pada karyawan yang terkena pemutusan hubungan kerja.

Jurnal Psikologi Indonesia, 62-70.

https://doi.org/10.30996/persona.v5i01.742.

Bandura, A. (1997). Self-Efficacy : The Exercise Of Control. New York: W. H.

Freeman and Company.

Bedel, F. E. (2014). Exploring academic motivation, academic self-efficacy and

attitudes toward teaching in pre-service early childhood education

teachers. Journal of Educational and Training Studies, 4(1), 142-149.

http://dx.doi.org/10.11114/jets.v4i1.561.

Berk, L. E. (2012). Development Through The Lifespan Edisi 5 Volume 1.

Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 104: EFIKASI DIRI AKADEMIK DALAM PELAJARAN MATEMATIKA …

90

Creswell, J. W. (2009). Research Design Qualitative, Quantitative, and Mixed

Methods Approaches 3rd edition. Los Angeles: Sage Publications.

Dhinter, M. V., Dochy, F., & Segers, M. (2011). Factors affecting students' self-

efficacy in higher education. Educational Research Review, 95-108.

DOI: 10.1016/j.edurev.2010.10.003.

Dwitantyanov, A., Hidayati, F., & Sawitri, D. R. (2010). Pengaruh pelatihan

berpikir positif pada efikasi diri akademik mahasiswa (Studi eksperimen

pada mahasiswa fakultas psikologi UNDIP Semarang). Jurnal Psikologi

Undip, 135-144. https://doi.org/10.14710/jpu.8.2.135-144.

Feist, J., & Feist, G. J. (2010). Teori Kepribadian (Edisi Ketujuh). Jakarta:

Erlangga.

Florensa, Keliat, B. A., & Wardani, I. Y. (2016). Peningkatan efikasi diri dan

penurunan depresi pada remaja dengan cognitive behavior therapy.

Jurnal Keperawatan Indonesia, 169-175.

http://dx.doi.org/10.7454/jki.v19i3.474.

Friedman, H. S., & Schustack, M. (2006). Kepribadian: Teori Klasik dan Riset

Modern. Jakarta: Erlangga.

Ghufron, M. N., & Rismawati, R. (2010). Teori-teori Psikologi. Yogyakarta:

Ar-Ruzz Media Group.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 105: EFIKASI DIRI AKADEMIK DALAM PELAJARAN MATEMATIKA …

91

Hasan, M. Z., Hossain, T., & Islam, A. (2014). Factors affecting self-efficacy

towards academic performance: a study on polythecnic students in

Malaysia. Advances in Environmental Biology, 695-705.

Herdiansyah, H. (2010). Metodologi Penelitian Kualitatif untuk Ilmu-ilmu

Sosial. Jakarta: Salemba Humanika.

Hurlock, E. B. (2011). Psikologi Perkembangan : Suatu Pendekatan Sepanjang

Rentang Kehidupan. Jakarta: Erlangga.

Jogiyanto, H. M. (2008). Pedoman Survei Kuisioner: Mengembangkan

Kuisioner, Mengatasi Bias dan Meningkatkan Respon. Yogyakarta:

BPFE

Kamus Besar Bahasa Indonesia. (2020, 27 Agustus). Diunduh melalui

https://kbbi.kemdikbud.go.id/entri/matematika.

Kim, U., Yang, K.-S., & Hwang, K.-K. (2010). Indigenous and Cultural

Psychology: Memahami Orang dalam Konteksnya. Yogyakarta: Pustaka

Pelajar.

Kreitner, R., & Kinicki, A. (2007). Organizational Behavior 7th ed. New York:

McGraw-Hill Inc.

Kusrieni, D. (2014). Hubungan efikasi diri dengan perilaku mencontek.

PSIKOPEDAGOGIA, 86-97.

Malkoc, A., & Mutlu, A. K. (2018). Academic self-efficacy and academic

procrastination: exploring the mediating role of academic motivation in

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 106: EFIKASI DIRI AKADEMIK DALAM PELAJARAN MATEMATIKA …

92

Turkish University students. Universal Journal of Educational Research

6(10), 2087-2093. DOI: 10.13189/ujer.2018.061005.

McDevitt, T. M., & Ormrod, J. E. (2010). Child Development And Education.

New Jersey: Pearson International Edition.

Mulder, N. (1985). Pribadi dan Masyarakat di Jawa: Penjelajahan Mengenai

Hubungannya. Yogyakarta: Sinar Harapan.

Nanda, A., & Widodo, P. B. (2015). Efikasi diri ditinjau dari school well-being

pada siswa Sekolah Menengah Kejuruan di Semarang. Jurnal Empati,

90-95.

https://ejournal3.undip.ac.id/index.php/empati/article/view/13662.

Nurlaila, S. (2011). Pelatihan efikasi diri untuk menurunkan kecemasan pada

siswa-siswi yang akan menghadapai Ujian Akhir Nasional. GUIDENA,

Vol. 1 No. 1, 1-22. https://doi.org/10.24127/gdn.v1i1.348.

OECD. (2019). PISA 2018 Assessment and Analytical Framework. Paris:

OECD Publishing. https://doi.org/10.1787/b25efab8-en.

Pambajeng, H. S., & Siswati. (2017). Hubungan antara psychological well-

being dengan efikasi diri pada guru bersertifikasi di SMA Negeri

kabupaten Pati. Jurnal Empati, 110-115.

https://ejournal3.undip.ac.id/index.php/empati/article/view/19739.

Papalia, D. E., & Feldman, R. D. (2014). Menyelami Perkembangan Manusia

Edisi 12 Buku 2. Jakarta: Salemba Humanika.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 107: EFIKASI DIRI AKADEMIK DALAM PELAJARAN MATEMATIKA …

93

Papalia, D. E., Olds, S. W., & Feldman, R. D. (2009). Human Development:

Perkembangan Manusia. Jakarta: Salemba Humanika.

Pervin, L. A., & John. (2001). Personality: Theory and Research (8th ed.). New

York: John Wiley and Sons.

Prihastyanti, I., & Sawitri, D. R. (2018). Dukungan guru dan efikasi diri

akademik pada siswa SMA Semesta Semarang. Jurnal Empati, 33-46.

https://ejournal3.undip.ac.id/index.php/empati/article/view/21740.

Pudjuastuti, E. (2012). Hubungan "self-efficacy" dengan perilaku mencontek

mahasiswa psikologi. Mimbar, 103-112.

https://doi.org/10.29313/mimbar.v28i1.344.

Pusat Penilaian Pendidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2019,

July 29). Capaian Wilayah dan Satuan Pendidikan. Retrieved from

Laporan Hasil Ujian Nasional | Kementerian Pendidikan dan

Kebudayaan: https://hasilun.puspendik.kemdikbud.go.id.

Pusat Penilaian Pendidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2019).

Pendidikan di Indonesia: Belajar dari Hasil PISA 2018. Jakarta:

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

https://www.kemdikbud.go.id/.

Reivich, K., & Shatte, A. (2002). The Resilience Factors; 7 Essential Skill For

Overcoming Life's Invevitable Obstacle. New York: Broadway Books.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 108: EFIKASI DIRI AKADEMIK DALAM PELAJARAN MATEMATIKA …

94

Reja, U., Manfreda, K. L., Hlebec, V., & Vehora, V. (2003). Open-ended vs.

Closed-ended Questions in Web Questionnaires. Metodoloski zvezki,

159-177.

Rhokimah, S. (2014). Pengaruh dukungan sosial dan efikasi diri terhadap minat

melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi pada siswa SMA Negeri 1

Tenggarong Seberang. Psikoborneo, 149-156.

Sahin, H. (2017). Emotional intelligence and self-esteem as predictors of

teacher self-efficacy. Educational Research and Reviews, 1107-1111.

DOI: 10.5897/ERR2017.3385.

Sandra, K. I., & Djalali, M. A. (2013). Manajemen waktu, efikasi diri dan

prokrastinasi. Jurnal Psikologi Indonesia, 217-222.

https://doi.org/10.30996/persona.v2i3.140.

Santrock, J. W. (2003). Adolescence Perkembangan Remaja (Edisi keenam).

Jakarta: Erlangga.

Santrock, J. W. (2012). Perkembangan Masa Hidup (Edisi ketigabelas Jilid 1).

Jakarta: Erlangga.

Sarwono, S. W. (2011). Psikologi Remaja edisi revisi. Jakarta: PT RajaGrafindo

Persada.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 109: EFIKASI DIRI AKADEMIK DALAM PELAJARAN MATEMATIKA …

95

Schunk, D. H. (1991). Self-efficacy and academic motivation. Educational

Psychologist, 26:3-4, 207-231.

http://dx.doi.org/10.1080/00461520.1991.9653133.

Setiobudi, J. (2017). Pengaruh efikasi diri terhadap pengambilan keputusan

karir pada siswa kelas XII SMA Negeri 1 Kalasan. E-Journal

Bimbingan dan Konseling Edisi 1, 98-111.

Shadiq, F. 2014. Pembelajaran Matematika (Cara Meningkatkan Kemampuan

Berpikir Siswa). Yogyakarta: Graha Ilmu.

Sumodiningrat, G., & Wulandari, A. (2014). Pitutur Luhur Budaya Jawa.

Yogyakarta: Penerbit Narasi.

Supratiknya, A. (2015). Metodologi Penelitian Kuantitatif & Kualitatif dalam

Psikologi. Yogyakarta: Penerbit Universitas Sanata Dharma.

Turkoglu, M. E., Cansoy, R., & Parlar, H. (2017). Examining relationship

between teachers' self-efficacy and job satisfaction. Universal Journal of

Educational Research, 765-772. DOI: 10.13189/ujer.2017.050509.

Ulfah, N., & Listiara, A. (2017). Hubungan orientasi tujuan penguasaan dan

berpikir positif dengan efikasi diri akademik dalam pelajaran

matematika pada siswa SMA. Jurnal Empati, 276-281.

https://doi.org/10.30996/persona.v2i3.140.

Wahyuni, S. (2013). Hubungan efikasi diri dan regulasi emosi dengan motivasi

berprestasi pada siswa SMK Negeri 1 Samarinda. eJurnal Psikologi, 88-

95.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 110: EFIKASI DIRI AKADEMIK DALAM PELAJARAN MATEMATIKA …

96

Widanarti, N., & Indati, A. (2002). Hubungan antara dukungan sosial keluarga

dengan self efficacy pada remaja di SMU Negeri 9 Yogyakarta. Jurnal

Psikologi, 112-123.

Widaryati, S. (2013). Efektivitas pengaruh konseling kelompok terhadap efikasi

diri siswa. Jurnal Bimbingan dan Konseling, 94-100.

Widiyanti, A. M., & Marheni, A. (2013). Perbedaan efikasi diri berdasarkan

tipe pola asuh orangtua pada remaja tengah di Denpasar. Jurnal

Psikologi Udayana, 171-180.

Widyaninggar, A. A. (2014). Pengaruh efikasi diri dan lokus kendali (locus of

control) terhadap prestasi belajar matematika. Jurnal Formatif, 89-99.

https://doi.org/10.30996/persona.v2i3.140.

Yilmaz, H. (2018). Fear of success and life satisfaction in terms of self-efficacy.

Universal Journal of Educational Research, 1278-1285. DOI:

10.13189/ujer.2018.060619.

Yusuf, S. (2011). Psikologi Perkembangan Anak dan Remaja. Bandung: PT

Remaja Rosdakarya.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 111: EFIKASI DIRI AKADEMIK DALAM PELAJARAN MATEMATIKA …

97

LAMPIRAN

A. Kuesioner Penelitian

KUESIONER PENELITIAN

EFIKASI DIRI PADA REMAJA DI INDONESIA

FAKULTAS PSIKOLOGI

UNIVERSITAS SANATA DHARMA

YOGYAKARTA

2019

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 112: EFIKASI DIRI AKADEMIK DALAM PELAJARAN MATEMATIKA …

98

Salam,

Perkenalkan saya Irene Leticia Putri Novena, mahasiswa fakultas

Psikologi, Universitas Sanata Dharma. Saat ini saya sedang melakukan

penelitian mengenai Efikasi Diri pada remaja akhir di Daerah Istimewa

Yogyakarta. Penelitian ini dilakukan guna menyelesaikan tugas akhir sebagai

persyaratan kelulusan.

Saya sangat mengharapkan kesediaan anda sebagai responden untuk

mengisi kuesioner yang telah saya susun. Pengisian kuesioner ini bersifat

sukarela, tidak ada jawaban yang salah maupun benar. Sehingga silahkan anda

mengisi dengan jujur seusai dengan kondisi dan perasaan anda saat ini. Selain

itu apabila dibutuhkan peneliti akan meminta kesediaan anda untuk

diwawancara jika respon yang diberikan perlu digali lebih dalam. Data yang

diperoleh akan dijaga kerahasiaannya dan hanya digunakan untuk keperluan

penelitian.

Hormat saya,

Irene Leticia Putri Novena

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 113: EFIKASI DIRI AKADEMIK DALAM PELAJARAN MATEMATIKA …

99

PERNYATAAN KESEDIAAN

Saya yang bertanda tangan dibawah ini menyatakan bahwa saya

bersedia terlibat dalam penelitian ini dengan mengisi kuesioner penelitian tanpa

adanya paksaan dari pihak manapun. Saya juga bersedia apabila jawaban yang

saya berikan digunakan untuk keperluan penelitian.

Yogyakarta, .…. September 2019

(……………………………………)

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 114: EFIKASI DIRI AKADEMIK DALAM PELAJARAN MATEMATIKA …

100

PETUNJUK PENGERJAAN

• Isilah identitas anda pada lembar kuesioner sebelum menyelesaikan

kuesioner ini.

• Kuesioner ini terdiri dari 4 pertanyaan yang harus diselesaikan sesuai

petunjuk:

▪ Pada poin (1 A) silahkan beri tanda centang (√) pada pilihan

yang paling sesuai dengan diri anda.

▪ Pada poin (1 B) dan (3) silahkan jabarkan jawaban anda dengan

jelas pada kolom yang telah disediakan.

▪ Pada poin (2) silahkan berikan pendapat anda dengan

menyebutkan satu atau lebih jawaban anda pada kolom yang

sudah disediakan.

Apabila sekiranya kolom yang disediakan tidak cukup, anda

diperkenankan menuliskan jawaban anda pada lembar kosong

dengan menuliskan poin yang sesuai.

IDENTITAS PARTISIPAN

Nama/Inisial :

Jenis Kelamin : L/P

Usia :

Kelas :

Asal Sekolah :

Tempat Tinggal :

*Selamat Mengerjakan*

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 115: EFIKASI DIRI AKADEMIK DALAM PELAJARAN MATEMATIKA …

101

1. A) Seberapa anda yakin pada kemampuan diri anda dalam pelajaran

matematika?

Berikan tanda (√) pada jawaban anda!

Sangat Yakin Yakin Ragu-ragu Tidak Yakin Sangat Tidak

Yakin

B) Jelaskan jawaban anda? (Atas dasar apa anda menilai demikian)

2. Mengapa anda merasa mampu atau tidak mampu dalam pelajaran

matematika?

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 116: EFIKASI DIRI AKADEMIK DALAM PELAJARAN MATEMATIKA …

102

3. Menurut anda siapa teman yang anda anggap paling percaya diri terhadap

kemampuan dibidang matematika? Mengapa anda menilai teman tersebut

demikian?

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 117: EFIKASI DIRI AKADEMIK DALAM PELAJARAN MATEMATIKA …

103

B. Tabel Hasil Respon Kuesioner Penelitian

Respon

No

Seberapa anda

yakin pada

kemampuan diri

anda dalam

pelajaran

matematika?

Jelaskan jawaban anda? (Atas

dasar apa anda menilai

demikian)

Mengapa anda merasa mampu

atau tidak mampu dalam

pelajaran matematika?

Menurut anda siapa teman yang

anda anggap paling percaya diri

terhadap kemampuan dibidang

matematika? Mengapa anda

menilai demikian?

1 Sangat tidak yakin Karena saya lemah di

matematika Saya tidak suka matematika

Phesa, karena dia pintar di

matematika

2 Ragu-ragu

Karena saya kurang bisa dalam

matematika dan sulit

memahaminya

Saya kurang dalam ilmu

matematika karena saya pasti

kalau dijelaskan soal matematika

tidak langsung mengerti

Dion, karena Dion orangnya percaya

diri dan pasti kalau mengajari pasti

paham

3 Yakin

Karena saya dapat mengerti

pelajaran dan mengikutinya

dengan baik

Karena dapat mengerjakan soal-

soal dengan baik dan benar

Joshua, sangat pintar dalam

matematika

4 Ragu-ragu

Karena matematika merupakan

ilmu yang rumit, walaupun

matematika merupakan ilmu

yang pasti

Karena terdapat banyak rumus Nanda, Karena dia bisa mengajariku

dan menghafalkan semua rumus

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 118: EFIKASI DIRI AKADEMIK DALAM PELAJARAN MATEMATIKA …

104

5 Yakin

Karena saya yakin bila saya

memperhatikan guru atau orang

yang memberi tahu tentang

matematika, saya dapat mengerti

Saya merasa mampu karena saya

mau belajar dan mau memahami,

juga berlatih

Joshua, karena Joshua ini dia

orangnya mau mendengarkan, cepat

memahami, dan mau berlatih

6 Yakin

Karena jika kita belajar dengan

tekun, maka akan mendapatkan

nilai yang bagus

Karena belajar dengan tekun Nanda, Karena dia selalu mengajari

matematika kalau aku tidak bisa

7 Sangat tidak yakin Karena saya membenci

matematika

Karena saya memang tidak pintar

dalam matematika Bintang, karena sering aktif

8 Yakin

Saya lebih menyukai

menghitung daripada harus

menghafal

Saya merasa mampu dalam

pelajaran matematika

Yoyo, karena dia memiliki nilai

ulangan dan tugas yang bagus

9 Yakin

Karena saya sering mendapat

nilai diatas rata-rata di UN/

ulangan harian

Karena saya suka menghitung Yoyo, Karena dia mudah memahami

10 Ragu-ragu

Kurang bisa memahami cara-

cara atau rumus dalam

matematika

Tidak mampu, Karena susah

memahami, ribet

Evan, Bintang, karena sangat pede

dengan jawaban mereka meskipun

hasilna tidak benar

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 119: EFIKASI DIRI AKADEMIK DALAM PELAJARAN MATEMATIKA …

105

11 Ragu-ragu

Karena saya masih kurang

memahami matematika dan

masih sangat ragu-ragu dalam

mempelajari ilmu matematika

jadi saya masih ragu-ragu

Ya saya merasa kurang mampu

dalam mempelajari ilmu

matematika karena saya kurang

memahami dan masih ragu-ragu

dalam bertanya jika saya kurang

mengerti

Yaitu teman saya Neo dia sangat

percaya diri dalam pelajaran

matematika karena dia tidak malu

bertanya hingga apa yang ditanya

dapat diketahui hingga dia pandai,

mahir dalam mapel (matematika)

12 Tidak yakin

Karena saya tidak terlalu pintar

dalam hitung-hitungan, maka

aku tidak yakin kemampuanku

tinggi dalam pelajaran

matematika

Karena saya tidak terlalu pintar

dalam hitung-hitungan dan saya

tidak menyukai pelajaran

matematika

Joshua, karena menurutku dia sangat

pintar dan mampu mengkalkulasi

hitung-hitungan dengan baik

13 Ragu-ragu

Karena saya bingung dalam

matematika dan tidak percaya

diri

Saya tidak mampu matematika

karena dari SD nilai saya dalam

matematika jeblok/ jelek

Joshua karena kalau pelajaran

matematika dia aktif dan tanggap

kalau pelajaran matematika

14 Ragu-ragu

Karena pada saat pelajaran saya

bisa mengikuti pelajaran, tetapi

pada saat ulangan kadang saya

bingung

Saya mampu karena dapat

mengikuti pelajaran dengan baik

Joshua, karena dia mampu

mengajari teman-teman yang

kebingungan

15 Tidak yakin

Pada dasarnya, memang aku

yang tidak suka, entah kenapa,

dengan matematika. Jika sudah

melihat angka, rasanya jadi

sangat-sangat malas

saya merasa tidak mampu, ya

karena memang saya rasanya

malas dalam perihal hitung

menghitung

Joshua, karena minatnya pada

matematika itu tinggi dimana ia

antusias saat pelajaran matematika

dan berusaha keras

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 120: EFIKASI DIRI AKADEMIK DALAM PELAJARAN MATEMATIKA …

106

16 Tidak yakin Karena saya lemah memahami

rumus matematika

Karena saya butuh berkali-kali

belajar untuk memahami

matematika

Joshua, karena dia bisa mengajari

temannya dengan baik

17 Ragu-ragu

Karena saya kurang mengerti

atau memahami jenis soal

matematika dan cara

pengerjaannya. Namun tidak

semua hanya lebih dengan cara

pengerjaannya

Sebenarnya saya lebih merasa

mampu mengerjakannya karena

saya bisa mengerti maksud dari

soal tersebut

Joshua dan Sheva karena mereka

lebih mampu memahami jenis soal

tersebut dan cara pengerjaannya

18 Yakin

Karena saya sudah lumayan

mengerti matematika dan dapat

mengerjakan matematika

Karena saya bisa

mengerjakannya

Joshua karena juga pintar dalam

matematika

19 Ragu-ragu

Karena saya kurang suka

pelajaran matematika dan tidak

suka mempelajari matematika

Karena saya tidak suka dan

malas berlatih matematika

Joshua, karena dia bisa

menyelesaikan soal dengan benar

dan mendapatkan nilai yang tinggi

20 Sangat tidak yakin Susah Susah menghafal rumus Sheva, karena dia kutu buku

21 Ragu-ragu

Jujur saya merasa kadang-

kadang kesulitan saat

mempelajari matematika tetapi

kadang-kadang juga bisa

memahami

Karena pelajaran matematika

kadang membingungkan dan

terkadang soal lebih sulit

daripada yang dicontohkan

Jonathan dan Regina karena mereka

bisa mengajarkan apa yang diajarkan

guru ke teman-teman

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 121: EFIKASI DIRI AKADEMIK DALAM PELAJARAN MATEMATIKA …

107

22 Yakin

Karena saya sekali diajarin

langsung donk, cuma

hambatannya suka lupa

Saya mampu karena saya bisa

dan karena belajar juga

Regina, Jonathan karena mereka

selalu memerhatikan dan mencatat

apa yang dijelaskan dan tidak

pelupa, nilai mereka juga tinggi

23 Ragu-ragu

Karena saya selalu kurang yakin

dengan yang telah saya kerjakan

dalam bidang matematika

Karena terkadang saya masih

bingung dalam pola perhitungan

menurun

Jonathan, Regina, Aryo, karena

mereka lebih mampu dari saya dan

saya juga sering meminta mereka

untuk mengajarkan saya

24 Yakin

Karena saya relatif yakin dalam

memahami dan mengerjakan

matematika

Sebenarnya semua orang itu

mampu tapi tergantung dari

masing-masing orang itu bisa

meningkatkan kemampuan

tersebut

Regina, Jonathan, Aryo karena

mereka bisa melakukan lebih dari

kita belum

25 Tidak yakin

Karena memang dari SD dulu

nilai matematika selalu paling

jelek di rapor. Dan kepala saya

sering sakit saat mengerjakan

tugas matematika

Karena saat saya mengerjakan

soal matematika kepala saya

menjadi sakit, dan perut saya

sering mulas. Jadi saya merasa

tidak nyaman dalam

mengerjakan matematika

Regina, Nathania Regina Clarabella

Serafinna karena dia sering

mengajari saya matematika

26 Ragu-ragu Karena saya ga suka matematika Karena sering gagal fokus kalau

pas diterangin

Regina, karena saya sering minta

diajarin sama dia

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 122: EFIKASI DIRI AKADEMIK DALAM PELAJARAN MATEMATIKA …

108

27 Sangat yakin Karena saya suka matematika

dan menghitung

Karena matematika hanya perlu

menghafal rumus. Jika sudah

hafal maka akan mudah sekali

Jonathan, karena dia teliti

28 Tidak yakin Jujur, semenjak SMA saya

semakin bodoh di matematika

Karena saya malas mengerjakan

matematika

Jonathan, Regina, dan Aryo. Karena

mereka pintar mengerjakan

matematika

29 Tidak yakin

Karena saya belum tentu dapat

memahami semua materi dan

saya kurang mampu dalam

pelajaran matematika

Jika saya bertemu dengan rumus

matematika, saya langsung

bingung dan pusing, lalu saya

tidak kerjakan soal-soal tersebut

Yoyo, karena dia dapat

menyelesaikan soal matematika dan

cepat dalam memahami materi

dalam pembelajaran matematika saat

di kelas, serta mendapatkan nilai

terbaik di kelas

30 Tidak yakin

Tidak yakin karena tidak

memiliki bakat matematika atau

kurang minat

Kurang minat atau soal-soal yang

rumit

Berto, Angga, dan Ivone. Memiliki

minat atau bakat dalam bidang

matematika

31 Ragu-ragu

Ragu-ragu antara bisa dan tidak

bisa tetapi saya cenderung tidak

bisa

Kurang mengerti atau kurang

jelas saat pembelajaran

Stevanus, karena dia bisa belajar

matematika dan dia lebih bisa

menjelaskan kepada saya saat sulit

materi

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 123: EFIKASI DIRI AKADEMIK DALAM PELAJARAN MATEMATIKA …

109

32 Ragu-ragu

Karena saya tidak terlalu bisa

matematika, saya bisa

matematika di materi tertentu

dan jika paham

Karena saya bisa matematika jika

saya memperhatikan betul dan

saya benar-benar paham saat

diterangkan oleh guru dan jika

kondisi saya tidak enak saya

akan tidak paham dan mengerti

Bintang, karena Bintang teman SMP

saya dan dia dari SMP mampu

dalam pelajaran matematika

33 Yakin

Karena bisa memahami

materinya dan hafal rumus-

rumusnya

Saya merasa mampu karena

matematika adalah pelajaran

yang sangat menyenangkan (bagi

saya)

Yoyo, karena dia cepat memahami

materi dan dia juga cepat dalam

berhitung

34 Yakin Karena saya kurang teliti dalam

mengerjakan matematika

Saya merasa mampu karena

menurut saya matematika

mengandalkan pikiran tentang

rumus dan tinggal memasukkan

angka dalam tersebut meskipun

kurang teliti

Berto, karena dia memiliki sedikit

semangat

35 Ragu-ragu

Karena saya sangat sulit untuk

memahaminya jika gurunya

tidak sabar menerangkan

Saya merasa mampu jika

pelajaran ini diterangkan dengan

sabar oleh guru. Saya merasa

tidak mampu jika disuruh

mengerjakan saat saya tidak

dong

Menurutku Gilbert Leonardo.

Karena ia sangat tekun dan

bersemangat saat mengerjakan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 124: EFIKASI DIRI AKADEMIK DALAM PELAJARAN MATEMATIKA …

110

36 Ragu-ragu

Karena menurut saya

matematika saya sama dengan

standar anak pada umumnya

Karena saya yang mengalaminya

sendiri jadi saya tau bahwa

sebenarnya saya bisa kalau

sedang niat

Stenly, karena dia selalu belajar

matematika

37 Yakin

Saya yakin karena yang pasti

saya tekun belajar dan saya terus

belajar dari kesalahan-kesalahan

saat latihan dan saya pantang

menyerah dalam belajar.

Ketekunan itulah yang membuat

saya bisa dalam pelajaran

matematika

Saya tidak mampu hanya pada

saat saya tidak belajar tapi jika

saya mendalaminya pasti saya

bisa. Bagi saya usaha yang saya

lakukan tidak pernah

mengkhianati hasil

Regina, karena kemampuan

bernalarnya tinggi ia sering

membantu saya dan katanya ia tanpa

belajar saja bisa menyerap pelajaran

dengan baik

38 Yakin

Karena saya senang belajar

matematika dan yakin atas

bekerja saya yang saya kerjakan

Saya merasa mampu karena saya

suka belajar matematika dan

dengan belajar saya mengerti

Aryo, karena Aryo mendapat UN

dengan nilai yang sempurna

39 Yakin

Saya yakin karena saya mudah

untuk memahami cara dan

langkah-langkah

Saya merasa mampu karena saya

bisa mengikuti pembelajarannya

dan mendapat nilai yang

memuaskan

Regina, karena dia rajin dan

dibuktikan dengan nilai

40 Ragu-ragu

Karena masih belum bisa terlalu

memahami cara-cara dan rumus

matematika

Karena masih ragu untuk

menjawab pertanyaan dan belum

terlalu memahami rumus

matematika

Regina, karena dia bisa mengajariku

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 125: EFIKASI DIRI AKADEMIK DALAM PELAJARAN MATEMATIKA …

111

41 Ragu-ragu

Karena sedikit belum bisa dalam

memahami cara-cara yang

dijelaskan oleh guru

Karena sedikit tidak mampu

menjawab atau tidak yakin itu

jawaban benar atau tidak

Regina, karena ia pinter dalam

pelajaran matematika

42 Ragu-ragu

Ragu-ragu karena saya merasa

tidak terlalu pintar dalam bidang

matematika

Mampu karena itu termasuk

salah satu mata pelajaran

peminatan

Jonathan, Wyn-wyn, Regina. Karena

mereka adalah orang-orang yang

memiliki nilai yang relatif bagus

pada mapel matematika

43 Ragu-ragu

Karena ada beberapa materi

saya bisa mendapat nilai yang

memuaskan. Tetapi ada pula

materi yang kurang mampu saya

pahami

Saya mampu jika saya

memahami konsep matematika

tersebut. Tetapi jika saya tidak

memahami konsepnya, maka

saya tidak mampu

mengerjakannya

Regina, karena saya hanya mengenal

dia yang paling pintar matematika

44 Ragu-ragu

Karena masih kurang percaya

diri atas jawaban atau cara

matematika benar atau salah

Lumayan mampu, masih ada

materi yang belum paham,

walaupun begitu saya harus tetap

berjuang dan mencoba

mendalami materi lagi

Regina, karena menurutku dia selalu

percaya diri dalam matematika

terbukti nilai-nilai bagus. Saya harus

mencontoh Regina karena dia

percaya diri

45 Ragu-ragu

Kurang yakin pada kemampuan

diri saya dalam pelajaran

matematika. Harus mengulang-

ulang materi itu supaya bisa

Karena masih bingung jika tidak

diulang-ulang

Jonathan, Regina, karena mereka

selalu bisa jika diberi soal oleh guru

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 126: EFIKASI DIRI AKADEMIK DALAM PELAJARAN MATEMATIKA …

112

46 Ragu-ragu Karena saya hanya dapat

mengerjakan pada bab tertentu

Karena beberapakali saya

mendapat nilai yang kurang

memuaskan

Jonathan, karena dia pintar dalam

matematika

47 Yakin Karena saya menyukai

matematika

Tidak pernah remidi di penilaian

harian

Ribka, Ana, Bayu, William, dan

Saras. Karena dapat mengajarkan

teman yang lain

48 Ragu-ragu

Ga pinter-pinter banget, ga

bodoh-bodoh banget. 55%

bisalah agak susah di

pemahamannya aja

Mampu mengerjakan biasanya

kalau udah buntu pake rumus

sendiri, tidak mampu menjawa

100% bener

Ribka sama Ana. Karena mereka

pinter matematika

49 Ragu-ragu

Karena kadang saya bisa

mengerjakan dan terkadang saya

tidak atau kurang bisa

mengerjakan dan mengerti

Kadang matematika susah

dipahami

Ana, Ribka, karena mereka suka

matematika

50 Yakin

Karena saya kurang yakin atau

tidak sangat yakin bisa pelajaran

matematika yang

membingungkan

Karena kurang menangkap lebih

cepat apa yang dipelajari dan

kurang memperhatikan dengan

sungguh-sungguh

Ribka, karena ia bisa mengajar

temannya dengan sangat mudah dan

temannya pun bisa menangkap

penjelasan dari dia

51 Ragu-ragu

Karena saya masih ragu atau

belum paham sepenuhnya dalam

beberapa materi

Saya merasa ragu-ragu karena

masih ada beberapa materi yang

belum saya paham sepenuhnya

Tata, karena menurut saya Tata

mampu untuk memahami dan

mengerti pelajaran matematika

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 127: EFIKASI DIRI AKADEMIK DALAM PELAJARAN MATEMATIKA …

113

52 Ragu-ragu

Karena saya kurang teliti dalam

mengerjakan soal dan malas

untuk belajar matematika

Saya belum merasa mampu

dalam pelajaran matematika

karena masih kurang teliti dalam

mengerjakan soal

Tata, karena menurut saya dia

mampu menguasai dan memahami

rumus matematika

53 Ragu-ragu Karena kadang saya bisa dan

kadang tidak bisa Karena matematika susah Tata, karena Tata biasanya bisa

54 Ragu-ragu

Karena saya sulit untuk

mempelajari matematika dan

kurang bisa memahaminya

Karena dalam hitungan

matematika, saya berpikir bahwa

hitungan hanya digunakan untuk

menghitung uang, dan yang

dipentingkan untuk menjadi

orang sukses adalah pemikiran

logika dan perasaan kebaikan

hati dalam diri kita

Adityo dan Loren, karena mereka

selalu mendapatkan nilai tinggi

dipelajaran matematika

55 Yakin

Saya yakin karena saya merasa

bisa mengerjakan soal-soal

pelajaran matematika

Saya merasa mampu karena saya

lumayan memahami rumus-

rumus matematika. Saya merasa

tidak mampu karena dalam soal

matematika, banyak hal-hal yang

menjebak

Menurut saya, Ardityo, karena dia

bisa menyelesaikan soal yang

diberikan oleh guru matematika

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 128: EFIKASI DIRI AKADEMIK DALAM PELAJARAN MATEMATIKA …

114

56 Yakin

Kita harus percaya diri atas

kemampuan yang kita miliki dan

terus melatih diri supaya lebih

pandai

Saya merasa mampu karena saya

pantang menyerah dan sering

berlatih dirumah dan jika ada

tugas sya selalu mengerjakannya

dengan mandiri

Tata, karena dia selalu mengajari

saya saat saya sedang kesusahan

57 Sangat Yakin

Saya sudah memiliki

kemampuan berpikir

matematika seja dini

Karena saya didukung oleh orang

tua, teman, dan bimbel

Aryan Putra Perdana, karena Aryan

sangat kritis dalam berpikir

matematika

58 Yakin

Ya, selama ini saya yakin-yakin

aja gitu belajar matematika. Ya

mungkin ngga sepintar teman-

teman yang lain, tapi bisalah

kalau memperhatikan dengan

baik dan banyak berlatih

Ya karena selama saya

memperhatikan pelajaran itu saya

akan paham

Ribka, Ana. Karena memang minat

mereka itu matematika, mereka aja

pengen kuliah ambil jurusan

matematika kalau tidak salah

59 Ragu-ragu

Menurut saya, terkadang saya

susah dalam menghadapi

pelajaran matematika. Apalagi

disaat saya sangat malas dan

lelah juga bosan, mungkin hanya

50% yang dapat saya tangkap

sehingga saat penilaian nilai

saya ada yang down

Karena saya sering menyerah

sebelum mau berpikir. Saya

sering sekali bermoodyan

sehingga malas rasanya untuk

sekedar menyimak

Ribka, karena ia mudah mencerna

pelajaran matematika dan gampang

atau sangat jelas dalam menjelaskan

kepada teman-teman yang lain

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 129: EFIKASI DIRI AKADEMIK DALAM PELAJARAN MATEMATIKA …

115

60 Yakin

Karena saya jarang mengeluh

dalam pelajaran matematika,

selain itu saya sudah

berpengalaman dalam mengikuti

lomba matematika dan hasilnya

memuaskan

Karena menurut saya matematika

itu asik dan seru. Kemudian

dalam pelajaran matematika saya

mudah mengerti karena

matematika kebanyakan

menggunakan nalar

Ana. Karena menurutku dia pintar

dalam bernalar ketika matematika

61 Ragu-ragu

Karena aku sulit memahami dan

mengingat-ingat rumus-rumus di

matematika

Kurang bisa memahami rumus.

Tergantung gurunya juga sih

Ribka, Anna, dan Vio bisa

memahami rumus dengan baik

62 Yakin Karena aku ada sedikit bakat di

matematika Karena saya ada bakat

Ribka, Anna, Vio, Puan, Saras,

Bayu, Gerrea. Karena baik hati, rajin

menabung, dan tidak sombong

63 Ragu-ragu

Dalam pelajaran matematika,

beberapa materi saya mudah

mengerti dan memahami tapi

dalam beberapa materi lainnya

tidak langsung paham

Mampu, karena sebenarnya

matematika itu tidak susah, yang

penting bisa memahami materi

Ribka, karena dia cepat memahami

materi baru

64 Yakin Karena saya suka matematika Karena tidak pernah remidi

Ribka, Ana, Vio, William, Bayu,

Anggi, Puan, Dion, Titan, Arian.

Karena suka mengerjakan didepan

kelas

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 130: EFIKASI DIRI AKADEMIK DALAM PELAJARAN MATEMATIKA …

116

65 Sangat tidak yakin

Kurang suka menghitung.

Sebenarnya bisa yakin kalau ada

senter dan kipas angin

Banyak menghitung Yoyo, karena ketua club matematika

66 Ragu-ragu

Karena saya kurang bisa

memahami rumus-rumus

matematika dan saya juga sulit

untuk paham ketika guru

menjelaskan secara cepat

Saya tidak mampu karena

matematika tidak bisa menebak

dan tidak bisa dijawab dengan

rumus sendiri

Anna, karena ia mampu dalam

matematika dan ia hobby dengan

matematika. Ribka, ia juga mudah

mengingat pembelajaran dan ia

hobby

67 Yakin

Karena saya bisa selalu

mengerjakan setelah diberi

pembahasan guru

Saya merasa mampu karena saya

suka dengan matematika

Ribka dan Ana, karena dia pintar

matematika

68 Ragu-ragu

Karena saya sulit untuk

menghafal rumus dan takut jika

cara (rumus) yang digunakan

salah

Karena saya sulit untuk

menghafalkan rumus

Ribka, karena dia dapat menjelaskan

cara atau rumus dengan sangat

paham

69 Yakin Karena saya mampu mengikuti

pelajaran matematika

Karena saya dapat memahami

rumus atau cara-cara

Ribka dan Ana, karena dia paling

pintar matematika

70 Ragu-ragu Karena saya kurang bisa

mengerti pelajaran matematika

Saya merasa tidak mampu karena

matematika pelajaran yang sulit

Arian. Karena dia mampu

mengerjakan soal-soal dan mudah

mengerti

71 Yakin

Karena jika guru menjelaskan

dengan baik, saya akan cepat

mengerti

Saya mampu karena matematika

itu menarik dan membuat saya

ingin memahaminya

Ana, karena dia pintar dalam

matematika dan dia juga

menyukainya

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 131: EFIKASI DIRI AKADEMIK DALAM PELAJARAN MATEMATIKA …

117

72 Ragu-ragu Karena saya kurang bisa untuk

memahami rumus

Saya tidak mampu karena saya

tidak suka pelajaran matematika

Ana karena dia mampu untuk

memahami rumus atau mempelajari

matematika

73 Yakin Saya yakin kalau memahami

dengan benar pasti bisa

Kadang materi yang diberikan

sulit dipahami, atau kadang kalau

guru yang menjelaskan aku tidak

paham tapi kalau teman yang

menjelaskan bisa paham

Ribka, karena orangya mudah

memahami dengan cepat. Dan kalai

diminta ditolong jelaskan dia bisa

menjelaskan dengan baik

74 Tidak yakin Agak pusing dengan pelajaran

itu

Karena sulit dan banyak rumus

yang membingungkan Joshua, karena pintar matematika

75 Tidak yakin Karena tidak mengerti dengan

angka serta rumus

Karena bingung dengan

penempatan angka

Evan, karena setiap kuis dan kerja

kelompok dia bisa menjelaskan

kepada teman-temannya

76 Tidak yakin Karena tidak mengerti cara

mengerjakan matematika Karena merasa bingung

Bintang, karena dia dalam

menghitung dan rumus cepat

77 Ragu-ragu Atas dasar kemampuan saya Karena susah Yoyo, Karena dia pintar

78 Tidak yakin Hanya bisa matematika dasar

(+,-,x,:)

Tidak mampu, hanya memahami

dasar

Yoyo, memamerkan kepintaran

(sombong)

79 Ragu-ragu

Karena saya tidak menyukai

pelajaran matematika,

membingungkan

Karena matematika

membingungkan

Ivon, karena dia menyukai pelajaran

matematika. Yoyo, karena dia pintar

dalam pelajaran matematika

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 132: EFIKASI DIRI AKADEMIK DALAM PELAJARAN MATEMATIKA …

118

80 Tidak yakin Karena saya sangat lemah saat

menghitung

Tidak mampu, karena

matematika susah dan saya tidak

bisa menghitung

Yoyo, karena dia hebat

81 Ragu-ragu

Karena saya sedikit kurang

memahami materi dalam

matematika. Kurang dapat

mengerjakan soal meskipun tau

rumus

Karena kurangnya rasa percaya

diri saya terhadap kemampuan

saya

Evan, karena disaat ada penawaran

untuk mengerjakan dia terkadang

maju untuk mengerjakan dan

percaya diri terhadap yang

dikerjakan

82 Ragu-ragu Kadang yakin, tapi kadang tidak

Merasa tidak mampu karena

kadang matematika susah

dipahami

Sheva, bisa meneliti atau

mencermati

83 Sangat tidak yakin Tidak pernah mengerti

matematika. Susah, ribet Susah dan rumit

Sheva dan Joshua karena aktif dalam

pelajaran matematika

84 Yakin

Saya yakin karena percaya diri

saja, tidak ada yang tidak

mungkin

Karena matematika bisa

gampang atau susah tergantung

orang yang menerima saja,

karena belajar juga

Sheva dan Joshua karena mereka

pintar

85 Yakin Matematika kadang mudeng

kadang enggak

Mengasah otak agar berpikir

lebih luas Nanda. Pintar dan jago

86 Ragu-ragu

Karena kadang aku bisa

mengerjakan soal matematika

tertentu dan terkadang juga

tidak, tergantung juga pada

moodku

Aku merasa tidak mampu karena

kadang aku merasa tidak

memahami semua materi

matematika

Joshua, kaerna dia pintar

matematika dan kadang aku juga

sering dibantu sama dia

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 133: EFIKASI DIRI AKADEMIK DALAM PELAJARAN MATEMATIKA …

119

87 Yakin Saya yakin, saya bisa Saya kurang mampu karena

matematika rumusnya lupa Sheva dan Joshua karena pintar

88 Sangat yakin Karena matematika adalah

pelajaran kesukaanku

karena aku sudah

mempelajarinya sejak lama Sheva karena dia pintar

89 Ragu-ragu

Karena matematika adalah

kelemahan utama saya. Di setiap

pelajaran matematika, saya

merasa sangat kebingungan.

Dan saya selalu remidi di

ulangan matematika

Karena hitungan adalah

kelemahan saya. Maka saya tidak

mampu dalam pelajaran

matematika

Joshua Krisnawan Putra. Karena

Joshua yang paling pintar di

matematika. Setiap pelajaran

matematika, Joshua selalu menjawab

dengan cepat

90 Yakin

Atas kegiatan saya yang biasa

mengerti matematika hanya

dalam waktu yang singkat

Saya merasa mampu karena

selama saya mengerjakan

matematika, saya merasa bahwa

matematika adalah yang paling

mudah

Stefen, karena saya biasanya

mengerjakan suatu soal yang sulit

bersama dengan dia

91 Tidak yakin

Sangat sangat tidak mengerti

tentang matematika banyak

hitungan susah

Kemampuan berhitung kurang,

daya dong rendah, sulit,

membingungkan

Jovan dan Tito sudah dong dan bisa

mengajari teman yang kesusahan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 134: EFIKASI DIRI AKADEMIK DALAM PELAJARAN MATEMATIKA …

120

92 Yakin

Karena saya dapat

menghafalkan dan menerapkan

rumus matematika dan ketika

saya merasa kesulitan, biasanya

saya mengerjakan latihan soal

sehingga dapat memahami

materi dengan mudah

Saya merasa mampu karena

selalu senang mempelajari

matematika dan dapat

mengerjakannya dengan baik

Steven dan Jovan karena pintar

93 Yakin

Terkadang sulit dalam

memahami matematika,

terkadang mudah

Karena sebenarnya semua

mampu jika mau berusaha

Fransiska Dani, Karena ulangan dan

tugas matematikanya sering

mendapat nilai 100

94 Sangat yakin

Karena saya suka matematika,

guru yang mengajar sangat jelas,

puji Tuhan nilai matematika

saya bagus

Ya mampu karena dasarnya suka

matematika dan suka dengna

angka-angka

Della, Jovan, Sofie, Steven, Dani,

Lea. Karena mereka sering dapat

nilai bagus

95 Ragu-ragu

Karena saat saya belajar

matematika itu kadang hanya

pada saat pelajaran yang saya

mengerti saja yang tahu dan saat

materi yang agak susah atau

susah disitu saya gak tau apa-

apa atau memang saya tidak

bisa. Jadi saya belajar

matematika itu kadang-kadang

bisa aja

Karena dasarnya dari dulu saya

kurang begitu suka matematika

apalagi yang susah

Jovan, Steven, Sofie. Karena saya

melihat mereka sangat mahir

dibidang itu dan pada saat ada soal

yang sulit mereka bisa

mengerjakannya

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 135: EFIKASI DIRI AKADEMIK DALAM PELAJARAN MATEMATIKA …

121

96 Yakin

Karena ketika pelajaran

matematika, saya masih bisa

mengikuti materi atau

pembelajaran dan nilai saya

masih mencukupi standar

Menurut saya, ketika pelajaran

saya masih dapat memahami

materi yang disampaikan

Banyak sebenarnya… Dani, karena

nilainya ulangan 100

97 Yakin

Karena saya telah memperoleh

nilai matematika yang bagus.

Saya juga sempat dipilih

mengikuti OSN matematika

walau tidak jadi

Saya mampu karena saya

menyukai pelajaran matematika

tersebut dan saya mendapat nilai-

nilai yang bagus dalam ujian atau

tugas. Saya juga dapat

memahami materi dengan cepat

Jovan, karena ia selalu berani untuk

maju ke depan menjawab perntayaan

dan mendapat nilai yang maksimal

98 Yakin

Saya yakin akan kemampuan

diriku dalam pelajaran

matematika, saya lebih mudah

mempelajari matematika

daripada yang lain, sehingga

mendapat nilai bagus

Karena pada saat pelajaran saya

mampu mendapat nilai yang

menurutku memuaskan (diatas

KKM)

Jovan, karena sering mendapat nilai

100 dalam ulangan harian dan tugas

99 Ragu-ragu Karena terkadang saya masih

belum mengerti

Karena saya sedikit susah dalam

hal menghitung

Della, Noah, dan Rina. Karena saya

menganggap mereka bisa dan

mengerti

100 Sangat tidak yakin Karena matematika itu sulit dan

tidak menyenangkan

Karena saya tidak menyukai

matematika

Jovan, karena saya melihat dia

mengisi yakin pada tes ini.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 136: EFIKASI DIRI AKADEMIK DALAM PELAJARAN MATEMATIKA …

122

101 Ragu-ragu

Karena terkadang saya suka

menghitung dan terkadang

malas. Kadang mendapat nilai

bagus kadang tidak. Sering

muncul perasaan ingin

mengerjakan soal matematika

tapi kadang juga malas.

Karena beberapa materi bisa saya

tangkap dan terima. Beberapa

juga sulit diterima

Jovan, karena dia aktif disetiap

pelajaran matematika dan sering

mendapat nilai bagus. Steven, dia

aktif dan cepat mencerna pelajaran

102 Ragu-ragu

Saya kadang-kadang bisa cepat

menangkap pelajaran, kadang

juga sulit menangkap. Belajar

matematika sebenarnya asik,

tapi kadang juga bosan

Saya merasa antara mampu dan

tidak mampu karena tidak semua

pelajaran matematika saya bisa

lancar

Jovan, karena dia cepat dalam

berhitung dan nilainya cenderung

baik

103 Ragu-ragu

Karena masih ada yang bingung

dan saya biasanya setelah

menyelesaikan soal masih takut

atau ragu-ragu

Karena saya kurang percaya

dengan soal yang saya kerjakan

Dhani, Jovan, dan Sofie. Karena

mereka pintar

104 Ragu-ragu

Karena seringkali saya yakin

tetapi hasil yang didapat kurang

memuaskan

Merasa tidak mampu karena

kurangnya latihan dirumah dan

kemalasan yang sering dihadapi

Jovan dan Steven. Bukan hanya nilai

mereka lebih tinggi tetapi mereka

sering sekali membantu saya yang

sedang kesulitan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 137: EFIKASI DIRI AKADEMIK DALAM PELAJARAN MATEMATIKA …

123

105 Ragu-ragu Karena nilai saya tergantung

mood dalam pengerjaan soal

Karena kurang memahami

pelajaran matematika

Noah. Karena orangnya tekun dan

teliti dalam mengerjakan soal

matematika tersebut. Steven, karena

memiliki sifat teliti dalam

mengerjakan soal dibidang

matematika. Jovan, karena memiliki

cara pemikiran yang logis dan juga

teliti didalam bidang matematika

106 Sangat yakin

Karena saya sangat percaya

dengan apa yang saya miliki.

Karena saya berusaha menjadi

yang terbaik supaya dapat

membanggakan orangtua

Mampu karena pelajaran

matematika bagi saya pelajaran

yang sangat mudah. Tergantung

niat tidak dalam mengerjakan

soal

Tidak ada kecuali saya, karena nilai

saya merupakan nilai tertinggi

didalam satu angkat paralel kelas

IPA

107 Yakin

Karena sejak SMP nilai

matematika saya rata-rata atau

kebanyakan baik. diatas atau pas

dengan KKM, walaupun masih

ada yang dibawah KKM

Karena nilai matematika saya

sejak SMP di matematika baik

atau bagus dan banyak nilai

diatas KKM

Jovan dan Steven, karena mereka

selalu aktif saat semua pelajaran

khususnya matematika, dan selalu

dapat mengerjakan soal-soal walau

sulit dan selalu mendapat nilai bagus

atau baik.

108 Yakin

Karena saya lebih cepat

mengerti dalam bidang

menghitung seperti matematika

dibandingkan dengan yang

menghafal

Merasa mampu, karena lebih

cepat mengerti

Selda dan Dani, karena mereka

paling cepat mengerti atau

menangkap pelajaran matematika

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 138: EFIKASI DIRI AKADEMIK DALAM PELAJARAN MATEMATIKA …

124

109 Yakin

Saya tidak memilih sangat yakin

karena ada beberapa materi yang

belum lancar (saya bisa namun

sedikit lama atau kurang dilatih)

Saya merasa mampu karena

matematika hanya perlu berlatih

banyak dan mengetahui semua

konsep sehingga ketika soal

dibolak-balik kita tetap bisa

mengerjakan

Dani, Della, karena mereka sering

tuntas dalam ulangan dan dari cara

mereka membantu saya

mengerjakan soal, saya menjadi

lebih paham

110 Tidak yakin Karena saya tidak suka

matematika dari dulu

Karena saya susah untuk

menghitung

Joy, karena dia bisa matematika dan

pintar

111 Ragu-ragu

Karena masih ada beberapa

materi yang tidak saya mengerti

dan saya pahami

Merasa kurang percaya diri

dalam pelajaran matematika

Vembri, Arya, Koko, dan Joy karena

saya melihat mereka dari

kemampuan mereka dalam pelajaran

matematika

112 Yakin

Saya sudah mengerti berbagai

hal dasar dalam pelajaran

matematika, yang dapat

membuat saya cukup yakin

Saya merasa mampu karena saya

adalah salah satu orang yang

memiliki rasa percaya diri tinggi

Lorensius Akleve Chandra, karena

ia merupakan kenalan yang mudah

mengerti dan beradaptasi dalam

materi matematika, serta memiliki

rasa percaya diri tinggi

113 Sangat yakin

Karena saya percaya bahwa saya

bisa belajar dan memahami

pelajaran matematika

Karena setiap pelajaran pasti bisa

dipahami asal kita suka dan

tekun

Tata, karena dia dikelas ini hafal

dengan rumus matematika. Arya,

karena dia mampu dalam belajar

matematika hanya saja dia kurang

fokus dalam pelajaran

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 139: EFIKASI DIRI AKADEMIK DALAM PELAJARAN MATEMATIKA …

125

114 Sangat yakin

Karena saya percaya diri pada

kemampuan saya yang diberi

Tuhan

Saya mampu karena matematika

itu mudah dan saya harus berfikir

kritis untuk mengerjakannya

Vembri, karena ia mampu

mengerjakan dengan mudah

115 Yakin Karena saya ingin berusaha dan

saya ingin bisa

Karena saya melihat dari nilai-

nilai harian saya yang lumayan

Tata, karena dia sering mengajari

saya atau menjelaskan di pelajaran

matematika

116 Tidak yakin Karena saya tidak

berkemampuan di matematika

Karena kemampuan saya tidak di

matematika

Tata, Karena dia bisa menguasai

matematika

117 Ragu-ragu

Karena menurut saya

kemampuan saya di pelajaran

matematika tidak terlalu tinggi

Karena agak sulit untuk

memahami pelajaran matematika

dan mengikuti

Joy, karena memiliki nilai yang

bagus dalam pelajaran matematika

dan dia mudah memahami dalam

pelajaran matematika

118 Yakin

Karena saya merasa masih

cukup mampu dalam

mengerjakan beberapa materi

matematika, seperti aljabar,

SPLDV

Karena saya terkadang masih

mengerti atau paham dengan

beberapa bab dari pelajaran

matematika tersebut

Steven, Jovan, Sofie, Della, dan

Selda. Karena saya menganggap

mereka orang-orang yang cepat

memahami matematika

119 Ragu-ragu

Karena ada beberapa yang

masih belum saya paham dalam

pelajaran matematika

Karena masih ragu-ragu untuk

mengerjakan matematika

Dani, Via, dan Selda. Karena biasa

mengajarkan dengan baik

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 140: EFIKASI DIRI AKADEMIK DALAM PELAJARAN MATEMATIKA …

126

120 Yakin

Kita harus percaya diri dengan

apa yang kita akan lakukan atau

miliki

Karena saya merasa percaya diri

atas apa yang saya lakukan

Tata, Vembri, dan Joy. Karena dia

membantu saya untuk memahami

pelajaran tersebut

121 Ragu-ragu

Karena saat menghadapi soal-

soal matematika saya masih

sering merasa ragu atas

jawaban-jawaban saya

Saya merasa mampu, karena saya

mau mencoba dan mau terus

berlatih

Radit, karena dia mampu memahami

soal-soal matematika yang ada dan

bisa mengerjakan soal-soal dengan

benar

122 Ragu-ragu

Karena saya merasa tidak hebat

dalam matematika dan agak sulit

untuk memahami

Karena kurang mampu mencerna

matematika dengan cepat dan

teliti

Tata dan Radit, karena mereka cepat

dan tanggap jika dijelaskan

123 Ragu-ragu Ya, saya tidak yakin saya bisa

matematika

Karena jika belum tau caranya

akan terasa sulit Vembri, karena sudah terbukti pintar

124 Ragu-ragu

Karena kemampuan saya di

bidang matematika sangat rata-

rata

Karena kemampuan menghitung

saya sangat minim atau pas di

rata-rata

Tata, Vembri, Paudra, dan Joy.

Karena mereka pintar dalam hal

berhitung di matematika

125 Ragu-ragu

Karena beberapa materi ada

yang tidak bisa saya pahami dan

ada yang bisa dipahami

Saya tidak mampu karena hanya

bisa memahami sedikit saja dan

memang saya tidak suka dengan

namanya hitung-hitungnya

Paudra, karena Paudra cepat

memahami materi dan suka

membantu teman yang kesusahan

126 Ragu-ragu

Karena saya masih tidak paham

tentang materi yang telah

diberikan guru kepada saya

Karena saya masih kurang

mampu dalam memahami

materi-materi yang ada

Radit, karena Radit selalu dapat

memahami materi pada saat

pembelajaran dikelas

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Page 141: EFIKASI DIRI AKADEMIK DALAM PELAJARAN MATEMATIKA …

127

127 Tidak yakin

Aku tidak yakin dalam mampu

pelajaran, karena susah di

mengerti dan susah

berkonsentrasi pada pelajaran

Karena saya tidak mampu dalam

pelajaran matematika yang saya

kurang pahami dan tidak

konsentrasi pada pelajaran

Rm. Mario Wisnu, karena dia sangat

membantu saya untuk diajarkan

supaya bisa lebih paham dalam

pelajaran matematika

128 Ragu-ragu

Karena saya tidak terlalu bisa

memahami tentang matematika,

tetapi saya bisa mengikutinya

dikti demi sedikit untuk bisa

lebih maju dan memahami lebih

lanjut

Karena saya sulit untuk

memahami pelajaran matematika

dan sulit menguraikannya, sulit

untuk mengikuti

Tata, karena dia mempunyai nilai

matematika yang sangat bagus dan

percaya diri

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI