Click here to load reader

Ekstrak Fenolik Chalcone Ashitaba Untuk Mengurangi Low Density Lipoprotein LDL Kolesterol pada Daging Ayam Broiler

  • View
    16

  • Download
    1

Embed Size (px)

DESCRIPTION

PKM-P DIKTI 2014

Text of Ekstrak Fenolik Chalcone Ashitaba Untuk Mengurangi Low Density Lipoprotein LDL Kolesterol pada...

  • LAPORAN KEMAJUAN PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA

    JUDUL PROGRAM Ekstrak Fenolik Chalcone Angelica keskei untuk Menurunkan Low Density

    Lipoprotein (LDL) Kolesterol pada Daging Ayam Broiler dalam Upaya

    Mengurangi Angka Kematian Akibat Penyakit Stroke di Indonesia

    BIDANG KEGIATAN PKM PENELITIAN

    Diusulkan oleh :

    Raden Yuvita Rakhman 1512100018 2012

    Kholilah Nur Hidayah 1512100046 2012

    Lintang Pertiwi 1513100029 2013

    Faishal Aliwardana 1513100031 2013

    Amila Rizqina Ramadhani 1514100079 2014

    INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER

    SURABAYA

    2015

    i

  • ii

  • RINGKASAN

    Menurut data Riskedas Indonesia, angka kematian utama disebabkan oleh

    penyakit stroke sebesar 15,4% (Depkes, 2008) yang diasumsikan karena pola

    konsumsi makanan dengan kandungan kolesterol dan lemak diatas rata-rata.

    Kolesterol dan lemak yang berlebih, akan terkumpul dan menjadi plak pada

    saluran arteri, sehingga saluran darah akan tersumbat. Salah satu makanan

    penyebab utamanya adalah ayam broiler, yang cenderung menjadi sumber asupan

    utama protein hewani karena harganya yang relatif terjangkau di kalangan

    masyarakat. Sehingga pada tahun 2013 terjadi kenaikan persentase konsumsi

    ayam sebesar 15,8% dengan angka konsumsi sekitar 2,2 milyar ekor ayam broiler.

    Oleh karena itu, telah banyak penelitian yang dilakukan untuk menghasilkan

    daging ayam broiler yang aman dan sehat. Metode yang dilakukan pada umumnya

    melalui pencampuran bahan uji pada pakan. Salah satunya adalah dengan

    pemanfaatan tepung kemangi (Ocimum basilicum) yang mengandung minyak

    atsiri dimana mampu meningkatkan relaksasi usus halus. Namun, penelitian ini

    memiliki beberapa kelemahan, diantaranya peneliti tidak dapat mengontrol

    seberapa banyak pakan tersebut dikonsumsi oleh ayam. Dan dimungkinkan,

    kandungan tepung kemangi akan lebih banyak terbuang bersama feses,

    dikarenakan bentuk pakan yang padat. Pada penelitian ini, kami memberikan

    inovasi dengan pemanfaatan ekstrak daun Ashitaba yang diberikan secara oral

    pada ayam uji. Penelitian ini dikatakan sebagai inovasi karena penggunaan daun

    ashitaba ini belum banyak diketahui manfaatnya oleh masyarakat. Ashitaba

    (Angelica keiskei) sendiri merupakan salah satu tumbuhan yang memiliki

    kandungan mineral Chalcone sangat tinggi yang dapat membantu membersihkan

    darah dan mempromotori kolesterol yang sehat. Dengan metode oral atau

    pencekokan pada ayam broiler diharapkan ekstrak daun ashitaba dapat langsung

    masuk dalam sistem pencernaan, sehingga kandungan bahan kimia dalam ekstrak

    dapat terabsorbsi dengan baik, sekaligus dapat mempermudah peneliti mengontrol

    seberapa banyak ekstrak ashitaba yang masuk dalam tubuh ayam. Sehingga

    kandungan kolesterol serta lemak dalam daging yang masuk ke dalam tubuh

    manusia dapat berkurang. Jadi tingkat kematian akibat penyakit stroke di

    Indonesia menjadi berkurang. Tujuan dari penelitian ini adalah menurunkan

    lemak abdomen, kolesterol lemak (Low Density Lipoprotein) dalam daging ayam

    pada bagian femur (paha) dan thorax (dada) dengan menggunakan ekstrak daun

    Ashitaba untuk mengurangi jumlah kematian akibat stroke di Indonesia. Metode

    yang digunakan adalah penelitian terapan dengan metode eksperimen. Desain

    penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL). Ayam broiler

    dikelompokkan ke dalam kelompok kontrol dan perlakuan secara acak dengan

    empat konsentrasi berbeda. Tahapan penelitian ada 3 yaitu tahapan persiapan,

    tahapan perlakuan dan tahap pengolahan data. Pengujian kolesterol menggunakan

    metode Enzymatic Cholesterol High Performance (CHOD-PAP KIT). Data diolah

    dengan menggunakan metode uji One Way ANOVA. Kata Kunci : Ayam broiler, Ekstrak daun Ashitaba, Kolesterol, Low Density

    Liporotein.

    iii

  • DAFTAR ISI

    Halaman Sampul ................................................................................................... .i Halaman Pengesahan............................................................................................. .ii

    Ringkasan .............................................................................................................. iii

    Daftar Isi ................................................................................................................ iv

    BAB 1. PENDAHULUAN .................................................................................... 1

    1.1 Latar Belakang ......................................................................................... 1

    1.2 Perumusan Masalah ................................................................................. 2

    1.3 Tujuan Program ....................................................................................... 2

    1.4 Luaran Yang Diharapkan ......................................................................... 2

    1.5 Kegunaan Program................................................................................... 2 BAB 2. TARGET LUARAN ................................................................................. 3 BAB 3. METODE PELAKSANAAN ................................................................... 3

    3.1 Desain Penelitian .................................................................................... 3

    3.2 Tahap Penelitian ..................................................................................... 4

    3.3 Prosedur Kerja ........................................................................................ 4

    3.4 Variabel Penelitian.................................................................................. 5

    3.5 Analisis Statistik ..................................................................................... 6 BAB 4. HASIL YANG DICAPAI ......................................................................... 6

    4.1 Kemajuan Pekerjaan ................................................................................ 6

    4.2 Permasalahan dan Penyelesaian ............................................................... 8

    BAB 5. POTENSI HASIL ..................................................................................... 9 BAB 6. RENCANA TAHAPAN BERIKUTNYA ................................................ 9

    DAFTAR PUSTAKA ......................................................................................... 9

    LAMPIRAN ..................................................................................................... ..11

    Lampiran 1. Penggunaan Dana ......................................................................... ..11

    Lampiran 2. Bukti-bukti Pendukung Kegiatan ................................................. ..13

    iv

  • 1

    BAB 1. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

    Menurut hasil Riskedas Indonesia, penyebab kematian utama pada semua

    umur adalah stroke (15,4%), TB (7,5%), hipertensi (6,8%), dan cedera (6,5%)

    (Depkes, 2008). Sehingga dapat diketahui bahwa stroke menjadi kasus nomor satu

    penyebab kematian di Indonesia (WHO, 2008). Penyebab primer terjadinya stroke

    adalah aterosklerosis. Proses ateroskelrosis ditandai oleh penimbunan lemak jahat

    (Low Density Lipoprotein) dan kolesterol yang terjadi secara lambat pada dinding-

    dinding arteri yang disebut plak, sehingga dapat memblokir atau menghalangi

    sama sekali aliran darah ke jaringan (Nastiti, 2012).

    Asumsi yang muncul dari kasus stroke adalah pola makan masyarakat

    Indonesia yang kurang baik utamanya makanan yang mengandung lemak serta

    kolesterol yang tinggi. Konsumsi daging ayam di Indonesia pada tahun 2013

    mengalami peningkatan sebesar 15,8% dengan kisaran konsumsi 2,2 milyar ekor

    (Livestock.com, 2014). Daging ayam yang banyak dikonsumsi masyarakat

    Indonesia adalah jenis ayam pedaging (broiler). Faktor yang mendorong

    meningkatnya permintaan daging ayam adalah terjadi pergeseran pola konsumsi

    masyarakat dari bahan pangan sumber protein nabati ke bahan pangan sumber

    protein hewani. Fenomena ini diperkirakan akan terus meningkat dan berlanjut di

    masa depan (Dilago, 2011). Terlebih lagi, pemeliharaan ayam broiler pada

    umumnya masih menggunakan obat-obatan, pakan imbuhan (antibiotik dan

    hormon) untuk mencapai produk yang optimal. Selain itu, ayam broiler memiliki

    permasalahan lain yaitu, kandungan kolesterol daging dan kandungan lemak

    abdomen yang tinggi yaitu daging tanpa kulit berkisar antara 133-202 mg/I00g

    BK, daging utuh adalah 261-407 mg/100g BK, lemak abdomen 2,56%,

    (Ismoyowati dan widiyastuti, 2003).

    Oleh karena itu, dalam penelitian ini digunakan ekstrak daun Ashitaba untuk

    mengurangi tingginya kandungan kolesterol dan lemak abdomen sehingga

    diperoleh daging yang aman dan sehat untuk dikonsumsi. Ashitaba (Angelica

    keiskei) merupakan salah satu tumbuhan yang memiliki mineral Chalcone sangat

    tinggi, dimana dapat membantu membersihkan darah dan mempromotori

    kolesterol yang sehat. Akan tetapi, mayarakat dunia belum mengetahui

    keberadaaan tumbuhan ini (Swarayana, 2012). Dengan memberi ekstrak daun

    Ashitaba secara oral pada ayam, makasenyawa aktif dalam daun tersebut dapat

    terserap secara optimal melaui sistem pencernaan. Bersinergi dengan hal tersebut,

    diharapkan dapat mengurangi jumlah penderita penyakit stroke di Indonesia. Oleh

    karena itu, penulis berusaha meneliti pengaruh ekstrak daun Ashitaba sebagai

    penurun kolesterol daging dada dan lemak abdominal ayam broiler.

  • 2

    1.2 Perumusan Masalah

    Rumusan masalah yang akan dibahas pada penelitian ini adalah sebagai berikut. 1. Bagaimana pengaruh ekstrak daun Ashitaba(Angelica keiskei) terhadap

    penurunan kolesterol pada daging dada dan paha ayam? 2. Berapa konsentrasi ekstrak daun Ashitaba (Angelica keiskei) yang tepat untuk

    menurunkan Low Density Lipoprotein kolesterol pada daging ayam? 3. Bagaimana mekanisme ekstrak daun Ashitaba (Angelica keiskei) yang berperan

    untuk menurunkan Low Density Lipoprotein daging? 1.3 Tujuan Program

    Adapun yang menjadi tujuan dari penelitian ini adalah sebagai berikut. 1. Mengetahui pengaruh ekstrak daun Ashitaba(Angelica keiskei)terhadap kadar

    kolesterol yang terdapat pada daging dada dan paha ayam. 2. Mengetahui konsentrasi ekstrak daun Ashitaba (Angelica keiskei) untuk

    menurunkan Low Density Lipoprotein daging dada dan paha ayam. 3. Mengetahui mekanisme ekstrak daun Ashitaba (Angelica keiskei) untuk

    menurunkan Low Density Lipoprotein daging ayam. 1.4 Luaran Yang Diharapkan

    Luaran yang diharapkan dari penelitian ini yaitu adanya solusi pengurangan stroke dengan menurunkan kadar kolesterol dalam daging

    ayam broiler dan pengakuan paten atas penelitian yang telah dikakukan,

    antara lain: 1. Dapat menurunkan kadar kolesterol dalam daging ayam broiler sehingga dapat

    menurunkan persentase penyakit stroke di Indonesia. 2. Mendapatkan hak cipta atau paten atas tingkat konsentrasi dan penggunaan

    ekstrak daun Ashitaba (Angelica keiskei) sebagai penurun kadar kolesterol

    daging ayam broiler. 3. Publikasi ilmiah Internasional dan nasional pada jurnal-jurnal yang bertemakan

    ketahanan pangan. 1.5 Kegunaan Program

    Kegunaan dari penelitian ini adalah : 1. Sebagai bahan kajian untuk memanfaatkan ekstrak daun Ashitaba (Angelica

    keiskei) untuk menjadi salah satu senyawa yang dapat menurunkan kolesterol

    daging dan lemak abdomonial ayam. 2. Dapat mengurangi kadar kolesterol pada daging ayam yang dikonsumsi oleh

    masyarakat yang diasumsikan sebagai salah satu penyebab penyakit kolestrol

    yang menjadi pemicu penyakit lainnya. 3. Hasil penelitian akan membantu meningkatkan ketahanan pangan Indonesia.

  • 3

    BAB 2. TARGET LUARAN Target luaran yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah :

    1. Menurunkan kadar kolesterol pada daging ayam broiler sehingga dapat

    menurunkan persentase penyakit stroke di Indonesia.

    2. Mendapatkan hak cipta atau paten atas penggunaan ekstrak daun Ashitaba (Angelica keiskei) sebagai penurun kadar kolesterol daging ayam broiler.

    3. Publikasi ilmiah Internasional dan Nasional pada jurnal-jurnal yang

    bertemakan Ketahanan Pangan.

    BAB 3. METODE PELAKSANAAN

    Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian terapan dengan metode

    eksperimen. Penelitian eksperimen yaitu penelitian yang dilakukan dengan

    melakukan manipulasi terhadap objek penelitian serta adanya kontrol sebagai

    pembanding (Nazir, 2003 : 63). 3.1 Desain Penelitian

    Desain penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL).

    Ayam broiler dikelompokkan ke dalam kelompok kontrol dan perlakuan secara

    acak (Gomez dan Gomez, 1995 : 242). Ayam-ayam dikelompokkan sesuai dengan

    perlakuan yang diberikan. Estimasi besar sampel ayam broiler percobaan yang

    akan digunakan ditentukan menggunakan rumus p (n-1) 15 dengan n merupakan

    jumlah sampel tiap perlakuan, dan p sebagai jumlah perlakuan. Penelitian ini

    menggunakan lima macam perlakuan dan jumlah pengulangan, yang didapatkan

    dari rumus berikut :

    Jumlah sampel tiap perlakuan Jumlah pengulangan tiap perlakuan

    p (n-1) 15 T (r 1) 20

    5 (n-1) 15 4 (r 1) 20

    5n - 5 15 r 6

    5n 20 Keterangan :

    n 4 T : jumlah perlakuan = 6

    n= 4 r : jumlah pengulangan

    Berdasarkan rumus di atas diperoleh ayam percobaan untuk masing-masing

    perlakuan adalah 4 ekor ayam broiler strain Lohmann. Rancangan penempatan

    perlakuan secara acak yang akan dilakukan pada penelitian dapat dilihat pada

    tabel berikut ini : Tabel 2. Randomisasi Perlakuan Ayam

    3A 4A 2B 4C 5D

    5A 3D 1D 4B 2C

    1B 1C 3C 1A 5C

    5B 2A 4D 2D 3B

  • 4

    Ayam broiler yang telah ditandai secara acak kemudian ditempatkan pada kandang individu (Tabel 3). Tabel 3. Penempatan Kandang Ayam Kandang Nomer Ayam

    A 5 7 15 23 1 4

    B 3 20 12 2 17 22

    C 21 6 8 10 13 19

    D 16 11 24 14 18 9

    3.2 Tahap Penelitian Penelitian ini dilakukan dalam beberapa tahapan, yaitu :

    1. Tahap pertama yaitu tahap persiapan mencakup pembuatan kandang,

    pemeliharaan ayam broiler dengan sistem intensif dalam kandang, pembuatan

    ekstrak daun ashitaba, pemeliharaan Day Old Chick (DOC) ayam broiler, dan

    aklimatisasi. 2. Tahap selanjutnya adalah tahap perlakuan (eksperimen) ayam broiler dilakukan

    pemberian ekstrak secara oral selama empat minggu. 3. Tahap analisa kolesterol. Dilakukan analisis kadar kolesterol dalam darah

    dengan menggunakan Gluco Test setiap satu minggu sekali. Dan analisa

    kolesterol pada daging Bagian femur dan thorax dilakukan pada akhir minggu

    keempat perlakuan dengan menggunakan metode CHOD-PAP Enzimatyc

    Colorimeter Test for Cholesterol with Lipid Clearing Factor (LCF).

    3.3 Prosedur Kerja 1. Tahap Persiapan a) Pembuatan Kandang Pemeliharaan Ayam Broiler

    Tempat pemeliharaan ayam yang digunakan adalah kandang panggung

    besar terbuat dari bambu berukuran 6 m 6 m beratap bambu. Kandang diberi

    sekat sehingga terbagi menjadi 12 kandang kecil yang berukuran 1 m2. Setiap

    kandang kecil tersebut diberi sekam padi setebal 5 10 cm (Suprijatna et al.

    2005:142). Persiapan selanjutnya adalah pemasangan tempat makan dan air

    minum dengan kapasitas air satu liter. b) Pembuatan Ekstrak Ashitaba

    Daun Ashitaba yang akan digunakan ditimbang terlebih dahulu, kemudian

    dirajang untuk menjadi bentuk yang lebih kecil. Selanjutnya diblander sehingga

    berbentuk lebih kecil lagi. Kemudian dikeringkan selama 1 minggu. Setelah

    kering daun yang telah berbentuk serbuk direndam dengan etanol 96% dengan

    volume dua kali lipat dari volume serbuk Ashitaba selama satu hari. Hasil

    penyaringan diuapkan dengan rotary evaporator untuk mendapatkan ekstrak

    Ashitaba.

  • 5

    c) Pemeliharaan Day Old Chick (DOC) Ayam Broiler

    Pemberian pakan pabrik dan air minum diberikan secara ad libitum selama

    pemeliharaan DOC. Pemberian pakan dilakukan dua kali sehari yaitu pagi dan sore

    hari. Selama proses pemeliharaan, pada hari ke-4 semua DOC ayam broiler diberi

    vitamin (vitachicks). Pemberian vitamin dicampur langsung dengan air minum dan

    diberikan pada pagi hari (Yunus et al. 2007). d) Aklimatisasi

    Ayam broiler yang telah berumur dua minggu sebanyak 96 individu

    diaklimatisasi terlebih dahulu sebelum diberikan perlakuan. Hewan percobaan

    diaklimatisasi selama satu minggu untuk menyeragamkan cara hidup dan makan.

    Selama aklimatisasi, ayam broiler diberi pakan buatan sebanyak 100 gr/hari/ekor.

    Proses aklimatisasi dilakukan pada minggu ketiga.

    2. Tahap Perlakuan

    Ayam broiler yang telah berumur tiga minggu diberi perlakuan selama lima

    minggu. Empat kelompok ayam broiler dilakukan pencekokandengan dosis 2,5%

    (B); 5% (C); 7,5% dan 10% (D). Satu kelompok lainnya merupakan kelompok

    kontrol (A) tanpa dilakukan pencekokan. Penimbangan berat badan dilakukan

    setiap satu kali dalam seminggu. Setelah lima minggu perlakuan, ayam broiler

    dipotong untuk kemudian diambil sampel darah dari daging dari bagian femur

    untuk dianalisis kadar kolesterolnya.

    3. Tahap Analisis Parameter a) Kadar kolesterol dalam daging

    Sampel daging yang diambil dari bagian femur dan thorax (dada) sebanyak

    lima gram dihaluskan dan dimasukkan ke dalam tabung reaksi yang telah steril.

    Ekstraksi dilakukan dengan cara menambahkan 10 mL larutan dietil eter ke dalam

    tabung reaksi dan dibiarkan selama 48 jam. Selanjutnya daging yang ada di dalam

    tabung reaksi dibuang, endapan sisa lemak dilarutkan dalam buffer PBS sebanyak

    0,5 mL. Campuran tersebut dihomogenisasi dan disentrifuge pada kecepatan 2500

    rpm selama 15 menit. Supernatan diambil menggunakan pipet dan dimasukkan ke

    dalam mikrotube, selanjutnya dianalisis kandungan kolesterolnya dengan

    menggunakan metode Enzymatic Cholesterol High Performance (CHOD-PAP

    KIT) (Boehringer, 1993 dalam Sutarpa 2005).

    3.4 Variabel Penelitian Persentase lemak abdominal (%)

    Lemak abdominal didapat dari kandungan kolesterol pada darah ayam. Sampel

    darah diambil dengan menggunakan jarum suntik, kemudian darah diteteskan pada

    test strip glucometer, dan Masukkan test strip ke dalam glucometer. Pastikan test

    strip yang dipakai tidak kadaluwarsa. Test strip yang kadaluwarsa dapat

    mengurangi tingkat keakuratan hasil pemeriksaan. Setelah beberapa lama, akan

    muncul hasil dari pengukuran jumlah kolesterol pada layar glucometer.

  • 6

    Kandungan kolesterol daging dada (mg/100g)

    Kandungan kolesterol daging (mg/100g) adalah angka yang menunjukkan

    kandungan kolesterol daging dada pada periode tertentu, yang dinyatakan dalam

    mg/100g (Piliang dan Djojosoebagio, 1990).

    Variabel kontrol

    Umur, berat, waktu pemeliharaan dan lingkungan kandang ayam uji

    Variabel bebas

    Konsentrasi ekstrak daun ashitaba

    3.5 Analisis Statistik

    Data yang diperoleh, diolah dengan menggunakan statistik dengan program

    SAS (Statistical Analysis System). Langkah pertama yang dilakukan adalah

    menguji distribusi data dengan uji normalitas kemudian dilanjutkan uji

    homogenitas. Bila data homogen maka dilanjutkan dengan uji One Way ANOVA.

    Uji ini digunakan untuk menguji hipotesis dengan tingkat kepercayaan 95%. Bila

    data yang diperoleh terdapat perbedaan yang signifikan maka dilakukan dengan

    uji lanjutan Duncan Multiple Range Test (Gomez dan Gomez, 1995).

    BAB 4. HASIL YANG DICAPAI 4.1 Kemajuan Pekerjaan Pelaksanaan Program Kreativitas Mahasiswa bidang Penelitian ini mencapai 50%. Rincian kemajuan dapat dilihat dalam tabel berikut ini. 1. Tahap Persiapan

    Kegiatan Metode

    Pelaksanaan Persentase

    Ketuntasan

    Perumusan Diskusi Tim Setelah pengumuman pendanaan,

    rancangan TIM melaksanakan diskusi

    kegiatan mengenai metode yang akan

    diterapkan, mencari list tempat

    pembelian daun Ashitaba dan

    penjualan ayam broiler DOC. 100% Selain itu dilaksanakan upgrading

    peningkatan komitmen setiap

    anggota TIM untuk melaksanakan

    PKM dengan baik sehingga akan

    didapatkan hasil yang

    bermanfaatbagi masyarakat

    Diskusii Konsultasi mengenai metode

    dengan yang telah disepakati dalam

    Dosen diskusi TIM. Ibu Nurlita

    pembimbing Abdulgani memberikan masukan 100%

    untuk metode injeksi Ashitaba ke

    ayam dengan menggunakan

    metode oral sehingga zat yang

    dapat menurunkan kolesterol

  • 7

    langsung dapat diserap dan

    diedarkan ke seluruh tubuh.

    Koslutasi dengan bapak Taslim

    Ketua laboratorium Bahan Alam

    Kimia ITS mengenai ekstraksi

    daun Ashitaba.

    Diskusi Diskusi ini dilaksanakan untuk

    dengan mengatetahui metode yang tepat

    Mahasiswa untuk ekstraksi daun Ashitaba, 100%

    Tingkat metode yang disarankan adalah

    Akhir menggunakan metode maserasi.

    Perizinan Surat Perizinan alat ditujukan pada

    penggunaan Peminjaman laboran, kepala laboratorium dan

    Laboratorium Laboratorium ketua jurusan di jurusan Biologi

    dengan ITS. Serta Perizinan Ekstraksi di 100%

    mengurus Laboratorium Fitokimia Fak.

    Administrasi Farmasi Univ. Airlangga yang

    ditujukan ke Dekan.

    Penyediaan Pembelian Pembelian daun Ashitaba di

    Alat dan daerah Trawas Mojokerto

    Bahan Pembuatan kandang

    Pembelian bahan kimia : etanol

    96% dan serbuk Na-CMC 100%

    Pembelian

    alat : jarum

    pencekokan, tempat makan

    ayam, tempat minum ayam,

    termometer, lampu 25 watt,

    kebel listrik, bambu, kawat kasa.

    Ekstraksi Ekstraksi daun Ashitaba

    dilaksanakan di Laboratorium 100% Fitokimia Fakultas Farmasi

    Universitas Airlangga

    Pemesanan Ayam broiler DOC dipesan ketika

    Ayam ekstraksi telah dilakukan karena 100% Broiler DOC harus sesuai dengan perlakuannya.

    Ayam dibeli sebanyak 100 ekor.

    2. Tahapan Perlakuan

    Kegiatan Metode

    Pelaksanaan Persentase

    ketuntasan

    Pemeliharaan Aklimatisasi Ayam sudah dilakukan

    ayam aklimatisasi dan akan dilanjutkan 90%

    pada tahap oral (pencekokan)

  • 8

    4.2 Permasalahan dan Penyelesaian A. Administrasi

    Permasalahan administratif yang ditemui pada pelaksanaan program

    kreativitas adalah padatnya penggunaan laboratorium Fitokimia Farmasi

    Universitas Airlangga, dan sistem administrasi yang cukup panjang. Hal ini

    dikarenakan banyak ekstraksi yang harus dilakukan oleh laboran sehingga terjadi

    antrian untuk ekstraksi. Sehingga sempat tersendat kegiatan selama sebulan

    karena ektraksi masih harus mengantri. Sempat dipindahtangankan dari laboran

    satu ke laboran lain, karena laboran awal yang tertera pada surat perizinan

    administratif tidak mudah ditemui dan sedang banyak kegiatan ekstraksi lain.

    Sudah dilakukan pencarian referensi tempat yang memungkinkan untuk ekstraksi

    akan tetapi semua harus menunggu satu bulan karena proses antrian. Namun, pada

    akhirnya permasalahan ekstraksi dapat diatasi sehingga didapatkan ekstrak daun

    Ashitaba 1 bulan.

    B. Teknis

    Permasalahan yang dihadapi tim adalah masalah ekstraksi untuk melakukan

    partisi hingga mendapat senyawa fenolik chalcone. Disamping biaya mahal, dan

    pengerjaan tidak mudah, shal ini teratasi setelah adanya konsultasi dengan Bapak

    Prof. Taslim KaLab Bahan Alam Kimia FMIPA ITS dan Bapak Iwan Laboran

    Farmasi UNAIR, beliau menyarankan untuk ekstraksi senyawa (secara

    menyeluruh) dari daun ashitaba. Selain itu, hasil diskusi dengan Bapak Prof.

    Taslim dalam hal pengenceran ekstrak dengan dosis (sesuai metode), cukup

    dilarutkan dalam air hingga konsentrasi tertentu. Namun, masalah ini teratasi

    ketika pengambilan ekstrak, kami melakukan diskusi dengan Bapak Iwan tersebut.

    Beliau menyarankan untuk menambahkan serbuk Na-CMC (campuran bahan

    makanan) sehingga aman untuk dikonsumsi ayam. Sempat kami mencoba

    melarutkan ekstrak hanya dengan penambahan air saja, namun yang didapat

    ekstrak tidak larut sempurna, dimana terdapat partikel-partikel pada permukaan

    ekstrak disamping sifat senyawa fenol yang tidak larut dalam air. Kami juga

    kebingungan menentukan panjang jarum kanol untuk pencekokan dimana

    memastikan ekstrak masuk ke jalur pencernaan ayam dan tidak dimuntahkan,

    namun teratasi melalui diskusi dengan produsen jarum kanol tersebut sehingga

    didapat panjang jarum 5 cm. Selain itu, kami juga kebingungan menentukan dosis

    ayam, namun teratasi setelah diskusi dengan pihak peternakan Jombang, dan

    berdasar pencarian jurnal sehingga didapat dosis volume ekstrak sebanyak 1-3 mL

    secara oral dengan menggunakan spoit 3 mL setiap 2 hari sekali selama 1 bulan.

    C. Organisasi Pelaksana

    Permasalahan yang ditemui yakni pada penyesuaian jadwal kuliah yang

    berbedabeda pada tiap personal dalam tim untuk melaksanakan diskusi dan

  • 9

    pelaksanaan program. Namun, hal ini dapat diatasi dengan penetapan jadwal

    secara bergantian.

    D. Keuangan

    Dari dana yang didanai oleh DIKTI sejumlah Rp. 8.514.000, pihak ITS

    memberikan pinjaman sebesar Rp. 3.550.000. Permasalahan terjadi karena untuk

    menyelesaikan PKMP ini kelompok kami membutuhkan uang sebesar Rp.

    9.894.000. Akhirnya dengan semangat dan keyakinan bahwa PKMP ini sangat

    layak untuk dilanjutkan dengan kondisi apapun yang terjadi, dengan keyakinan

    bahwa hasil PKMP ini akan sangat bermanfaat bagi pengembangan ilmu

    pengetahuan dan penyelesaian bahaya kolesterol Indonesia pada khususnya dan

    dunia pada umumnya.

    BAB 5. POTENSI HASIL

    Penelitian ini diharapkan berpotensi menghasilkan ayam broiler yang sehat

    dan rendah kolesterol untuk memberikan sumbangsih pada penurunan persentase

    kematian akibat stroke dan kemajuan bidang peternakan di Indonesia. Selain itu,

    jika penelitian ini berhasil, maka dapat diterapkan dalam peternakan ayam dengan

    penggunaan aplikasi teknologi untuk mempermudah proses pencekokan dan dapat

    menjadi role model peternakan ayam broiler di Indonesia.

    BAB 6. RENCANA TAHAPAN BERIKUTNYA 1. Pengenceran ekstrak hingga didapat konsentrasi 2,5%, 5% dan 7,5% 2. Memulai pencekokan ekstrak (H-1 masa aklimatisasi berakhir)

    3. Pengontrolan kandungan kolesterol dengan pengambilan sampel

    darah setiap minggunya 4. Pengontrolan berat badan ayam setiap minggu 5. Analisis kolesterol pada daging ayam setelah 1 bulan perlakuan 6. Analisis data hasil perlakuan 7. Publikasi ilmiah

    DAFTAR PUSTAKA Departemen Kesehatan RI. 2008. Pedoman Pengendalian Penyakit Jantung dan

    Pembuluh darah. Jakarta. Direktorat Jendral Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Depatemen Kesehatan RI.

    Dilago, Zakarias. 2011. Analisis Permintaan Daging Ayam pada Tingkat Rumah Tangga Di Kecamatan Tobelo Kabupaten Halmahera Utara. Jurnal Argoforestri VII Nomer 3 Maret 2011.

    Elliot, W.H. and D. C. Elliot. 1997. Biochemistry and Molecular Biology. Oxford Uneversitry Press, Oxford New York Melbourne.

  • 10

    Ismoyowati dan, T. Widiyastuti. 2003. Kandungan Lemak dan Kolesterol Daging Bagian Dada dan Paha Berbagai Unggas Lokal. Journal Animal Production, Vol 5(2), 2003: 79-82.

    Junaedi, M. 2002. Ayam Buras Pedaging. http://www.ristek.go.id. Diakses 13 September 2014.

    Lehnginer, A. 1997. Dasar-dasar Biokomia. Jilid I. Penerbit Erlangga, Jakarta. Nastiti, Dian. 2012.Gambaran Faktor Risiko Kejadian Stroke pada Pasien Stroke

    Rawat Inap di Rumah Sakit Krakatau Medika Tahun 2011. Skripsi. Fakultas Kesehatan masyarakat, Universitas Indonesia, Depok.

    Rasyaf. 1995. Beternak Ayam Pedaging. Penebar Swadaya. Jakarta. Riskedas. 2008. Laporan Hasil Kesehatan Dasar (Riskedas) Indonesia Tahun

    2007. Jakarta. Badan Penelitian dan Pengembanagan Departemen Kesehatan RI.

    Swarayana, I Made Indranadnya, I Wayan Sudira dan I Ketur Barata. 2012. Perubahan Histopatologi Hati Mencit (Mus musculus) yang Diberikan Ekstrak Daun Ashitaba (Angelica keiskei). Buletin Veterirner Udayana, Vol 4(2), 2012: 119-125.

    WHO. 2008. Fact Sheet : The Top Ten Cause of Death. Diakses pada 10 September 2014. www.who.int/mediacentre/factseheets/fs310_2008.pdf.

    Yuniza A. 2002. Respons Ayam Broiler di Daerah Tropik Terhadap Kelebihan Asupan Energi dalam Upaya Menurunkan Kandungan Lemak Abdominal. Disertasi. Bogor: Program Pascasarjana. IPB.

  • 11

    LAMPIRAN Lampiran 1. Penggunaan Dana

    Tabel Rincian Penggunaan Dana

    No. Nama Barang Harga

    1. Trasnportasi survey tempat pembelian Rp. 100.000 ashitaba

    2. Total Bensin transport Rp. 59.983

    3. Materai 6000 Rp. 14.000

    4. Daun Ashitaba kering 0,5 kg Rp. 150.000

    5. Larutan Etanol 2lt Rp. 194.000

    6. Pembuatan kandang Rp. 1.600.000

    7. Ayam DOC 100 ekor Rp. 530.000

    8. Obat minum ayam Rp. 5.000

    9. Pakan ayam 50 kg Rp. 310.000

    10. Pembuatan ekstrak ashitaba di UNAIR Rp. 210.000

    11. Jarum untuk pencekokan 3 buah Rp. 120.000

    12. Tempat makan dan minum ayam Rp. 48.000

    13. Serbuk Na-CMC 0,25 kg Rp. 22.000

    14. Gelas wada ekstrak Rp. 6.100

    TOTAL Rp. 3.369.083

    Bukti Nota Pembelian

  • 12

  • 13 \ Lampiran 2. Bukti Bukti Pendukung Kegiatan

    No Keterangan Dokumentasi

    1. Survey Ashitaba di daerah Trawas, Mojokerto

  • 14

    2. Hasil Pengeringan Ashitaba

    3. Pembimbingan dengan

    dosen pembimbing

    4. Konsultasi pembuatan kandang dengan pembuat kandang

    5. Pembelian material

    kandang

  • 15

    6. Metode Rotary evaporator untuk pembuaan ekstrak Ashitaba

    7. Ekstrak Ashitaba hasil

    rotary evaporator 8. Hasil pembangunan

    kandang ayam 9. Pembelian pakan ayam

  • 16

    10. Ayam DOC mulai di aklimatisasi

    11. Perawatan DOC pada masa

    aklimatisasi 12. Penimbangan BB DOC

    secara acak untuk

    menentukan dosis

    pemberian ekstrak di

    minggu pertama

  • 13. Proses packing ashitaba

    basah

    14. Proses penjemuran ashitaba

    15. Ashitaba yang dibeli kering