ELIT MUHAMMADIYAH DALAM POLITIK (Studi Kasus : Muhammadiyah sebagai organisasi massa yang digerakkan

  • View
    1

  • Download
    0

Embed Size (px)

Text of ELIT MUHAMMADIYAH DALAM POLITIK (Studi Kasus : Muhammadiyah sebagai organisasi massa yang digerakkan

  • i

    ELIT MUHAMMADIYAH DALAM POLITIK (Studi Kasus : Kemeangan A. M. Iqbal Parewangi Sebagai

    Anggota DPD RI Pada Pemilu 2014)

    SKRIPSI

    Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat untuk Mendapatkan

    Gelar Sarjana Ilmu Politik Pada Departemen Ilmu Politik Pemerintahan

    Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin

    Disusun Oleh:

    SURATMAN E111 11 265

    PROGRAM STUDI ILMU POLITIK

    DEPARTEMEN ILMU POLITIK DAN PEMERINTAHAN

    FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK

    UNIVERSITAS HASANUDDIN

    MAKASSAR

    2017

  • ii

    LEMBAR PENERIMAA

  • iii

    LEMBAR PENERIMAAN

    ABSTRAKSI

    SURATMAN. NIM E111 11 265.Elit Muhammadiyah dalam Politik. (Studi

    Kasus : Kemenangan A. M. Iqbal Parewangi sebagai anggota DPD RI

    pada PEMILU 2104). Dibawah bimbingan Prof. Dr. Armin Arsyad, M.Si.

    Dan A. Armunanto, S.IP, M.Si.

    Muhammadiyah sebagai organisasi massa yang digerakkan oleh Elit dapat dijadikan sebagai kekuatan politik oleh siapapun yang mendapat restu untuk diusung dalam pentas pemilihan umum serta dengan mudah menggerakkan seluruh sumber daya yang dimilikinya yang tersebar di berbagai daerah. Di Sulawesi selatan, elit Muhammadiyah mendukung Iqbal Parewangi dan berhasil memenangkan Pemilu 2014 sebagai anggota DPD RI walaupun pada Pemilu 2009 dan 2004 Muhammadiyah gagal memenangkan kader yang diusungnya. Setelah beberapa kali gagal memenangkan kadernya, Elit Muhammadiyah melakukan berbagai upaya dalam memenangkan Iqbal Parewangi.

    Penelitian ini dilaksanakan di kota Makassar yang berpusat di Kantor Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sulawesi selatan dengan melakukan wawancara mendalam serta menganalisis arsip/dokumen dari PWM Sulsel dan hasil rekapitulasi suara dari KPU sebagai teknik pengumpulan data. Adapun teori yang digunakan untuk menganalisis hasil penelitian ini adalah Teori Peran, Teori Elit, serta konsep kekuatan politik dengan menggunakan metode penelitian kualitatif.

    Kemenangan Iqbal Parewangi tidak terlepas dari peran elit Muhammadiyah Sulawesi Selatan dengan melakukan berbagai upaya seperti sosialisasi politik ke daerah, menggunakan amalan usaha dan organisasi otonom Muhammadiyah untuk mengawal pemilu. Iqbal Parewangi merupakan satu-satunya kader Muhammadiyah yang ikut serta dalam pemilu 2014 alhasil suara Muhammadiyah menyatu tidak seperti Pemilu 2004 dan 2009 terjadi fragmentasi di dalam tubuh Muhammadiyah. Dengan adanya elit yang menggerakkan Muhammadiyah sebagai mesin kekuatan politik, suara akan mengalir kepada Iqbal Parewangi. Kata Kunci : Peran Elit, Elit Muhammadiyah. Pemilu DPD 2014

  • iv

    ABSTRACT

    SURATMAN. NIM E111 11 265. Elite Muhammadiyah in Politics. (Case

    Study: Victory of A. M. Iqbal Parewangi as a member of DPD RI on

    ELECTION 2104). Under the guidance of Armin Arsyad and A.Ali

    Armunanto,

    Muhammadiyah as an elite-driven mass organization can be used as

    a political force by people who get the blessing to be promoted in the general election stage and easily mobilize all its resources scattered in various regions. In south Sulawesi, the elite of Muhammadiyah supported Iqbal Parewangi and won the 2014 election as member of senator DPD RI eventhough in the 2009 and 2004 elections Muhammadiyah failed to win its cadres. After several unsuccessful attempts to win his cadre, Elite of Muhammadiyah made various efforts to win Iqbal Parewangi.

    This research was conducted in Makassar city which was held in Regional Office of Muhammadiyah (PWM) of South Sulawesi by conducting in-depth interview and vote recapitulation result from KPU as data technique. The theory used to analyze the results of this research is Role Theory, Elite Theory, and the concept of political strategy using qualitative research methods.

    Iqbal Parewangi's victory can not be separated from the role of elite Muhammadiyah South Sulawesi by doing various ways such as political socialization to the region, using business practices and autonomous organizations Muhammadiyah to escort the election. Iqbal Parewangi is the only cadre of Muhammadiyah who participated in the 2014 election as the result of Muhammadiyah vote, United. Different situation on 2004 and 2009 elections Three si fragmentation within Muhammadiyah. With the elite moving Muhammadiyah as the engine of political power, the voters will flow to Iqbal Parewangi. Keywords: Elite Role, Elite Muhammadiyah. DPD Election 2014

  • v

    KATA PENGANTAR

    Alhamdulillahhirabbil’alamin. Puji Syukur penulis panjatkan

    kehadirat Allah SWT, atas segala limpahan Rahmat dan HidayahNya lah

    yang senantiasa tercurah kepada penulis sehigga penyusunan skripsi ini

    dapat selesai tepat pada waktunya sebagai salah satu syarat untuk

    meyelesaikan studi dan meraih gelar sarjana program studi Ilmu Politik,

    Jurusan Ilmu Politik Pemerintahan, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik,

    Universitas Hasanuddin.

    Penulis menyadari dengan sepenuh hati bahwa kebenaran yang

    ada dalam skripsi ini adalah kebenaran subjektif bagi diri penulis. Untuk itu,

    perbedaan pendapat mengenai kandungan skripsi ini adalah hal yang wajar

    dan justru yang menjadi tugas kita semua adalah berusaha mengkaji kembali

    sehingga kebenaran hakiki dapat kita peroleh.

    Penulis juga menyadari bahwa mungkin inilah hasil yang maksimal

    yang dapat disumbangkan. Penulis juga menyadari skripsi ini masih banyak

    kekurangan dan kelemahan sehingga penulis selalu menyediakan ruang

    untuk menampung kritik dan saran dari semua pihak demi pencapaian

    kesempurnan skripsi ini.

    Skripsi ini penulis persembahkan kepada kedua orang tua tercinta

    Ibu Mariani yang mana telah bekerja keras berjuang serta memberi doa tulus,

    dan bapak Alimuddin Sene yang senantiasa membanting tulang untuk

  • vi

    melanjutkan pendidikan ,dan memberikan dukungan nasehat yang

    bermanfaat sehingga perkuliahan dan penyusunan skripsi ini dapat

    terlaksana dengan baik hingga kapanpun penulis takkan bisa membalasnya.

    Saudara-saudaraku, Sri Rahayu dan Nur Alya serta sanak saudara yang

    memberikan fasilitas tempat tinggal di perantauan, Dg. Alle dan keluarga

    serta Pak Azis dan keluarga adalah bagian terpenting yang senantiasa

    memberi dukungan baik moral maupun materil dalam perjalanan penulis.

    Penulis juga mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang

    setinggi-tingginya kepada :

    1. Ibu Prof.Dr.Dwia Aries Tina Pulubuhu, MA selaku Rektor Universitas

    Hasanuddin.

    2. Bapak Prof.Dr.A.Alimuddin Unde, M.Si selaku Dekan Fakultas Ilmu

    Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin beserta jajarannya.

    3. Bapak Dr.H. Andi Syamsu Alam, M.Si selaku Ketua Dan Bapak

    A.Naharuddin, S.IP.,M.Si selaku Sekretaris Jurusan Ilmu Politik dan Ilmu

    Pemerintahan.

    4. Bapak Andi Ali Armunanto, S.IP, M.Si. selaku Ketua Program Studi Ilmu

    Politik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin

    5. Bapak Prof. Dr, Armin Arsyad M.Si selaku pembimbing I dan Bapak Andi

    Ali Armunanto, S.IP, M.Si. selaku Pembimbing II yang senantiasa

    membimbing dan mengarahkan penulis sehingga skripsi ini dapat

    selesai.

  • vii

    6. A.Naharuddin, S.IP.,M.Si selaku pembimbing akademik yang senantiasa

    membimbing di saat perkuliahan.

    7. Bapak/Ibu selaku dosen yaitu, Prof. Dr. Armin Arsyad, M.Si, Ibu Dr.

    Gustiana A. Kambo, M.Si, Ibu Dr. Ariana, M.Si , Bapak Drs.H.A.Yakub,

    M.Si, Ibu Sakinah Nadir, S.IP,M.Si , Endang Sari S.IP, M.Si. bapak Imran

    S.IP M.Si terima kasih atas semua kuliah-kulaih inspiratifnya.

    8. Seluruh staf pegawai Jurusan Ilmu Politik Pemerintahan, Pak Mursalim,

    Bu Hasnah, dan Ibu Nanna yang senantiasa memberikan arahan dalam

    pengurusan berkas.

    9. Keluarga besar Himpunan Mahasiswa Ilmu Politik Universitas

    Hasanuddin, Saudara-saudaraku tercinta keluarga besar INTEGRITAS

    2011.

    10. Keluarga besar KKN Gelombang 87 Desa Sengeng Palie, Kecamatan

    Lamuru, Kabupaten Bone.

    11. Keluarga besar UKM Fotografi Universitas Hasanuddin serta saudara-

    saudaraku diksar 22 IMATAJINASI

    12. Keluarga besar Instanusantara, Instamakassar, Instapinrang,

    Fotograferna Makassar

    13. Keluarga besar Mujaddid Tajuddin yang selama ini membantu

    menghubungkan saya dengan A. M. Iqbal Parewangi.

    14. Anggota DPD RI Periode 2014-2019 A. M. Iqbal Parewangi selaku salah

    satu informan yang menjadi subjek penelitian ini.

  • viii

    15. Informan dari Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Selatan

    Periode 2010-2015, Ustad. Alwi Uddin selaku ketua PWM, Ustad Mustari

    Bosrah Selaku Wakil Ketua, Ustad Mawardi Selaku Sekretaris, Dan

    Hasnawin selaku Humas yang telah memberi data untuk kebutuhan

    penelitian ini.

    Penulis telah berupaya dengan maksimal mungkin dalam

    penyelesaian skripsi ini. Namun, penulis menyadari masih banyak

    kelemahan baik dari segi isi maupun tata bahasa.

    Oleh karena itu, sangat diharapkan kritik dan saran terhadap

    skripsi ini agar dikemudian hari penulis dapat membuat tulisan-tulisan yang

    lebih baik. Kiranya isi skripsi ini bermanfaaat bagi pembaca dan memperkaya

    khasanah ilmu pendi