ENTREPRENEURSHIP - xa.yimg.comxa.yimg.com/.../name/ENTREPRENEURSHIP+TXT+BK+  Web viewI. DASAR dan TANTANGAN . ENTREPRENEURSHIP. I.1. Apakah Arti Seorang Usahawan (Entrepreneur

  • View
    242

  • Download
    10

Embed Size (px)

Text of ENTREPRENEURSHIP - xa.yimg.comxa.yimg.com/.../name/ENTREPRENEURSHIP+TXT+BK+  Web viewI. DASAR dan...

ENTREPRENEURSHIP

I. DASAR dan TANTANGAN

ENTREPRENEURSHIP

I.1. Apakah Arti Seorang Usahawan (Entrepreneur)?.

Pengertian dasar

Banyak definisi Entrepreneur (usahawan) kita dapatkan diberbagai buku pelajaran (text book). Berbagai pengertian (definisi) ditulis dibawah ini.

Entrepreneur adalah seseorang yang melihat suatu kesempatan usaha yang diyakini menguntungkan dan kemudian menciptakan perusahaan guna mengejar kesempatan tersebut.

Contoh, membuka usaha warung makan siang disekitar pabrik atau kantor, dimana fasilitas tersebut tidak disediakan perusahaan.

Entrepreneur adalah seseorang yang menciptakan usaha (business) dan kemudian membuat kesepakatan usaha.

Contoh, seorang pemasok alat perminyakan bekerja sama dengan ahli minyak yang menguasai teknologinya untuk ber-sama2 memasarkan produk yang sarat teknologi kepada perusahaan perminyakan.

Seseorang yang merubah sumber daya ekonomi dari suatu tempat yang mempunyai potensi rendah menjadi potensi lebih tinggi dengan hasil yang lebih besar.

Contoh, pengembang real estate membangun kompleks perumahan dan pertokoan disuatu lahan yang sama sekali tadinya berharga rendah. Setelah ada kegiatan ekonomi, lahan disekitarnya memperoleh pertambahan nilai.

Seseorang yang selalu melihat peluang untuk menghasilkan kekayaan dan nilai tambah, melalui penciptaan dan pelaksanaan ide baru, dengan menggunakan suatu sumber daya.

Contohnya, seorang sarjana melihat kesempatan untuk menciptakan buku ilmu eksakta (matematika, fisika, kimia, dsb) yang berisi contoh tipe berbagai soal beserta pemecahannya. Bahkan buku semacam ini dapat diperluas ke ilmu akutansi dsb.

Seorang Entrepreneur disisi hulu (upstream) dipandu oleh Pemerintah dan Sumber Dana. Disisi hilir (downstream) menghadapi pelanggan (customer). Situasi hulu akan memberi pengaruh pada kinerja hilir. Peranan pemerintah adalah mem-fasilitasi entrepreneur untuk bertahan. Hal ini misalnya dapat dilaksanakan melalui peraturan2 subsidi pajak, fasilitas eksport, dst. Bank dan institusi Venture Capital dapat membantu dengan pinjaman lunak.

Untuk menghadapi pelanggan disisi hilir, entrepreneur menjaga fungsi QCDS.

Q adalah fungsi Produk dan process design

C adalah fungsi efisiensi

D adalah fungsi jaringan (net working)

S adalah fungsi technical support.(jasa purna jual).

Gambar I.2

Entrepreneur selalu berada ditengah

Entrepreneurship (kewirausahaan) adalah suatu kegiatan yang berhubungan dengan aktivitas seorang entrepreneur. Singkatnya, Entrepreneurship adalah kegiatan usaha.

Teori ekonomi menyangkut dua pertanyaan mendasar mengenai kesejahteraan masarakat.

1. Bagaimana masarakat menciptakan kesejahteraan baru (wealth creation)?. Tanpa kesejahteraan baru, dengan bertambahnya populasi pendapatan rata2 per kapita masarakat akan menurun. Jadi bila masarakat ingin memperbaiki standard hidupnya, maka perlu dicarikan jalan untuk menambah kesejahteraannya secara menyeluruh.

2. Bagaimana masarakat mendistribusikan kesejahteraan (wealth distribution) diantara anggotanya?. Bila sistem pembagian tidak berjalan adil dan merata, maka golongan yang tidak beruntung akan merasa tidak puas dan didalam masarakat demikian tidak akan tercapai kedamaian.

Menciptakan kesejahteraan baru dan mendistribusikannya adalah inti dasar (fundamental) untuk mencapai masarakat sejahtera. Entrepreneurship adalah mekanisme utama untuk menjamin terciptanya kesejahteraan baru dan mendistribusikan.

I.1.2 Proses entrepreneurial

Berikut ini adalah tiga tipe aktifitas wira usaha.

1. Konsep baru/Usaha baru. Entrepreneur kategori ini menciptakan produk baru atau gagasan baru dan mendirikan usaha baru berdasarkan konsep barunya. Cara ini memerlukan kreatifitas tinggi. Konsep business ini mungkin baru dan revolusionair sehingga menciptakan industri baru. Contohnya, Steve Jobs perusahaan Apple computer dan Bill Gates pendiri Microsoft.

2. Konsep lama/Usaha baru. Beberapa orang memulai usaha baru berdasarkan konsep yang sudah ada. Misalnya bila seseorang mendirikan convenient food store, gagasannya tidak baru dan pendirinya mungkin tidak bisa disebut innovative, tetapi usahanya masih mengandung risiko keuangan. Pengusaha ini akan bersaing dengan usaha sejenis lainnya sehingga harus secara kreatif mengusahakan sesuatu yang berbeda. Pengusaha seperti ini dapat disebut entrepreneur.

3. Konsep lama/Usaha yang sedang berjalan. Ini adalah pengusaha yang membeli usaha yang sedang berjalan dan meneruskan usaha tanpa mengadakan perubahan dalam menjalankan operasi perusahaan. Tidak diperlukan banyak kreatifitas dan inovasi, tetapi pengusaha ini menempuh risiko usaha. Karenanya pengusaha ini masih disebut entrepreneur.

I.1.2. Sifat yang harus dimiliki seorang Entrepreneur.

Mempunyai visi business kedepan; mampu merealisasikan gagasan/ide.

Seorang entrepreneur harus memiliki impian akan usaha apa yang kiranya memungkinkan (feasible) dan dapat menghasilkan keuntungan. Tipe usahanya harus yang dirasa cocok dan dapat dikendalikan. Apalagi bila usaha ini cocok dengan hobinya. Contoh entrepreneur sukses yang menekuni hobinya adalah pemusik Purwacaraka. Dia adalah sarjana Teknik Industri lulusan ITB. Tetapi jalur profesionalnya menekuni business sekolah musik yang jaringannya berada di-kota2 besar di Indonesia.

Kreativitas (Creativity) adalah kemampuan daya cipta untuk mengembangkan gagasan baru (new ideas) atau menemukan cara baru dalam melihat permasalahan dan kesempatan.

Contoh, kemasan nasi bungkus masa kini sangat berbeda dibandingkan produk sejenisnya 20 tahun yang lalu. Versi dulu sangat sederhana hanya terdiri dari nasi dan lauk sederhana. Saat ini dikenal nasi kotak yang berisi nasi, sambal, minuman plastik, tissue dan desert sekaligus didalam kotak karton. Paket makan seperti itu adalah hasil kreativitas.

Contoh lain, ditemukan sistim potret langsung jadi, Polaroid. Awalnya berasal dari pertanyaan seorang anak umur 3 tahun kepada ayahnya yang ahli kamera foto. Pada suatu piknik sianak bertanya kenapa klise harus menunggu dicuci dulu 1 minggu untuk melihat hasil foto. Kenapa nggak dibuat langsung jadi. Bapaknya terdorong oleh pemikiran kreatif anaknya bekerja menciptakan instant photo yang dinamakan Polaroid.

Inovasi (Innovation) adalah kemampuan melaksanakan solusi secara kreatif yang memiliki nilai tambah dari suatu permasalahan dan kesempatan.

Usaha kecil (small entrepreneurial firms) adalah inovator yang handal dalam kaitannya dengan Ristek (R&D).

Contohnya IBM telah menghabiskan $9 milyard setahun tetapi tidak pernah berhasil menjadi pimpinan dalam dunia teknologi komputer. Sebaliknya perusahaan komputer kecil ternyata lebih creative dan innovative sehingga sanggup menciptakan software2 sederhana yang lebih terpakai dan dibutuhkan dalam kehidupan se-hari2.

Kreativitas itu memikirkan hal baru sedangkan inovasi mengerjakan hal baru.

Risk taker (pengambil risiko).

Contoh, setiap usaha akan selalu mengandung risiko. Risiko dapat datang dari pesaing, mengambil lokasi yang salah, memilih usaha yang keliru, dll. Disini ada sedikit unsur berjudi (gambling).

Etika (ethics) seorang entrepreneur.

1. Kejujuran

2. Integritas

Seorang yang konsistent dengan standard moralnya.

3. Menepati janji.

4. Loyal

5. Adil

6. Menghormati orang lain

7. Bertanggung jawab

8. Mengejar prestasi

Sifat2 berikut ini harus dimiliki seorang entrepreneur untuk dapat bertahan pada saat krisis ekonomi.

Membuat putusan cepat dan tidak menunda pekerjaan.

Bila dia menemukan idea dan memutuskan untuk menindak lanjuti, maka dia harus cepat membuat putusan.

Segera menindak lanjuti rencana atau putusan yang telah dibuat.

Hal ini penting karena dia harus mengambil tindakan agar tidak kehilangan momentum.

Tidak cepat menyerah bila menemui hambatan atau kesulitan. Menindak lanjuti rencana dengan tekad (commitment) yang sepenuh hati.

Memiliki dedikasi penuh terhadap usaha yang ditekuni. Tanpa lelah, entrepreneur lebih memprioritaskan usahanya dalam kegiatan se-hari2nya.

Entrepreneur mencintai apa yang mereka tekuni. Kondisi inilah yang mempertahankan usahanya dari kegagalan bila situasi usaha menjadi tidak mendukung (conduceive).

Dikatakan bahwa menguasai detail adalah kunci seorang entrepreneur dalam mengawali usahanya. Entrepreneur harus selalu menguasai masalah se-kecil2nya dari rencana usahanya (business plan).

Seseorang yang menjadi majikannya sendiri daripada menggantungkan kepada orang lain.

Menjadi kaya bukan tujuan utama. Uang merupakan tolak ukur (measure) suatu keberhasilan (success). Mereka menganggap bila usaha berhasil, rejeki (reward) akan datang dengan sendirinya.

Entrepreneur akan menyisihkan sebagian kepemilikan usahanya (share holding) kepada pembantunya diposisi kunci yang memberikan kontribusi atas keberhasilan usahanya.

I.1.3. Role models

Role model adalah tokoh panutan yang memberi inspirasi kepada calon entrepreneur. Seorang calon entrepreneur melihat role model disekitar dimana dia berada atau disekitar tempat kerjanya. Kemudian bila usaha yang berasal dari ide itu ditekuni dan kemudian meraih sukses, maka akan banyak usahawan2 kecil lain disekitarnya, mulai meniru usahanya. Disitulah kita melihat contoh dikehidupan se-hari2 usaha sejenis yang menjamur disatu daerah tertentu. Contoh usaha yang bermula dari role model yang kemudian ditiru masarakat sekelilingnya dapat dilihat dari beberapa contoh dibawah ini.

Industri rotan di Cirebon yang awalnya berasal dari purnawirawan ABRI yang tugas akhir