Epr 16 Kebijakan Fiskal Moneter

  • Author
    fajar

  • View
    227

  • Download
    1

Embed Size (px)

Text of Epr 16 Kebijakan Fiskal Moneter

  • 8/17/2019 Epr 16 Kebijakan Fiskal Moneter

    1/14

    EKONOMIEKONOMI MAKROMAKRO )

  • 8/17/2019 Epr 16 Kebijakan Fiskal Moneter

    2/14

    KEBIJAKAN FISKALKebijakan Fiskal, adalah kebijakan yang dilaksanakan oleh

    pemerintah dengan cara memanipulasi anggaran pendapatandan belanja negara.Pemerintah dapat meningkatkan/menurunkan pendapatannegara atau belanja negara dengan tujuan untuk mempengaruhi

    tinggi rendahnya tingkat pendapatan nasional (Y).Pada umumnya pemerintah akan menentukan target belanjanegara, kemudian menentkan tingkat pendapatannya (Y), atau

    paling tidak menutup semua anggaran yang telah ditetapkan.Pengeluaran pemerintah dapat dibedakan :

    Pengeluaran untuk pembelian barang dan jasa (e haustice penditure).Pengeluaran trans!er (trans!er e penditure) subsidi,

    bantuan bencana alam dll.

  • 8/17/2019 Epr 16 Kebijakan Fiskal Moneter

    3/14

    "epat tidaknya kebijakan !iskal tergantung dari posisi perekonomian yang sedang terjadi.

    #ila perekonomian dalam kondisi tingkat bunga sangat tinggi(berada didaerah klasik) kur$a %& tegak lurus (inelastissempurna).

    i ' ' %&

    i # i *

    + Y

    Perubahan tingkat bunga (i) tidak akan merubah jumlah uangyang diminta tidak akan merubah tingkat Y.&isal, pemerintah menambah pengeluaran pemerintah untuk

    pembangunan kur$a ' bergeser ke kanan dan perpotongan

    ' %& bergeser dari * ke #, dan i lebih tinggi menajdi i .

    K+- ' ' "'- K*"

    #0- * *- *""'- ' ( *12*3

    K%* 'K)

  • 8/17/2019 Epr 16 Kebijakan Fiskal Moneter

    4/14

    edangkan pada kondisi tingkat bunga sangat rendah(oerekonomian didaerah perangkap lik4iditas atau di daerahkeynes) kur$a %& hori5ontal (elastis sempurna thd i)

    jumlah uang yang diminta untuk spekulasi turun drastis.Kenaikan anggaran belanja akan berhasil meningkatkan Y,sedangkan tingkat bunga tidak berubah.

    Kebijakan !iskal e!ekti! diterapkan.i ' ' %&

    i * #

    + Y Y

    K+- ' ' "'- K*"#0- * *- *"

    21- *3 ( *12*3K1Y-1 )

  • 8/17/2019 Epr 16 Kebijakan Fiskal Moneter

    5/14

    #ila perekonomian ditengah tengah (intermediate range).Kenaikan pengeluaran (belanja ) pemerintah dapat

    mendorong kenaikan Y dan sekaligus menaikan i.tteralam kondisi ini kebijakan !iskal tetap berman!aat, tidak

    see!ekti! bila perekonomian dalam perangkap lik4iditas(keynes), tetapi masih lebih baik bila dibanding dengan

    perekonomian pada daerah klasik.Keadaan tersebut Crowding Out , yaitu peningkatan jumlahanggaran belanja pemerintah biasanya disertai dengan

    penarikan dana dari masyarakat, sehingga pemerintah harusmenaikkan tingkat bunga.*kibat kenaikan i in$estasi menurun, dan pada gilirannya Yakan menurun.6adi, terdapat 7 dampak akibat kebijakan menaikan anggaran

    belanja: meningkatkan Y dan bahkan menurunkan Y.

  • 8/17/2019 Epr 16 Kebijakan Fiskal Moneter

    6/14

    i %&

    ' '

    i i

    Y + Y Y

    K1#'6*K*- F' K*%' *12*3"1- *3

    (CROWDING OUT )

  • 8/17/2019 Epr 16 Kebijakan Fiskal Moneter

    7/14

    KEBIJAKAN MONETER

    Kebijakan &oneter kebijakan untuk meningkatkan pendapatan nasional dengan cara mengubah jumlah uangyang beredar atau mengubah permintaan akan uang.Kebijakan moneter dibedakan :

    Kebijakan 0ang Ketat (tight money policy,Kebijakan 0ang %onggar (easy money policy).

    Kebijakan uang ketat untuk mengurangi jumlah uang yang

    beredar, sehingga menyangkut pemberian !asilitas kredit perbankan yang sangat selekti!.

  • 8/17/2019 Epr 16 Kebijakan Fiskal Moneter

    8/14

    Kebijakan 0ang %onggar kebijakan yang dengan mudah

    dapat memberikan kredit perbankan guna memperbanyak jumlah uang yang beredar.Pada umumnya dikenal 8 instrumen kebijakan moneter :

    Kebijakan pasar terbuka (open market operation),

    Kebijakan tinkat bunga diskonto (rediscount polic ),Kebijakan deking atau cadangan #ank 9entral (reser!ere"uirement)#Kebijakan himbauan pemerintah menghimbau kepada masyarakatuntuk lebih banyak berhemat dan menabung, khususnya pada saat

    terjadi in!lasi, dan masyarakat dihimbau untuk meningkatkankonsumsinya pada saat perekonomian de!lasi.

  • 8/17/2019 Epr 16 Kebijakan Fiskal Moneter

    9/14

    &1K*-' &1 K126* K1#'6*K*- &+-1"12 &isal kebijakan moneter dalam bentuk pasar terbuka, yaitu

    pemerintah membeli surat obligasi dari masyarakat, maka:6umlah uang beredar dalam perekonomian meningkat, danakan berakibat bergesernya kur$a %& ke kanan."itik perpotongan dengan kur$a ' dapat berpindah, tetapidapat pula tetap (tergantung dari posisi keseimbangansemula).#ila perekonomian berada pada daerah klasik (tingkat

    bunga sangat tinggi), maka kebijakan moneter akan e!ekti!

    (mampu meningkatkan pendapatan nasional, biladibandingkan perekonomian berada ditengah tengah ataudaerah keynes).

  • 8/17/2019 Epr 16 Kebijakan Fiskal Moneter

    10/14

    %& %& i ' i 1 F i

    Y + Y Y

    Pada saat perekonomian di daerah klasik, tambahan jumlah uang beredar akan menggeser %& ke kanan dan berakibat perpotongan

    dengan kur$a ' berpindah dari 1 ke F."ingkat pendapatan nasional keseimbangan berpindah dari Y ke Ydan tingkat bunga turun dari i ke i .

    K+- ' '"'- K*" #0- *

    *- *" "'- '

  • 8/17/2019 Epr 16 Kebijakan Fiskal Moneter

    11/14

    uatu perbandingan yang ekstrim, bila perekonomian beradadi daerah keynes (pada saat tingkat bunga sangat rendah).Pada saat tersebut %& erbentuk hori5ontal, sehingga

    perpotongan %& dan ' di daerah keynes ini tidak akanmengalami pergeseran, 4alaupun terjadi tambahan uang yang

    beredar dan menggeser %& ke kanan. i %& %&

    '

    i Y + Y

    Kebijakan moneter tidak e!ekti! pada saat i sangat rendah,sehingga orang merasa tidak adanya bedanya antara

    memegang uang tunai atau menyimpan surat berharga.

    K+- ' ' "'- K*"#0- * *- *"

    21- *3

  • 8/17/2019 Epr 16 Kebijakan Fiskal Moneter

    12/14

    #ila perekonomian berada ditengah tengah (tingkat bunga tidakterlalu tinggi dan tidak terlalu rendah).

    alam kondisi ini kebijakan moneter masih dapat dilakukan, danakan dapat meningkatkan Y dan dibarengi dengan penurunan i.

    i ' %& %& i i Y + Y Y

    ari gambar tersebut tampak bah4a Y meningkat menjadi Ydan tingkat bunga turun menjadi i .

    K+- ' ' "'- K*"#0- * '"1- *3

    "1- *3

  • 8/17/2019 Epr 16 Kebijakan Fiskal Moneter

    13/14

    Berdasarkan uraian tersebut di atas, maka :

    Kebijakan fiska ebi! te"at ditem"u! bi a"erek#n#mian berada di daera! ke$nes,

    Kebijakan m#neter ebi! te"at ditera"kan bi a"erek#n#%mian berada di daera! k asik&

    Sudan'kan bi a tin'kat bun'a diten'a!%ten'a!,maka da"at ditera"kan kebijakan (am"uranantara kebijakan m#neter den'an kebijakan

    fiska )$an' serin' disebut kebijakan berse'iban$ak*&

  • 8/17/2019 Epr 16 Kebijakan Fiskal Moneter

    14/14