Gangguan Psikiatri Pada Anak Dan Remaja Autisme

  • View
    223

  • Download
    0

Embed Size (px)

Text of Gangguan Psikiatri Pada Anak Dan Remaja Autisme

  • 7/21/2019 Gangguan Psikiatri Pada Anak Dan Remaja Autisme

    1/31

    Gangguan Psikiatri Pada Anak dan Remaja Agung Priyanto 030.05.008

    BAB V

    GANGGUAN PSIKIATRI

    PADA ANAK DAN REMAJA:

    AUTISME

    TUJUAN BELAJAR

    Tujuan Kognitif

    1. Mengenal berbagai gangguan autisme pada anak

    Mengetahui definisi secara umum

    Mengetahui faktor-faktor penyebab terjadinya gangguan autisme

    Mengetahui gejala-gejala autisme

    Menentukan tipe gangguan autisme

    Menentukan diagnosis autisme dengan tepat

    Menentukan prognosis

    2. Penanganan autisme secara komprehensif

    Memilih terapi secara tepat

    Penanganan yang tepat untuk gangguan autisme

    Tujuan Afektif

    1. Menghargai peranan ilmu kedokteran jia anak

    Menjelaskan pentingnya ilmu kedokteran jia anak

    Menggambarkan peranan seorang psikiater anak

    Menjelaskan baha seorang anak memang berbeda dengan orang deasa

    bukan saja dari hal ukuran badan

    2. Menunjukkan perhatian akan berbagai gangguan jia anak

    Menjelaskan kepada lingkungan mengenai hal-hal yang dapat menimbulkan gangguan

    situasional sementara

    Mengkonsultasikan bila perlu

    Kepaniteraan Klinik Ilmu Kesehatan Jiwa

    Rumah Sakit Jiwa Pusat Dr. Soeharto Heerdjan

    Periode 9 Agustus Septem!er "## 76

  • 7/21/2019 Gangguan Psikiatri Pada Anak Dan Remaja Autisme

    2/31

    Gangguan Psikiatri Pada Anak dan Remaja Agung Priyanto 030.05.008

    PENDAHULUAN

    Autisme yang dikenal sebagai autistic spectrum disorder !A"#$ atau pervasive

    developmental disorder merupakan gangguan yang perlu mendapat perhatian khusus dari

    para klinisi ahli kesehatan anak. Autisme merupakan fenomena yang masih menyimpan

    banyak rahasia alaupun telah diteliti lebih dari %& tahun yang lalu. "ampai saat ini belum

    dapat ditemukan penyebab pasti dari gangguan autisme ini' sehingga belum dapat

    dikembangkan cara pencegahan dan penanganan yang tepat. Pada aalnya autisme

    dipandang sebagai gangguan yang disebabkan oleh faktor psikologis yaitu pola pengasuhan

    orangtua yang tidak hangat secara emosional' tetapi barulah sekitar tahun 1(%& dimulai

    penelitian neurologis yang membuktikan baha autisme disebabkan oleh adanya

    abnormalitas pada otak.

    Autisme dapat terjadi pada semua kelompok masyarakat kaya' miskin' di desa di kota'

    berpendidikan maupun tidak serta pada semua kelompok etnis dan budaya di dunia. )umlah

    anak yang terkena autisme semakin meningkat pesat di berbagai belahan dunia' kondisi ini

    menyebabkan banyak orangtua menjadi as-as sehingga sedikit saja anak menunjukkan

    gejala yang dirasa kurang normal selalu dikaitkan dengan gangguan autisme. #i *alifornia

    pada tahun 2&&2 disimpulkan terdapat ( kasus autisme per-harinya. #i Amerika "erikat

    disebutkan autisme terjadi pada 1+.&&& , %&.&&& anak dibaah 1+ tahun. #i ndonesia yang

    berpenduduk 2&& juta' hingga saat ini belum diketahui berapa persisnya jumlah penderita

    namun diperkirakan jumlah anak autisme dapat mencapai 1+&-2&& ribu orang. Perbandingan

    antara laki dan perempuan adalah / 1' namun anak perempuan yang terkena akan

    menunjukkan gejala yang lebih berat.

    Autisme termasuk kasus yang jarang' biasanya identifikasinya melalui pemeriksaan

    yang teliti di rumah sakit' dokter atau sekolah khusus. #easa ini terdapat kecenderungan

    peningkatan kasus-kasus autisme pada anak !autisme infantil$ yang datang pada praktek

    neurologi dan praktek dokter lainnya. 0mumnya keluhan utama yang disampaikan oleh orang

    tua adalah keterlambatan bicara' perilaku aneh dan acuh tak acuh' atau cemas apakah

    anaknya tuli.

    Terapi anak autisme membutuhkan deteksi dini' interensi edukasi yang intensif'

    lingkungan yang terstruktur' atensi indiidual' staf yang terlatih baik' dan peran serta orang

    tua sehingga melibatkan banyak bidang' baik bidang kedokteran' pendidikan' psikologi

    Kepaniteraan Klinik Ilmu Kesehatan Jiwa

    Rumah Sakit Jiwa Pusat Dr. Soeharto Heerdjan

    Periode 9 Agustus Septem!er "## 77

  • 7/21/2019 Gangguan Psikiatri Pada Anak Dan Remaja Autisme

    3/31

    Gangguan Psikiatri Pada Anak dan Remaja Agung Priyanto 030.05.008

    maupun bidang sosial. #alam bidang kedokteran' untuk menangani masalah autisme dengan

    pengobatan khususnya medika mentosa' di bidang pendidikan dapat dilakukan dengan

    memberikan latihan pada orang tua penderita. Terapi perkembangan perilaku dapat dilakukan

    dalam bidang psikologi' sedangkan mendirikan yayasan autisme sebagai lembaga yang

    mampu secara professional menangani masalah autisme adalah salah satu contoh yang

    dilakukan dalam bidang sosial.

    Prognosis untuk penderita autisme tidak selalu buruk. Pada gangguan autisme' anak

    yang mempunyai diatas 3& dan mampu menggunakan komunikasi bahasa mempunyai

    prognosis yang baik. 4erdasarkan gangguan pada otak' autisme tidak dapat sembuh total

    tetapi gejalanya dapat dikurangi' perilaku dapat diubah ke arah positif dengan berbagai terapi.

    "ejauh ini masih belum terdapat kejelasan secara pasti mengenai penyebab dan faktor

    risikonya sehingga strategi pencegahan yang dilakukan masih belum optimal. "aat ini tujuan

    pencegahan mungkin hanya sebatas untuk mencegah agar gangguan yang terjadi tidak lebih

    berat lagi' bukan untuk menghindari kejadian autisme.

    AUTISME

    DEFINISI

    Autisme berasal dari bahasa 5unani 6autos7 yang berarti segala sesuatu yang

    mengarah pada diri sendiri. Autisme pertama kali dikemukakan oleh #r. 8eo Kanner 1(9'

    seorang psikiater Amerika. stilah autisme dipergunakan untuk menunjukkan suatu gejala

    psikosis pada anak-anak yang unik dan menonjol yang sering disebut dengan sindroma

    Kanner.

    Autisme adalah salah satu defisit perkembangan perasif pada aal kehidupan anak

    yang disebabkan oleh gangguan perkembangan otak yang ditandai dengan ciri pokok yaitu

    terganggunya perkembangan interaksi sosial' bahasa dan icara' serta munculnya perilaku

    yang bersifat repetitif' stereotipik dan obsesif.

    Menurut #"M IV (Diagnostic and Statistical Manual) dari American Psychiatric

    Association 1((' autisme digolongkan dalam Pervasive Developmental Disorder !P##$

    atau gangguan perkembangan perasif pada anak yang gejalanya muncul sebelum berumur 9

    tahun.

    Perasif artinya gangguan tersebut sangat luas dan berat' mempengaruhi seseorang

    secara mendalam. :angguan perkembangan pada autisme mencakup bidang interaksi sosial'

    Kepaniteraan Klinik Ilmu Kesehatan Jiwa

    Rumah Sakit Jiwa Pusat Dr. Soeharto Heerdjan

    Periode 9 Agustus Septem!er "## 78

  • 7/21/2019 Gangguan Psikiatri Pada Anak Dan Remaja Autisme

    4/31

    Gangguan Psikiatri Pada Anak dan Remaja Agung Priyanto 030.05.008

    komunikasi dan perilaku. #iagnosis autisme ditegakkan bila berdasarkan obserasi sejumlah

    gejala seperti yang tercantum dalam #"M-;.

    *#-1& menggunakan definisi yang sama ditambah dengan usaha lebih intensif

    menentukan subgrup autisme. 4eberapa gangguan lain digolongkan dalam P##' yaitu/

    1. Autistic disorder . :angguan interaksi sosial'komunikasi dan bermain imajinatif

    sebelum umur 9 tahun dengan perilaku' minat dan aktiitas yang stereotipik.

    2. Asperger's disorder. ditandai gangguan interaksi sosial' minat' aktiitas terbatas' tanpa

    keterlambatan perkembangan bahasa' dengan normal atau di atas normal.

    9. Pervasive Developmental Disorder- ot !ther"ise Speci#ied !P##-

  • 7/21/2019 Gangguan Psikiatri Pada Anak Dan Remaja Autisme

    5/31

    Gangguan Psikiatri Pada Anak dan Remaja Agung Priyanto 030.05.008

    bulan tetapi mungkin tidak terlihat oleh orangtua' tergantung pada kesadaran mereka dan

    keparahan gangguan.

    )umlah anak yang terkena autisme semakin meningkat pesat di berbagai belahan

    dunia. #i Kanada dan )epang pertambahan ini mencapai & persen sejak 1(&. #i *alifornia

    sendiri pada tahun 2&&2 disimpulkan terdapat ( kasus per-harinya. #i Amerika "erikat

    disebutkan autisme terjadi pada 1+.&&& , %&.&&& anak dibaah 1+ tahun. #i nggris pada

    aal tahun 2&&2 bahkan dilaporkan angka kejadian autisme meningkat sangat pesat' dicurigai

    1 diantara 1& anak menderita autisme. #i ndonesia yang berpenduduk 2&& juta' hingga saat

    ini belum diketahui berapa persisnya jumlah penderita namun diperkirakan jumlah anak

    autisme dapat mencapai 1+&-2&& ribu orang.

    :angguan autisme ditemukan lebih sering pada anak laki-laki dibandingkan pada

    anak perempuan. Tiga sampai lima kali lebih banyak anak laki-laki yang memiliki gangguan

    autistik dibandingkan anak perempuan. Tetapi anak perempuan yang memiliki gangguan

    autistik cenderung terkena lebih serius dan lebih mungkin memiliki riayat keluarga

    gangguan kognitif dibandingkan anak laki-laki.

    Penelitian permulaan menemukan gangguan ini lebih sering pada status sosio-

    ekonomi tinggi' namun hal ini mungkin dipengaruhi oleh bias' karena dalam 2+ tahun

    terakhir terdapat peningkatan kasus pada kelompok sosio-ekonomi rendah. Penemuan ini

    mungkin akibat bertambahnya keaspadaan akan ganguan ini dan bertambahnya fasilitas

    kesehatan untuk anak-anak miskin.

    ETIOLOGI DAN PATOGENESIS

    Penyebab autisme sampai sekarang belum dapat ditemukan dengan pasti. 4anyak

    sekali pendapat yang bertentangan antara ahli yang satu dengan yang lainnya mengenai hal

    ini.

    :angguan autistik adalah suatu gangguan perkembangan perilaku. Balaupun

    gangguan autistik pe