Harimau Sumatera (Panthera Tigris Sumatrae)

  • View
    36

  • Download
    0

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Hewan Endemik

Transcript

TAKSONOMI

HEWAN ENDEMIKHarimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae)

Angela Utami Pratiwi153112620120067

Program Studi S1 BiologiJurusan Biologi MedikUniversitas Nasional2015

BAB IPENDAHULUANA. Latar BelakangEndemisme dalam ilmu ekologi adalah sebuah gejala yang dialami oleh organisme untuk menjadi unik dan khas pada suatu lokasi geografi tertentu misalnya pulau, negara, atau zona ekologi tertentu. Suatu organisme dikatakan endemik apabila hanya ditemukan di suatu tempat dan tidak ditemukan di pulau lain. Banyak faktor dapat menyebabkan suatu organisme menjadi endemik, antara lain factor fisik, iklim dan biologis.Indonesia adalah salah satu Negara dengan tingkat endemik yang sangat tinggi. Salah satu hewan endemik itu adalah Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae). Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) merupakan satu dari enam sub-spesies harimau yang masih bertahan hidup hingga saat ini dan termasuk dalam klasifikasi satwa kritis yang terancam punah (critically endangered)Berdasarkan data tahun 2004, jumlah populasi harimau Sumatera di alam bebas hanya sekitar 400 ekor saja. Sebagai predator utama dalam rantai makanan, harimau mempertahankan populasi mangsa liar yang ada di bawah pengendaliannya, sehingga keseimbangan antara mangsa dan vegetasi yang mereka makan dapat terjaga (www.wwf.or.id)Harimau Sumatera menghadapi dua jenis ancaman untuk bertahan hidup: mereka kehilangan habitat karena tingginya laju deforestasi dan terancam oleh perdagangan illegal dimana bagian-bagian tubuhnya diperjualbelikan dengan harga tinggi di pasar gelap untuk obat-obatan tradisional, perhiasan, jimat dan dekorasi. Harimau Sumatera hanya dapat ditemukan di pulau Sumatera, Indonesia.Harimaudipercaya merupakan keturunan hewan pemangsa zaman purba yang dikenal sebagaiMiacids.Miacidshidup padaakhir zamanCretaceouskira-kira 70-65 juta tahun yang lalu semasazaman dinosaurus di Asia Barat (Andrew Kitchener, The Natural History of Wild Cats). Harimaukemudian berkembang di kawasan timur Asia di China dan Siberia sebelum berpecah dua, salah satunya bergerak ke arah hutan Asia Tengah di barat dan barat daya menjadiharimau Caspian. Sebagian lagi bergerak dari Asia Tengah ke arah kawasan pergunungan barat, dan seterusnya ke Asia tenggara dan kepulauan Indonesia, sebagiannya lagi terus bergerak ke barat hingga ke India (Hemmer,1987).Harimau Sumatera dipercaya terasing ketika permukaan air laut meningkat pada 6.000 hingga 12.000 tahun silam. Uji genetik mutakhir telah mengungkapkan tanda-tanda genetik yang unik, yang menandakan bahwa subspesies ini mempunyai ciri-ciri yang berbeda dengan subspisies harimau lainnya dan sangat mungkin berkembang menjadi spesies terpisah, bila berhasil lestari.Perlu diketahui, terdapat 9 subspesies harimau yang tiga diantaranya telah dinyatakan punah. Kesembilan subspisies harimau tersebut adalah:1. Harimau Indochina(Panthera tigris corbetti) terdapat di Malaysia,Kamboja, China, Laos,Myanmar, Thailand, danVietnam.2. Harimau Bengal(Panthera tigris tigris) Bangladesh, Bhutan,China, India, dan Nepal.3. Harimau Cina Selatan (Panthera tigris amoyensis) China.4. Harimau Siberia(Panthera tigris altaica) dikenal juga sebagai Amur, Ussuri, Harimau Timur Laut China, atau harimau Manchuria.Terdapat diChina, Korea Utara, dan Asia Tengah di Rusia.5. Harimau Sumatra(Panthera tigris sumatrae) terdapat hanya di pulau Sumatera, Indonesia.6. Harimau Malaya (Panthera tigris jacksoni) terdapat di semenanjung Malaysia.7. Harimau Caspian(Panthera tigris virgata) telah punah sekitar tahun 1950an. Harimau Caspian ini terdapat di Afganistan, Iran, Mongolia, Turki, dan Rusia.8. Harimau Jawa(Panthera tigris sondaica) telah punah sekitar tahun 1972. Harimau Jawa terdapat di pulau Jawa,Indonesia.9. Harimau Bali(Panthera tigris balica) yang telah punah sekitar tahun 1937. Harimau Bali terdapat di pulau Bali, Indonesia.

BAB IITINJAUAN PUSTAKA

B. DASAR TEORI

1. Klasifikasi IlmiahKerajaan: AnimaliaFilum: ChordataKelas: MammaliaOrdo: CarnivoraFamili: FelidaeGenus: PantheraSpesies: Panthera tigrisUpaspesies: Panthera tigris sumatrae

2. Ciri-Ciri FisikIdentitas Harimau Sumatra secara fisik dapat dikenali dari warna dan bentuk tubuhnya. Selain berwarna lebih gelap dengan pola hitam yang dominan dibandingkan harimau lainnya, Panthera tigris sumatrae memiliki tekstur belang yang tipis. Janggutnya ditumbuhi banyak rambut.Harimau Sumatra memiliki tubuh yang relatif paling kecil dibandingkan semua sub-spesies harimau yang hidup saat ini. Harimau Sumatra betina memiliki bobot sekitar 200 pound atau setara dengan 91 kg dengan panjang 78 inci atau 198 cm, sementara Harimau Sumatra jantan lebih berat dengan bobot 300 pound atau 140kg dengan ukuran rata-rata 92 inci atau 250 cm dari kepala ke bagian kaki. Uniknya, bulu kawanan betina akan berubah menjadi hijau gelap kala melahirkan. Keunggulan lainnya adalah fauna buas ini mempunyai mata dan telinga yang sangat tajam. Ini sangat berperan dalam membantu kehidupan mereka yang berkembang di alam hutan liar.

3. HabitatHarimau sumatera hanya ditemukan di pulau Sumatera. Kucing besar ini mampu hidup di manapun, dari hutan dataran rendah sampai hutan pegunungan, dan tinggal di banyak tempat yang tak terlindungi. Hanya sekitar 400 ekor tinggal di cagar alam dan taman nasional, dan sisanya tersebar di daerah-daerah lain yang ditebang untuk pertanian, juga terdapat lebih kurang 250 ekor lagi yang dipelihara di kebun binatang di seluruh dunia. Harimau sumatera mengalami ancaman kehilangan habitat karena daerah sebarannya seperti blok-blok hutan dataran rendah, lahan gambut dan hutan hujan pegunungan terancam pembukaan hutan untuk lahan pertanian dan perkebunan komersial, juga perambahan oleh aktivitas pembalakan dan pembangunan jalan. Karena habitat yang semakin sempit dan berkurang, maka harimau terpaksa memasuki wilayah yang lebih dekat dengan manusia, dan seringkali mereka dibunuh dan ditangkap karena tersesat memasuki daerah pedesaan atau akibat perjumpaan yang tanpa sengaja dengan manusia.Harimau bukan jenis satwa yang biasa tinggal berkelompok melainkan jenis satwa soliter, yaitu satwa yang sebagian besar waktunya hidup menyendiri, kecuali selama musim kawin atau memelihara anak. Home range untuk seekor harimau betina adalah sekitar 20 km2 sedangkan untuk harimau jantan sekitar 60 100 km2. Tetapi angka tersebut bukan merupakan ketentuan yang pasti, karena dalam menentukan teritorinya juga dipengaruhi oleh keadaan geografi tanah dan banyaknya mangsa di daerah tersebut. Biasanya daerah teritori harimau jantan 3 4 kali lebih luas dibandingkan harimau betina. Sebagai contoh, seperti di Way Kambas dalam 100 km2 hanya di dihuni oleh 3 - 5 ekor harimau. Di Sumatera Utara sendiri, Harimau Sumatera terdapat di Taman Nasional Batang Gadis, Kabupaten Mandailing Natal. Namun selain di kawasan konservasi tersebut, satwa ini juga terdapat di Suaka Margasatwa Barumun yang berada di Kabupaten Padang Lawas dan Padang Lawas Utara. Berdasarkan survei yang telah dilakukan oleh Sumatera Rainforest Institute (SRI) dan BIOPALAS-USU, diperoleh informasi dari masyarakat bahwa di kawasan ini masih sering terlihat keberadaan Harimau Sumatera, baik itu berupa jejak maupun sisa-sisa pakan yang ditinggalkannya. Pada beberapa desa, seperti Desa Ulu Aer Kecamatan Sosopan, Desa Simardona dan Desa Bonan Dolok Kecamatan Batang Onang masih sering terlihat Harimau Sumatera yang melintas di kawasan desa tersebut. Diperkirakan jumlah Harimau Sumatera yang terdapat di kawasan hutan konservasi tersebut tidak lebih dari 20 ekor.

4. Siklus HidupHarimau Sumatra dapat berkembang biak kapan saja. Harimau Sumatra tidak membutuhkan waktu khusus untuk masa reproduksi. Demi melahirkan generasi baru, Harimau Sumatra betina memerlukan waktu selama 103 hari dan biasanya melahirkan 2 atau 3 ekor anak sekaligus, dan paling banyak 6 ekor. Indera penglihatan anak harimau berfungsi pada hari ke sepuluh setelah hari kelahirannya, meskipun di kebun binatang pernah tercatat ada anak harimau yang lahir dengan mata terbuka.Selama 8 minggu pertama harimau-harimau junior tersebut hanya meminum air susu induknya dan baru akan mengkonsumsi makanan padat, namun mereka masih menyusu selama 5 atau 6 bulan. Anak harimau pertama kali meninggalkan sarang pada umur 2 minggu, dan belajar berburu pada usia 6 bulan. Menginjak usia 18 bulan, mereka sudah berani berburu tanpa didampingi induknya, dan pada umur 2 tahun anak harimau dapat berdiri sendiri atau mandiri. Harimau Sumatra dapat bertahan hidup dalam kurun 15 hingga 20 tahun di alam liar, dan 20 tahun dalam kurungan.

5. Cara Bertahan HidupMenjadi yang terkecil dalam jenisnya, bukan berarti membuat Harimau Sumatra atau Panthera tigris sumatrae mudah untuk ditaklukkan. Hewan ini merupakan jenis yang pandai berenang di dalam air. Hal ini turut didukung oleh selaput yang terdapat di sela-sela jari kakinya. Bahkan, penduduk kadang menjuluki mereka dengan istilah kucing air. Mereka juga mampu memanjat pohon demi mengejar mangsanya.Tidak hanya itu, Harimau Sumatra juga dapat menyesuaikan diri dengan segala kondisi, baik itu di dataran rendah ataupun dataran tinggi. Luas kawasan perburuan harimau sumatera tidak diketahui dengan tepat, tetapi diperkirakan bahwa 4-5 ekor harimau sumatera dewasa memerlukan kawasan jelajah seluas 100 kilometer di kawasan dataran rendah dengan jumlah hewan buruan yang optimal (tidak diburu oleh manusia).

6. MakananSebagai predator utama dalam rantai makanan, harimau mempertahankan populasi mangsa liar yang ada di bawah pengendaliannya, sehingga keseimbangan antara mangsa dan vegetasi yang mereka makan dapat terjaga. Harimau Sumatra termasuk dalam kategori hewan soliter yang mengejar mangsanya pada malam hari. Sebelumnya, target buruannya itu diintai terlebih dahulu sebelum menerkam dan menyantapnya. Hewan seperti babi, kijang, rusa, unggas, ikan, dan orang utan adalah sederet jenis hewan yang menjad