of 19 /19
HUBUNGAN ANTARA KONSEP DIRI DENGAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI INTERPERSONAL PADA REMAJA Naskah Publikasi Diajukan kepada Fakultas Psikologi untuk Memenuhi Sebagian Syaratan Memperoleh Gelar Sarjana (S-1) Diajukan oleh : GALUH PRATIDINA F 100114028 FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA 2015

HUBUNGAN ANTARA KONSEP DIRI DENGAN …eprints.ums.ac.id/36544/3/02. Naskah Publikasi.pdf · komunikasi interpersonal remaja, 3. mengetahui kondisi konsep diri remaja, 4. ... dirinya

Embed Size (px)

Citation preview

Page 1: HUBUNGAN ANTARA KONSEP DIRI DENGAN …eprints.ums.ac.id/36544/3/02. Naskah Publikasi.pdf · komunikasi interpersonal remaja, 3. mengetahui kondisi konsep diri remaja, 4. ... dirinya

HUBUNGAN ANTARA KONSEP DIRI DENGAN KEMAMPUAN

KOMUNIKASI INTERPERSONAL PADA REMAJA

Naskah Publikasi

Diajukan kepada Fakultas Psikologi

untuk Memenuhi Sebagian Syaratan

Memperoleh Gelar Sarjana (S-1)

Diajukan oleh :

GALUH PRATIDINA

F 100114028

FAKULTAS PSIKOLOGI

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA

2015

Page 2: HUBUNGAN ANTARA KONSEP DIRI DENGAN …eprints.ums.ac.id/36544/3/02. Naskah Publikasi.pdf · komunikasi interpersonal remaja, 3. mengetahui kondisi konsep diri remaja, 4. ... dirinya

ii

HUBUNGAN ANTARA KONSEP DIRI DENGAN KEMAMPUAN

KOMUNIKASI INTERPERSONAL PADA REMAJA

Naskah Publikasi

Diajukan Kepada Fakultas Psikologi

Untuk memenuhi Sebagian Syarat

Memperoleh Gelar Sarjana (S-1) Psikologi

Disusun oleh :

GALUH PRATIDINA

F100114028

FAKULTAS PSIKOLOGI

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA

2015

Page 3: HUBUNGAN ANTARA KONSEP DIRI DENGAN …eprints.ums.ac.id/36544/3/02. Naskah Publikasi.pdf · komunikasi interpersonal remaja, 3. mengetahui kondisi konsep diri remaja, 4. ... dirinya

iii

Page 4: HUBUNGAN ANTARA KONSEP DIRI DENGAN …eprints.ums.ac.id/36544/3/02. Naskah Publikasi.pdf · komunikasi interpersonal remaja, 3. mengetahui kondisi konsep diri remaja, 4. ... dirinya

iv

Page 5: HUBUNGAN ANTARA KONSEP DIRI DENGAN …eprints.ums.ac.id/36544/3/02. Naskah Publikasi.pdf · komunikasi interpersonal remaja, 3. mengetahui kondisi konsep diri remaja, 4. ... dirinya

v

HUBUNGAN ANTARA KONSEP DIRI DENGAN KEMAMPUAN

KOMUNIKASI INTERPERSONAL PADA REMAJA

Galuh Pratidina

[email protected]

Fakultas Psikologi

Universitas Muhammadiyah Surakarta

Drs. Soleh Amini, M.Si

ABSTRAKSI

Remaja mempunyai kebutuhan untuk berkomunikasi dan keinginan untuk

memiliki banyak teman, namun kadang-kadang untuk membangun hubungan

dengan orang lain tidak mudah. Berhubungan dengan orang lain memerlukan

kemampuan berkomunikasi yang baik. Konsep diri merupakan faktor yang sangat

menentukan dalam komunikasi interpersonal, karena setiap orang bertingkah laku

sedapat mungkin sesuai dengan konsep dirinya. Penelitian ini bertujuan untuk 1.

mengetahui apakah ada hubungan antara konsep diri dengan kemampuan

komunikasi interpersonal pada remaja, 2. mengetahui tingkat kemampuan

komunikasi interpersonal remaja, 3. mengetahui kondisi konsep diri remaja, 4.

mengetahui sumbangan efektif konsep diri terhadap komunikasi interpersonal

pada remaja. Sample dalam penelitian ini adalah siswa-siswi di SMP Negeri 1

Pedan.

Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah quota non random

sampling, dengan jumlah subjek sebanyak 109 orang. Metode menggunakan

pendekatan kuantitatif dengan alat ukur skala konsep diri dan skala komunikasi

interpersonal. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah

korelasi Product Moment dari Pearson.

Berdasarkan hasil analisis data diperoleh koefisien korelasi 0,625 dengan

sig = 0,000; p < 0,001 artinya ada hubungan positif yang sangat signifikan antara

konsep diri dengan kemampuan komunikasi interpersonal pada remaja, sehingga

hipotesis yang diajukan diterima, yaitu ada hubungan positif yang sangat

signifikan antara konsep diri dengan kemampuan komunikasi interpersonal pada

remaja. Sumbangan efektif konsep diri dengan kemampuan komunikasi

interpersonal sebesar 39 % dan sisanya 71% dipengaruhi variabel lainnya. Konsep

diri remaja termasuk ke dalam kategori tinggi dengan rerata empirik (RE = 99,43)

dan rerata hipotetik sebesar 82,5. Tingkat kemampuan komunikasi interpersonal

termasuk ke dalam kategori tinggi dengan rerata empirik (RE) 110,12 dan rerata

hipotetik sebesar 92,5.

Kata kunci : Konsep Diri, Kemampuan Komunikasi Interpersonal

Page 6: HUBUNGAN ANTARA KONSEP DIRI DENGAN …eprints.ums.ac.id/36544/3/02. Naskah Publikasi.pdf · komunikasi interpersonal remaja, 3. mengetahui kondisi konsep diri remaja, 4. ... dirinya

1

PENDAHULUAN

Salah satu masalah yang

banyak di hadapi oleh remaja adalah

interaksi sosial di lingkungan

sekolah. Dalam melaksanakan fungsi

interaksi sosial, remaja melakukan

komunikasi dengan individu lain

baik secara langsung maupun tidak

langsung.

Sebagai makhluk sosial dan

manusia yang unik, remaja termasuk

salah satu didalamnya. Remaja

sangat menarik untuk diamati. Usia

remaja adalah usia transisi antara

masa kanak-kanak ke masa dewasa.

Masa remaja juga dianggap sebagai

masa penyesuaian. Maksudnya,

individu mulai masuk dan

menghadapi lingkungan orang

dewasa, yang memiliki peraturan dan

norma tersendiri yang harus dipatuhi,

berbeda dengan peraturan dan norma

yang berlaku saat ia masih anak-

anak. Itu sebabnya remaja harus

mempelajari peranan orang dewasa

dan hidup sebagai orang dewasa di

lingkungan orang dewasa pula

(Dacey dan Maureen dalam

Mahayani, 2007).

Dalam perkembangannya,

remaja mempunyai kebutuhan untuk

berkomunikasi dan keinginan untuk

memiliki banyak teman, namun

kadang-kadang untuk membangun

hubungan dengan orang lain itu

sendiri tidak mudah. Berhubungan

dengan orang lain memerlukan

keterbukaan diri, apabila individu

mau membuka diri kepada orang

lain, maka orang lain yang diajak

bicara akan merasa aman dalam

melakukan komunikasi antarpribadi

yang akhirnya orang lain tersebut

akan turut membuka diri. Hal ini

sesuai dengan pendapat Sugiyo

(2005), keterbukaan atau sikap

Page 7: HUBUNGAN ANTARA KONSEP DIRI DENGAN …eprints.ums.ac.id/36544/3/02. Naskah Publikasi.pdf · komunikasi interpersonal remaja, 3. mengetahui kondisi konsep diri remaja, 4. ... dirinya

2

terbuka sangat berpengaruh dalam

menumbuhkan komunikasi antar

pribadi yang efektif. Keterbukaan

adalah pengungkapan reaksi atau

tanggapan kita terhadap situasi yang

sedang dihadapi serta memberikan

informasi tentang masa lalu yang

relevan untuk memberikan

tanggapan kita di masa kini tersebut.

Ketidakmampuan seorang

remaja dalam mengungkapkan

keinginan, perasaan serta

mengaktualisasikan apa yang ada

dalam diri mereka menjadikan

masalah yang dihadapi oleh remaja

semakin besar. Sehingga remaja

memerlukan sebuah kemampuan dan

keterampilan untuk mengungkapkan

masalah yang mereka hadapi kepada

orang lain, kemampuan dan

keterampilan itu adalah komunikasi

yang baik dengan lingkungan.

Pada kenyataannya terdapat

beberapa penelitian mengenai

masalah kemampuan komunikasi

Interpersonal remaja, diantaranya

oleh Apollo (dalam Adawiyah 2012)

yang mengemukakan bahwa 65%

dari 60 siswa kelas II SMF Bina

Farma Kota Madiun memiliki

masalah dalam berkomunikasi

interpersonal.

Rahmat (2000) menjelaskan

konsep diri sebagai pandangan dan

perasaan mengenai diri sendiri.

Persepsi mengenai diri sendiri dapat

bersifat psikis, sosial, dan fisik.

Konsep diri dapat berkembang

menjadi konsep diri negatif dan

positif.

Menurut Yunata, Indati, &

Nugraha, 2012, bila seorang remaja

kesulitan dalam mengkomunikasikan

gagasannya kepada orang-orang

yang dihormatinya, tidak mampu

Page 8: HUBUNGAN ANTARA KONSEP DIRI DENGAN …eprints.ums.ac.id/36544/3/02. Naskah Publikasi.pdf · komunikasi interpersonal remaja, 3. mengetahui kondisi konsep diri remaja, 4. ... dirinya

3

berbicara di depan umum, atau ragu

dalam menyampaikan pendapatnya,

maka kemampuan komunikasi dan

konsep dirinya tidak akan

berkembang. Untuk itu, diharapkan

seorang remaja dapat berkomunikasi

dengan baik, sehingga konsep

dirinya dapat berkembang.

Hubungan dengan konsep diri dan

komunikasi mungkin dapat

disimpulkan dengan berpikir positif.

Menurut Hidayat (2012),

Komunikasi interpersonal adalah

komunikasi antara seorang

komunikator dengan komunikan.

Jenis komunikasi tersebut dianggap

paling efektif untuk mengubah sikap,

pendapat, atau perilaku menusia

berhubung prosesnya yang dialogis.

Komunikasi interpersonal selalu

dihubungkan dengan pertemuan

antara dua, tiga, atau mungkin empat

orang yang terjadi secara spontan

dan tidak terstruktur.

Terdapat aspek-aspek yang

mempengaruhi komunikasi interper-

sonal menurut Laswell (dalam

Savitri, 2007), seperti :

a. Keterbukaan

Keterbukaan adalah

adanya kemauan untuk

membuka diri, mengatakan

tentang dirinya sendiri yang

tadinya tetap disembunyikan,

jadi harus bersikap jujur pada

reaksi dan pada stimulus-

stimulus yang datang.

b. Kejujuran

Bersikap jujur adalah

mengungkapkan diri apa adanya

atau sesuai dengan fakta yang

terjadi. Kejujuran menyebabkan

perilaku individu dapat diduga (

predictable ) dan ini mendorong

orang lain untuk percaya pada

Page 9: HUBUNGAN ANTARA KONSEP DIRI DENGAN …eprints.ums.ac.id/36544/3/02. Naskah Publikasi.pdf · komunikasi interpersonal remaja, 3. mengetahui kondisi konsep diri remaja, 4. ... dirinya

4

individu tersebut (Rakhmat,

2005).

c. Kepercayaan

Secara ilmiah “percaya”

dapat didefinisikan sebagai

“mengandalkan perilaku orang

untuk mencapai tujuan yang

dikehendaki,yang pencapaiannya

tidak pasti dan dalam situasi

yang penuh resiko” (Griffin

dalam Rakhmat, 2005). Menaruh

kepercayaan tanpa menaruh

kecurigaan akan membantu

memperlancar tercapainya

tujuan komunikasi.

d. Empati

Empati adalah

kemampuan untuk berpikir dan

merasakan hal yang sesuai

dengan apa yang dirasakan

orang lain. Empati berarti

berusaha menempatkan diri pada

keadaan orang lain baik secara

intelektual maupun emosional.

e. Mendengarkan.

Mendengarkan adalah

proses aktif yang membutuhkan

konsentrasi dan bertujuan

melakukan pemahaman terhadap

stimulus untuk memberikan

feedback. Dengan saling

mendengarkan lawan bicara dan

meresponnya maka dialog dapat

terus berjalan.

Rakhmat (2009)

mengemukakan bahwa faktor-faktor

yang mempengaruhi komunikasi

interpersonal adalah:

a. Persepsi Interpersonal

Persepsi seseorang

seringkali tidak cermat,bila

kedua belah pihak menanggapi

yang lain secara tidak cermat,

terjadilah kegagalan komunikasi.

Kegagalan komunikasi ini dapat

Page 10: HUBUNGAN ANTARA KONSEP DIRI DENGAN …eprints.ums.ac.id/36544/3/02. Naskah Publikasi.pdf · komunikasi interpersonal remaja, 3. mengetahui kondisi konsep diri remaja, 4. ... dirinya

5

diperbaiki bila orang

menyadari bahwa persepsinya

mungkin salah. Komunikasi

interpersonal kita akan menjadi

lebih baik bila kita mengetahui

bahwa persepsi kita bersifat

subyektif dan cenderung keliru.

b. Konsep Diri

Konsep diri merupakan

faktor yang sangat menentukan

dalam komunikasi interpersonal,

karena setiap orang bertingkah

laku sedapat mungkin sesuai

dengan konsep dirinya. Faktor

ini merupakan yang amat

penting dalam terwujudnya

kemampuan komunikasi

interpersonal, karena jika

seseorang mempunyai konsep

diri positif maka akan mampu

mengeluarkan segala sesuatu

yang ada pada dirinya terutama

dalam mengeluarkan pendapat,

ide, ataupun gagasan pada orang

lain.

c. Atraksi Interpersonal

Atraksi interpersonal

artinya mampu meramalkan dari

mana pesan akan muncul kepada

siapa pesan akan mengalir, dan

lebih-lebih lagi bagaimana pesan

akan diterima. Ketika individu

mengetahui siapa tertarik pada

siapa, atau siapa menghindari

siapa,individu dapat meramalkan

arus komunikasi interpersonal

yang akan terjadi. Semakin

tertarik individu dengan

seseorang, maka semakin besar

kecenderungan individu

berkomunikasi dengan orang

lain. Kesukaan kepada orang

lain, sikap positif, dan daya tarik

seseorang disebut sebagai atraksi

interpersonal.

d. Hubungan Interpersonal

Page 11: HUBUNGAN ANTARA KONSEP DIRI DENGAN …eprints.ums.ac.id/36544/3/02. Naskah Publikasi.pdf · komunikasi interpersonal remaja, 3. mengetahui kondisi konsep diri remaja, 4. ... dirinya

6

Orang berhubungan de

ngan orang lain karena

mengharapkan sesuatu yang

memenuhi kebutuhan mereka.

Konsep diri adalah

sekumpulan keyakinan dan perasaan

seseorang mengenai dirinya.

Keyakinan seseorang mengenai

dirinya bisa berkaitan dengan bakat,

minat, kemampuan, penampilan fisik

dan lain sebagainya. Konsep diri

merupakan kesadaran seseorang

mengenai siapa dirinya (Sarwono,

2011).

Maria (2007) mengemukakan

bahwa aspek-aspek konsep diri

meliputi:

a. Diri fisik (physical self). Aspek

ini menggambarkan bagaimana

individu memandang kondisi

kesehatan, badan, dan

penampilan fisiknya.

b. Diri moral & etik (morality &

ethical self). Aspek ini

menggambarkan bagaimana

individu memandang nilai-nilai

moral-etik yang dimilikinya.

Meliputi sifat-sifat baik atau

sifat-sifat jelek yang dimiliki dan

penilaian dalam hubungannya

dengan Tuhan.

c. Diri sosial (social self ). Aspek

ini mencerminkan sejauhmana

perasaan mampu dan berharga

dalam lingkup interaksi sosial

dengan orang lain.

d. Diri pribadi (personal self ).

Aspek ini menggambarkan

perasaan mampu sebagai

seorang pribadi, dan evaluasi

terhadap kepribadiannya atau

hubungan pribadinya dengan

orang lain.

e. Diri keluarga (family self ).

Aspek ini mencerminkan

Page 12: HUBUNGAN ANTARA KONSEP DIRI DENGAN …eprints.ums.ac.id/36544/3/02. Naskah Publikasi.pdf · komunikasi interpersonal remaja, 3. mengetahui kondisi konsep diri remaja, 4. ... dirinya

7

perasaan berarti dan berharga

dalam kapasitasnya sebagai

anggota keluarga.

Menurut Nina W.Syam

(2012), konsep diri dipengaruhi oleh

faktor faktor sebagai berikut:

a. Pola asuh orang tua

Pola asuh orang tua turut

menjadi faktor signifikan dalam

mempengaruhi konsep diri yang

terbentuk. Sikap positif orang

tua yang terbaca oleh anak, akan

menumbuhkan konsep dan

pemikiran yang positif serta

sikap menghargai diri sendiri.

Sikap negatif orang tua akan

mengundang pertaanyaan pada

anak, dan menimbulkan asumsi

bahwa dirinya tidak sukup

berharga untuk dikasihi, untuk

disayangi dan dihargai dan

semua itu akibat kekurangan

yang ada padanya sehingga

orang tua tidak sayang.

b. Kegagalan

Kegagalan yang terus-

menerus dialami seringkali

menimbulkan pertanyaan kepada

diri sendiri dan berakhir dengan

kesimpulan bahwa semua

penyebabnya terletak pada

kelemahan diri. Kegagalan

membuat orang merasa dirinya

tidak berguna.

c. Depresi

Orang yang sedang

mengalami depresi akan

mempunyai pemikiran yang

cenderung negatif dalam

memandang dan merespon

segala sesuatunya, termasuk

menilai dirinya sendiri. Segala

situasi atau stimulus yang netral

akan dipersepsi secara negatif.

Misalnya tidak diundang ke

Page 13: HUBUNGAN ANTARA KONSEP DIRI DENGAN …eprints.ums.ac.id/36544/3/02. Naskah Publikasi.pdf · komunikasi interpersonal remaja, 3. mengetahui kondisi konsep diri remaja, 4. ... dirinya

8

sebuah pesta, maka berfikir

bahwa saya “miskin” maka saya

tidak pantas diundang. Orang

yang depresi sulit melihat

apakah dirinya mampu survive

menjalani ehidupan selanjutnya.

d. Kritik Internal

Terkadang mengkritik

diri sendiri memang dibutuhkan

untuk menyadarkan seseorang

akan perbuatan yang

dilakukannya. Kritik terhadap

diri sendiri sering berfungsi

menjadi regulator atau rambu-

rambu dalam bertindak dan

berperilaku agar keberadaan kita

diterima oleh masyarakat dan

dapat beradaptasi dengan baik.

METODE PENELITIAN

Subjek yang diambil

dalam penelitian adalah remaja

usia 12-17 tahun. Penelitian

menggunakan 3 kelas, yaitu

kelas A, B, dan F sebanyak 109

siswa. Teknik pengambilan

sampel dalam penelitian ini

menggunakan quota non random

sampling yaitu pengambilan

sampel didasarkan atas

pembatasan jumlah sample

tertentu. Merode pengumpulan

data menggunakan skala konsep

diri dan skala komunikasi

interpersonal. Teknik analisis

data menggunakan korelasi

produck moment dari Pearson.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Hasil analisis yang telah

dilakukan dengan menggunakan

teknik korelasi product moment dari

Pearson maka diperoleh hasil nilai

koefisien korelasi (r) sebesar 0,625

dengan signifikan (p) = 0,000 < 0,01,

yang berarti ada hubungan positif

Page 14: HUBUNGAN ANTARA KONSEP DIRI DENGAN …eprints.ums.ac.id/36544/3/02. Naskah Publikasi.pdf · komunikasi interpersonal remaja, 3. mengetahui kondisi konsep diri remaja, 4. ... dirinya

9

yang sangat signifikan antara konsep

diri dengan kemampuan komunikasi

interpersonal. Hasil penelitian ini

mendukung pendapat Rakhmat

(2011), sukses komunikasi

interpersonal banyak bergantung

pada kualitas konsep diri seseorang

yaitu positif dan negatif. Konsep diri

yang positif lahirlah pola perilaku

komunikasi interpersonal yang

positif pula, yakni melakukan

persepsi yang lebih cermat dan

mengungkapkan petunjuk-petunjuk

yang membuat orang lain daopat

menafsirkan dengan cermat pula.

Berdasarkan kategorisasi

skala konsep diri, Rerata empirik

konsep diri tergolong tinggi (RE =

99,43) dan RH = 82,5. Hasil tersebut

menunjukkan bahwa frekuensi

konsep diri remaja terdapat pada

kategori tinggi atau positif.

Penerapan konsep diri yang termasuk

kategori tinggi ini karenakonsep diri

yang dimiliki manusia tidak

terbentuk secara instant, melainkan

dengan proses belajar sepanjang

hidup manusia. Ketika individu lahir,

individu tidak memiliki pengetahuan

tentang dirinya, tidak memiliki

harapan yang dicapainya serta tidak

memiliki penilaian tentang dirinya.

Konsep diri berasal dari berkembang

sejalan pertumbuhan, terutama akibat

hubungan dengan individu lain.

Dalam berinteraksi, setiap individu

akan menerima tanggapan.

Tanggapan yang diterima dijadikan

cermin bagi individu untuk menilai

dan memandang dirinya sendiri.

Dimana pada akhirnya individu

mulai mengerti siapa dirinya, apa

yang diinginkannya serta dapat

melakukan penilaian terhadap

dirinya (Sobur, 2010).

Page 15: HUBUNGAN ANTARA KONSEP DIRI DENGAN …eprints.ums.ac.id/36544/3/02. Naskah Publikasi.pdf · komunikasi interpersonal remaja, 3. mengetahui kondisi konsep diri remaja, 4. ... dirinya

10

Berdasarkan kategorisasi

kemampuan komunikasi interper-

sonal retata empirik tergolong tinggi

(RE = 110,12) dan RH = 92,5. Hasil

penelitian tersebut menunjukkan

bahwa kemampuan komunikasi

interpersonal remaja sebagian besar

termasuk dalam kategori tinggi.

Menurut Raudah (2012), sejak lahir

tidak bisa dilepaskan dari

komunikasi. Secara kodrati manusia

harus hidup bersama dengan orang

lain. Untuk itu manusia

membutuhkan cara untuk bisa

berinteraksi dengan manusia lain.

Bahkan sebuah penelitian

mengemukakan 70% waktu bangun

kita digunakan untuk beromunikasi.

Dengan komunikasi, kita membentuk

saling pengertian, menumbuhkan

persahabatan, memelihara kasih

sayang, menyebarkan pengetahuan

dan melestarikan peradaban. Hakikat

komunikasi adalah proses pernyataan

antar manusia, dimana yang

dinyatakan itu adalah pikiran atau

perasaan seseorang kepada orang lain

dengan menggunakan bahasa sebagai

alat penyalurnya.

Koefisien determinasi =

= 0,3906 (pengkuadratan

dari koefisien korelasi (R)). Artinya

Konsep diri memiliki sumbangan

efektif sebesar 39% terhadap

kemampuan komunikasi

interpersonal pada remaja di SMP

Negeri 1 Pedan. Sisanya (100%-

39% = 71%) hal ini berarti masih

terdapat sisa 71% berasal dari

sumbangan variabel lain yang turut

berperan dalam menentukan faktor

kemampuan komunikasi

interpersonal namun tidak

diperhatikan dalam penelitian ini.

Adanya korelasi yang positif

dan signifikan antara konsep diri

Page 16: HUBUNGAN ANTARA KONSEP DIRI DENGAN …eprints.ums.ac.id/36544/3/02. Naskah Publikasi.pdf · komunikasi interpersonal remaja, 3. mengetahui kondisi konsep diri remaja, 4. ... dirinya

11

dengan kemampuan komunikasi

interpersonal pada remaja di SMP

Negeri 1 Pedan menunjukkan bahwa

konsep diri mempunyai peranan

penting dalam menentukan perilaku.

Hal ini sesuai dengan pendapat

Rakhmat (2011), Konsep diri

merupakan faktor yang sangat

menentukan dalam komunikasi

interpersonal, karena setiap orang

bertingkah laku sedapat mungkin

sesuai dengan konsep dirinya.

Berdasarkan hasil penelitian

dapat disimpulkan bahwa konsep diri

memberikan kontribusi terhadap

kemampuan komunikasi interper-

sonal pada remaja. Penelitian ini

terdapat beberapa kelemahan seperti

penelitian ini tidak dapat

digeneralisasikan pada remaja di

tempat lain atau remaja pada

umumnya. Untuk penerapan populasi

yang lebih luas dengan karakteristik

yang berbeda perlu dilakukan

penelitian lebih lanjut dengan

menggunakan atau menambah

variabel-variabel lain yang belum

disertakan dalam penelitian ini,

ataupun dengan menambah dan

memperluas ruang lingkup penelitian

dan lebih berhati-hati terhadap skala

yang akan digunakan sebagai alat

ukur.

KESIMPULAN DAN SARAN

a. Kesimpulan

1. Ada hubungan positif yang

sangat signifikan antara

konsep diri dengan

kemampuan komunikasi

interpersonal yang artinya

semakin positif konsep diri

maka kemampuan

komunikasi interpersonal

remaja akan semakin baik,

sebaliknya semakin negatif

Page 17: HUBUNGAN ANTARA KONSEP DIRI DENGAN …eprints.ums.ac.id/36544/3/02. Naskah Publikasi.pdf · komunikasi interpersonal remaja, 3. mengetahui kondisi konsep diri remaja, 4. ... dirinya

12

konsep diri maka komunikasi

interpersonal remaja semakin

buruk. Dilihat dari hasil nilai

koefisien korelasi (r) sebesar

0,625 dengan signifikan (p) =

0,000 < 0,01.

2. Tingkat kemampuan

komunikasi interpersonal

remaja pada penelitian ini

tergolong tinggi, yaitu dapat

dilihat dari rerata empirik

(RE) sebesar 110,12 dan

rerata hipotetik (RH) sebesar

92.

3. Kondisi Konsep diri remaja

pada penelitian ini tergolong

positif (tinggi), yaitu dapat

dilihat dari rerata empirik

(RE) sebesar 99,43 dan rerata

hipotetik (RH) sebesar 82,5.

4. Konsep diri memiliki

sumbangan efektif sebesar

39% terhadap komunikasi

interpersonal pada remaja di

SMP Negeri 1 Pedan. Sisanya

(100% - 39% = 71%) hal ini

berarti masih terdapat sisa

71% berasal dari sumbangan

variabel lain yang turut

berperan dalam menentukan

faktor kemampuan

komunikasi interpersonal

namun tidak diperhatikan

dalam penelitian ini.

b. Saran

1. Bagi remaja

Bagi remaja disaran-

kan untuk menerima diri apa

adanya, meningkatkan penge-

nalan akan diri dengan cara

memahami kondisi kesehatan

dan memperhatikan

penampilan fisik. Hal-hal

tersebut akan meningkatkan

konsep diri menjadi positif.

Apabila remaja memiliki

Page 18: HUBUNGAN ANTARA KONSEP DIRI DENGAN …eprints.ums.ac.id/36544/3/02. Naskah Publikasi.pdf · komunikasi interpersonal remaja, 3. mengetahui kondisi konsep diri remaja, 4. ... dirinya

13

konsep diri yang positif maka

ia mampu menerima

keberadaan dirinya dan orang

lain, sehingga perasaan

terancam yang dapat

mengakibatkan rasa cemas

akan berkurang.

2. Bagi orangtua

Orangtua diharapkan

dapat membimbing dan

memberi kebebasan remaja

mengaktualisasikan dirinya

untuk pembentukan konsep

diri. Yaitu dengan cara dapat

menciptakan suasana

keluarga yang harmonis yaitu

dengan menghargai sesama

keluarga dan menciptakan

suasana yang nyaman

sehingga remajapun merasa

senang dan berharga sebagai

bagian dari anggota keluarga,

lebih dari itu kebutuhan

remaja akan rasa aman

terpenuhi. Kebutuhan rasa

aman yang terpenuhi akan

meningkatkan kesehatan

psikologis.

3. Bagi Guru

Bagi guru diharapkan

dapat memantau interaksi

sosial antar siswanya. Dengan

memantau dan memberikan

pemahaman melalui pelajaran

bimbingan dan konseling

tentang konsep diri dapat

mengurangi rasa gugup

dalam menghadapi

lingkungan sosial.

4. Bagi teman sebaya

Teman sebaya sangat

mempengaruhi pembentukan

konsep diri remaja. Untuk

pergaulan di lingkungan

sosial diharapkan remaja

dapat berteman dengan teman

Page 19: HUBUNGAN ANTARA KONSEP DIRI DENGAN …eprints.ums.ac.id/36544/3/02. Naskah Publikasi.pdf · komunikasi interpersonal remaja, 3. mengetahui kondisi konsep diri remaja, 4. ... dirinya

14

yang dapat memperbaiki diri.

Remaja yang pandai

menempatkan dirinya pada

lingkungan teman sebaya

yang baik dapat

mengembangkan identitas

dirinya kearah yang positif.

DAFTAR PUSTAKA

Adawiyah, R. (2012). Hunungan

Antara Konsep Diri Dan

Kecemasan Komunikasi Pada

Mahasiswa Psikologi Uin

Suka Yogyakarta. Skripsi

Hidayat, D. (2012). Komunikasi

Antar Pribadi dan Medianya.

Yogyakarta: Graha Ilmu

Mahayani, N. (2007). Hubungan

antara konsep diri dengan

komunikasi interpersonal.

Skripsi

Maria, Ulfah. (2007). Peran

Persepsi Keharmonisan

Keluarga dan Konsep Diri

Terhadap Kecenderungan

Kenakalan Remaja. Tesis

(Tidak diterbitkan).

Rakhmat, J. (2000).Psikologi

Komunikasi. Bandung: PT.

Remaja Rosdakarya.

(2009). Psikologi Komunikasi.

Bandung: PT. Remaja

Rosdakarya.

(2011). Psikologi Komunikasi.

Bandung: PT. Remaja

Rosdakarya.

Roudah, Farida. (2012). Komunikasi

Terhadap Remaja Yang

Sedang Sakit. Artikel diambil

darihttp://www.scribd.com/do

c/117977125/Makalah-

Komunikasi-Remaja-Oke-

FR#scribd

Sarwono, S. W. (2011). Psikologi

Sosial. Jakarta: Salemba

Humanika.

Savitri, R. d. (2007). Kesepian

Ditinjau Dari Kualitas

Komunikasi Pada Remaja

Dengan Orang Tua Tunggal.

Skripsi Tidak Diterbitkan

Sugiyo. (2005). Komunikasi

Antarpribadi. Semarang:

UNNES Press

Yunata, S. D., Indati, A., & Nugraha,

Y. J. (2012). Hubungan

Antara Konsep Diri Dengan

Kemampuan Komunikasi

Interpersonal Pada Remaja.

Jurnal Psikohumanika, Vol.

V. No. 1, 35-36.