I a a yat - membawakan tigatarian topeng, yakni TariTopeng Pannindo, Topeng Tumenggung dan Topeng Klana

  • View
    7

  • Download
    0

Embed Size (px)

Text of I a a yat - membawakan tigatarian topeng, yakni TariTopeng Pannindo, Topeng Tumenggung dan Topeng...

  • (f) 17

    2 3 18 19

    ............... -._._ _ _- .

    Jan • Peb

    •I a a Selasa • Rabu . I

  • Topeng Parmindo dibawakan Wangi. Tetapi, di wajahnya yang dihiasi buti- ran keringat, sangat kentara kelelahan pada dirinya.

    "Tari bukan semata mengerakkan tubuh, tangan dengan jari-jemarinya, kaki, kepala dan anggota tubuh lain- nya untuk mengikuti irama musik. Tarian merupakan bentuk penyatuan jiwa, hati, dan nurani dalam bentuk olah tubuh, sedangkan di atas pang- gung tarian merupakan bentuk per- , tanggungjawaban moral kita terhadap kesenian yang kita bawakan agar da- pat arti, maksud serta tujuan diterima dan dapat dimengerti oleh penonton," ujar Wangi menerangkan.

    Apa yang diungkapkan Wangi In- driya, menu rut Toto Amsar, SSen MHum merupakan bentuk pencapa- ian ilmu seorang seniman tradisional yang sudah tinggi. "Pengalarnan seba- gai penari tidak usah diragukan, dia

    .;

    (Wangi) sudah sejak usia belia belajar menari dari ayahnya Taham yang juga guru (aIm.) Mimi Rasinah sejak usia masih kanak-kanak, perjalanan pentas di dalam maupun luar negeri juga tidak terhitung, kini dia tengah mena- paki jenjang lebih tinggi," ujar Toto Amsar, salah seorang staf pengajar di STSI Bandung dan juga peneliti tari topeng, dan bersama Endo Suanda pada tahun 1994 membangkitkan kembali semangat menari (aIm.) Mimi Rasinah.

    Salah satu bukti semakin meningkatnya ilmu Wangi adalah ke- tulusannya dalam mengemban wasiat dari orang tuanya untuk mengem- bangkan kesenian turun-temurun kakek nenek moyangnya. Selain bersama-sama Taham membangun Sanggar Tari Mulya Bhakti (1983), Wangi juga berusaha memberi kesem- patan anak-anak didiknya manggung.

    Salah satunya ditunjukkan pada Festi- val Topeng Nusantara (2010) dengan menampilkan 75 penari topeng. "Ini merupakan peristiwa langka dan menggugurkan statement pemerintah maupun pemerhati seni tradisi (topeng) kalau kesenian (topeng) tersebut punah," ujar Toto.

    Kini, di tahun 2012 ada banyak pergelaran yang ditawarkan kepada Wangi Indriya dengan Sanggar Tari Mulya Bhakti. Namun, di antara tawaran tersebut, tawaran program Pewarisan Kesenian Tradisional yang diselenggarakan Balai Pengelolaan Taman Budaya Jawa Barat, Maret mendatang lebih menggiurkan dirinya. "Saya ingin membuat hidup saya lebih berarti bagi orang lain dan sedikit memberikan ilmu kepada orang lain agar orang lain pun memili- ki arti," ujar Wangi. (Retno HY !"PR)***