IX REKOMENDASI

  • View
    509

  • Download
    1

Embed Size (px)

Text of IX REKOMENDASI

IX. REKOMENDASI

9.1

Peluang

Pengembangan

Industri

Berbasis

Agribisnis

di

Kabupaten Paser 9.1.1 Industri Berbasis Kelapa Sawit Berdasarkan hasil identifikasi komoditas dan industri eksisting di Kabupaten Paser, maka salah satu potensi agribisnis dan agroindustri yang berpeluang besar untuk dikembangkan adalah kelapa sawit dari hulu hingga ke hilir. Setiap bagian tanaman kelapa sawit dapat dijadikan bahan industri secara berantai. Efek berganda (multiplier effects) tanaman pohon kelapa sawit ini mempunyai nilai ekonomis yang menjadikannya sangat berharga. Pohon industri kelapa sawit ini dapat disajikan pada gambar berikut:

Perkebunan Kelapa Sawit

Kayu

Pelepah

FurnitureCPO

Pulp

Tandan Buah Segar (Fresh Fruit Bunches) Palm Kernel

Industri PemurnianRefined Bleached Deodorized Palm Oil (RBDPO)

Pengolahan CPO (CPO Mill)PKO

Crushing PlantPalm Kernel Meal (PKM)

Industri Pemurnian Industri OleokimiaRBDKO Asam Lemak, Lemak Alkohol, Ester, Gliserin, dll.

Industri PemurnianRBD Olein RBD Stearin

Industri Pangan

Industri Kosmetika dan Deterjen

Industri Kimia

Industri Pakan

Gambar 9.1 Pohon Industri Kelapa Sawit

Perencanaan Pengembangan Wilayah Strategis dan Cepat Tumbuh (Kawasan Industri) Kabupaten Paser

96

Industir hulu perkebunan kelapa sawit menghasilkan produk primer berupa minyak kelapa sawit (CPO) dan minyak inti sawit (Palm Kernel). Produk-produk yang dapat dihasilkan dari minyak sawit sangat luas, dengan intensitas modal dan teknologi yang bervariasi. Produksi CPO Indonesia yang diolah di dalam negeri sebagian besar masih dalam bentuk produk antara seperti RBD palm oil , stearin dan olein, yang nilai tambahnya tidak begitu besar dan baru sebagian kecil yang diolah menjadi produk-produk oleokimia dengan nilai tambah yang cukup tinggi. Produk primer kelapa sawit ini dapat dikembangkan menjadi industri produk pangan dan non pangan lainnya. Melalui proses fraksinasi, rafinasi dan hidrogenasi pada kelapa sawit dapat dikembangkan industri hilir yang menghasilkan produk makanan. Dan melalui proses hidrolisis (splitting) menghasilkan asam lemak dan gliserin yang dapat diolah lagi menjadi produk-produk non pangan. Industri hilir kepa sawit ini terdiri dari industri hasil setengah jadi dan industri barang jadi.seperti diuraikan dalam Pahan (2006), sebagai berikut 1. Industri hasil setengah jadi Industri hasil setengah jadi digolongkan menjadi 2, yaitu oleo-pangan dan oleo-kimia. a. Oleo-pangan Oleo-pangan adalah penggunaan minyak sawit untuk produk pangan. Olahan kelapa sawit yang digolongkan dalam oleo-pangan sebagai berikut: Minyak goreng Lemak makan: Margarine, vanaspati, dan shortening

b. Oleo-kimia Oleo kimia adalah penggunaan minyak sawit untuk produk kimia (non pangan). Olahan kelapa sawit yang digolongkan dalam oleo-kimia adalah sebagai berikut: Fatty acid, fatty alcohol, dan fatty amine Methyl ester (biodiesel) Glycerol Ethoxylate dan epoxylate Garam metalik

Perencanaan Pengembangan Wilayah Strategis dan Cepat Tumbuh (Kawasan Industri) Kabupaten Paser

97

2.

Industri barang jadi Beberapa jenis makanan olahan kelapa sawit menjadi industri barang

jadi adalah sebagai berikut: a. Industri makanan: Kue, roti dan biskuit. Cokelat, kembang gula dan es krim. Tepung susu nabati (filled milk) dan coffee whitener (coffee mate). Mie siap saji (instant noodle).

b. Industri kosmetik dan deterjen: Sabun, cream lotion dan sampo.

c. Industri farmasi: Vitamin A dan E.

d. Industri pabrik logam: Sabun metalik untuk minyak pelumas dan campuran cat. Pelumas dan pelindung karat permukaan lembaran baja pada industri baja canai dingin (cold rolling mill). Bahan pengapung (floatation agent) untuk memisahkan biji tembaga atau cobalt dari baja. e. Industri karoseri f. Industri tinta cetak, lilin dan crayon. g. Industri pakan ternak.

Selain minyak sawit dan minyak inti sawit, bagian lain dari tanaman kelapa sawit juga bermanfaat untuk dijadikan sebagai bahan baku industri. Produk-produk yang dihasilkan dari pemanfaatan limbah kelapa sawit ini diantaranya adalah: 1. Tandan kosong kelap sawit: Pupuk organik, kompos, dan kalium serta serat

2. Tempurung buah: Arang aktif

3. Batang dan tandan sawit: Pulp kertas

Perencanaan Pengembangan Wilayah Strategis dan Cepat Tumbuh (Kawasan Industri) Kabupaten Paser

98

4. Batang pohon sawit Perabot (furniture) dan papan partikel

5. Batang dan pelepah Pakan ternak

6. Limbah cair dari proses produksi Pupuk organik

Dengan

potensi

dan

kemungkinan

pengembangannya,

maka

pengembangan agribisnis kelapa sawit ke depan dapat diarahkan pada pengembangan kawasan industri masyarakat perkebunan melalui

pemberdayaan di hulu, dan penguatan di hilir. Pengembangan agribisnis kelapa sawit ke depan tidak terlepas dari kegiatan-kegiatan berikut :

Pengembangan sistem dan usaha agribisnis berbasis kelapa sawit, Mendorong pengembangan pasar modal yang memungkinkan petani sebagai pemegang saham perusahaan, Pengembangan inovasi teknologi dan kelembagaan Pengembangan internasional, Pengembangan investasi kebun lengkap dengan pengolahan minyak sawit Pengembangan industri hilir kelapa sawit. keseimbangan perdagangan domestik dan

9.1.2 Industri Berbasis Karet Komoditas unggulan perkebunan lain yang dimiliki Kabupaten Paser adalah karet. Karet merupakan salah satu komoditas perkebunan penting, karena secara nasional Indonesia merupakan negara dengan luas areal perkebunan terbesar kedua di dunia. Beberapa keutamaan yang dimiliki karet adalah bernilai ekonomis tinggi, kesempatan kerja dan mendatangkan devisa, dan merupakan pendorong pertumbuhan ekonomi sentra-sentra baru di wilayah sekitar perkebunan karet. Selain itu, karet secara ekologi menguntungkan, karena perkebunan karet mendukung kelestarian

lingkungan dan sumber daya hayati. Berdasarkan kepada aspek-aspek

Perencanaan Pengembangan Wilayah Strategis dan Cepat Tumbuh (Kawasan Industri) Kabupaten Paser

99

tersebut, maka agribisnis karet mempunyai prospek yang cerah di masa mendatang.

Alat kesehatan & laboratorium Perlengkapan kendaraan Lateks, sheet Crumb rubber

Pipet, selang stetoskop dll Ban, pedal, karet kaca mobil Bola, pakaian selam dll Sepatu & sandal karet Air house, oil seal, rubber bushing dll

Alat olah raga

Perlengkapan pakaian Pohon Karet

Perlengkapan teknik industri

Kayu

Arang, kayu gergajian, pulp

Perlengkapan anak & bayi

Balon, dot, perlak, mainan anak dll

Perlengkapan rumah tangga

Karper, perlengkapan lain

Furniture

Barang lain

Kondom, pelampung dll

Gambar 9.2 Pohon Industri Karet

Secara umum, industri karet dapat dibagi ke dalam dua kelompok besar, yaitu: 1. Industri Hasil Setengah Jadi a. Karet Remah (Crumb rubber) b. RSS dan lateks padat Bahan olah karet berupa lateks dapat diolah menjadi berbagai jenis produk lateks. Karet padat juga dapat diolah menjadi beragam produk.

Perencanaan Pengembangan Wilayah Strategis dan Cepat Tumbuh (Kawasan Industri) Kabupaten Paser

100

2. Industri Barang Jadi a. Industri alat kesehatan dan laboratorium Pipet, selang stetoskop dan lain-lain

b. Industri perlengkapan kendaraan Ban kendaraan, pedal sepeda dan motor Karet kaca mobil, karet klep dan lain-lain

c. Industri alat olah raga Bola sepak, boal basket, bola volley Pakaian selam dan lain-lain

d. Industri perlengkapan pakaian Sepatu, sandal karet dan lain-lain

e. Industri perlengkapan teknik industri Air house, Oil seal Rubber bushing dan lain-lain

f. Industri perlengkapan anak dan bayi Balon, dot susu Perlak, mainan anak dan lain-lain

g. Industri perlengkapan rumah tangga Karpet dan perlengkapan lainnya

h. Industri-industri lain Kondom, pelampung dan lain-lain

Selain getahnya, kayu karet juga memiliki nilai ekonomis yang baik di dunia. Karena kayu karet saat ini banyak diminati oleh masyarakat, dengan coraknya yang seperti kayu ramin dan warna yang cerah. Saat ini kayu karet juga menjadi alternatif kayu yang memenuhi persyaratan ekolabelling karena telah dibudidayakan secara luas. Kayu karet dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku perabotan rumah tangga, particle board, parquet, Medium Density Fibreboard dan lain sebagainya. Menurut prediksi Departemen Pertanian pada tahun-tahun mendatang pabrik pengolahan crumb rubber yang ada saat ini kapasitasnya sudah tidak mencukupi. Oleh karenanya dibutuhkan investasi baru untuk membangun pabrik pengolahan baru untuk menampung pertumbuhan pasokan bahan

Perencanaan Pengembangan Wilayah Strategis dan Cepat Tumbuh (Kawasan Industri) Kabupaten Paser

101

baku. Posisi karet yang merupakan komoditas unggulan tidak hanya dalm lingkup Kabupaten Paser tapi juga nasional, menjadi daya tarik investor untuk menanamkan modalnya. Saat ini ragam produk karet yang dihasilkan masih terbatas, pada umumnya masih didominasi oleh produk primer (raw material) dan produk setengah jadi. Sebagian besar produk karet diolah menjadi karet remah (crumb rubber) dan lainnya dalam bentuk RSS dan lateks padat. Industri berbasis lateks pada saat ini masih terkendala rendahnya daya saing produk-produk industri lateks Indonesia. Kegiatan pengolahan berbahan baku crumb rubber atau lateks di Indonesia sampai saat ini tercatat masih didominasi oleh industri ban kendaraan, selainnya dalam sektor usaha kecil dan menengah. Kabupaten Paser sebagai salah satu daerah penghasil karet mempunyai peluang untuk pengembangan berbagai industri yang berbasis ta