KAB. ACEH UTARA PROV. ACEH - nad. ?· PROV. ACEH KAB. ACEH UTARA. Tim Penyusun ... BPTP Aceh, Gugus…

  • Published on
    06-Mar-2019

  • View
    213

  • Download
    0

Embed Size (px)

Transcript

PROV. ACEHKAB. ACEH UTARA

Tim Penyusun

Pengarah : Haryono (Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian)

Penanggungjawab Program : Muhrizal Sarwani (Kepala Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Sumber Daya Lahan Pertanian)

Penanggungjawab Kegiatan : Haris Syahbuddin (Kepala Balai Penelitian Agroklimat dan Hidrologi)

Inventor : Irsal Las, Haris Syahbuddin, dan Eleonora Runtunuwu

Peneliti : Eleonora Runtunuwu, Haris Syahbuddin, Irsal Las, Aris Pramudia, Kharmila Sari Hariyanti, Yayan Apriyana, Erni Susanti, Diah Setyorini, Haryono Purwadinata, A. Kasno, Nurjaya, Ibrahim Adamy, Jojon Suryono, Suciantini, Elza Surmaini, Woro Estiningtyas, Nani Heryani, Yeli Sarvina, Setyono Hari Adi, Sidik H. Talaohu, Yayat Hidayat, Budi Kartiwa, Hendri Sosiawan, Agus Guswara, Fadjry Djufry, Moh. Ismail Wahab, Nandang Sunandar, M. Hardiyanto, Dedi Sugandi, Masganti, Dahono, Endrizal, Risfaheri, Eko Sri Mulyani, Tri Sudaryono, Sudarmaji, A. A. N. B Kamandalu, D. Praptomo S, Amir Pohan, Bahtiar, Hatta Muhammad, Soeharsono, Muh. T. Ratule, Muh Asaad, M. S. Mokhtar, Jiyanto, Muhammad Yasin, M. Hidayanto, A. A Rivaie, Syafruddin Kadir, dan Abdul Wahid Rauf, Basri, A. Bakar, Catur Hermanto, Wiratno, Etty Herawati, Andriko Noto Susanto, Demas Wamaer

Perekayasa : Uning Budiharti, Dedy Nasution, Elita Rahmarestia, Anjar Suprapto, Mulyani, Daragantina, dan Ana Nurhasanah

Gugus Tugas Kalender Tanam Terpadu dan Perubahan Iklim : Gugus Tugas BPTP Sumut, Gugus Tugas BPTP Sulsel, Gugus Tugas BPTP Maluku Utara, Gugus Tugas BPTP Jabar, Gugus Tugas

BPTP Aceh, Gugus Tugas BPTP Sumbar, Gugus Tugas BPTP Bengkulu, Gugus Tugas BPTP Riau, Gugus Tugas LPTP Kep. Riau, Gugus Tugas BPTP Jambi, Gugus Tugas BPTP Kep. Bangka Belitung, Gugus Tugas BPTP Sumsel, Gugus Tugas BPTP Lampung, Gugus Tugas BPTP Banten, Gugus Tugas BPTP DKI Jakarta, Gugus Tugas BPTP Jateng, Gugus Tugas BPTP Yogyakarta, Gugus Tugas BPTP Jatim, Gugus Tugas BPTP Bali, Gugus Tugas BPTP NTB, Gugus Tugas BPTP NTT, Gugus Tugas BPTP Sulawesi Utara, Gugus Tugas BPTP Sulbar, Gugus Tugas BPTP Sulteng, Gugus Tugas BPTP Sultra, Gugus Tugas BPTP Gorontalo, Gugus Tugas BPTP Kalteng, Gugus Tugas BPTP Kalbar, Gugus Tugas BPTP Kalsel, Gugus Tugas BPTP Kaltim dan Kaltara, Gugus Tugas BPTP Maluku, Gugus Tugas BPTP Papua, dan Gugus Tugas BPTP Papua Barat.

Programmer dan Database : Fadhlullah Ramadhani, Anindito Adi Nugroho, Muchamad Wahyu Tri Nugroho, Adang Hamdani, Budi Rahayu, dan Husna Alfiani

Litkayasa : Ganjar Jayanto, Aris Dwi Saputra, Rasta Sujono, Asda, Slamet Effendi, Eko Prasetyo, Gina Maulana, Endang Hidayat, Rahmat Hidayat, Suwandi, Koko Kusumah, Cahyana, Gatiyoga, Darsana, Suhartono, V. Kasmini, Dhany Hendra, Sulistyawati, Safitri

Nara sumber : Kasdi Subagyono, Agung Hendriadi, Made Jane Mejana, Hasil Sembiring, Astu Unadi, Edi Husen, Mas Teddy, Ali Djamil, Dedi Nursyamsi, Prihasto Setyanto, Priatna Sasmita, Ade Ruskandar, Siti Nurhayati (BMKG), Evi Lutfiati (BMKG), dan Erwin Makmur (BMKG), Arief Harsono, Zubachtiroddin

223-Jan-2014Dicetak :

Menteri Pertanian

Suswono

SAMBUTANMenteri Pertanian Republik Indonesia

Bagi Indonesia sebagai negara dengan jumlah penduduk terbanyak keempat di dunia, penyediaan dan kecukupan pangan menjadi sangat strategis dan menentukan stabilitas dan ketahanan nasional. Oleh sebab itu, ketahanan pangan merupakan sasaran utama pembangunan nasional. Dengan dukungan ketahanan pangan yang mantap, dampak berbagai krisis dapat dihindari, seperti krisis ekonomi 10 tahun yang lalu dan krisis pangan dua tahun yang lalu. Saat ini, di depan kita terbentang tantangan yang tidak ringan. Pertama, kita dituntut untuk dapat memproduksi padi sebanyak 70,6 juta ton, guna memenuhi kebutuhan pangan dalam negeri.

Kedua, pada tahun 2014 kita dituntut pula untuk surplus beras 10 juta ton. Di sisi lain, kita dihadapkan pada kondisi iklim yang tidakmenentu, sehingga kita perlu bekerja lebih keras dalam memacu peningkatan dan kontinuitas produksi di tengah ancaman dampakperubahan iklim. Perubahan iklim berimplikasi terhadap pergeseran awal musim tanam dan pola tanam, ancaman kekeringan, banjir,dan serangan organisme penggangu tanaman (OPT).

Upaya peningkatan produksi memerlukan strategi yang cermat berdasarkan prakiraan iklim yang akurat, antara lain melalui percepatantanam di beberapa lokasi, terutama di wilayah yang masih tinggi curah hujannya. Untuk memandu upaya ini diperlukan alat bantuantisipatif, berupa Kalender Tanam yang telah dikembangkan sejak 2007 oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian(Balitbangtan), kemudian disempurnakan menjadi Sistem Informasi Kalender Tanam Terpadu yang memuat rekomendasi teknologi dankebutuhan sarana produksi. Dengan adanya Kalender Tanam Terpadu untuk setiap kecamatan, petani diharapkan dapat menentukanwaktu tanam terbaik dan sekaligus menetapkan varietas yang sesuai dan pemupukan yang rasional.

Saya memberikan apresiasi yang tinggi kepada Balitbangtan yang terus berupaya menghasilkan inovasi handal dan memperbaruiinformasi iklim yang dikeluarkan BMKG, terkait dengan penentuan waktu tanam yang tepat. Saya berharap Sistem Infomasi KalenderTanam Terpadu ini dapat disosialisasikan secara intensif kepada seluruh pengguna, khususnya penyuluh pertanian untuk segeradisampaikan kepada petani dan diimplementasikan dengan baik di lapangan.

323-Jan-2014Dicetak :

PENGANTARKeragaman (variabilitas) dan perubahan iklim merupakan proses alami yang terjadi secara dinamis dan terus-menerus. Hal ini dicirikan oleh ketidakmenentuan pola curah hujan dan musim, serta peningkatan frekuensi kejadian anomali (penyimpangan) iklim. Pada sektor pertanian, dampak perubahan iklim sudah semakin terasa, terutama pada sub-sektor tanaman pangan, seperti ancaman banjir dan kekeringan, serangan organisme pengganggu tanaman (OPT), penurunan kuantitas dan kualitas produksi. Oleh sebab itu, diperlukan strategi dan upaya antisipasi dampak perubahan iklim agar tidak berpengaruh terhadap produksi pangan nasional, termasuk pencapaian target swasembada dan swasembada pangan berkelanjutan.

Kepala,

Haryono

Upaya yang dapat dilakukan adalah menyesuaikan atau adaptasi kegiatan, teknologi, dan pengembangan pertanian yang toleran (resillience)terhadap perubahan iklim, antara lain melalui penyesuaian waktu dan pola tanam, penggunaan varietas yang adaptif, tahan terhadap OPT, danpengelolaan air secara efisien.

Agar para pemangku kebijakan, penyuluh, petani, dan pengguna inovasi lainnya dapat melakukan adaptasi terhadap perubahan iklim, BadanPenelitian dan Pengembangan Pertanian telah menyusun Sistem Informasi Kalender Tanam Terpadu untuk padi, jagung, dan kedelai di lahansawah di Indonesia. Kalender Tanam Terpadu tersebut merupakan pedoman bagi Dinas Pertanian, penyuluh, dan petani dalam menetapkan poladan waktu tanam yang tepat, sesuai dengan kondisi iklim di setiap kecamatan, yang kini telah dipadukan dengan rekomedasi penggunaanvarietas, pemupukan, dan kebutuhan sarana produksi. Sosialisasi penggunaan Kalender Tanam Terpadu ini diyakini dapat menekan dampakperubahan iklim, termasuk anomali iklim, terhadap produksi padi nasional.

Sebagai suatu inovasi yang dinamis, pada tahap awal penyusunan Kalender Tanam Terpadu lebih difokuskan pada agroekosistem lahan sawahirigasi, dan saat ini sedang dipersiapkan Kalender Tanam Terpadu untuk agroekosistem lahan rawa. Kepada Tim Penyusun dan semua pihak yangtelah berkontribusi dalam menyusun Kalender Tanam Terpadu dan menginformasikan kepada seluruh pengguna inovasi termasuk petani,disampaikan penghargaan dan terima kasih.

Jakarta, Januari 2014

423-Jan-2014Dicetak :

SAMBUTANKepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika

Kondisi ini semakin dirasakan, antara lain dalam bentuk ancamanbanjir dan kekeringan, serangan hama penyakit, dan penurunanrendemen dan kualitas hasil pertanian.

Saya menghargai upaya Badan Penelitian dan PengembanganPertanian yang telah memanfaatkan data prakiraan iklim BadanMeteorologi Klimatologi dan Geofisika dalam menyusun KalenderTanam. Dokumen Kalender Tanam Terpadu ini memuat informasi poladan waktu tanam yang tepat, sesuai dengan kondisi iklim danperubahannya di setiap kecamatan dan kabupaten di Indonesia.

Semoga Kalender Tanam Terpadu ini dapat digunakan sebagai dasarimplementasi usahatani di lapangan dalam upaya memacuproduktivitas pertanian, khususnya tanaman pangan

Kepala Badan MeteorologiKlimatologi dan Geofisika,

Andi Eka Sakya

Iklim merupakan sumberdaya yang sangat berhargadan memainkan peranan penting dalampembangunan pertanian. Ketidak menentuan polacurah hujan dan musim serta anomali (penyimpangan)iklim merupakan dampak dari perubahan iklim yangsudah dan akan terjadi.

organisme pengganggu tanaman, penurunan kuantitas dan kualitasproduksi.

Kami sangat mengapresiasi upaya Badan Penelitian danPengembangan Pertanian (Balitbangtan), yang berkoordinasi denganBadan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika, dan institusi lainnyadalam menyusun Kalender Tanam. Dengan adanya Kalender Tanamini dapat disusun pola dan waktu tanam yang tepat, sesuai dengankondisi iklim di setiap kecamatan di Indonesia. Informasi tersebutsangat diperlukan oleh stakeholders dan petani dalam waktu cepat.

Pemanfaatan Kalender Tanam yang dipadukan dengan informasi lainseperti varietas unggul yang tepat, rekomendasi pemupukan yangrasional, dan pengawalan yang intensif dalam pengendalian OPT,kami yakin target produksi tersebut dapat dicapai. Selamat dan terimakasih kepada Balitbangtan yang telah menyusun Kalender TanamTerpadu yang merupakan instrumen penting bagi stakeholders danpetani.

Pemerintah Indonesia telah mencanangkan surplusberas sebesar 10 juta ton pada tahun 2014. Untukmencapai target tersebut tentu diperlukan kerja kerassemua pihak, apalagi kita dihadapkan kepada berbagaitantangan, diantaranya dampak perubahan iklim yangmenyebabkan banjir dan kekeringan, serangan

SAMBUTANDirektur Jenderal Tanaman Pangan

Direktur Jenderal Tanaman Pangan,

Udhoro Kasih Anggoro

523-Jan-2014Dicetak :

PETUNJUK UMUM

1. PengantarMenyikapi dampak perubahan iklim terhadap sektor pertanian, antara lain perubahan awal waktu tanam (onset) dan panen, pola tanam, dan luas tanam, maka diperlukan suatu panduan kalender tanam bagi petani pada skala nasional.Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian telah mengembangkan Sistem Informasi Kalender Tanam Terpadu untuk mendukung Program Peningkatan Produksi Beras National (P2BN). Sistem Informasi ini dapat memandu penyuluh dan petani hingga level kecamatan dalam mengelola kegiatan budidaya tanaman pangan.

2. DefinisiKalender Tanam Terpadu adalah pedoman atau alat bantu yang memberikan informasi spasial dan tabular tentang prediksi musim, awal tanam, pola tanam, luas tanam potensial, wilayah rawan banjir dan kekeringan, potensi serangan OPT, serta rekomendasi varietas dan kebutuhan padi dan palawija, serta rekomendasi dosis dan kebutuhan pupuk berdasarkan prediksi variabilitas dan perubahan iklim.

3. Manfaata. Menentukan waktu tanam setiap musim (MH, MK-1 dan MK-2).b. Menentukan pola, rotasi tanam dan rekomendasi teknologi pada skala kecamatan.c. Menduga potensi luas tanam untuk mendukung sistem perencanaan tanam dan produksi tanaman pangan.d. Mengurangi resiko penurunan dan kegagalan produksi serta kerugian petani akibar kekeringan, banjir dan serangan OPT.Kalender Tanam ini ditampilkan secara sederhana agar mudah dibaca dan dipahami oleh penyuluh, petugas dinas pertanian, kelompok tani, dan petani dalam mengatur pola dan rotasi tanam, sesuai dengan kondisi iklim.

4. Keunggulana. Dinamis, karena disusun menurut kondisi iklim berdasarkan prediksi iklim tahunan dan musiman.b. Operasional dan Spesifik lokasi karena didasarkan pada potensi sumberdaya iklim, air dan tanah, wilayah rawan bencana (banjir, kekeringan, OPT) tingkat kecamatanc. Terpadu karena diintegrasikan dengan rekomendasi teknologi (pupuk, benih, PHT).d. Mudah diperbaharui/updateble.e. Mudah dipahami pengguna, karena disusun secara spasial dan tabular dengan uraian yang jelas. f. Informatif karena dikomunikasikan dengan sistem informasi website yang dapat diunduh setiap saat.

5. Informasi yang bisa diperoleh dari Kalender Tanama. Prediksi curah hujan dan musimb. Awal waktu tanam tanaman padi dan palawijac. Pola tanamd. Potensi luas tanam padi dan palawijae. Potensi banjir dan kekeringan padif. Potensi OPT padi dan palawijag. Rekomendasi benih dan varitas padi padi dan palawijah. Rekomendasi dosisi pupuk padi dan palawijai. Rekomendasi kebutuhan pupuk padi dan palawijaj. Data alat dan sarana pertanian (Alsintan)

623-Jan-2014Dicetak :

723-Jan-2014Dicetak :

PROVINSI : ACEH (11)

KABUPATEN/KOTA : ACEH UTARA (1111)KOMODITAS : PADI SAWAH

AGROEKOSISTEM : LAHAN SAWAH

KALENDER TANAM

No KecamatanIndekAdm

Luas BakuSawah (ha) Waktu Tanam

(dasarian)Luas (ha)

MT I/ MH MT II/ MK I

Luas (ha)Waktu Tanam

(dasarian)

MT III/ MK II

Luas (ha)Waktu Tanam

(dasarian)

Potensi Tanam*) **)

1111100BAKTIYA1 5.3415.341 JAN I-II MEI I-II 4.678 SEP I-II 1.297

1111101BAKTIYA BARAT2 1.9241.924 OKT II-III FEB II-III 1.745 JUN II-III 404

1111022BANDA BARO3 820820SEPANJANGTAHUN

SEPANJANGTAHUN

820 - -

1111070COT GIREK4 745745 SEP III-OKT I JAN III-FEB I 734 - -

1111170DEWANTARA5 669669 JAN I-II MEI I-II 669 - -

1111041GEUREUDONG PASE6 234234SEPANJANGTAHUN

SEPANJANGTAHUN

233SEPANJANGTAHUN

234

1111030KUTA MAKMUR7 2.0762.076 JAN I-II MEI I-II 1.876 - -

1111081LANGKAHAN8 1.4791.479 JAN I-II MEI I-II 1.363 - -

1111151LAPANG9 544544SEPANJANGTAHUN

SEPANJANGTAHUN

544SEPANJANGTAHUN

544

1111110LHOKSUKON10 2.7062.706SEPANJANGTAHUN

SEPANJANGTAHUN

2.706SEPANJANGTAHUN

1.245

1111060MATANGKULI11 1.4731.473 SEP III-OKT I JAN III-FEB I 1.325 MEI III-JUN I 173

1111050MEURAH MULIA12 1.9531.953 NOV I-II MAR I-II 1.767 JUL I-II 599

1111160MUARA BATU13 1.6041.604 JAN I-II MEI I-II 1.469 SEP I-II 697

1111121NIBONG14 974975 NOV III-DES I MAR III-APR I 930 JUL III-AGS I 497

1111020NISAM15 2.0752.075 JAN I-II MEI I-II 1.844 - -

8

23-Jan-2014Dicetak :

*) Prakiraan MT I 2013/2014**) Prakiraan awal yang akan dievaluasi ulang berdasarkan prakiraan musim.Informasi prediksi iklim global 2014 adalah Normal

Jika ada pertanyaan, segera hubungi SMS Center Katam Terpadu di 08-123-565-1111 / 082-123-456-500

Tanda (-) berarti bera/palawija

PROVINSI : ACEH (11)

KABUPATEN/KOTA : ACEH UTARA (1111)KOMODITAS : PADI SAWAH

AGROEKOSISTEM : LAHAN SAWAH

KALENDER TANAM

No KecamatanIndekAdm

Luas BakuSawah (ha) Waktu Tanam

(dasarian)Luas (ha)

MT I/ MH MT II/ MK I

Luas (ha)Waktu Tanam

(dasarian)

MT III/ MK II

Luas (ha)Waktu Tanam

(dasarian)

Potensi Tanam*) **)

1111021NISAM ANTARA16 6565SEPANJANGTAHUN

SEPANJANGTAHUN

65SEPANJANGTAHUN

65

1111061PAYA BAKONG17 1.2951.295 SEP III...

Recommended

View more >