KAJIAN BENTUK PERTUNJUKAN BARONG LANCING DI DESA KEMIREN KECAMATAN GLAGAH KABUPATEN BANYUWANGI

  • View
    290

  • Download
    6

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Jurnal Online Universitas Negeri Surabaya, author : RENI AYU RUKMANA DEWI, http://ejournal.unesa.ac.id

Text of KAJIAN BENTUK PERTUNJUKAN BARONG LANCING DI DESA KEMIREN KECAMATAN GLAGAH KABUPATEN BANYUWANGI

3

KAJIAN BENTUK PERTUNJUKAN BARONG LANCING DI DESA KEMIREN KECAMATAN GLAGAH KABUPATEN BANYUWANGI

Oleh : Reni Ayu Rukmaan Dewi (092134238)

ABSTRAKBarong Lancingdi Desa Kemiren dibentuk 21 Mei 2007 sebagai upaya regenerasi dari pertunjukan Barong Using/ Barong Tua, dimana para pemainnya sudah banyak yang uzur. Secara visual bentuk pertunjukan Barong Lancing berbeda dengan pertunjukan Barong Using/ Barong Tua. Permasalahan penelitian ini difokuskan pada bentuk pertunjukan Barong Lancing yang meliputi berbagai medium pembentuk pertunjukan Barong Lancing yaitu yang terdiri dari elemen penyutradaraan, cerita dan penokohan, struktur pertunjukan (pengadegan), gerak tari, musik pengiring, tata rias dan busana, setting panggung, tata cahaya, properti, dan penonton.Tujuan dan manfaat penelitian ini secara teoretis untuk menyumbangkan informasi bagi perkembangan dunia ilmu pengetahuan terutama yang berhubungan dengan dunia seni pertunjukan. Selain itu secara praktis dari hasil penelitian ini diharapkan dapat memiliki kontribusi dalam upaya pelestarian terhadap bentuk-bentuk seni pertunjukan tradisional.Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara dan dokumentasi. Berdasarkan hasil pengamatan yang peneliti lakukan dapat disimpulkan bahwa bentuk pertunjukan Barong Lancing tidak sama dengan Barong Using, terutama dalam hal cerita. Adapun cerita yang diangkat bertemasapu jagad yang mengisahkan pertentangan anatara kebaikan dan keburukan. Selain itu cerita juga bersumber dari legenda, dongeng dan cerita tentang kerajaan. Cerita-cerita tersebut seperti, Pendekar Alas Purwa, Lahirnya Maheso Anggoro, Cerita Pendekar Alas Sembulungan, Cerita Geger Cilacap, Cerita Geger Pajajaran dan masih banyak cerita yang lainnya. Berbagai cerita tersebut belum pernah dipertunjukan oleh bentuk-bentuk seni pertunjukan dramatari tradisional lainnya yang ada di Banyuwangi.Untuk mengetahui seperti apa sebenarnya bentuk pertunjukan Barong Lancing atau Barong Sapu Jagad sebagai bentuk pertunjukan baru, maka harus dilakukan pengkajian secara mendalam. Atas dasar hal tersebutlah peneliti tertarik untuk mengkaji keberadaan Barong Lancing dan pengkajian akan lebih difokuskan pada bentuk pertunjukannya. Hasil penelitian menunjukan, bahwa pertunjukan Barong Lancing memiliki cerita yang bermacam-macam, seperti Cerita Pendekar Alas Purwo, Cerita Pendekar Alas Sembulungan, Cerita Geger Cilacap, Cerita Geger Pajajaran, dan masih banyak cerita yang lainnya. Adapun elemen-elemen pertunjukan Barong Lancing meliputi, sistem penyutradaraan, lakon atau cerita, tokoh dan karakter, tata rias dan busana, musik pengiring, tata panggung, tata cahaya, dan struktur pertunjukan. Secara keseluruhan perpaduan berbagai elemen tersebut menghasilkan sebuah kesatuan bentuk pertunjukan yang merupakan inovasi baru dari pertunjukan Barong Using/ Barong Tua.

Kata Kunci : Barong Lancing, Bentuk Pertunjukan.

I. PENDAHULUANA. Latar BelakangDesa Kemiren adalah salah satu desa yang mayoritas penduduknya berlatar belakang budaya Using, sehingga desa ini lebih dikenal dengan sebutan Desa Using. Desa Kemiren memiliki banyak sekali tradisi dan bentuk seni pertunjukan dengan fungsi yang bermacam-macam. Salah satu bentuk seni pertunjukan adalah Barong Lancing. Komunitas Barong Lancing diresmikan keberadaannya pada tanggal 21 Mei 2007, dan oleh Sucipto diberi nama BarongSapu Jagat. Suatu hal yang menarik perhatian peneliti terhadap keberadaan pertunjukan BarongUsing di Desa Kemiren saat ini adalah Barong Lancing. Ketertarikan peneliti terhadap keberadaan pertunjukan Barong Lancing adalah pada segi bentuk pertunjukan berbentuk dramatari. Adapun cerita yang disajikan bertema tentang sapu jagat yang berkisah tentang peperangan atau pertarungan antara kebaikan dengan keburukan. Pada umumnya cerita yang diangkat berasal dari sebuah legenda lain, dongeng, atau cerita-cerita sejarah kerajaan yang tidak ada hubungannya dengan cerita Barong Using. Berbagai cerita yang dipilih, kemudian dikemas dalam bentuk pertunjukan yang lebih menarik sehingga dapat memenuhi selera penggemarnya yaitu masyarakat Banyuwangi pada jaman sekarang. Jika diamati secara visual, bahwa bentuk pertunjukan Barong Lancing sangat mirip dengan bentuk pertunjukan Janger[footnoteRef:2], sehingga ada sebagian masyarakat yang menyebutnya dengan istilah Barong Jangeran. Dalam konteks perkembangan seni pertunjukan, mungkin dapat dikatakan bahwa Barong Lancing merupakan genre seni pertunjukan tradisional gaya baru. [2: Hasil observasi langsung terhadap pertunjukan Barong Lancing saat melakukan pementasan, pernyataan yang sama juga diungkapkan oleh Yuyun dan Hadi selaku penonton Barong Lancing saat diwawancarai pada tanggal 20-04-2013.]

Untuk mengetahui seperti apa sebenarnya bentuk pertunjukan Barong Lancing atau Barong Sapu Jagatsebagai bentuk pertunjukan baru, maka harus dilakukan pengkajian secara mendalam. Atas dasar hal tersebutlah peneliti tertarik untuk mengkaji keberadaan Barong Lancing dan pengkajian akan lebih difokuskan pada bentuk pertunjukannya. Untuk itu maka penelitian ini mengangkat judul Kajian Bentuk Pertunjukan Barong Lancing Di Desa Kemiren Kecamatan Glagah Kabupaten Banyuwangi.B. Fokus PenelitianPermasalahan penelitian ini akan difokuskan pada bentuk pertunjukan Barong Lancing. Arahan bentuk pertunjukan yang dibahas meliputi berbagai medium pembentuk pertunjukan Barong Lancing yaitu yang terdiri dari penyutradaraan, cerita dan penokohan, struktur pertunjukan (pengadegan), gerak tari, musik pengiring, dialog/ vocal, tata rias dan busana, setting panggung, tata cahaya, dan properti.C. Tujuan dan Manfaat Penelitian Hasil penelitian mengenai bentuk pertunjukan Barong Lancing di Desa Kemiren Kecamatan Glagah Kabupaten Banyuwangi ini diharapkan dapat bermanfaat baik dari segi teoretis maupun praktis. Secara teoretis hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat untuk menyumbangkan informasi bagi perkembangan dunia ilmu pengetahuan terutama yang berhubungan dengan dunia seni pertunjukan. Sedangkan manfaat praktis dari hasil penelitian ini diharapkan dapat memiliki kontribusi dalam upaya pelestarian terhadap bentuk-bentuk seni pertunjukan tradisional. Selain itu, dengan adanya penulisan bentuk pertunjukan BarongLancingdiharapkan dapat bermanfaat bagi para seniman sebagai bahan rujukan yang menginspirasi dan motivasi dalam berkarya seni pertunjukan selanjutnya.

II. METODE PENELITIANA. Jenis PenelitianPenelitian berjudul Kajian Bentuk Pertunjukan Barong Lancing Di Desa Kemiren Kecamatan Glagah Kabupaten Banyuwangi adalah termasuk dalam jenis penelitian kualitatif. Data penelitian kualitatif sifatnya analisis deskriptif, yaitu berupa paparan tentang suatu objek hasil observasi berdasarkan analisis teori.

B. Objek dan Lokasi PenelitianObjek dan lokasi penelitian adalah bentuk seni pertunjukan Barong Lancing yang berlokasi atau bertempat di Desa Kemiren Kecamatan Glagah Kabupaten Banyuwangi.C. Teknik Pengumpulan DataUntuk memperoleh data mengenai bentuk pertunjukan Barong Lancing, maka dalam penelitian ini peneliti menggunakan teknik pengumpulan data dengan cara observasi dan wawancara Dalam melakukan observasi disertai wawancara dan pencatatan serta pembuatan dokumentasi baik secara audio maupun visual terhadap pertunjukan Barong Tua maupun Barong Lancing. Dokumentasi tersebut sangat berguna untuk membantu proses analisis data yang dapat dilihat secara berulang-ulang terutama dokumen dalam bentu hasil rekaman audio-visual pertunjukan Barong Lancing dalam bentuk dramatari.D. Validitas DataValiditas data merupakan uji keabsahan data dalam penelitian. Pada penelitian kali ini peneliti menggunakan metode triangulasi untuk menguji keabsahan data hasil penelitian. Metode triangulasi yang digunakan adalah triangulasi sumber, triangulasi metode dan triangulasi waktu.

3Triangulasi sumber yaitumenguji validitas data suatu data dilakukan dengan cara mengkroscek antara narasumber satu dengan yang lainnya, juga melakukan verifikasi data antar berbagai sumber baik hasil wawancara dengan beberapa nara sumber, observasi, maupun studi pustaka. Ketika data tersebut dibandingkan dengan sumber data tertulis juga hasilnya sama, maka dengan demikian data tersebut dianggap valid. Triangulasi metode, yaitu uji validitas suatu data dengan cara melakukan verifikasi dan membandingkan hasil data tersebut baik yang didapat melalui wawancara, dibandingkan dengan teknik observasi, maupun studi pustaka. Sedangkan triangulasi waktu dilakukan dengan cara wawancara maupun observasi kepada sumber yang sama dengan perolehan data yang sama pula, namun dilakukan penggalian secara berualang-ulang dengan wawancara dalam waktu yang berbeda, dalam artian dihari atau kesempatan yang berbeda dalam satu kurun waktu yang sama.E. Analisis DataAnalisis data dilakukan sejak sebelum memasuki lapangan atau sebelum memulai penelitian. Pada analisis data kualitatif,dalam melakukan analisis terhadap data dapat dilakukan selama proses dilapangan bersamaan dengan penggalian data atau pengumpulan data.[footnoteRef:3]Untuk menganalisis data pada penelitian ini dilakukan dengan beberapa langkah yaitu, tahap pengumpulan data atau reduksi data yang diperoleh dari berbagai narasumber dan data hasil observasi, kemudian disajikan dalam bentuk deskripsi dan selanjutnya analisis data atau display,dan akhirnya dilakukan penarikan kesimpulan. [3: Ibid,. hal.275.]

IIIPEMBAHASANA.Bentuk Pertunjukan Barong Lancing1. Pertunjukan Arak-arakanDalam bentuk arak-arakan tidak jauh berbeda dengan bentuk pertunjukan Barong Tua. Arak-arakan atau pawai merupakan bagian dari serangkaian pertunjukan Barong Lancing, arak-arakan ini dilakukan sore hari sekitar pukul 15.00 dan berakhir hingga menjelang magrib. Arak-arakan dilakukan dengan berjalan mengelilingi desa setempat. Arak-arakan ini diikuti oleh seluruh keluarga pemilik hajat yang berjalan bersama-