KARAKTERISASI DAN EKSTRAKSI INULIN DARI TONGKOL .inulin dengan menggunakan metode analisis proksimat

  • View
    216

  • Download
    1

Embed Size (px)

Text of KARAKTERISASI DAN EKSTRAKSI INULIN DARI TONGKOL .inulin dengan menggunakan metode analisis proksimat

KARAKTERISASI DAN EKSTRAKSI INULIN DARI

TONGKOL BUAH Pandanus sp.

MUHAMMAD JIYAD HIJRAN DJAYANI

DEPARTEMEN TEKNOLOGI INDUSTRI PERTANIAN

FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN

INSTITUT PERTANIAN BOGOR

BOGOR

2016

PERNYATAAN MENGENAI SKRIPSI DAN

SUMBER INFORMASI SERTA PELIMPAHAN HAK CIPTA

Dengan ini saya menyatakan bahwa skripsi berjudul Karakterisasi dan

Ekstraksi Inulin dari Tongkol Buah Pandanus sp. adalah benar karya saya dengan

arahan dari komisis pembimbing dan belum diajukan dalam bentuk apa pun kepada

perguruan tinggi mana pun. Sumber informasi yang berasal atau dikutip dari karya

yang diterbitkan maupun tidak diterbitkan dari penulis lain telah disebutkan dalam

teks dan dicantumkan dalam Daftar Pustaka di bagian akhir skripsi ini.

Dengan ini saya melimpahkan hak cipta dari karya tulis saya kepada Institut

Pertanian Bogor.

Bogor, April 2016

Muhammad Jiyad Hijran Djayani

NIM F34100024

ABSTRAK

MUHAMMAD JIYAD HIJRAN DJAYANI. Karakterisasi dan Ekstraksi Inulin

dari Tongkol Buah Pandanus sp. Dibimbing oleh DJUMALI MANGUNWIDJAJA

dan PRAYOGA SURYADARMA.

Peningkatan jumlah inulin yang dapat diekstrak dengan mengatur kondisi

suhu, waktu dan perbandingan massa pelarut telah diteliti. Penelitian ini dilakukan

dalam dua tahap, tahap pertama yaitu karakterisasi dan identifikasi kandungan

inulin dengan menggunakan metode analisis proksimat untuk karakterisasi bahan

dan metode cystein-carbazole untuk uji kandungan inulin. Analisis proksimat

terdiri dari kadar air, kadar lemak, kadar abu, kadar serat, kadar protein, dan kadar

karbohidrat. Uji kadar inulin dilakukan dengan menggunakan alat

spektrofotometer. Tahap kedua yaitu melihat pengaruh suhu, waktu dan

perbandingan massa pelarut terhadap jumlah inulin yang dihasilkan dan

menentukan kondisi terbaik ekstraksi inulin dari buah Pandanus sp.. Suhu, waktu

dan perbandingan massa pelarut ekstraksi yang digunakan adalah 70-90oC, 60-80

menit, dan 1:11:5. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua faktor memberikan

pengaruh yang signifikan terhadap kadar inulin yang dihasilkan. Berdasarkan

kondisi yang diuji, suhu ekstraksi inulin terbaik pada tongkol buah pandan laut dan

buah merah adalah 90C, serta waktu ekstraksi dan perbandingan massa pelarut

terbaik adalah pada kondisi t1V3 (60 menit dan rasio pelarut 1:5) yang

menghasilkan inulin sebanyak 20,47% dari bobot kering bahan yang digunakan.

Kata kunci: ekstraksi, sistein-karbazol, inulin, Pandanus sp.

ABSTRACT

MUHAMMAD JIYAD HIJRAN DJAYANI. Characterization and Extraction

Inulin of Pandanus sp. Fruits Cob. Supervised by DJUMALI

MANGUNWIDJAJA and PRAYOGA SURYADARMA.

Enhancement the amount of inulin that can be extracted by regulating the

conditions of temperature, time and mass ratio of the solvent has been investigated.

This research is conducted into two stages, the first stage is to characterization and

identification inulin content using proximate analysis methods for the

characterization of materials and cysteine-carbazole method for inulin content test.

The proximate analysis consist of water content, fat content, ash content, fiber

content, protein content, and carbohydrate content. The inulin content test

conducted by using a spectrophotometer.The second stage is to see the effect of

temperature, time and mass ratio of solvent to the amount of inulin produced and

determine the best conditions inulin extraction from Pandanus sp. fruit.

Temperature, time and mass ratio of extraction solvent used are 70-90oC, 60-80

minutes, and 1:11:5 respectively. The results showed that every factors give a

significant change to inulin content. Based on sample conditions, the best inulin

extraction temperature on both pandan lauts and red fruits cob is 90C, then the

best extraction time and mass ratio of solvent is in t1V3 (60 minutes and solvent

ratio 1: 5) that can produce inulin 20,47% of the dry weight of the materials used.

Keywords: extraction, cysteine-carbazole, inulin, Pandanus sp.

Skripsi

sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar

Sarjana Teknologi Pertanian

pada

Departemen Teknologi Industri Pertanian

KARAKTERISASI DAN EKSTRAKSI INULIN DARI

TONGKOL BUAH Pandanus sp.

DEPARTEMEN TEKNOLOGI INDUSTRI PERTANIAN

FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN

INSTITUT PERTANIAN BOGOR

BOGOR

2016

MUHAMMAD JIYAD HIJRAN DJAYANI

Judul Skripsi : Karakterisasi dan Ekstraksi Inulin dari Tongkol Buah Pandanus sp.

Nama : Muhammad Jiyad Hijran Djayani

NIM : F34100024

Disetujui oleh

Prof. Dr. Ir. Djumali Mangunwidjaja, DEA

Pembimbing I

Dr. Prayoga Suryadarma, S.TP, MT

Pembimbing II

Diketahui oleh

Prof. Dr. Ir. Nastiti Siswi Indrasti

Ketua Departemen

Tanggal Lulus:

PRAKATA

Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT atas segala karunia-

Nya yang telah diberikan sehingga skripsi ini berhasil diselesaikan. Skripsi yang

berjudul Karakterisasi dan Ekstraksi Inulin dari Tongkol Buah Pandanus sp. ini

disusun sebagai suatu syarat untuk menyelesaikan studi dan memperoleh gelar

Sarjana Teknik Industri Pertanian pada Departemen Teknologi Industri Pertanian,

Fakultas Teknik Pertanian, Institut Pertanian Bogor.

Penulis mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah berperan

dalam penelitian ini, di antaranya:

1. Orang tua dan segenap keluarga yang telah memberikan dukungan, doa, motivasi, dan semangat untuk menyelesaikan skripsi ini.

2. Bapak Prof. Dr. Ir. Djumali Mangunwidjaja, DEA dan Dr. Prayoga Suryadarma, S.TP, MT, selaku dosen pembimbing yang telah memberikan

bimbingan, saran, arahan, dan bantuan selama penyelesaian skripsi.

3. Kikaa, Rayza, Yanuar, anggota Tinmarginal, serta teman-teman TIN 47 yang selalu memberikan semangat dalam penyelesaian skripsi ini.

4. Seluruh dosen dan civitas akademika Departemen Teknologi Industri Pertanian IPB.

5. Semua pihak yang telah membantu dalam penyelesaian skripsi ini yang tidak bias penulis sebutkan satu persatu.

Penulis berharap semoga skripsi ini bermanfaat.

Bogor, April 2016

Muhammad Jiyad Hijran Djayani

DAFTAR ISI

DAFTAR TABEL viii

DAFTAR GAMBAR viii

DAFTAR LAMPIRAN viii

PENDAHULUAN 1

Latar Belakang 1

Perumusan Masalah 2

Hipotesis 2

Tujuan Penelitian 2

Manfaat penelitian 2

METODE PENELITIAN 3

Bahan dan Peralatan 3

Metode 3

HASIL DAN PEMBAHASAN 6

Karakteristik Buah Pandan Laut (Pandanus tectorius) dan Buah Merah

(Pandanus conoideus) 6

Karakteristik Kimia Bahan Baku 8

Ekstraksi Inulin 10

Pengaruh Suhu Ekstraksi 11

Pengaruh Waktu Ekstraksi dan Perbandingan Jumlah Pelarut 13

SIMPULAN DAN SARAN 14

Simpulan 14

Saran 14

DAFTAR PUSTAKA 15

LAMPIRAN 17

RIWAYAT HIDUP 22

DAFTAR TABEL

1. Komposisi kimia tongkol buah pandan laut dan buah meraha 8 2. Hasil analisis kadar inulina 9

DAFTAR GAMBAR

1. Tahapan penelitian 3 2. Buah pandan laut (Pandanus tectorius) (a) Buah; (b) pipilan buah;

(c) tongkol buah 7

3. Buah merah (Pandanus conoideus) (a) buah yang telah dipipil; (b) buah merah utuh 7

4. Tahapan proses ekstraksi inulin 10 5. Hubungan perubahan suhu terhadap kadar inulin. Data disajikan

sebagai rata-ratasimpangan baku dan tingkat signifikan. 11 6. Hubungan perubahan suhu terhadap jumlah gula pereduksi buah

merah (a) dan buah pandan laut (b). Data disajikan sebagai rata-

ratasimpangan baku dan tingkat signifikan. 12 7. Hubungan perubahan waktu ekstraksi dan perbandingan jumlah pelarut 13

DAFTAR LAMPIRAN

1. Tata cara analisis proksimat 17

2. Tata cara analisis hasil ekstraksi 19 3. Tata cara analisis statistika 20

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Inulin merupakan senyawa polimer fruktan yang penyusun utamanya terdiri

dari unit-unit fruktosa dengan ikatan (21) dan memiliki derajat polimerisasi (DP) antara 2-60 (Druart et al. 2001). Inulin berfungsi sebagai bahan tambahan

pangan fungsional yang secara khusus digunakan sebagai prebiotik di dalam tubuh

manusia. Prebiotik adalah suatu serat pangan yang dapat merangsang pertumbuhan

bakteri baik dalam usus besar sehingga dapat memperbaiki sistem pencernaan,

mengoptimalkan penyerapan mineral oleh tubuh, menjaga daya tahan tubuh, dan

menjaga keseimbangan bakteri dalam usus (Dominguez et al. 2014). Menurut

Ruberfroid (2001), inulin merupakan jenis prebiotik paling baik dibandingkan

prebiotik lainnya, karena inulin terdiri dari fruktosa dan oligofruktosa (Figueira et

al. 2003; Zhang et al. 2003; Gadgoli and Mishra 1997; Baert and Van Bockstaele

1992) yang mudah dicerna oleh bakteri baik dalam tubuh, sehingga inulin menjadi

prebiotik diet harian yang sebagian besar dikonsumsi oleh penduduk dunia

(Coussement 1999).

Inulin komersil saat ini umumnya dihasilkan dari bagian akar tanaman

seperti pada Cichorium intybus (Chicory)