Click here to load reader

KEJAHATAN . KOMPUTER SUATU MASAlAH HUKUM YANG

  • View
    0

  • Download
    0

Embed Size (px)

Text of KEJAHATAN . KOMPUTER SUATU MASAlAH HUKUM YANG

Komputer telah me~asuki berbagai bidang kehidup­
an di Indonesia. Seiring dengan hal tersebut terjadi
pula b{berapa tind~k pidana yang berhubungan de- •
ngan pemakaian komputer. DaJam karangan ini, penu-
lis mencoba menguraikan apa yang dimaksud dengan •
tindak pidana sehubungan berkembangnya pemakai-
an komputer. Suatu peradilan yang menyangkut keja­
hatan komputer biasanya mempertimbangkan, apa­
kah komputer yang bersangkutan telah dilindungi
dengan baik oleh suatu sistim pengamaRi , ; dan apa- •
kah kesalahan-kesalahan yang terjadi merupakan ke-
salahan dalam sistim atay merupakan kesalahan-kesa-. . .
lahan yang disengaja ? Dalam mengatasi kasu~-kasus
kejahatan koniputer tidak. dapat dihindarkan lagi,
bahwa petugas-petugas penyidik harus diberikan pee
ngetahuan mengenai komputer yang complicated itu .


33 7
Manusia adalah. makhluk pembuat alat. · Dengao bantuan alat yang dibuat itu manusia
berliSaha meningkatkan kesejahteraannya dan meninl!katkan kehidupannya. Justru karena hal •
tersebut manusia berbeda dari jenis makhluk lainnya di dunia ini. Dari sejarah kita mengetahui _ . .' . -- .
bahwa manusia ribuan tahun yang lalu membUat alat-alat sederhana seperti kapak, pisau dan r) ' "
roda. (Di antaranya ada beberapa alat penting yang dibuatnya yaitu bahasa, tulisan dan .. percetakanyang merupakan alat-alat untuk memperokh, menyimpandan rilenyebarkan
informasi.
masih meninggalkan bekas dalamkata"caiculator". Kata latin tersebut mempunyai hubungan . .
dengan kata "caiculus" yang berarti kerikil.
Kehidupan mapusia tidaICdapat dipisahkan dari angka~angka yang dipl kai untuk menghi­
;tung kekayaannya dan rnelakukan perhitungan-perhituriganiimiah .yang rumit. Ad1l suatu
nendapat bahwa banyak masalah dapat dipecahkan apabila masalah-masalah .tersebut dapat
dijabarkan dalam angka.
Dalam sejarah terlihat bagaimana- man\.lsia berusaha untuk ' membuat nerhitungan-
*) Disampaikan pada Lokakarya Hukum Pidana, Badan Pembinaan Hukum Nasional I . . ,
18-19 Jan. 1988
- perhitungan lebih mudah dan cepat dengan mempergunakan alat-alat yang senantiasa menga-
lami perkembangan inovasi, hal mana didorong oleh kemajuan pesat dalam perdagangan dan ilmu pengetahuan, yang memerlukan perhitungan-perhitungan yang cepat dan efisien .
• Dengan demikian kalkulator yang dahulunya berbentuk kerikil berkembang menjadi sipoa ,
••
kan oleh tenaga listrik. Orang yang mempergunakannya untuk melakukan perhitungan­
perhitungan, cukup memencet tombol-tombolnya.
kalkulator elektronis tersebut berbentuk lebih kecil, bekerja lebih cepat dan tidak mengeluar­ kan suara, kecuali apabila dilengkapi dengan -printer.
Sejajar dengan perkembangan kalkulator, berkembang pula teknologi komputer, dimulai
pada tahun empat puluhan dari generasi pertama komputer yang mempergunakan tabung­
tabung hampa. Komputer generasi tersebut hanya dipakai untuk aplikasi-aplikasi ilmiah di Uni versitas-Uni versitas.
Kemudian dikembangkan generasi kedua komputer yang mempergunakan transistor. . .
Selain untuk aplikasi-aplikasi ilmiah komputer generasi tersebut mulai dipakai pula pada .
tahun lima puluhan untuk aplikasi-aplikasi komersial atau umum, sehingga Badan-badan Pemerintah dan PeruSilhaan-perusahaan dapat memakainyapula untuk menunjang , kegiatan~
kegiata nnya sehari-hari.
Sekitar permulaan tahun enam puluhan beberapa Perusahaan di Indonesia memakai komputer generasi kedua ini untuk keperluan komersial. Pada waktu itu komputer hanya
dapat dipergunakan di dalam ruangan komputer dan selain itu pada swtu ketika komputer
hanya dapat melakukan satu atau dua kegiatan processing. Penggunaan komputer darijarak . .
jauh melalui terminalbelum banyak dilakukan. Dengan demikian pema-kai komputer dapat dilihat dan dikontrol.
Hanya Badan-badan Pemerintah dan Perusahaan-perusahaan besar yang dapat memakai komputer karena harga komputer adalah maha!.
,
kelihatan olen mata pada media seperti magnetic tape 'atau disk, sehingga suatu Badan atau
Perusahaan makin tergantung pada komp'lter dan timbullah masalah-masalah hukum, antara lain yang menyangkut :

b. Kekuatan bukti daripida output komput\!r.
c. Pemasukan data yang tidak benar baik yang tidak sengaja dan yang sengaja karena kelalaian ata-U karena niat jaha!.

Kejaharan KompUler 339
dibenarkan. e. Pencurian media komputer berupa magnetic tape atau punch card yang berisi program atau -
data. f. Melakukan gangguan-gangguan terhadap opt:rasi komputer yang sedang berjalan. g. Perubahan program tanpa wewenang . . h. Pembuatan perjanjian-perjanjian yang. menyangkut komputer.
, . Dengan demikian maka terlihat bahwa dengan komputer orang dapat melakukan kejahat-
an. Memang timbullah kejahatan-kejahatan yang menyangkut komputer. Apabila kejahat;Lll­
kejahatan ini dihadapi oleh Penegak Hukum atau Hakim, mereka harus mempelajari hidang serta istilah-istilah baru dan cara-cara kerjanya. Tindakan-tindakan yang dilakukan dahulu oleh manusia kemudian dilakukan oleh komputer, dengan proses yang cepat, tidak kelihatan . . danagak sulit dikontrol. Maka timbullah apa yang dinamakan "Computer Crime". Terjadila h
. . kesulitan dalam menghadapi kejahatan komputer, tindakan-tindakan kejahatan itu secara
. .
dan komponen-komponen daripada komputer yang tidak diatur di dalam Hukum Piuana . Dengan demikian maka terjadilah keputusan-keputusan kontroversial, yaitu untuk suatu kejahatan komputer yang sarna ada Pelaku-pelaku yan~ ilihukum berat, dihukum ringan ata u
dibebaskan. Perkembangan teknologi komputer berjalan terus dengan munculnya komputer generasi
• , .

Suatu komputer di New York dapat dipergunakan oleh orang melalui terminal yang berada di •
Kediri dengan mempergunakan lin telepon yang biasa kita pakai sehari-hari. Dengan demi-
kian maka agak sulit untuk menentukan Sillpa-siapa yang mempergunakan fasilitas komputer pada suatu ketika. Selain itu teknologi komputer berkembang lebih kompleks lagi dengan dimungkinkannya hubungan suatu komputer dengan komputer-komputer lain dalam suatu network atau jaringan yang rumi!, sedemikian rupa sehingga Pemakai tidak mengetahui komputermana yang dipakainya.
Hal tersebut di atas dimungkinkan karena berkembangnya pula teknologi telekomunikasi. . .
Pada tahun tujuh pUluhan terjadilah "perkawinan" antara teknologi komputer dan teknologi telekomunikasi dalam mana komputer mempergunakan teknologi telekomunikasi untuk
melakukan komunikasi datasedangkan teknologitelekomunikasi mempergunakan teknologi komputer untuk operasinya, sehingga timbul disiplin baru yaitu "telematique" atau "comuni­
cations". Maka dengan perkembangan-perkembangan .teknologi terse but .di atas bertambahlah

1. Penyadapan terhadap data atau program yang dikirim melalui sarana telekomunikasi. 2. Perubahan-perubaban program dan data tanpa wewenang dari jarak jauh. 3. Melakukan perbanyakan terhadap data dan program dari jarak jauh.
Aguslus 1988
5. Perusakan terhadap peralatan-peralatan komputer atau peralatan-peralatan yang berhu­
bungan dengan komputer. •
6. Transborder data flow, yaitulalu~lintas data antarnegara.
Selain itu timbul pula masalah-masalah transborder data flow di mana komunikasi data
dilakukan dari satu negara ke negara lain.
Selanjutnya perkembangan teknologi komputer maju dengan pesatny.t karena :
. I. Kehutuhan manusia akan alat yang dapat membantunya: . .
3. dalam pekerjaan sehari-hari sehingga ia tidak dibebani pekerjaan rutin. Dengan demi­
kian ia mempunyai W<lktu untuk memikirkan hal-hal. yang inowtif.
h. untuk mempercepat pekeIjaan dengan hasil akurat dan bany.tk.
2.- Persaingan antara perubahan di dunia business, dalam mana tentunya Perusahaan­
perusahaan tersebut harus memilikilmempergunaKan"senjata" atau alat untuk memper­
kuat daya saingny.t dan daya surviwlny.t.
3. Persaingan antara Perusahaan-pen1Sahaan komputer sendiri untuk membua.t prod uk­
produk yang daillt memenuhi kebutuhan yang secara kualitas maupun kuantitas mening­
kat.
4. Kehutuhan le l1lbaga-Iembaga dan penl'illhaan-perusahaan akan alat yang dapat mem­
percepat pelayanan terhadapanggota-anggota masy.trakat yangjumlahny.t makin bany.tk.
Tidak perlu dijelaskandi sini secara panjang lebar bahwapada zaman sekarang ini terdapat
hal-hal yang menentukan kehidupan manusia sebagai berikut :
I. Informasi adalah asset yang sangat berg una. - 2. Teknologi komputer banya-k dipergunakan untuk menyimpan dan mengelola informasi.
3. Makin banyak pekeIjaan yang dilakukan oleh manusia dialihkan ke komputer dan makin
bany.tk manllli ditinggalkan . .
peralatan komputer.
rasi komputer tersebut rnenekankan pada"parallel processing" dan "ATtificial Intelligence".
Teknologi parallel processing rnemungkinkan komputer melakukan proce5!iing daripada
beberapa aplikasi ~cara para\e\bersamaan dan serentak, sehingga daya processingnya lebih . .' . . '
cepat daripada generasi-generasi terdahulu. Artificial Iritelligence ata u AIadalah suatu disiplin
yang berusaha rnemprogram komputer untuk melakukan pekeIjaan-pekeIjaan yang biasanya
memerlukan pikiran manusia (intelligence) tanpa mencOba meoouplika~i atau meniru proses
berpikir yang secara khas yang dimiliki manusia. Sekarang ini penelitian AI dipusatkan pada : • •
I. Expert System, yaitu sistem komputer yang dapat melakukan hal-hal pada tingkat atau • •
meooekati tingkatkeahlian manusia. Sistem inidipergunakanantara lain untuk melakukan •
diagnosis terhadap- orang sakit dan pemberian resep.
Z. Rcbotics System' atau robotics, yaitu sistem komputer yang dipergunakan untuk pengen­
daJiangerakan-gerakan rnekanis robot. Rcbotics ini banyak dipergunakan dalam industri­
industri.



kan bahasa yang dipakai oleh manusia sehari-hari. Naturallangwge ini perlu sekali untu~ •
penteljemahan.
4. Voice Recognition System, yaitu sistem komputer yang mampu mengenal suara hahaS:l
manusia. Apabila dajllt dikembangkan secara sukses maka suara man usia dapat merupa ·
kan input baik sebagai data rnaupun perintah bagi komptlter.
5. Mesin komputer yang mempunyai daya "melihat" dan daya hnal seperti "melihat / mc­
ngenali" bayangan, pinggiran dan pola-pola bentuk benda.
Apabila dilihat dan dipikirkan kenyataan-kenyataan tersebut dj atas maka dapat disim pul- . .
kan bahwa ada banyak hal-hal dan akan ada banyak hal-hal yang menyangkut teknologi
komputer tidak diatur secara tegas. oleh Hukum Nasional kita. Ternyata masalah-masabh .
hukum yang menyangkut teknologi komputerbukan hanya masalah kejahatan komputer saja.
akan tetapi menyangkut masalah-masalah dalam bidang hukum lainnya . Oalam memikirkan . .
. - usaha untuk memecahkan masalah kejahatan komputer dalam rangka Hukum Pidana
Nasional maka tidak boleh tidak kita harus melihat masalah-masalah hukum yang menyang­
kut teknologi komputer dari segi-segi hukum lainnya. Oemikianjuga Hukum Acara Pidana •
harus diperhatikanjuga, karena masalahnya ada peralatan-peralatan serta benda-henda kOlll-
puteryang secara eksplisit tidak diatur di dalamnya, hal mana sangat penting untuk pemhuk­
tian.
Oalam usaha untuk mengupas masalah kejahatan komputer, kiranya perlu diperhatikan • •
definisi dan terminologi daripada kejahatan komputer. Apakah kejahatan komputer itu?
Istilah "kejahatan" kelihatannya tidak perlu dipermasalahkan di sini. Namun demikian yang
perlu diperhatikan oleh mereka yang berkecimpung dalam bidang hukum adalah istilah
"komputer".
Apakah komputer itu? Sebetulnya jam tangan quartz dan kalkulator yang kita pakai .
sehari-hari mernakai teknologi komputer. Namun demikian tipe komputernya adalah "special
purpose computer" yang ditujukan khusus untuk mengatur waktu dalam hal jam tangan dan
memberikan fasilias hi tung menghitung dalam hal kalkultor elektronis. "Special purpose
computer" diprogram oleh Manufacturer untuk tujuan pemakaiannya dan biasanya kemu­
dian tidak dajllt diprogram kembali oleh Pemakainya. Hal ini dikemukakan di sini karena ada , .
seorang importir di Indonesia yang mengimpor suatu mesin cetak akan tetapi mesin tersehut . . -. -
dikategorikan oleh Paben sebagai komputer karena memakai teknologi komputer. Apakah
jam tangan, kalkulator dan peralatan-peralatan lain lagi yang sekarang ini kebanyakan .. ". .
mernakai teknologi komputer dajllt dikategorikan scbagai komputer ? Sehubungan dengan
halitu California Penal Code memberi definisi sebagai berikut : "Computer System" means a •
machine or collection of machines,excluding pocket calculators which are not program •
mabie and cajllb\e of being uSed in conjuction with external files, one or more of which contain
computer programs and data. that performs functions, inch.ding, :but non limited to, logic, •
arithmetic, data storage and retrieval, communication and control"
Oi sa;mping "special purpose computer" ada "general purpose computer" yang
biasanya dipakai schari-hari di kantor-kantor dan rumah-rumah. Kdmputer tipe ini dapat
diprogram o\eh pemakainya sesuai dengan kebutuhannya. Perlu dikemukakan di sini definisi
Agustus 1988
,
komputer dalam Criminal Code dari salah satu negara Bagian Amerika Serikat, lllinois,
sehagai berik ut :
"Computer" means internally 'programmed general purpose digital device capable of auto­
rna tically accepting data, processing data and suppl ying result of the operations". Dalam definisi •
tersehut yang dimaksud dengan komputer adalah jelas "general purpose computer" .
Selanjutnya dalam definisi itujuga dikemukakan "digital device". Karena tipe-tipe kompu- •
ter juga ada "digital computer", "analog computer" dan "hihyrid computer". Maka ada
pertanyaan hagaimana kalau terjadi kejahatan yang menyangkut "analog computer" atau
"h yhrid com puter"?
Di atas kita sudah melihat dua definisi komputer yaitu dari Negara Bagian California dan
Illinois Amerika Serikat. Dalam Criminal Code Negara Bagian California tidak didefinisi­
!<an "Computer". Kelihatannya definisi "Computer System" sudah meliputi pengertian
"computer". Namun demikian lllinois Criminal Code tersehut di atas memhedakanantara
definisi "Computer" dan "Computer System". Dalam Illinois Criminal Code "Computer
System" didefinisikan sehagai herikut:
"Computer System" means a set related, connected device, including 'a computer and other
device, including but not limited to data input and output and storage devices, data communi­
cation links, and computer programs anda data, that make the system capable of performing
the special purpose data processing tasks for which it is is specified" . .
Setelah bolak-balik membaca dan mempelajari Undang-undang atau Rencana Undang­
undang di Amerika Serikat mengenai kejahatan komputer yaitu Federal Legislation (Pro­
posed), 8 State Legislations (Proposed) dan II State Statutes (Enacted), maka jelas bahwa
terdapat perhedaan-perhedaan dalam cara-cara mengemukakan atau mendefinisikan "Com­
puter", "Computer System" dan bebera pa istilah yang meny<\ngkut komputer seperti "Compu­
ter Network", "Computer Program", "Use" dan "acces", namun demikianapabila diteliti lebih
lanjut maka maksud dan pengertiannya pada dasarnya adalah sarna. Dalam hal ini. betulkah
ada kern ungkina n bahwa dalam penera pann ya akan memba wa hasil-hasil a ta u akibat-akibat •
yang berheda-beda?
Kembali lagi ke istilah kejahatan komputer. Sebagai kasus kita melihat literatur-literatur dan
Undang-undang yang berlakuatau sedang dirancangkandi Amerika Serikatdan Negara-nega­
ra Bagiannya. Dalam literatur-literatur maupun Undang-undang yang sudahberlakurnaupun
sedang dirancangkan teroapat istilah-istilah selain computer crime juga istilah-istilah seperti :
1. Computer fraud.
2. Computer-related crime
3. Compute-assisted crime
4. Computer abuse.
atau lebih tepat untuk hal-hal tertentu.
Demikian dari kasus di Amerika Serikat tersebut, maka perlu dijernihkan definisi atau
pengertian/ batasan maupun terminologi daripada kejahatan komputer, dalam pengembangan .
dan pembinaanHukum Nasional khususny<\ yang menyangkut kejahatan komputer.
dan Berbagai Modus Operandi Kejahatail Komputer
Apabila kejahatan komputer dilihat sebagai kejahatan yang menyangkut komputer atau


peralatan-peralatan yang berhubungan dengannya atau sarana-sarana penunjangnya, maka • •
sebenarnya ·tidak semua kejahatan yang biasanya disebut "kejahatan komputer" merupakan kejahatan komputer. Ada yang dapat merupakan kejahatan biasa dan ada yang dapat merupa­ kan pelanggaran. Pernah terjadi seroang pegawai me nc uri floppy disk dari suatu Pusal Komputer dab mj umlah besar yang "kosong", yang tidak memuat program atau data dcnga n
. maksud untuk menjualnya dan memperoleh hasil yang tentunya tidak wajar. Kiranya hal illi belum dapat digolongkan sebagaikejahatan komputer .
Lain apllbila si pegawai tadi mempunyai rnaksud tertentu atau m.engira bahwa dengan tiadanya samasekali floppy disk tersebut, maka Pusat Komputer, yang mungkin beradajauh dari tempat pengadaall floppy disks, tidak dapat menjalankan operasinya. Hal ini dilakukan bleh pegawai tersebut mungkin untuk balas dendam atau untuk memperoleh imbalan tidak wajar dengan "menyahdera" benda-benda vital tersebut. Mungkin perbuatan tersehul slldah
- -. da[llt dikategorikan sehagai kejahatan komputer.
. - . -
yang kecil sekali atau microprocessor. Debit Cards juga merupakan pemhayaran. Apakah mencuri debit cards merupakan kejahatan komputer?- . . .
Selanjutnya perlu dikeml,lkakan suatu survey dari John K.Taber dalam "A Survey of Computer Crime Studies" yang dimuatdalam/Compuier Law Journal Vol. II No.2. 1980
- . . dalam mana berdasarkan surveynya disimpulkan bahwa ada: 1. kejahatan-kejahatan terkenal yang dianggap kejahatan-kejahatan komputer sehetuillya
bukanlah. kan kejahatan-kejahatan komputer. 2. kejahatan-kejahatan komputer yang diberitakan oleh media masa yang sebetulnya tidak
pernah terjadi . . •
3. beberapa kejahatan komputer yang hanya merupakan karangan fiktif yang sebenarnya menggambarkan kemungkinan dilakukan kejahatan komputer dengan modus operandi tertentu.
Di dalam survey tersebut John K. Taber mengemukakan 2 kejahatan komputer murni ata u "genuine computer crime". Yang dimaksud olehnya sebagai "genuine computer crime" adalah suatu kejahatan "that, in fact, occurred and which a computer was directly and significantly instrumental". Salah satu kejahatan komputer tersebut teJjadi dalam tahun 1965, pada waktu mana the National City Bank of Minneapolis melakukan komputerisasi terhadap aplikasi rekening gironya. Si pelaku memprogramkomputer bank tersebut sedemikian rupa sehingga penarikan uang terhadap rekeningnya dapat melampaui dana yang disimpannya dan dengan dalam keadaan itu ia berhasil "mencuri" US$. 1,357. Tindakannya diketahui ketika bank tersebut mengembalikan prosedurnya ke manual karena komputernya kebetulan tidak dapat beroperasi. Sebetulnya ia tidak mau mencuri, akan tetapi hanya mau menikmati fasilitas overdraft yang dibuatnya sendiri untuk sementara, namundemikian ia tidak mampu dan terlampat untuk menutup overdraft tersebut.
. .
hui kejahatan ini. Karena para pemenangdibayar dari jumlah keseluruhan dari uang yang dibayar_oleh mereka yang kalah, 'rnaka dengall demikian setiappemenilOg yang benar memperoieh uang lebili sedikit.
Agustus 1988
Dari hal-hal yang dikemukakan pada Bab III serta contoh-contoh dan pendapat~pendapat di atas dapat dilihat betapa sulitnya untuk menentukan pengertian/batasan, unsur-unsur dan klasifikasi daripada kejahatan komputer. Dalam hubungan ini maka perlu dipikirkan diberi­ ka n pengertian/ batasan, UHsuc-unsur dan klasifikasiyang luasatau sempitdaripada kejahatan komputer.
Setelah melihat bolak~balik Undang-undang maupun Rancangan Undang-undang mengenai . kejahatan komputer di Amerika Serikat maka terlihat di dalamnya tidakada definisi "Compu­ ter Crime". Selain "Computer Crime" terdapat pula "Computer Abuse", dan/ atau "Computer
. Fraud" yang tidak didefinisikan pula. Sedangkan yang diberikan definisi adalah istilah-istilah seperti "Computer", "Computer Network", "Computer System" dan "Financial Instrument" .

"Computer Crime", "Computer Abuse" atau "Computer Fraud" diklasifikasikan dalam pasal-pasal yang menyatakan tindakan-tindakan apa yang termasuk dalam hal-hal tersebut.
Dalam suatu studi dari Conggres' di Amerika Serikat terdapat em pat kategori daripada kejahatan komputer yaitu ' . 1. Pemasukan data yang. tidak benar (fraudulent) kedalam komputer. 2. Pemakaian fasilitas-fasilitas yang berhubungan dengan komputer. 3. Mengubah atau merusa k infol'lnasi atau arslp. . 4. Pencurian apakah secara elektronis atau dengan cara-cara lain uang, benda, fasilitas­
fasilitas dan data yang berhargl1. Selanjutnya ada klasifikasi lain yang meletakkan ~bagian.besar dari kejahatan komputer
dalam emplt kategon : I. Sabotase dan vandalisme terhadap sistem komputer itu sendiri. 2. Penggunaan atas fasilitas-fasilitas komputer tanpa wewenang sebagai pencurian. 3. Kejahatan terhadap barang (pencurian melalui penggunaan komputer). 4. Kejahatan terhadap data (pencurian informasi).
Ada Iagi klasifikasi dari Donn Parker yang lebih sistematis yaitu.okejahatan komputer dipandang dari sudut empat peranan komputer dalam kejahatan k6mputer jakni. : I. Komputer sebagai objek.
Dalam hal ini termasuk kasus-kasus perusakan terhadap komputer, data atau program yang berada di dalamnya atau pernsakan terhadapsarana-sarana komputer seperti AC dan peralatan listrik yang menunjang operasi komputer.
2. Komputer sebagai subjek. Komputerdapat merupakanatau menimbulkan tempatatau lingkungan untuk melakukan
. kejahatan, seperti pencurian, penipuan daD pemalsuan yang tidak tradisional akan tetapi yang menyangkut harta-harta benda dalam bentuk baru yaitu b!!rbentuk pulsa-pulsa elektronik dan guratan-guratan magnetis.
3. Komputer sebagai alaI. Dalam beberapa tipe dan cara-cara kejahatan dipergunakan komputer ~hingga peristiwa kejahatannya adalah kompleksdan susah diketahui. Salah satu contoh di sini adalah mengenai seseorang yang mengambil warkat-warkat pen}t!toran dari suatu Bank dan mencetak nomor rekeningnya sendiri dengan tinta magne­ tis pada warkat-warkat tersebut, yang kemudian diletakkan kembali padatempatnya di Bank, dari mana kemudian para nasabah mengambil dan mengisinya sebagai bukti pen}t!toran. Pada waktu komputer memproses data pada warkat-warkat tersebut kompu­ ter mengkreditir rekening dari oknum itu, yang kemudiail menarik uangnya dengan cek dari rekeningnya sebelum para nasabah yang men}t!tor tadi kemudian mengajukan protes­ nya.
. .
. banyak segi. Untuk memudahkan klasifikasi kejahatan komputer hiasanya Penulis memberi- kannya sebagai berikut : . 1. Kejahatan-Kejahatan yang menyangkut data atau informasi" komputer. 2. Kejahatan-kejahatan yang menyangkut program atau software komputer. 3. Pemakaian fasilitas-fasilitas komputer tanpa wewenang untuk kepentingan-kepentingan
yang tidak sesuaidengan tujuan pengelolaan atau operasinya. 4. Tindakan-tindakan mengganggu operasi komputer. 5. Tindakan merusak peralatitn-peralatan komputer atau peralatan-peralatan yang berhu­
bungan dengan komputer atau. sarana-sarana penunjangnya. Dalam hal pemakaian fasilitas-fasilitas komputer tanpa wewenang seperti yang dikemuka­
kan dalam sub 3, maka tindakan tersebut dapat merupakan kejahatan komputer apabila dilakukan dengan niatjahat atau merugikan orang lain. Apabila tindakan terse but dilakukan umpamanya sekedar mencari hiburan maka tindakan tersebut daIlit diklitegorikan sebagai pelanggaran tergantung pada keadaan dan akibat-akibatnya.
KEJAHATAN KOMPUTER SEBAGAI ANCAMAN TERHADAP MASYARAKA T DAN SALAH SA TV BENTUK GANGGUAN DARIPADA
PEMBANGUNAN NASIONAL
KEJAHA TAN KOMPUTER MASUK INDONESIA. Demikian tuiisan majalah Tempo
No. 34 tanggal 24 Oktober 1987 menyusui berita-berita media massa Nasional lainnya . .
mengenai "perampokan" tanpa senjata yang menggegerkan kantor BNI 1946 Cabang New
York", peristiwa mana terjadi pada awal tahun 1987.
Kelihatannya kejahatan komputer tersebut merupakan yang pertamakali terjadi di Indone­
sia. Apakah betul demiltian 1. Hal itu tergantung pada pengertianibatasail atau definisi
daripada kejahatan komputer. Kalau kejahatan komputerdiberikan pengertian/batasan seba- . .
gai kejahatan yang menyangkut komputer atau peralatan-peralatan yang berhubungan de-
ngannya atau peralatan-peralatan yang menunjangnya mernang telah terjadibeberapa kejahat- •
ap komputer di Indonesia sebeluIl;lnya. .
Belum ada statistik berapa kali terjadi kejahatan komputer di Indonesia, I)amun ked~ar­
annya belum begitu banyak. Di samping ada pendapat bahwa ada kejahatan-kejahatan
komputer yang terkenal tidak pernah teIjadi, maka ada pendapat bahwa kejahatan~kejahatan
komputer yang dikenal merupakan "tip of the iceberg" yang berarti bahwa sebagian besar .. . .. . . . , -
daripada kejahatan komputer mungkin dianggap sebagai kejahatan biasa atau memang
sengaja tidak diberitahukan kepada masyarakat, karena terjadiIl)'a kejahatan komputer di
dalam suatu perusahaan dapat memberikancitra yang baik . •
Selama ini penuiis mengetahui betul telah terjadi dua kejahatan komputer di Indonesia yang
tidak diketahui oleh…

Search related