Kelainan Retina (Stase Mata)

  • View
    235

  • Download
    0

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Kelainan Retina

Text of Kelainan Retina (Stase Mata)

RETINAClinical Science Session

OlehAprilia Elisabet0918011105

PRECEPTORdr. Helmi Muchtar, Sp. M

KEPANITERAAN KLINIK ILMU PENYAKIT MATASMF ILMU PENYAKIT MATA RSUD DR. HI. ABDUL MOELOEKFAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS LAMPUNGPROVINSI LAMPUNGJUNI 2013

BAB IPENDAHULUANRetina merupakan dinding terdalam bola mata. Karena retina merupakan bagian lintasan visual yang permukaannya luas, maka patologis retina sangat banyak, baik yang mengenai retina sentral maupun terhadap patologi vaskuler, terutama akibat hipertensi dan diabetes melitus.1Visus mundur mendadak pada mata tenang akan sangat menggangu penderita. Sering penderita maupun dokter tidak menduga bahwa visus mundur mendadak pada mata tenang sering disebabkan kelainan pada bagian posterior.Kelainan yang dapat dijumpai dapat berupa : oklusi arteri retina sentral, amourosis fugaks, oklusi vena retina sentral, penyakit eales, retinopati diabetik, retino hipertensi, ablasi retina dan degenerasi makula senilis.Penyakit yang termasuk dalam kelompok ini tidak menyebabkan sakit maupun nyeri pada mata, tidak menunjukaan tanda radang seperti pembengkakan, penonjolan bola mata, perubahan kedudukan bola mata maupun mata merah. Salah satu gangguan visus mata tenang yang sering ditemui adalah retinopati diabetik.2Retina merupakan lapisan yang paling dalam yang melapisi bola mata, merupakan membran yang tipis, lunak dan transparan. Retina merupakan jaringan bola mata yang paling cepat perkembangannya. Retina meluas dari optik disk ke oraserrata. Secara garis besar dibagi atas 2 bagian: kutub posterior dan perifer yang dipisahkan oleh ekuator retina. Kutub posterior sampai ekuator retina, ini merupakan area posterior retina. Kutub posterior retina terbagi atas 2 area: optik disk dan makula lutea. Retina perifer di posterior dibatasi oleh ekuator retina dan anterior dengan oraserrata. Oraserrata merupakan batas yang paling perifer tempat retina berakhir, terbagi dalam 2 bagian; anterior pars plikata dan posterior pars plana. oraserrata juga tempat melekat vitreous dan koroid. Secara mikroskopis lapisan retina mulai dari dalam keluar adalah: Internal limiting membrane, merupakan lapisan paling dalam yang berbatasan dengan retina dari vitreus. Dibentuk oleh satuan dari perluasan terminal dari serabut muller. Nerve fiber layer, Ganglion cell layer, Inner plexiform layer, Inner nuclear layer, Outer plexiform layer, Outer nuclear layer, External Limiting Membrane, Rods dan Cone, Pigmen epithelium.3Ketebalan retina pada oraserrata 0,1 mm dan 0,23 mm pada kutub posterior. Strukturnya sangat sederhana apabila dibandingkan dengan struktur saraf yang lain seperti korteks serebri, retina memiliki daya pengolahan yang sangat canggih. Pengolahan visual retina, seperti persepsi warna, kontras dan bentuk berlangsung di korteks serebri.5Prevalensi kelainan pada retina di Indonesia mencapai angka 0,13% dan merupakan penyebab kebutaan ke empat setelah katarak, glaukoma dan kelainan refraksi. Hal ini diketahui berdasarkan Survey Kesehatan Indra Penglihatan dan Pendengaran tahun 1993 -1996.7Berdasarkan National Programme for Control of Blindness (NPCB) 1992, kebutaan akibat kelainan retina menempati urutan keempat setelah katarak, kelainan kornea, optic atrofi dengan prevalensi sebesar 6,3%. Berdasarkan Andrha Pradesh Eye Disease Study (APEDS) kebutaan akibat kelainan retina menempati urutan kedua setelah katarak dengan jumlah presentase 22,4%. 5Melihat diagnosis dini mempengaruhi prognosis, penderita dengan kelainan retina dengan visus mundur harus ditangani segera sesuai kemampuan yang ada. Bila tidak mampu segera rujuk.5

BAB IITINJAUAN PUSTAKAA. Definisi Retina pada vertebrata berasal dari bahasa Latin yaitu rete, yang berarti "jaring").Retina berfungsi mengubah cahaya menjadi sinyal saraf.Retina adalah jaringan peka cahaya yang melapisi permukaan dalam mata. Optik dari mata membuat gambar dari dunia visual pada retina, yang menyediakan banyak fungsi yang sama dengan film dalam kamera.3

B. AnatomiRetina merupakan membran yang tipis, halus dan tidak berwarna, tembus pandang, yang terlihat merah pada fundus adalah warna dari koroid. Retina ini terdiri dari bermacam-macam jaringan, jaringan saraf dan jaringan pengokoh yang terdiri dari serat-serat Mueler, membrana limitans interna dan eksterna, sel-sel glia.Membrana limitans interna letaknya berdekatan dengan membrana hyaloidea dari badan kaca. Pada kehidupan embrio dari optik vesicle terbentuk optic cup, dimana lapisan luar membentuk lapisan epitel pigmen dan lapisan dalam membentuk lapisan retina lainnya. Bila terjadi robekan di retina, maka cairan badan kaca akan melalui robekan ini, masuk ke dalam celah potensial dan melepaskan lapisan batang dan kerucut dari lapisan epitel pigmen, maka terjadilah ablasi retina. Retina terbagi atas 3 lapis utama yang membuat sinap saraf retina, yaitu sel kerucut dan batang, sel bipolar, dan sel ganglion.6Terdapat 10 lapisan yang dapat dibedakan secara histologik, yaitu dari luar ke dalam :1. lapis pigmen epitel yang merupakan bagian koroid2. lapis sel kerucut dan batang yang merupakan sel fotosensitif3. membran limitan luar4. lapis nukleus luar merupakan nukleus sel kerucut dan batang5. lapis pleksiform luar, persatuan akson dan dendrit6. lapis nukleus dalam merupakan susunan nukleus luar bipolar7. lapis pleksiform dalam, persatuan dendrit dan akson8. lapis sel ganglion9. lapis serat saraf, yang meneruskan dan menjadi saraf optik10. membran limitan interna yang berbatasan dengan badan kaca.

Pada orang tua dan pada penderita miopia tinggi, di ora serata sering didapatkan degenerasi kistoid, yang bisa pecah dapat menimbulkan ablasi retina. Epitel pigmen dari retina kemudian meneruskan diri menjadi epitel pigmen yang menutupi badan siliar dan iris. Dimana aksis mata memotong retina, terletak di makula lutea. Besarnya makula lutea 1-2 mm. Daerah ini daya penglihatannya paling tajam, terutama di fovea sentralis.7

Struktur Makula lutea :1. Tidak ada serat saraf.2. Sel-sel ganglion sangat banyak di pinggir-pinggir, tetapi di makula sendiri tidak ada.3. Lebih banyak kerucut daripada batang dan telah dimodifikasi menjadi tipis-tipis. Di fovea sentralis hanya terdapat kerucut.Pada bagian posterior retina tidak terdiri dari 10 lapisan. Hal ini untuk memudahkan sinar dari luar mencapai sel kerucut dan batang. Bagian ini disebut makula lutea yang pada pemeriksaan funduskopi koroid terlihat lebih jelas karena tipis adanya refleks fovea karena sinar dipantulkan kembali. Fovea sentral merupakan bagian retina yang sangat sensitif dan yang akan menghasilkan ketajaman penglihatan maksimal atau 6/6. Jika terjadi kerusakan pada fovea sentral ini, maka ketajaman penglihatan sangat menurun karena pasien akan melihat dengan bagian perifer makula lutea.8

C. Klasifikasi Berdasarkan etiloginya gangguan visus pada mata tenang dibagi atas9:1. Penyebab kelainan vaskulera) Oklusi Pembuluh Darah Retinab) Amaurosis vugaksc) Penyakit Ealesd) Neuropati optic akut iskemik2. Penyakit kelainan sistemika) Retinopati diabetikb) Retinopati hipertensi3. Penyebab degenerasi retinaa) Ablatio retina regmatogenb) Degenerasi macula senile/disform.

D. Kelainan kelainan pada retina yang menyebabkan penurunan visus1. Oklusi Pembuluh Darah Retina Sentrala) DefinisiOklusi pembuluh darah retina adalah penyumbatan di pembuluh darah retina baik di pembuluh darah arteri maupun vena retina, yang ditemukan di sentral.10b) EtiologiOklusi arteri retina sentral terjadi akibat dari trombosis pada lamina sklerosis, mungkin berasal dari arteriosklerosis komplikasi atau dari kejadian emboli. Saat retina menjadi iskemik, retina akan membengkak, dan kehilangan transparansi. Penyumbatan arteri retina sentral dapat disebabkan oleh11:1. Emboli, merupakan penyebab penyumbatan arteri retina sentral yang paling sering. Emboli dapat berasal dari perkapuran yang berasal dari penyaklit emboli jantung, nodus-nodus reuma, carotid plaque atau emboli endokarditis.2. Radang arteri3. Spasme pembuluh darah. Penyebab spasme pembuluh darah antara lain pada migren, overdosis obat, keracunan alkohol, tembakau, kina atau timah hitam.4. Akibat lambatnya pengaliran darah. Perlambatan aliran pembuluh darah retina terjadi pada peninggian tekanan intraokular, stenosis aorta atau arteri karotis.5. Giant cell arthritis6. Kelainan hiperkoagulasi7. Traumac) Faktor ResikoAda sejumlah faktor risiko umum untuk terjadinya oklusi arteri dan vena. Faktor-faktor tersebut hampir sama dengan faktor yang mencetuskan masalah pembuluh darah yang dapat menyebabkan masalah lain seperti serangan jantung dan stroke. Faktor risiko utama tersebut adalah12:1. Usia. Oklusi pembuluh darah retina paling sering terjadi pada orang dengan usia di atas 65 tahun, walaupun pada oklusi arteri retina dapat juga terjadi pada usia dibawah 30 tahun.2. Tekanan darah tinggi3. Diabetes Mellitus4. Hiperlipidemia (kolesterol > 6,5 mmol/L)5. Penyakit arteri koroner6. Merokok7. Kegemukan8. Glaukoma9. Hiperkoagulabilitas10. Arteriosklerosis11. Papil edema12. Diet yang tidak sehat (kurang vitamin dan antioksidan)13d) PatofisiologiPada umumnya, oklusiarteri maupun vena retina terjadi karena emboli. Emboli biasanya berasal dari trombus pembuluh darah dari aliran pusat yang terlepas kemudian masuk ke dalam sistem sirkulasi dan berhenti pada pembuluh darah dengan lumen yang lebih kecil. Etiologi trombosis adalah kompleks dan bersifat multifaktorial.14Konsep trombosis pertama kali diperkenalkan oleh Virchow pada tahun 1856 dengan diajukamya uraian patofisiologi yang terkenal sebagai Triad of Virchow, yaitu terdiri:1. Kondisi dinding pembuluh darah (endotel)2. Aliran darah yang melambat/ statis3. Komponen yang terdapat dalam darah sendiri berupa peningkatan koagulabilitas15Trombosis vena terjadi akibat aliran darah menjadi lambat atau terjadinya statis aliran darah, sedangkan kelainan endotel pembuluh darah jarang merupakan faktor penyebab.Selain itu keadaan