Laporan Ahhir Analisis Kesiapan SRG dalam Mendukung ...bppp. Penilaian SRG dan Ketahanan Pangan

  • View
    218

  • Download
    0

Embed Size (px)

Text of Laporan Ahhir Analisis Kesiapan SRG dalam Mendukung ...bppp. Penilaian SRG dan Ketahanan Pangan

i Puska Dagri, BP2KP, Kementerian Perdagangan

LAPORAN AKHIR

ANALISIS KESIAPAN SISTEM RESI GUDANG DALAM MENDUKUNG KETAHANAN PANGAN

PUSAT KEBIJAKAN PERDAGANGAN DALAM NEGERI BADAN PENGKAJIAN DAN PENGEMBANGAN KEBIJAKAN PERDAGANAN

KEMENTERIAN PERDAGANGAN 2015

i Puska Dagri, BP2KP, Kementerian Perdagangan

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena

berkat dan rahmat-Nya, sehingga laporan Analisis Kesiapan Sistem Resi

Gudang (SRG) Dalam Mendukung Ketahanan Pangan dapat

diselesaikan. Analisis ini dilatarbelakangi kenyataan akan panjangnnya

rantai tata niaga pertanian dalam sektor pertanian, sehingga para petani

tidak dapat menikmati harga yang lebih baik karena dipermainkan para

pedagang. Sistem Resi Gudang dibentuk dalam mendukung terwujudnya

kelancaran produksi dan distribusi barang dengan salah satu tujuan

implementasinya untuk mewujudkan stabilitas harga komoditas

terutamanya bahan pokok.

Kementerian Perdagangan yang menginisiasi SRG berharap

melalui penerapan SRG stabilitas harga dan stok komoditi dapat terjaga.

SRG dapat menjadi salah satu instrumen pengukuran ketersediaan stok

nasional, khususnya terkait dengan bahan pangan seperti beras, gabah,

dan jagung. Analisis ini diselenggarakan secara swakelola oleh Pusat

Kebijakan Perdagangan Dalam Negeri, dengan tim penelitian yang terdiri

dari Yudha Hadian Nur sebagai koordinator dan peneliti terdiri dari Firman

Mutakin, Bagus Wicaksena, Riffa Utama dan Nasrun. Penelitian ini

dibantu oleh tenaga ahli.

Disadari bahwa laporan ini masih terdapat berbagai kekurangan,

maka kami mengharapkan kritik dan saran yang sifatnya membangun.

Dalam kesempatan ini tim mengucapkan terima kasih terhadap berbagai

pihak yang telah membantu terselesainya laporan ini. Sebagai akhir kata

semoga hasil penelitian ini dapat dijadikan masukan bagi pemimpin dalam

merumuskan kebijakan di pengembangan Pasar Lelang gula di Indonesia

Jakarta, September 2015

Pusat Kebijakan Perdagangan Dalam Negeri

ii Puska Dagri, BP2KP, Kementerian Perdagangan

ABSTRAK

Sejak berdirinya Negara Republik Indonesia, UUD 1945 telah mengamanatkan bahwa negara wajib menjalankan kedaulatan pangan dan mengupayakan terpenuhinya kebutuhan pangan bagi penduduk. Namun demikian, impor dan harga bahan pangan pokok setiap tahun semakin meningkat. Salah satu instrumen Kementerian Perdagangan untuk mendukung ketahanan pangan adalah dengan menjalankan pasar lelang dan Sistem Resi Gudang (SRG). Studi ini meneliti mengenai kesiapan SRG dalam mendukung ketahanan pangan dengan menggunakan unsur-unsur penilaian yang ada dalam analisis System Readiness Level (SRL) dan Technological Readiness Level (TRL). Hasil studi menunjukkan bahwa dari sisi sistem, analisis menemukan bahwa SRG sesungguhnya sudah siap dilaksanakan, dan ditemukan tanda-tanda bahwa pelaksanaan SRG dapat ditransmisikan kepada ketahanan pangan, baik pada tingkat rumah tangga, daerah, hingga nasional, dengan beberapa catatan. Keterbatasan kapasitas gudang membuat jumlah pembentukan stok-nya relatif sangat kecil bila dibandingkan dengan volume pasokan-permintaan daerah secara keseluruhan. Kata kunci: Ketahanan Pangan, Sistem Resi Gudang, Stok Pangan dan IS-WARE

ABSTRACT

Since the establishment of the Republic of Indonesia, Constitution has mandated that the state is obliged to carry out food sovereignty and seek fulfillment of food for the population. However, imports and prices of staple foods is increasing every year. One of the instruments of the Ministry of Commerce to support food security is to run the auction market and the Warehouse Receipt System (SRG). The study examined the readiness SRG in support of food security by using elements of existing assessment in the analysis of the System Readiness Level (SRL) and the Technological Readiness Level (TRL). The study shows that in terms of the system, the analysis found that SRG is already ready to be implemented, and found signs that the implementation of SRG can be transmitted to food security, both at the household level, local, and national, with a few notes. Warehouse capacity constraints make the amount of formation of its stock is relatively very small compared to the volume of supply-demand area as a whole. Key words: Food Security, Warehouse Receipt System, Stock Food and IS-WARE

iii Puska Dagri, BP2KP, Kementerian Perdagangan

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR................................................................................... i

ABSTRAK/ABSTRACT ............................................................................. ii

DAFTAR ISI .............................................................................................. iii

DAFTAR TABEL ...................................................................................... vi

DAFTAR GAMBAR ................................................................................. vii

BAB I PENDAHULUAN ............................................................................. 1

1.1. Latar Belakang .................................................................................. 1

1.2. Perumusan Masalah ......................................................................... 2

1.3. Tujuan Analisis .................................................................................. 3

1.4. Keluaran Analisis yang Diharapkan ................................................... 3

1.5. Perkiraan Manfaat dan Dampak ........................................................ 4

1.6. Ruang Lingkup .................................................................................. 4

1.7. Sistematika Laporan .......................................................................... 4

BAB II TINJAUAN PUSTAKA ................................................................... 6

2.1. Sistematika Laporan .......................................................................... 6

2.1.1. Pengertian Resi Gudang .................................................... 6

2.1.2. Pengertian Sistem Resi Gudang .......................................... 6

2.1.3. Dasar Hukum SRG di Indonesia .......................................... 6

2.1.4. Kelembagaan yang Terlibat Dalam SRG ............................. 7

2.1.5. Manfaat Resi Gudang Bagi Petani ....................................... 9

2.1.6. Manfaat Resi Gudang Bagi Pelaku Usaha ........................... 9

2.1.7. Masa berlaku Resi Gudang ............................................... 10

2.1.8. Komoditi yang Dapat di Resi Gudangkan .......................... 10

2.1.9. Persyaratan Komoditi yang Dapat di Resi Gudangkan ...... 10

2.1.10. Jumlah Minimum Komoditi yang Dapat di Resi Gudangkan10

2.1.11. Persyaratan Mutu Komoditi yang Dapat di Resi Gudangkan

.......................................................................................... 11

2.1.12. Siapakah yang Melakukan Test atau Uji Mutu Komoditas . 12

2.1.13. Biaya Penerbitan Resi Gudang .......................................... 13

2.1.14. Sistem Sertifikasi & Pengawasan SRG .............................. 13

2.1.15. Mengenai Jaminan/Menjaminkan Pada Resi Gudang........ 14

2.1.16. Subsidi Pemerintah dalam SRG ........................................ 14

iv Puska Dagri, BP2KP, Kementerian Perdagangan

2.1.17. Persyaratan menjaminkan Resi Gudang di Bank ............... 14

2.1.18. Keamanan Penyimpanan Komoditi di Gudang .................. 15

2.1.19. Persyaratan Gudang pada Sistem Resi Gudang ............... 15

2.1.20. Persiapan Kelompok Tani untuk Mengikuti SRG ............... 16

2.1.21. Peran Ketua Kelompok Tani dalam SRG ........................... 16

2.2. Pelaksanaan Resi Gudang Hasil Pertanian ..................................... 17

2.2.1. Pemanfaatan Resi Gudang Memutus Pola Perdagangan

Komoditi Beras .................................................................. 18

2.2.2. Permasalahan Sistem Resi Gudang Komoditi Pangan ...... 20

2.2.3. Tahapan Pengembangan SRG .......................................... 21

2.3. Pengertian Ketahanan Pangan ....................................................... 24

2.3.1. Pilar Ketahanan Pangan .................................................... 28

Ketersediaan ................................................................................... 30

Akses 30

Pemanfaatan ................................................................................... 31

Stabilitas ......................................................................................... 32

2.4. Kesiapan Layanan Sistem Resi Gudang (SRG) .............................. 33

BAB III METODOLOGI ............................................................................ 35

3.1. Pendekatan Analisis dan Kebutuhan Data ...................................... 35

3.2. Responden dan Sampling ............................................................... 37

3.3. Sampling ......................................................................................... 37

3.3.1. Daerah Sampel .................................................................. 37

3.3.2. Metode sampling ............................................................... 37

3.4. Metode Pengumpulan Data ........