LAPORAN AKHIR KAJIAN KINERJA LOGISTIK bppp. Tabel 2.3. Konsumsi Baja Indonesia Dan Konsumsi Negara-Negara

  • View
    223

  • Download
    2

Embed Size (px)

Text of LAPORAN AKHIR KAJIAN KINERJA LOGISTIK bppp. Tabel 2.3. Konsumsi Baja Indonesia Dan Konsumsi...

LAPORAN AKHIR

KAJIAN KINERJA LOGISTIK PERDAGANGAN ANTAR

PULAU: STUDI KASUS BAJA

PUSAT KEBIJAKAN PERDAGANGAN DALAM NEGERI

BADAN PENGKAJIAN DAN PENGEMBANGAN KEBIJAKAN PERDAGANGAN

KEMENTERIAN PERDAGANGAN

2014

Puska Perdagangan Dalam Negeri, BP2KP, Kementerian Perdagangan i

HALAMAN JUDUL

LAPORAN AKHIR

KAJIAN KINERJA LOGISTIK PERDAGANGAN ANTAR

PULAU: STUDI KASUS BAJA

PUSAT KEBIJAKAN PERDAGANGAN DALAM NEGERI

BADAN PENGKAJIAN DAN PENGEMBANGAN KEBIJAKAN PERDAGANGAN

KEMENTERIAN PERDAGANGAN

2014

Puska Perdagangan Dalam Negeri, BP2KP, Kementerian Perdagangan ii

KATA PENGANTAR

Puji syukur dan terimakasih kepada Tuhan Yang Maha Esa, yang

telah melimpahkan berkat, kasih dan rahmat-Nya sehingga Tim Peneliti

Pusat Kebijakan Perdagangan Dalam Negeri dapat menyelesaikan

Laporan Kajian Kinerja Logistik Antar Pulau: Studi Kasus Baja

tepat pada waktunya.

Kajian ini dilatarbelakangi bahwa bahan pangan pokok dan

strategis memegang peranan penting dalam aspek ekonomi, sosial,

bahkan politik. Terjadinya disparitas harga antar daerah menjadi salah

satu indikasi masih adanya permasalahan logistik, baik itu dalam distribusi

antar pulau bahan pangan pokok maupun barang strategis. Oleh karena

itu perlu dilakukan kajian mendalam mengenai kinerja logistik antar pulau

dengan fokus untuk menjawab pertanyaan: Apa yang menjadi faktor

determinan terjadinya bottleneck sistem logistik antar pulau.

Sentra produksi dari produk-produk baja berada di pulau Jawa.

Sementara itu konsumen produk baja tersebar di seluruh wilayah

Indonesia. Potensi permintaan baja konstruksi seiring dengan proyek-

proyek MP3EI tentunya harus dipenuhi oleh produksi baja dari pulau

Jawa. Kelancaran distribusi dan logistik produk baja menjadi penting untuk

memastikan terpenuhinya kebutuhan baja tepat waktu dengan biaya yang

wajar dalam rangka mendukung pelaksanaan MP3EI. Maka penting

mengetahui lebih jauh kinerja logistik komoditi baja pada rute-rute terpilih

di Indonesia khususnya biaya dan waktu distribusi. Serta permasalahan-

permasalahan yang dihadapi (logistic bottleneck) dalam rantai pasok

pendistribusian baja.

Puska Perdagangan Dalam Negeri, BP2KP, Kementerian Perdagangan iii

Demikian, semoga hasil kajian ini dapat dimanfaatkan sebaiknya

dan dapat menjadi informasi yang berguna bagi pengambil kebijakan.

Hasil kajian ini tentunya belum sempurna, maka dari itu sumbang dan

saran dari pembaca kami harapkan dan untuk semua itu disampaikan

terima kasih.

Jakarta, September 2014

Pusat Kebijakan Perdagangan Dalam Negeri

Puska Perdagangan Dalam Negeri, BP2KP, Kementerian Perdagangan iv

ABSTRAK

KAJIAN KINERJA LOGISTIK PERDAGANGAN ANTAR PULAU: STUDI KASUS BAJA

Kenaikan harga bahan konstruksi menjadi tantangan sektor konstruksi. Permintaan baja konstruksi harus dipenuhi oleh produksi baja dari pulau Jawa. Kelancaran distribusi produk baja penting untuk memastikan terpenuhinya kebutuhan baja tepat waktu dengan biaya yang wajar dalam rangka mendukung pelaksanaan MP3EI. Tujuan kajian ini untuk merumuskan kebijakan dalam mengatasi bottleneck logistik. Kajian ini menggunakan pendekatan analisis deskriptif (mengkombinasikan data kuantitatif dan kualitatif). Pola distribusi baja memiliki kesamaan antar rute distribusi dan relatif pendek. Kendala dalam distribusi baja antara lain kepadatan jalan, kondisi infrastruktur yang buruk serta kurang kondusif, adanya biaya pengawalan yang menyebabkan biaya distribusi baja menjadi tinggi. Upaya untuk mengurangi biaya logistik dapat dilakukan melalui pembangunan dan perbaikan infrastruktur jalan ke pelabuhan, perencanaan jalur transportasi, peningkatan ketertiban pengguna transportasi, meningkatkan penggunaan moda kereta api dalam distribusi barang. Selain itu juga diperlukan pusat distribusi baja di Jakarta untuk mengurangi biaya logistik. Dalam jangka panjang, pemerintah dan swasta perlu meningkatkan investasi produksi baja di wilayah yang memiliki pertumbuhan permintaan baja seperti di Indonesia Timur. Kata kunci: kinerja logistik, baja, dan MP3EI

ABSTRACT

STUDY OF LOGISTIC PERFORMANCE ON INTER ISLAND TRADE: CASE STUDY OF STEEL

The increase in the price of construction materials has been a challenge in the construction sector. Demand of steel for construction have to be provided by the production of steel from Java. Distribution of steel products is important to ensure delivery of steel timely and at a reasonable cost in order to support the implementation of the MP3EI. The purpose of this study is to formulate a policy to address logistics bottlenecks. This study uses descriptive analysis (combining quantitative and qualitative data). Steel distribution have the same pattern between route and relatively short. Constraints in the steel distribution are the density of road, poor infrastructure, the cost of security that causing high distribution costs. Efforts to reduce the cost of logistics can be made through the improvement of road infrastructure to the port, planning transportation path, improved obidience of transportation users, increasing the use of rail modes in the distribution of goods. Further, steel distribution center is needed in Jakarta to reduce logistics costs. In the long run, the government and private sector need to increase investment in steel production on the high demand area such as in eastern Indonesia. Key words: logistic performance, steel, and MP3EI

Puska Perdagangan Dalam Negeri, BP2KP, Kementerian Perdagangan v

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ............................................................................................ i KATA PENGANTAR ........................................................................................ ii ABSTRAK ....................................................................................................... iv DAFTAR ISI ..................................................................................................... v DAFTAR TABEL .............................................................................................vii DAFTAR GAMBAR ........................................................................................ viii

BAB I PENDAHULUAN.................................................................................... 1 1.1. Latar Belakang .................................................................................... 1 1.2. Perumusan Masalah ........................................................................... 2 1.3. Tujuan Kajian ...................................................................................... 4 1.4. Keluaran Kajian ................................................................................... 4 1.5. Manfaat Kajian .................................................................................... 5 1.6. Ruang Lingkup Kajian ......................................................................... 5 1.7. Sistematika Laporan Kajian ................................................................. 8

BAB II TINJAUAN LITERATUR ....................................................................... 9 2.1. Kinerja Logistik .................................................................................... 9 2.2. Pengertian Logistik .............................................................................. 9

2.2.1. Persediaan .......................................................................... 11 2.2.2. Pergudangan ....................................................................... 13 2.2.3. Transportasi ......................................................................... 15 2.2.4. Sistem Informasi .................................................................. 16 2.2.5. Supply Chain Management .................................................. 17

2.3. Sistem Distribusi ............................................................................... 18 2.3.1. Fasilitas Distribusi ................................................................ 19 2.3.2. Infrastruktur ......................................................................... 20

2.4. Kondisi Logistik di Indonesia ............................................................. 20 2.5. Six Key Driver Pada Cetak Biru Pengembangan Sislognas .............. 21 2.6. Komoditas Baja ................................................................................. 23

2.6.1. Produksi dan Sentra produksi Baja ...................................... 23 2.6.2. Konsumsi Baja Nasional ...................................................... 26 2.6.3. Pola Distribusi Baja .............................................................. 28

2.7. Indikator Komposit ............................................................................ 29 2.8. Kerangka Berpikir .............................................................................. 30

BAB III METODOLOGI .................................................................................. 32 3.1. Metode Analisis ................................................................................. 32

3.1.1. Analisis Pola Distribusi Baja................................................. 32 3.1.2. Analisis Bottleneck ............................................................... 32 3.1.3. Indeks Komposit .................................................................. 36

3.2. Jenis Data,