LAPORAN AKHIR Kajian Peranan SNI Untuk Penguatan Pasar ...bppp. Tabel 6.3 Batasan MRL bahan kimia

  • View
    221

  • Download
    2

Embed Size (px)

Text of LAPORAN AKHIR Kajian Peranan SNI Untuk Penguatan Pasar ...bppp. Tabel 6.3 Batasan MRL bahan kimia

Puska Dagri, BP2KP, Kementerian Perdagangan i

LAPORAN AKHIR

Kajian Peranan SNI Untuk Penguatan Pasar Dalam Negeri dan

Daya Saing Produk Ekspor

Pusat Kebijakan Perdagangan Dalam Negeri Badan Pengkajian dan Pengembangan Kebijakan Perdagangan

Kementerian Perdagangan Republik Indonesia

2015

Puska Dagri, BP2KP, Kementerian Perdagangan i

DAFTAR ISI

DAFTAR ISI ........................................................................................... i

DAFTAR GAMBAR ................................................................................ iv

DAFTAR TABEL .................................................................................... v

BAB I PENDAHULUAN ...................................................................... 1

1.1.Latar Belakang .................................................................... 1

1.2.Rumusan Masalah .............................................................. 2

1.3.Tujuan dan Output .............................................................. 3

1.4.Manfaat Kajian .................................................................... 3

1.5.Ruang lingkup ..................................................................... 4

1.6. Sistematika penulisan ....................................................... 6

BAB II TINJAUAN PUSTAKA .............................................................. 7

2.1.Perumusan SNI dan Penetapan SNI Secara Wajib ........... 7

2.2. Peranan Standar Dalam Perdagangan ............................ 9

2.3.Hasil Penelitian Sebelumnya ............................................. 11

2.4. Kerangka Pemikiran ........................................................... 13

BAB III METODOLOGI ....................................................................... 16

3.1. Metode Analisis .................................................................. 16

3.2. Jenis Data dan Metode PengumpulanData ......................... 24

3.3. Operasional Survey

BAB IV PENERAPAN SNI BAGI PENGUATAN PASAR DALAM

NEGERI

4.1. Standar dan Perlindungan Pasar Dalam Negeri.................33

4.2. Peranan SNI Dalam Melindungi Pasar Dalam Negeri .......34

4.3. Dinamika Penerapan Standar oleh Pelaku usaha Dalam

Melindungi Pasar Dalam Negeri ........................................37

BAB V PENERAPAN SNI BAGI PENINGKATAN EKSPOR

5.1. Hubungan Standar dan Daya Saing .............................38

5.2. Peranan SNI Dalam Mendukung Daya Saing.................39

5.3. Dinamika penerapan Standar oleh Pelaku Usaha Dalam

Peningkatan Ekspor ............................................................42

Puska Dagri, BP2KP, Kementerian Perdagangan, 2015 ii

BAB VISTRATEGI PEMENUHAN KESESESUAIAN STANDAR...........26

6.1. Kesesuaian dan Ketidaksesuaian SNI dengan Standar

Negara Tujuan Ekspor ....................................................... 46

6.2. Analisis Kesesuaian Standar............................................... 70

DAFTAR PUSTAKA

LAMPIRAN

Puska Dagri, BP2KP, Kementerian Perdagangan, 2015 iii

DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1 Proses Standardisasi dan Regulasi Teknis ....................... 10

Gambar 2.2 Kerangka Pemikiran .......................................................... 15

Gambar 4.1. Pengawasan barang yang SNI-nya telah diberlakukan

wajib sebelum beredar di pasar (tahap pra-pasar) dan

setelah beredar di pasar ................................................... 36

Gambar 5.1. Pengaruh Standar Terhadap Daya Saing ......................... 39

Gambar 5.2. SNI dan Refleksi Pengaruhnya Pada Peningkatan Daya

saing dan Akses Pasar di Dalam dan Luar Negeri ............41

Gambar 6.1. Alur pemrosesan teh hitam ............................................... 48

Gambar 6.2. Beberapa jenis produk teh ................................................ 48

Gambar 6.3. Persyaratan wajib dan tambahan untuk produk teh

di UE ................................................................................. 52

Puska Dagri, BP2KP, Kementerian Perdagangan, 2015 iv

DAFTAR TABEL

Tabel1.1 Pertumbuhan Produksi, Ekspor dan Impor Komoditi

yang dikaji ......................................................................... 5

Tabel1.4 Tahapan dan Waktu Pelaksanaan Kegiatan ..................... 26

Tabel 3.1 Performance Matrix .. 22

Tabel 3.2 Tujuan Meningkatkan Ekspor Melalui Produk yang

Berstandar ... .23

Tabel 3.3 Tujuan Melindungi Pasar Dalam Negeri ... 24

Tabel 3.4 Tujuan Meningkatkan Ekspor Melalui Produk yang

Berstandar ... .25

Tabel 3.5 Tujuan Melindungi Pasar Dalam Negeri ... 26

Tabel 3.6 Pengumpulan dan Analisis Data ... 29

Tabel 3.7 Operasional Survey . 31

Tabel 5.1. Pilihan Kebijakan oleh Pelaku usaha teh hitam

berdasarkan kriteria ........................................................... 42

Tabel 5.2. Pilihan Kebijakan oleh Pelaku usaha Produk olahan

kopi berdasarkan kriteria ................................................... 43

Tabel 5.3. Perkiraan Manfaat Biaya untuk Opsi 4 Penerapan

Standar Tujuan Ekspor .......................................................44

Tabel 6.1 Batasan kandungan kafein pada teh di UE ...................... 49

Tabel 6.2. Perbandingan MRL CODEX dan negara-negara maju

pada teh (mg/kg) .............................................................. 51

Tabel 6.3 Batasan MRL bahan kimia agrikultur pada kategori

otehr spices, dried......................................................... 54

Tabel 6.4 Kutipan beberapa persyaratan dalam ISO 3720:2011

Black Tea ......................................................................... 55

Tabel 6.5. Daftar SNI terkait produk kopi dan turunannya ................ 55

Tabel 6.6. Daftar SNI terkait produk mainan dan turunannya............ 62

Tabel 6.7 HS mainan yang diatur dalam Peraturan Menteri..............63

Tabel 6.8 Batasan N-nitrosamines dan N-nitrosatable

sesuai EN 71-12 ............................................................... 66

Puska Dagri, BP2KP, Kementerian Perdagangan, 2015 v

Tabel 6.9 Perbandingan klausul pengujian standar

internasional* dan standar EN 71-1 ............................... 67

Tabel 6.10. Rekapitulasi Hasil Survey Tentang Kasus

Penolakan atau Komplain Produk ekspor....................... 73

Puska Dagri, BP2KP, Kementerian Perdagangan, 2015 6

BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar belakang

Standardisasi dan mutu produk bertujuan untuk mendukung kegiatan

ekonomi, perlindungan konsumen, keselamatan, dan kesehatan. Selain itu,

standardisasi juga berperan dalam memfasilitasi kegiatan perdagangan, baik

pada level domestic, regional, maupun internasional (KADIN, 2012). Faktor-

faktor yang mendorong pentingnya pemberlakuan standardisasi yaitu 1)

peningkatan persyaratan mutu oleh negara-negara di dunia sehingga perlu

kepastian akses ekspor ke negara tujuan utama; 2) kebutuhan di tingkat

regional dalam hal standar dan persyaratan teknis dalam rangka kompetisi dan

komitmen baru perdagangan, sehingga diperlukan infrastruktur mutu yang

sejajar; dan 3) peningkatan perekonomian dalam negeri sehingga masyarakat

membutuhkan produk dengan mutu yang baik serta aman dari bahan

berbahaya.

Standar, atau dalam hal ini Standar Nasional Indonesia (SNI), pada

dasarnya diterapkan secara sukarela. Namun demikian, dalam rangka

kepentingan umum, keamanan, keselamatan, pelestarian lingkungan hidup,

serta perkembangan perekonomian nasional, SNI dapat diberlakukan secara

wajib oleh pemerintah. Pemberlakuan SNI secara wajib dilakukan dengan

dengan menerbitkan regulasi teknis oleh instansi pemerintah yang berwenang

atau kementerian teknis. Pemberlakuan tersebut harus mempertimbangkan

berbagai aspek agar tidak tidak terjadi persaingan yang tidak sehat,

menghambat inovasi industri dan menghambat perkembangan UKM.

Saat ini, ada 107 produk yang SNI-nya diberlakukan secara wajib, 113

SNI yang diberlakukan secara wajib, dan mencakup 269 HS yang terkena

pemberlakuan SNI secara wajib. Namun demikian, SNI yang diberlakukan

secara wajib juga mengalami permasalahan terkait penerapannya, antara lain

(KADIN, 2012) : 1) Banyaknya SNI yang harus di-review dan di-abolisi; 2)

keterbatasan laboratorium dan fasilitas uji untuk penerapan SNI wajib; 3)

Jumlah SNI yang diberlakukan secara wajib masih relatif sedikit dibandingkan

jumlah SNI secara keseluruhan; dan 4) Belum tersosialisasinya program

program SNI wajib secara luas dan intensif. Dengan demikian, tolak ukur

Puska Dagri, BP2KP, Kementerian Perdagangan, 2015 7

keberhasilan penerapan SNI secara wajib dapat dilihat dari hal-hal berikut

(Herjanto, 2011): 1) Industri terkait menerapkan SNI tersebut secara konsisten;

2) diterima oleh pasar atau dengan kata lain memenuhi aspek-aspek

penerapan standar; dan 3) ketersediaan lembaga penilai