LAPORAN AKHIR MAGANG RISET MODEL PENGELOLAAN MAGANG RISET_TEMAS_KOTA...LAPORAN AKHIR MAGANG RISET MODEL

  • View
    297

  • Download
    1

Embed Size (px)

Text of LAPORAN AKHIR MAGANG RISET MODEL PENGELOLAAN MAGANG RISET_TEMAS_KOTA...LAPORAN AKHIR MAGANG RISET...

LAPORAN AKHIR MAGANG RISET

MODEL PENGELOLAAN POTENSI SUMBER DAYA ALAM UNTUK MEWUJUDKANDESA WISATA AGRO PRODUKTIF

(Kelurahan Temas, Kecamatan Batu, Kota Batu)

Oleh:

Fian Alldy E .S 201410050311027

Choirul Anwar D 201410050311031

Arga Dwi Pratama 201410050311078

PRODI ILMU PEMERINTAHAN

FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG

2017

DAFTAR ISI

BAB I PENDAHULUAN....................................................................... 1

I.1 Latar Belakang ................................................................................... 1

I.2 Rumusan Masalah .............................................................................. 2

I.3 Maksud dan Tujuan ............................................................................ 3

BAB II LAPORAN KEGIATAN MAGANG RISET .......................... 5

II.1 Gambaran Umum Kelurahan ............................................................. 5

b. Visi dan Misi kelurahan temas Kota Batu .......................................... 5

c. Susunan, Struktur, Tugas, dan Fungsi Organisasi SKPD .................. 6

II.2 Aktifitas Magang Riset ...................................................................... 14

BAB III ANALISA HASIL KEGIATAN ............................................. 15

A. Pembahasan................................................................................... 15

1. Menjelaskan pengelolaan potensi SDA tanaman organikdi

Kelurahan Temas Kota Batu............................................................... 15

2. Manfaat Agro Wisata.............................................................. 16

3. Pengelolaan Obyek dan Daya Tarik Agro Wisata Kel Temas 17

B. Metode Penelitian ......................................................................... 18

1. Metode yang digunakan dalam penelitian .............................. 18

2. Sumber data..20

3. Informan ..21

BAB IV PENUTUP................................................................................ 23

A. Kesimpulan........................................................................................ 23

B. Saran.................................................................................................. 23

DAFTAR PUSTAKA............................................................................. 25

DOKUMENTASI MAGANG RISET .................................................. 26

1

BAB I

PENDAHULUAN

I.1 Latar Belakang

Di dunia ini banyak potensi alam yang bisa dimanfaatkan dan menjadi penunjang

kehidupan manusia termasuk di Indonesia. Keselarasan dalam penggunaan hasil bumi

tergantung pengolahan dan tingkat kesadaran manusia. Semakin manusia sadar akan

kebutuhannya nanti maka pemanfaatan hasil bumi akan tertata dan jumlahnya akan terjaga,

begitupun sebaliknya. Potensi sumberdaya alam dapat dikelompokkan menjadi 2 yaitu

potensi sumberdaya alam organik dan sumberdaya alam anorganik.

Di era sekarang ini pengelolaan sumberdaya alam baik organik maupun anorganik

sudah bisa dikatakan semakin canggih. Setiap provinsi, kota atau kabupaten, sampai di desa

pun sekarang sudah dapat mengelola sumberdaya alam yang ada di daerah tersebut dengan

cara yang berbeda sesuai keadaan alamnya. Pengelolaan sumberdaya alam dapat dilakukan

dengan berbagai cara, misalnya dengan pertanian, perdagangan, perindustrian, pariwisata,

dan lain sebagainya. Semakin berkembangnya teknologi dan sumberdaya manusia, maka

perkembangan pengelolaan sumberdaya alam di bidang pariwisata semakin pesat terutama

sumberdaya alam organik.

Peluang sektor pariwisata cukup prospektif, karena selain sebagai salah satu

penghasil pertumbuhan ekonomi pariwisata, sektor pariwisata diharapkan dapat menjadi

pendorong pertumbuhan sektor pembangunan lainnya seperti perkebunan, pertanian,

perindustrian, perdagangan, dan lain-lain. Salah satu unsur dari sektor pertanian yang saat

ini belum tergarap secara optimal adalah agro wisata (agro tourism).

Agro wisata merupakan rangkaian kegiatan wisata yang memanfaatkan potensi

pertanian sebagai objek wisata, baik potensi berupa pemandangan alam kawasan

pertaniannya maupun kekhasan dan keanekaragaman aktivitas produksi dan teknologi

pertanian serta budaya masyarakatnya. Kegiatan agrowisata bertujuan untuk memperluas

wawasan pengetahuan, pengalaman rekreasi, dan hubungan usaha di bidang pertanian yang

meliputi tanaman pangan, holtikultura, perkebunan, dan perikanan.

2

Agrowisata sudah banyak dilakukan di berbagai daerah di Indonesia. Contoh pengelolaan

agrowisata yaitu berada di kota Batu, Jawa Timur. Banyak desa di kota ini mengelola

agrowisata, misalnya di desa Temas kecamatan Batu. Di desa tersebut mengelola agrowisata

dalam bidang tanaman organik yang sudah dijalankan beberapa tahun terakhir ini.

Pengelolaan agrowisata dalam bidang tanaman organik semakin berkembang dari awal

dimulai hingga sekarang. Perkembangan potensi tanaman organik ini semakin berkembang

karena semakin tingginya minat masyarakat terhadap sesuatu yang alami, karena mulai dari

bibit, tanah, hingga pupuk semua dari bahan organik. Namun, hal yang disayangkan adalah

pengelolaan sumberdaya alam tanaman organik ini masih dikelola beberapa pihak tertentu

dan sebagian petani di desa temas. Hal ini dikarenakan minimnya kesadaran petani yang

masih menggunakan bahan kimia, misalnya pupuk kimia yang menyebabkan hilangnya

esensi dari pengelolaan tanaman organik diolah secara organik.

Maka dari itu mengingat realita ini, diperlukan kesadaran dan langkah yang lebih

produktif untuk meningkatkan potensi sumber daya alam terutama di bidang tanaman

organik. Pengelolaan sumber daya alam tanaman organik dengan cara organik dapat

memberikan dampak yang bagus di desa Temas untuk mewujudkan desa wisata agro

produktif sehingga dapat meningkatkan keadaan ekonomi masyarakat disana. Oleh sebab

itu, model pengembangan pengelolaan sumber daya alamnya harus lebih ditingkatkan agar

tercapainya tujuan tersebut.

I.2 Rumusan Masalah

Arikunto (1993:17) menguraikan bahwa agar penelitian dapat dilaksanakan sebaik-

baiknya maka penulis harus merumuskan masalahnya sehingga jelas darimana memulai,

kemana harus pergi, dan dengan apa ia melakukan penelitian. Dengan demikian dapat

disimpulkan bahwa pentingnya perumusan masalah agar diketahui arah jalan penelitian yang

akan dilakukan oleh penulis, maka permasalahan yang akan diangkat pada penelitian ini

adalah:

1. Bagaimana Model Pengelolaan Potensi Sumber Daya Alam Untuk Mewujudkan

Desa Wisata Agro Produktif?

2. Apa saja faktor penghambat dalam Model Pengelolaan Potensi Sumber Daya Alam

Untuk Mewujudkan Desa Wisata Agro Produktif.

3

I.3 Maksud dan Tujuan Penelitian

I.3.1 Maksud Penelitian

Berdasarkan permasalahan diatas, maksud penelitian yang akan dilakukan adalah

untuk mendeskripsikan bagaimana mengimplementasikan pengembangan model

pengelolaan potensi sumber daya alam untuk mewujudkan desa wisata agro produktif dan

menggambarkan apa saja faktor penghambat dalam pengembangan model pengelolaan

potensi sumber daya alam untuk mewujudkan desa wisata agro produktif di kelurahan

Temas.

I.3.2 Tujuan Penelitian

Adapun tujuan dari penelitian pengembangan model pengelolaan potensi sumber daya

alam untuk mewujudkan desa wisata agro produktif yaitu :

1. Untuk mengetahui model pengelolaan potensi sumber daya alam untuk mewujudkan

desa wisata agro produktif

2. Untuk mengetahui faktor yang menjadi penghambat model pengelolaan potensi

sumber daya alam tanaman organik di kelurahan temas

3. Untuk mengetahui dan mendeskripsikan peran kelurahan dalam mengelola SDA

untuk mewujudkan desa wisata agro produktif

I.4 Manfaat Penelitian

I.4.1 Manfaat Secara Akademis

Sebagai sarana referensi secara akademik untuk mengembangkan potensi keilmuan

dengan melihat secara langsung praktek pemerintahan.

1.4.2 Manfaat Secara Teoritik

Mengembangkan pengetahuan mengenai proses pengelolaan sumber daya alam

tanaman organik.

1.4.3 Manfaat Secara Praktis

4

Sebagai rekomendasi perbaikan dan pengembangan pengelolaan sumber daya alam

tanaman organik.

I.5 Jadwal dan Tempat

Pelaksanaan magang riset pemerintahan tahun ajaran 2016-2017 ini dilaksanakan di

Kelurahan Temas, Kecamatan Batu, Kota Batu. Mahasiswa melaksanakan Magang terhitung

tanggal 11 September s/d 30 Oktober 2017.

5

BAB II

LAPORAN KEGIATAN MAGANG RISET

II.1 Gambaran Umum Kelurahan

a. Profil Kelurahan Temas

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2001 tentang Pembentukan

Kota Batu, Kelurahan Temas adalah 1 (satu) dari 5 (lima) kelurahan yang terletak di

Kota Batu yang disahkan pada tanggal 28 April 1982 yang diresmikan oleh Bupati

Malang karena pada tahun tersebut belum terbentuk kota Batu dan masih menjadi

bagian dari Kabupaten Malang yaitu kecamatan Batu.

Kelurahan Temas Merupakan unsur staf di Pemerintah Kota Batu dimana

Kelurahan temas menjadi Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) pada tahun 2014.

Dalam melaksanakan tugas pemerintahan, pembangunan,

kemasyarakatan