of 25 /25
LAPORAN KASUS SUSPECT MEGACOLON KONGENITAL Mc. Syaiful Ghazi Yamani H1A009009 Pembimbing dr. I Gde Ardita, Sp.B. FINACS KEPANITERAAN KLINIK MADYA BAGIAN/SMF ILMU BEDAH FK UNRAM/RSUP NTB 2014

Laporan Kasus 1 Hirschprung Disease

Embed Size (px)

DESCRIPTION

tes

Citation preview

Laporan Kasus SUSPECT MEGACOLON KONGENITAL E.C HIRSCHPRUNG DISEASE

Laporan Kasus SUSPECT MEGACOLON KONGENITALMc. Syaiful Ghazi YamaniH1A009009

Pembimbingdr. I Gde Ardita, Sp.B. FINACS

KEPANITERAAN KLINIK MADYABAGIAN/SMF ILMU BEDAHFK UNRAM/RSUP NTB2014IdentitasNama: An RSNRM : 542253Jenis Kelamin: Laki-LakiTanggal Lahir / umur: 9 Mei 2014 / 2 bulan 7 hariAgama: IslamAlamat: BimaPendidikan: Belum SekolahMasuk Rumah Sakit : Jumat, 11 Juli 2014Tanggal Pemeriksaan : Rabu, 16 Juli 2014HeteroanamnesisKeluhan utama : Perut KembungRiwayat Penyakit Sekarang :Pasien merupakan rujukan RSUD Bima dengan diagnosis Susp. Hirschprung Disease. Pasien dibawa keluarganya karena perut pasien kembung sejak 3 hari sebelum MRS di Bima dan pasien belum buang air besar sejak 5 hari sebelum MRS.

Pada saat lahir, pasien langsung BAB dengan warna kehitaman. Setelah itu, frekuensi BAB sekitar 4-5 kali per hari berwarna kuning seperti bubur. Kemudian umur 7 hari, pasien dikeluhkan perut kembung dan tidak BAB, serta dikeluhkan muntah berwarna kehijauan, sehingga pasien dibawa ke RSUD Bima dan dirawat di NICU selama 9 hari. Selama dirawat, pasien tidak diberikan ASI. Ibu pasien tidak mengetahui obat yang diberikan di NICU, ibu pasien hanya mengetahui cara mengeluarkan tinja pasien melalui selang. Selanjutnya setelah keluar dari NICU ibu pasien mengaku perut pasien kempes dan kembali BAB sebanyak 4-5 kali sehari. Sekitar sebulan kemudian, pasien kembali dikeluhkan mengalami perut kembung dan tidak BAB selama 4 hari sehingga segera dibawa ke RSUD Bima. Di RSUD Bima, sempat dirawat selama 5 hari dan dirujuk ke RSUP NTB.Di RSUP NTB, pasien hanya bisa BAB dan kentut apabila menggunakan selang yang dimasukkan ke lubang dubur. Setelah BAB, perut psien kemudian terlihat kempes. Pasien tidak dikeluhkan muntah, demam (-), BAB pasien jumlahnya sedikit, konsistensi tinja lunak, warna kekuningan, riwayat BAB berdarah (-), BAB berlendir (-). BAK dalam batas normal. Dari lahir sampai sekarang pasien hanya minum ASI dengan frekuensi sekitar 8 kali sehari dan sedotan kuat.Riwayat Penyakit Dahulu: diare (-)Riwayat Alergi:Makanan: -Obat: -Riwayat Penyakit KeluargaTidak terdapat keluarga yang mengalami keluhan serupa

Riwayat Kehamilan dan Persalinan Ini adalah kehamilan pertama ibu pasien. Sebelumnya ibu juga tidak pernah mengalami keguguran. Ibu Os mengaku sempat beberap kali memeriksakan kehamilannya di Puskesmas (>8 kali selama kehamilan). Ibu Os mengaku selama hamil ia tidak mengalami muntah berlebih, sejak bulan-bulan pertama kehamilan. Riwayat trauma, demam, perdarahan, minum obat-obatan selama kehamilan disangkal. Riwayat konsumsi tablet penambah darah selama kehamilan dan vitamin rutin dilakukan oleh ibu pasien. Pasien lahir tanggal 9 Mei 2014, spontan pervaginam, umur kehamilan 34-35 minggu, ditolong bidan, lahir langsung menangis dengan berat badan lahir dan panjang lahir tidak diketahui orang tua pasien. Riwayat kuning (-), biru setelah lahir disangkal. Riwayat ibu demam tinggi, sesak napas dan kejang selama persalinan disangkal.Riwayat ImunisasiLengkap sesuai dengan usia pasien

Riwayat PengobatanPasien sempat dirawat 2 kali di RSUD Bima sebelum dirujuk ke RSUP NTB. Tetapi ibu pasien tidak tahu obat apa saja yang telah diberikan.Pemeriksaan FisikKesadaran: Compos MentisGCS: E4 V5 M 6Keadaan umum: Tampak sakit sedang, tidak tampak sesak, tidak pucat, tidak sianosisKeadaan gizi : Kesan Kurang, BB : 2,7 kg PB : 50 cm WHO: -2 -3 SD (gizi kurang) Tanda VitalNadi: 124x/menit, regular, isi cukup, equalNafas: 42x/menit, regular, kedalaman cukupSuhu: 37,1C (aksila)Status Generalis1. Kepala InspeksiKepala : uub terbuka datar (+), Deformitas (-), rambut hitam, tidak mudah dicabut, tersebar merata, tidak teraba benjolanWajah: Ekspresi dbnMata: Konjungtiva pucat (-/-), sklera ikterik (-/-), mata corong (-), reflek pupil +/+, pupil bulat isokor. Hidung: Deformitas (-), rinore (-), deviasi septum (-), perdarahan (-), sekret (-), nafas cuping hidung (-).Mulut : Sianosis bibir (-),stomatitis (-), lidah pucat (-), atropi papil lidah (-)Telinga: Deformitas (-), otore (-), massa (-), tanda peradangan (-).PalpasiKepala: Massa (-)Mata : Dalam batas normalTelinga: Massa (-), Hidung: Dalam batas normal

2. LeherInspeksi: Pembesaran tiroid (-), pelebaran vena (-), Palpasi: Massa (-), pembesaran tiroid (-), pembengkakan submandibula (-), deviasi trakea (-).

3. Thoraks-KardiovaskularThoraks :Inspeksi : Bentuk dada simetris kiri dan kanan, tampak pergerakan dinding thoraks simetris, jenis pernafasan abdominal, retraksi (-), scar (-), jejas (-)Palpasi: Teraba pergerakan dinding thorak simetris, fremitus raba tidak di evaluasi, krepitasi (-)Perkusi: Sonor pada daerah dinding thorak sinistra dan dekstra, Batas paru hepar : sulit di evaluasi Auskultasi: Bronko Vesikuler +/+, rhonki -/-, wheezing -/-,Kardio :Inspeksi: iktus kordis tidak tampakPalpasi: pembesaran ventrikel (-), thrill (-),cordis tak tampak, teraba di ICS IV, tak kuat angkatPerkusi: sulit di evaluasiAuskultasi: S1S2 tunggal reguler, murmur (-), gallop (-)Vaskuler :Inspeksi: spider nevy (-), irama nadi regular, kuat angkat (+).Palpasi: dinding arteri kenyal (+)4. AbdomenInspeksi: distensi (+), umbilikus tampak normal, scar (-), vena kolateral (-), pulsasi aorta abdominal (-), darm contour (+), darm steifung (+).Palpasi: Turgor kulit normal, massa (-), tes undulasi (-). defans muscular (-), hepar, lien, ren tidak dapat dinilaiPerkusi: shifting dullness (-), timpani (+) pada seluruh lapang abdomenAuskultasi: bising usus (+) menurun dengan frekuensi